Tugas Merangkum Cvt.docx

Oleh Arham Amiruddin

339,9 KB 3 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Tugas Merangkum Cvt.docx

TUGAS MERANGKUM CVT (CONTINOUSLY VARIABLE TRANSMISISION) PADA SISTEM PEMINDAH TENAGA DIBUAT OLEH: ARHAM AMIRUDDIN (17313009) PENDIDIKAN PROFESI GURU DALAM JABATAN TEKNIK OTOMOTIF FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI PADANG 2017 Continously Variable Transmisision Continously Variable Transmisision atau yang biasa orang bilang CVT ini merupakan pengganti gear box transmision pada transmisi otomotis. Bila kita melihat pada gambar di atas, memang sangat berbeda jauh bentuknya maupun komponennya bila di bandingkan dengan transmisi gearbox. Pada CVT secara garis umum tergabung dengan adanya sepasang pulley adjustable dan sebuah belt yang membuat kedua pulley ini berputar pada putaran yang sama. Pulley ini akan “mengembang” dan “mengempis” untuk mengatur ratio perpindahan gigi. Sehingga pada saat mobil berjalan lambat, seperti pada gambar di sebelah kiri. Dan saat berkecepatan tinggi terdapat pada gambar sebelah kanan. Pada transmisi CVT, memungkinkan transmsisi dapat merubah posisi gigi-nya sampai tak terhingga. Tergantung dari bergeseran pulley tersebut. Berikut ini tipe berdasarkan bentuk penyalur tenaganya dibagi atas 3 tipe, yaitu : 1. Tipe Sabuk (Belt CVT) Pada tipe ini yang berfungsi sebagai pemindah daya pada puli penggerak adalah sebuah sabuk Tipe ini digunakan pada hampir seluruh mobil matik terutama pada honda dan toyota serta sepeda motor. 2. Tipe Rantai (Chain CVT) Pada tipe ini pemindahan daya dari engine dilakukan melalui sebuah rantai lebar tipe ini dipakai pada Audi 3. Tipe Toroidal (Toroidal CVT) Menggunakan sebuah roller untuk memindahkan momen diantara plat input (yang terhubung ke crankshaft) dan plat output ( yang terhubung ke poros penggerak) Sudut perubahan roller berhubungan langsung pada poros menghasilkan perubahan perbandingan roda gigi. Pada transmisi CVT untuk mengubah perpindahan gigi, CVT tidak lagi menggunakan roda-roda gigi seperti transmisi manual dan otomatis konvensional (gigi planet). Pada transmisi otomatik konvensional masih ada gigi planet yang mengubah atau memindahkan gigi dengan cara “meloncat”. Hanya, perpindahan gigi yang diatur secara otomatis. Transmisi CVT milik secara kontinu memonitor durasi dan bukaan gas, dan secara otomatis mengubah mode pengendaraan untuk kontrol yang optimal. Dengan mengoptimalkan range rasio dari kecepatan belt dan melengkapi transmisinya dengan kontrol tekanan pulleyside secara langsung, sistem transmisi ini memberikan rasa berkendara yang natural, meningkatkan efisiensi transmisi, dan memperbaiki tingkat ekonomis bahan bakar. Secara teknis, roda bergigi konvensional dalam CVT diganti dengan dua drum yang ukurannya dapat berubah, dan selembar sabuk baja (steel drive belt). Pergerakan sabuk baja ini dibentuk oleh setiap drum. Diameter dari setiap drum diatur oleh sebuah komputer transmisi yang menambah atau mengurangi tekanan minyak ke dalam setiap bagian yang bergerak dari setiap drum. Ini adalah rasio rendah (gigi 1). Didalam gigi tinggi (top gear) tekanan tinggi minyak masuk ke dalam katrol penggerak "drive pulley". Diameter drum sekarang berputar balik sehingga katrol penggerak berputar lebih cepat dari katrol yang bergerak. Di dalam kedua posisi ini, rasio terendah dan tertinggi, komputer transmisi membantu menyeimbangkan tekanan minyak ke setiap drum dan ini menghasilkan rasio yang tepat ke kondisi jalanan dan posisi akselerator dan moda pengendaraan mobil (drive mode). Karena itulah, mobil yang menggunakan transmisi manual dan otomatik konvensional, ditulis perbandingan giginya: 