Tugas Sim.docx

Oleh Maudina Tricahya

450,8 KB 8 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Tugas Sim.docx

Artikel Sistem Informasi Manajemen Dosen pengampu : Yananto Mihadi Putra Disusun Oleh : Maudina Tricahya Worowati ( 43216120123) FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS JURUSAN AKUNTANSI UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Semua kegiatan yang dilakukan oleh dan di dalam organisasi memerlukan informasi. Demikian pula sebaliknya, semua kegiatan menghasilkan informasi, baik yang berguna bagi organisasi yang melaksanakan kegiatan tersebut maupun bagi organisasi lain diluar organisasi yang bersangkutan, oleh sebab informasi berguna untuk semua macam dan bentuk kegiatan dalam organisasi. Apabila sistem informasi manajemen dirancang dan dilaksanakan dengan baik, maka akan banyak manfaat yang bisa diperoleh manajemen perusahaan, yaitu mempermudah manajemen dan membantu serta menunjang proses pengambilan keputusan manajemen. Karena sistem informasi manajemen menyediakan informasi bagai manajemen perusahaan dimana sistem informasi manajemen tersebut dilaksanakan Manajemen menggunakan informasi untuk dua tujuan yaitu perencanaan dan pengawasan. Perencanaan terjadi sebelum pelaksanaan aktivitas organisasi. Tujuan yang ditentukan oleh proses perencanaan harus dicapai dengan aktivitas itu. Meskipun perencanaan meliputi semua tingkat organisasi, tetapi kebanyakan terjadi pada tingkat keputusan strategis dan taktis. Perencanaan banyak bergantung pada peramalan dan dan informasi dari luar. Pengendalian merupakan hal mebandingkan hasil aktual dengan rencana yang ditentukan pada proses perencanaan. Demikian pentingnya peranan sistem informasi manajemen dalam usaha pencapaian tujuan, sehingga jelaslah bahwa penggunaan dari sistem informasi manajemennya harus dikaitkan dengan usaha-usaha modernisasi, sedang proses modernisasi hanya dapat terjadi bila ditarik manfaatnya dari kemajuan yang telah dicapai dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam manfaat dan peranan sistem informasi manajemen seorang pemimpin dapat mengikut sertakan orang lain dalam arti memikirikan masalah bersama-sama dan bersama pula bertanggung jawab dalam pencapaian tujuan organisasi. PEMBAHASAN 2.1 Pengertian system informasi manajemen Sistem informasi manajemen adalah serangkaian subsistem rasional terpadu yang mampu mentransformasi data sehingga menjadi informasi lewat serangkaian cara guna meningkatkan produktivitas yang sesuai dengan gaya dan sifat manajer atas dasar kriteria mutu yang telah ditetapkan . Fungsi utama Sistem Informasi Manajemen (SIM) ada empat, yakni : 1) Pencarian Data,2) Pengelolaan Data Menjadi Informasi, 3) Penginformasian Data Kepada User Penyimpanan Data Saat ini, Sistem Informasi Manajemen sudah digunakan dalam berbagai bidang, mulai dari bidang pendidikan, kedokteran, industri, dan bidang yang membutuhkan informasi secara intens. Khusus dalam bidang pendidikan, jika sebuah sistem informasi, khususnya Sistem Informasi Manajemen (SIM) diimplementasikan di instansi pendidikan untuk membantu pengambilan keputusan, nantinya akan sangat membantu sebagian besar proses perkuliahan. Dari segi manajemen perkuliahan, yang dilibatkan bukan hanya dari present events, namun juga past events sebagai bahan evaluasi dan input untuk perencanaan di masa mendatang. Dengan kata lain SIM adalah sebagai suatu sistem berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi beberapa pemakai dengan kebutuhan yang sama. Para pemakai biasanya membentuk suatu entitas organisasi formal, perusahaan atau sub unit dibawahnya. Informasi menjelaskan perusahaan atau salah satu sistem utamanya mengenai apa yang terjadi di masa lalu, apa yang terjadi sekarang dan apa yang mungkin terjadi di masa yang akan datang. Informasi tersebut tersedia dalam bentuk laporan periodik, laporan khusus dan ouput dari model matematika. Output informasi digunakan oleh manajer maupun non manajer dalam perusahaan saat mereka membuat keputusan untuk memecahkan masalah. kriteria mutu yang telah ditetapkan. Dengan kata lain SIM adalah sebagai suatu sistem berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi beberapa pemakai dengan kebutuhan yang sama. Para pemakai biasanya membentuk suatu entitas organisasi formal, perusahaan atau sub unit dibawahnya. Informasi menjelaskan perusahaan atau salah satu sistem utamanya mengenai apa yang terjadi di masa lalu, apa yang terjadi sekarang dan apa yang mungkin terjadi di masa yang akan datang. Informasi tersebut tersedia dalam bentuk laporan periodik, laporan khusus dan ouput dari model matematika. Output informasi digunakan oleh manajer maupun non