Makalah Bhs Indo

Oleh Christy Caroline

217,9 KB 3 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Makalah Bhs Indo

PENGARUH HALLYU WAVE TERHADAP HUBUNGAN DIPLOMATIK INDONESIA DENGAN KOREA SELATAN Makalah Disusun untuk Tugas KAT III Mata Kuliah Bahasa Indonesia Semester 2 2018 Oleh : Christy Caroline/ 01043170148 Gabrielle Valencia/ 01043170034 Ika Noviandari/ 01043170020 Anggi Dwi Ramadhani/ 01043170067 JURUSAN HUBUNGAN INTERNASIONAL FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS PELITA HARAPAN LIPPO KARAWACI, TANGERANG 2018 KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami hanturkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik. Penulis merasa sangat bersyukur atas penyertaan dan kemampuan yang penulis terima dari-Nya untuk menyelesaikan makalah yang berjudul “Pengaruh Hallyu Wave Terhadap Hubungan Diplomatik Indonesia dengan Korea Selatan”. Penulisan makalah ini memiliki 2 tujuan, yaitu untuk mengetahui Pengaruh Hallyu Wave terhadap Hubungan Diplomatik Indonesia dengan Korea Selatan dan untuk memenuhi sebagian persyaratan akademik guna memperoleh nilai pada mata kuliah Bahasa Indonesia. Dalam penulisan makalah ini, tidak sedikit hambatan yang penulis alami. Penulis menyadari bahwa tanpa dukungan dari berbagai pihak, baik secara materi maupun doa, penulis tidak dapat menyelesaikan makalah ini. Oleh karena itu pada kesempatan kali ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penulis dalam proses penyelesaian makalah ini, yaitu kepada: 1. Ibu Christina Purwanti, M.Pd. selaku Dosen Bahasa Indonesia, yang telah memberikan kesempatan bagi penulis untuk membuat makalah ini. 2. Orang tua yang sudah mendukung baik secara materi maupun dalam doa. 3. Teman-teman anggota kelompok yang ikut memberikan dukungan dan kerjasama dalam penyelesaian makalah ini. 4. Seluruh pihak terkait yang namanya tidak dapat disebutkan satu persatu dalam membantu mengisi kuisioner. Penulis berharap dengan adanya makalah ini, dapat menambah pengetahuan serta wawasan para pembaca tentang isu-isu yang ada dalam dunia Internasional, serta memberikan manfaat bagi para pembaca. Penulis juga menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun bagi penulis. Tangerang, 11 Maret 2018 Penulis ABSTRAK DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL........................................................................................ i KATA PENGANTAR...................................................................................... ii ABSTRAK........................................................................................................ iii DAFTAR ISI.................................................................................................... iv BAB I PENDAHULUAN................................................................................. 1 1.1. Latar Belakang..................................................................................... 1 1.2. Rumusan Masalah ............................................................................... 1.3. Tujuan Penelitian................................................................................. 1.4. Manfaat penelitian............................................................................... 1.5. Sistematika Penyajian.......................................................................... BAB II LANDASAN TEORI........................................................................... 1. 2. 2.1. Pengertian Hallyu Wave...................................................................... 2.2. Pengertian Diplomatik......................................................................... 2.3. Pengertian Hubungan Diplomatik....................................................... 2.4. Pengaruh Hallyu Wave dengan Hubungan Diplomatik....................... BAB III METODOLOGI PENELITIAN......................................................... 1. 2. 3. 