1, 2, 3, 4 dan seterusnya. Sedangkan pada transmisi CVT, tidak ada. Pasalnya, begitu putaran mesin naik atau turun - sesuai dengan beban atau muatan perbandingan gigi langsung berubah. Cara Kerja CVT Cara kerjanya, salah satu sisi puli (ada dua puli, memutar dan diputar) bergeser yang mengakibatkan diameter tempat belt atau sabuk berputar, diameternya berubah, membesar atau mengecil. Karena perubahan diameter berlangsung secara progresif, perpindahan berlangsung mulus. keuntungan CVT, bobotnya lebih ringan karena jumlah komponennya lebih sedikit dibandingkan transmisi otomatik konvensional. Karena itu pula dari segi harga, juga lebih kompetitif. Komponen utama CVT adalah dua puli yang dihubungkan oleh sabuk yang dibuat dari logam. Pulilah yang bergeser secara menyamping (harisontal), sehingga diameter dalamnya (tempat sabuk berputar) berubah, membesar atau mengecil. Pada transmisi otomatik konvensional, masih ada gigi (planet), kopling dan sistem aliran ATF yang mengatur perpindahan gigi berdasarkan perintah komputer. Keuntungan Transmisi otomatis yang menggunakan CVT 1. Memungkinkan perpindahan gigi yang tak terhingga. 2. Saat terjadi perpindahan gigi maka, hentakannya sangat lembut. Bahkan pada beberapa mobil, tidak terasa hentakannya. 3. Sehingga membuat berkendara menjadi sangat nyaman. 4. Getaran yang terjadi pada mesin, lebih kecil di banding tipe gearbox. Kelemahan dari Transmisi Otomatis yang menggunakan CVT 1. Karena lebih mengutamakan kenyamanan berkendara, sehingga kendaraan lebih cenderung minim responsif. 2. Memerlukan perhatian khusus dalam perawatan, terutama pada kendaraan roda dua karena roda dua menggunakan belt karet. Sedangkan mobil menggunakan steel belt 3. Memerlukan tingkat pelumasan yang sangat sensitif, oli yang dibutuhkan adalah oli yang dapat melumasi setiap pergerakan pulley & belt tetapi tanpa harus terjadi slip. Keuntungan Transmisi otomatis yang menggunakan gearbox: 1. Mesin cenderung responsif. 2. Tidak perlu khawatir dengan sabuk yang putus. Kelemahannya: 1. Getaran yang ditimbulkan lebih besar. 2. Hentakannya sangat terasa. Gambar di atas adalah gambar transmisi yang menggunakan gearbox. Technology CVT saat ini - CVT-7 Transmisi CVT dengan sistem belt-driven, dapat menyalurkan tenaga dari mesin ke roda dengan halus, respon yang cepat dan tanpa hentakan. Virtual gear ratio map dan 7-speed mode untuk simulasi perpindahan transmisi yang dinamis. Transmisi otomatis yang konvensional terdiri atas sejumlah rasio tingkat kecepatan yang tetap. Sistem transmisi dengan otomatis memilih tingkat kecepatan yang paling sesuai dengan kecepatan aktual kendaraan dan posisi pedal gas. Meskipun begitu, kondisi ideal kerap masih tidak tercapai. Oleh karena itu, sejumlah transmisi otomatis menggunakan perubah torque ("torque converter") yang terhubung langsung dengan mesin. Meski perangkat di atas terpasang dengan sistem "lock-up clutch:" atau kopling yang terkunci, hanya sekitar 90 persen tenaga mesin yang terpakai dengan efisien. CVT tidak menggunakan perangkat rasio tingkat percepatan yang tetap. CVT juga tidak menggunakan "perubah torque" (torque converter) yang justru mencuri tenaga mesin. Sesuai dengan namanya, sistem ini tidak beroperasi secara bertahap, melainkan bekerja dari posisi diam ke kecepatan maksimum dengan halus dan tak terputus. Dengan terus-menerus mencocokkan rasio ideal transmisi dengan kerja mesin, maka mesin kendaraan akan bekerja dengan sangat efisien baik dalam pengoperasian mode "D" atau drive di jalan raya atau penampilan yang lebih garang dengan mode "S" atau sport untuk kondisi off-road (HR-V 4WD).

Judul: Tugas Merangkum Cvt.docx

Oleh: Arham Amiruddin

Ikuti kami