manajer dalam perusahaan saat mereka membuat keputusan untuk memecahkan masalah. Perancangan, penerapan dan pengoperasian SIM adalah mahal dan sulit. Upaya ini dan biaya yang diperlukan harus ditimbang-timbang. Ada beberapa faktor yang membuat SIM menjadi semakin diperlukan, antara lain bahwa manajer harus berhadapan dengan lingkungan bisnis yang semakin rumit. Salah satu alasan dari kerumitan ini adalah semakin meningkatnya dengan muncunya peraturan dari pemerintah. Lingkungan bisnis bukan hanya rumit tetapi juga dinamis. Oleh sebab itu manajer harus membuat keputusan dengan cepat terutama dengan munculnya masalah manajemen dengan munculnya pemecahan yang memadai. Sistem Informasi Manajemen merupakan kumpulan dari system-sistem informasi. SIM tergantung dari besar kecilnya organisasi dapat terdiri dari system-sistem informasi sebagai berikut: 1) System informasi akuntansi, menyediakan informasi dari transaksi keuangan 2) System informasi pemasaran, menyediakan informasi untuk penjualan,promosi penjualan,kegiatan-kegiatan pemasaran,kegiatan-kegiata penelitian,kegiatan pasar dan lain sebagainya. 3) System informasi manajemen persediaan 4) System informasi personalia 5) System informasi distribusi 6) System informasi pembelian 7) System informasi kekayaan 8) System informasi analisis kredit 9) Sistem informasi penelitian dan pengembangan 10) System informasi teknik Semua sistem-sistem informasi tersebut dimaksudkan untuk memberikan informasi kepada semua tingkatan manajemen, yaitu manajemen tingkat bawah (lower level management ), Gambar. Informasi dan SIM untuk semua tingkat manajemen 2.2 Tugas dan Fungsi Sistem Informasi Manajemen Tugas dan fungsi SIM menurut Jondhy (2013) terdiri atas: 1) Tugas SIM a. Pengumpulan Data Bagian pengumpul data bertugas untuk mengumpulkan data baik dari dalam organisasi maupun dari luar organisasi. Pihak dalam perusahaan yang menjalankan tugas ini diambil dari seluruh unit kerja yang ada dalam organisasi, sehingga setiap unit kerja terwakili dalam SIM. b. Penyimpanan Data Data yang telah terkumpul selanjutnya disimpan untuk segera diproses atau ditunda pemrosesannya, tergantung kebutuhan para manajer. c. Pemrosesan Data Pemrosesan data dapat dilakukan oleh satu atau beberapa ahl. Bila datanya terlalu banyak, jasa dari tenaga-tenaga pengumpul dan insidential dapat dimanfaatkan. Bagian inilah yang membuat data itu berubah bentuk menjadi informasi yang disesuaikan dengan permintaan manajer. d. Pemprogram Data Setiap komputer memiliki bahasanya sendiri-sendiri. Agar komputer dapat melaksanakan tugasnya, maka perintah-perintah terhadap data yang terkumpul harus diubah terlebih dahulu sesuai dengan bahasa yang digunakan. Pekerjaan inilah yang disebut memprogram, yang biasa dilakukan oleh orang-orang yang ahli di bidang computer 2) Fungsi SIM : a. Meningkatkan aksesibilitas data yang tersaji secara tepat waktu dan akurat bagi para pemakai, tanpa mengharuskan adanya prantara sistem informasi. b. Menjamin tersedianya kualitas dan keterampilan dalam memanfaatkan sistem informasi secara kritis. c. Mengembangkan proses perencanaan yang efektif. d. Mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan akan keterampilan pendukung sistem informasi. e. Menetapkan investasi yang akan diarahkan pada sistem informasi. f. Mengantisipasi dan memahami konsekuensi-konsekuensi ekonomis dari sistem informasi dan teknologi baru. g. Memperbaiki produktivitas dalam aplikasi pengembangan dan pemeliharaan sistem. h. Mengolah transaksi-transaksi, mengurangi biaya dan menghasilkan pendapatan sebagai salah satu produk atau pelayanan mereka. i. Mengolah dokumen-dokumen transaksi yang terjadi. 2.3 Pengertian system, dan sub system A) System Sistem adalah sekelompok komponen dan elemen yang digabungkan menjadi satu untuk mencapai tujuan tertentu. Ada banyak pendapat tentang pengertian dan definisi sistem yang dijelaskan oleh beberapa ahli. Berikut pengertian dan definisi sistem menurut beberapa ahli:  Jogianto (2005:2), Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Sistem ini menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan yang nyata, seperti tempat, benda dan orang-orang yang betul-betul ada dan terjadi.  Indrajit (2001:2), Sistem adalah kumpulan-kumpulan dari komponen-komponen yang memiliki unsur keterkaitan antara satu dengan lainnya.  Lani Sidharta (1995:9), Sistem adalah himpunan dari bagian-bagian yang saling berhubungan, yang secara bersama mencapai tujuan-tujuan yang sama.  Murdick, R. G (1991:27), Sistem adalah seperangkat elemen yang membentuk kumpulan atau prosedur-prosedur atau bagan-bagan pengolahan yang mencari suatu tujuan bagian atau tujuan bersama dengan mengoperasikan data dan/atau barang pada waktu rujukan tertentu untuk menghasilkan informasi dan/atau energi dan/atau barang.  