Makalah Msdm

Oleh Siti Aisah

292,7 KB 8 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Makalah Msdm

MAKALAH MSDM “GAYA KEPEMIMPINAN DAN LINGKUNGAN KERJA DALAM MENINGKATKAN EFFEKTIVITAS PENCAPAIAN TUJUAN ORGANISASI” Dosen Pengampu : Rudi Irwansyah, S.P., M.M Disusun Oleh : 1. Putri Salsabila – 17013074 2. Yasinta Fitriani – 17013080 3. Siti Aisah – 19011023 SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN SUKMA T.A 2020/2021 KATA PENGANTAR Assalamu ‘Alaikum Wr.Wb. Puji syukur kita panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunianya kepada kita semua sehingga makalah ini dapat kami susun dengan baik dan tanpa kendala berarti apapun. Tak lupa pula kita kirimkan salam serta salawat kepada baginda Nabi Muhammad saw yang telah membawa kita dari alam kegelapan menuju alam yang terang benderang seperti saat ini. Makalah kami ini berjudul : “Gaya Kepemimpinan Dan Lingkungan Kerja Dalam Meningkatkan Effektivitas Pencapaian Tujuan Organisasi” Kami menyadari bahwa didalam pembuatan makalah ini berkat bantuan dan tuntunan Tuhan Yang Maha Esa sehingga tidak adanya kesulitan didalam membuat makalah ini. Makalah ini dibuat sebagai tugas yang diberikan oleh Bapak Rudi Irwansyah, S.P., M.M sebagai dosen mata kuliah “Manajemen Sumber Daya Manusia” selaku dosen Pengantar Manajemen kami. Dengan ini kami menyadari bahwa dalam proses penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik materi maupun cara penulisannya. Namun demikian, kami telah berupaya dengan segala kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki sehingga makalah ini dapat selesai dengan baik dan oleh karenanya, kami dengan rendah hati menerima masukan dan saran guna penyempurnaan makalah ini. Akhirnya kami berharap agar makalah ini bisa bermanfaat bagi seluruh pembacanya. Wassalammualaikum wr.wb 2 DAFTAR ISI Kata Pengantar ……………………………………………….....…….. 2 Daftar Isi ……………………………………………………………..…. 3 BAB I PENDAHULUAN ……………………………………………… ...............4 1.1 Latar Belakang …………………………………………………….. 4 1.2 Rumusan Masalah ………………………………………………… 5 1.3 Tujuan Masalah …………………………………………………. ..................5 BAB II PEMBAHASAN ………………………………………………….. 6 2.1 Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia…………………. 6 2.2 Pengertian Gaya Kepemimpinan..................... ……………………...............7 2.3 Pengertian Effektivitas Kerja ................. ………………………… ..................10 2.4 Metode Penelitian ....................................................................................................12 BAB III PENUTUP ……………………………………………………….. 13 3.1 Kesimpulan ………………………………………………………...................13 3.2 Saran ......... ……………………………………………………….. ..................14 Daftar Pustaka ……………………………………………………………. 3 15 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Studi membuktikan dengan memperbaiki praktik MSDM dapat meningkatkan nilai pasarnya sebanyak 30% hal ini disebut dengan praktik kerja berkinerja tinggi yang dapat menghasilkan kinerja individu dan organisasi yang tinggi. Dasar umum bagi praktik itu tampaknya adalah koomitmen untuk meningkatkan pengetahuan, keahlian, dan kemampuan para karyawan organisasi, meningkatkan motivasi mereka, mengurangi kemalasan dalam bekerja, dan mempertahankan karyawan yang bermutu sambil mendorong yang tidak berkinerja baik untuk keluar. Apakah organisasi memilih untuk melaksanakan praktik kerja bekinerja tinggi atau tidak? ada kegiatan manajemen