Proposal Tugas Akhir

Oleh Nur Afandi

214,6 KB 5 tayangan 0 unduhan
 


Bagikan artikel

Transkrip Proposal Tugas Akhir

PROPOSAL TUGAS AKHIR MENGANALISA SUATU PROSES PRODUKSI SARUNG TANGAN di PT. BUDI MANUNGGAL APAKAH SUSTAINABILITY ATAUKAH TIDAK DENGAN METODE LIFE CYCLE ANALISYS (LCA) BAB I PENDAHULUAN Dengan pesatnya perkembangan pemanfaatan komputer berkembangnya dalam tahap desain, engineering, dan produksi maka jarak waktu yang diperlukan dari ide rancangan sampai dengan produksi menjadi sangat pendek. Kondisi ini memungkinkan perusahaan-perusahaan kelas dunia memilih startegi inovasi sebagai senjata untuk memenangkan perebutan pasar dunia. Staregi ini menjadikan daur hidup produk menjadi pendek. Oleh karena itu, manajemen yang bersaing dikelas dunia tidak cukup hanya memperoleh informasi biaya periodik yang dihasilkan oleh sistem akuntansi tradisional, namun jauh lebih penting dari itu, manajemen memerlukan informasi product life cycle costs yang memungkinkan manajemen melakukan strategic cost analysis pada saat mempertimbangkan peluncuran produk baru, penghentian produksi produk yang ada, dan product profitability analysis . Semakin pendeknya daur hidup produk semakin memerlukan perancangan yang matang keseluruhan pendapatan dan biaya yang diproyeksikan selama daur hidup produk, agar investasi yang dilakukan oleh perusahaan untuk desain dan pengembangan produk dan untuk mesin dan ekuipmen yang bersangkutan dengan produk dapat tertutup dari kas masuk bersih selama daur hidup yang diperkirakan. BAB II PEMBAHASAN A.Pengertian Life Cycle Cost Analysis Life cycle costing merupakan teknik manajemen yang digunakan untuk mengidentifikasi dan memonitor biaya produk selama siklus hidupnya. Siklus hidup meliputi semua tahap, mulai dari perancangan produk dan pembelian bahan baku hingga pengiriman dan pelayanan atas produk yang sudah jadi.1[1] Siklus akuntansi biaya dalam suatu perusahaan mengikuti siklus kegiatan usaha perusahaan yang bersangkutan. Siklus akuntansi biaya untuk perusahaan manufaktur, dimulai dengan pengolahan bahan baku dibagian produksi dan berakhir dengan penyerahan produk jadi ke bagian gudang. Dalam perusahaan tersebut, siklus akuntansi biaya dimulai dengan pencatatan harga pokok bahan baku yang dimasukkan dalam proses produksi, dilanjutkan dengan pencatatan biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik yang dikonsumsi untuk produksi, serta berakhir dengan disajikannya harga pokok produk jadi yang diserahkan oleh bagian produksi ke bagian gudang.2[2] Life Cycle Costing Life cycle costing memberikan perspektif jangka panjang karena mempertimbangkan semua biaya selama umur produk atau jasa. Total biaya selama siklus hidup dibagi menjadi 3, yaitu: 1. Biaya hulu, terdiri dari riset dan pengembangan, desain yang membuat prototype, pengujian, teknis, dan pengembangan kualitas. 2. Biaya produksi, terdiri dari pembelian, biaya produksi langsung, biaya produksi tidak langsung. 3. Biaya hilir, terdiri dari pemasaran dan distribusi pengemasan, pengangkutan, contoh, promosi, advertensi, dan pelayanan serta garansi keluhan, pelayanan, pertanggungjawaban produk, dukungan kepada pelanggan. 1. Biaya Hulu a. Desain Karena manajer mempertimbangkan biaya hulu dan hilir, pengambilan keputusan pada tahap desain merupakan sesuatu yang penting. Meskipun biaya yang terjadi pada tahap desain mungkin hanya merupakan presentase yang kecil dari total selama biaya siklus hidup, keputusan pada tahap desain membuat perudahaan berkomitmen pada rencana produksi, pemasaran dan layanan yang ada. 1 [1] Blocher dkk, Manajemen Biaya, Jakarta, Salemba Empat, Hal : .25 2 [2] Charles T. Horngren dan George Foster, Akuntansi Biaya-Suatu Pendekatan Manajerial, Cetakan 4, Jakarta, Erlangga, 1994, Hal : 31 Oleh karena itu, biaya desain mempengaruhi sebagian besar lainnya yang dikeluarkan selama siklus produk tersebut. Faktor – faktor penentu keberhasilan pada tahap desain adalah sbb :  Mempercepat waktu peluncuran ke pasar  Menurunkan biaya layanan/perbaikan yang diharapkan  Mempermudah produksi  Merencanakan dan mendesain proses Ada empat metode desain yang umum sebagai berikut :  Rekayasa Teknik Dasar Merupakan teknik dimana desainer produk bekerja secara terpisah dari fungsi pemasaran dan produksi untuk mengembangkandesain dengan rencana dan spesifikasi khusus.  Pembuatan Prototipe Merupakan mode dimana model – model fungsional dikembangkan dan di uji coba oleh para teknisi dan pemakaian yang dipilih untuk percobaan.  Templating Merupakan mtode desain produk yang ada pada saat ini ditambahkan atau dikurangi agar sesuai dengan spesifikasi produk baru yang diharapkan.  Rekayasa Simultan Merupakan perkembangan penting baru yang merupakan pengganti pendekatan rekayasa dasar, sebaliknya rekayasa simultan merupakan pendekatan yang terintegrasi, dimana proses desain/teknis dilakukan selama siklus hidu biaya oleh tim –tim lintas fungsi.3[3] b. Pengujian Proses dan materi pengujian yang dipilih biasanya dilakukan dengan menerapkan dengan teknik-tenik ekperimental secara formal dan sekaligus dijadikan landasan untuk tahap perencanaan berikutnya yang lebih mendetail, yang nantinya akan diuji. Pada tahap pelaksanaan masih akan dilakukan pengujian lebih lanjut, sampai dihasilkan produk yang benar-benar optimal hingga dapat dianggap selesai.4[4] 3 [3] R.A. Supriyono, Akuntansi Manajemen 1, Yogyakarta, BPFE-Yogyakarta, 1999, Hal : 194 4 [4] Istimawan dipohusodo, Manajemen Proyek dan Kontruksi, Yogyakarta, Kanisius, 1996, Hal : 218 c. Pengembangan Kualitas Dalam zaman quality assurance, konsep kualitas mengalami perluasan, dari konsep yang