Davis, G. B (1991:45), Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang beroperai bersamasama untuk menyelesaikan suatu sasaran.. Secara sederhana suatu sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan dari unsur, komponen atau variabel-variabel yang terorganisasi, saling berinteraksi, saling tergantung satu sama lain dan terpadu untuk mencapai suatu tujuan. Unsur-unsur yang mewakili suatu sistem secara umum adalah masukan (input), pengolahan (proses) dan keluaran (output). Di samping itu sistem senantiasa tidak lepas dari lingkungan sekitarnya, maka umpan balik (feedback) dapat berasal dari output akan tetapi dapat juga berasal dari lingkungan sistem yang dimaksud (Djumiarti, 2013). Ada dua pendekatan dalam mendefinisikan system, yaitu : 1) Pendekatan Prosedur Dalam pendekatan prosedur, system sebagai suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-bersama untuk melakukan kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran tertentu. 2) Pendekatan Elemen / komponen Dalam pendekatan elemen, system didefinisikan sebagai sekumpulan elemen yang saling berinteraksi antara satu dengan yang lain untuk mencapai suatu tujuan tertentu (cushing, Davis, Murdick, Fuller, Ross,etc). pendekatan ini sifatnya lebih luas dan lebih banyak diterima oleh berbagai kalangan. System dapat di klasifikasikan dari berbagai sudut pandang, diantaranya adalah sebagai berikut : 1) System diklasifikasikan sebagai system abstrak dan system fisik. System abstrak adalah system yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik. System fisik merupakan system yang ada secara fisik. Misalnya, system computer, system akuntansi, system produksi dan lain sebagainya. 2) System diklasifikasikan sebagai system alamiah. System alamiah adalah system yang terjadi melalui proses alam tidak buatan manusia. 3) System diklasifikasikan sebagai system tertentu dan system tak tentu. System tertentu beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi. System tak tentu adalah system yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilitas. 4) System diklasifikasikan sebagai system tertutup dan system terbuka. System tertutup adalah system yang tidak berhubungan dengan lingkungan luarnya. System ini bekerja secara otomatis tanpa adanya campur tangan dari pihak luarnya. System terbuka adalah system yang terpengaruh dengan lingkungan luarnya. System ini menerima masukan ataupun keluaran untuk lingkungan luar atuapun sub system lainnya. System memiliki beberapa karakteristik atau ciri-ciri diantaranya adalah : 1) Komponen system (componens) System terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi dan bekerja sama membentuk satu kesatuan 2) Batasan Sistem ( Boundary) Merupakan daerah yang membatasi antara system dengan system lainnya atau system dengan lingkungan luarnya. Dengan batasan ini, system dipandang sebagai suatu kesatuan 3) Lingkungan luar system (Environment) Yaitu bentuk apapun yang berada di luar lingkup yang mempengaruhi operasi system. Lingkungan luar dapat menguntungkan dan dapat pula merugikan. Jika menguntungkan maka lingkungan tersbut perlu dijaga. Jika merugikan maka lingkungan luar tersebut harus dikendalikan, karena lingkungan luar yang merugikan dapat mengganggu kelangsungan system. 4) Penghubung system (interface) Yaitu sebagai media yang menghubungkan system dengan sub system. Penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari suatu system ke sub system lain. Keluaran sub system akan menjadi masukan bagi sub system lainnya. 5) Masukan Sistem (Input) Yaitu energy yang dimasukkan kedalam suatu system, yang dapat berupa pemeliharaan (maintenance output) dan signal (signal output) 6) Keluaran system (output) Yaitu hasil energy yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna. Keluaran ini meupakan masukan bagi subsistem-subsistem yang lain 7) Pengolah system (proses) Yaitu proses yang mengubah masukan menjadi keluaran 8) Sasaran system (objective) Suatu system harus mempunyai tujuan dan sasaran, kalua tidak maka operasi system tidak ada gunanya 9) Mekanisme pengendalian dan umpan balik Mekanisme pengendalian (control mechanism) diwujudkan dengan menggunakan umpan balik (feedback), yang mencuplik keluaran Sistem memiliki beberapa jenis, diantaranya adalah : 1) Realtime System Reltime System disebut juga dengan Sistem Waktu Nyata, yaitu sistem yang harus menghasilkan respon yang tepat dalam batas waktu yang telah ditentukan. Jika responkomputer melewati batas waktu tersebut, maka terjadi degradasi performansi ataukegagalan sistem. Sebuah Realtime system adalah sistem yang kebenarannya secara logisdidasarkan pada kebenaran hasil-hasil keluaran sistem dan ketepatan waktu hasilhasiltersebut dikeluarkan.Aplikasi penggunaan sistem seperti ini pada Direktorat Jenderal Pajak sebagai contoh adalah untuk memantau perkembangan penerimaan atau pembayaran pajak yang dilakukan olehWajib Pajak.Nama aplikasi ini disebut sebagai MP3 (Monitoring Pelaporan dan PembayaranPajak). Dengan menggunakan aplikasi ini DJP dapat secara realtime mengetahui berapabesaran pembayaran pajak yang dilakukan bahkan hingga mengetahui jenis pajak apa yang dibayar. 