Makalah Penyakit Tulang

Oleh Mohamad Sulaeman

159,5 KB 3 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Makalah Penyakit Tulang

makalah penyakit tulang Kata Pengantar Puji syukur atas kehadiran Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan kesehatan kepada kelompok ini sehingga kelompok ini dapat membuat makala ini tanpa ada halangan. Ucapan terima kasih kepada Kepala SMA NEGERI 1 MAYONG yang telah membantu dalam pembuatan makalah ini. Ucapan terimakasih yang ke-2 kepada ibu Hidayatun yang telah membing kami dalam pembuatan makalah ini. Dan ucapan terima kasih yang terakhir kepada pihak2 yang telah membantu, dan tidak dapat disebutkan satu persatu. Makalah ini kami buat untuk memudahhkan pembelajaran siswa, karna dengan mkalah yang isinya singkat padat sehingga siswa mau membaca makalah ini. Sebab siswa jaman sekarang sangat malas untuk membaca buku. Jangankan membaca, membawa bukupun meereka enggan... Menyadari bahwa buku tebal tidak menarik minat pembaca (baca:siswa), hadirilah makalah biologi kami dalam “kemasan” praktis. Artinya praktis dibawa dan praktis dipelajari. Walaupun halamannya tidak setebal buku teks pelajaran, makalah ini terdapat informasi tentang penyakit pada tulang dan sendi. Dari minatnya membaca siswa yang sangat rendah, kami membuat makalah yang isinya padat dan mudah dipahami. kami berharap dengan kami buatnya makalah ini supaya minat membaca siswa kembali tinggi. Jepara, 26 oktober 2011 penulis DAFTAR ISI I. II. III. IV. V. VI. KATA PENGANTAR …………………………………………………… 1 DAFTAR ISI ……………………………………………………………... 2 PENDAHULUAN ……………………………………………………….. 3 PEMBAHASAN …………………………………………………………. 4 PENUTUP ………………………………………………………………... 7 DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………...... 8 A. Pendahuluan Pada Hewan dan manusia mempunyai alat gerak aktif dan pasif. Alat gerak aktif adalah otot karena otot berfungsi untuk berkontraksi sehingga dapat menggerakkan tulang. Sedangkan alat gerak pasif adalah tulang. Tulang disebut rangka, untuk menunjang kehidupan manusia, fungsi tulang adalah sebagai berikut : 1. 2. 3. 4. Penopang dan penunjang tegaknya tubuh Memberi bentuk tubuh Melindungi alat2 yang lunak Tempat melekatnya oto. Tanpa kondisi fit tulang dan sendi, manusia akan kesulitan untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Berikut ini adalah beberaa bentuk kelainan / gangguan tulang dan sendi pada orang . Kiposis, Lordosis, Skoliosis, Sublubrikasi, Keseleo, Dislokasi, Artritis, Ankilosis, Mikrosefalus, Osteoporosis, Rakitis Penyakit-penyakit ini lebih banyak terkena pada orang lang telah lanjut usia, antara umur 45-70. Juga biasanya karna pola hidup yang tidak sehat, pola makan yang sembarangan atau juga dari kelainan bawaan Maka untuk menjegah terjadinyapenyakit seperti itu kita harus menjaga pola hidup kita, tingkatkan olah raga, pola makan yang baik. B. Pembahasan Penyakit pada tulang Dalam menjalani fungsinya tulang dapat juga terserang gangguan atau penyakit salah satunya adalah radang sendi atau arthritis. Radang sendi atau artritis reumatoid (bahasa Inggris: Rheumatoid Arthritis, RA) merupakan penyakit autoimun (penyakit yang terjadi pada saat tubuh diserang oleh sistem kekebalan tubuhnya sendiri) yang mengakibatkan peradangan dalam waktu lama pada sendi. Penyakit ini menyerang persendian, biasanya mengenai banyak