Makalah "pengendalian Keuangan"

Oleh Elva Clarissa Salsabila

226,7 KB 4 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Makalah "pengendalian Keuangan"

MAKALAH “PENGENDALIAN KEUANGAN” Dosen Pengampu : Wirmie Eka Putra, SE., M.Si Disusun Oleh: Elva Clarissa Salsabila (C1C018076) AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS JAMBI 2020 DAFTAR ISI DAFTAR ISI.........................................................................................i KATA PENGANTAR.........................................................................ii BAB I PENDAHULUAN....................................................................1 1.1 Latar Belakang..........................................................................1 1.2 Rumusan Masalah.....................................................................2 1.3 Tujuan.......................................................................................2 BAB II PEMBAHASAN.....................................................................3 2.1 Pentingnya Manajemen Keuangan...........................................3 2.2 Fungsi Keuangan......................................................................3 2.3 Definisi Pengendalian Keuangan..............................................4 2.4 Pengendalian Terpadu..............................................................6 2.5 Faktor-Faktor Kontekstual........................................................7 2.6 Pertimbangan-Pertimbangan Rancangan..................................9 2.7 Pengendalian Dalam Era Pemberdayaan................................10 BAB III KESIMPULAN...................................................................14 DAFTAR PUSTAKA........................................................................15 i KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena telah memberikan karunia-Nya sehingga makalah ini bisa selesai tepat pada waktunya. Adapun tujuan dari penyusunan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah Akuntansi Keperilakuan tentang “Pengendalian Keuangan”. Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu memberikan materi dan mendukung dalam penyusunan makalah ini. Penulis sadar makalah ini belum sempurna dan memerlukan berbagai perbaikan, oleh karena itu kami senantiasa mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini di masa yang akan datang. Akhir kata, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca dan semua pihak. Kami selaku penyusun mengucapkan terima kasih. Jambi, 18 Oktober 2020 Penyusun ii BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pengendalian keuangan merupakan pengendalian yang penting bagi manajer, karena laporan keuangan menyajikan ringkasan kegiatan organisasi dimasa lalu. Manajer, khususnya manajer puncak, berkepentingan terhadap informasi rigkasan itu, karena dia tidak perlu mengetahui kegiatan operasional organisasi. Bab ini membahas pengendalian keuangan meliputi laporan keuangan yang menyajikan ringkasan informasi keuangan masa lampau, dan anggaran yang merupakan alat perencanaan sekaligus alat pengendalian. Batas-batas akuntansi begitu luas karena teknologi dan tuntutan baru dari para klien yang mencari dukungan akuntansi. Pertumbuhan signifikan pada jasa konsultasi manajemen yang disediakan oleh kantor akuntan publik dan munculnya departemen-departemen baru tentang sistem informasi dalam organisasi merupakan bukti dari tuntutan klien tersebut. Klien membutuhkan dukungan untuk mendesain dan mengimplementasikan sistem pengendalian keuangan. Pembahasan pada modul ini akan berfokus pada isu-isu yang berhubungan dengan topik pengendalian yang mempengaruhi desain dan implementasi sistem pengendalian keuangan. pengendalian keuangan dapat dipahami secara baik melalui penekanan pada pentingnya asu.msiasumsi keperilakuan. Tetapi tidak semua desain pengendalian berhubungan dengan keperilakuan. Aplikasi mekanikal dari pengendalian, seperti halnya pada thermostatyang mengatur suhu ruangan, menekankan umpan balik mekanik daripada respon-respon keperilakuan. Tentu saja, peralatan mekanik dan elektrik serfs metode-metode dapat digunakan untuk mempengaruhi perilaku manusia. Sebuah alarm peringatan telah dipasang sebagai sarana pengaman untuk mencegah kecelakaanatau sebuah desain sistem password untuk mencegah orang-orang yang tidak berhak dapat menggunakan komputer. 