3.1. pkfjdkjs................................................................................................ 3.2. sndfsndfksdfsl;dfk............................................................................... 3.3. ksdjfslkdjfks........................................................................................ 3.4. ksjdfjslkf.............................................................................................. BAB IV HASIL PENELITIAN........................................................................ BAB V KESIMPULAN DAN SARAN........................................................... 1.1. Kesimpulan.......................................................................................... 1.2. Saran ................................................................................................... DAFTAR PUSTAKA....................................................................................... LAMPIRAN..................................................................................................... BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan dunia saat ini telah melahirkan berbagai fenomena yang dirasakan oleh berbagai pihak. Fenomena itu melewati batas wilayah negara, jenis kelamin bahkan usia. Salah satu fenomena yang kini menjadi perhatian dunia adalah fenomena yang dilahirkan oleh Korea Selatan melalui Korean wave atau biasa disebut dengan Hallyu. Hallyu adalah istilah yang diberikan untuk tersebarnya budaya pop Korea secara global di berbagai negara di dunia sejak tahun 1990-an. Umumnya Hallyu memicu banyak orang-orang di negara tersebut untuk mempelajari Bahasa Korea dan juga kebudayaan Korea. Diplomasi merupakan perwakilan yang tugas nya adalah mewakili negaranya dinegara lain. Seperti halnya Hallyu Wave yang terus berkembang didunia, saat ini Diplomasi juga semakin berkembang menjadi diplomasi yang modern di mana aktor dalam kegiatan diplomasi bukan lagi pemerintah, melainkan NGO (Non-governmental organization), organisasi internasional, bahkan individu. Sebagai bagian dari komunitas Internasional, Indonesia ikut merasakan dampak dari fenomena Hallyu Wave. Indonesia dengan kemajemukan masyarakatnya serta keterbukaannya terhadap budaya luar bukanlah suatu kendala bagi Hallyu Wave untuk meraih popularitas, justru merupakan kesempatan bagi masuknya budaya luar, terlebih lagi bangsa Indonesia terkenal sangat adaptif terhadap perkembangan budaya asing. Kondisi ini tentu saja dijadikan strategi Korea Selatan sebagai soft power untuk perpanjangan agenda kepentingan nasionalnya, terutama di bidang ekonomi. Indonesia dianggap sebagai salah satu negara penting yang menjadi target penyebaran kebudayaan Korea. Salah satu alasan karena banyaknya pekerja Indonesia yang bekerja di Korea dan banyaknya orang Korea yang berinvestasi serta tinggal di Indonesia. Karena itu penting bagi Korea untuk membangun Pusat Kebudayaan di Indonesia untuk saling memperkenalkan budaya dalam hubungan Indonesia – Korea ke depan. Dengan membangun pusat budaya dan melakukan penyebaran budaya, pihak Korea menjadi mengerti hal-hal apa saja yang diminati dan bagaimana gambaran Korea di mata masyarakat Indonesia. Pemerintah Korea menjadikan Hallyu Wave ini sebagai upaya pembangunan citra. Melalui Hallyu yang dilakukan sebagai salah satu bentuk instrumen pelaksanaan diplomasi budaya yang juga memiliki pengaruh positif di bidang ekonomi, politik, sosial dan budaya. Hubungan Korea Selatan dan Indonesia mencapai puncaknya sejak menandatangani the Joint Declaration on Strategic Partnership to Promote Friendship and Cooperation in the 21st Century di Jakarta pada Desember 2006. Dalam bidang politik, kerjasama yang telah dirintis antara lain antar parlemen, anti korupsi, penangkalan aksi terorisme dan kriminal lintas negara, industri pertahanan, bencana alam dan lainnya. Selain itu dalam berbagai forum regional maupun internasional, Korea Selatan dan Indonesia sepakat untuk selalu menunjukkan sikap saling mendukung. Sebagai contoh seperti di bidang sosial-budaya yaitu diperkuat dengan Indonesia yang telah meratifikasi perjanjian kerjasama kedua negara di bidang budaya yang ditandatangani tahun 2000, Kerjasama bilateral melalui sosial-budaya Korea SelatanIndonesia menjadi semakin intens dijalankan seiring budaya Korea Selatan yang semakin digemari masyarakat Indonesia. Karena hal-hal inilah mengapa penulis mengangkat masalah Pengaruh Hallyu Terhadap Hubungan Diplomatik Indonesia dengan Korea Selatan. 