Psi Tugas

Oleh Rizky Aulia

12 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Psi Tugas

Computer Operator dan Data Entry Operator. Computer Operator adalah operator yang bertanggung
jawab atas semua peralatan yang ada dalam sistem komputerisasi, memeriksa dan mencoba komputer
dan peralatan lain apakah dapat dipergunakan sebagaimana mestinya dan menonfungsikan peralatan
bila tidak dipergunakan, membuat catatan tentang pelaksanaan jadwal kegiatan penggunaan komputer,
membuat backup dari sejumlah file yang ada dan pengawasan dari file backup tersebut serta
bertanggung jawab atas kebersihan dan kerapihan ruang komputer. Sedangkan Data Entry Operator
bertugas melaksanakan input data dari sumber data untuk diakses kedalam media komputer. Ia tidak
boleh merangkap profesi sebagai data controller.
Staff operator komputer yang sesungguhnya adalah orang yang bertanggung jawab untuk memantau
dan mengendalikan sistem komputer sistem komputer terutama mainframe dalam suatu perusahaan
atau organisasi (lihat penjelasan kelompok keempat pekerjaan di bidang teknologi informasi). Tanggung
jawabnya meliputi masalah perangkat lunak dan masalah hardware, pemantauan batch processing,
mempertahankan dan meningkatkan kinerja sistem dan ketersediaan online, menjaga semua sistem dan
dokumentasi aplikasi, dan membantu personel dengan masalah komputer.

Kewajiban Programmer
1. Memahami konsep dasar sistem operasi. Kebanyakan dari programmer Indonesia
biasanya membuat aplikasi di atas sistem operasi, sehingga banyak yang berpendapat
bahwa tidak perlu memahami cara kerja sistem operasi.
2. Memahami konsep dasar jaringan. Sebuah aplikasi tidak dapat berjalan sendiri. Aplikasi
tersebut pasti harus berhubungan dengan internet, melayani banyak pengguna
3. Memahami konsep dasar relational database. Setiap aplikasi pasti memiliki sebuah
database dalam penyimpanan datanya untuk itu programmer khususnya Database
Programmer ditekankan menguasai relational database.
4. Karena sekarang jaman internet, maka wajib memahami protokol HTTP, FTP, POP3,
SMTP, SSH. Protokol HTTP sekarang adalah protokol yang paling banyak digunakan di
internet.
5. Karena sekarang jaman globalisasi, maka wajib memahami Unicode. Unicode itu penting
supaya aplikasi kita tetap bisa diinstal di komputer mana saja.
6. Lebih dari satu bahasa pemrograman. Pemahaman lebih dari satu bahasa itu penting agar
wawasan programmer lebih terbuka. Bahwa tidak ada bahasa yang one-fit-all.
7. Cara menggunakan Version Control. Dalam dunia kerja, penggunaan version control
adalah wajib. Ini standar (de facto) internasional. Jika mempunyai project opensource,
baik di Sourceforge, Apache, Codehaus, dan semua hosting project opensource, pasti
programmer akan diberikan version control.
Programmer adalah individu yang bertugas dalam hal rincian implementasi, pengemasan, dan
modifikasi algoritma serta struktur data, dituliskan dalam sebuah bahasa pemrograman tertentu.
Deskripsi Pekerjaan antara lain :










Menulis program (coding) dengan menggunakan pemrograman tertentu (VB, VB.NET,
Java).
Memahami konsep basis data.
Mampu mengoperasikan aplikasi basis data.
Melakukan pengujian terhadap aplikasi program.
Melakukan analisis terhadap aplikasi program.
Melakukan riset , desain, dokumentasi dan modifikasi aplikasi software.
Melakukan analisis dan memperbaiki kerusakan (error ) pada software dengan tepat dan
cara yang akurat.
Menyediakan status laporan aplikasi yang diperlukan.

TECHNICAL SUPPORT

Tujuan Jabatan
Mengantisipasi dan mengatasi permasalahan tehnis yang timbul pada produk, membantu sales
dalam mempromosikan produk serta memberikan perbaikan yang diperlukan untuk kepuasan
customer


Tanggung Jawab Utama
No

Uraian

1.

