Makalah Ptk

Oleh Agus Salim S.pd.i

186,6 KB 8 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Makalah Ptk

Makalah Kelompok PENELITIAN TINDAKAN KELAS ( Pengembangan Desain Penelitian Tindikan Kelas) Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Dosen Pengampu: Drs.HARI WIDANARTO,M.Pd Oleh Kelompok : Muhammad Agus Salim Fajarudin Cipto Probo K SEKOLAH TINGGI ILMU TARBIYAH AL URWATUL WUTSQO - JOMBANG 2015 i KATA PENGANTAR Tiada yang patut untuk dipuji selain Allah atas segala yang telah dilimpahkan kepada kami semuanya,baik itu nikmat duniawi lebih lagi nikmat atas pemberian iman dan islam.Sanjungan dan sholawat tetap kepada Nabi Agung Muhammad SAW yang telah menunjukkan jalan kebenaran bagi kita,sehingga kita membedakan antara yang haq dan batil. Tak lupa juga doa kepada semua keluarga,para sahabat,serta orang-orang yang mengikuti jejak mereka dengan kebaikan hingga hari kiamat. Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah”Penelitian Tindakan Kelas” Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Urwatul Wutsqo-Jombang.Penulisan makalah ini Berjudul : “Desain Penelitian Tindakan Kelas” Dengan selesainya penulisan makalah ini,penulis hanya dapat menyampaikan terima kasih kepada : 1. Keluaga kami, yang telah memotivasi untuk selalu belajar dan belajar. 2. selaku Dosen Pembimbing ,yang telah memberikan bimbingan dan pengarahan kepada penulis. 3. Teman-teman kami ,yang telah mendukung dalam menyelesaikan makalah ini. Akhirnya,penulis berharap semoga jasa dan kebaikannya menjadi suatu anugerah di dunia dan akhirat. Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat khususnya bagi penulis dan umumnya bagi kaum muslimin di seluruh penjuru dunia. Penulis ii DAFTAR ISI Halaman Judul..................................................................................................................... Kata Pengantar.................................................................................................................... Daftar Isi............................................................................................................................. A. BAB I Pendahuluan a. Latar belakang b. Rumusan masalah c. Tujuan Pembelajaran B. BAB II Pembahasan A. Pengembangan Desain Penelitian Tindakan Kelas ............................................. B. Desain atau Model Penelitian Tindakan Kelas .................................................... 1. Desain PTK Model Kurt Lewin 2. Desain PTK Model Kemmis & McTaggart 3. Desain PTK Model John Elliot 4. Desain PTK Model Hopkins C. Bentuk atau Skop Penelitian Tindakan................................................................. C. BAB III Penutup a. Kesimpulan ............................................................................................................ b. Saran ...................................................................................................................... D. Daftar Pustaka iii iv BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH Guru sekolah luar biasa memikul tangung jawab sangat besar berkaitan dengan keberhasilan dan kemajuan belajar anak-anak didiknya di sekolah,khususnya dalam proses pembelajaran di kelas. Guru SLB seyogyanya memiliki jiwa kearifan, profesional dalam bidang pendidikan luar biasa, mampu mendidik dan mengajar atau membelajarkan anak didiknya sesuai dengan latar belakang sosial budaya bangsa Indonesia. Hal tersebut di atas, pada dasarnya merupakan manifestasi dari tugas, fungsi, dan peran guru, yakni kecuali sebagai pendidik dan pengajar, fasilitator, administrator, evaluator, guru juga sebagai peneliti. Kemampuan guru pendidikan luar biasa dalam melaksanakan penelitian bukan saja kemampuan penelitian dalam rangka menunjang sifat keilmuan bidang karya dan praksis yang menjadi tanggung jawabnya, tetapi juga bahkan mungkin yang paling penting adalah kemampuan guru melaksanakan penelitian dalam rangka untuk selalu memperbaiki dan mengembangkan kemampuannya sebagai guru yang efektif dan efisien. Seorang guru ketika mengajar hendaknya senantiasa berintrosepksi atau bertanya pada diri sendiri: apakah saya mengajar sesuai dengan kemampuan siswa untuk memahami bahan ajar yang disampaikan?, apakah siswa belajar dengan benar?, dan apakah hasil belajar tersebut sesuai dengan yang diharapkan baik oleh guru maupun siswa itu sendiri?. Dengan kata lain, apakah guru dalam melaksanakan tugasnya efektif dan efisien?. Dengan mempertimbangkan hal-hal