1.2. Rumusan Masalah Berdasarkan penjelasan dari latar belakang, maka penulis melakukan penelitian terhadap rumusan masalah dibawah ini. 1.2.1. Bagaimana dampak Hallyu Wave terhadap masyarakat Indonesia? 1.2.2. Bagaimana dampak dan proses terjadinya Hallyu Wave terhadap Hubungan diplomatik serta kerjasama antara kedua negara? 1.3. Tujuan Penelitian Berdasarkan penjelasan dalam latar belakang dan rumusan yang diambil dalam topik ini, maka tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut. 1.3.1. Mengetahui dampak Hallyu Wave terhadap masyarakat Indonesia. 1.3.2. Mengetahui dampak dan proses Hallyu Wave terhadap hubungan diplomatik serta kerjasama antara kedua negara. 1.4. Manfaat Penulisan Makalah ini bermanfaat menambah wawasan bagi masyarakat, pembaca dan penulis sendiri agar dapat mengetahui secara lebih dalam bagaimana sebuah budaya suatu negara mampu mempengaruhi hubungan yang terjalin antara kedua negara. 1.5. Sistematika Penyajian Penulis akan menyajikan hasil penelitian dalam bentuk laporan tertulis yang sistematis dan penyajiannya dibagi dalam 3 bagian besar yaitu bagian awal yang terdiri dari Kata pengantar, Daftar isi dan Abstrak. Kemudian bagian kedua yaitu isi yang terdiri dari lima bab, dimulai dari bab I yaitu pendahuluan. Pada BAB I, penulis akan memaparkan latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penulisan, manfaat penulisan dan sistematika penyajiannya. Kemudian dilanjutkan dengan BAB II, yaitu landasan teori yang berisi pemaparan teori-teori yang digunakan sebagai landasan dalam penelitian dan pembahasan. Selanjutnya BAB III, yaitu metodologi penelitian yang berisi paparan populasi dan sampel penelitian, waktu dan tempat pelaksanaan penelitian, metode dan alat pengambilan data, langkah pengambilan data dan daftar pertanyaan wawancara. Pada BAB IV terdapat hasil penelitian yang berisi sajian data yang didalamnya terdapat subjek-subjek hasil wawancara serta analisis data. BAB V yaitu bab terakhir dalam makalah ini berisi saran dan juga kesimpulan. Bagian terakhir dari makalah ini adalah penutup yang terdiri dari Daftar pustaka dan juga lampiran. BAB II LANDASAN TEORI 1. 2. 2.1. Pengertian Hallyu Wave Hallyu Wave atau Gelombang Korea merupakan istilah dari terjemahan 한 류 (Hallyu) dalam bahasa korea yang berarti ‘Arus Han’ yang maksudnya Hankuk atau Korea. Hallyu Wave atau Gelombang Korea adalah istilah yang diberikan untuk tersebarnya suatu budaya pop Korea secara global di berbagai negara sejak tahun 1990an. Hal ini bisa dikatakan sebuah fenomena, karena banyak hal-hal yang berbau Korea tersebar di mancanegara. Karena terjadinya fenomena ini banyak dari para penikmat Hallyu Wave yang berasal dari luar Korea Selatan untuk mempelajari Bahasa dan Kebudayaan Korea Selatan. Awal mula tersebarnya Hallyu Wave ini disebabkan karena kegemaran para penduduk Republik Rakyat Tiongkok dan Asia Tenggara di akhir 1990-an.1 Istilah Hallyu dibuat oleh sebuah media Tiongkok setelah album music pop Korea, H.O.T 1 Passport to Korean Culture. Korean Culture and Information Service - Ministry of Culture, Sports and Tourism , Seoul, Republic of Korea. 