Tugas Bindonesia Makalah

Oleh Oik Lia

145,4 KB 3 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Tugas Bindonesia Makalah

MAKALAH PERAN SERTA PELAJAR SMA DALAM UPAYA MENJAGA KETERTIBAN BERLALU LINTAS DI JALAN RAYA DISUSUN OLEH : 1. BELLA SEPTIANA (6) 2. BERLIANA PUTRI INDRASMARA (7) 3. BIMA PUTERA ABRIYELASA (8) 4. DAFFA ATHAYA (9) 5. DEA AYU AMALIA (10) XI IPA 1 SMA SETIABUDHI SEMARANG 2017 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Setiap orang pasti memiliki peranan masing–masing dalam kehidupan. Contohnya peran pelajar SMA, yaitu upaya dalam menjaga ketertiban berlalu lintas di jalan raya. Sebagian pelajar SMA ada yang mengetahui dan tidak tahu tentang bagaimana menjaga peraturan lalu lintas di jalan raya. Seharusnya pelajar SMA ikut serta dalam upaya menertibkan lalu lintas di jalan raya. Tindakan para pelajar SMA yang melanggar lalu lintas contohnya tidak memakai helm,tidak melengkapi surat–surat,memacu kendaraan melebihi ratarata kecepatan,menerobos rambu-rambu lalu lintas, parkir sembarangan. Dampak negatifnya menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengendara lain selain itu dapat menyebabkan korban kecelakaan. Adapun beberapa cara untuk menghindarinya yaitu dengan cara menaati peraturan lalu lintas,melengkapi surat-surat izin berkendara,memeriksa kendaraan sebelum berpergian,memakai pengaman saat mengendarai,tidak bermain handphone saat berkendara. Alasan penulis mengangkat topik ini karena, kurangnya kesadaran pelajar SMA dalam berlalu lintas maka dari itu menimbulkan rasa prihatin yang disebabkan pelajar SMA yang tidak tertib berlalu lintas. Sebagaimana kita ketahui bahwa dari tahun ke tahun permasalahanpermasalahan di bidang tranportasi jalan semakin meningkat, seperti semakin tingginya ketidaktertiban dalam berlalu lintas. Berdasarkan apa yang sudah kami kemukakan di atas mencoba untuk memberikan satu solusi mengenai beretika di jalan raya, sebagai salah satu upaya menjaga ketertiban berlalu lintas. 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas maka rumusan masalah dalam penulisan makalah ini adalah sebagai berikut. 1. Peraturan lalu lintas apa saja yang sering dilanggar oleh pengguna jalan? 2. Apa saja dampak negatif dari pelanggaran terhadap peraturan lalu lintas? 3. Apa upaya peran serta pelajar ataupun cara pengguna jalan agar menyadari pentingnya menaati peraturan lalu lintas? 1.3Tujuan Penulisan Makalah Berdasarkan rumusan masalah di atas maka tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut. 1. Mendeskripsikan jenis-jenis peraturan lalu lintas yang sering dilanggar oleh pengguna jalan. 2. Mendeskripsikan dampak negatif dari pelanggaran terhadap peraturan lalu lintas. 3. Mendeskripsikan upaya peran serta pelajar ataupun cara pengguna jalan agar menyadari pentingnya menaati peraturan lalu lintas. 1.4 Manfaat Berdasarkan tujuan di atas maka manfaat penulisan makalah ini adalah sebagai berikut. 1. Mengetahui jenis-jenis peraturan lalu lintas yang sering dilanggar oleh pengguna jalan. 2. Mengetahui dampak negatif dari pelanggaran terhadap peraturan lalu lintas. 3. Mengetahui upaya peran serta pelajar ataupun cara pengguna jalan agar menyadari pentingnya menaati peraturan lalu lintas. BAB II PERAN SERTA PELAJAR SMA DALAM UPAYA MENJAGA KETERTIBAN BERLALU LINTAS DI JALAN RAYA 2.1 Peraturan yang Kerap Dilanggar Berikut ini adalah beberapa jenis-jenis peraturan lalu lintas yang kerap dilanggar. 1. Menerobos Lampu Merah Lampu lalu lintas atau traffic light merupakan sebuah komponen vital pengaturan lalu lintas. Namun ironisnya, pelanggaran terhadap lampu lintas ini justru menempati urutan pertama sebagai jenis pelanggaran yang paling sering dilakukan pengguna kendaraan bermotor. Sedang terburu-buru serta tidak melihat lampu sudah berganti warna, adalah beberapa alasan yang sering terlontar dari si pelanggar. 