sumber daya manusia tertentu yang harus diselesaikan untuk memastikan organisasi itu mempunyai orang-orang yang berkualitas yang mampu melakukan pekerjaan yang harus dikerjakan, berbagai kegiatan tersebut mendasari proses manajemen sumber daya manusia. Untuk menjawab pertanyaan tersebut hal inilah yang melatarbelakangi penulis dalam membuat makalah ini, agar organisasi dapat terbantu menemukan sumber daya manusia yang berkualitas Melalui gaya kepemimpinan yang effektif,maka effektivitas kerja para karyawan akan dibina dan dikembangkan.Sehingga peran mereka sebagai pelayan masyarakat juga dapat dioptimalkan. Berdasarkan uraian diatas maka penulis tertarik untuk meneliti dan membahasnya menjadi penelitian dengan judul : “Gaya Kepemimpinan Dan Lingkungan Kerja Dalam Meningkatkan Effektivitas Pencapaian Tujuan Organisasi’’. . 4 1.2 Rumusan Masalah Penulis sudah menyusun sebagian permasalahan yang hendak dibahas dalam makalah ini. Berdasarkan uraian permasalahan pada latar belakang pembahasan pada diatas , rumusan masalah yang akan dibahas ialah : Gaya Kepemimpinan Dan Lingkungan Kerja Dalam Meningkatkan Effektivitas Pencapaian Tujuan Organisasi. 1.3 Tujuan Masalah Bersumber pada rumusan permasalahan yang disusun oleh penulis di atas, hingga tujuan dalam penyusunan makalah ini adalah sebagai berikut: Untuk mengetahui apa itu Manajemen Sumber Daya Manusia. Untuk mengetahui bagaimana cara dan gaya Kepemimpinan. Untuk mengetahui pengertian effektivitas kerja. Untuk mengetahui jenis metode penelitian yang dipakai. Dan terakhir agar pembaca dapat memahami “Gaya Kepemimpinan Dan Lingkungan Kerja Dalam Meningkatkan Effektivitas Pencapaian Tujuan Organisasi”. 5 BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia Manajemen sumber daya manusia, disingkat MSDM, adalah suatu ilmu atau cara bagaimana mengatur hubungan dan peranan sumber daya (tenaga kerja) yang dimiliki oleh individu secara efisien dan efektif serta dapat digunakan secara maksimal sehingga tercapai tujuan (goal) bersama perusahaan, karyawan dan masyarakat menjadi maksimal. MSDM didasari pada suatu konsep bahwa setiap karyawan adalah manusia bukan mesin dan bukan semata menjadi sumber daya bisnis. Berikut ini adalah pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) menurut para ahli: 1. Menurut Melayu SP. Hasibuan. MSDM adalah ilmu dan seni mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja agar efektif dan efisien membantu terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan dan masyarakat. 2. Menurut Henry Simamora MSDM adalah sebagai pendayagunaan, pengembangan, penilaian, pemberian balasan jasa dan pengelolaan terhadap individu anggota organisasi atau kelompok bekerja. MSDM juga menyangkut desain dan implementasi system perencanaan, penyusunan personalia, pengembangan karyawan, pengeloaan karir, evaluasi kerja, kompensasi karyawan dan hubungan perburuhan yang mulus. MSDM penting karena tiga alasan : ➢ ➢ Pertama, MSDM bisa menjadi sumber yang signifikan bagi keunggulan kompetitif. Kedua, MSDM menjadi bagian penting dalam strategi organisasi. Meraih kesuksesan kompetitif melalui karyawan menyiaratkan manajer harus mengubah pemikirannya terhadap para pekerja dan bagaimana mereka memandang hubungan kerja yang ada. Mereka harus bekerja sama dengan orang-orang dan melakukannya sebagai mitra, bukan semata-mata biaya yang harus diminimalisasi atau dihindari. Inilah yang disebut dengan organisasi beorientasi kemanusiaan. 