2010. hal. 46–53. dirilis pertama kali di Tiongkok. Dari sini serial drama Korea mulai ditayangkan di Tiongkok dan menyebar ke negara-negara lain seperti Hongkong, Vietnam, Thailand, Indonesia, Filipina, Amerika Serikat, Amerika Latin, dan Timur Tengah.2 Hallyu Wave meliputi kesadaran masyarakat dunia akan berbagai hal kebudayaan Korea Selatan termasuk film dan serial televisi. Pemerintah Korea sendiri ikut mendukung dan memiliki peran yang cukup besar dalam menyebarnya Hallyu. Pemerintah memberi dukungan dengan cara mengadakan berbagai acara kesenian seperti festival film dan music bertahap internasional. 2.2. Pengertian Hubungan Diplomasi Diplomatik berasal dari Bahasa latin, yaitu diploma. Dalam arti luas diplomatic diartikan sebagai sarana yang sah dan legal yang digunakan suatu Negara untuk melaksanakan politik luar negerinya. Sedangkan Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, arti kata diplomatik sendiri adalah berkenaan dengan hubungan resmi antara negara dengan negara lainnya. Menurut David W Ziegler, Diplomasi adalah mesin atau alat dari politik luar negeri sebuah negara, pentingnya diplomasi ini sangat vital dalam mengkomunikasikan sesama negara-negara dunia untuk menjaga perdamaian dunia, karena memang salah satu faktor pecahnya perang dikarenakan tidak adanya komunikasi antar negara-negara yang bertikai seperti kasus perang dunia. (www.spengetahuan.com/2017/09/pengertiandiplomasi-menurut-para-ahli-fungsi-tujuan.html) 2 Passport to Korean Culture. Korean Culture and Information Service - Ministry of Culture, Sports and Tourism , Seoul, Republic of Korea. 2010. hal. 46–53. Dalam Diplomasi menurut Suwardi Wiriaatmadja, terdapat prosedur hubungan antar negara yang bebas dan dengan bergantung pada kemampuan serta kecakapan dari mereka yang melaksanakannya Sehingga bisa disimpulkan bahwa Hubungan Diplomasi adalah sebuah alat untuk berinteraksi antar negara dalam konteks yang damai, sah dan legal dalam menjalin sebuah kerja sama untuk mencapai keinginan dari dua negara tersebut. 1. 2. 2.1. 2.2. 2.3. Proses Masuknya Hallyu Wave ke Indonesia Berbeda dengan budaya yang berasal dari negara lain, Hallyu Wave sendiri dengan mudah di terima oleh masyarakat Indonesia. Hallyu Wave digemari oleh segala usia terutama kaum wanita. Produk Korea dengan mudah menjerat hati para penggemar karena menggunakan Teknik Asian Values-Hollywood Style atau mereka mengemas nila-nilai Asia yang dipasarkan dengan gaya modern. Hal ini disetujui oleh Zaini, MA selaku ketua Program Studi Korea Fakultas Ilmu Budaya Indonesia yang mengatakan bahwa, “Karena budaya Korea dari Asia Timur, kalau istilah anak muda itu "Ini gue banget",” seperti yang dilansir Tempo (Munawwaroh, 2012). Hallyu Wave berkembang di Indonesia pertama kali ketika stasiun televisi swasta Indonesia, Indosiar menayangkan drama ‘Endless Love’ pada tahun 2000-an dan ditayangkan kembali di RCTI yang memiliki penonton yang cukup banyak. Inilah awal dimana ‘demam korea’ terjadi, karena pada saat itu Korea Selatan menjadi tuan rumah piala dunia pada tahun 2002. Penggemar olahraga mulai tertuju pandangannya terhadap Korea Selatan. Dan makin banyak masyarakat Indonesia yang semakin sadar akan kehadiran Hallyu Wave. Televisi merupakan media yang memiliki peran besar dalam tersebarnya Hallyu Wave. 2.4. Dampak Hallyu Wave kepada Masyarakat Melihat ketertarikan masyarakat dengan budaya Korea, pemerintah korea semakin gencar menyebarkan kebudayaan Korea di seluruh dunia termasuk Indonesia. Hal tersebut terbukti benar karena menurut data Korea International Trade Association (KITA) pada 2004, Hallyu wave meningkatkan $ 1.87 juta atau 2,14 triliun won pada ranah pariwisata Korea. Selain itu budaya karaoke, kimchi, ramen, hanbok, festivalfestival tradisional serta makanan tradisional turut menjadi aspek pemasaran Korea Selatan. Bahkan sekarang mulai banyak orang-orang yang ingin belajar berbahasa Korea menurut data Korean Culture Center pada tahun 2013 terdapat 700 siswa yang mendaftar. Kesuksesan ini mengantarkan penggemar atau yang biasa di sebut Korean Lovers untuk membeli CD/DVD original yang harganya