tersebut, dan senantiasa berupaya untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitasnya, maka ia menjadi seorang guru yang reflektif (reflective teacher), senantiasa menggunakan kelasnya termasuk dirinya sebagai sarana penelitian, selalu merasa tidak puas dengan hasil kerja yang telah diperolehnya serta selalu ingin meningkat dan berkembang. Baginya, teaching is research. Guru yang baik senantiasa menginginkan siswanya mengalami kemajuan atau berhasil dalam belajarnya, senantiasa introspeksi dan sekligus menjadi peneliti bagi dirinya sendiri dalam konteks pembelajaran di kelasnya. Kemampuan guru melakukan penelitian tidak cukup hanya dengan memahami dan menguasai landasan: prinsip-prinsip, konsep-konsep, metodologi, dan prosedur penelitian tersebut.Seorang guru terus mengembangkan desain atau model yang telah ada sehingga menciptakan penelitian sesuai yang diharapkan guna untuk memperbaiki belajar 1 mengajar dikelas.Kemampuan penelitian dan pengembang ini biasa disebut Reasearch and Development. B. RUMUSAN MASALAH 1. Bagaimana pengembangan desain PTK ? 2. Bagaimana desain atau model pengembangan PTK? 3. Bagaimana bentuk dan skop penelitian tindakan ? C. TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Mengetahui pengetahuan desain PTK 2. Mengetahui berbagai desain atau model pengembangan PTK 3. Mampu menjelaskan dan mengetahui bentuk dan skop penelitian tindakan 2 BAB II PEMBAHASAN A. PENGEMBANGAN DESAIN PTK Desain atau model-model PTK tersebut, dapat dilakukan untuk semua mata pelajaran, terutama yang didalamnya terdapat praktek. Pemilihan desain atau model yang akan digunakan bergantung kepada permasalahan yang dihadapi praktisi di lapangan serta pemahaman dan kemampuannya terhadap suatu model PTK. Langkah-langkah yang perlu diperhatikan dan diikuti guru kaitannya dengan penerapan suatu model PTK yang dikemukakan oleh kemmis & Mc Taggart adalah: Penjelasan dari tabel diatas : Perencanaan ( Plan ) : a.Merencanakan pembelajaran Identifikasi masalah dan penetapan alternatif yang akan diterapkan dalam pemecahan PBM masalahtentangapa,mengapa,kapan,dimana,ole h siapa dan bagaimana. 1 b.Menentukan Pokok Bahasan c.Mengembangkan Siklus I skenario pembelajara d.Menyiapkan sumber belajar e.Mengembangkan format Suharsimi Arikunto,Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik,(Jakarta:PT.Rineka Cipta,2010),138. 1 3 evaluasi f.Mengembangkan format observasi pembelajaran Tindakan ( Action ) Menerapkan tindakan mengacu kepada skenario pembelajaran yang sudah ditentukan sebelumya. Pengamatan ( Observase) a.Memakai observasi dengan memakai format observasi b.Menilai hasil tindakan dengan menggunakan format Refleksi ( Reflect ) atau Pantulan2 a.Melakukan evaluasi tindakan telah dilakukan yang meliputi evaluai mutu jumlah dan waktu disetiap action. b.Melakukan pertemuan untuk membahas hasil evaluasi tentang skenario pembelajaran dan lai-lain. c.Memperbaiki pelaksanaan tindakan hasil evaluasi. d.Evaluasi tindakan 1 Perencanaan ( Plan ) : a.Identifikasi masalah penetapan dan alternatif pemecahan masalah. b.Pengembangan progam tindakan II Tindakan ( Action ) Pelaksanaan progam tindakan II Pengamatan ( Observase ) Pengumpulan dan analisis data tindakan II Refleksi ( Reflect ) 2 Evaluasi tindakan II Ibid., 140. 4 Siklus II Siklus-siklus berikutnya Kesimpulan dan Saran Sumber Suharsimi arikunto,2006 dengan modifikasi penulis sendiri. B. DESAIN ATAU MODEL PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) Pada prinsipnya dIterapkannya PTK dimaksudkan untuk mengatasi suatu permasalahan yang terdapat di dalam kelas.Berikut desain menurut para ahli : 1. Desain PTK Model Kurt Lewin Model ini merupakan dasar atau acuan pokok dari adanya berbagai model penelitian tindakan lainnya, khususnya PTK. Kurt Lewin adalah orang yang pertama kali memperkenalkan AR. Konsep pokok penelitiannya terdiri dari empat komponen, yaitu: (a). Perencanaan/planning,(b).Tindakan/acting,(c).Pengamatan/observing,dan(d).Refleksi/refl cting. Hubungan keempat komponen tersebut merupakan suatu siklus. 2. Desain PTK Model Kemmis & McTaggart Desain ini merupakan pengembangan konsep dasar dari K. Lewin, hanya saja komponen tindakan (acting) dan pengamatan (observing) sebagai satu kesatuan. Karena kenyataannya antara implementasi “acting” dan “observing” merupakan dua kegiatan yang tak terpisahkan, yaitu dilakukan dalam satu kesatuan waktu, begitu berlangsungnya suatu “acting” maka “observing” harus dilaksanakan. Jadi merupakan satu perangkat atau untaian yang setiap perangkat berisi empat komponen sebagai siklus atau putaran kegiatan yang 3 terdiri dari: perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Jumlah siklusnya bergantung permasalahan yang perlu dipecahkan. 