Makalah Mbs

Oleh Sulistyowati Mahmudi

106,8 KB 10 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Makalah Mbs

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab 1 Pasal 1 Poin 1 dijelaskan bahwa: Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara. Dari pengertian di atas, pendidikan mencakup tiga aspek. Pertama usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran. Pendidikan harus disiapkan dengan matang mulai dari mutu guru, media, metode, evaluasi, hingga sarana dan prasarana pendukung keberhasilan pendidikan untuk tercapainya tujuan pendidikan itu sendiri. Kedua, potensi siswa berupa sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Tujuan pendidikan melahirkan manusia yang pintar, terampil, dan salih; manusia yang imtaq dan iptek; manusia yang terampil dan baik terhadap sesama dan Tuhan. Pendidikan harus menyentuh aspek afektif, kognitif, dan psikomotorik siswa. Ketiga, ilmu yang bermanfaat bagi individu, masyarakat, dan bangsa. Pendidikan harus melahirkan manusia terampil yang hidup untuk kepentingan orang banyak, masyarakat, dan bangsa. Pelaksanaan/Implementasi MBS terhadap Sarana dan Prasarana Pendidikan Page 1 of 22 Untuk mencapai tujuan pendidikan yang bermutu dan berkualitas dibutuhkan pengelolaan/manajemen pendidikan yang baik, bertanggung jawab, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dalam kerangka inilah Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) tampil sebagai alternatif paradigma baru manajemen pendidikan. MBS merupakan suatu konsep yang menawarkan otonomi kepada sekolah dalam rangka meningkatkan mutu, efisiensi, dan pemerataan pendidikan agar dapat mengakomodasi keinginan masyarakat setempat serta menjalin kerjasama yang erat antara sekolah, masyarakat, dan pemerintah. Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) merupakan satu wujud dari reformasi pendidikan, yang menawarkan kepada sekolah untuk menyediakan pendidikan yang lebih baik dan memadai bagi para peserta didik. Otonomi dalam manajemen merupakan potensi bagi sekolah untuk meningkatkan kinerja kelompok-kelompok para yang staf, menawarkan terkait, dan partisipasi meningkatkan langsung pemahaman masyarakat terhadap pendidikan. Menurut E. Mulyasa sebagaimana dikutip oleh Abdul Madjid Latief bahwa hal yang paling penting dalam implementasi Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) adalah manajemen terhadap komponen-komponen sekolah itu sendiri. Sedikitnya terdapat tujuh komponen sekolah yang harus dikelola dengan baik dalam rangka MBS, yaitu: a. Manajemen kurikulum dan program pengajaran; b. Manajemen tenaga kependidikan; c. Manajemen kesiswaan; d. Manajemen keuangan dan pembiayaan; e. Manajemen sarana Pelaksanaan/Implementasi MBS terhadap Sarana dan Prasarana Pendidikan Page 2 of 22 dan prasarana pendidikan; f. Manajemen hubungan sekolah dengan masyarakat; g. Manajemen layanan khusus (Abdul Madjid Latief, 2015: 163) Dari keterangan di atas, jelaslah bahwa sarana dan prasarana merupakan bagian penting dari manajemen yang ada di lembaga pendidikan. Manajemen sarana dan prasarana pendidikan berfungsi dalam pengelolaan, pengaturan, pendayagunaan, penjagaan, dan perawat sarana dan prasarana sehingga dapat memberikan kontribusi secara optimal dalam proses pendidikan guna mencapai tujuan yang diharapkan. Adapun pelaksanaan/implementasi MBS terhadap sarana dan prasarana pendidikan akan dijelaskan secara