sempit, hanya terbatas pada tahap produksi, ke tahap desain dan koordinasi dengan departemen jasa (seperti perencanaan dan pengendalian produksi, pergudangan). Dalam zaman ini pula diperkenalkan konsep total quality control (TQC) oleh armand Feigenbaum pada tahun 1956. Menurut Feigenbaum, kualitas produk tidak hanya ditentukan oleh pekerjaan manufaktur, namun lebih luas dari itu, keterlibatan pemasok, desain dan pengembangan produk, dan kerja tim antar fungsi.5[5] 2. Biaya Produksi Biaya produksi meliputi semua biaya yang berhubungan dengan fungsi produksi yaitu semua biaya dalam rangka pengolahan bahan baku menjadi produk selesai yang siap untuk dijual. Biaya produksi dapat digolongkan ke dalam tiga kelompok yaitu : a. Biaya Bahan Baku Bahan baku adalah berbagai macam bahan yang diolah menjadi produk selesai dan pemakaiannya dapat diidentifikasikan secara langsung, atau diikuti jejaknya , atau merupakan bagian dari produk tertentu. Biaya bahan baku adalah harga perolehan berbagai macam bahan baku yang dipakai di dalam kegiatan pengolahan produk b. Biaya Tenaga kerja Langsung Tenaga kerja langsung adalah tenaga kerja yang jasanya dapat diidentifikasikan atau diikuti jejak manfaatnya pada produk tertentu. Biaya tenaga kerja langsung adalah balas jasa yang diberikan oleh perusahaan kepada tenaga kerja langsung dan jejaknya manfaatnya dapat diidentifikasikan pada produk tertentu. c. Biaya Overhead Pabrik Biaya overhead pabrik adalah biaya produksi selain biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung, contohnya seprti biaya reparasi dan pemeliharaan aktiva tetap pabrik.6[6] 5 [5] Mulyadi, Sistem Perencanaan dan Pengendalian Manajemen, Jakarta, Salemba Empat, 2007, Hal : 44 6 [6] R.A. Supriyono, Akuntansi Manajemen 1, Yogyakarta, BPFE-Yogyakarta, 1999, Hal : 194  Biaya Produksi Langsung Biaya langsung, berkaitan dengan obyek biaya tertentu dan dapat ditelusuri ke obyek biaya tersebut dengan cara yang layak secara ekonomi (efektif-biaya). contoh; biaya kaleng atau botol untuk produk teh botol.  Biaya Produksi Tak Langsung berkaitan dengan obyek biaya tertentu namun tidak dapat ditelusuri ke obyek biaya tersebut dengan cara yang layak secara ekonomi (efektif-biaya). Contoh; biaya gaji supervisor 3. Biaya Hilir  Biaya pemasaran Biaya Pemasaran adalah meliputi semua dalam melaksanakan kegiatan pemasaran atau kegiatan untuk menjual barang dan jasa perusahaan kepada para pembeli sampai dengan pengumpulan piutang menjadi kas. Sesuai dengan fungsi pemasaran, biaya pemasaran digolongkan menjadi : 1). Biaya untuk menimbulkan pesanan, contohnya seperti biaya promosi dll. 2). Biaya untuk melayani pesanan, diantaranya :  Biaya fungsi penggudangan dan penyimpanan produk selesai  Biaya fungsi pengepakan dan pengiriman  Biaya fungsi pemberian kredit dan penagihan piutang  Biaya fungsi administrasi penjualan.7[7]  Biaya Promosi Biaya promosi merupakan sejumlah dana yang dikucurkan perusahaan ke dalam promosi untuk meningkatkan penjualan.8[8] Biaya Promosi dapat dikategorikan sebagai biaya langsung apabila terkait langsung dengan suatu produk atau proyek. Tetapi apabila Biaya Promosi ini bersifat umum untuk seluruh kegiatan perusahaan, ia dapat dikategorikan sebagai biaya operasi.9 [9] 7 [7] Ibid, Hal : 195 8 [8] Henry Simamora, Akuntansi Manajemen, Jakarta, Salemba Empat, 2002, Hal : 762 9 [9] Freddy Rangkuty, Flexible Marketing, Jakarta, Gramedia Pustaka Utama, 2004, Hal : 123  Biaya Layanan Konsumen Biaya Layanan konsumen adalah sekumpulan biaya yang dikeluarkan untuk mengevaluasi, mendapatkan, dan menggunakan produk atau jasa tersebut.10[10] B. Manfaat Analisis Life Cycle Cost  Untuk meningkatkan kesadaran biaya. Penerapan LCC akan meningkatkan kesadaran akan manajemen dan insinyur pada faktor-faktor yang mendorong biaya dan sumber daya yang diperlukan oleh item, sehingga bisa dilakukan program pengurangan biaya.  Seluruh biaya hidup evaluasi. LCC memungkinkan evaluasi pilihan bersaing berdasarkan seluruh biaya hidup.  Memaksimalkan pendapatan. Dengan menerapkan LCC, operasi dan biaya pemeliharaan berkurang tanpa scarifying kinerja alat produksi melalui analisis parameter kinerja dan biaya driver.  Memahami prosedur untuk menerapkan LCC termasuk pengembangan Biaya Siklus Hidup model untuk berbagai aplikasi.  Memahami latar belakang teoritis nilai waktu uang dan analisis risiko serta dampaknya terhadap proses pengambilan keputusan.11[11] Analisis Laba Siklus Hidup Produk Baru Laporan: Analisis Produk Baru Proyek No.001 Estimasi siklus hidup produk: 2 tahun Proyeksi potensi penjualan: 1000 unit (siklus hidup), harga Rp 2/unit Target operating profit margin 20% Proyeksi laporan laba-rugi siklus hidup Penjualan (1000 unit @ Rp 2) 2.000 Biaya Input: Bahan 500 10 [10] Kotler, Phillip, Manajemen Pemasaran, Alihbahasa Benyamin Molan, Jakarta, Erlangga, 2000, Hal : 41 11 [11] http://pelatihan.co.id/life-cycle-cost-analysis .html, Friday, 30 November 20 Upah Biaya overhead pabrik Biaya mutu Biaya pemasaran Biaya administrasi Laba siklus hidup (laba operasi) 400 300 100 250 150 300 Berdasarkan proyeksi laba rugi di atas menunjukkan bahwa laba operasi terhadap penjualan (operating profit margin) sebesar: (Rp 300 / Rp 2.000) = 15%. Dengan demikian produk baru tersebut ditolak, karena target laba operasi terhadap penjualan sebesar 20%. B. Kesimpulan Life cycle costing merupakan teknik manajemen yang digunakan untuk mengidentifikasi dan memonitor biaya produk selama siklus hidupnya. Total biaya selama siklus hidup dibagi menjadi 3, yaitu: 1. Biaya hulu, terdiri dari riset dan pengembangan, desain yang membuat prototype, pengujian, teknis, dan pengembangan kualitas. 