Tugas Kelompok Agama

Oleh Nurul Adila

105,1 KB 6 tayangan 1 unduhan
 


Bagikan artikel

Transkrip Tugas Kelompok Agama

TUGAS KELOMPOK DOSEN : ABDURRAHMAN MAKALAH PENDIDIKAN AGAMA “KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA” DISUSUN OLEH : KELOMPOK 7 MODERATOR : SURAYA (B1D219023) PEMATERI : 1. NURUL ADILA FITRI (B1D219038) 2. VICKA INDIRANI TUHA (B1D219025) 3. HASTUTI PURWANTI (B1D219014) KELAS 19.A PROGRAM STUDI : DIII TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS UNIVERSITAS MEGAREZKY MAKASSAR T.A 2019/2020 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Kerukunan beragama di tengah keanekaragaman budaya merupakan aset dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Berbagai macam kendala yang sering kita hadapi dalam mensukseskan kerukunan antar umat beragama , dari luar maupun dalam negri kita sendiri. Namun dengan kendala tersebut warga Indonesia selalu optimis , bahwa dengan banyaknya agama yang ada di Indonesia maka banyak pulasolusi untuk menghadapi kendalakendala tersebut. Dari berbagai pihak telah sepakat untuk mencapai tujuan kerukunan antar umat beragama di Indonesia seperti masyarakat dari berbagai golongan, pemerintah, dan organisai-organisai agama yang banyak berperan aktif dalam masyarakat. Keharmonisan dalam komunikasi antar sesama penganut agama adalah tujuan dari kerukunan beragama agar terciptakan masyarakat yang terbebas dari ancaman, kekerasan hingga konflik agama.Agam islam mengakui keberagaman agama yang dianut oleh manusia, karena itu agam islam tidak hanya mengajarkan tata cara hubungan sesama umat islam, tetapi juga hubungan dengan umat beragama lainnya. B. RUMUSAN MASALAH Rumusan masalah pada makalah makalah kerukunan antar umat beragama adalah 1. Apa defenisi dari kerukunan ? 2. Apakah defenisi kerukunan antar umat beragama ? 3. Bagaimana menjaga kerukunan hidup antar umat beragama ? 4. Apakah manfaat dari terciptanya kerukunan antar umat beragama ? Tujuan pada makalah kerukunan antar umat beragama adalah : 1. Mengetahui defenisi dari kerukunan 2. Mengetahui defenisi dari kerukunan antar umat beragama 3. Mengetahui cara menjaga kerukunan hidup antar umat beragama 4. Manfaat-manfaat yang diperoleh dari menciptakann suasana rukun antar umat beragama. BAB II PEMBAHASAN A. DEFINISI KERUKUNAN Kerukunan adalah istilah yang dipenuhi oleh muatan makna baik dan damai. Intinya Hidup bersama dalam masyarakat dengan kesatuan hati dan bersepakat untuk tidak menciptakan perselisihan dan pertengkaran. Kerukunan juga bias bermakna suatu proses untuk menjadi rukun karena sebelumnya ada ketidakrukunan, serta kemampuan dan kemauan untuk hidup berdampingan dan bersama dengan damai serta tentram. Langkah-langkah untuk mencapai kerukunan seprti itu memerlukan proses waktuserta dialog, saling terbuka, menerima dan menghargai sesame serta cinta kasih. Manusia ditakdirkan Allah sebagi makhluk social, sebagai makhluk social manusia memerlukan kerja sama dengan orang lain dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Baik kebutuhan material maupun spiritual. Ajaran islam menganjurkan untuk bekerja sama dan tolong menolong dengan sesama manusia dalam hal kebaikan. Dalam kehidupan social kemasyarakatan umat islam dapat berhubungan dengan siapa saja tanpa batasan ras, bangsa dan agama. Selain itu islam juga mengajarkan manusia untuk hidup bersaudara karena pada hakikatnya kita bersaudara. Persaudaraan atau ukhwah merupakan salah satu ajaran yang pada hakikatnya bermakna persaudaraan antara orang –orang islam melainkan cenderung persaudaraan yang bersifat islami. Allah SWT berfirman : manusia diciptakan Allah SWT dengan identitas yang berbeda-beda agar mereka saling mngenal dan saling memberi manfaat antara satu dengan yang lain (QS 49:13).6 Tiap-tiap umat diberi aturan dan jalan yang berbeda,padahal andaikata Allah menghenddaki Dia dapat menjadikan seluruh umat manusia menjadi kesatuan umat. Allah SWT menciptakan perbedaan itu untuk memberi peluang berkompetisi secara sehat dalam menggapai kebajikan. Fastabiqul khairat (QS 5:48). Sabda rasul, seluruh manusia hendaknya menjadi saudara antara yang satu dengan yang lain ,wakunu ibadallahi ikhwana (hadist bukhari).dari ayat tersebut dapat disimpulkan bahwa Alquran dan hadist sekurang-kurangnya memperkenalkan 4 macam ukhwah, yakni 1. Ukhwah ubuddiyah, ialah perasudaraan yang timbul dalam lingkup sesame makhluk yang tunduk kepada Allah. 