Metode Riset Makalah

Oleh Dewi Anggraini

167,5 KB 5 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Metode Riset Makalah

METODE RISET MATA KULIAH AKUNTANSI KEPRILAKUAN Dosen Pengampu : Wirmie Eka Putra, S.E., M.Si. Disusun oleh : Dewi Anggraini (C1C018050) KELAS R-10 PROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS JAMBI KATA PENGANTAR Alhamdulillah, puji dan syukur penulis panjatkan kehadiran Allah SWT atas berkat rahmat dan karunia-Nya yang telah memberikan kesempatan kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan tugas makalah ini guna memenuhi tugas mata kuliah Akuntansi Keperilakuan. Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu Metode Riset yang penulis sajikan berdasarkan referensi dari berbagai sumber informasi dan internet. Dalam menyelesaikan makalah ini penulis menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini masih minim dan masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, saya senantiasa mengharapkan masukan yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah saya di masa yang akan datang. Terima kasih. Jambi,9 oktober 2020 Dewi Anggraini i DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI..............................................................................................................................................ii BAB I ........................................................................................................................................................iii 1.1 Latar Belakang...........................................................................................................................iii 1.2 Rumusan Masalah......................................................................................................................iii 1.3 Tujuan Penulisan........................................................................................................................iv BAB II PEMBAHASAN...........................................................................................................................1 2.1 Riset.............................................................................................................................................1 2.2 Tujuan Riset.................................................................................................................................1 2.3 Pengembangan desain..................................................................................................................2 2.4 Validitas dan Kendala..................................................................................................................3 2.5 Metode Pengumpulan Data .........................................................................................................5 2.6 Memilih Responden.....................................................................................................................6 2.7 Instrumen Riset............................................................................................................................7 2.8 Analisis Data dan Riset................................................................................................................8 BAB III PENUTUP...................................................................................................................................9 3.1 Kesimpulan..................................................................................................................................9 3.2 Saran..........................................................................................................................................10 DAFTAR PUSTAKA..............................................................................................................................11 