Filsafat Tugas

Oleh Nurul Mutia

100,5 KB 8 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Filsafat Tugas

Konsep Dasar Epistemologi atau teori pengetahuan, membahas secara mendalam seluruh yang terlihat dalam upaya untuk memperoleh pengetahuan. Ilmu merupakan yang diperoleh melalui proses tertentu yang disebut dengan metode keilmuan. Metode inilah yang membedakan antara ilmu dengan hasil pemikiran yang lainnya yang tidak menggunakan metode keilmuan. Dengan kata lain, ilmu adalah pengetahuan yang diperoleh dengan menerapkan metode kelimuan karena ilmu merupakan sebagian dari pengetahuan. (Ansiru, 2017) Filsafat pengetahuan (Epistimologi) merupakan salah satu cabang filsafat yang mempersoalkan masalah hakikat pengetahuan.Objek material epistimologi adalah pengetahuan . Objek formal epistemologi adalah hakekat pengetahuan. (https://afidburhanuddin.wordpress.com , diakses tanggal 01 September 2018, jam : 16.00 WITA.) Persoalan utama yang dihadapi oleh setiap epistemologi pengetahuan pada dasarnya adalah bagaimana cara mendapatkan pengetahuan yang benar dengan mempertimbangkan aspek ontologi dan aksiologi masing-masing ilmu. Kajian epistemologi membahas tentang bagaimana proses mendapatkan ilmu pengetahuan, hal-hal apakah yang harus diperhatikan agar mendapatkan pengetahuan yang benar, apa yang disebut kebenaran dan apa kriterianya. Objek telaah epistemologi adalah mempertanyakan bagaimana sesuatu itu datang, bagaimana kita mengetahuinya, bagaimana kita membedakan dengan lainnya, jadi berkenaan dengan situasi dan kondisi ruang serta waktu mengenai sesuatu hal. (Bahrun, 2013) Pengertian Epistemologi merupakan dua kata yang dari bahasa Yunani yaitu episteme (pengetahuan) dan logos (ilmu). Epistemologi merupakan salah satu cabang dari filsafat ilmu yang membicarakan tentang asal, sifat, karakter, dan pembicaraan jenis pengetahuan. Epistemologi juga tentang hakikat dasarnya,ruang-lingkup, dari ilmu merupakan pengetahuan, sumber-sumbernya, dan dasar- bagaimana mempertanggungjawabkan kebenarannya. (Ansiru,2017) Epistomogi merupakan bagian dari filsafat yang membicarakan tentang terjadinya pengetahuan, sumber pengetahuan asal mula pengetahuan, batas – batas, sifat sifat dan kesahihan pengetahuan. (https://afidburhanuddin.wordpress.com , diakses tanggal 01 September 2018, jam : 16.00 WITA.) Epistemologi adalah proses apa yang memungkinkan mendapatkan pengetahuan logika, etika, estetika, bagaimana cara dan prosedur memperoleh kebenaran ilmiah, kebaikan moral dan keindahan seni, apa yang disebut dengan kebenaran ilmiah, keindahan seni dan kebaikan moral. (Bahrun,2013) Tujuan Epistimologi adalah bagian filsafat yang membicarakan tentang terjadinya pengetahuan, sumber pengetahuan, asal mula pengetahuan, batas-batas, sifat, metode dan kesahihan pengetahuan. Jadi, objek material epistimologi adalah pengetahuan, sedangkan objek formalnya adalah hakikat pengetahuan itu.Aspek estimologi merupakan aspek yang membahas tentang pengetahuan filsafat. Aspek ini membahas bagaimana cara kita mencari pengetahuan dan seperti apa pengetahuan tersebut. Dalam aspek epistemologi ini terdapat beberapa logika, yaitu: analogi, silogisme, premis mayor, dan premis minor. 1. Analogi dalam ilmu bahasa adalah persaaman antar bentuk yang menjadi dasar terjadinya bentuk – bentuk yang lain. 2. Silogisme adalah penarikan kesimpilan konklusi secara deduktif tidak langsung, yang konklusinya ditarik dari premis yang di sediakan sekaligus. 3. Premis mayor bersifat umum yang berisi tentang pengetahuan, kebenaran, dan kepastian. 4. Premis Minor bersifat spesifik yang berisi sebuah struktur berpikir dan dalil – dalilnya. (https://kajianbudaya.wordpress.com/2016 analisis-filsafat-ilmuontologi-epistemologi-aksiologi-dan-logika-ilmupengetahuan/ tanggal 01 September 2018) , diakses Ada beberapa metode yang tersedia untuk bagaimana manusia mendapatkan ilmu pengetahuan: 1. Empirisme yaitu sumber pengetahuan yang diperoleh melalui pengalaman dengan menggunakan metode induktif yang tokoh di antaranya John Locke, David Hume, dan William James 2. Rasionalisme yaitu sumber pengetahuan yang diperoleh melalui Rasio dengan menggunakan metode deduktif yang filosofnya antara lain; Rene Descartes, Spionoza dan Leebniz 3. Kritisme, metode ini mencoba menjembatani pertentangan antara rasionalisme dengan emperisme yang tokohnya antara lain; Immanuel Kant. Kant mengatakan bahwa peranan akal sangat besar, khususnya dalam pengetahuan a priori (sumber pengetahuan itu berasal dari sebelum pengalaman terjadi) baik yang sintesis maupun analasis. Sementara itu, peranan empiris terletak pada pengetahuan aposteriori (sumber pengetahuan itu berasal dari hasil sesudah pengalaman) 4. Fenomenalisme merupakan pengetahuan diperoleh melalui kemampuan dalam mengobservasi, menganalisis, dan menyimpulkan gejala-gejala alam yang muncul dari hasil inderawi mansuia) 5. Intusionisme merupakan pengetahuan yang diperoleh melalui intuisi yang dimiliki seseorang. Kedekatan memudahkan memperoleh‘ilham’ untuk memecahkan seseorang kepada Tuhan akan persoalan, khususnya yang berkenaan dengan teori keilmuan. Trial and error dalam setiap percobaan penelitian di laboratorium yang telah banyak dilakukan para ilmuwan sesungguhnya ‘jalan yang diberikan’ Tuhan memudahkan mereka mengambil konklusi dari hipotesis sebelumnya. 6. Dialektis Wahyu merupakan sumber suci berasal dari Allah SWT yang diberikan melalui Nabi-Nya yang suci. Wahyu berisikan sejumlah informasi penting, solusi dan perangkat pengetahuan kehidupan manusia berdasarkan pengalaman dan transendetal yang mencakup persoalan penciptaan manusia, sebagian sejara, dan kehidupan manusia setelah mati. Setelah diyakini kebenaran wahyu tersebut, maka manusia berupaya melakukan pengkajian-pengkajian tertentu untuk mencari bukti- bukti kebenarannya melalui logika, pengalaman, dan penelitian. (Ansiru, 2017) Daftar Pustaka Ansiru, “Epistemologi Islam dan Barat”, Vol.1 Juni 2017 Bahrum “Ontologi, Epistemologi dan Aksiologi”, Vol.8 No.2 2013 https://afidburhanuddin.wordpress.com , diakses tanggal 01 September 2018, jam : 16.00 WITA https://kajianbudayablog.wordpress.com/2016/12/03/analisis-filsafatilmu-ontologi-epistemologi-aksiologi-dan-logika-ilmupengetahuan/ , diakses tanggal 01 September 2018, jam : 16.00 WITA

Judul: Filsafat Tugas

Oleh: Nurul Mutia


Ikuti kami