sendi, yang ditandai dengan radang pada membran sinovial dan struktur-struktur sendi serta atrofi otot dan penipisan tulang. Pada Gambar 1, ditunjukkan bahwa RA dapat mengakibatkan nyeri, kemerahan, bengkok dan panas di sekitar sendi. Berdasarkan studi, RA lebih banyak terjadi pada wanita dibandingkan pria dengan rasio kejadian 3 : 1. Umumnya penyakit ini menyerang pada sendi-sendi bagian jari, pergelangan tangan, bahu, lutut, dan kaki. Pada penderita stadium lanjut akan membuat si penderita tidak dapat melakukan aktivitas sehari-hari dan kualitas hidupnya menurun. Gejala yang lain yaitu berupa demam, nafsu makan menurun, berat badan menurun, lemah dan kurang darah. Namun kadang kala si penderita tidak merasakan gejalanya. Diperkirakan kasus Rheumatoid Arthritis diderita pada usia di atas 18 tahun dan berkisar 0,1% sampai dengan 0,3% dari jumlah penduduk Indonesia. A. Gejala Penderita RA selalu menunjukkan simtoma ritme sirkadia dari sistem kekebalan neuroindokrin.[1] RA umumnya ditandai dengan adanya beberapa gejala yang berlangsung selama minimal 6 minggu, yaitu : 1. 2. 3. 4. Kekakuan pada dan sekitar sendi yang berlangsung sekitar 30-60 menit di pagi hari Bengkak pada 3 atau lebih sendi pada saat yang bersamaan Bengkak dan nyeri umumnya terjadi pada sendi-sendi tangan Bengkak dan nyeri umumnya terjadi dengan pola yang simetris (nyeri pada sendi yang sama di kedua sisi tubuh) dan umumnya menyerang sendi pergelangan tangan Pada tahap yang lebih lanjut, RA dapat dikarakterisasi juga dengan adanya nodul-nodul rheumatoid, konsentrasi rheumatoid factor (RF) yang abnormal dan perubahan radiografi yang meliputi erosi tulang. B. Penanda RA yang terdahulu Rheumatoid Factor (RF) merupakan antibodi yang sering digunakan dalam diagnosis RA dan sekitar 75% individu yang mengalami RA juga memiliki nilai RF yang positif. Kelemahan RF antara lain karena nilai RF positif juga terdapat pada kondisi penyakit autoimun lainnya, infeksi kronik, dan bahkan terdapat pada 3-5% populasi sehat (terutama individu usia lanjut). Oleh karena itu, adanya penanda spesifik dan sensitif yang timbul pada awal penyakit sangat dibutuhkan. Anticyclic citrullinated antibody (anti-CCP antibodi) merupakan penanda baru yang berguna dalam diagnosis RA. Walaupun memiliki keterbatasan, RF tetap banyak digunakan sebagai penanda RA dan penggunaan RF bersama-sama anti-CCP antibodi sangat berguna dalam diagnosis RA. C. ANTI-CCP IgG Anti-CCP IgG merupakan penanda RA yang baru dan banyak digunakan dalam diagnosis kondisi RA. Beberapa kelebihan Anti-CCP IgG dalam kondisi RA antara lain : 1. 2. 3. Anti-CCP IgG dapat timbul jauh sebelum gejala klinik RA muncul. Dengan adanya pengertian bahwa pengobatan sedini mungkin sangat penting untuk mencegah kerusakan sendi, maka penggunaan AntiCCP IgG untuk diagnosis RA sedini mungkin sangat bermanfaat untuk pengobatan sedini mungkin. Anti-CCP IgG sangat spesifik untuk kondisi RA. Antibodi ini terdeteksi pada 80% individu RA dan memiliki spesifisitas 98%. Antibodi ini juga bersifat spesifik karena dapat membedakan kondisi RA dari penyakit artritis lainnya. Anti-CCP IgG dapat menggambarkan risiko kerusakan sendi lebih lanjut. Individu dengan nilai anti-CCP IgG positif umumnya diperkirakan akan mengalami kerusakan radiologis yang lebih buruk bila dibandingkan individu tanpa anti-CCP