ii BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang perkembangan zaman begitu pesat seperti saat ini diikuti pula dengan pesatnya perkembangan intelektual manusia. banyak sekali pengetahuan yang perlu untuk dikembangkan lagi menjadi sebuah ilmu pengetahuan baru yang dapat dimanfaatkan bagi kemaslahatan manusia. Berbagai cara digunakan untuk mengembangkan pengetahuan ataupun mencari ilmu pengetahuan baru. Salah satu cara untuk mengembangkan pengetahuan tersebut adalah penelitian. Dalam melakukan penelitian Salah satu hal yang penting ialah membuat desain riset. Desain riset bagaikan sebuah peta Jalan bagi peneliti yang menuntun serta menentukan arah berlangsungnya proses penelitian secara benar dan tepat sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Tanpa desain yang benar seorang peneliti tidak akan dapat melakukan penelitian dengan baik karena yang bersangkutan tidak mempunyai pedoman arah yang jelas. Manfaat desain riset akan dirasakan oleh semua pihak yang terlibat dalam proses penelitian, karena dapat digunakan sebagai pedoman dalam melakukan proses penelitian. 1.2 Rumusan Masalah 1. Apa yang dimaksud dengan Riset? 2. Apa saja tujuan dari Riset? 3. Bagaimana pengembangan desain dalam metode riset? 4. Apa yang dimaksud dengan validitas dan Keandalan? 5. Bagaimana Metode Pengumpulan Data dalam Metode Riset? 6. Mengapa harus memilih responden dalam metode riset? iii 7. Bagaimana instrument riset dalam metode riset? 8. Mengapa harus melakukan analisis data dan persiapan Laporan? 1.3 Tujuan Penulisan 1. Untuk mengetahui Apa yang dimaksud dengan Riset 2. Untuk mengetahui tujuan dari Riset 3. Untuk mengetahui pengembangan desain dalam metode riset 4. Untuk mengetahui validitas dan Keandalan 5. Untuk mengetahui Metode Pengumpulan Data dalam Metode Riset 6. Untuk mengetahui memilih responden dalam metode riset. 7. Untuk mengetahui Instrumen Riset. 8. Untuk mengetahui Analisis data dan Persiapan Laporan. iv BAB II PEMBAHASAN 2.1 Riset Pengamatan terhadap fakta, identifikasi atas masalah, dan usaha untuk menjawab masalah dengan menggunakan pengetahuan merupakan esensi dari kegiatan riset. Oleh karena itu, riset dapat disebut sebagai suatu usaha yang sistematis untuk mengatu dan menyelidiki masalah-masalah,serta menjawab pertanyaan yang muncul,yang terkait dengan fakta,fenomena, atau gejala dan masalah tersebut. Riset dimulai dengan suatu pertanyaan karena menghendaki suatu deskripsi yang jelas terhadap permasalahan yang akan dipecahkan. Hal ini sering disebut sebagai suatu rencana untuk menjawab pertanyaan. Riset aplikasi berkaitan dengan penyelesaian masalah-masalah yang spesifik. Riset yang murni ataupun mendasar adalah riset yang berkenaan dengan perbaikan terhadap pemahaman mengenai hal-hal yang khusus atau istimewa. Riset menggunakan metode khusus sehingga tidak bias dan mempunyai kesimpulan yang dapat dipertanggungjawabkan. Riset yang dilakukan dapat juga berbeda dengan kenyataan yang ditemukan di lapangan untuk suatu fenomena yang sama dilingkungan dan waktu yang berbeda,terutama pada riset-riset sosial. 2.2 Tujuan Riset Terdapat banyak penulis buku metodologi riset yang mengemukakan bahwa riset didasarkan pada sudut pandang yang berbeda-beda. Akan tetapi,terdapat lima tujuan spesifik dari suatu riset, yaitu: 1. Menggambarkan fenomena 2. Menemukan hubungan 3. Menjelaskan fenomen 4. Memprediksi kejadian-kejadian dimasa yang akan datang,dan 5. Melihat pengaruh satu atau lebih faktor terhadap satu atau lebih kejadian. Kejadian-kejadian dapat dijelaskan dengan cara mengumpulkan dan mengklasifikasikan informasi. Hal ini biasanya merupakan langkah pertama dalam 1 suatu penyelidikan khusus. Kadang kala,suatu perencanaan terhadap riset akan dilihat hanya berdasarkan pada penjelasan informasi. 