2. Tidak Menggunakan Helm UU no 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan sudah mengatur mengenai kewajiban pengendara untuk penggunaan helm berstandar Nasional Indonesia (SNI). Bahkan dalam UU tersebut dengan jelas tertera pula sanksi jika pengemudi tidak mengenai helm, maka ia bisa dipidana dengan pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp250.000. Namun, pada prakteknya, lagi-lagi aturan ini sering diabaikan. Rata-rata beralasan, mereka enggan menggunakan helm karena jarak tempuh yang dekat serta merasa tidak nyaman. 3. Melawan Arus (Contra Flow) Di kota-kota besar seperti Jakarta, para pengendara sepeda motor acapkali bersikap seenaknya di jalanan dengan “melawan arus”. Mereka seolah tutup mata dengan adanya pengendara lain yang berjalan berlawanan arah dengan mereka. 4.Tidak Menyalakan Lampu Kendaraan Pasal 107 Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan menyatakan bahwa Pengemudi Kendaraan Bermotor wajib menyalakan lampu utama Kendaraan Bermotor yang digunakan di Jalan pada malam hari dan pada kondisi tertentu. Kemudian pada ayat kedua dinyatakan Pengemudi Sepeda Motor selain mematuhi ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib menyalakan lampu utama pada siang hari. Pelanggaran sering terjadi, terutama untuk kewajiban menyalakan lampu di siang hari. Rendahnya tingkat kedisiplinan pengguna jalan atau mungkin kurangnya sosialisasi khususnya untuk lampu di siang hari bisa menjadi penyebab seringnya aturan ini dilanggar. 5.Tidak Membawa Surat Kelengkapan Berkendara Aksi tilang yang dilakukan pihak kepolisian juga sering terjadi terhadap pengendara yang tidak membawa surat-surat berkendara seperti Surat Izin Mengemudi (SIM) serta Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Berbagai operasi yang tengah gencar dilakukan aparat acapkali mendapati pelanggaran semacam itu. Banyak diantara mereka yang belum memiliki SIM karena belum cukup usia, namun memaksakan diri untuk mengendarai sepeda motor. Hal ini tentunya bisa membahayakan keselamatan diri sendiri dan orang lain. 6.Jangan mengemudi di bawah pengaruh alkohol atau obat Kasus ini banyak sekali ditemukan di berbagai tempat di jalan raya. Banyak diantara mereka yang tidak segan-segan mengemudi di bawah pengaruh alkohol, kasus ini menyebabkan terjadinya kecelakaan dan akan menimbulkan macet di jalan yang akan menghambat aktivitas pengguna jalan lainnya. Hal ini tentunya bisa membahayakan keselamatan diri sendiri dan orang lain. 2.2 DAMPAK NEGATIF PELANGGARAN LALU LINTAS Pastinya setiap hal yang melanggar pasti aka nada dampaknya termasuk juga dampak pelanggaran lalu lintas, berikut adalah dampak dari pelanggaran lalu lintas. 1.Tingginya angka kecelakaan dipersimpangan atau perempatan maupun dijalan raya Kasus ini banyak sekali dialami oleh pengguna jalan yang tidak menaati peraturan lalu lintas. Biasanya pengguna jalan akan lupa menggunakan lampu sent saat akan berbelok dan pengguna jalan lain tidak tau dan akan menjadi kecelakaan. Biasanya kecelakaan tersebut di jalan persimpangan atau perempatan maupun dijalan raya. Hal ini pasti akan menggangu pengguna jalan lainnya. 2.Keselamatan pengendara yang mengunakan jalan menjadi terancam bahkan pejalan kali yang menyebrang jalan maupun berjalan di trotoar. 3. Kemacetan lalu lintas yang semakin parah dikarnakan para pengendara tidak mematuhi peraturan maupun rambu-rambu lalu lintas. 4. Kebiasaan para pengendara yang melanggar lalu lintas sehingga budaya melanggar peraturan lalu lintas. 2.3 PERAN SERTA PELAJAR ATAU PENGGUNA JALAN PENTINGNYA MENAATI PERATURAN LALU LINTAS Upaya penanaman kesadaran berlalu lintas semestinya merupakan upaya yang kontinu dan menjangkau hingga ke pelosok karena merupakan upaya untuk merubah pola pikir dan kebiasaan masyarakat dari segala strata usia, pendidikan dan status sosial. Point yang paling penting dari upaya ini adalah pencegahan terjadinya kecelakaan di jalan raya yang membuat jalan raya sebagai tempat yang aman dan nyaman untuk menunjang produktivitas masyarakat di segala bidang. 