IgG. C. PENUTUP Dari penjelasan di atas diharapkan agar pembaca lebih mengerti tentang penyakit radang sendi sehingga para pembaca bias mengantisipasi penyakit radang sendi. Karena tulang merupakan organ yang paling penting bagi tubuh kita maka sebabtu mencegah kelainan tulang lebih baik dari pada mengobati, karena mengobati tak selamanya merubah tulang kita seperti semula. DAFTAR PUSTAKA http://makalah-kelainan-tulang.com http://penyebab-radang-sendi-arthritis http://cara-mengobati-radang-sendi-arthritis Makalah Penyakit Tulang KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT. Atas berkat rahmat, nikmat dan hidayah-Nya penulis mampu menyelesaikan makalah ini. Shalawat serta salam seoga tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW, beserta segenap keluarga, sahabat serta pengikutnya hungga akhir zaman. Amin. Makalah yang penulis beri judul “Makalah Biologi Tentang Penyakit Pada Tulang ” dibuat dengan tujuan untuk memenuhi tugas mata pelajaran biologi. Dalam penulisannya, penulis mengalami beberapa kendala. Namun, beruntung a d a p i h a k y a n g b e r s e d i a m e m b a n t u k e la n c a r a n p e n u l i s a n m a k a l a h i n i . O l e h k a r e n a i t u , p e n u l i s u c a p a ka n t e r i m a ka s i h k e p a d a s e g e n a p p i h a k y a n g t e l a h membantu penulis. Penulis sadar bahwa makalah ini masih memiliki kelemahan dan kekurangan. Oleh karena itu, penulis memohon maaf atas kekurangan tersebut. Penulis juga senanti asa membuka tangan untuk menerima kriti k dan saran yang membangun agar kelak penulis bisa berkarya lebih baik lagi. Harapan penulis, semoga karya kecil ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Semoga pula makalah ini dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Yogyakarta, 28 Agustus 2012 Penulis DAFTAR ISI KATA PENGANTAR …………………………………………………………...………..… i DAFTAR ISI ………………………………..………………...…………………………...... ii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ……….………………………………...……………………...…… 1 B. Rumusan Masalah……...…………………………………………..…...…………… 1 C. Tujuan Penulisan…………………………………………………....……………...... 1 BAB II PEMBAHASAN A. Macam-macam penyakit pada tulang dan penyebabnya……….......……...…….. 3 B. Penjelasan beberapa penyakit tulang …………………………………………..… 5 BAB III PENUTUP Kesimpulan…......…………………………………………………………………………..... 12 BAB IV DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………....... 13 BAB I PENDHULUAN A. Latar belakang Pembangunan kesehatan akan berhasil secara optimal bila ditunjang oleh suatu sistem pelayanan kesehatan di mana didalamnya mencakup berbagai upaya-upaya kesehatan antara lain : Pelayanan Gizi, Pelayanan Kesehatan Masyarakat, Pelayanan Kedoteran Dan Pelayanan Perawatan. Penyakit tulang merupakan masalah dari kesehatan, penyakit ini menyerang pada bagian tulang. Penyakit tulang menginfeksi penduduk di Dunia. Penyakit tulang ini sering dijumpai pada orang usia lanjut, anak-anak, pada ibu hamil dan pada masa muda biasanya dikarenakan tumor pada tulang, kegagalan perkembangan yang sempurna pada tulang dan karena banyak hal lainnya. Ini di sebabkannya penderita yang tidak berhasil di sembuhakan, biasanya penderita akan di rujuk dengan Amputasi pada daerah yang telah di pastikan mempunyai penyakit tulang. Berdasarkan data di atas, penulis merasa tertarik untuk mencoba melakukan penelitian tentang penyakit tulang dengan judul “PENYAKIT PADA TULANG” B. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas maka penulis merumuskan gambaran tingkat pengetahuan terhadap penderita, terhadap resiko terjadinya penyakit tulang. C. Tujuan Penulisan 1. Tujuan umum Mengetahui beberapa macam penyakit tulang 2. Mengidentifikasi beberapa gambaran penyembuhan tentang penyebab penyakit tulang BAB II PEMBAHASAN A. Macam-macam penyakit pada tulang dan penyebabnya : 1. Riketsia Disebabkan karena kekurangan vit. D sehingga tulang kaki tumbuh membengkok membentuk huruf X atau O. Pencegahannya dengan penambahan kalsium, fosfor dan vit. D 2. Osteoporosis Disebabkan karena kekurangan mineral sehingga tulang menjadi rapuh dan mudah patah. 3. Fraktura(patah tulang) a. Fraktura terbuka, terjadi apabila tulang yang patah mencuat ke permukaan kulit. b. Fraktura tertutup, terjadi apabila tulang yang patah terlindung otot dan kulit. 4. Artritis Adalah penyakit sendi, Rematik adalah salah satu bentuk artritis. 5. Lordosis Merupakan kelainan dengan melengkungnya tulang belakang yang berlebihan kearah depan di bagian pinggang. 6. Kiposis Merupakan kelainan dengan melengkungnya tulang belakang yang berlebihan dibagian dada kearah belakang. 7. Skoliosis melengkungnya tulang belakang kearah samping. 8. Polio Adalah penyakit lumpuh yang disebabkan oleh virus polio. 9. Osteomyelitis Adalah infeksi akut pada tulang 10. Ricketsia dan Osteomalacia Tulang bengkok dan condong keluar sehingga timbul tungkai yang meanyerupai busur 11. Achondroplasia dan Osteogenesis Imperfecta Merupakan kegagalan pada perkembangan yang sempurna dari tulang ekstremitas dan dasar tengkorak yang pertama-tama terbentuk dalam tulang rawan. 12. Tumor Simpleks Tulang, Chondroma B. Penjelasan beberapa penyakit tulang 1. Osteomyelitis 1.1 Pengertian Osteomyelitis Osteomyelitis akut adalah infeksi akut pada tulang yang paling sering terlihat di antara anak-anak biasanya infeksi ini disebabkan lewat darah dari tempat lain, dan sering disebabkan oleh staphjlococcus aureus. Yang terserang biasanya terutama pada bagian tulang panjang ekstremitasi, dan infeksi dimulai pada metapyhsis bagian tulang disebelah lempeng tulang rawan epiphysis. Penyebarannya dapat terjadi sepanjang cavum mendullaris dan melalui cortex yang menimbukan suatu abscess supariosteum dan bahkan akan menimbulkan arthritis pada sendi di sebelahnya.Penderita osteomyelitis ini akan mengalami nyari tekanan akut pada derah tulang yang sakit, pembengkakan dan kemerahan pada bagian yang diderita, nyeri bila di bagian yang sakit digerakan dan pyrexia. 1.1.1 Penatalaksaan pengobatan Penderita osteomylitis akut diberikan antibiotic yang segera di berikan dalam bentuk kombinasi gabungan dua macam antibiotic. Pemberian obat antibiotic yang akan menyembuhkan infeksi ini. Apabila obat yang diberikan terlambat dan jika tindakanya terlambat, maka dapat terjadi pus sehingga diperlukan drainage dengan insisi dan jika perlu dibuat lubang dengan pengetoran pada tulang untuk memungkinkan keluar pus (nanah) tersebut. 