rinci pada pembahasan berikut. B. Ruang Lingkup Makalah ini berfokus kepada hal-hal yang berkaitan dengan pelaksanaan/implementasi Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) terhadap sarana dan prasarana pendidikan yang menunjang keberhasilan proses pendidikan ke arah tujuan yang dicita-citakan. Adapun struktur makalah ini diawali dengan karakteristik MBS, manajemen komponen dasar pendidikan, khususnya sarana dan prasarana pendidikan, dan paparan pelaksanaan/implementasi manajemen berbasis sekolah terhadap sarana dan prasarana pendidikan. Pelaksanaan/Implementasi MBS terhadap Sarana dan Prasarana Pendidikan Page 3 of 22 C. Tujuan Tujuan penulisan makalah ini adalah: 1. Memberikan gambaran umum tentang manajemen berbasis sekolah (MBS) dan implementasinya dalam dunia pendidikan khususnya sarana dan prasarana pendidikan 2. Secara khusus, tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas individu mata kuliah Manajemen Peningkatan MBS pada Program Studi Pendidikan Islam Konsentrasi Managemen Pendidikan Islam Pascasarjana PTIQ Jakarta Pelaksanaan/Implementasi MBS terhadap Sarana dan Prasarana Pendidikan Page 4 of 22 BAB II PEMBAHASAN A. Karakteristik MBS Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) mempunyai karakteristik dasar, yaitu pemberian otonomi yang luas kepada sekolah, partisipasi masyarakat, dan orangtua peserta didik yang tinggi, kepemimpinan sekolah yang demokratis dan profesional, serta adanya teamwork yang tinggi dan profesional. Karakteristik MBS tidak dapat dipisahkan dengan karakteristik sekolah efektif. Jika MBS merupakan wadah/kerangka, maka sekolah efektif merupakan isinya. Oleh karena itu, karakteristik MBS memuat secara inklusif elemen-elemen sekolah efektif yang dikatagorikan menjadi input – proses – output. Rohiat (2010: 58-64) akan memulai pembahasannya dari output terlebih dahulu karena memiliki tingkat kepentingan tertinggi, selanjutnya proses, dan yang terakhir adalah input. 1. Output yang diharapkan Output sekolah adalah prestasi sekolah yang dihasilkan melalui proses pembelajaran dan mannajemen di sekolah. Output diklasifikasikan menjadi 2, yaitu output berupa prestasi akademik (academic achievement), seperti nilai UN/US, lomba karya ilmiyah remaja, olypiade, cerdas-cermat, story telling, dan sebagainya. Output nonakademik (nonacademic achievement), seperti akhlaq/budi pekerti, Pelaksanaan/Implementasi MBS terhadap Sarana dan Prasarana Pendidikan Page 5 of 22 perilaku sosial yang baik (jujur, kerjasama, kasih sayang, solidaritas toleransi, disiplin, prestasi olahraga, kesenian, dan kepramukaan. 2. Proses pendidikan Sekolah yang efektif umumnya memiliki sejumlah karakteristik proses sebagai berikut: a. Proses Belajar Mengajar dengan Efektifitas yang Tinggi b. Kepemimpinan Sekolah yang Kuat c. Lingkungan Sekolah yang Aman dan Tertib d. Pengelolaan Tenaga Kependidikan yang Efektif e. Sekolah Memiliki Budaya Mutu f. Sekolah Memiliki Teamwork yang Kompak, Cerdas, dan Dinamis g. Sekolah Memiliki Kewenangan (Kemandirian) h. Partisipasi yang Tinggi dari Warga Sekolah dan Masyarakat i. Sekolah Memiliki Keterbukaan (Transparansi Manajemen) j. Sekolah Memiliki Kemauan untuk Berubah (Psikologis dan Fisik) k. Sekolah Melakukan Evaluasi dan Perbaikan Secara Berkelanjutan l. Sekolah Responsif dan Antisipatif terhadap Kebutuhan m. Memiliki Komunikasi yang Baik (antar warga sekolah dan masyarakat) n. Sekolah