1 1.2 Rumusan Masalah 1. Bagaimana Pentingnya Manajemen Keuangan? 2. Apa Saja Fungsi Keuangan? 3. Apa yang Dimaksud Dengan Pengendalian Keuangan? 4. Bagaimana Pengendalian Terpadu? 5. Apa Saja Faktor-Faktor Kontekstual? 6. Bagaimana Pertimbangan-Pertimbangan Perencanaan? 7. Bagaimana Pengendalian Dalam Era Pemberdayaan? 1.3 Tujuan 1. untuk mengetahui pentingnya manajemen keuangan. 2. untuk mengetahui fungsi keuangan. 3. untuk mengetahui definisi pengendalian keuangan. 4. untuk mengetahui pengendalian terpadu. 5. untuk mengetahui faktor-faktor kontekstual. 6. untuk mengetahui pertimbangan-pertimbangan perencanaan. 7. untuk mengetahui pengendalian dalam era pemberdayaan. 2 BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pentingnya Manajemen Keuangan Manajemen keuangan adalah subjek yang sangat menarik saat kita mendekati abad ke 21. Radio dan televisi menyajikan cerita-cerita yang dramatis tentang pertumbuhan dan penurunan perusahaan-perusahaan, pengambilalihan perusahaan, dan berbagai jenis retrukturisasi perusahaan. Untuk dapat memahami perkembangan untuk ikut serta di dalamnya secara efektif diperlukan pengetahuan mengenai pengendalian keuangan. Pentingnya prinsip keuangan ini digaris bawahi dengan adanya perkembangan dramatis yang terjadi dalam pasar keuangan. 2.2 Fungsi Keuangan Walaupun rinciannya bervariasi antarorganisasi, fungsi keuangan yang utama adalah dalam hal keputusan investasi, perhitungan biaya, dan deviden untuk suatu organisasi. Tujuan manajer keuangan adalah untuk merencanakan guna memperoleh dan mengunakan dana, serta memaksimalkan nilai organisasi. Ada beberapa kegiatan yang terlibat yaitu : 1. Dalam perencanan dan peramalan, manajer keuangan berinteraksi dengan para eksekutif yang bertanggung jawab atas kegiatan-kegiatan perencanan strategis umum. 2. Manajer keuangan harus memusatkan kegiatannya kepada keputusan investasi dan perhitungan biaya, serta segala hal yang berkaitan dengannya. Perusahaan yang berhasi biasanya mengalami laju pertumbuhan penjualan yang tinggi, sehingga memerlukan dukungan penambahan investasi. Para manajer keuangan perlu menentukan laju pertumbuhan penjualan yang sebaiknya dicapai dan membuat prioritas atas alternatif investasi yang tersedia. 3 3. Manajer keuangan harus bekerjasama dengan para manajer lainnya agar perusahaan dapat beroperasi seefisien mungkin, karena semua keputusan bisnis memiliki dampak keuangan. 4. Manajer keungan menghubungkan perusahaan dengan pasar uang dan pasar modal, yang merupakan sumber perolehan dana dan tempat surat berharaga perusahaan diperdagangkan. Jadi, tugas pokok manajer keuangan adalah berkaitan dengan keputusan investasi dan perhitungan biaya.dalam melaksanakan fungsinya maka manajer keungan berkaitan langsung dengan keputusan pokok perusahaan yang berpengaruh terhadap nilai perusahaan itu sendiri. Fungsi keuangan dalam organisasi biasanya dipisahkan menjadi dua jabatan, yaitu :  Bendahara Bendahara bertanggung jawab atas perolehan dan pengamanan data.  Administrasi pembukuan atau akuntansi (kontroler) Bidang tanggungjawab kontroler meliputi akuntansi, pelaporan, dan pengendalian. Fungsi pokok kontroler adalah mencatat dan membuat laporan mengenai informasi keuangan perusahaan. Tugas lain dari kontroler adalah mengelolah penggajian, menyusun perhitungan dan pelaporan pajak serta melakukan audit internal. 