Tugas Final

Oleh Darma Wati

113,2 KB 9 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Tugas Final

TUGAS INDIVIDU FILSAFAT PENDIDIKAN DASAR ENAM STRATEGI UNTUK MENGATASI MASALAH ANAK YANG SUKA MENUNDA-NUNDA WAKTU NAMA : DARMAWATI NIM : 171051404048 KELAS : 04 PENDIDIKAN DASAR NO. URUT : 27 JURUSAN ADMINISTRASI PENDIDIKAN KEKHUSUSAN PENDIDIKAN DASAR PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR 2017 Tuangkan tentang hal-hal seputar kehidupan (perilaku) anak yang kita anggap perlu diketahui dan ditanggulangi oleh guru dan orang tua dan guru!. Menunda-Nunda Masalah Tanda Bahaya Melakukan segalanya di saat-saat terakhir, menunggu ada orang yang menyelamatkannya atau memulainya, kesadaran terhadap waktu buruk. Tujuan perubahan Anak belajar mengelola waktu lebih efektif, menetapkan batas waktu yang realistis, dan mulai mengerjakan tugas tanpa diingatkan. Mengapa Berubah ? “kamu tidak pernah memberi saya waktu yang cukup!” “sudah saya bilang akan saya selesaikan besok.” “berhenti membuat saya terburu-buru”. Apakah terdengar biasa? Jika ya, anda memiliki seseorang yang lalai. Hampir apa yang dilakukan pada anak-anak ini diatur dengan zona waktu yang berbeda. Sebagai PR, pengharapan, dan kegiatan menjadi lebih tahan pada setiap tingkat kelas. Menundanunda waktu dapat memperburuk keadaan begitu pula dalam kebiasaan sosial. Ayo kita hadapi: tidak ada guru, pelatih atau bahkan teman yang menghargai keterlambatan. Meskipun tidak ada obat ajaib bagi masalah menunda-nunda waktu ini, ada beberapa strategi yang dapat membantu anak belajar mengelola waktu dan keterampilan mengatur agar dapat memulai tugas jauh lebih awal dan tidak menundanya. Menunda-nunda waktu bukanlah kesalahan fungsi biologis pada anak, melainkan sebuah kebiasaan buruk yang harus dihancurkan. Berikut ini solusi untuk memulai perubahan yang penting ini. SOLUSI Enam Strategi Untuk Mengatasi Masalah Anak Yang Suka Menunda-Nunda Waktu 1. Identifikasi penyebabnya. Langkah pertama dalam memecahkan masalah ini adalah menemukan penyebab keterlambatan dan penundaan pada anak anda, setelah anda gali lebih dalam dan menemukan sebab sebenarnya, Anda dapat menerapkan solusi yang lebih baik. Dengan tenang tanyakan kepada anak misalnya, “kamu menunda tugas sains sampai menit terkahir, kenapa menunggu begitu lama?apa yang bisa membantumu memulai lebih awal?” (jawabannya mugkin lebih sederhana dari pada yang Anda kira, seperti dia sakit saat tugas diberikan atau dia tidak memiliki bahan untuk memulai). Jika anak tidak dapat member alasan, ini daftar kemugkinan untuk dipertimbangkan. Cek mana yang cocok dengan anak:  Meniru. Dia melihat orang lain yang suka menunda-nunda waktu sehinga anak tersebut juga melakukan hal yang sama dengan menunggu sampai menit terakhir.  Selalu diselamatkan. Orang lain memulai atau menyelesaikan tugas rumah, kegiatan atau PR untuknya.  Attention deficit. Mempunyai kesulitan belajar, rentang perhatian yang pendek dan kesulitan fokus.  Temperamen “lambat”. Anak santai, melakukan kapan dia suka.  Tidak percaya pada alat penunjuk waktu. Anak tidak dapat membaca jam  Keasyikan bermain. Dia menggunakan perilaku untuk membangkitkan kemarahan dan menhindari tugas, anak memanfaatkan kebebasan.  Kewalahan. Dia tidak tahu kapan atau bagaimana memulai, atau merasa tertekan, sakit atau depresi.  Keterampilan belajarnya buruk. Anak lupa meletakkan barang, tidak menemukan barang, kurang terampil dalam mengelola waktu.  Berada dalam rumah yang kacau. Anak tidak mempunyai tempat untuk belajar, lingkungannya terlalu banyak gangguan, saudara kandungnya merusak tugas sekolahnya.  Malas. Dia menganggap tugasnya “terlalu banyak”, tidak memiliki ketekunan dan lebih suka bermain.  Tidak memiliki tanggung jawab terhadap tugas yang diberikan. Anak menyepelekan tugas yang diterima  Takut gagal. Dia perfeksionis dan takut mengerjakan tugas karena tidak ingin gagal.  Menghadapi kegiatan yang realistis. Tugas itu tidak sesuai dengan tingkat perkembangan anak atau terlalu sulit. 