Memiliki Akuntabilitas (Bertanggung Jawab atas program yang telah dilaksanakan) o. Manajemen Lingkungan Hidup Sekolah yang Baik (memiliki perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengoordinasian, dan Pelaksanaan/Implementasi MBS terhadap Sarana dan Prasarana Pendidikan Page 6 of 22 pengevaluasian pendidikan). Sekolah melakukan upaya untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran warga sekolah tentang nilai lingkungan hidup yang sehat p. Sekolah Memiliki Kemampuan Menjaga Sustainabilitas (kemampuan untuk menjaga kelangsunagn hidupnya, baik dalam program maupun pendanaan) 3. Input pendidikan a. Memiliki Kebijakan, Tujuan, dan Sasaran Mutu yang jelas (kepala sekolah mensosialisasikan program, tujuan, visi, dan misi sekolah kepada seluruh warga sekolah: guru, siswa, tata usaha, petugas kebersihan, petugas keamanan, dan orangtua, supaya mereka memiliki pengetahuan dan pemikiran yang sama sehingga diharapkan dapat menciptakan sebuah iklim atau budaya yang seirama) b. Sumberdaya Tersedia dan Siap (sumberdaya manusia dan benda (uang, peralatan, perlengkapan, bahan, dan lain-lain) c. Staf yang kompeten dan Berdedikasi Tinggi d. Memiliki harapan prestasi yang tinggi e. Fokus pada Pelanggan (khususnya siswa) f. Input manajemen (tugas yang jelas, rencana yang rinci dan sistematis, program yang mendukung rencana, aturan main yang jelas, dan adanya system pengendalian mutu yang efektif dan efisien) Pelaksanaan/Implementasi MBS terhadap Sarana dan Prasarana Pendidikan Page 7 of 22 B. Sarana dan Prasarana sebagai Komponen Dasar Pendidikan Sudarwan Danim, seperti yang dikutip oleh Abdul Madjid Latief menyebutkan dalam undang-undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 tentang sisdiknas Pasal 51 ayat (1) “Pengelolaan satuan pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah dilaksanakan berdasarkan standar pelayanan minimal dengan prinsip manajemen berbasis sekolah” dan Undang-Undang otonomi daerah Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah dan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1999 yang disempurnakan menjadi Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pusat dan Daerah, telah mengubah segala peraturan dari yang bersifat sentralistik (top down) menjadi desentralistik (Abdul Madjid Latief, 2015: 154) Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) diartikan sebagai suatu model manajemen yang memberikan otonomi yang lebih besar kepada sekolah dan mendorong pengambilan keputusan partisipatif yang melibatkan secara langsung semua warga sekolah (guru, siswa, kepala sekolah, pegawai sekolah, orangtua siswa dan masyarakat) untuk meningkatkan mutu sekolah berdasarkan kebijakan pendidikan nasional. Dengan kemandiriannya, sekolah lebih berdaya dalam mengembangkan program-program yang tentu saja lebih sesuai dengan kebutuhan dan potensi yang dimilikinya (Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia,2001: 3) Salah satu komponen dasar dalam manajemen pendidikan Islam adalah manajemen sarana dan prasarana pendidikan (Mujamil Qomar, 2007: Pelaksanaan/Implementasi MBS terhadap Sarana dan Prasarana Pendidikan Page 8 of 22 128) Komponen ini mutlak diperlukan dalam proses pendidikan, mengingat fungsinya sebagai tempat, peralatan, perlengkapan dan fasilitas yang menunjang keberhasilan proses pendidikan dalam mencapai tujuan yang diharapkan. Untuk itu, dalam proses pendidikan