Mereview dan menganalisa masalah yang timbul dari sales untuk dapat
menyusun pemecahan maslahnya
Bersama-sama sales melakukan kunjungan kepada customer untuk
mengetahui kepuasan customer terhadap produk Jumbo
Menerima keluhan customer atas produk serta membuat analisa
pemecahannya
Mengatasi kendala atau permaslahan yang timbul setelah sales
dilakukan yang terkait langsung dengan produk
Menjalankan tugas-tugas terkait lainnya dalam upaya pencapaian target
sales perusahaan

2.
3.
4.
5.

Skala Waktu
H/M/B/T
M
M/H
M
M

Sistem analis merupakan individu kunci dalam pengembangan sistem. Meskipun demikian,
sistem analis bekerja dalam sebuah tim yang berbasis proyek. Tim ini terdiri dari manajer sistem
informasi, programer, user dan spesialis lainnya.
Tugas utama Sistem Analis :
1.
2.
3.
4.

Menentukan lingkup sistem
Mengumpulkan fakta
Menganalisis fakta
Mengkomunikasikan temuan-temuan tersebut melalui laporan analisis sistem

Tanggung jawab Sistem Analis:
1. Tanggungjawab analis sistem tidak hanya pada pembuatan program komputer
saja, tetapi pada sistem secara keseluruhan.
2. Pengetahuan analis sistem harus luas, tidak hanya pada teknologi komputer,
tetapi juga pada bidang aplikasi yang ditanganinya.
3. Pekerjaan analis sistem dalam pembuatan program terbatas pada pemecahan
masalah secara garis besar.
4. Pekerjaan analis sistem melibatkan hubungan banyak orang, tidak terbatas
pada sesama analis sistem,programer tetapi juga pemakai sistem dan manajer.

Tanggung jawab DBA dalam menangani struktur basisdata adalah :
1. Merancang skema
DBA biasanya tidak terlibat dalam perancangan basisdata mulai dari awal. Oleh karena
itu, setiap terjadi perubahan struktur basisdata yang berpengaruh pada skema / relasi antar
tabel harus selalu dicatat
2. Mengawasi terjadinya redundancy
Redundancy dapat terjadi pada dua hal, yaitu performance dan data integrity. DBA
harus menetapkan prosedur tertentu untuk melakukan rekonsiliasi data untuk
menghindari terjadinya redundancy
3. Melakukan pengawasan konfigurasi permintaan atas perubahan struktur basisdata
DBA bertugas menyusun laporan secara berkala mengenai pemakai yang aktif, serta file
dan data yang dipakai, dan metode akses yang digunakan. Disamping itu juga dicatat
terjadinya kesalahan. Hal tersebut diperlukan untuk menentukan apakah diperlukan
adanya perubahan struktur basisdata demi peningkatan performance
4. Menjadwalkan dan mengadakan pertemuan apabila terjadi perubahan struktur basisdata
5. Menerapkan perubahan skema
Perubahan harus dilakukan pada basisdata ujicoba, agar pemakai dapat mengujinya
sebelum diterapkan pada sistem yang sesungguhnya
6. Merawat dokumentasi pemakai
Merawat dokumentasi DBA – untuk memperoleh informasi tentang perubahan yang telah
dilakukan, bagaimana dan kapan dilakukan

Manajemen DBMS
Tugas DBA berkaitan dengan manajemen DBMS adalah :

1. Menyusun laporan tentang unjuk kerja sistem basis data
Unjuk kerja sistem dapat diuji dengan dua metode, yaitu dengan menjalankan contoh
program dan dengan mencatat waktu proses pada kegiatan nyata. Pengujian dapat
dilakukan melalui rutin program atau melalui fasilitas dalam DBMS
2. Melakukan investigasi atas keluhan pemakai
3. Melakukan analisa atas laporan dan keluhan
4. Melakukan “tuning” atau “optimizing” sistem basisdata
Beberapa hal yang bisa di tune-up misalnya :
o buffers size
o size of a transaction
o numbers of shared file
5. Jika memungkinkan, melakukan “tuning” pada perangkat lunak komunikasi dan sistem
operasi dengan basisdata – misalnya dengan mengatur agar program tersimpan resident di
memori, dengan mengatur alokasi sumberdaya perangkat keras dan saluran komunikasi
6. Mengevaluasi dan menerapkan fasilitas yang baru