2. Ukhwah insania atau basyariyyah yakni persaudaraan karena samasam memiliki kodrat sebagai manusia secara kesuluruhan (persaudaraan antar manusia, baik itu seiman maupun berbeda keyakinan). 3. Ukhwah wataniyyah wa an nasab, yaitu persaudaraan yang didasari oleh keterikatan dan bangsa. 4. Ukhwah diniyyah, yakni persaudaraan karena seiman atau seagama. Esensi dari persaudaraan terletak pada perhatian,kepedilian, hubungan yang akrab dan merasa senasib sepenanggungan. Nabi menggambarkan hubungan persaudaraan dalam hadistnya yang artinya seorang mukmin dengan mukmin yang lain seperti satu tubuh, apabila salahsatu anggota tubuh terluka, maka seluruh tubuh juga akan merasakan sakitnya. Ukhwwah islamiyyah atau persaudaraan berIntikan kebersamaan aqidah. B. KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA Kerukunan antar umat beragama adalah salah satu kondisi social ketika semua golongan agama bisa hidup bersama tanpa mengurangi hak dasar masing-masing untuk melaksanakan kewajiban agamanya. Masing-masing pemeluk agama yang baik haruslah hidup rukun dan damai. Tidak mungkin akan lahir sikan tidak peduli atas hak keberagaman san perasaan orang lain. Tetapi dalam hal ini diartikan bahwa kerukunan hidup antar umat beragama itu sendiri juga bisa diartikan dengan toleransi antar umat beragama. Dalam toleransi itu sendiri pada dasarnya masyarakat harus bersikap dan lapang dada menerima perbedaan antar umat beragama. Selain itu masyarakat juga harus saling menghormati satu sama lainnya, missal dalam hal beribadah, antar pemeluk agama yang satu dengan yang lainnya tidak saling mengganggu. Kerukunan umat islam dengan penganut agama lainnya telah jelas disebutkan dalam Al-quran dan Al-hadist. Hal yang tidak perbolehkan adalah dalam masalah akidah dan ibadah, seperti pelaksanaan social, puasa dan haji , tidak dibenarkan adanya toleransi sesuai dalam firman-Nya dalam surat alkafirun: 6, yang artinya : bagimu agamamu, bagiku agama ku. Beberapa prinsip kerukunan antar umat beragama berdasar hukum islam : 1. Islam tidak membenarkan adanya paksaan dalam memeluk suatu agama (QS.Albaqarah:256) 2. Allah SWT tidak melarang umat islam untuk berbuat baik, berlaku adil dan tidak boleh memusuhi penganut agama lain, selama penganut agama lain tidak memusuhi, tidak memerangi dan tidak mengusir orang islam (QS Al-mutahanah:8). 3. Setiap pemeluk agama mempunyai kebebasan untuk mengamalkan syari’at agamanya masing-masing (QS.Al-baqarah). 4. Islam mengharuskan berbuat baik dan menghormati hak hak tetangga, tanpa membedakan agama tetangga tersebut. Sikap menghormati terhadap tetangga itu dihubungkan dengan iman kepada Allah SWT dan iman kepada hari akhir. 5. Barang siapa membunuh orang mu’ahid, orang kafir yang mempunyai perjanjian perdamaian dengan umat islam, tidak akan mencium bau surga, padahal bau surga itu tercium dari jarak perjalanan empat puluh tahun (hadist nabi dari Abdullah bin ‘ash riwayat bukhari). Tidaklah dibenarkan membunuh orang-orang yang tetap menjaga perdamaian dengan Orang islam. Kerukunan antar umat beragama sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan adanya kerukunan antar umat beragama kehidupan akan damai dan hidup aling berdampingan. Perlu diingat satu hal bahwa kerukunan antar umat beragama bukan berarti kita mengikuti mereka bahkan menjalankan ajaran agama mereka. Untuk itulah kerukunan hidup antar umat beragama harus kita jaga agar tidak terjadi konflik-konflik antar umat beragama. Terutama dimasyarakat Indonesia yang multicultural dalam hal agama, kita harus bisa hidup dalam kedamaian, saling tolong menolong dan tidak saling bermusuhan agar agama bisa menjadi pemersatu bangsa Indonesia yang secara tidak langsung memberikan stabilitas dan keamajuan Negara. C. MENJAGA KERUKUNAN HIDUP ANTAR UMAT BERAGAMA Menjaga kerukunan hidup antar umat beragama salah satunya dengan dialog antar umat beragama. Salah satu prasyarat terwujudnya masyarakat yang modern dan demokratis adalah terwujudnya masyarakat yang menghargai kemajemukan (pluralitas) masyarakat dan bangsa serta mewujudkannya. Untuk itulah kita harus saling menjaga kerukunan antar umat beragama. Sangatlah ironis apabila terjadi konflik yang disebabkan oleh agama, padahal suatu agama pada dasarnya mengajarkan kepadapara pemeluknya agar hidup dalam kedamaian, saling tolong menolong dan juga