2) Online System secara harfiah dapat diartikan sebagai suatu system yang saling terhubung, mempunyaipengertian bahwa disini terdapat beberapa basis system yang ada, dan kemudian diantaramereka dihubungkan suatu perangkat yang memungkinkan system- sistem tersebutberintegrasi satu sama lain tidak dalam semua hal, melainkan hanya terhadap beberapayang sifatnya dibatasi. Contoh kongkrit dari sistem online adalah (melanjutkan contoh darirealtime system diatas) pembayaran pajak melalui bank persepsi maupun kantor pos yangtelah online. Melalui sistem online ini sistem-sistem yang ada di masing-masing bankpersepsi maupun kantor pos terintegrasi dengan sistem yang ada di Departemen Keuangankhususnya Direktorat Jenderal Pajak. Tidak semua sistem yang ada di bank persepsi maupunkantor pos diintegrasikan dengan sistem yang ada di DJP, melainkan terbatas hanya padayang diperlukan saja, dalam hal ini yang berkaitan dengan pembayaran pajak.Yang membedakan Realtime System dan Online System adalah di bidang kegunaan pengolahandatanya. Dengan realtime system secara cepat DJP dapat melakukan pengolahan data yang masuk(secara otomasi) untuk melihat berapa besar penerimaan pajak dari waktu ke waktu berdasarkan jenis pajak tertentu. Sedangkan online system berkaitan dengan pengembangan jaringan yangmemungkinkan terintegrasinya sistem pembayaran pajak di bank persepsi maupun kantor posdengan sistem yang ada di DJP. Jadi sistem realtime merupakan bentuk khusus dari sistem online. 3) Decision Support System (DSS) Sistem yang memproses transaksi organisasiseara harian, membantu paramanajermengambil keputusan, mengevaluasi dan menganalisis tujuan organisasi. Digunakanuntuk sistem penggajian, sistem pemesanan, sistem akuntansi dan sistem produksi 4) Knowledge-based Systems Program komputer yang dibuat Mendekati kemampuan dan pengetahuan seorang pakar.Umumnya menggunkan perangkat keras dan perangkat lunak khusus seperti LISP dan PROLOG B) Sub system Subsistem adalah komponen yang koheren dan agak independen dari sistem yang lebih besar.Subsistem merupakan komponen atau bagian dari suatu system, subsistem ini bisa phisik ataupun abstrak. Subsistem sebenarnya hanyalah sistem di dalam suatu sistem, ini berarti bahwa sistem berada pada lebih dari satu tingkat. Pemisalan lainnya, mobil adalah suatu system yang terdiri dari system-sistem bawahan seperti system mesin, system badan mobil dan system rangka.Masing-masing system ini terdiri dari system tingkat yang lebih rendah lagi. Norman L. Enger mengatakan dalam bukunya bahwa subsistem adalah serangkaian kegiatan yang dapat ditentukan identitasnya yang berhubungan dalam suatu sistem.Sedangkan menurut Gordon B. Davis dalam bukunya mengatakan bahwa sistem terbagi atas beberapa faktor atau unsur ke dalam beberapa subsistem. Batasan dan penghubung atau interface di dalam suatu sistem ditelaah secara cermat untuk menjamin bahwa hubungan antar subsistem didefenisikan secara jelas dan bahwa jumlah semua subsistem merupakan keseluruhan sistem. 2.4. pengertian data, informasi, dan pengaruhnya dalam mendukung kegiatan perusahan beserta contoh kasusnya A) Data Data adalah fakta-fakta mentah yang harus dikelola untuk menghasilkan suatu informasi yang memiliki arti bagi suatu organisasi atau perusahaan. Data terdiri atas fakta-fakta dan angkaangka yang secara relatif tidak berarti bagi pemakai atau fakta mentah yang belum diolah. Secara umum, pengertian data dapat didefinisikan sebagai nilai (value) yang merepresentasikan deskripsi dari suatu obyek atau peristiwa. (Irmansyah:2003). Data dibentuk dari data mentah (raw data) yang berupa angka, karakter, gambar, atau bentuk lainnya. Data adalah bentuk jamak dari datum. Data merupakan keterangan-keterangan tentang suatu hal, dapat berupa sesuatu yang punya makna. Data dapat diartika sebagai sesuatu yang diketahui atau yang dianggap atau anggapan. Sesuatu yang diketahui biasanya didapat dari hasil pengamatan atau percobaan dan hal itu berkaitan dengan waktu dan tempat. Anggapan atau asumsi merupakan suatu perkiraan atau