tugas dan tanggung jawab administrator jaringan
Peranan Administrator dalam Jaringan Komputer
Seorang administrator sistem, administrator sistem, atau sysadmin, adalah orang bekerja untuk
menjaga dan mengoperasikan sistem komputer dan / atau jaringan. Administrator sistem mungkin
menjadi anggota dari sebuah teknologi informasi (TI) atau Elektronik dan Komunikasi jurusan Teknik.
tanggung jawab Seorang administrator sistem mungkin mencakup:
* Menganalisis sistem log dan mengidentifikasi potensi masalah dengan sistem komputer.
* Memperkenalkan dan mengintegrasikan teknologi baru ke dalam lingkungan pusat data yang ada.
* Melakukan audit rutin sistem dan perangkat lunak.
* Melakukan backup.
* Menerapkan pembaruan sistem operasi, patch, dan perubahan konfigurasi.
* Instalasi dan konfigurasi hardware dan software baru.
* Menambah, menghapus, atau memperbarui informasi akun pengguna, reset password, dll
* Menjawab pertanyaan teknis.
* Tanggung jawab untuk keamanan.
* Tanggung jawab untuk mendokumentasikan konfigurasi sistem.
* Mengatasi masalah dilaporkan.
* Sistem kinerja tuning.
* Memastikan bahwa infrastruktur jaringan dan berjalan.
Dalam organisasi yang lebih kecil, administrator sistem juga dapat melakukan sejumlah tugas lain yang
terkait dengan bidang lain:
* Dukungan teknis
* Database administrator (DBA)

* Administrator Jaringan / analis / spesialis
* Aplikasi analis
* Keamanan administrator
* Programmer Pada intinya administrator network bertugas mengelola serta menjaga seluruh sumber
daya pada sistem jaringan agar kinerja jaringan lebih efektif dan efisien dilihat dari fungsi, struktur dan
keamanan jaringan itu sendiri.
Sebelum berbicara tugas dan tanggung jawab berikut beberapa hal umum yang harus di kuasai seorang
network administrator ;

Tugas, Wewenang dan Tanggung Jawab Project Manager - Didalam pekerjaan kontruksi,
seorang project manager sangat berperan penting sebab tercapainya dan suksesnya suatu
pekerjaan kontruksi itu tergantung atau kapasitas kinerja seorang project manager untuk itu,
peran
seorang
manager
itu
sangat
berpengaruh.
Seorang Project Manager harus orang yang memiliki keahlian khusus atau yang sudah
berpengalaman dibidang kontruksi dan mengetahui apa tugas dari seorang project manager itu
sendiri. paling tidak dapat berkontribusi bagi pekerjaannya. dalam hal ini, project manager harus
dipegang oleh orang-orang yang memiliki kedisplinan yang tinggi dan bekerja secara maksimal.
Adapun Tugas, Wewenang dan Tanggung Jawab Project Manager, yaitu :













Membuat rencana kerja dan anggaran konstruksi
Mengendalikan seluruh kegiatan konstruksi
Melakukan koordinasi dengan semua pihak terkait
Membangun komunikasi internal dan eksternal
Menetapkan kebutuhan sumber daya
Menentukan alternatif mencapai target
Menyetujui rencana dan metode kerja
Menunjuk pemasok dan subkontraktor
Tercapainya sasaran biaya, mutu,waktu, k3 dan lingkungan
Efisiensi dan efektifitas penggunaan sumber daya
Terkoordinasinya semua pihak terkait
Kepuasan pelanggan

Tugas dan Tanggung Jawab sekretaris

Tugas sekretaris
1. Berdasarkan ruang lingkup tugas sekretaris dikelompokkan menjadi
8(delapan) yaitu:
a. Tugas-tugas Rutin
Yaitu tugas-tugas yang dikerjakan setiap hari tanpa perintah. Tugas ini
meliputi:
Membuka surat.
Menerima dikte.
Menerima tamu.
Menerima telepon.
Menyimpan arsip/surat.
Menyusun dan membuat jadwal kegiatan pimpinan.
b. Tugas-tugas Khusus
Yaitu tugas yang diperintahkan langsung oleh pimpinan kepada
sekretaris dengan penyelesaiannya secara khusus. Tugas ini diberikan
karena adanya unsur kepercayaan bahwa tugas sekretaris mampu
menyimpan rahasia perusahaan. Tugas ini meliputi:
Mengonsep surat perjanjian kerjasama dengan relasi atau instansi
luar.
Menyusun surat rahasia (confidential).
Menyusun acara pertemuan bisnis.
Pembelian kado atau cindera mata.
Dan lain-lain.
c. Tugas-tugas istimewa
Yaitu tugas yang menyangkut keperluan pimpinan, antara lain:

Membetulkan letak atau posisi alat tulis pimpinan serta
perlengkapan yang diperlukan.
Bertindak sebagai penghubung untuk meneruskan informasi
kepada relasi.
Mewakili seseorang menerima sumbangan untuk dana atau
keperluan kegiatan lainnya.
Mengingatkan pimpinan membayar iuran atau asuransi dari suatu
badan atau instansi.
Memeriksa hasil pengumpulan dana atau uang muka dari instansi
yang diberikan sebagai dana kesejahteraan.
Menghadiri rapat-rapat dinas, sebagai pendamping pimpinan
selama mengadakan pertemuan bisnis.
Mengadakan pemeriksaan peralatan kantor, mana yang perlu
diperbaiki dan mana yang tidak perlu diperbaiki atau penambahan
alat-alat dan sarana kantor.
d. Tugas Sosial
Tugas sosial, meliputi:
Mengurusi Rumah tangga kantor.
Mengatur penyelenggaraan resepsi untuk kantor pimpinan beserta
pengurusan undangannya.
e. Tugas Keuangan
Biasanya sekretaris mengurusi keuangan yang dinamakan petty
cash (uang cadangan/kas kecil). Tugas keuangan ini antara lain:
Menangani urusan keuangan pimpinan di Bank, misalnya:
penyampaian penyimpanan uang di Bank, penarikan cek,
pengambilan uang dari Bank.
Membayar rekening-rekening, pajak, sumbangan dana atas nama
pimpinan.
Menyimpan catatan pengeluaran sehari-hari untuk pimpinan dan
penyediaan dana untuk keperluan sehari-hari.

f. Tugas Resepsionis
Tugas sekretaris sebagai resepsionis, yaitu:
1. Menerima dan menjawab telepon serta mencatat pesan-pesan lewat
telepon.
2. Menerima tamu yang akan bertemu dengan pimpinan.
3. Mencatat janji-janji untuk pimpinan.
4. Menyusun acara kerja sehari-hari pimpinan.
g. Tugas insidental
Tugas ini merupakan pekerjaan yang tidak rutin dilakukan oleh
sekretaris meliputi:
Menyiapkan agenda rapat, menyiapkan laporan, menyiapkan
pidato atau pernyataan pimpinan.
Membuat ikhtisar dari berita-berita dan karangan yang termuat
dalam surat kabar, majalah, brosur, dan media-media lain yang ada
kaitannya dengan kepentingan perusahaan.
Mengoreksi bahan-bahan cetakan, misal: brosur, undangan,
formulir, dan daftar yang dikonsep oleh perusahaan.
Mewakili pimpinan dalam berbagai resepsi atau pertemuan.
h. Tugas sekretaris dalam Business Meeting (pertemuan bisnis)
Pertemuan bisnis (Business Meeting) ini terjadi ketika dua orang
atau lebih saling menerima dan memberi sesuatu berupa informasi,
menyimak kembali kemajuan, memecahkan masalah dan menciptakan
yang baru. Tugas inilah yang cukup berat dan melelahkan bagi
sekretaris untuk mengorganisir pertemuan-pertemuan tersebut.
2. Berdasarkan pendapat para pakar ahli mengenai tugas sekretaris adalah
sebagai berikut:
a. Menurut H. Donald
Menyatakan bahwa hal-hal kedudukan pimpinan dan situasi
organisasi perusahaan akan menentukan sebagian besar tugas-tugas
sekretaris. Hal-hal yang dimaksud adalah:

1. Menyalin atau mengisi transkrip dari stenografi atau warkat-warkat
dari mesin dikte.
2. Membuat catatan pertemuan, menyusun dan memelihara arsip
khusus.
3. Menyelesaikan urusan apapun dari masalah pribadi pimpinan yang
diminati, dan lain-lain.
b. Menurut M. Braum dan Ramon C. dari Portugal
Tugas dan tanggung jawab sekretaris tidaklah sama persis tetapi
dapat dikelompokkan sebagai berikut:
1. Merencanakan pekerjaan.
2. Menerima tamu.
3. Mengurus surat masuk dan surat keluar.
4. Menyiapkan pertemuan atau konferensi, dan lain-lain.
(Drs. Sutarto, 1992: 80-83)
Tanggung Jawab Sekretaris
Selain sekretaris bertanggung jawab atas pekerjaannya ada tanggung jawab lain
yang harus dilaksanakan yaitu:
1. Personal Responsibility (Tanggung Jawab Individu)
Sekretaris bertanggung jawab terhadap performansi diri sendiri dan upaya
pengembangan ke arah yang lebih berkualitas. Dengan “mengelola” diri
sendiri supaya dapat tampil dengan performansi prima dalam pelaksanaan
tugas pokok sehari-hari, antara lain:
a. Mempermudah dan memperlancar kerja pimpinan melalui pengaturan
waktu dan distribusi informasi yang efisien.
b. Mendistribusikan informasi dari kantor pimpinan secara jelas dan
akurat.
c. Mendukung kelancaran alur kerja antara kantor pimpinan dengan
bagian-bagian lainnya.

d. Memberikan peluang kepada pimpinan untuk lebih berfokus pada halhal strategis dan memiliki dampak jangka panjang.
e. Memberikan masukan positif dan inisiatif untuk perbaikan perusahaan.
2. Internal Responsibility (Tanggung Jawab Dalam)
Sekretaris bertanggung jawab terhadap upaya pencapaian superioritas
kinerja kantor dan pengaruhnya terhadap kinerja perusahaan. Tanggung
jawab ini terwujud melalui aktivitas:
a. Mengelola sumber daya kantor termasuk keuangan.
b. Menciptakan suasana (fisik dan mental) yang mendukung kelancaran
kerja.
c. Mendukung penciptaan budaya kerja yang positif.
d. Membantu menciptakan “kelompok informal positif” di lingkungan
perusahaan.
e. Mengelola anak buah untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi kerja
di kantor.
3. Networking Responsibility (Tanggung Jawab Cabang Perusahaan)
Tanggung jawab sekretaris untuk meluaskan wawasan dan jalinan
perusahaan dengan tujuan peningkatan daya saing. Perwujudannya adalah
melalui upaya memperluas network perusahaan, mengatur dan mengawasi
pelaksanaan acara-acara formal dan informal yang diselenggarakan oleh
kantor dalam kaitannya dengan upaya mempertahankan dan berpartisipasi
dalam mengembangkan citra perusahaan.
(A.B Susanto, 1997: 14-15)
4. Bertanggung jawab atas berhasilnya perusahaan tempat dia bekerja. Dalam
peran aktifnya membantu kelancaran tugas-tugas pimpinan sehingga dapat
tercapai tujuan yang telah ditetapkan.
5. Tanggung jawab hukum seorang sekretaris.
Salah satu segi penting dari jabatan sekretaris, walaupun kemungkinan
besar tidak tercantum dalam peraturan tertulis, adalah tanggung jawab
hukumnya sebagai perantara pimpinan dalam transaksi. Sebagai perantara,
berarti sekretaris berperan menjadi wakil pimpinan dalam urusan bisnis

dengan pihak ketiga, karena sekretaris mempunyai wewenang ini. Jadi
sekretaris harus bertindak hati-hati dan bertanggung jawab.
Berikut ini hal-hal yang perlu diperhatikan oleh sekretaris:
a. Sekretaris tidak boleh melakukan jual beli dengan perusahaan demi
keuntungan pribadi, kecuali bila perusahaan memberi ijin.
b. Sekretaris tidak boleh membocorkan rahasia usaha pimpinan baik masa
bekerja atau masa kerja berakhir.
c. Sekretaris tidak dapat berkecimpung dalam suatu usaha saingan kecuali
mendapat ijin dari pimpinan.
d. Sekretaris harus mengikuti secara cermat dan tepat semua instruksi
pimpinan dalam melaksanakan tugas rutin.
e. Keterangan dari pimpinan mengenai batas-batas yang jelas dan pasti
mengenai wewenang sekretaris sangat diperlukan dan jangan sekalikali bertindak melampaui batas-batas tersebut. (Thomas W.
Bratawidjaja, 1996: 87-88)