2. Biaya produksi, terdiri dari pembelian, biaya produksi langsung, biaya produksi tidak langsung. 3. Biaya hilir, terdiri dari pemasaran dan distribusi pengemasan, pengangkutan, contoh, promosi, Manfaat Analisis Life Cycle Cost  Untuk meningkatkan kesadaran biaya.  Seluruh biaya hidup evaluasi. LCC memungkinkan evaluasi pilihan bersaing berdasarkan seluruh biaya hidup.  Memaksimalkan pendapatan. Memahami prosedur untuk menerapkan LCC termasuk pengembangan Biaya Siklus Hidup model untuk berbagai aplikasi.  Memahami latar belakang teoritis nilai waktu uang dan analisis risiko serta dampaknya terhadap proses pengambilan keputusan Daftar Pustaka Blocher dkk, Manajemen Biaya, Jakarta:Salemba Empat T. Horngren ,Charles dkk, Akuntansi Biaya-Suatu Pendekatan Manajerial, Cetakan 4, Jakarta:Erlangga, Supriyono,R.A, Akuntansi Manajemen 1, Yogyakarta:BPFE-Yogyakarta Dipohusodo,Istimawan, Manajemen Proyek dan Kontruksi, Yogyakarta:Kanisius Mulyadi, Sistem Perencanaan dan Pengendalian Manajemen, Jakarta:Salemba Empat Simamora,Henry, Akuntansi Manajemen, Jakarta:Salemba Empat Rangkuty,Freddy, Flexible Marketing, Jakarta:Gramedia Pustaka Utama Kotler, Phillip, Manajemen Pemasaran, Alihbahasa Benyamin Molan, , Jakarta, Erlangga http://pelatihan.co.id/life-cycle-cost-analysis.html, 1.1. Latar Belakang Masalah Setiap perusahaan menginginkan biaya produksi sekecil mungkin, untuk mencapai maksud tersebut maka setiap mesin dan peralatan produksi harus dapat bekerja dengan baik dan mencapai standar yang dinginkan. Namun sehubungan dengan bergulirnya waktu suatu saat mesin dan peralatan akan mengalami penurunan efisiensi kerja peralatan dan akhirnya mesin dan peralatan tersebut tidak layak untuk dioperasikan lagi. Untuk mengendalikan keadaan ini setiap bagian berusaha untuk menekan anggaran sehingga tidak terjadi pemborosan. Adapun langkahlangkah yang ditempuh perusahaan adalah meminimumkan ongkos produksi serta pergantian peralatan yang lebih teliti. Dalam suatu proses produksi, perusahaan akan selalu dihadapkan dengan masalah biaya baik itu biaya langsung maupun biaya tidak langsung, yang salah satunya adalah biaya pergantian mesin. Untuk menghasilkan suatu produk diperlukan mesin untuk mendukung terlaksananya proses produksi. Pada proses produksi, suatu mesin tidak dapat dingunakan selamanya karena mesin mempunyai batas umur dalam pengoperasiannya. Walaupun secara teknis sutu mesin mempunyai kesanggupan berproduksi, tetapi secara ekonomis suatu mesin tidak selamanya menguntungkan untuk dioperasikan. Dengan bertambahnya umur mesin, maka biaya yang harus dikeluarkan juga bertambah besar. Hal ini disebabkan semakin menurunnya kondisi mesin sehingga untuk beroperasi memerlukan biaya tambahan. Telah diketahui bahwa suatu peralatan yang beroperasi memerlukan biaya tahunan yang meliputi dan pengembalian modal, biaya operasional tahunan rata -rata dan lain-lain. Selama biaya tahunan rata-rata masih lebih kecil dari nilai produksi, maka peralatan itu masih berada dalam batas umur ekonomis. Tetapi bila biaya tahunan sudah melebihi nilai produksi maka peralatan itu tidak lagi ekonomis dipergunakan, walaupun secara teknis masih dapat dipergunakan. Ada kemungkinan perusahaan mempunyai keterbatasan ruang gerak atau juga karena keadaan perusahaan itu sendiri sehingga perusahaan tidak melakukan perhitungan umur ekonomis peralatan yang dimilikinya. Namun bukan berarti perusahaan tidak menemukan sama sekali berbagai cara yang ditempuh sehingga diperoleh umur yang paling ekonomis Dalam studi ini akan dicoba melakukan perhitungan umur ekonomis Seal Machine pada PT. Centra Windu Sejati ditinjau dari segi biaya yang minimum. Mengingat juga pada umumnya mesin memerlukan biaya yang besar dalam pengoperasiannya mengakibatkan menaiknya ongkos produksi. 1.2. Perumusan Masalah Terlaksananya operasi produksi pada PT.Centra Windu Sejati menggunakan mesin-mesin dan peralatan yang cukup mahal dan sebagian di import. Di dalam pengoperasiannya mesin yang beroperasi memerlukan biaya-biaya meliputidana pengembalian modal, perawatan, bahan bakar dan bermacam-macam pembiayaan setiap tahun. Selama biaya tahunan masih kecil dari nilai produksi maka mesin-mesin berada dalam batas umur ekonomisnya, tetapi umur ekonomis dapat menentukan jarak penggantian mesin yang optimal dan merupakan kondisi yang tepat untuk studi ekonomi teknik. Tugas ini bertujuan untuk memberi gambaran sebagai salah satu pedoman danm sasaran pengambilan keputusan. Dengan memperhatikan latar belakang permasalahan yang ada maka pokok permasalahan adalah menentukan berapa biaya tahunan rata-rata untuk mesin yang diteliti agar dapat diketahui umur yang paling ekonomis dari Seal Machine. Studi yang dilakukan adalah penilaian kembali terhadap biaya-biaya yang telah dikeluarkan di masa lalu dan membuat suatu peramalan untuk masa yang akan datang guna melengkapi data yang dibutuhkan. Data hasil peramalan didapat dengan suatu metode tertentu sehingga dapat diperoleh suatu kesimpulan mengenai umur mesin yang paling ekonomis. Dasar penulisan penelitian ini adalah suatu kenyataan pemborosan dana investasi dapat terjadi akibat terlalu cepatnya mesin diganti dan pemborosan biaya operasional akibat terlalu lama mesin diganti. Dasar pemilihan Seal Machine adalah merupakan mesin utama dalam proses produksi. 