dugaan yang sifatnya masih sementara, sehingga belum tentu benar. Oleh karena itu, anggapan atau asumsi perlu dikaji kebenarannya. Jadi dapat disimpulkan, bahwa data merupakan sejumlah informasi yang dapat memberikan gambaran tentang suatu keadaan, atau masalah baik yang berbentuk angka-angka maupun yang berbentuk kategori atau keterangan. Data bisa juga didefinisikan sebagai sekumpulan informasi atau nilai yang diperoleh dari pengamatan (obsevasi) suatu objek. dan dapat memberikan gambaran tentang suatu keadaan atau persoalan. Data yang baik adalah data yang bisa dipercaya kebenarannya (reliable), tepat waktu dan mencakup ruang lingkup yang luas atau bisa memberikan gambaran tentang suatu masalah secara menyeluruh merupakan data relevan. definisi maupun pengertian data menurut pendapat para ahli.:  Menurut Nuzulla Agustina, data adalah keterangan mengenai sesuatu hal yang sudah sering terjadi dan berupa himpunan fakta, angka, grafik, tabel, gambar, lambang, kata, huruf-huruf yang menyatakan sesuatu pemikiran, objek, serta kondisi dan situasi.  Menurut Arikunto (2002), data merupakan segala fakta dan angka yang dapat dijadikan bahan untuk menyusun suatu informasi, sedangkan informasi adalah hasil pengolahan data yang dipakai untuk suatu keperluan.  Menurut Slamet Riyadi, data adalah kumpulan informasi yang diperoleh dari hasil suatu pengamatan di mana data dapat berupa angka atau lambang.  Menurut Anhar, data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian dan merupakan kesatuan nyata yang nantinya akan digunakan sebagai bahan dasar suatu informasi.  Menurut Haer Talib, data adalah sekumpulan fakta dan sebuah fakta tak lain adalah sebuah kenyataan atau kejadian.  Menurut Kuswadi dan E. Mutiara, data adalah kumpulan informasi yang diperoleh dari suatu pengamatan, dapat berupa angka, lambang, atau sifat. Data terbagi menjadi 2 macam berdasarkan macamnya, yaitu: • Data Internal Data yang menggambarkan situasi dan kondisi pada suatu organisasi secara internal. Misal : data keuangan, data pegawai, data produksi, dsb. • Data Eksternal Data yang menggambarkan situasi serta kondisi yang ada di luar organisasi. Contohnya adalah data jumlah penggunaan suatu produk pada konsumen, tingkat preferensi pelanggan, persebaran penduduk, dan lain sebagainya. Selain itu, terdapat klasifikasi data berdasarkan jenis data, yaitu sebagai berikut : 1. Data Kuantitatif Data yang dipaparkan dalam bentuk angka-angka. Contohnya adalah jumlah pembeli buah pada pasar segar, tinggi badan siswa kelas 3 IPA 2, dan lain-lain. 2. Data Kualitatif Data yang disajikan dalam bentuk kata-kata yang mengandung makna. Contohnya seperti persepsi konsumen terhadap botol air minum dalam kemasan. Pembagian data menurut sumber pengambilannya Menurut sumber pengambilannya, data dapat dibedakan atas dua jenis, yaitu data primer dan data sekunder.  Data Primer, Data primer adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan oleh orang yang melakukan penelitian atau yang bersangkutan yang memerlukannya. Data primer disebut juga data asli atau data baru.  Data Sekunder, Data sekunder adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan dari sumbersumber yang telah ada. Data itu biasanya diperoleh dari perpustakaann atau laporanlaporan/dokumen peneliti yang terdahulu. Data sekunder disebut juga data tersedia. Pembagian Data menurut waktu pengumpulannya Menurut waktu pengumpulannya, data dibagi atas data berkala (time series) dan data cross section.  Berkala (Time series). Data berkala adalah data yang terkumpul dari waktu ke waktu untuk memberikan gambaran perkembangan suatu kegiatan/fenomena. contoh: data perkembangan harga 9 macam bahan pokok selama 10 bulan terakhir yang dikumpulkan setiap bulan.  Data Cross Section. Data cross section adalah data yang terkumpul pada suatu waktu tertentu untuk memberikan gambaran perkembangan keadaan atau kegiatan pada waktu itu. Contoh: Data sensus penduduk tahun 2000, data hasil UN siswa SMA tahun 2012, dsb. Penggolongan Data Sesuai dengan macam atau jenis variabel, maka data atau hasil pencatatannya juga mempunyai jenis sebanyak variabel. Data dapat dibagi dalam kelompok tertentu berdasarkan kriteria yang menyertainya, misalnya menurut susunan, sifat, waktu pengumpulan, dan sumber pengambilan. Acak atau Data Tunggal. Data acak atau tunggal adalah data yang belum tersusun atau dikelompokkan ke dalam kelas-kelas interval. Contoh: Data hasil oengukuran berat siswa kelas IX (dalam kg): 35 37 39 47 39 32 34 45 50 39 Data berkelompok. Data berkelompok adalah data yang sudah tersusun atau dikelompokkan ke dalam kelas-kelas interval. Data kelompok disusun dalam bentuk distribusi frekuensi