perlu dilakukan peningkatan dalam pendayagunaan dan pengelolaan sarana dan prasarana agar tujuan yang diharapkan dapat tercapai (Sri Minarti, 2011: 249) Menurut E. Mulyasa (2011: 49) sarana pendidikan adalah peralatan dan perlengkapan yang secara langsung dipergunakan dalam menunjang proses pendidikan, khususnya proses belajar mengajar, seperti gedung, ruang kelas, meja kursi, serta alat-alat dan media pengajaran. Adapun yang dimaksud dengan prasarana pendidikan adalah fasilitas yang secara tidak langsung menunjang jalannya proses pendidikan atau pengajaran, seperti halaman, kebun, taman sekolah, jalan menuju sekolah, tetapi jika dimanfaatkan secara langsung untuk proses belajar mengajar, seperti taman sekolah untuk pengajaran biologi, halaman sekolah sebagai sekaligus lapangan olah raga, komponen tersebut merupakan sarana pendidikan. Pemerintah melalui Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan yang menyangkut Standar Sarana dan Prasarana pendidikan secara nasional pada Bab VII Pasal 42 dengan tegas disebutkan bahwa: 1. Setiap satuan pendidikan wajib memiliki sarana yang meliputi perabot, peralatan pendidikan, media pendidikan, buku, dan sumber belajar Pelaksanaan/Implementasi MBS terhadap Sarana dan Prasarana Pendidikan Page 9 of 22 lainnya, bahan habis pakai, serta perlengkapan lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan 2. Setiap satuan pendidikan wajib memiliki prasarana yang meliputi lahan, ruang kelas, ruang pimpinan satuan pendidikan, ruang pendidik, ruang tata usaha, ruang perpustakaan, ruang laboratorium, ruang bengkel kerja, ruang unit produksi, ruang kantin, instalasi daya dan jasa, tempat berolahraga, tempat beribadah, tempat bermain, tempat rekreasi, dan ruang/tempat lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan (Sri Minarti, 2011: 250) Sarana dan prasarana sebagai faktor pendukung keberhasilan proses pendidikan hendaknya diupayakan dapat memenuhi standar sarana dan prasarana pendidikan yang telah ditetapkan oleh pemerintah sesuai PP di atas. PP ini juga diperkuat oleh Permendiknas Nomor 24 Tahun 2007 tentang Standar Sarana Prasarana, maka sekolah/madrasah hendaknya minimal memiliki lahan, bangunan, perabot, peralatan pendidikan, media pendidikan, dan perlengkapan lainnya sesuai dengan rasio siswa. Di bawah ini adalah contoh Tabel Sarana dan Prasarana Sekolah sesuai Permendiknas No. 24 Tahun 2007 (Jejen Musfah, 2015: 230) SD/MI         Ruang kelas Ruang Perpustakaan Laboratorium IPA Ruang Pimpinan Ruang Guru Tempat Beribadah Ruang UKS Jamban SMP/MTs         Ruang kelas Ruang Perpustakaan Laboratorium IPA Ruang Pimpinan Ruang Guru Ruang Tata Usaha Tempat Beribadah Ruang Konseling SMA/MA       Ruang Kelas Ruang Perpustakaan Laboratorium Biologi Laboratorium Fisika Laboratorium Kimia Laboratorium Komputer  Laboratorium Bahasa Pelaksanaan/Implementasi MBS terhadap Sarana dan Prasarana Pendidikan Page 10 of 22  Ruang UKS  Gudang  Ruang Organisasi  Tempat Kesiswaan Bermain/Berolahraga  Jamban  Gudang  Ruang Sirkulasi  Tempat Bermain/Berolahraga            Ruang Pimpinan Ruang Guru Ruang Tata Usaha Tempat Beribadah Ruang Konseling Ruang UKS Ruang Organisasi Kesiswaan Jamban Gudang Ruang Sirkulasi Tempat Bermain/Berolahraga Lembaga atau institusi pendidikan dikatakan maju apabila mempunyai sarana dan prasarana pendidikan yang memadai berkaitan dengan proses pendidikan ataupun akademik, baik