1.3. Tujuan Penelitian Adapun tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menentukan umur paling ekonomis dari Seal Machine. Secara garis besar tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut : – Untuk menentukan besar biaya operasional yang dibutuhkan mesin seperti biaya suku cadang dan pelumas, pemakaian energi dan biaya upah tenaga kerja. – Untuk menentukan biaya Seal Machine dan Capital Recovery (dana pengembalian modal) – Untuk menentukan besar biaya operasional dan biaya dengan peramalan. – Untuk menentukan biaya tahunan rata-rata Seal Machine – Untuk menentukan umur paling ekonomis Seal Machine. 1.4. Manfaat Penelitian 1. Bagi Mahasiswa a. Dapat memahami/mengetahui berbagai macam aspek kegiatan di Perusahaan b. Dapat membandingkan teori-teori yang diperoleh dengan yang ada di lapangan c. Memperoleh data-data untuk penyusunan Tugas Akhir 2. Bagi Fakultas a. Menciptakan kerja sama antara perusahaan dengan Fakultas Teknik USU khususnya dengan Teknik Industri. b. Memperluas pengenalan akan Fakultas Teknik Departemen Teknik Industri Program Sarjana Ekstensi USU Medan. 3. Bagi Perusahaan a) Sebagai bahan masukan bagi pimpinan perusahaan dalam rangka memajukan pembangunan dibidang pendidikan dan dalam peningkatan efisiensi. 1.5. Ruang Lingkup dan Asumsi yang digunakan Dalam melakukan penelitian ini ada beberapa faktor yang selalu menjadi penghalang dan tidak dapat dihindari yatu faktor waktu dana dan data-data yang diperoleh Adapun ruang lingkup studi sesuai permasalahan diatas meliputi : 1. Penentuan mesin yang akan dianalisa yaitu Seal Machine. Jelasnya tulisan ini hanya mencakup satu Seal Machine dari tiga Seal Machine yang ada pada pabrik. 2. Tingkat bunga yang digunakan dalam penyelesaian permasalahan akan dihitung pada tahap yang lebih lanjut 3. Pengumpulan data yang berhubungan dengan mesin tersebut yaitu : – Spesifikasi mesin yang diteliti – Investasi Seal Machine – Data pemakaian suku cadang – Data pemakaian energi – Data Biaya energi listrik tiap tahun (rekening listrik PLN) – Data upah tenaga kerja untuk perawatan dan perbaikan Seal Machine – Waktu operasi, waktu perawatan dan perbaikan Seal Machine – Data upah tenaga kerja untuk operator Seal Machine – Data Inflasi tiap tahun 4. Perhitungan biaya operasional, biaya down time dan biaya pengembalian modal 5. Peramalan dilakukan untuk memperoleh prakiraan data untuk masa yang akan datang 6. Perhitungan total biaya tahunan rata-rata 7. Penentuan umur paling ekonomis 1.6. Batasan Masalah Adapun pembatasan masalah yang dilakukan agar hasil yang diperoleh tidak menyimpang dari tujuan yang diinginkan adalah: 1. Cara pengoperasian dan perawatan mesin-mesin yang diterapkan perusahaan dianggap sesuai dengan ketentuan standart dan diluar pembahasan studi ini . 2. Tingkat bunga uang yang dingunakan dalam penyelesaian permasalahan diambil pada tingkat bunga deposito yang berlaku pada tahun 2006. 1.7. Sistematika Penulisan Tugas Akhir Agar lebih mudah untuk dipahami dan ditelusuri maka sistematika penulisan tugas sarjana akan disajikan dalam beberapa bab sebagai berikut: BAB I : PENDAHULUAN Dalam bab ini akan diuraikan mengenai latar belakang permasalahan, rumusan permasalahan, tujuan penelitian, manfaat penelitian, ruang lingkup dan asumsi yang digunakan. BAB II : GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN Bab ini mengemukakan sejarah perusahaan, struktur organisasidan manajemen, proses produksi serta unit pendukung. BAB III : LANDASAN TEORI Dalam bab ini diuraikan mengenai tinjauan-tinjauan kepustakaan yang berisi teori-teori dan pemikiran-pemikiran yang digunakan sebagai landasan dalam pembahasan dan pemecahan masalah. BAB IV : METODOLOGI PENELITIAN Bab ini berisi metodologi yang digunakan untuk mencapai tujuan penelitian meliputi tahapantahapan penelitian dan penjelasan tiap tahapan secara ringkas disertai dengan diagram alirnya. BAB V : PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA Bab ini memuat data hasil penelitian yang diperoleh dari perusahaan sebagai bahan untuk melakukan pengolahan data yang digunakan sebagai dasar pembahasan masalah. BAB VI : ANALISA PEMECAHAN MASALAH Pada bab ini akan diuraikan tentang analisa hasil yang diperoleh dari pengolahan data yang telah dilakukan sebelumnya. BAB VII : KESIMPULAN DAN SARAN Bab ini berisikan kesimpulan yang dapat diambil oleh penulis dari hasil penelitian ini serta rekomendasi saran-saran yang perlu bagi perusahaan. BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Setiap perusahaan menginginkan biaya produksi sekecil mungkin, untuk mencapai maksud tersebut maka setiap mesin dan peralatan produksi harus dapat bekerja dengan baik dan mencapai standar yang dinginkan. Namun sehubungan dengan bergulirnya waktu suatu saat mesin dan peralatan akan mengalami penurunan efisiensi kerja peralatan dan akhirnya mesin dan peralatan tersebut tidak layak untuk dioperasikan lagi. Untuk mengendalikan keadaan ini setiap bagian berusaha untuk menekan anggaran sehingga tidak terjadi pemborosan. Adapun langkahlangkah yang ditempuh perusahaan adalah meminimumkan ongkos produksi serta pergantian peralatan yang lebih teliti. Dalam suatu proses produksi, perusahaan akan selalu dihadapkan dengan masalah biaya baik itu biaya langsung maupun biaya tidak langsung, yang salah satunya adalah biaya pergantian mesin. Untuk menghasilkan suatu produk diperlukan mesin untuk mendukung terlaksananya proses produksi. Pada proses produksi, suatu mesin tidak dapat dingunakan selamanya karena mesin mempunyai batas umur dalam pengoperasiannya. Walaupun secara teknis sutu mesin mempunyai kesanggupan berproduksi, tetapi secara ekonomis suatu mesin tidak selamanya menguntungkan untuk dioperasikan. Dengan bertambahnya umur mesin, maka biaya yang harus dikeluarkan juga bertambah besar. Hal ini disebabkan semakin menurunnya kondisi mesin sehingga untuk beroperasi memerlukan biaya tambahan. Telah diketahui bahwa suatu