atau tabel frekuensi. Contoh: Data nilai siswa dan jumlah siswa yang memperoleh nilai tertentu untuk mata pelajaran matematika kelas IX. Nilai Turus 1–2 III 3 3–4 IIIII 5 5–6 IIIII IIIII 10 7–8 IIIII IIIII IIIII 15 9 – 10 IIIII II Frekuensi 7 Data berkelompok ini terbagi menjadi: Data Kelompok Diskrit. Data yang diperolej dari hasil menghitung termasuk dalam data diskrit (jumlah anak, dll). Data kelompok kontinu. Sebuah data dinyatakan berkontribusi kontinu apabila data tersebut diukur dalam skala kontinu atau data yang didapat dari hasil mengukur. Contoh data kontinu, yaitu: tinggi badan, berat badan, hasil belajar, motivasi belajar dan lain-lain. Fungsi Data Fungsi data pada dasarnya: (1) untuk membuat keputusan, (2) sebagai dasar suatu perencanaan, (3) sebagai alat pengendali terhadap pelaksanaan atau implementasi suatu aktivitas, dan (4) sebagai dasar evaluasi terhadap suatu kegiatan. B) Informasi Informasi merupakan pesan atau kumpulan pesan (ekspresi atau ucapan) yang terdiri dari order sekuens dari simbol, atau makna yang ditafsirkan dari pesan atau kumpulan pesan. Informasi dapat direkam atau ditransmisikan, hal ini merupakan tanda-tanda, atau sebagai sinyal berdasarkan gelombang. Informasi bisa di katakan sebagai pengetahuan yang didapatkan dari pembelajaran, pengalaman, atau instruksi. Berikut pengertian informasi menurut para ahli : 1. Kadir (2002: 31); McFadden dkk (1999) mendefinisikan informasi sebagai data yang telah diproses sedemikian rupa sehingga meningkatkan pengetahuan seseorang yang menggunakan data tersebut. 2. Azhar Susanto (2004:46) dalam bukunya Sistem Informasi Akuntansi, menyatakan bahwa informasi adalah hasil pengolahan data yang memberikan arti dan manfaat. 3. Burch dan Strater menyatakan bahwa informasi adalah pengumpulan atau pengolahan data untuk memberikan pengetahuan atau keterangan. 4. George R. Terry berpendapat bahwa informasi adalah data yang penting yang memberikan pengetahuan yang berguna. 5. Jogianto (2004:8) dalam bukunya yang berjudul Analisis dan Desain Sistem Informasi, berpendapat bahwa informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna bagi yang menerimanya. Berdasarkan Pengertian informasi menurut para ahli yang telah disebutkan diatas, dapat disimpulkan bahwa informasi adalah sekumpulan fakta-fakta yang telah diolah menjadi bentuk data, sehingga dapat menjadi lebih berguna dan dapat digunakan oleh siapa saja yang membutuhkan data-data tersebut sebagai pengetahuan ataupun dapat digunakan dalam pengambilan keputusan Gambar Siklus Informasi (Tata Sutabri, 2005:21) Informasi adalah data yang sudah disusun sedemikian rupa sehingga bermakna dan bermanfaat karena dapat dikomunikasikan kepada seseorang yang akan menggunakannya dalam proses pengambilan keputusan. Dengan demikian informasi yang mempunyai kualitas tinggi akan menentukan efektivitas pengambilan keputusan Ada tiga pilar utama yang menentukan kualitas informasi (Wahyudi Kumorotomo, 1997: 7) yakni akurasi, ketepatan waktu dan relevansi, lebih lanjut diungkapkan secara lengkap tentang syarat-syarat informasi yang baik yakni : o Ketersediaan (availability) Sudah barang tentu syarat yang mendasar adalah tersedianya informasi itu sendiri, informasi harus dapat diperoleh bagi orang yang hendak memanfaatkannya. o Mudah dipahami (comprehensibility) Informasi harus mudah dipahami oleh pembuat keputusan, baik informasi tersebut diperuntukkan dalam pembuatan keputusan yang sifatnya rutin maupun strategis. Informasi yang rumit dan berbelit-belit hanya akan membuat kurang efektifnya keputusan manajemen o Relevansi Informasi yang diperlukan adalah yang benar-benar relevan dengan permasalahan, misi dan tujuan organisasi. o Bermanfaat Informasi harus tersaji kedalam bentuk-bentuk yang memungkinkan pemanfaatannya oleh organisasi yang bersangkutan. o Tepat waktu Informasi harus tersedia tepat pada waktunya, syarat ini utamanya sangat penting pada saat organisasi membutuhkan informasi ketika manajer hendak membuat keputusan yang krusial. o Keandalan Informasi harus diperleh dari sumber-sumber yang dapat diandalkan kebenarannya. Pengolah data atau pemberi informasi harus dapat menjamin tingkat kepercayaan yang tinggi atas informasi yang disajikan. o Akurat Syarat ini mengharuskan informasi harus bersih dari kesalahan dan kekeliruan. Ini berarti juga bahwa informasi harus jelas dan secara akurat mencerminkan makna yang terkandung dari data pendukungnya Jenis-Jenis Informasi a. Informasi berdasarkan fungsi dan kegunaan, adalah informasi berdasarkan materi dan kegunaan informasi. Informasi jenis ini antara lain adalah : 1. Informasi yang menambah pengetahuan, misalnya: peristiwa-peristiwa, pendidikan, kegiatan selebritis. 