yang secara langsung maupun tidak langsung. Dalam hal ini, yang berkaitan langsung dengan proses pendidikan, seperti gedung, ruang belajar/kelas, alat-alat/media pendidikan, meja, kursi, dan sebagainya. Sedangkan yang tidak berkaitan langsung, seperti halaman, kebun, taman, dan jalan menuju sekolah (Sri Minarti, 2011: 249) C. Pelaksanaan/Implementasi MBS terhadap Sarana dan Prasarana Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) pada hakikatnya adalah pemberian otonomi yang lebih luas kepada sekolah dengan tujuan akhirnya meningkatkan mutu hasil penyelenggaraan pendidikan sehingga bisa menghasilkan prestasi yang sebenarnya melalui proses manajerial yang mapan. Melalui peningkatan kinerja dan partisipasi semua stakeholder-nya sekolah pada semua jenjang dan semua jenis pendidikan dengan sifat otonomistiknya tersebut akan menjadi suatu instansi pendidikan yang Pelaksanaan/Implementasi MBS terhadap Sarana dan Prasarana Pendidikan Page 11 of 22 organik, demokratik, kreatif, dan inovatif serta unik dengan ciri khasnya untuk melakukan pembaruan sendiri (self reform) Mulyono (2010: 184) memberikan definisi tentang manajemen sarana dan prasarana pendidikan sebagai keseluruhan proses kegiatan yang direncanakan dan diusahakan secara sengaja dan bersungguh-sungguh serta pembinaan secara kontinu terhadap benda-benda pendidikan, agar senantiasa siap pakai dalam PBM. Manajemen ini dilaksanakan demi tujuan pendidikan yang telah ditetapkan dapat tercapai secara efektif dan efisien. Menurut beliau, manajemen sarana dan prasarana itu terbagi dalam tiga aspek : 1. Pertama, ditinjau dari fungsinya, ada barang yang berfungsi tidak langsung (seperti pagar, tanaman, dan lain-lain) dan ada barang yang berfungsi langsung (seperti media pembelajaran, dan lain-lain) 2. Kedua, ditinjau dari jenisnya, ada fasilitas fisik (seperti kendaraan, komputer, dan lain-lain) dan ada fasilitas material (seperti manusia, jasa, dan lain-lain) 3. Ketiga, ditinjau dari sifat barangnya, ada barang bergerak dan barang tidak bergerak (seperti gedung, sumur dan lain-lain). Secara kronologis, kegiatan (prosedur) manajemen sarana dan prasarana ini meliputi: 1. Perencanaan pengadaan barang 2. Prakualisasi rekanan 3. Pengadaan barang Pelaksanaan/Implementasi MBS terhadap Sarana dan Prasarana Pendidikan Page 12 of 22 4. Penyimpanan, inventarisasi, penyaluran 5. Pemeliharaan, rehabilitasi 6. Penghapusan dan penyingkiran 7. Pengendalian (Mulyono, 2010: 185) Manajemen sarana dan prasarana pendidikan bertugas mengatur dan menjaga sarana dan prasarana pendidikan agar dapat memberikan kontribusi secara optimal dan berarti pada jalannya proses pendidikan. Kegiatan pengelolaan ini meliputi kegiatan perencanaan, pengadaan, pengawasan, penyimpanan inventarisasi, dan penghapusan serta penataan (E. Mulyasa, 2011: 50) Berkenaan dengan manajemen sarana dan prasarana, pemerintah memberikan acuan tentang pelaksanaan dalam bidang sarana dan prasarana pendidikan sebagai berikut : 1. Sekolah/madrasah menetapkan kebijakan program secara tertulis mengenai pengelolaan sarana dan prasarana 2. Program pengelolaan sarana dan prasarana mengacu pada standar sarana dan prasarana dalam hal : a. merencanakan, memenuhi dan mendayagunakan sarana dan prasarana pendidikan b. mengevaluasi dan melakukan pemeliharaan sarana dan prasarana agar tetap berfungsi mendukung proses pendidikan c. melengkapi fasilitas pembelajaran