3. Desain PTK Model John Elliot Desain ini pun merupakan pengembangan dari konsep dasar model K. Lewin. Di sini bahwa dalam satu “tindakan” terdiri dari beberapa langkah (step), yaitu langkah tindakan 1, 2, dan langkah tindakan 3. Dengan dasar pemikiran bahwa dalam suatu mata pelajaran terdiri dari beberapa pokok bahasan (PB) dan setiap PB terdiri dari beberapa materi yang tidak dapat diselesaikan dalam satu kali tindakan di dalam suatu KBM. 4. Desain PTK Model Hopkins 5 Desain ini berpijak pada desain model PTK pendahulunya. Selanjutnya Hopkins (1993: 191) menyusun desain tersendiri sebagai berikut: mengambil start – audit – perencanaan konstruk – perencanaan tindakan (target, tugas, kriteria keberhasilan) – implementasi dan evaluasi: implementasi (menopang komitmen: cek kemajuan; mengatasi problem) – cek hasil – pengambilan stok – audit dan pelaporan. Dari beberapa desain model PTK yang ada, maka desain yang paling mudah dipahami dan dilaksanakan untuk PTK, yaitu desain model Kemmis dan McTaggart. C. BENTUK DAN SKOP PENELITIAN TINDAKAN 1. Berdasarkan setting dan lokasinya, macam-macam penelitian tindakan (Henry & McTaggart, 1996), yang masing-masing mempunyai penekanan berbeda, yaitu: a. Participatory Action Research Biasanya dilakukan sebagai strategi transformasi sosial yang menekankan pada keterlibatan masyarakat, rasa ikut memiliki program, dan analisis problem sosial berbasis masyarakat. b. Critical Action Research Biasanya dilakukan oleh kelompok yang secara kolektif mengkritisi masalah praksis, dengan penekanan pada komitmen untuk bertindak menyempurnakan situasi, misalnya hal-hal yang terkait dengan ketimpangan ras atau gender. c. Classroom Action research Biasanya dilakukan oleh guru di kelas atau di sekolah tempat ia mengajar, dengan penekanan pada penyempurnaan atau peningkatan proses dan praksis pembelajaran. d. Institusional Action Research Biasanya dilakukan oleh pihak manajemen atau organisasi untuk meningkatkan kinerja, proses, dan produktivitas dalam suatu lembaga. Intinya juga tindakan yang berupa memecahkan masalah-masalah organisasi atau manajemen melalui pertukaran pengalaman secara kritis. 2. Ditinjau dari skope atau ruang lingkupnya, penelitian tindakan bisa dilakukan di berbagai level, antara lain: 6 a. Penelitian tindakan skala makro; misalnya: meningkatkan angka partisipasi siswa tingkat SLTA. b. Penelitian tindakan level sekolah; misalnya: meningkatkan kepedulian orang tua mendorong belajar siswa, mengurangi jumlah kasus “school vandalism” c. Penelitian tindakan untuk guru (level kelas); misalnya: merangsang anak untuk berani bertanya dalam KBM, menumbuhkan kebetahan siswa belajar sejarah di perpustakaan. BAB III 7 PENUTUP D. KESIMPULAN Pada dasanya dari berbagai desain atau model yang dikemukakan oleh para tokoh ahli memeliki inti yang sama dalam mengembangkan PTK,antara lain : (1)Perencanaan, (2)Tindakan,(3)Pengamatan,(4)Refleksi.Diantara itu tidak terpisahkan satu dengan yang lain dengan kata lain saling berhubungan.3 Bentuk atau skop penelitian tindakan berdasarkan setting dan lokasi nya dibagi menjadi tiga , menurut Henry & McTaggart : Participatory Action Research,Critical Action Research,Classroom Action research,Institusional Action Research.Sedangkan berdasarkan skope atau ruang lingkupnya ada tiga :Penelitian tindakan skala makro, Penelitian tindakan level sekolah,Penelitian tindakan untuk guru (level kelas). E.SARAN Dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan maka dari itu kami berharap untuk memberikan masukan yang mendukung bagi kami guna dalam penyempurnaan makalah ini dan kemudian hariyang.Kesempurnaan tidak pada kami tapi hanya milik-Nya lah kesempurnaan itu. DAFTAR PUSTAKA Sukayati,Penelitian Tindakan Kelas, ed, Yuliawanto,et.al.(Yogyakarta:Pusat Pengembangan dan pemberdayaan Pendidik dan Tenaga kependidikan Matematika,2008),18. 3 8 Arikunto,Suharsimi,(2010),Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik,Jakarta:PT.Rineka Cipta. Ibid., Sukayati,(2008),Penelitian Tindakan Kelas,ed,Yuliawanto,et.al.Yogyakarta:Pusat Pengembangan dan pemberdayaan Pendidik dan Tenaga kependidikan Matematika. 9

Judul: Makalah Ptk

Oleh: Agus Salim S.pd.i


Ikuti kami