2. Informasi yang mengajari pembaca (informasi edukatif), misalnya makalah yang berisi tentang cara berternak itik, artikel tentang cara membina persahabatan, dan lain-lain. 3. Informasi berdasarkan format penyajian, yaitu informasi yang dibedakan berdasarkan bentuk penyajian informasinya. Misalnya: informasi dalam bentuk tulisan (berita, artikel, esai, resensi, kolom, tajuk rencana, dll), b. Informasi berdasarkan format penyajian, adalah informasi yang berdasarkan bentuk penyajian. Informasi jenis ini, antara lain berupa tulisan teks, karikatur, foto, ataupun lukisan abstrak. c. Informasi berdasarkan lokasi peristiwa, adalah informasi berdasarkan lokasi peristiwa berlangsung, yaitu informasi dari dalam negeri dan informasi dari luar negeri. d. Informasi berdasarkan bidang kehidupan adalah informasi berdasarkan bidang-bidang kehidupan yang ada, misalnya pendidikan, olahraga, musik, sastra, budaya, dan iptek. Fungsi Informasi, diantaranya: A. Meningkatkan pengetahuan atau kemampuan pengguna, B. Mengurangi ketidakpastian dalam proses pengambilan keputusan, C. Menggambarkan keadaan sesuatu hal atau peristiwa yang terjadi. Pengaruh sistem informasi manajemen di dalam perusahaan Di era globalisasi ini, tidak bisa dipungkiri bahwasanya teknologi informasi semakin canggih. Informasi bisa di dapatkan dengan mudah karena canggihnya teknologi, antara lain seperti telepon, email, fasimile, satelit dan lain-lain. setiap manusia di tuntut untuk bisa mengikuti kemajuan teknologi informasi tersebut jika mereka tidak ingin ketinggalan informasi. Tidak terkecuali dengan perusahaan. Banyak perusahan-perusahaan yang menginvestasikan sistem informasi untuk meningkatkan produktivitasnya. terkadang sebuah perusahaan mengontrak seorang ahli IT ataupun mengirimkan staff karyawannya untuk mengikuti pelatihan mengenai upgrade sistem informasi. hal ini bertujuan supaya perusahaan tersebut tetap bisa menjaga stabilitas perusahaannya ataupun dapat bersaing dengan perusahaan lain. Berikut tiga peran sistem informasi manajemen dalam perusahaan: 1. Sistem informasi untuk operasi bisnis Sistem informasi menyediakan dukungan manajemen dalam operasi kegiatan bisnis seharihari. Ketika tanggapan atau respon yang cepat menjadi penting, maka kemampuan sistem informasi untuk dapat mengumpulkan dan mengintegrasikan informasi ke berbagai fungsi bisnis menjadi kritis atau penting. 2. Sistem informasi untuk pengambilan keputusan manajemen Sistem iformasi akan membantu para manajer membuat keputusan yang lebih baik, lebih tepat, dan lebih bermakna. setiap perusahaan tidak akan lepas dari yang namanya masalah, terutama dengan pengelolaan manajemen. melakukan pemecahan masalah merupakan aktivitas penting yang harus dilakukan oleh seorang manajer. 3. Sistem informasi untuk keunggulan strategis Sistem informasi yang dirancang untuk dapat mencapai sasaran strategis dapat menyebabkan perusahaan menciptakan keuggulan bersaing di pasar. Contoh kasus pengauh sistem informasi manajemen terhadap perusahaan Studi Kasus : Shuttle Express Shuttle Express didirikan pada tahun 1979, bermula dari keinginan manajemen San Juan Airlines untuk menyediakan jasa transpotasi darat yang mengedepankan Keselamatan, Pelayanan dan Kehandalan (Safety, Service and Reliability). San Juan Airlines adalah perusahaan penerbangan komuter tertua yang dikenal sebagai perusahaan penerbangan yang paling handal dan aman. Berbekal reputasi dari San Juan Airlines dan hasil studi mengenai transportasi darat di AS saat itu, maka Shuttle Express didirikan dengan mengadopsi budaya keselamatan (safety) serta profesional dari San Juan Air. Keselamatan, Pelayanan dan Kehandalan (safety, service and reliability ) merupakan moto Shuttle Express yang menjadi dasar dalam pelaksanaan operasi bisnisnya. Moto ini membawa pengaruh terhadap pilihan strategi bisnis dari Shuttle Express dari tahun ke tahun. Di sisi keselamatan Shuttle Express menekankan pada kelengkapan peralatan keselamatan dari armadanya, dan para pengemudinya selalu diwajibkan untuk mengemudi dengan aman dan selamat (defensive driving). Shuttle Express sangat memperhatikan pelayanan kepada pelanggan. Untuk memenangkan persaingan dengan perusahaan sejenis, Shuttle Express selalu memperhatikan hal-hal yang mendasar dan sederhana seperti mobil selalu dalam keadaan bersih, pegawai berseragam lengkap, membuka pintu, membawakan bagasi penumpang dan detail perhatian-perhatian lainnya dari pengemudi dan staff perusahaan kepada pelanggannya. Kehandalan dicapai dengan memperhatikan ketepatan waktu, skedul pengemudi, jadwal perjalanan dan ketepatan dalam memenuhi permintaan pelanggan. Untuk