2.3 Definisi Pengendalian Keuangan 1. Umpan Balik Mekanikal vs Respons Perilaku Fokus utama dalam subsistem pengendalian keuangan adalah pada perilaku dari orang-orang yang ada dalam organisasi dan bukan pada mesin.oleh karena itu, pengendalain keuangan dapat dipahami secara baik melalui penekanan pada pentingnya asumsi-asumsi keperilakuan. Sasaran perilaku utama dari pengendalian keuangan dapat dijelaskan menggunakan definisi pengendalian secara umum. Pada umumnya, pengendalian didefinisikan sebagai suatu inisiatif yang dipilih, yang akan mengubah 4 kemungkinan dari pencapaian hasil yang diharapkan pada pengendalian keuangan hasil yang diinginkan merupakan peristiwa-peristiwa aplikasi dari masalahmasalah. Definisi pengendalian telah didasarkan pada konsep kepercayaan dan kemungkinan. Para manajer membutuhkan suatu keyakinan tentang cara dunia mereka bekerja dan dampak-dampak yang mereka harap suatu inisiatif dipilih. Arah utama dari literatur akuntansi belakangan ini hanya mengutamakan asumsiasumsi terhadap pengendalian keuangan. Hal ini dapat diinterpretasikan sebagai suatu evolusi pemikiran dan suatu perluasan lingkungan yang mempengaruhi akuntan dan disiplin akuntansi. 2. Perluasan Konsep-Konsep Tradisional Konsep-konsep pengendalian tradisional dalam akuntansi seringkali berarti bahwa hasil dari informasi akuntansi adalah langkah akhir dari peran akuntan.Ketika sistem pengendalian dirancang secara tepat untuk menghasilkan informasi akuntansi yang akurat dan andal, maka secara tradisional, fokus sitem pengendalian terletak pada tujuh faktor berikut ini yaitu : 1. Mempekerjakan karyawan yang akan melaksanakan tanggungjawabnya dengan kompeten dan penuh integritas. 2. Menghindari fungsi-fungsi yang tidak harmonis dengan cara memisahkan tugas dan tanggung jawab. 3. Mendefenisikan wewenang yang terkait dengan suatu posisi sehingga kesesuaian dari suatu transaksi dilaksanakan dan dapat di evaluasi. 4. Menetapkan metode yang sistematis guna memastikan bahwa transaksi telah dicatat dengan akurat. 5. Memastikan bahwa dokumentasi memadai. 6. Menjaga aktiva dengan mendesain prosedur yang membatasi akses terhadap aktiva tersebut. 7. Mendesain pengecekan independen untuk meningkatkan akurasi. 5 Prinsip-prinsip yang berhubungan dengan desain pengendalian internal mencerminkan pengalaman dari profesi audit. Pengalaman yang tidak terlihat tersebut dapat digunakan untuk merancang dan menginplementasikan sistem pengendalian keuangan melalui perluasan seperangkat tujuan yang dimiliki dari informasi akuntansi guna mencakup proses administratif. Perluasan lingkup atas keterlibatan akuntan terhadap proses administratif tidak dapat disangkal lagi adalah sesuatu yang penting dalam pengendalian akuntansi pengendalian akuntansi tradisional dan pengalaman dengan sistem akuntansi merupakan suatu kekuatan yang bisa diperluas ke aplikasi-aplikasi pengendalian lainnya. 2.4 Pengendalian Terpadu Secara formal sistem pengendalian komprenhensif merupakan suatu konfigurasi yang saling melengkapi yaitu subsistem formal yang mendukung proses administratif. Ada tiga tahap proses administratif dan implementasi pengendalian yaitu : 1. Perencanaan Proses perencanaan dalam organisasi ditandai dengan istilah perilaku penetapan tujuan. Masalah-masalah pokok dari perencanaan dapat menjadi kunci pengendalian yang efektif. Suatu perencanaan yang terlalu teknis atau terlalu logis dapat menimbulkan suatu kerusakan pada pengendalian dari implementasi rencana. 2. Umpan Balik Umpan balik dari organisasi berasal dari sumber formal dan informal yang disusun dari komunikasi nonverbal. Komunikasi tersebut secara utin dihasilkan dari statistik yang ditabulasikan sebagai dasar untuk evaluasi penyusunan. Evaluasi ini akan memengaruhi distribusi kompensasi, pemberian sanksi, dan perubahan atas proses perencanaan serta oeprasi sebagai akibat dari umpan balik. Suatu rancangan yang formal dan sistematis dikumpulkan untuk koleksi dan penyaringan umpan balik. 6 3. Interaksi Pengendalian Perencanaan, operasi, dan aktivitas-aktivitas umpan balik telah diidentifikasi sebagai tiga aspek dari proses administratif yang sangat didukung oleh rancangan pengendalian terpadu. Ukuran-ukuran umpan balik lebih menekankan pada operasi dan bukannya pada hal-hal yang bersifat evaluasi terhadap tahapantahapan perencanaan dan operasi tersebut. 