Makalah Biostatistik Deskriptif

Oleh Kirana Wahyuningtyas

172,5 KB 6 tayangan 1 unduhan
 


Bagikan artikel

Transkrip Makalah Biostatistik Deskriptif

BIOSTATISTIK DESKRIPTIF DOSEN PEMBIMBING: NIA MUSNIATI. SKM., MKM DISUSUN OLEH : KIRANA WAHYUNINGTYAS ARDIANTO (1905015208) UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF. DR. UHAMKA JAKARTA FAKULTAS ILMU – ILMU KESEHATAN PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT TAHUN 2019/2020 SEJARAH BIOSTATISTIK  Pascal dan Fermat (1601-1665) Mengembangkan the theory of probability tahun 1654 yang diawali oleh inovasi perjudian.  Christian Huygens (1657), Jacob Bernaulli (1654-1705), dan Abraham de Moivre (1667-1754) Mengembangkan pula teori probabilitas.  R.A Fisher (1890-1962) Statistika inferens berkembang pesat setelah R.A fisher menulis paper tentang on the Mathematical Foundations of Theoritical Statistics. PENGERTIAN Kata statistik berasal dari bahasa Latin, yaitu status yang artinya negara atau menyatakan hal-hal yang berhubungan dengan ketatanegaraan. Pengertian statistik ini kemudian berkembang sesuai dengan perkembangan zaman, seperti berikut ini. 1.Statistik adalah sekumpulan angka untuk menerangkan sesuatu, baik angka yang masih acak maupun angka yang sudah tersusun dalam suatu tabel 2.Statistik adalah sekumpulan cara dan aturan tentang pengumpulan, pengolahan, analisis, serta penafsiran data yang terdiri dari angka-angka. 3.Statistik adalah sekumpulan angka yang menjelaskan sifat-sifat dari data atau hasil pengamatan/penelitian. Untuk lebih jelasnya dapat disimpulkan bahwa statistik adalah ilmu yang mempelajari tentang seluk beluk data yaitu tentang pengumpulan, pengolahan, penafsiran dan penarikan kesimpulandari data yang berbentuk angka-angka. Ada tiga hal pokok yang terkandung dalam statisktik, yaitu : 1).Data. 2).Perlakuan dari data, berupa pengumpulan, pengolahan/analisis, penafsiran dan penarikan kesimpulan. 3). Angka-angka. Hasan (2004:185) menjelaskan: Analisis deskriptif adalah merupakan bentuk analisis data penelitian untuk menguji generalisasi hasil penelitian berdasarkan satu sample. Analisa deskriptif ini dilakukan dengan pengujian hipotesis deskriptif. Hasil analisisnya adalah apakah hipotesis penelitian dapat digeneralisasikan atau tidak. Jika hipotesis nol (H0) diterima, berarti hasil penelitian dapat digeneralisasikan. Analisis deskriptif ini menggunakan satu variabel atau lebih tapi bersifat mandiri, oleh karena itu analisis ini tidak berbentuk perbandingan atau hubungan. Selanjutnya Hasan (2001:7) menjelaskan : Statistik deskriptif atau statistik deduktif adalah bagian dari statistik mempelajari cara pengumpulan data dan penyajian data sehingga muda dipahami. Statistik deskriptif hanya berhubungan dengan hal menguraikan atau memberikan keterangan-keterangan mengenai suatu data atau keadaan atau fenomena. Dengan kata statistik deskriptif berfungsi menerangkan keadaan, gejala, atau persoalan. Penarikan kesimpulan pada statistik deskriptif (jika ada) hanya ditujukan pada kumpulan data yang ada. Didasarkan pada ruang lingkup bahasannya statistik deskriptif mencakup: 1. Distribusi frekuensi beserta bagianbagiannya seperti : a. Grafik distribusi (histogram, poligon frekuensi, dan ogif) b.Ukuran nilai pusat (rata-rata, median, modus, kuartil dan sebagainya). c.Ukuran dispersi (jangkauan, simpangan simpangan baku, dan sebagianya). rata-rata, variasi, d. Kemencengan dan keruncingan kurva 2. Angka indeks. 3. Times series/deret waktu atau berkala. 4. Korelasi dan regresi sederhana. Suryoatmono (2004:18) menyatakan: Statistika Deskriptif adalah statistika yang menggunakan data pada suatu kelompok untuk menjelaskan atau menarik kesimpulan mengenai kelompok itu saja. 1. Ukuran Lokasi: mode, mean, median, dll. 2. Ukuran Variabilitas: varians, deviasi standar, range, dll. 3. Ukuran Bentuk: skewness, kurtosis, plot boks. Pangestu Subagyo (2003:1) menyatakan: Yang dimaksud sebagai statistika deskriptif adalah bagian statistika mengenai pengumpulan data, penyajian, penentuan nilai-nilai statistika, pembuatan diagram atau gambar mengenai sesuatu hal, disini data yang disajikan dalam bentuk yang lebih mudah dipahami atau dibaca. Sudjana (1996:7) menjelaskan: Fase statistika dimana hanya berusaha melukiskan atau mengalisa kelompok yang diberikan tanpa membuat atau menarik kesimpulan tentang populasi atau kelompok yang lebih besar dinamakan statistika deskriptif. POPULASI DAN SAMPEL Di dalam statistika selalu berhubungan dengan data. Data adalah faktafakta yang dapat dipercaya kebenarannya. Pengumpulan fakta-fakta yang merupakan data ini bisa seluruhnya atau sebagian saja. Keseluruhan dari semua fakta yang diteliti itu disebut sebagai populasi, sedang kalau dari semua fakta yang dianggap mewakili seluruhnya disebut sebagai sampel. Sampel yang diambil harus harus bisa mewakili keseluruhan populasi yang diteliti, oleh karena itu