peralatan yang beroperasi memerlukan biaya tahunan yang meliputi dan pengembalian modal, biaya operasional tahunan rata -rata dan lain-lain. Selama biaya tahunan rata-rata masih lebih kecil dari nilai produksi, maka peralatan itu masih berada dalam batas umur ekonomis. Tetapi bila biaya tahunan sudah melebihi nilai produksi maka peralatan itu tidak lagi ekonomis dipergunakan, walaupun secara teknis masih dapat dipergunakan. Ada kemungkinan perusahaan mempunyai keterbatasan ruang gerak atau juga karena keadaan perusahaan itu sendiri sehingga perusahaan tidak melakukan perhitungan umur ekonomis peralatan yang dimilikinya. Namun bukan berarti perusahaan tidak menemukan sama sekali berbagai cara yang ditempuh sehingga diperoleh umur yang paling ekonomis Dalam studi ini akan dicoba melakukan perhitungan umur ekonomis Seal Machine pada PT. Centra Windu Sejati ditinjau dari segi biaya yang minimum. Mengingat juga pada umumnya mesin memerlukan biaya yang besar dalam pengoperasiannya mengakibatkan menaiknya ongkos produksi. 1.2. Perumusan Masalah Terlaksananya operasi produksi pada PT.Centra Windu Sejati menggunakan mesin-mesin dan peralatan yang cukup mahal dan sebagian di import. Di dalam pengoperasiannya mesin yang beroperasi memerlukan biaya-biaya meliputidana pengembalian modal, perawatan, bahan bakar dan bermacam-macam pembiayaan setiap tahun. Selama biaya tahunan masih kecil dari nilai produksi maka mesin-mesin berada dalam batas umur ekonomisnya, tetapi umur ekonomis dapat menentukan jarak penggantian mesin yang optimal dan merupakan kondisi yang tepat untuk studi ekonomi teknik. Tugas ini bertujuan untuk memberi gambaran sebagai salah satu pedoman danm sasaran pengambilan keputusan. Dengan memperhatikan latar belakang permasalahan yang ada maka pokok permasalahan adalah menentukan berapa biaya tahunan rata-rata untuk mesin yang diteliti agar dapat diketahui umur yang paling ekonomis dari Seal Machine. Studi yang dilakukan adalah penilaian kembali terhadap biaya-biaya yang telah dikeluarkan di masa lalu dan membuat suatu peramalan untuk masa yang akan datang guna melengkapi data yang dibutuhkan. Data hasil peramalan didapat dengan suatu metode tertentu sehingga dapat diperoleh suatu kesimpulan mengenai umur mesin yang paling ekonomis. Dasar penulisan penelitian ini adalah suatu kenyataan pemborosan dana investasi dapat terjadi akibat terlalu cepatnya mesin diganti dan pemborosan biaya operasional akibat terlalu lama mesin diganti. Dasar pemilihan Seal Machine adalah merupakan mesin utama dalam proses produksi. 1.3. Tujuan Penelitian Adapun tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menentukan umur paling ekonomis dari Seal Machine. Secara garis besar tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut : – Untuk menentukan besar biaya operasional yang dibutuhkan mesin seperti biaya suku cadang dan pelumas, pemakaian energi dan biaya upah tenaga kerja. – Untuk menentukan biaya Seal Machine dan Capital Recovery (dana pengembalian modal) – Untuk menentukan besar biaya operasional dan biaya dengan peramalan. – Untuk menentukan biaya tahunan rata-rata Seal Machine – Untuk menentukan umur paling ekonomis Seal Machine. 1.4. Manfaat Penelitian 1. Bagi Mahasiswa a. Dapat memahami/mengetahui berbagai macam aspek kegiatan di Perusahaan b. Dapat membandingkan teori-teori yang diperoleh dengan yang ada di lapangan c. Memperoleh data-data untuk penyusunan Tugas Akhir 2. Bagi Fakultas a. Menciptakan kerja sama antara perusahaan dengan Fakultas Teknik USU khususnya dengan Teknik Industri. b. Memperluas pengenalan akan Fakultas Teknik Departemen Teknik Industri Program Sarjana Ekstensi USU Medan. 3. Bagi Perusahaan a) Sebagai bahan masukan bagi pimpinan perusahaan dalam rangka memajukan pembangunan dibidang pendidikan dan dalam peningkatan efisiensi. 1.5. Ruang Lingkup dan Asumsi yang digunakan Dalam melakukan penelitian ini ada beberapa faktor yang selalu menjadi penghalang dan tidak dapat dihindari yatu faktor waktu dana dan data-data yang diperoleh Adapun ruang lingkup studi sesuai permasalahan diatas meliputi : 1. Penentuan mesin yang akan dianalisa yaitu Seal Machine. Jelasnya tulisan ini hanya mencakup satu Seal Machine dari tiga Seal Machine yang ada pada pabrik. 2. Tingkat bunga yang digunakan dalam penyelesaian permasalahan akan dihitung pada tahap yang lebih lanjut 3. Pengumpulan data yang berhubungan dengan mesin tersebut yaitu : – Spesifikasi mesin yang diteliti – Investasi Seal Machine – Data pemakaian suku cadang – Data pemakaian energi – Data Biaya energi listrik tiap tahun (rekening listrik PLN) – Data upah tenaga kerja untuk perawatan dan perbaikan Seal Machine – Waktu operasi, waktu perawatan dan perbaikan Seal Machine – Data upah tenaga kerja untuk operator Seal Machine – Data Inflasi tiap tahun 4. Perhitungan biaya operasional, biaya down time dan biaya pengembalian modal 5. Peramalan dilakukan untuk memperoleh prakiraan data untuk masa yang akan datang 6. Perhitungan total biaya tahunan rata-rata 7. Penentuan umur paling ekonomis 1.6. Batasan Masalah Adapun pembatasan masalah yang dilakukan agar hasil yang diperoleh tidak menyimpang dari tujuan yang diinginkan adalah: 1. Cara pengoperasian dan perawatan mesin-mesin yang diterapkan perusahaan dianggap sesuai dengan ketentuan standart dan diluar pembahasan studi ini . 2. Tingkat bunga uang yang dingunakan dalam penyelesaian permasalahan diambil pada tingkat bunga deposito yang berlaku pada tahun 2006. 