pada setiap tingkat kelas di sekolah/madrasah Pelaksanaan/Implementasi MBS terhadap Sarana dan Prasarana Pendidikan Page 13 of 22 d. menyusun skala prioritas pengembangan fasilitas pendidikan sesuai dengan tujuan pendidikan dan kurikulum masing-masing tingkat e. pemeliharaan semua fasilitas fisik dan peralatan dengan memperhatikan kesehatan dan keamanan lingkungan 3. Seluruh program pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan disosialisasikan kepada pendidik, tenaga kependidikan dan peserta didik 4. Pengelolaan sarana dan prasarana sekolah/madrasah : a. direncanakan secara sistematis agar selaras dengan pertumbuhan kegiatan akademik dengan mengacu standar sarana dan prasarana b. dituangkan dalam rencana pokok (master plan) yang meliputi gedung dan laboratorium serta pengembangannya 5. Pengelolaan perpustakaan sekolah/madrasah perlu : a. menyediakan petunjuk pelaksanaan operasional peminjaman buku dan bahan pustaka lainnya b. merencanakan fasilitas peminjaman buku dan bahan pustaka lainnya sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan pendidik c. membuka pelayanan minimal enam jam sehari pada hari kerja d. melengkapi fasilitas peminjaman antar perpustakaan, baik internal maupun eksternal e. Menyediakan pelayanan peminjaman dengan perpustakaan dari sekolah/madrasah lain baik negeri maupun swasta 6. Pengelolaan laboratorium dikembangkan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta dilengkapi dengan manual yang Pelaksanaan/Implementasi MBS terhadap Sarana dan Prasarana Pendidikan Page 14 of 22 jelas sehingga tidak terjadi kekeliruan yang dapat menimbulkan kerusakan 7. Pengelolaan fasilitas fisik untuk kegiatan ekstrakurikuler disesuaikan dengan perkembangan kegiatan ekstrakurikuler peserta didik dan mengacu pada standar sarana dan prasarana (Suparlan, 2013: 83-84) Lebih lanjut Sri Minarti (2011: 250-272) menyampaikan bahwa pelaksanaan/implementasi MBS terhadap sarana dan prasarana meliputi kegiatan-kegiatan berikut ini: 1. Perencanaan, yaitu keseluruhan proses perkiraan secara matang rancangan pembelian, pengadaan, rehabilitasi, distribusi atau pembuatan peralatan, dan perlengkapan yang sesuai dengan kebutuhan sekolah. 2. Pengadaan, yaitu kegiatan menyediakan semua jenis sarana dan prasarana pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan sekolah dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Beberapa alternatif cara pengadaan sarana dan prasarana pendidikan antara lain : a. Pembelian barang (membeli barang dengan membayar sejumlah dana yang dibutuhkan) b. Pembuatan barang (alat peraga yang sifatnya sederhana dan murah) c. Penerimaan hibah/bantuan (dari orangtua atau pemerintah, dan lainlain) d. Penyewaan barang (menyewa barang milik pihak lain untuk kepentingan sekolah dengan membayar dana tertentu) Pelaksanaan/Implementasi MBS terhadap Sarana dan Prasarana Pendidikan Page 15 of 22 e. Pinjaman (meminjam barang milik pihak lain untuk kepentingan sekolah berdasarkan perjanjian pinjam meminjam. Dalam hal ini hendaknya mempertimbangkan citra baik sekolah yang bersangkutan) f. Pendaur-ulangan (memanfaatkan barang yang sudah tidak terpakai menjadi barang yang berguna untuk kepentingan sekolah) g. Penukaran (saling tukar menukar sarana dan prasarana dengan pihak lain asalkan saling menguntungkan, karena barang tersebut sudah tidak berdaya guna lagi bagi salah satu pihak) h. Perbaikan/rekondisi (memperbaiki sarana dan prasarana yang telah mengalami kerusakan) 3. Inventarisasi, yaitu pencatatan atau pendaftaran barang-barang milik sekolah ke dalam suatu daftar inventaris barang secara tertib dan teratur. Inventarisasi/pencatatan merupakan kegiatan permulaan yang dilakukan pada saat serah terima barang yang harus diselenggarakan oleh pihak penerima. Adapun tujuan inventarisasi adalah: a. Untuk menjaga dan menciptakan tertib administrasi sarana dan prasarana yang dimiliki oleh suatu sekolah b. Untuk menghemat keuangan sekolah, baik dalam pengadaan maupun pemeliharaan dan penghapusan sarana dan prasarana sekolah c. Sebagai bahan atau pedoman untuk menghitung kekayaan suatu sekolah dalam bentuk materiil yang dapat dinilai dengan uang Pelaksanaan/Implementasi MBS terhadap Sarana dan Prasarana Pendidikan Page 16 of 22 d. Untuk memudahkan pengawasan dan pengendalian sarana dan prasarana yang dimiliki oleh suatu sekolah. Adapun kegiatan inventarisasi saran dan prasara pendidikan meliputi 2 hal, yaitu pencatatan perlengkapan dan pembuatan kode barang. 4. Pemeliharaan dan Penataan, yaitu kegiatan untuk melaksanakan pengurusan, pengaturan, perawatan, penjagaan atau pencegahan dari kerusakan suatu barang agar selalu dalam kondisi baik dan siap digunakan. Ada 4 macam pemeliharaan ditinjau dari sifatnya, yaitu: a. Pemeliharaan yang bersifat pengecekan b. Pemeliharaan yang bersifat pencegahan c. Pemeliharaan yang bersifat perbaikan ringan d. Pemeliharaan yang bersifat perbaikan berat Adapun pemeliharaan barang ditinjau dari waktu perbaikannya, terdapat 2 macam, yaitu: a. Pemeliharaan sehari-hari (menyapu, mengepel, dan lain-lain) b. Pemeliharaan berkala (pengontrolan genting, pengecatan tembok, dan lain-lain) 5. Penghapusan, yaitu kegiatan mengeluarkan atau menghilangkan sarana dan prasarana dari daftar inventaris karena sarana dan prasarana tersebut sudah dianggap tidak berfungsi sebagaimana yang diharapkan terutama untuk kepentingan pelaksanaan pembelajaran di sekolah. Adapun tujuan penghapusan sarana dan prasarana pendidikan adalah: Pelaksanaan/Implementasi MBS terhadap Sarana dan Prasarana Pendidikan Page 17 of 22 a. Mencegah atau membatasi kerugian terhadap barang yang memerlukan dana besar dalaam pemeliharaan b. Mencegah terjadinya pemborosan biaya pengamanan perlengkapan yang tidak berguna lagi c. Membebaskan lembaga dari tanggung jawab pemeliharaan dan pengamanan, serta meringankan beban inventarisasi d. Membebaskan ruangan dari penumpukan barang-barang yang tidak digunakan lagi Ada beberapa tahapan dalam penghapusan sarana dan prasarana, yaitu dengan cara pemilihan barang yang akan dihapus dan memperhitungkan factor-faktor penghapusan dengan cara: a. Pelelangan, yaitu menghapus dengan menjual barang-barang milik sekolah melalui kantor lelang Negara b. Menghibahkan, yaitu memberikan secara cuma-cuma kepada pihak lain yang membutuhkan barang tersebut c. Pemusnahan, yaitu menghilangkan secara sengaja barang-barang inventaris dengan cara dibakar, dan lain-lain Pada hakikatnya peran menajemen sarana dan prasarana pendidikan ini sangat terkait dengan kondisi dan ukuran sekolah yang bersangkutan. Bagi sekolah yang tergolong kecil, maka saran dan prasarana dapat langsung ditangani oleh kepala sekolah atau guru yang diberi tugas. Sedangkan untuk sekolah yang tergolong maju dan besar, maka manajemen sarana dan prasarana harus ditangani oleh beberapa