6 ➢ Terakhir, bagaimana organisai memperlakukan orang-orangnya ternyata juga sangat mempengaruhi kinerja organisasi. Praktik-praktik kerja yang menghasilkan baik kinerja individu yang tinggi maupun kinerja organisasi yang tinggi dikenal sebagai praktik kerja yang bekinerja tinggi. Sekalipun suatu organisasi tidak menggunakan praktik kerja yang bekinerja tinggi, ada beberapa kegiatan MSDM yang harus dituntaskan agar menjamin bahwa organisasi memiliki orang-orang yang berkualitas untuk menyelesaikan tugas-tugas pekerjaan kegiatan yang meliputi proses MSDM. Dari peraga dibawah menunjukan delapan kegiatan dalam proses tersebut. Tiga kegiatan utama menjamin bahwa karyawan yang kompeten diidentifikasi dan dipilih, kemudian dua kegiatan berikutnya memberikan karyawan kemampuan dan pengetahuan terkini, lalu kegiatan terakhir menjamin bahwa organisasi mempertahankan karyawan yang kompeten dan bekinerja tinggi. 2.2 Pengertian Gaya Kepemimpinan Kepemimpinan merupakan kekuatan atau kemampuan dalam diri seseorang untuk memengaruhi orang lain dalam hubungannya dengan pekerjaan, dengan tujuan sebagai mencapai tujuan sebuah organisasi tersebut. 2.2.1 Tujuan Kepemimpinan Dalam Organisasi Setelah memahami dengan adanya sebuah konsep dalam kepemimpinan, secara alami juga perlu mengetahui tujuan kepemimpinan. Adapun tujuan dari kepemimpinan diantaranya ialah: ➢ Memotivasi Orang Lain Mampu membantu orang lain untuk mempertahankan, termotivasi, dan meningkatkan motivasi mereka dalam diri mereka sendiri. Dengan kata lain, seorang pemimpin yang baik merupakan pemimpin yang dapat memotivasi dalam bawahan atau pengikut untuk mencapai sebuah tujuan yang telah diinginkan. ➢ Sarana untuk Mencapai Tujuan Kepemimpinan adalah sarana penting untuk mencapai tujuan. Dengan melihat untuk melihat apakah tujuan tercapai atau tidak, dan bagaimana tujuan ini tercapai, kita dapat mengenali semangat membimbing seseorang. 7 2.2.2 Jenis – Jenis Gaya Kepemimpinan Seseorang yang mempunyai sebuah karakter dalam kepemimpinan biasanya mempunyai suatu visi dan misi yang jelas dan kemudian akan mengekspresikan visi dan misi mereka terhadap kelompok mereka berguna sebagai mengubah visi misi menjadi visi dan misi kelompok. Terdapat 8 jenis gaya dalam kepemimpinan yang perlu diketahui. Terdapat pada tingkat efektivitas juga tergantung pada berbagai faktor, contohnya ialah dari otoritas, tujuan, budaya perusahaan, dan lain sebagainya. Adapun jenis-jenis dalam gaya seorang kepemimpinan ialah: 1. Kepemimpinan Strategis Gaya kepemimpinan strategis merupakan antara tugas atau sebuah tujuan yang ingin dicapai dan adanya sebuah peluang untuk berkembang dari tugas yang telah ditetapkan. Manajer seperti ini akan berusaha memberikan kompensasi dan memastikan kondisi kerja tetap kondusif dan stabil untuk semua. 2. Kepemimpinan Otoriter Kepemimpinan otoriter merupakan suatu kebalikan dari kepemimpinan demokratis. Pemimpin dengan gaya ini ialah seorang pemimpin yang begitu absolut. Gaya dalam kepemimpinan nya tercermin dalam bagaimana seorang pemimpin membuat sebuah keputusan tanpa memikirkan adanya orang-orang yang dipengaruhi dengan pilihan yang telah dibuat. 