2.3 Pengembangan Desain Langkah pertama dan paling penting dalam riset perilaku adalah masalah definisi. Berdasarkan informasi yang dikumpulkan dan metode yang dipilih, data serta jenis gambaran sampel pada dasarnya tergantung pada bagaimana sebenarnya masalah di persepsikan,kerangka pertanyaan riset, dan desain informasi studi yang dikumpulkan. Seharusnya, perlu untuk dipahami istilah ‘masalah riset’ tidaklah terlalu penting, sehingga implikasi dari keseluruhan riset perilaku adalah desain untuk mengoreksi disfungsi organisasi. Menentukan Lingkup Pengembangan Lingkup pengembangan biasanya terbatas terhadap satu atau dua pertanyaan. Hal ini dilakukan karena berbagai alasan. Alasan biasanya adalah karena untuk menyelidiki setiapaspek dari suatu masalah bukanlah apa yang diinginkan, tidak praktis, atau tidak mungkin. Keterbatasan utama dari lingkup perencanaan adalah pada aspek dana yang tersedia. Riset perilaku bisa lebih mahal sementara anggaran yang tersedia sering kali terbatas dalam lingkup pembelajaran terhadap kebanyakan masalah-masalah penting. Merunjuk pada pengalaman dan hasil dari riset terhadap latar belakang riset dan informasi lingkungan, arah riset seringkali mampu untuk menentukan tingkat kepentingan relative dari masalah-masalah yang berhubungan dengan masalah yang akan diteliti. Apalagi terdapat suatu hubungan negative antara panjangnya perangkat riset dan tingkat kemungkinan responden berpartisipasi. Faktor-faktor ini juga akan menyebabkan arus riset yang terbatas pada lingkup studi terhadap masalah-masalah penting. Waktu juga merupakan faktor lain yang memengaruhi keterbatasan lingkup studi. Desain pengembangan lain juga harus sejalan dengan penentuan lingkungan riset. Aspek lain dari suatu desain adalah menemukan populasi, menspesifikasikan 2 informasi yang dibutuhkan, memilih dan mengumpulkan data serta metode, serta anggaran. Langkah selanjutnya dalam proses riset adalah mengidentifikasikan jenis informasi yang harus dikumpulkan. Data Primer dan Data Sekunder Sumber data riset merupakan faktor penting yang menjadi pertimbangan dalam penentuan merode pengumpulan data. Sumber data riset terdiri atas sumber data primer dan sumber data sekunder. Data primer merupakan sumber data riset yangdiperoleh secaa langsung darisumber asli atau pihak pertama. Data primer secara khusus dikumpulkan oleh peneliti untuk menjawab pertanyaan riset. Data primer dapat berupa pendapat subjek riset (orang) baik secara individu maupun kelompok,hasil observasi terhadap suatu benda (fisik),kejadian, atau kegiatan, dan hasil pengujian.manfaat utama dari data primer adalah bahwa unsur-unsur kebohongan tertutup terhadap sumber fenomena. Oleh karena itu,data primer lebih menceriminkan kebenaran yang dilihat. Bagimana pun, untuk memperoleh data primer akan menghabiskan dana yang relative lebih banyak dan menyita waktu yang relative lebih lama. Data Sekunder merupakan sumber data riset yang diperoleh peneliti secara tidak langsung melalui perantara. Data sekunder pada umumnya berupa Bukti,catatan, atau laporan hsitoris yang telah tersusun dalam arsip baik yang dipublikasikan dan yang tidak dipublikasikan. Manfaat dari data sekunder adalah lebih meminimalkan biaya dan waktu, mengklasifikasikan permasalahan-permasalahan, menciptakan tolak ukur untuk mengevaluasi data primer, dan memenuhi kesenjangan-kesenjangan informasi.jika informasi telah ada,pengeluaran uang dan pengorbanan waktu dapat dihindari dengan menggunakan data sekunder. Manfaat lain dari data sekunder adalah bahwa seseorang peneliti mampu memperoleh informasi lain selain informasi utama. 