Tugas Jumat

Oleh Wah Adigun

104,8 KB 11 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Tugas Jumat

Nama : I Gusti Ngurah Adi Gunawan NPM : 1833121306 Kelas : D9 Dasar dari perilaku kelompok a. Mendefinisikan dan Mengklasifikasikan Kelompok Kelompok adalah dua individu atau lebih yang saling berinteraksi dan ketergantungan, yang bergabung bersama untuk mencapai tujuan-tujuan khusus. Kelompok dapat bersifat formal dam informal. Kelompok formal didefinisikan sebagai suatu kelompok rancangan yang ditetapkan dalam struktur organisasi. Sedangkan kelompok informal adalah suatu kelompok baik yang tidak terstruktur formal juga tidak ditetapkan organisasi, tampak dalam respon pada kepentingan untuk hubungan sosial b. Tahap-tahap Dalam Pengembangan Kelompok Lima tahap perkembangan kelompok, yaitu: 1. Tahap Pembentukan (Forming) Tahap ini merupakan tahap pertama dalam pembentukan kelompok kerja, para anggota mulai mempelajari tugas yang diberikan dan berkenalan dengan anggota lainnya. Tahap Forming ini dikarakteristikkan oleh banyaknya ketidakpastian, para anggota kelompok masih tidak terlalu jelas mengenai Tujuan dan Objective kelompok, merasa kebingungan, masih menyembunyikan perasaan masing-masing, keterlibatannya masih kurang. 2. Tahap timbulnya Konflik (Storming) Tahap kedua adalah Tahap timbulnya konflik yang menurut Tuckmen disebut dengan Storming. Para anggota mulai bekerja tetapi mereka cenderung akan mempertahankan pendapat mereka sendiri, menolak batasan-batasan yang ditetapkan oleh Kelompok terhadap Individu mereka. Tahap Storming ini dikarakteristikan oleh konflik Intra Kelompok. Beberapa tanda-tanda bahwa Kelompok berada di Tahap Storming adalah timbulnya kemarahan, perasaan menyebalkan, ketidaknyamanan, terjadinya adu pendapat / konfilik dan kegagalan. 3. Tahap Normalisasi (Norming) Tahap ketiga adalah Tahap Normalisasi (Norming) yaitu Tahap terbentuk hubungan yang dekat antar anggota kelompok dan menetapkan aturan-aturan serta menemukan cara komunikasi yang tepat supaya dapat membantu mereka mencapai tujuan yang diinginkan. Tanda-tanda Kelompok berada di Tahap Norming adalah adanya peninjauan ulang dan penjelasan mengenai Objective/Tujuan Kelompok, timbulnya persahabatan dan kerjasama antar anggota kelompok, mulai dapat mendengar pendapat anggota lain serta dapat meng-identifikasi-kan kekuatan dan kelemahan. 4. Tahap berkinerja (Performing) Tahap keempat adalah Tahap berkinerja (Performing) dimana semua anggota kelompok telah dapat bekerja dan berfungsi secara penuh. Pada tahap ini, semua anggota memiliki kebersamaan, Percaya diri, kreatif, Inisiatif dan semangat yang tinggi serta Sukses. 5. Tahap Pembubaran (Adjourning) Tahap ini dikhususkan untuk Kelompok-kelompok kerja yang bersifat sementara. Setelah suatu proyek selesai ataupun suatu permasalahan berhasil dituntaskan, kelompok kerja tersebut akan dibubarkan. c. Keragaman Keragaman diartikan sebagai sejauh mana para anggota dari suatu kelompok memiliki kesamaan, atau berbeda dari, satu sama lain. Keragaman terlihat untuk meningkatkan konflik kelompok, terutama dalam tahap awal masa jabatan kelompok,yang mana sering kali menurukan moral kelompok dan meningkatkan tingkat berhentinya anggota.Salah satu efek yang timbul dari keragaman adalah lini kesalahan. Lini kesalahan atau faultlines adalah divisi yang dipandang yang membagi kelompok menjadi dua atau lebih sub kelompok yang didasarkan pada perbedaan individu, misalnya jenis kelamin, ras, umur, pengalaman kerja, dan pendidikan. Lini kesalahan yang didasarkan pada perbedaan dalam keterampilan, pengetahuan,dan keahlian dapat memberikan manfaat ketika kelompok-kelompok dalam budaya organisasi yang menekankan kuat pada