1.1.2 Osteomyelitis kronis Infeksi yang diakibatkan oleh bakteri tertentu misalnya oleh tuberkulosis. Osteomyelitis kronis sudah jarang dijumpai dinegara-negara maju. Osteomyelitis kronis diakibatkan karena sesuatu Osteomyelitis akut yang tidak diobati dengan memadai dan infeksi derajat rendah yang disebabkan oleh bakteri dengan virus lensis rendah dan perlahan-lahan menyebabkan absorpasi tulang dengan terbentuknya kapasitas, abssess segustrum. Tuberkulosis dapat menyebabkan Osteomyelitis tipe kronis , tempat yang sering diserang adalah vertebra thoracalis tau lumbalis yang meliputi corpus vertebra. Mayoritas terbanyak pasien Osteomyelitis ini adalah anak-anak. Destroksi yang lambat terjadi pada tulang dan discus. Intervetebralis dengan terbentuknya abscess pada akhirnya terjadi abscess dingin yang berupa benjolan lunak dengan fluktuasi yang hanya sedikit merah dan nyeri tekanan. Destruksi tulang menyebabkan runtuhnya vertebra dengan akibat kyphosis dan kemungkinan kerusakannya medulla spinalis. Abscess dapat terbentuk pada daerah punggung atau dada, merembes kedalam otot sampai daerah lipat paha (kadang-kadang keadaan ini dikelirukan dengan hernia). Pada anak-anak biasanya akan nyeri tekan pada sekitar daerah punggung. Akan timbulnya kekakuan dan gangguan bila akan mel;akukan gerakan dan dapat diketahui dari pemeriksaan sinar X destruksi tulang dan menunjukan sering adanya abscess. 2. Ricketsia dan Osteomalacia Definisi vitamin D pada anak-anak yang menyebabkan tulang tumbuh menjadi lunak dan mudah bengkok pada kasus-kasus yang berat, berat badan anak akan menimbulkan distrosi pelvis dan ekstermitas bahwa akan menjadi bengkok dan condong keluar sehingga timbul tungkai yang meanyerupai busur (bow legs). Osteomalacia serupa dengan ricketsia, tetapi terjadi pada orang dewasa dan bukan pada anakanak. Di Negara maju kelainan ini sudah jarang dijumpai karena faktor teknologi yang moderen, namun teryata kasus Osteomalacia ini ditemukan dinegara Cina bagian utara dengan diet yang kurang vitamin D dan kalsium yang kurang. Banyak pasien yang tidak menunjukan gejala khususnya jika penyakit tersebut hanya mengenai beberapa tulang. Penderita akan menggalami peningkatan ukuran cranium dan kyphosis yang mencolok jika penyakit ini menyerang vertebra sehingga punggung napak sangat bungkuk. Yeri belakangnya pada tulang yang terserang umumnya dijumpai dan rasa nyeri ini menjadi berat dan sakit. 2.1 Penatalaksanaan Pengobatan Penderita Ricketsia harus diberi tindakan yang terdiri atas pemberian vitamin D dan jika perlu haru diadakan pembedahan untuk memperbaiki deformitas. Calcitonin tindakan yang digunakan hanya untuk menghambat perkembangan deformitas dan meredakan rasa nyeri pada sekitar daerah yang sakit. 3. Achondroplasia dan Osteogenesis Imperfecta Achondroplasia jarang ditemukan dan bersifat herediter, kegagalan pada perkembangan yang sempurna dari tulang ekstremitas dan dasar tengkorak yang pertama-tama terbentuk dalam tulang rawan. Gambar klinis batang tubuh tetap normal, tetapi ekstremitasnya pendak dan kepala tampak hidrocphalus karna dasar tengkorak tidak berkembang dan ternyata orang-orang katai yang bermain sirkus sering merupakan penderita achondroplasia. Achondroplasis juga ditemukan pada anjing. Osteogenesis Imperfecta kelainan tulang terjadi pada anak yang dilahirkan dengan tulang yang rapuh sehingga mudah mengalami faktur, dan faktur terjadi akibat penipisan cortex pada tulang yang kekuatannya kemudian berkurang. Pasie npenyakit ini sering mengalami faktur dengan trauma yang ringan tetapi pada kasus yang sangat berat keadaannya dapat sedemikian lemah sehingga sudah meninggal pada usia anak-anak. Biasanya banyak pasien penderita penyakit ini akan memperlihatkan sclera yang biru atau juga di sebut dengan Istilah medis denagn nama (blue sclera) pada bagian matanya. Kemudian tulang berangsur-angsur akan menebal sampai usia dewasa yang akhirnya menjadi normal kekuatan dan strukrurnya. 