pegawai yang ahli Pelaksanaan/Implementasi MBS terhadap Sarana dan Prasarana Pendidikan Page 18 of 22 dibidangnya, seperti pengelolaan sarana transportasi, komputer, internet, telphon, listrik, air, perpustakaan, UKS, laboratorium, koperasi, dan lain sebagainya. Semakin besar dan maju lembaga pendidikan tentunya semakin banyak sarana dan prasarana yang dibutuhkan sehingga membutuhkan manajemen yang memiliki tanggung jawab yang luas dan besar. Pelaksanaan/Implementasi MBS terhadap Sarana dan Prasarana Pendidikan Page 19 of 22 BAB III PENUTUP Demikianlah pelaksanaan/implementasi MBS terhadap sarana dan prasarana pendidikan di sekolah. Semoga bermanfaat dan menjadi kerangka acuan dalam pengaplikasian ketersediaan sarana dan prasarana secara optimal di sekolah demi tujuan pendidikan sekolah yang efektif dan efisien. GLOSARIUM MBS : Manajemen yang memberikan otonomi terhadap sekolah dalam pengelolaan sumber daya sekolah secara mandiri dan mengedepankan perbaikan mutu pendidikan Manajemen : Proses kegiatan perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan sumber organisasi daya pengendalian seluruh lainnya demi mentransfer ilmu tercapainya tujuan organisasi Pendidikan : Segala usaha pengetahuan dan untuk skill peningkatan dan perkembangan jasmani dan rohani ke arah kedewasaan Manajemen Pendidikan : Sistem pengelolaan dan penataan sumber daya dalam pendidikan, yang terdiri dari tenaga kependidikan, tenaga pendidik, peserta didik, kurikulum, dana, sarana dan prasara pendidikan dan lingkungan Media Pendidikan : Peralatan pendidikan yang digunakan untuk Pelaksanaan/Implementasi MBS terhadap Sarana dan Prasarana Pendidikan Page 20 of 22 membantu komunikasi dalam pembelajaran Bahan Habis Pakai : Segala bahan atau alat yang apabila digunakan akan habis dalam waktu yang relatif singkat Ruang Sirkulasi : tempat penghubung antar ruang dalam bangunan sekolah yang sekaligus berfungsi sebagai tempat berlangsungnya kegiatan bermain dan interaksi sosial peserta didik di luar jam pelajaran DAFTAR PUSTAKA Pelaksanaan/Implementasi MBS terhadap Sarana dan Prasarana Pendidikan Page 21 of 22 Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia, Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah, Jakarta: Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah, 2001 Latief, Abdul Madjid. Manajemen Pendidikan Islam: Konsep, Aplikasi, Standar dan Penelitian, Ciputat: HAJA Mandiri, 2015 Minarti, Sri. Manajemen Sekolah: Mengelola Lembaga Pendidikan secara Mandiri, Jogjakarta: Ar-Ruzz Media, 2011 Mulyasa, E. Manajemen Berbasis Sekolah: Konsep, Strategi, dan Implementasi, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2011 Mulyono. Manajemen Administrasi dan Organisasi Pendidikan, Jogjakarta: ArRuzz Media, 2010 Musfah, Jejen. Manajemen Pendidikan: Teori, Kebijakan, dan Praktik, Jakarta: PRENADAMEDIA GROUP, 2015 Qomar, Mujamil. Manajemen Pendidikan Islam: Strategi Baru Pengelolaan Lembaga Pendidikan Islam, Jakarta: Erlangga, 2007 Rohiat, Manajemen Sekolah: Teori Dasar dan Praktik (Dilengkapi dengan Contoh Rencana Strategis dan Rencana Operasional), Bandung: PT. Refika Aditama, 2010 Suparlan. Manajemen Berbasis Sekolah: dari Teori sampai dengan Praktik, Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2013 Pelaksanaan/Implementasi MBS terhadap Sarana dan Prasarana Pendidikan Page 22 of 22

Judul: Makalah Mbs

Oleh: Sulistyowati Mahmudi


Ikuti kami