hasil. Hal ini karena budaya yang didorong oleh hasil akan memusatkan orang-orang pada apa yang penting bagi perusahaan dan bukannya pada permasalahan yang timbul dari sub kelompok. Meskipun riset mengenai lini kesalahan menyarankan bahwa keragaman dalam kelompok merupakan pedang bermata dua, riset terbaru mengindikasikan bahwa merekadapat secata strategis dipekerjakan untuk meningkatkan kinerja. d. Pengambilan Keputusan Kelompok Dalam pengambilan keputusan menggunakan kelompok, para manajer harus menilai apakah peningkatan dalam efektivitas jauh lebih banyak dari cukup untuk mengimbangi penurunan dalam efesiensi. 1. Kelompok versus individu Kelompok merupakan kendaraan yang sempurna untuk mengerjakan beberapa langkah dalam proses pengambilan keputusan. - Kekuatan Pengambilan Keputusan Kelompok  Informasi dan pengetahuan yang lebih lengkap  Keragaman pandangan yang lebih luas  Penerimaan suatu solusi. - Kelemahan Pengambilan Keputusan Kelompok  Memerlukan lebih banyak waktu untuk mencapai suatu solusi  Terdapat kepatuhan tekanan  Didominasi oleh salah satu atau beberapa anggota  Tanggung jawab yang ambigu. 2. Pemikiran Kelompok dan Pergeseran Kelompok Dua efek samping dari pengambilan keputusan kelompok kedua fenomena ini mempunyai potensi memengaruhi kemampuan kelompok untuk menilai alternatifalternatif secara positif dan menghasilkan solusi keputusan yang berkualitas.Fenomena yang pertama, yang disebut pikiran kelompok (groupthink), dikatakan dengan norma-norma fenomena ini menggambarkan situasi ketika tekanan kelompok untuk kesesuaian menghalangi kelompok untuk menghargai secara kritis pandangan- pandangan yang tak biasa,minoritas,atau tak popular, pikiran kelompok jadi penyakit yang menyerang bayak kelompok dan dapat secara dramatis merintangi kinerjanya. Fenomena kedua yang kami tinjau ulang disebut pergeseran kelompok (groupshift). Fenomena ini mengindikasikan bahwa dalam membahas seperangkat alternatif dan mencapai pemecahan tertentu, para anggota kelompok cenderung membesar-besarkan posisi (pendirian) awal yang mereka anut. 3. Teknik-Teknik dalam Pengambilan Keputusan Kelompok Dalam pengambilan keputusan secara groups, terdapat beberapa teknik yang dapat digunakan untuk memfasilitasi terjadinya pengambilan keputusan. Pemilihan teknik yang akan digunakan harus memperhatikan keeefektifan dan juga karakter individuindividu yang akan menjadi sebuah group. Teknik yang dapat digunakan adalah :  Interacting Groups adalah kelompok yang khusus dimana setiap anggotanya berinteraksi satu sama lain face to face.  Nominal Groups Technique adalah teknik yang digunakan dalam pengambilankeputusan secara group dimana anggota group bertemu tatap muka.  Brainstorming adalah sebuah proses mencari ide sebanyak-banyaknya dari setiapindividu anggota group.  Electronic meeting adalah penggunaan media elektronik sebagai media interaksiantar anggota group sehingga anggota group tidak perlu bertemu secara fisik. Memahami kerja team a. Kepopuleran Team Sebagaimana organisasi telah melakukan restrukturisasi diri mereka sendiri untuk bersaing dengan lebih efektif dan efisien, mereka telah beralih kepada tim sebagai cara yang lebih baik untuk memanfaatkan talenta karyawan. Tim yang lebih fleksibel dan responsif terhadap perubahan kejadian daripada departemen yang tradisional atau bentuk lain dari pengelompokan yang bersifat permanen. b. Perbedaan Antara Kelompok dan Team Kelompok Kerja (work groups) adalah kelompok yang berinteraksi terutama untuk berbagi informasi dan mengambilan keputusan untuk membantu setiap anggota yang bekerja di dalam area tanggung jawabnya. Sedangkan, Tim Kerja (work team) adalah suatu kelompok yang memiliki upaya individu yang