3.Kepemimpinan Transformasional Seorang pemimpin dengan gaya transformasi selalu berusaha untuk bagaimana mengubah tim nya menjadi akan lebih baik. Perubahan ini dapat berupa sebuah keterampilan tambahan dan kemampuan untuk melakukan lebih banyak pekerjaan yang lebih cepat. Pertama, tim yang dipandu menerima pesanan pertama dengan beban kerja standar dan tenggat waktu yang panjang untuk pekerjaan itu. Jika merasa bahwa tim dapat mulai mengerjakan target, seorang pemimpin tersebut mulai menetapkan waktu yang lebih cepat. 8 4.Kepemimpinan Birokrasi Satu kata untuk jenis kepemimpinan tersebut, yakni aturan. Dalam menjalankan tugasnya dalam pengelolaan sekelompok orang, direktur ini akan mengacu terhadap SOP dan ketentuan yang masih berlaku. Jenis kepemimpinan ini tidak akan menyukai perubahan dan solusi sebagai menyelesaikan suatu masalah. Pendekatan para pemimpin birokrasi pada umumnya bersifat konservatif dan sangat berhati-hati dalam pengambilan sebuah keputusan. 5. Kepemimpinan Demokratis Kepemimpinan yang demokratis merupakan seorang pemimpin yang dapat memperhitungkan dalam masukan-masukan dari orang-orang yang telah dipimpinnya sebelum membuat keputusan. Mengekspresikan suatu pendapat yakni dengan cara bebas. Dengan masukan, para pemimpin dapat mengidentifikasi sebuah masalah dari sudut yang berbeda, dapat mengidentifikasi masalah dan dapat menyelesaikan masalah yang real atau nyata. 6. Kepemimpinan Karismatik Pemimpin dengan gaya karismatik secara alami dapat menggeser periode atau tim mereka untuk mencapai sebuah tujuan mereka. Karisma seseorang pada umumnya muncul dari suatu lingkungan di mana ia tumbuh dan nilai-nilai sosial yang dianggapnya penting. Para pemimpin karismatik secara praktis dilahirkan sebagai pemimpin. Sulit untuk mengubah seorang pemimpin dari gaya yang berbeda menjadi pemimpin yang karismatik. 7. Kepemimpinan Delegatif Kepemimpinan delegatif merupakan sebuah gaya dalam kepemimpinan di mana terdapat seorang pemimpin yakni memberikan wewenang terhadap tim yang tekah dipimpinnya dalam memenuhi tanggung jawab dan tugasnya. 9 Cara memimpin yakni biasanya akan ditunjukkan oleh perusahaan pemula yang masih berkembang dan membangun budaya kerja yang sejalan dengan visi dan misi yang akan dibangun. 8. Kepemimpinan Transaksional Pemimpin transaksional akan dihargai jika tim yang dipimpinnya berhasil bekerja dengan memuaskan dan sejalan dengan tujuan dan arahan tersebut. Seseorang pemimpin dapat mempunyai sebuah karakter dalam kepemimpinan biasanya mempunyai suatu visi dan misi yang jelas. Dapat memengaruhi orang lain dalam pekerjaan, tujuan sebagai mencapai tujuan sebuah organisasi tersebut 2.3 Pengertian Effektivitas Kerja Efektivitas kerja terdiri dari dua kata yaitu efektivitas dan kerja. Menurut Richard M. Steers (1980 : 1), efektivitas yang berasal dari kata efektif, yaitu suatu pekerjaan dikatakan efektif jika suatu pekerjaan dapat menghasilkan satu unit keluaran (output). Suatu pekerjaan dikatakan efektif jika suatu pekerjaan dapat diselesaikan tepat pada waktunya sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Efektivitas menurut Bedjo Siswanto (1990:62) berarti menjalankan pekerjaan yang benar. Menurut Sutarto (1978:95) Efektivitas kerja adalah suatu keadaan dimana aktifitas jasmaniah dan rohaniah yang dilakukan oleh manusia dapat mencapai hasil akibat sesuai yang dikehendaki. Efektivitas kerja merupakan suatu ukuran tentang pencapaian suatu tugas atau tujuan (Schermerhorn, 1998:5). 