Tanggung Jawab Sekretaris
Selain sekretaris bertanggung jawab atas pekerjaannya ada tanggung jawab lain yang harus
dilaksanakan yaitu:
1. Personal Responsibility (Tanggung Jawab Individu)
Sekretaris bertanggung jawab terhadap performansi diri sendiri dan upaya pengembangan ke
arah yang lebih berkualitas. Dengan “mengelola” diri sendiri supaya dapat tampil dengan
performansi prima dalam pelaksanaan tugas pokok sehari-hari, antara lain:
a. Mempermudah dan memperlancar kerja pimpinan melalui pengaturan waktu dan distribusi
informasi yang efisien.
b. Mendistribusikan informasi dari kantor pimpinan secara jelas dan akurat.
c. Mendukung kelancaran alur kerja antara kantor pimpinan dengan bagian-bagian lainnya.
d. Memberikan peluang kepada pimpinan untuk lebih berfokus pada hal-hal strategis dan
memiliki dampak jangka panjang.
e. Memberikan masukan positif dan inisiatif untuk perbaikan perusahaan.
2. Internal Responsibility (Tanggung Jawab Dalam)
Sekretaris bertanggung jawab terhadap upaya pencapaian superioritas kinerja kantor dan
pengaruhnya terhadap kinerja perusahaan. Tanggung jawab ini terwujud melalui aktivitas:
a. Mengelola sumber daya kantor termasuk keuangan.
b. Menciptakan suasana (fisik dan mental) yang mendukung kelancaran kerja.
c. Mendukung penciptaan budaya kerja yang positif.
d. Membantu menciptakan “kelompok informal positif” di lingkungan perusahaan.
e. Mengelola anak buah untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi kerja di kantor.

3. Networking Responsibility (Tanggung Jawab Cabang Perusahaan)
Tanggung jawab sekretaris untuk meluaskan wawasan dan jalinan perusahaan dengan tujuan
peningkatan daya saing. Perwujudannya adalah melalui upaya memperluas network perusahaan,
mengatur dan mengawasi pelaksanaan acara-acara formal dan informal yang diselenggarakan
oleh kantor dalam kaitannya dengan upaya mempertahankan dan berpartisipasi dalam
mengembangkan citra perusahaan.
(A.B Susanto, 1997: 14-15)
4. Bertanggung jawab atas berhasilnya perusahaan tempat dia bekerja. Dalam peran aktifnya
membantu kelancaran tugas-tugas pimpinan sehingga dapat tercapai tujuan yang telah
ditetapkan.
5. Tanggung jawab hukum seorang sekretaris.
Salah satu segi penting dari jabatan sekretaris, walaupun kemungkinan besar tidak tercantum
dalam peraturan tertulis, adalah tanggung jawab hukumnya sebagai perantara pimpinan dalam
transaksi. Sebagai perantara, berarti sekretaris berperan menjadi wakil pimpinan dalam
urusan bisnis dengan pihak ketiga, karena sekretaris mempunyai wewenang ini. Jadi sekretaris
harus bertindak hati-hati dan bertanggung jawab.
Berikut ini hal-hal yang perlu diperhatikan oleh sekretaris:
a. Sekretaris tidak boleh melakukan jual beli dengan perusahaan demi keuntungan pribadi,
kecuali bila perusahaan memberi ijin.
b. Sekretaris tidak boleh membocorkan rahasia usaha pimpinan baik masa bekerja atau masa
kerja berakhir.
c. Sekretaris tidak dapat berkecimpung dalam suatu usaha saingan kecuali mendapat ijin dari
pimpinan.
d. Sekretaris harus mengikuti secara cermat dan tepat semua instruksi pimpinan dalam
melaksanakan tugas rutin.
e. Keterangan dari pimpinan mengenai batas-batas yang jelas dan pasti mengenai wewenang
sekretaris sangat diperlukan dan jangan sekali-kali bertindak melampaui batas-batas tersebut.
(Thomas W. Bratawidjaja, 1996: 87-88)

Judul: Psi Tugas

Oleh: Rizky Aulia


Ikuti kami