2. Beri contoh pengelolaan waktu. Dengan skala satu sampai sepuluh, sebera baik anda sebagai contoh mengerjakan tugas dan menyelesaikannya tepat waktu? Sebagai contoh, apakah anak mendengar anda mengatakan , “akan saya kerjakan besok,” masih ada hari esok” atau “masih ada hal lain yang perlu dilakukan”? jika seorang orang tua dan guru ingin merubah kebiasaan buruk anak, pastikan orang tua dan guru memperbaiki setiap cacat dalam kebiasaan orang tua dan guru sendiri. Jika orang tua dan guru memiliki pengorganisasian, (palm pilot, buku agenda, kelender, daftar apapun yang dapat menjaga orang tua dan guru pada jalur tugas dan kegiatan yang harus dikerjakan), berbagilah dengan anak Anda. 3. Ajari anak membagi tugas kedalam beberapa bagian dan menetapkan batas waktu untuk setiap bagian. Jika anak menunda sesuatu karena merasa kewalahan, ajari untuk membagi tugas kedalam beberapa bagian kecil dan menyeesaikannya satu per satu bagian. Sisihkan pakaian hari selasa dan rapikan lemari hari rabu. Baca sepuluh halaman setiap malam selama satu minggu, mulai membuat laporan hari sabtu dan selesaikan hari Minggu. Triknya adalah membantu anak melihat bagaimana tugas yang panjang, seperti proyek sains atu laporan dapat dibagi kedalam beberapa bagian kecil. Selanjutnya buat batas waktu untu setiap bagian. Isyarat: mungkin bisa membantu dengan memberikan sedikit hadiah pada setiap proyek. Namun hati-hati untuk membiarkan anak menjadi terlalu fokus pada imbalannya. 4. Ciptakan peraturan dan rutinitas. Anak-anak yang terlalu santai bekerja dalam pola “Akan saya lakukan Nanti”. Mereka membuang-buang waktu, berlama-lama dan sudah menguasai taktik menunda. Berikut ini strateginya untuk menghilangkan kecenderungan menunda:  Buat peraturan “yang datang pertama yang lebih dulu:. Identifikasi hal yang paling sering ditunda oleh anak, tetapkan peraturan “yang datang pertama yang lebih dulu”, dan perkuat dengan konsisten. Contoh: “PR dulu, baru TV.” “ tugas rumah dulu baru main”.  Tetapkan jadwal yang jelas. Para penunda akan memulai dan menyelesaikan tugas mengikuti rutinitas yang ditetapkan. Mulailah dengan menciptakan jadwal realistis bagi anak. Contohnya, PR, dikerjakan dari pukul tujuh sampai delapan malam, tugas rumah tangga dilakukan hari sabtu pukul 10 sampai sebelas sebelum bermain. Tinjau kembali setiap hari agar anak memenuhi yang diharapkan.  Sediakan agenda. Dapat buku peraturan yang sederhana kemudian ajarkan anak menuliskan tugas sehari-hari beserta waktu untuk menyelesaikan tugastugas berikutnya.  Gantungkan kelender. Setiap minggu, tugaskan anak menandai pada kelender bulanan. Minta did member tanda silang pada hari itu agar dia tahubatas waktu proyek sudah dekat dan tidak dapat lagi menundanya.  Pengingat. Dorong anak menempelkan catatan pada cermin dikamar mandi atau pada computer untuk mengingatkan batas waktu tugasnya. 5. Bagaimana strategi pengelolaan waktu. Seorang penunda hidup di sini dan saat ini, jadi dia sering menunda sampai akhir. Coba tip-tip berikut agar anak memiliki kepekaan terhadap waktu dengan lebih baik.  Beri peringatan. Anak dapat selalu membiasakan lebih awal.  Manfaatkan alat penunjuk waktu. Tempelkan stiker pada jam kegiatan penting, belikan jam weker atau aktifkan alarm diponselnya. Buat gambar jam yang menunjukkan tugas beserta waktunya, letakkan disamping jam. Beri anak bermacam-macam alat pengukur waktu. Anak memasang timer dan terus bekerja sampai waktu habis.  Tambahkan waktu. Jika anak tidak juga memulai (dan dijamin akan mengakibatkan perselisihan atau membuat seluruh keluarga terlambat), beri waktu tambahan waktu.  Masalah: dia terlambat kesekolah karena lambat siap-siap. Solusi: bangunkan dia tiga puluh menit lebih awal , persiapkan pakaian malam sebelumnya.  Mainkan “kalahkan jam” ubah arah kepermainan tantangan waktu: “seberapa cepat kamu dapat merapikan mainanmu? Bersiap, mulai!” kemudian secara bertahap minta anak mengalahkan rekornya sendiri: kemarin kamu menyelesaikan lima soal dalam dua puluh menit. Menurutmu kamu bisa mengalahkan waktumu itu?”. 6. Jadilah anak beranggung jawab. Tentu saja tujuan utamanya adalah anak dapat memulai sendiri mengerjakan tugas tanpa bantuan orang tua, jadi hilangkan kebiasaan menunda selangkah demi selangkah Langkah 1: Berada di sisinya dalam tahap pertama untuk membantunya memulai proyek atau tugas dengan sedikit bimbingan. Langkah 2: Setelah yakin anak tahu cara melakukan tugasnya, segera mundur begitu dia memulai. Langkah 3: Saat tahu anak memiliki keterampilan memulai dan menyelesaikan sendiri, berhenti membantunya. Biarkan anak merasakan konsekuensinya jika tidak menyelesaikan tepat waktu. Ya, dia akan mendapat masalah dengan guru jika terlambat mengumpulkan tugas. Dia akan mendapat nilai lebih rendah dalam buku laporannya karena sering terlambat. Namun lebih baik dia akan mempelajari pelajaran penting itu sekarang dari pada nanti.

Judul: Tugas Final

Oleh: Darma Wati


Ikuti kami