4. Tumor Simpleks Tulang 4.1 Chondroma Tumor simpleks yang tersusun dari tulang rawan yaitu cartilago dan sering di temukan melekat pada tulang panjang pasien yang berusia muda, tulang ini kemudian mengalami ossisfikasi dan menjadi “oxostosis” penonjolan tulang, dan keadaan condroma di jumpai dalam subtansi tulang. Osteoma juga merupakan tumor simplek yang menyarang bagiaan tengkorak tumor ini bisa diangkat jika menemukan struktur lainnya. Pada tulang panjang os femur dan os tebia sering ditemukan Osteoclastoma tumor yang tersusun dari sel osteoclast yang melarutkan tulang sehingga timbul rongga-rongga kistik 90% sebagian besar osteoclastoma disebabka oleh tumor benigna tetapi 10% sebagian lagi maligna sejak awalnya, dan penderita bisanya dijumpai pada usia muda. Pada bagian yang diderita akan terjadi benjolan yang tumbuh secara perlahan-lahan, keluhan nyeri mungkin tidak terdapat atau merupakan akhir dapat berupa faktur. Magnalitasi Primer pada sarkoma osteogenetik paling sering dijumpai diantara remaja pada tulang dekat lutut atau pada Os humeri. Tumor ini tumbuh dengan sangat cepat dan akan mengadakan metastase dini khususnya ke paru-paru. Biasanya sering terjadi nyeri yang cukup hebat untuk menimbulkan kecungaan akan osteomyelitis dan akan terjadi pembengkakan, benjol pada derah setempat. Putusnya kesinambungan tulang atau juga patah tulang (faktur) sarkoma osteogenetik ini dapat diketahui dengan pemeriksaan sinar x dan biopsi penyakit maglitas skunder jauh lebih sering ditemukan berasal dari payudarah, paru, thyroid dan tempat-tempat lainnya. 4.2 Penatalaksanaan Pengobatan Pasien akan diberi tindakan eksis lokal yang luas karena di takutkan akan adanya keganasan dan jika perlu, dilakukan pencangkokan tulang untuk mengisi defek yang terjadi. Dan jika Tumor simpleks tulang ini menjadi kronis munkin di perlukan Amputasi khususnya jika tumor tersebut tumbuh kembali dan bersifat ganas karena di takutkan akan menyebar atau menjalar kebagian tubuh lainnya. Tindakan Amputasi radikal ekstremitas dapat di lakukan tetapi hasilnya sangat jelek pada tulang. Tumor tersebut biasanya akan memberikan reaksi yang cepat terhadap Radio terapi, akan tetapi tumor akan selalu tumbuh kembali. Karena itu Radio terapi merupakan tindakan yang hanya paliatif. Tindakan lainnya yaitu kemoterapi. Tindakan ini semakin di gunakan karena menunjukkan hasil yang semakin baik. BAB III KESIMPULAN Berdasarkan uraian tersebut diatas kiranya penulis dapat menarik beberapa kesimpulan bahwa : 1. Penyakit tulang sering ditemukan pada usia anak-anak, usia muda dan usia lanjut. 2. Tumor pada tulang akan mengakibatkan kefatalan yaitu “Amputasi” pada daerah tulang yang di derita. 3. Penyakit tulang jarang di jumpai pada negara-negara maju. 4. Penyakit tulang tuberkulosis dapat menyebabkan penyakit osteomyelitis tipe kronis. BAB IV DAFTAR PUSTAKA http://bangiwell.blogspot.com/2012/05/penyakit-tulang.html

Judul: Makalah Penyakit Tulang

Oleh: Mohamad Sulaeman

Ikuti kami