menghasilkan kinerja yang lebih besar daripada jumlah input individu. c. Tipe Team Tipe Pemecahan Permasalahan (problem-solving team) kelompok yang terdiri dari 5 sampai 12 karyawan dari departemen yang sama yang bertemu selama beberapa jam setiap minggu untuk membahas cara-cara untuk meningkatkan kualitas, efisiensi, dan lingkungan kerja. Tim Kerja yang Dikelola Sendiri (self-managed work team) adalah kelompok para karyawan (biasanya jumblahnya 10 hingga 15) mengerjakan yang sangat terkait dengan pekerjaan yang saling tergantung dan menggambil banyak tanggung jawab supervisor. Tim fungsional silang (cross-functional teams) para karyawan dari level hierarki yang kira-kira sama, tetapi dari area kerja yang berbeda, yang datang bersamasama untuk menyelesaikan suatu tugas. Tim Virtual (virtual team) tim yang menggunakan teknologi computer untuk mengikat bersama-sama secara fisik yang anggotanya tersebar agar mencapai tujuan umum. System Multitim (multiteam system) suatu pengumpulan dua atau lebih tim yang saling bergantungan yang berbagi tujuan dari atasan, tim yang terdiri atas banyak tim. d. Menciptakan Team yang Efektif Kompenen-komponen penting yang menciptakan tim yang efektif dapat digolongkan ke dalam empat kategori yaitu: 1. Rancangan Pekerjaan. Tim-tim yang efektif perlu bekerja bersama dan memikul tanggung jawab kolektif untuk menyelesaikan tugas-tugas penting. Kategori rancangan kerja meliputi variable-variabel seperti kebebasan dan otonomi, peluang untuk menggunakan keterampilan dan bakat yang berbeda, kemampuan untuk menyelesaikan semua tugas atau produk yang dapat diidentifikasi, dan mengerjakan tugas atau proyek yang mempunyai dampak besar pada yang lain. 2. Komposisi.  Kemampuan anggota. Agar dapat bekerja secara efektif, tim menuntut tiga tipe keterampilan yang berbeda. Pertama, tim memerlukan orang-orang dengan keahlian teknis, kedua, tim memerlukan orang dengan keterampilan pemecahan masalah dan pengambilan keputusan agar mampu mengidentifikasi masalah, menghasilkan alternative, mengevaluasi alternative dan membuat pilihan yang kompeten.  Kepribadian. Kepribadian memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perilaku pegawai individu. Perilaku ini dapat juga diperluas ke perilaku tim. Banyak dimensi yang teridentifikasi dalam model kepribadian lima besar ternyata memang relevan dengan efektivitas tim.  Mengalokasi peran dan keragaman. Tim-tim mempunyai kebutuhan berbeda dan orang-orangnya hendaknya dileksi untuk bisa masuk tim guna memastikan bahwa ada keanekaragaman dan bahwa semua peran berbeda itu diisi.  Ukuran tim. Dalam merancang tim yang efektif harus menjaga agar jumlahnya tetap di bawah 10. Jika unit kerja yang alami itu lebih besar dan menginginkan upaya tim pertimbangkan untuk memcah kelompok itu menjadi beberapa subtim.  Fleksibilitas anggota. Tim yang terdiri dari individu yang fleksibel memiliki anggota yang dapat saling membantu menyelesaikan tugas. Jelas ini merupakan nilai plus karena sangat meningkatkan ada ptabilitasnya dan embuatnya tidak terlalu mengandalkan satu anggota saja.  Kelebih sukaan anggota. Disarankan bahwa ketika menyeleksi anggota tim, kelebih sukaan individu harus dipertimbangkan demikian pula kemampuan, kepribadian, dan keterampilan.. 3. Konteks  Sumber daya yang memadai. Semua tim kerja mengandalkan sumber daya di luar kelompok untuk mendukung kelompok itu. Dan kelangkaan sumber daya secara langsung akan mengurangi kemampuan tim untuk menjalankan tugas secara efektif.  Kepemimpinan dan struktur. Anggota tim harus sependapat mengenai tugas masing-masing dan memastikan bahwa semua anggota member sumbangan yang sama dalam berbagi beban kerja. Selain itu, tim perlu menetapkan bagaimana jadwal ditentukan, keterampilan apa yang perlu dikembangkan, bagaimana memecahkan konflik dan bagaiman cara kelompok mengambil dan memodifikasi keputusan.  