1)Penanaman kesadaran berlalu lintas sebaiknya dilakukan sejak dini dan dapat diintegrasikan sebagai salah satu muatan wajib dalam kurikulum PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini). Masa kanak-kanak merupakan fase awal dalam kehidupan manusia untuk memulai sosialisasi eksternal di luar lingkungan keluarga intinya dan pada fase ini mereka cenderung lebih mudah untuk menyerap nilai-nilai termasuk pengetahuan berlalu lintas karena pada nantinya jika mereka memasuki usia sekolah, remaja dan dewasa mereka akan selalu berinteraksi dengan sistem lalu lintas dan jalan raya dalam menjalankan aktivitasnya. Disini sangat diperlukan adanya kerjasama lintas sektoral yang saling terkait antara institusi pendidikan, kepolisian, pemerintah daerah dan kelompok kepentingan lainnya dalam menyusun kurikulum dan melaksanakan pengajaran mengenai pentingnya kesadaran berlalu lintas pada anak-anak. Apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan di jalan raya, bagaimana menghormati sesama pemakai jalan, pengenalan rambu-rambu lalu lintas dan bagaimana menyeberang jalan dengan aman adalah materi-materi dasar lalu lintas untuk tingkatan anak usia dini yang dapat dikemas dalam metode pengajaran yang menarik bagi mereka sehingga lebih mudah untuk tertanam dalam benak pikirannya dan mampu memberi nilai tambah bagi PAUD itu sendiri. 2.Kemudian institusi vital lainnya yang juga berperan penting dalam mendukung upaya menanamkan kesadaran berlalu lintas pada usia dini adalah keluarga dan media massa. Keluarga adalah institusi yang pertama dan utama bagi setiap individu untuk wahana sosialisasi dan internalisasi nilai-nilai. Pada masa usia dini, frekuensi kedekatan hubungan antara anak dengan orang tua masih sangat tinggi sehingga orang tualah yang harus menjadi guru bagi anak-anaknya dengan mensosialisasikan nilai-nilai hidup yang positif. Pada masa ini dengan kondisi lalu lintas yang makin rumit dan menuntut anak-anak untuk mulai banyak beraktivitas di luar rumah, terutama untuk kepentingan pendidikan, seharusnya disikapi secara adaptif oleh kalangan orang tua dengan mulai mengajarkan kepada anakanaknya bagaimana seharusnya bersikap dan bertingkah laku di jalan raya demi keselamatan dirinya sendiri. Terlebih karena tidak mungkin bagi orang tua untuk terus menerus mendampingi anak-anaknya dalam beraktivitas di luar rumah sehingga terasa sekali pentingnya anak-anak diajarkan sejak usia dini mengenai kesadaran berlalu lintas. Ketika ada kesempatan untuk pergi bersama keluarga, orang tua juga dapat memberi teladan dengan mengemudi kendaraan secara baik dan santun serta mematuhi rambu lalu lintas yang ada sehingga menjadi wahana pembelajaran yang efektif bagi anak di lingkungan keluarga intinya untuk memiliki kesadaran berlalu lintas sejak dini. Peranan media massa dalam mengkampanyekan kesadaran berlalu lintas dan keselamatan jalan tidak sebatas sebagai partner pemerintah saja mengingat kebutuhan masyarakat modern akan informasi sangatlah besar dan peluang inilah yang dapat dimanfaatkan oleh media massa untuk menyebarluaskan isu kesadaran berlalu lintas. Tema mengenai kesadaran berlalu lintas sebaiknya harus rutin diangkat oleh media massa setiap beberapa periode waktu tertentu demi efektivitas kampanye sadar berlalu lintas itu sendiri agar apa yang telah terpublikasikan ke masyarakat tidak begitu saja dilupakan dan mampu menambah pengetahuan masyarakat, terutama para orang tua untuk selanjutnya diajarkan pada anakanaknya. 3.Sosialisasi tentang ketertiban berlalu lintas kepada pengemudi. Para pengguna jalan harus memiliki etika kesopanan di jalan serta harus mematuhi dan melaksanakan peraturan lalu lintas, misalnya ke kiri jalan terus atau ke kiri ikuti lampu, dilarang parkir juga tidak membuang sampah sembarangan di jalan. 