2.4 Validitas dan Keandalan 3 Validitas mengacu pada lingkup apayang akan diukur pada kenyataannya. Peneliti ingin melakukan pengukuran danapa yang diukur seharusnya berkaitan dengan masalah risetnya. Keandalan berkaitan dengan apakah suatu teknik khusus jika digunakan di lapangan dan waktu yang berbeda akan menghasilkan sesuatu yang sama. Dalam hal itu, peneliti mengacu pada konsistensi dari suatu alat ukur. Peneliti tergantung pada ukuran keandalan tetapi tidak tergantung pada alat ukur yang tidak andal. Validitas Ada beberapa jenis validitas. Validitas Isi mengacu pada bagaimana sebaiknya peneliti menggambarkan dimensi-dimensi dan konsep atau masalah-masalah yang ingin diukur,khususnya yang berkaitan dengan tingkat ukuran yang diberikan untuk menutupi rentang terhadap arti maupun terhadap suatu konsep. Validitas isi merupakan pokok pertimbangan untuk setiap pertanyaan yanag diajukan dan diukur dalam istilah-istilah yang berhubungan dengan relevansi terhadap konsep yang diukur. Kriteria yang berkaitan dengan validitas ditentukan dengan membandingkan antara konsep yang diukur dan suatu kriteria eksternal atau asumsi yang diketahui untuk mengukur konsep yang akan diteliti. Ada dua jenis kriteria yang berhubungan dengan validitas, yaitu validitas prediktif dan validitas konkuren. Validitas prediktif adalah validitas yang berkaitan dengan apakah suatu pengujian atau pengukuran dapat secara akurat memprediksi perilaku. Validitas prediktif mengharuskan adanya suatu kriteria atau indicator eksternal terhadap apa yang harus diprediksi. Validitas konkuren adalah validitas yang berkaitan dengan hubungan antara alat ukur dan kriteria sekarang atau masa lalu. Oleh karena itu,berbeda dengan validitas prediktif yang merupakan ukuran untuk memprediksi perilaku yang dihasilkan pada waktu yang sama sebagai ukuran eksternal terhadap perilaku,pengujian validitas konkuren membantu seorang peneliti untuk membedakan individu-individu berdasarkan beberapa kriteria. 4 Validitas Konstruksi adalah validitas yang berdasarkan pada suatu pertimbangan apakah hasil dari pengukuran tersebut sesuai dengan teori. Validitas sangat bermanfaat kontruksi sangat bermanfaat untuk mengukur fenomena yang tidak memiliki kriteria eksternal. Reliabilitas Suatu instrument alat ukur yang andal menghasilkan alat ukur yang stabil di setiap waktu. Aspek lain dari keandalan adalah akurasi dari instrument pengukuran. 2.5 Metode Pengumpulan Data Data primer dapat dikumpulkan dengan cara mengamati perilaku,melakukan survey atau eksperimen laboratorium. Observasi berartiterlibat secara langsung atau tidak langsung dengan perilaku orang-orang yang dijadikan studi. Teknik ini sebenarnya layak dalam situasi dimana orang tidak sanggup untuk menjelaskan apakah mereka bekerja dan bagaimana mereka mengerjakan itu. Ada dua metode yang melatarbelakangi hal ini: 1) Para peneliti tidak memahami apa yang dikerjakan oleh orang-orang tersebut dan mengapa mereka kelihatannya melibatkan perilaku, dan 2) karena ukuran sampel kecil,sehingga sangat berisiko menggeneralisasikan hasil terhadap populasi. Survei Dalam survey tidak ada interaksi langsung antara seorang peneliti dengan responden. Data dikumpulkan dengan cara mengirimkan surat elektronik (e-mail), menelepon, atau memberikan serangkaian pertanyaan. Ada manfaat dan kerugian yang berhubungan dengan setiap teknik ini. Survey melalui surat setidaknya lebih mahal. Ada kalanya pengumpulan data riset pada kondisi tertentu mungkin tidak memerlukan kehadiran peneliti. Teknik ini memberikan tanggung jawab kepada responden untuk membaca dan menjawab pertanyaan. 