1.7. Sistematika Penulisan Tugas Akhir Agar lebih mudah untuk dipahami dan ditelusuri maka sistematika penulisan tugas sarjana akan disajikan dalam beberapa bab sebagai berikut: BAB I : PENDAHULUAN Dalam bab ini akan diuraikan mengenai latar belakang permasalahan, rumusan permasalahan, tujuan penelitian, manfaat penelitian, ruang lingkup dan asumsi yang digunakan. BAB II : GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN Bab ini mengemukakan sejarah perusahaan, struktur organisasidan manajemen, proses produksi serta unit pendukung. BAB III : LANDASAN TEORI Dalam bab ini diuraikan mengenai tinjauan-tinjauan kepustakaan yang berisi teori-teori dan pemikiran-pemikiran yang digunakan sebagai landasan dalam pembahasan dan pemecahan masalah. BAB IV : METODOLOGI PENELITIAN Bab ini berisi metodologi yang digunakan untuk mencapai tujuan penelitian meliputi tahapantahapan penelitian dan penjelasan tiap tahapan secara ringkas disertai dengan diagram alirnya. BAB V : PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA Bab ini memuat data hasil penelitian yang diperoleh dari perusahaan sebagai bahan untuk melakukan pengolahan data yang digunakan sebagai dasar pembahasan masalah. BAB VI : ANALISA PEMECAHAN MASALAH Pada bab ini akan diuraikan tentang analisa hasil yang diperoleh dari pengolahan data yang telah dilakukan sebelumnya. BAB VII : KESIMPULAN DAN SARAN Bab ini berisikan kesimpulan yang dapat diambil oleh penulis dari hasil penelitian ini serta rekomendasi saran-saran yang perlu bagi perusahaan. BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Setiap perusahaan menginginkan biaya produksi sekecil mungkin, untuk mencapai maksud tersebut maka setiap mesin dan peralatan produksi harus dapat bekerja dengan baik dan mencapai standar yang dinginkan. Namun sehubungan dengan bergulirnya waktu suatu saat mesin dan peralatan akan mengalami penurunan efisiensi kerja peralatan dan akhirnya mesin dan peralatan tersebut tidak layak untuk dioperasikan lagi. Untuk mengendalikan keadaan ini setiap bagian berusaha untuk menekan anggaran sehingga tidak terjadi pemborosan. Adapun langkahlangkah yang ditempuh perusahaan adalah meminimumkan ongkos produksi serta pergantian peralatan yang lebih teliti. Dalam suatu proses produksi, perusahaan akan selalu dihadapkan dengan masalah biaya baik itu biaya langsung maupun biaya tidak langsung, yang salah satunya adalah biaya pergantian mesin. Untuk menghasilkan suatu produk diperlukan mesin untuk mendukung terlaksananya proses produksi. Pada proses produksi, suatu mesin tidak dapat dingunakan selamanya karena mesin mempunyai batas umur dalam pengoperasiannya. Walaupun secara teknis sutu mesin mempunyai kesanggupan berproduksi, tetapi secara ekonomis suatu mesin tidak selamanya menguntungkan untuk dioperasikan. Dengan bertambahnya umur mesin, maka biaya yang harus dikeluarkan juga bertambah besar. Hal ini disebabkan semakin menurunnya kondisi mesin sehingga untuk beroperasi memerlukan biaya tambahan. Telah diketahui bahwa suatu peralatan yang beroperasi memerlukan biaya tahunan yang meliputi dan pengembalian modal, biaya operasional tahunan rata -rata dan lain-lain. Selama biaya tahunan rata-rata masih lebih kecil dari nilai produksi, maka peralatan itu masih berada dalam batas umur ekonomis. Tetapi bila biaya tahunan sudah melebihi nilai produksi maka peralatan itu tidak lagi ekonomis dipergunakan, walaupun secara teknis masih dapat dipergunakan. Ada kemungkinan perusahaan mempunyai keterbatasan ruang gerak atau juga karena keadaan perusahaan itu sendiri sehingga perusahaan tidak melakukan perhitungan umur ekonomis peralatan yang dimilikinya. Namun bukan berarti perusahaan tidak menemukan sama sekali berbagai cara yang ditempuh sehingga diperoleh umur yang paling ekonomis Dalam studi ini akan dicoba melakukan perhitungan umur ekonomis Seal Machine pada PT. Centra Windu Sejati ditinjau dari segi biaya yang minimum. Mengingat juga pada umumnya mesin memerlukan biaya yang besar dalam pengoperasiannya mengakibatkan menaiknya ongkos produksi. 1.2. Perumusan Masalah Terlaksananya operasi produksi pada PT.Centra Windu Sejati menggunakan mesin-mesin dan peralatan yang cukup mahal dan sebagian di import. Di dalam pengoperasiannya mesin yang beroperasi memerlukan biaya-biaya meliputidana pengembalian modal, perawatan, bahan bakar dan bermacam-macam pembiayaan setiap tahun. Selama biaya tahunan masih kecil dari nilai produksi maka mesin-mesin berada dalam batas umur ekonomisnya, tetapi umur ekonomis dapat menentukan jarak penggantian mesin yang optimal dan merupakan kondisi yang tepat untuk studi ekonomi teknik. Tugas ini bertujuan untuk memberi gambaran sebagai salah satu pedoman danm sasaran pengambilan keputusan. Dengan memperhatikan latar belakang permasalahan yang ada maka pokok permasalahan adalah menentukan berapa biaya tahunan rata-rata untuk mesin yang diteliti agar dapat diketahui umur yang paling ekonomis dari Seal Machine. Studi yang dilakukan adalah penilaian kembali terhadap biaya-biaya yang telah dikeluarkan di masa lalu dan membuat suatu peramalan untuk masa yang akan datang guna melengkapi data yang dibutuhkan. Data hasil peramalan didapat dengan suatu metode tertentu sehingga dapat diperoleh suatu kesimpulan mengenai umur mesin yang paling ekonomis. Dasar penulisan penelitian ini adalah suatu kenyataan pemborosan dana investasi dapat terjadi akibat terlalu cepatnya mesin diganti dan pemborosan biaya operasional akibat terlalu lama mesin diganti. Dasar pemilihan Seal Machine adalah merupakan mesin utama dalam proses produksi. 