saling menghormati. Supaya agama bisa menjadi alat pemersatu bangsa, maka kemajemukan harus dikelola dengan baik dan benar, maka dieprlukan cara yang efektif yang dialog antara umat beragama untuk permasalahan yang mengganjal antara masing-masing kelompk umat beragama. Karena mungkin selama ini konflik yang timbul antara umat beragama terjadi Karena terputusnya jalinan infomasi yang benar diantara pemeluk agama dari satu ke pihak yang lain sehingga timbul prasangka-prasangka yang negative. Tema dialog antar umat beragama sebaiknya bukan mengarah pada masalah peribadatan tetapi lebih ke masalah kemanusiann seperti moralitas, etika dan nilai spiritual.supaya efektif dalam dialig antar umat beragama juga menghindari latar belakang agama dan kehendak untuk mendominasi pihak lain. Model dialog umat beragama yang diekmukakan oleh Kimball adalah sebagai berikut : 1. Dialog parlementer. Dialog ini dilakukan dengan melibatkan tokoh-tokoh umat beragama dunia. Tujuannya adalah mengembangkan kerja sama dan perdamaian antar umat beragama didunia 2. Dialog kelembagaan. Dialog ini melibatkan organisasi-organisasi keagamaan. Tujuannya adalah untuk mendiskusikan dan memecahkan persoalan keutamaan dan mengembangkan komunikasi diantara organisasi keagamaan. 3. Dialog teologi. Tujuannya adalah membahas tentang persoalan teologis filosofis agar pemahaman tentang agamanya tidak subjektif tetapi objektif. 4. Dialog dalam masyarakat. Dilakukan dalam bentuk kerjamasa dari komunitas agama yang plural dalam menyelasikan masalah praktis dalam kehidupan sehari-hari. 5. Dialog kerohania. Dilakukan dengan tujuan mengembangkan dan meperdalam kehidupan spiritual diantara berbagai agama. Indonesia yang multicultural terutama dalam hal agama membuat Indonesia menjadi sangat rentan terhadap konflik antar umat beragama. Maka dari itu menjaga kerukunan umta beragama sangatlah penting. Dalam kaitannya untuk menjaga kerukunan antar umat beragama agar terjaga sekaligus tercipta kerukunan hidup antar umat beragama dalam masyarakat khususnya masyarakat Indonesia misalnya dengan cara sebagai berikut : 1. Menghilangkan perasaan curiga atau permusuhan terhadap pemeluk agama lain yaitu dengan cara mengubah rasa curiga dan benci mejadi rasa penasaran yang positif dan mau menghargai keyakinan orang lain. 2. Jangan menyalahkan agama seseorang apabila dia melakukan kesalahan tetapi salahkan orangnya. Dalam hal terorisme. 3. Biarkan umat lain melaksanakan ibadahnya jangan olok-olok mereka karena ini bagian dari sikap saling menghormati. 4. Hindari dskriminasi terhadap agama lain karena semua orang berhak mendapat fasilitas yang sama seperti pendidikan, lapangan kerja dan sebagianya. Dengan memperhatikan cara menjaga kerukunan hidup antara umat beragama tersebut hendaknya kita sesame manusia haruslah saling tolong-menolong dan kita harus bisa menerima bahwa perbedaan agama dengan orang kain adalah realitas dalam masyarakat multicultural agar kehidupan antar umat beragama bisa terwujud. D. MANFAAT KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA Umat beragama diharapkan munjujung tinggi kerukunan antar umat beragama sehinggadapat dikembangkan sebagai factor pemersatu maka yang akan memberikan stabilitas dan kemajuan Negara. Dalam pemberian stabilitas dan kemajuan Negara, perlu diadakannya dialog singkat yang membahas tentang kerukunan umat beragama dan masalah yang dihadapi dengan selalu berfikiran positif dalam setiap penyelesaiannya. Dengan adanya dialog antar umat beragama ini juga diharapkan dapat menumbuhkembangkan sikap optimis terhadap tujuan untuk mencapai kerukunan antar umat beragama. BAB III PENUTUP A. KESIMPULAN Pentingnya kerukunan hidup antar hidup beragama adalah terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis dalam kedamaian, saling tolong menolong, dan tidak saling bermusuhan agar agama bisa menjadi pemersatu bangsa Indonesia yang secara tidak langsung memberikan stabilitas dan kemajuan Negara. dan tidak saling mengejek atau mengolo-olok agama saudara kita sebangsa dan setanah air, saling menghargai dan saling membantu dalam hal kebajikan.Tidak mudah terpengaruh dengan hasutan yang negative yang dapat memecah tali persaudaraan dalam beragama yang menyebabkan konflik dan kekacauan dimana-mana yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Judul: Tugas Kelompok Agama

Oleh: Nurul Adila


Ikuti kami