mendeliver tujuantujuan diatas, Shuttle Express terus memperbaiki proses dan sistem bisnisnya. Pertumbuhan perusahaan dari sisi jumlah armada, pegawai, dan pelanggan dikombinasikan dengan perubahan-perubahan lingkungan eksternal mengakibatkan proses dan sistem bisnis yang tadinya sangat mendukung, sejalan dengan pertumbuhan berubah menjadi kendala bagi perusahaan untuk berkembang. Manajemen Shuttle Express menyadari hal ini, Salah satu enabler yang mereka gunakan untuk mengantisipasai perubahan-perubahan dan tetap mencapai tujuantujuan perusahaan adalah melalui penerapan teknologi informasi. Dengan penerapan teknologi yang tepat kemampuan Shuttle Express untuk menangkap peluang pasar dengan efektif dan menguntungkan semakin besar. SI dan Matrik SI Shuttle Express Tahun 1994 Tantangan yang dihadapi oleh Shuttle Express di tahun 1994 adalah bagaimana meningkatkan kecepatan dan ketepatan dalam proses penerimaan order, penjadwalan dan pengelolaan data base. Penerapan strategi TI pada masa itu disajikan dalam matrik sistem informasi di bawah ini. Dari tabel tersebut terlihat bahwa pemanfaatan teknologi informasi di tahun 1995 masih terbatas pada PC yang didukung oleh aplikasi pengolahan data base. Di tahun tersebut, infrastrktur TI seperti ini sudah mampu mengkomodasi kebutuhan perusahaan untuk tetap beroperasi secara effisien dan efektif. Sejak sistem informasi tersebut dilaksanakan Shuttle Express telah berhasil menangani lebih dari 695.000 pesanan. 75 armada Shuttle Express membawa lebih dari 7.500 pelanggan setiap harinya dari dan menuju bandara. Rute perjalanan yang biasanya ditempuh dalam 8 jam kini dapat ditempuh dengan waktu yang jauh lebih singkat yaitu 3 jam. Jumlah karyawan pun lebih effisien, misalnya dispatcher yang semula berjumlah 3 dispatcher per shift, kini cukup 2 dispacther di pagi hari dan 1 dispacther di siang hari. Keuntungan lainnya dari penerapan sistem informasi tersebut diantaranya ketepatan waktu dan ketapatan dalam memenuhi permintaan pelanggan jauh meningkat, dibandingkan dengan masa-masa dimana perusahaan menerapkan papan magnet dan sistem reservasi manual. Pada tahun 2008, Shuttle Express telah berhasil meningkatkan jumlah pelanggan yang dapat dilayaninya menjadi 714.000. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah kemampuan Shuttle Express untuk tetap menetapkan harga yang wajar dari pelayanan armada shuttlenya. Hal ini menunjukkan bahwa Shuttle Express telah berhasil memilih teknologi yang tepat dan investasi yang ditanamkan mampu ditutupi dengan bertambahnya revenue karena kemampuan dari Shuttle Express untuk melayani penumpang yang semakin membesar. Fakta-fakta diatas tersebut menunjukkan bahwa penerapan teknologi sistem informasi yang tepat mampu mendukung pertumbuhan bisnis dan kemampuan bersaing dari Shuttle Express. Penerapan teknologi informasi oleh Shuttle Express di tahun 1995 tidak terlepas dari bagaimana perusahaan mengantisipasi perubahan-perubahan yang terjadi di dalam di luar lingkungan bisnisnya. Tujuan bisnis dari perusahaan berusaha dicapai dalam kerangka moto yang mereka miliki yaitu Safety, Service dan Reliability (Keselamatan, Pelayanan dan Kehandalan). Setiap upaya yang mereka lakukan guna mengantisipasi pertumbuhan dan perubahan, serta mencapai tujuan bisnis tidak pernah terlepas dari bagaimana upayaupaya tersebut mampu meningkatkan Keselamatan, Pelayanan dan Kehandalan dari sistem dan operasional perusahaan. DAFTAR PUSTAKA Putra, Yananto mihadi. (2018). Modul kuliah sistem informasi manajemen : Pengantar Sistem Informasi Manajemen. FEB- Universitas Mercu Buana: Jakarta) Scott, George M, Prinsip-prinsip sistem informasi manajemen, (diterjemahkan oleh Budiman, Achmad Nashir.,Raja Grafindo Persada, Jakarta. 2004 Kadir, Abdul. Pengenalan Sistem Informasi.Yogyakarta. . Andi. 2003 Widyanti, Y. (2006). Sistem Informasi Manajemen dan Evaluasi Perkuliahan. Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (pp. 1- 4). Yogyakarta: SNATI 2006 https://felix3utama.wordpress.com/tag/definisi-sistem-informasi-manajemen/ https://www.academia.edu/4511890/KONSEP_SISTEM https://bocahalank.blogspot.com/2016/11/definisi-data-informasi-dan-sistem.html http://www.definisi-pengertian.com/2016/01/pengertian-data-definisi-menurut-ahli.html Djumiarti, T. (2013, October 22).Undip.Retrieved from Undip Web Site:http://eprints.undip.ac.id/9848/1/BUKU_AJAR_SIM_Publik_UTK_Mhs.pdf https://www.kompasiana.com/imamatunnisa/57481f20337b612b0889edbc/pengaruh-sisteminformasi-manajemen-dalam-perusahaan http://blog-putracandra.blogspot.com/2013/06/studi-kasus-sistem-informasi-manajemen.html

Judul: Tugas Sim.docx

Oleh: Maudina Tricahya


Ikuti kami