5 Wawancara melalui telpon juga dapat mengumpulkan data dalam periode waktu yang singkat tetapi memakan biaya yang lebih mahal dibandingkan dengan teknik lain. Wawancara merupakan teknik pengumpulan data dengan mengajukan pertanyaan secara lisan kepada subjek riset. Data yang dikumpulkan umumnya berupa masalah tertentu yang bersifat kompleks, sensitive, atau kontroversial, sehingga jika dilakukan dengan teknik kuesionar kemungkinan akan kurang memperoleh tanggapan responden. Observasi Observasi merupakan proses pencatatan pola perilaku manusia, sesuatu hal, atau kejadian yang sistematis tanpa adanya pertanyaan maupun komunikasi dengan individuindividu yang diteliti. Kelebihan metode observasi dibandingkan dengan metode survey adalah bahwa data yang dikumpulkan umumnya tidak terdistorsi, lebih akurat, dan lebih bebas dari bias pihak responden. Metode obeservasi dapat menghasilkan data yang lebih rinci mengenai fenomena yang diteliti dibandingkan metode survey. Metode observasi, meskipun demikian, tidaklah bebas dari kesalahan. 2.6 Memilih Responden Langkah pertamamemilih responden adalah dengan cara menetukan populasi. Setelah populasi ditentukan, peneliti menentukan suatu sensus atau suatu sampel. Sensus adalah kegiatan untuk mencari seluruh infromasi yang dikumpulkan dari setiap elemen dan populasi. Sampel merupakan kumpulan informasi dan merupakan bagian dari populasi. Suatu sensus akan tepat ketika: 1) Populasinya kecil dan biaya pengumpulan data tidak melebihi biaya pengambilan sampel secara signifikan, 2) Penting untuk mengetahui setiap unsur dalam populasi, dan 3) Risiko dalam perbaikan secara keseluruhan sangat besar. Dalam banyak kasus, adalah tidak terlalu perlu untuk melakukan suatu sensus. Pada kenyataanya, proses pengambilan sampel adalah lebih bermanfaat bagi para peneliti. Sementara itu, sampel hanya membutuhkan sedikit waktu dan dana untuk mengumpulkan data dan sampel tersebut memperkecil risiko terhadap hal-hal yang 6 tidak bermanfaat dengan cara meminimalkan jumlah orang. Pada kondisi lain, kesalahan pengambilan sampel dapat diakibatkan oleh ukuran sampel yang terlalu kecil atau desain sampel, yang karena beberapa argument terhadap suatu populasi, mempunyai perbedaan probabilitas terhadap pilihan dari segmen-segmen lain. Sedang kesalahan nonsampel merupakan masalah dalam desain perencanaan dan pengumpulan data, termasuk pertanyaan yang menyesatkan, kalimat pertanyaan yang buruk, pertanyaan yang membingungkan, bias wawancara, kesalahan pencacatan, penyimpanan,dan manipulasi data. Dalam sensus tidak terdapat sampling error, tetapi terdapat kemungkinan adanya suatu penjumlahan yang signifikan terhadap sampling error pada masalah-masalah seperti pengendalian wawancara,bias wawancara,penanganan data, nonresponses bias, dan pertanyaan yang membingungkan. Desain sampel yang baik akan meminimalkan sampling dan nonsampling error, sehingga keseluruhan kesalahan tidak melebihi nonsampling error dalam suatu sensus. Sampling Probabilitas dan NonProbabilitas Ada dua jenis sampling, yaitu sampling probabilitas (probability sampling) dan sampling nonprobabilitas (nonprobability sampling). Sampling probabilitas menggunakan beberapa bentuk dari sampling acak; sementara sampling nonprobabilitas tidak menggunakan sampling acak. Dalam sampling probabilitas, setiap elemen dalam populasi probabilitasnya yang dipilih telah diketahui. Ada beberapa jenis sampling probabilitas: acak, sistematis, terstratifikasi, kelompok, dan sebagainya. Sampling nonprobabilitas adalah ketika probabilitas yang dipilih tidak diketahui. 2.7 Instrumen Riset Pengembangan kuesioner atau pencarian instrument merupakan langkah lain yang penting dalam proses riset. Kuesioner harus sesuai dengan responden dan didesain secara menarik sehingga responded merasa tertarik untuk menjawab kuesioner tersebut, 7 yang pada hakikatnya bertjuan untuk meningkatkan tingkat respons,validitas dan keandalan data. Menjamin Kerja Sama Responden Desain kuesioner yang baik sangat bermanfaat jika responden tidak bersikap kooperatif terhadap para peneliti yang menghendaki informasi. Rendahnya tingkat kerja sama atau tingkat respons menciptakan kesulitan bagi