4.Kecepatan dalam mengendarai kendaraan harus disesuaikan dengan kondisi jalan apakah jalan tersebut ramai atau sepi, waktu pagi, siang, sore, ataupun malam. Untuk angkutan umum hendaknya tidak menaikkan atau menurunkan penumpang sembarangan. Dalam memanfaatkan jalan, kita harus menyadari bahwa bukan hanya kita saja yang menggunakan jalan tersebut, tetapi setiap orang berhak menggunakannya. Walaupun itu merupakan hak setiap orang namun, setiap orang berkewajiban untuk menjaga kesopanan di jalan, salah satunya dengan mematuhi peraturan lalu lintas yang ada. 5.Penegakkan hukum di jalan. Contoh aturan yang tertera pada undang-undang No. 22 Tahun 2009 : Pasal 106 ayat 4 “setiap orang mengemudi ketentuan rambu perintah atau rambu larangan,marka jalan,aalt memberi isyarat lain,gerakan lalu lintas,berhenti dan parkir,peringatan dengan bunyi dan sinar,kecepatan,tata cara penggandengan. BAB III PENUTUP 3.1 Simpulan Berdasarkan hasil pada bab pembahasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa ada beberapa jenis-jenis pelanggaran lalu lintas, antara lain 1) Menerobos Lampu Merah, 2) Tidak Menggunakan Helm, 3) Melawan Arus (Contra Flow), 4) Tidak Menyalakan Lampu Kendaraan, 5) Tidak Membawa Surat Kelengkapan Berkendara. Sementara itu, dampak negatif dari pelanggaran lalu lintas, antara lain 1) Tingginya angka kecelakan dipersimpangan atau perempatan maupun dijalan raya, 2) Keselamatan pengendara yang mengunakan jalan menjadi terancam bahkan pejalan kali yang menyebrang jalan maupun berjalan di trotoar, 3) Kemacetan lalu lintas yang semakin parah dikarnakan para pengendara tidak mematuhi peraturan maupun rambu-rambu lalu lintas, 4) Kebiasaan para pengendara yang melanggar lalu lintas sehingga budaya melanggar peraturan lalu lintas. Adapun peran serta pelajar atau pengguna jalan pentingnya menaati peraturan lalu lintas , antara lain 1) Penanaman kesadaran berlalu lintas sebaiknya dilakukan sejak dini, 2) keluarga dan media massa, 3) Sosialisasi tentang ketertiban berlalu lintas kepada pengemudi, 4) Kecepatan dalam mengendarai kendaraan harus disesuaikan dengan kondisi jalan, 5) Penegakan hukum di jalan. 3.2 Saran Berdasarkan hasil analisis dalam makalah ini, maka penulis menyarankan kepada pembaca untuk melakukan pengamatan atau penelitian seputar peraturan lalu lintas pada aspek yang lain. Misalnya topik penelitian penyebab pelanggaran peraturan lalu lintas. Selain itu, pengaruh dari pelanggaran lalu lintas adalah fatal yaitu kecelakaan yang dapat memakan korban. DAFTAR PUSTAKA Putra,Inneke. 2012. Sosialisasi Berlalu Lintas. http://www.google.co.id TERTIB+LALU+LINTAS. Diunduh pada 20 September 2017 pukul 17.00 WIB. Putra,Inneke. 2012 Berlalu Lintas.http://id.wikipedia.org/wiki/lalu_lintas. Diunduh pada 21 September 2017 pukul 18.30 WIB Putra,Inneke. 2012 Perundangan Berlalu Lintas http://118.97.61.233/perundangan/images/stories/doc/uu/uu_no.22_tahun_2009.pdf. Diunduh Pada 26 September 2017 pukul 09.32 WIB Putra,Inneke.2015 Pelanggaran Lalu Lintas https://nasional.sindonews.com/read/947769/163/10-pelanggaran-lalu-lintas-paling-seringterjadi-1420695422 . Diunduh pada 29 September 2017 pukul 08.06 WIB Danang,Sucahydi.2013 Masalah Pelanggaran Lalu Lintas http://umum.kompasiana.com/2010/03/04/masalah-pelanggaran-lalu-lintas . Diunduh pada 29 September 2017 pukul 08.13 WIB Danang,Sucahydi.2013 Penanaman Budaya Lalu Lintas http://edukasi.kompasiana.com/2011/05/17/penanaman-budaya-%E2%80%9Crikuh %E2%80%9D-dalam-berlalu-lintas-di-indonesia-2/ . Diunduh pada 29 September 2017 pukul 08.14 WIB Danang,Sucahydi.2013 Tugas http://serenity291185.wordpress.com/2008/11/20/tugas-makalah/ September 2017 pukul 08.15 WIB . Diunduh Makalah pada 29 KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan karunia dan rahmatNya kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan karya tulis dalam bidang lalu lintas dengan judul “Peran Serta Pelajar SMA dalam Upaya Menjaga Ketertiban Berlalu Lintas di Jalan Raya.” Walau banyak halangan dan rintangan,namun akhirnya karya tulis ini dapat terselesaikan. Penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan serta dukungan sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis ini. Baik dukungan moral maupun material. “Tiada gading yang tak retak, tiada pula yang sempurna”, demikian pula dengan penulisan karya tulis ini yang belum sepenuhnya sempurna. Penulis berharap semoga karya tulis ini dapat bermanfaat untuk meningkatkan ketertiban berlalu lintas pembaca. Semarang, 26 September 2017 Tim Penulis

Judul: Tugas Bindonesia Makalah

Oleh: Oik Lia

Ikuti kami