selangit, menonton konser grup yang berasal dari Korea Selatan, hingga bergaya selayaknya artis Korea dan bahkan berwisata ke Korea Selatan. Diantara tingkah laku Korean Lovers ini yang paling menarik adalah cover dance dari boyband atau girlband. Cover dance merupakan aktivitas menirukan tarian termasuk bagaimana ekspresi dan kostum yang dipakai sang idola. Selain banyaknya cover dance yang ada di Indonesia, tersebarnya Hallyu Wave sendiri memiliki dampak terhadap masyarakat yang gemar makan. Terbukti dengan adanya rumah makan khas korea yang sekarang mudah di jumpai dimana pun. 2.5. Dampak Hallyu Wave bagi Hubungan Diplomasi Kedua Negara. BAB III METODOLOGI PENELITIAN Pada bab ini peneliti akan menyajikan hal-hal yang mendukung dalam mempeoleh datadata yang diperlukan untuk penelitian di dalam makalah ini. Peneliti akan menguraikan tentang populasi dan sample, waktu dan tempat penelitian, metode, metode analisis data, langkah pemgambilan data dan daftar pertanyaan yang diajukan. 1. 2. 3. 3.1. Populasi dan Sampel Penelitian Dalam penyusunan paper ini, peneliti membatasi ruang lingkup populasi. Populasi di sini adalah masyarakat dan anggota Universitas Pelita Harapan, yang diantaranya adalah mahasiwa-mahasiswi jurusan Hubungan Internasional , yang kami pilih dengan metode kuantitatif yaitu Kuesioner yang berdasarkan kesediaan mereka untuk membantu penelitian. 3.2. Waktu Pelaksanaan Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif yaitu kuesioner kepada masyarakat dan mahasiswa/i Universitas Pelita Harapan, yang di lakukan pada tanggal 20-.... Maret 2018. 3.3. Metode dan Alat Pengambilan Data Metode dan alat pengumpulan data dalam penelitian ini, yaitu seperti berikut : 3.3.1. Metode Pengumpulan Data 3.3.1.1. Metode Studi Pustaka Metode ini di lakukan dengan mencari referensi dari buku maupun jurnal tentang Passport to Korean Culture. Korean Culture and Information Service. 3.3.1.2. Metode Kuantitatif (kuesioner) Metode ini di lakukan dengan memberikan kuesioner kepada masyarakat dan mahasiswa/i Universitas Pelita Harapan. 3.3.2. Alat Pengumpulan Data Alat bantu dalam penelitian ini adalah daftar pertanyaan dari kuesioner yang telah di sediakan pada saat survei. 3.4. Metode Analisis Data Analisis data berpedoman pada informasi yang didapat dari metode studi pustaka, metode kuantatif dan analisis hasil kuesioner. Ketiga hal tersebut kemudian dikaitkan dengan rumusan masalah yang sudah ada, dan dari situ penulis menarik kesimpulan. 3.5. Langkah-langkah Pengambilan Data 3.5.1. Penulis membuat daftar pertanyaan 3.5.2. Penulis memasukkan daftar pertanyaan ke dalam typeform. 3.5.3. Penulis menyebarkan kuesioner yang telah di buat. 3.5.4. Lalu penulis menunggu hasil dari kuesioner yang telah di berikan selama beberapa hari. 3.6. Daftar Pertanyaan Wawancara 1. Angkatan ? 2. Apakah kalian tahu tentang tren Hallyu Wave yang sedang booming? 3. Apakah kalian tertarik untuk mengikuti tren Hallyu Wave? 4. Apakah tren Hallyu Wave yang berasal dari Korea Selatan akan memper-erat hubungan diplomatik antara Korsel dengan Indonesia? 5. Apakah ada dampak positif dari tren Hallyu Wave menurut kamu? 6. Apakah ada dampak negative dari tren Hallyu Wave menurut kamu? 7. Menurut kamu sebagai mahasiswa/i jurusan HI apakah Hallyu Wave berdampak bagi hubungan diplomatik antara kedua negara tersebut? ` Metode penelitian ini di lakukan dengan metode kuantitatif yaitu kuesioner yang di berikan kepada masyarakat dan mahasiswa/i Universitas Pelita Harapan. Metode dan alat pengumpulan data dalam penelitian ini, yaitu seperti berikut. 3.6.1. Metode Pengambilan Data 3.6.1.1. Metode 3.6.2. Alat Pengambilan Data 3.6.2.1. Alat 3.7. Langkah Pengambilan Data 3.8. Daftar Pertanyaan Wawancara BAB IV HASIL PENELITIAN 3.9. Sajian Data 3.9.1. Subjek 3.10. Analisis Data BAB V KESIMPULAN 2. 3. 4. 4.1. Kesimpulan 4.2. Saran

Judul: Makalah Bhs Indo

Oleh: Christy Caroline

Ikuti kami