1.3. Tujuan Penelitian Adapun tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menentukan umur paling ekonomis dari Seal Machine. Secara garis besar tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut : – Untuk menentukan besar biaya operasional yang dibutuhkan mesin seperti biaya suku cadang dan pelumas, pemakaian energi dan biaya upah tenaga kerja. – Untuk menentukan biaya Seal Machine dan Capital Recovery (dana pengembalian modal) – Untuk menentukan besar biaya operasional dan biaya dengan peramalan. – Untuk menentukan biaya tahunan rata-rata Seal Machine – Untuk menentukan umur paling ekonomis Seal Machine. 1.4. Manfaat Penelitian 1. Bagi Mahasiswa a. Dapat memahami/mengetahui berbagai macam aspek kegiatan di Perusahaan b. Dapat membandingkan teori-teori yang diperoleh dengan yang ada di lapangan c. Memperoleh data-data untuk penyusunan Tugas Akhir 2. Bagi Fakultas a. Menciptakan kerja sama antara perusahaan dengan Fakultas Teknik USU khususnya dengan Teknik Industri. b. Memperluas pengenalan akan Fakultas Teknik Departemen Teknik Industri Program Sarjana Ekstensi USU Medan. 3. Bagi Perusahaan a) Sebagai bahan masukan bagi pimpinan perusahaan dalam rangka memajukan pembangunan dibidang pendidikan dan dalam peningkatan efisiensi. 1.5. Ruang Lingkup dan Asumsi yang digunakan Dalam melakukan penelitian ini ada beberapa faktor yang selalu menjadi penghalang dan tidak dapat dihindari yatu faktor waktu dana dan data-data yang diperoleh Adapun ruang lingkup studi sesuai permasalahan diatas meliputi : 1. Penentuan mesin yang akan dianalisa yaitu Seal Machine. Jelasnya tulisan ini hanya mencakup satu Seal Machine dari tiga Seal Machine yang ada pada pabrik. 2. Tingkat bunga yang digunakan dalam penyelesaian permasalahan akan dihitung pada tahap yang lebih lanjut 3. Pengumpulan data yang berhubungan dengan mesin tersebut yaitu : – Spesifikasi mesin yang diteliti – Investasi Seal Machine – Data pemakaian suku cadang – Data pemakaian energi – Data Biaya energi listrik tiap tahun (rekening listrik PLN) – Data upah tenaga kerja untuk perawatan dan perbaikan Seal Machine – Waktu operasi, waktu perawatan dan perbaikan Seal Machine – Data upah tenaga kerja untuk operator Seal Machine – Data Inflasi tiap tahun 4. Perhitungan biaya operasional, biaya down time dan biaya pengembalian modal 5. Peramalan dilakukan untuk memperoleh prakiraan data untuk masa yang akan datang 6. Perhitungan total biaya tahunan rata-rata 7. Penentuan umur paling ekonomis 1.6. Batasan Masalah Adapun pembatasan masalah yang dilakukan agar hasil yang diperoleh tidak menyimpang dari tujuan yang diinginkan adalah: 1. Cara pengoperasian dan perawatan mesin-mesin yang diterapkan perusahaan dianggap sesuai dengan ketentuan standart dan diluar pembahasan studi ini . 2. Tingkat bunga uang yang dingunakan dalam penyelesaian permasalahan diambil pada tingkat bunga deposito yang berlaku pada tahun 2006. 1.7. Sistematika Penulisan Tugas Akhir Agar lebih mudah untuk dipahami dan ditelusuri maka sistematika penulisan tugas sarjana akan disajikan dalam beberapa bab sebagai berikut: BAB I : PENDAHULUAN Dalam bab ini akan diuraikan mengenai latar belakang permasalahan, rumusan permasalahan, tujuan penelitian, manfaat penelitian, ruang lingkup dan asumsi yang digunakan. BAB II : GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN Bab ini mengemukakan sejarah perusahaan, struktur organisasidan manajemen, proses produksi serta unit pendukung. BAB III : LANDASAN TEORI Dalam bab ini diuraikan mengenai tinjauan-tinjauan kepustakaan yang berisi teori-teori dan pemikiran-pemikiran yang digunakan sebagai landasan dalam pembahasan dan pemecahan masalah. BAB IV : METODOLOGI PENELITIAN Bab ini berisi metodologi yang digunakan untuk mencapai tujuan penelitian meliputi tahapantahapan penelitian dan penjelasan tiap tahapan secara ringkas disertai dengan diagram alirnya. BAB V : PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA Bab ini memuat data hasil penelitian yang diperoleh dari perusahaan sebagai bahan untuk melakukan pengolahan data yang digunakan sebagai dasar pembahasan masalah. BAB VI : ANALISA PEMECAHAN MASALAH Pada bab ini akan diuraikan tentang analisa hasil yang diperoleh dari pengolahan data yang telah dilakukan sebelumnya. BAB VII : KESIMPULAN DAN SARAN Bab ini berisikan kesimpulan yang dapat diambil oleh penulis dari hasil penelitian ini serta rekomendasi saran-saran yang perlu bagi perusahaan. BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Setiap perusahaan menginginkan biaya produksi sekecil mungkin, untuk mencapai maksud tersebut maka setiap mesin dan peralatan produksi harus dapat bekerja dengan baik dan mencapai standar yang dinginkan. Namun sehubungan dengan bergulirnya waktu suatu saat mesin dan peralatan akan mengalami penurunan efisiensi kerja peralatan dan akhirnya mesin dan peralatan tersebut tidak layak untuk dioperasikan lagi. Untuk mengendalikan keadaan ini setiap bagian berusaha untuk menekan anggaran sehingga tidak terjadi pemborosan. Adapun langkahlangkah yang ditempuh perusahaan adalah meminimumkan ongkos produksi serta pergantian peralatan yang lebih teliti. Dalam suatu proses produksi, perusahaan akan selalu dihadapkan dengan masalah biaya baik itu biaya langsung maupun biaya tidak langsung, yang salah satunya adalah biaya pergantian mesin. Untuk menghasilkan suatu produk diperlukan mesin untuk mendukung terlaksananya proses produksi. Pada proses produksi, suatu mesin tidak dapat dingunakan selamanya karena mesin mempunyai batas umur dalam pengoperasiannya. Walaupun secara teknis sutu mesin mempunyai kesanggupan berproduksi, tetapi secara ekonomis suatu mesin tidak selamanya menguntungkan untuk dioperasikan. Dengan bertambahnya umur mesin, maka biaya yang harus dikeluarkan juga bertambah besar. Hal ini disebabkan semakin menurunnya