2.5 Faktor-Faktor Kontekstual Konteks dapat menjadi penting untuk keberhasilan dalam mendesain dan mengimplementasikan sistem pengendalian keuangan yang mengacu pada serangkaian karakteristik yang menentukan susunan empiris dalam sistem pemgendalian yang akan ditetapkan. Proses dalam mengidentifikasikan faktor-faktor kontekstual yang penting merupakan subjek tertinggi dan sangat temporer seperti apakah pendapat seorang manajer lebih penting dibandingkan dengan pendapat manajer lain? Pada bagian ini faktor konteks ukuran, stabilitas lingkungan, motivasi keuntungan dan faktor proses akan didiskusikan. 1. Ukuran Ukuran dapat dipandang sebagai peluang jika berfungsi sebagai pemberi manfaat ekonomi dan bukan sebagai strategi pengendalian. Ketika ukuran menjadi sesuatu yang penting dalam melakukan konteks, ukuran juga banyak dikaitkan dengan variabel-variabel lainnya. Kondisi ini membuat "ukuran" tidak dapat memisahkan diri menjadi hanya satu variabel saja. Sebagai contoh, struktur-struktur stabilitas lingkungan dan proses dapat dikaitkan dengan "ukuran". Ketika pendekatan ukuran menjadi faktor penting dalam menentukan perbedaan diantara konteks, terdapat banyak variabel lainnya yang juga dapat berhubungan dengan masalah-masalah ukuran. 2. Stabilitas Lingkungan 7 Derajat stabilitas lingkungan dapat ditingkatkan dengan memilih alat yang tepat terhadap perubhan lingkungan seperti pengenalan sejumlah produk baru, tindakan-tindakan pesaing yang melakukan metode produksi yang lebih baik atau efisien atau inisiatif pihak pengambilan keputusan yang mempengaruhi unit-unit kerja. 3. Motif keuangan Sistem pengendalian yang didasarkan pada motif dan ukuran-ukuran profitabilitas sering kali tidak dapat diterjemahkan secara langsung pada konteks nirlaba (non-profit). Manfaat terbesar yang berkaitan dengan indikator-indikator berbasis laba adalah bahwa tindikator-indikator tersebut secara statistik akan tampak jelas jika diringkas. Ringkasan-ringkasan tersebut sering diartikan sebagai suatu ringkasan atas keseluruhan keberhasilan dari sub-sistem yang kompleks dan sukar dipahami, dimana sub sistem tersebut meliputi seluruh organisasi. Ketika motif laba tidak muncul, indikator-indikator lain dari organisasi dan keberhasilan individu seharusnya didasarkan pada hal yang tersebut diatas. 4. Faktor-faktor proses Telah diketahui bahwa tujuan proses terhadap pengendalian akuntansi dapat menjadi suatu penentu yang penting dalam desain pengendalian. Proses sederhana maupun kompleks dan proses biaya variabel maupun biaya tetap akan diperlihatkan secara singkat untuk mengilustrasikan pentingnya proses variablevariabel. Proses sederhana adalah salah satu yang dapat dikarakteristikkan dengan memahami hubungan sebab akibat secara baik. Suatu proses yang kompleks melibatkan berbagai hubungan yang tidak dapat dipahami dengan baik. Biayabiaya yang sulit dihindari terjadi pada unit-unit dalam perusahaan, seperti riset dan pengembangan, pemasaran, dan administrasi karyawan. Hal ini sering menjadi kesulitan dalan mendesain inisiatif-inisiatif pengendalian terhadap 8 aplikasi biaya yang tidak bisa dihindari karena ketidak pastian dalam pengaruh pengendalian. 2.6 Pertimbangan-Pertimbangan Rancangan Untuk memperbaiki kemungkinan keberhasilan, para desainer akan mencari cara untuk menemukan hubungan sebab akibat yang dipercaya bersifat nyata dalam lingkungan sehingga memiliki kemampuan untuk mengantisipasi konsekuensi logis yang dapat dihasilkan dari penambahan suatu pengendalian atau aturan pengendalian. 1. Antisipasi terhadap konsekuensi logis Antisipasi terhadap konsekuensi logis merupakan komponen-komponen inti dalam mendesain pngendalian. Kondisi ini merupakan hal yang penting bagi seorang manajer keuangan yang terbiasa membuat pertimbangan berdasarkan apakah suatu hasil itu baik atau buruk. Suatu pengendalian akan berhubungan dengan hasil atau konsekuensi baik yang tepat maupun tidak. 