10 Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Efektivitas Kerja Ada empat faktor yang mempengaruhi efektivitas kerja, seperti yang dikemukakan oleh Richard M. Steers (1980:9), yaitu: 1. Karakteristik Organisasi Karakteristik organisasi terdiri dari struktur dan tehnologi organisasi yang dapat mempengaruhi segi-segi tertentu dari efektivitas dengan berbagai cara. Yang dimaksud struktur adalah hubungan yang relatif tepat sifatnya, seperti dijumpai dalam organisasi, sehubungan dengan susunan sumber daya manusia struktur meliputi bagaimana cara organisasi menyusun orang-orangnya dalam menyelesaikan pekerjaan, sedangkan yang dimaksud tehnologi adalah mekanisme suatu organisasi umtuk mengubah masukan mentah menjadi keluaran. 2. Karakteristik Lingkungan Lingkungan luar dan lingkungan dalam juga telah dinyatakan berpengaruh atas efektivitas, keberhasilan hubungan organisasi lingkungan tampaknya amat tergantung pada tingkat variabel kunci yaitu tingkat keterdugaan keadaan lingkungan, ketepatan persepsi atas keadaan lingkungan,tingkat rasionalisme organisasi. Ketiga faktor ini mempengaruhi ketepatan tanggapan organisasi terhadap perubahan lingkungan. 3. Karakteristik Pekerja Pada kenyataannya para anggota organisasi merupakan faktor pengaruh yang paling penting karena perilaku merekalah yang dalam jangka panjang akan memperlancar atau merintangi tercapainya tujuan organisasi. Pekerja merupakan sumber daya yang langsung berhubungan dengan pengelolaan semua sumber daya yang ada di dalam organisasi, oleh sebab itu perilaku pekerja sangat berpengaruh terhadap pencapaian tujuan organisasi. Pekerja merupakan modal utama di dalam organisasi yang akan berpengaruh besar terhadap efektivitas, karena walaupun tehnologi yang digunakan merupakan tehnologi yang canggih dan didukung oleh adanya struktur yang baik, namun tanpa adanya pekerja maka semua itu tidak ada gunanya. 4. Karakteristik Kebijaksanaan dan Praktek Manajemen Dengan makin rumitnya proses teknologi dan perkembangannya lingkungan maka peranan manajemen dalam mengkoordinasi orang dan proses demi keberhasilan organisasi semakin sulit. 11 2.4 Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam makalah ini ialah : ➢ Analisis Kualitatif Yaitu sistem analisa yang menggunakan teori-teori non sistematis dalam pembahasannya. Karena sifatnya yang elaborative, penelitian kualitatif dapat dengan mudah membantu peneliti untuk menggali informasi yang lebih dalam terkait suatu topik pnelitian yang nantinya informasi yang didapatkan dapat digunakan untuk menentukan tujuan penelitian. Tujuan dari penelitian kuantitatif adalah untuk menentukan hubungan antar variabel dalam sebuah populasi. Desain penelitian kuantitatif ada dua macam yaitu deskriptif dan eksperimental. Studi kuantitatif deskriptif melakukan pengukuran hanya sekali. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis. Proses dan makna (perspektif subjek) lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif. Landasan teori dimanfaatkan sebagai pemandu agar fokus penelitian sesuai dengan fakta di lapangan. 