para peneliti untuk melakukan generalisasi sampel terhadap populasi. Ada beberapa teknik yang dapat menghasilkan tingkat respons yang tinggi. Pertama, sebelum wawancara dengan seorang responden, peneliti seharusnya mengirimkan surat yang menjelaskan tujuan umum dari wawancara tersebut dan responden dapat menghubungi mereka melalui telepon untuk membuat suatu janji wawancara. Pada saat yang sama, sebelum melakukan wawancara melalui telepon, adalah sangat bermanfaat untuk mengirimkan kepada responden sebuah surat yang memperkenalkan tim riset, menjelaskan dasar dari riset tersebut, dan meminta kerja sama saat menelepon. Untuk seluruh metode di atas yang melibatkan kuesioner, surat, telepon, atau wawancara pribadi, adalah penting untuk melakukan pengujian sebelumnya. Tujuannya adalah agar peneliti dapat memperbaiki kalimat pertanyaan yang disusun dengan buruk atau pertanyaan-pertanyaan yang membingungkan. Menjamin Validitas dan Keandalan Jawaban Hanya informasi-informasi yang esensial yang seharusnya diharapkan dari responden. Para peneliti seharusnya menentukan dasar dari keinginan informasi dan memilih suatu format pertanyaan yang akan menyediakan informasi dengan sedikit pembatasan terhadap responden. Pertanyaan-pertanyaan dapat bersifat terbuka atau sudah ditentukan kemungkinan-kemungkinan jawabannya. 2.8 Analisis Data dan Persiapan Laporan 8 Analisis data dilakukan setelah peneliti mengumpulkan semua data yang diperlukan dalam riset. Peneliti biasanya melakukan beberapa tahap persiapan data untuk memudahkan proses analisis data. Pemanfaatan berbagai alat analisis sangat bergantung pada jenis riset dan jenis data yang diperoleh. Ketersediaan alat-alat analisis memberikan gambaran bahwa satu alat analisis dengan alat analisis lainnya dapat dengan saling bergantian dimanfaatkan dan kadang kala hanya ada satu alat analisis yang dapat digunakan. Di samping itu, ketersediaan alat-alat analisis tersebut mencerminkan kompleksnya permasalahan atau fenomena yang dihadpi setiap riset. Sebagai tahap akhir dari suatu riset adalah penyusunan laporan riset. Laporan riset secara umum berisi tentang hal-hal yang terkait dengan apa saja yang dilakukan oleh peneliti, sejak tahap persiapan riset hingga interpretasi dan penyimpulan hasil analisis. Belum ada bentuk baku dari suatu laporan riset. Bentuk atau format laporan riset sangatlah dipengaruhi oleh keinginan di peneliti, hal-hal yang perlu dilaporkan, serta permintaan dari para sponsor riset. BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan Riset dimulai dengan suatu pertanyaan karena menghendaki suatu deskripsi yang jelas terhadap permasalahan yang akan dipecahkan. Hal ini sering disebut sebagai suatu rencana untuk menjawab pertanyaan. terdapat lima tujuan spesifik dari suatu riset, yaitu: 1. Menggambarkan fenomena 2. Menemukan hubungan 3. Menjelaskan fenomen 4. Memprediksi kejadian-kejadian dimasa yang akan datang,dan 5. Melihat pengaruh satu atau lebih faktor terhadap satu atau lebih kejadian. 9 Pengembangan Desain dimulai dengan menentukan Lingkungan Pengembangan dan mengolah data baik primer maupun sekunder dan memfalidasi keandalan data serta menentukan responden,menentukan instrument riset dan menganalisis data dan persiapan laporan. 3.2 Saran Saran penyusunan terhadap makalah yang berjudul Metode riset yakni masih banyaknya teori-teori yang berkaitan, sehingga penyusun menyarankan untuk mencari lagi teori-teori tersebut. Selain itu penyusun juga mengharapkan masukan terhadap makalah ini agar lebih baik lagi. Semoga makalah ini dapat menambah wawasan pembaca mengenai Pengantar Akuntansi Keperilakuan 10 DAFTAR PUSTAKA Ikhsan, Arfan dan Muhammad Ishak. 2008. Akuntansi Keperilakuan. Jakarta: Salemba Empat. 11

Judul: Metode Riset Makalah

Oleh: Dewi Anggraini

Ikuti kami