Iklim kepercayaan. Anggota tim yang efektif harus saling percaya, juga menunjukkan kepercayaan pada pimpinan mereka. Kepercayaan interpersonal di antara anggota tim memudahkan kerjasama, mengurangi kebutuhan untuk memantau perilaku satu sama lain, dan mengikat anggota pada kepercayaan bahwa anggota tim lain itu tidak akan memperalat mereka.  Evaluasi kinerja dan system imbalan. Evaluasi dan system imbalan tradisional yang berorientasi individu harus dimodifikasi agar mampu mencerminkan kinerja tim. 4. Proses  Tujuan bersama. Tujuan yang efektif mempunyai tujuan bersama dan berarti yang memberikan pengarahan, momentum, dan komitmen ke anggota.  Tujuan yang spesifik. Tim yang sukses menerjemahkan tujuan bersama mereka menjadi tujuan kinerja yang realistis, dapat diukur, dan spesifik. Tepat seperti bagaimana tujuan membimbing individu ke kinerja yang lebih tinggi, tujuan juga member eniergi ke tim.  Kehebatan tim. Tim yang efektif mempunyai kepercayaan diri. Mereka yakin dapat sukses, kami menyebutnya kehebatan tim. Kesuksesan menghasilkan kesuksesan pula, tim yang telah mencapai keberhasilan akan meningkatkan keyakinan mereka tentang kesuksesan yang akan datang yang pada gilirannya, memotivasi mereka untuk bekerja lebih keras.  Tingkat konflik. Konflik dalam tim tidak selalu merupakan hal yang buruk, maka konflik sesungguhnya dapat memperbaiki efektivitas tim. Tetapi tidak semua jenis konflik, konflik-konflik hubungan konflik berdasarkan ketidakcocokan pribadi, ketegangan dan dendam terhadap yang lain hampir selalu disfungsional.  Kemalasan social. Mereka dapat terlibat dalam kemalasan social dan bergantung pada usaha kelompok karena sumbangan individual mereka tidak dapat diidentifikasi. Tim yang berkinerja tinggi mengurangi kecenderungan ini dengan membuat diri mereka dapat dimintai pertanggung jawaban baik pada tingkat individu maupun pada tingkat tim. e. Mengubah Individu Menjadi Pemain Team  Pemilihan: Merekrut Para Pemain Tim. Ketika berhadapan dengan para kandidat pekerjaan yang kurang terampil dalam tim, para manajer memiliki tiga opsi. Opsi pertama, jangan merekrut mereka. Jika ingin merekrut mereka, tugaskan mereka pada tugas atau posisi yang tidak memerlukan kerja tim. Jika tidak dapat dikerjakan dengan mudah, maka para kandidat dapat mengikuti pelatihan untuk menjadikan mereka kedalam para pemain tim.  Pelatihan : Menciptakan Para Pemain Tim. Para ahli pelatihan melakukan latihan yang memungkinkan para pekerja untuk mengalami kepuasan yang diberikan melalui kerja tim. Untuk mencapai keberhasilan tim penjualan diperlukan jauh lebih banyak daripada mengoperasionalkan tenaga penjualan yang memiliki kemampuan yang tinggi.  Pemberian imbalan: menyediakan insentif agar menjadi seorang pemain tim yang baik. System pemberian imbalan organisasi harus dikerjakan ulang untuk mendorong usaha bekerja sama dan bukannya saling berkompetisi. Promosi, kenaikan gaji, dan bentuk penghargaan lainnya harus diberikan kepada para individu yang telah berkerja dengan efektif sebagai para anggota tim dengan melatih para kolega yang baru, berbagi informasi, membatu menyelesaikan konflik dalam tim, dan menguasai keterampilan baru yang dibutuhkan Daftar pustaka : - Buku perilaku organisasi https://ilmumanajemenindustri.com/tahap-tahap-perkembangan-kelompok/ https://www.academia.edu/37840519/ Perilaku_Organisasi_Dasar_dari_Perilaku_Kelompok_and_Memahami_Kerja_Tim http://pelajaranbuatsaya.blogspot.com/2009/11/tugas-perilaku-organisasi.html

Judul: Tugas Jumat

Oleh: Wah Adigun


Ikuti kami