pemilihan sampel harus diusahakan sedemikian rupa sehingga sampel itu bisa menunjukkan gambaran keadaan keseluruhan populasi, jumlah sampel jangan terlalu sedikit dan menentukannya secara random atau sembarang. Data Statistik Data statistik dapat dikumpulkan dengan menggunakan prosedur yang sistematis. Pengumpulan data dapat dibedakan berdasarkan karakteristiknya, yaitu: 1. Berdasarkan jenis cara pengumpulannya, dibedakan menjadi: a.Pengamatan (observasi), yaitu cara pengumpulan data dengan terjun dan melihat langsung ke lapangan terhadap objek yang diteliti (populasi). Pengamatan ini disebut juga penelitian lapangan. b.Penelusuran literatur, yaitu cara pengumpulan data dengan menggunakan sebagian atau seluruh data yang telah ada. Cara ini disebut juga pengamatan tidak langsung. c.Penggunaan kuesioner (angket), yaitu cara pengumpulan data dengan menggunakan daftar pertanyaan/angket atau daftar isian terhadap objek yang diteliti (populasi). d.Wawancara (interviu), yaitu cara pengumpulan data dengan langsung mengadakan tanya-jawab kepada objek yang diteliti atau kepada perantara yang mengetahui persoalan dari objek yang diteliti. 2. Berdasarkan banyaknya data yang diambil, dibedakan menjadi: a.Sensus, yaitu cara pengumpulan data dengan mengambil elemen atau anggota populasi secara keseluruhan untuk diselidiki. Data yang diperoleh dari hasil sensus disebut parameter atau data yang sebenarnya (true value). b.Sampling, yaitu cara pengumpulan data dengan mengambil sebagian dari elemen atau anggota populasi untuk diselidiki. Data yang diperoleh dari sampling disebut statistic atau data perkiraan (estimate value). Data yang telah dikumpulkan (data mentah) kemudian diolah. Pengolahan data adalah suatu proses untukmemperoleh data ringkasan dari data mentah dengan menggunakan cara atau rumus tertentu. Data ringkasan yang diperoleh dapat berupa jumlah (total), rata-rata (average), persentase (percentage) dan sebagainya. Agar data yang telah diolah gampang dibaca dan dimengerti oleh orang lain, perlu disajikan dalam bentuk tertentu. Fungsi penyajian data antara lain: 1.Menunjukkan perkembangan suatu keadaan. 2.Mengadakan perbandingan pada suatu waktu. Penyajian data dapat dilakukan dalam bentuk: 1.Tabel data, yaitu penyajian data dalam bentuk kumpulan angka yang disusun menurut kategori tertentu dalam suatu daftar. Dalam tabel, data disusun secara alfabetis, geografis, menurut besarnya angka, historis atau menurut kelas-kelas yang lazim. Berdasarkan pengaturan datanya, tabel dibedakan atas beberapa jenis, yaitu: a.Tabel frekuensi, yaitu tabel yang menunjukkan atau memuat banyaknya kejadian atau frekuensi suatu kejadian. b.Tabel klasifikasi, yaitu tabel yang menunjukkan atau memuat pengelompokan data. Jenis ini dapat dibagi lagi menjadi dua, yaitu tabel klasifikasi tunggal dan tabel klasifikasi ganda. c.Tabel kontingensi, yaitu tabel yang menunjukkan atau memuat data sesuai dengan rinciannya. Apabila bagian baris tabel berisikan m baris dan bagian kolom tabel berisikan n baris maka didapatkan tabel kontingensi berukuran m x n. d. Tabel korelasi, yaitu tabel yang menunjukkan atau memuat adanya korelasi (hubungan) antara data yang disajikan. 2. Grafik data atau diagram data, yaitu penyajian data dalam bentuk gambargambar. Grafik data sebenarnya merupakan penyajian data secara visual dari tabel. Grafik data dibedakan atas beberapa jenis, yaitu: a.Piktogram, yaitu grafik data yang menggunakan gambar atau lambing dari data itu sendiri dengan skala tertentu. b.Grafik batang atau balok, yaitu grafik data berbentuk persegi panjang yang lebarnya sama dan dilengkapi dengan skala atau ukuran sesuai dengan data yang bersangkutan. Grafik batang dapat berupa grafik tunggal, berganda atau komponen berganda. c.Grafik garis, yaitu grafik data berupa garis, diperoleh dari beberapa ruas garis yang menghubungkan titik-titik pada bilangan. Digunakan dua garis yang saling berpotongan dan saling tegak lurus (sistem salib sumbu). Pada garis horizontal (sumbu X) ditempatkan bilangan yang sifatnya tetap (seperti tahun dan ukuranukuran). Pada garis tegak(sumbu Y) ditempatkan bilangan yang sifatnya berubah-ubah (seperti harga, biaya dan jumlah). d. Grafik lingkaran, yaitu grafik data berupa lingkaran yang telah dibagi menjadi juring-juring sesuai dengan data tersebut. Bagian dari keseluruhan data dinyatakan dalam persen. Ada dua cara untuk membuat grafik lingkaran, yaitu: 1) Membagi keliling lingkaran menurut data-data yang ada. 2) Membagi lingkaran menurut dara yang ada dengan menggunakan busur derajat. e. Kartogram atau peta statistik, yaitu grafik data berupa peta yang menunjukkan kepadatan penduduk, curah hujan, hasil pertanian, hasil pertambangan, dan sebagainya. DAFTAR PUSTAKA http://jurnalhikmah.staisumatera-medan.ac.id/index.php/hikmah/article/ download/8/11

Judul: Makalah Biostatistik Deskriptif

Oleh: Kirana Wahyuningtyas


Ikuti kami