2. Relevansi dengan teori Agensi Teori agensi menyangkut persoalan biaya, dimana suatu pendelegasian dengan asumsi keputusan-keputusan tertentu bersifat tidak nyata atau dipengaruhi secara bersama-sama agar menjadi tidak nyata. Ide-ide mengenai teori agensi dapat diilustrasikan dengan perjalanan seorang tenaga penjualan yang secara terus menerus berada jauh dari kantor. Manajer penjualan akan memiliki sedikit gagasan mengenai tingkat usaha yang dilakukan oleh agen tersebut, oleh karena itu perjajian kerja dari tenaga penjualan akan didasarkan pada prestasi penjualan. 3. Pengelolaan Perubahan Pengelolaan perubahan adalah sesuatu yang penting dalam menentukan rancangan-rancangan pengendalian. Para manajer melaksanakan pengendalian untuk mencapai tujuan-tujuan yang seringkali dihadapkan pada satu atau lebih dilema bisnis. Suatu tantangan yang lebih logis dan lebih menimbulkan 9 ketegangan adalah ketika manajer tidak tanggap terhadap perubahan-perubahan yang terjadi. Para manajer yang berhadapan dengan kondisi ini sebaiknya mempertanyakan tentang kelayakan dari perancangan system pengendalian yang baru. Dalam jangka panjang akan memelihara lingkungan pengendalian lewat suatu proses perubahan dan kompensasi. Hal ini terjadi ketika rancangan-rancangan pengendalian dimodifikasi melalui proses regenerasi internal secara berkelanjutan atau ketika perubahan disebabkan oleh faktor-faktor eksternal yang berdampak pada organisasi, seperti lingkungan konsumen utama atau kegagalan keuangan yang serius pada perusahaan-perusahaan inti atau suatu industri tertentu. 2.7 Pengendalian Dalam Era Pemberdayaan Para manajer cenderung mengartikan pengendalian secara sempit, seperti mengukur kemajuan terhadap rencana untuk menjamin pencapaian tujuan yang telah di rencanakan. Suatu sistem pengendalian diagnostik (diagnostic system) hanya merupakan salah satu dari unsur pengendalian, tiga unsur lainnya yang sama penting dalam lingkungan bisnis dewasa ini adalah sistem kepercayaan (believe system), sistem batasan (boundary system) dan sistem pengendalian interatif (interaktif system). Sistem kepercayaan memberdayakan dan mendorong individu untuk mencari kesempatan-kesempatan baru. 1. Sistem pengandalian diagnostic Para manajer menggunakan sistem pengendalian diagnostik untuk memonitor tujuan dan profitabilitas serta memastikan kemajuan kearah target, seperti pertumbuhan laba dan pangsa pasar.secara berkala, para manejer menilai output dan membandingkan dengan standar kinerja pada saat itu. Umpan balik memungkinkan manajemen untuk menyusuaikan dan proses sehingga ke depannya lebih mendekati tujuan. Namun sistem pengendalian diagnostik tidak cukup untuk memastikan pengendalian yang efektif. Pada kenyataannya, sistem ini menciptakan tekanan yang dapat menimbulkan kegagalan pengendalian, bahkan krisis. Salah satu tujuan utama sistem penilain 10 diagnostik adalah menghilangkan beban manejer terhadap pengawasan yang konstan.sekalipun tujuan ditetapkan, penghargaan akan didasarkan pada tujuan tersebut. 2. Sistem kepercayaan Pada umumnya, sistem kepercayaan bersifat singkat, syarat nilai, dan inspirasional. Sebagai manejer menerapkan dan memahami misi, tetapi secara rill kelihatannya mengikuti tren. Tetapi, para manajer yang menggunakan misi mereka sebagai dokumen hidup dan bagian dari sistem untuk menuntun pola kebiasaan menemukan alat pengendalian yang ampuh. Sistem ini dapat memotivasi individu untuk mencari cara-cara baru dari nilai yang diciptakan. Sistem kepercayaan dapat meningkatkan pengendalian diagnostic guna memberikan pengendalian yang lebih besar kepada para manajer. 