12 BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan Manajemen sumber daya manusia berperan begitu penting dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan dan sasaran dari organisasi tersebut. Manajemen sumber daya manusia meliputi perencanaan, perekrutan, seleksi, kompensasi, pengintregasian, serta pemisahan tenaga kerja dalam mencapai tujuan. Oleh karena itu manajemen sumber daya manusia merupakan hal yang sangat penting karena adanya tiga alasan : (1) proses itu merupakan keunggulan kompetitif yang signifikan, (2) proses itu menjadi bagian penting dari strategi organisasi, (3) perlakuan organisasi terhadap karyawannnya secara signifikan mempengaruhi kinerja organisasi. Pada Gaya kepemimpinan,Setiap pemimpin pada dasarnya memiliki perilaku yang berbeda dalam memimpin para pengikutnya, perilaku para pemimpin itu disebut dengan gaya kepemimpinan. Gaya kepemimpinan merupakan suatu cara pemimpin untuk mempengaruhi bawahannya yang dinyatakan dalam bentuk pola tingkah laku atau kepribadian. Seorang pemimpin merupakan seseorang yang memiliki suatu program dan yang berperilaku secara bersama-sama dengan anggota-anggota kelompok dengan mempergunakan cara atau gaya tertentu, sehingga kepemimpinan mempunyai peranan sebagai kekuatan dinamik yang mendorong, memotivasi dan mengkordinasikan perusahaan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.Terdapat 4 jenis utama dari gaya kepemimpinan, yaitu otoriter, demokratis, bebas, dan gaya kepemimpinan lain diluar jenis lainnya. Efektivitas kerja adalah suatu ukuran dan kemampuan dalam melaksanakan fungsi, tugas, program atau misi dari suatu organisasi atau perusahaan sesuai dengan target (kuantitas, kualitas dan waktu) yang telah ditetapkan. Efektivitas pekerjaan merupakan hubungan antara output dengan tujuan, semakin besar kontribusi (sumbangan) output terhadap pencapaian tujuan, maka semakin efektif organisasi, program atau kegiatan 13 3.2 Saran Dengan mempelajari materi tersebut. Sebaiknya, para manajer menerapkan bagaimana perilaku dan prosedur Manajemen Sumber Daya Manusia yang benar sesuai dengan kaidah yang ada. Agar semua tujuan dan sasaran dalam organisasi tersebut dapat tercapai selaras dengan perilaku yang diterima oleh karyawan dalam organisasi. Dalam makalah ini penulis menyarankan agar manajemen sumber daya manusia hendaknya dijalankan dengan sebaik mungkin, mengingat begitu pentingnya peran dan fungsi sumber daya manusia dalam rangka pencapaian tujuan yang ditetapkan organisasi. Perkembangan psikologi manusia perlu menjadi perhatian utama bagi manajer sumber daya manusia, dalam rangka melakukan manajemen terhadap sumber daya manusia dalam organisasi. 14 DAFTAR PUSTAKA Robbins, P. Stephen & Coulter Mary. 2010. Manajemen, Edisi Ke 10, Jilid 1. Jakarta : Erlangga. http://ariplie.blogspot.co.id/2015/04/pengertian-seleksi-menurut-ahli.html Malayu S.P Hasibuan. 2000. Manajemen Sumber Daya Manusia. PT. Gunung Agung. Jakarta Sedarmayanti. 1995. Sumber Daya Manusia dan Produktivitas Kerja. Ilham Jaya. Bandung https://guruakuntansi.co.id/gaya-kepemimpinan/ http://jurnal-sdm.blogspot.com/2010/01/efektifitas-kerja-definisi-faktoryang.html#:~:text=Suatu%20pekerjaan%20dikatakan%20efektif%20jika%20suatu%20pekerj aan%20dapat%20diselesaikan%20tepat,dengan%20rencana%20yang%20telah%20ditetapk an.&text=Menurut%20Siagian%20(1986%3A152),seperti%20yang%20telah%20ditetapkan %20sebelumnya. T. Hani Handoko. 2001. Manajemen Sumber Daya Manusia. BPFE. Jogyakarta. file:///C:/Users/Acer/Downloads/26-51-1-SM.pdf http://buahpensil.blogspot.com/2018/03/makalah-gaya-kepemimpinan.html https://www.kajianpustaka.com/2020/03/efektivitaskerja.html#:~:text=Efektivitas%20kerja%20adalah%20suatu%20ukuran,dan%20waktu)%20y ang%20telah%20ditetapkan. Sedarmayanti. 1995. Sumber Daya Manusia dan Produktivitas Kerja. Ilham Jaya. Bandung 15

Judul: Makalah Msdm

Oleh: Siti Aisah


Ikuti kami