kondisi mesin sehingga untuk beroperasi memerlukan biaya tambahan. Telah diketahui bahwa suatu peralatan yang beroperasi memerlukan biaya tahunan yang meliputi dan pengembalian modal, biaya operasional tahunan rata -rata dan lain-lain. Selama biaya tahunan rata-rata masih lebih kecil dari nilai produksi, maka peralatan itu masih berada dalam batas umur ekonomis. Tetapi bila biaya tahunan sudah melebihi nilai produksi maka peralatan itu tidak lagi ekonomis dipergunakan, walaupun secara teknis masih dapat dipergunakan. Ada kemungkinan perusahaan mempunyai keterbatasan ruang gerak atau juga karena keadaan perusahaan itu sendiri sehingga perusahaan tidak melakukan perhitungan umur ekonomis peralatan yang dimilikinya. Namun bukan berarti perusahaan tidak menemukan sama sekali berbagai cara yang ditempuh sehingga diperoleh umur yang paling ekonomis Dalam studi ini akan dicoba melakukan perhitungan umur ekonomis Seal Machine pada PT. Centra Windu Sejati ditinjau dari segi biaya yang minimum. Mengingat juga pada umumnya mesin memerlukan biaya yang besar dalam pengoperasiannya mengakibatkan menaiknya ongkos produksi. 1.2. Perumusan Masalah Terlaksananya operasi produksi pada PT.Centra Windu Sejati menggunakan mesin-mesin dan peralatan yang cukup mahal dan sebagian di import. Di dalam pengoperasiannya mesin yang beroperasi memerlukan biaya-biaya meliputidana pengembalian modal, perawatan, bahan bakar dan bermacam-macam pembiayaan setiap tahun. Selama biaya tahunan masih kecil dari nilai produksi maka mesin-mesin berada dalam batas umur ekonomisnya, tetapi umur ekonomis dapat menentukan jarak penggantian mesin yang optimal dan merupakan kondisi yang tepat untuk studi ekonomi teknik. Tugas ini bertujuan untuk memberi gambaran sebagai salah satu pedoman danm sasaran pengambilan keputusan. Dengan memperhatikan latar belakang permasalahan yang ada maka pokok permasalahan adalah menentukan berapa biaya tahunan rata-rata untuk mesin yang diteliti agar dapat diketahui umur yang paling ekonomis dari Seal Machine. Studi yang dilakukan adalah penilaian kembali terhadap biaya-biaya yang telah dikeluarkan di masa lalu dan membuat suatu peramalan untuk masa yang akan datang guna melengkapi data yang dibutuhkan. Data hasil peramalan didapat dengan suatu metode tertentu sehingga dapat diperoleh suatu kesimpulan mengenai umur mesin yang paling ekonomis. Dasar penulisan penelitian ini adalah suatu kenyataan pemborosan dana investasi dapat terjadi akibat terlalu cepatnya mesin diganti dan pemborosan biaya operasional akibat terlalu lama mesin diganti. Dasar pemilihan Seal Machine adalah merupakan mesin utama dalam proses produksi. 1.3. Tujuan Penelitian Adapun tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menentukan umur paling ekonomis dari Seal Machine. Secara garis besar tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut : – Untuk menentukan besar biaya operasional yang dibutuhkan mesin seperti biaya suku cadang dan pelumas, pemakaian energi dan biaya upah tenaga kerja. – Untuk menentukan biaya Seal Machine dan Capital Recovery (dana pengembalian modal) – Untuk menentukan besar biaya operasional dan biaya dengan peramalan. – Untuk menentukan biaya tahunan rata-rata Seal Machine – Untuk menentukan umur paling ekonomis Seal Machine. 1.4. Manfaat Penelitian 1. Bagi Mahasiswa a. Dapat memahami/mengetahui berbagai macam aspek kegiatan di Perusahaan b. Dapat membandingkan teori-teori yang diperoleh dengan yang ada di lapangan c. Memperoleh data-data untuk penyusunan Tugas Akhir 2. Bagi Fakultas a. Menciptakan kerja sama antara perusahaan dengan Fakultas Teknik USU khususnya dengan Teknik Industri. b. Memperluas pengenalan akan Fakultas Teknik Departemen Teknik Industri Program Sarjana Ekstensi USU Medan. 3. Bagi Perusahaan a) Sebagai bahan masukan bagi pimpinan perusahaan dalam rangka memajukan pembangunan dibidang pendidikan dan dalam peningkatan efisiensi. 1.5. Ruang Lingkup dan Asumsi yang digunakan Dalam melakukan penelitian ini ada beberapa faktor yang selalu menjadi penghalang dan tidak dapat dihindari yatu faktor waktu dana dan data-data yang diperoleh Adapun ruang lingkup studi sesuai permasalahan diatas meliputi : 1. Penentuan mesin yang akan dianalisa yaitu Seal Machine. Jelasnya tulisan ini hanya mencakup satu Seal Machine dari tiga Seal Machine yang ada pada pabrik. 2. Tingkat bunga yang digunakan dalam penyelesaian permasalahan akan dihitung pada tahap yang lebih lanjut 3. Pengumpulan data yang berhubungan dengan mesin tersebut yaitu : – Spesifikasi mesin yang diteliti – Investasi Seal Machine – Data pemakaian suku cadang – Data pemakaian energi – Data Biaya energi listrik tiap tahun (rekening listrik PLN) – Data upah tenaga kerja untuk perawatan dan perbaikan Seal Machine – Waktu operasi, waktu perawatan dan perbaikan Seal Machine – Data upah tenaga kerja untuk operator Seal Machine – Data Inflasi tiap tahun 4. Perhitungan biaya operasional, biaya down time dan biaya pengembalian modal 5. Peramalan dilakukan untuk memperoleh prakiraan data untuk masa yang akan datang 6. Perhitungan total biaya tahunan rata-rata 7. Penentuan umur paling ekonomis 1.6. Batasan Masalah Adapun pembatasan masalah yang dilakukan agar hasil yang diperoleh tidak menyimpang dari tujuan yang diinginkan adalah: 1. Cara pengoperasian dan perawatan mesin-mesin yang diterapkan perusahaan dianggap sesuai dengan ketentuan standart dan diluar pembahasan studi ini . 2. Tingkat bunga uang yang dingunakan dalam penyelesaian permasalahan diambil pada tingkat bunga deposito yang berlaku pada tahun 2006.

Judul: Proposal Tugas Akhir

Oleh: Nur Afandi


Ikuti kami