3. Sistem batasan Sistem ini didasarkan pada prinsip manajemen yang sederhana namun mendasar yang dapat disebut sebagai kekuatan pemikiran negatif. Sistem batasan tidaklah selalu jelas bagi para manejer senior, banyak aturan main ditetapkan setelah penyelidikan internal atas tindakan yang dipertanyakan selama bertahuntahun. General Electric menerapkan aturan main bisnis yang melarang aktivitas yang berkenaan dengan pembayaran, penetapan harga, dan alokasi biaya terhadap kontrak pemerintah yang tidak sesuai. Sistem batasan dan sistem kepercayaan yang digabungkan akan secara bersama-sama menciptakan ketegangan yang dinamis serta kepercayaan yang hangat, positif, dan inspirasional. Hasilnya adalah ketegangan dinamis antara komitmen dengan sanksi. Kedua sistem ini bersama-sama membentuk kesempatan tanpa batas ke dalam domain yang terfokus, dimana para manajer dan karyawan didorong untuk memanfaatkan secara efektif. 4. Sistem pengendalian interaktif Sistem ini merupakan sistem informasi formal yang digunakan oleh para manajer untuk melibatkan diri secara terus menerus dan personal dalam keputusan 11 bawahan. Para manajer senior berpartisipasi dalam keputusan bawahan, memfokuskan perhatian organisasional, serta belajar mengenai masalah-masalah strategi utama. Sistem pengendalian interaktif memiliki 4 karakteristik yang membedakannya dari sistem pengendalian diagnostic yaitu : 1. Memfokuskan pada informasi yang berubah secara konstan yang diidentifikasikan oleh para manajer puncak sebagai informasi yang potensial bersifat strategis. 2. Informasi menuntut perhatian yang rutin yang cukup signifikan dari para manajer operasi di seluruh tingkatan organisasi. 3. Data yang dihasilkan dijabarkan dan didiskusikan dalam rapat langsung yang dihadiri oleh para penyelia, bawahan dan rekan sejawat. 4. Debat hanya berlangung mengenai data, asumsi, dan tindakan perencanaan. Sistem pengendalian interaktif dirancang untuk mengumpulkan informasi yang mungkin dapat menantang visi masa depan, yaitu sistem yang dapat didefinisikan sebagai tombol merah bagi para manajer senior. 5. Penyeimbangan pemberdayaan dan pengendalian Manajer yang efektif akan memberdayakan organisasinya karena mereka percaya pada potensi dasar manusia untuk melakukan inovasi dan menambah nilai. Manajera yang baik bekerja secara konstan untuk membantu para karyawannya meningkatkan potensi mereka. Di perusahaan kecil para manajer melakukan hal ini secara formal. Misalnya saja, ketika sedang makan dan bepergian bersama mereka mengkomunikasikan nilai dan tujuan utama, aturan main, target saat ini, dan perubahan signifikan yang dipelajari. Para manajer senior yang mengatur arah dan strategi perusahaan secara keseluruhan memastikan bahwa mereka memiliki cukup persediaan atas operasinya yang luas dengan menggunakan seluruh unsur pengendalian.untuk mengomunikasikan nilai inti, mereka mengendalikan sistem kepercayaan. 12 Sistem Kepercayaan Sistem Batasan Nilai-Nilai Inti Risiko yang akan dihindari Strategi Bisnis Ketidakpastian Strategis Variabel Kinerja Yang penting Sistem Pengendalian Interaktif Sistem Pengendalian Diagnostik Secara kolektif keempat jenis pengendalian tersebut disusun dalam dalam kekuatan yang saling mendukung satu sama lain. Karena organisasi menjadi lebih kompleks, para manajer harus selalu berhubungan dengan kesempatan dan kekuatan komperatif yang bertambah serta penurunan dalam waktu dan perhatian untuk mencapai keuntungan dari inovasi dan kreativitas yang tidak dapat dicapai dengan mengorbankan pengendalain. BAB III 13 KESIMPULAN Pengendalian dapat didefinisikan sebagai suatu inisiatif dalam memilih karena yakin bahwa kemungkinan untuk memperoleh hasil yang diinginkan akan semakin meningkat. Suatu sistem yang komprehensif atas pengendalian dapat ditemukan pada perencanaan operasi, dan kegiatan umpan balik organisasi. Supaya menjadi komperhensif, suatu desain pengendalian seharusnya juga responsif terhadap lingkup organisasional. DAFTAR PUSTAKA 14 Ikhsan, Arfan dan Muhammad Ishak. 2008. Akuntansi Keperilakuan. Jakarta: Salemba Empat 15

Judul: Makalah "pengendalian Keuangan"

Oleh: Elva Clarissa Salsabila

Ikuti kami