Tugas Banis

Oleh Freddy Bate'e

1014,2 KB 8 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Tugas Banis

Kebudayaan di Desa Saribudolok D I S U S U N Oleh: Nama : Freddy Banis Bate’e Kelas : XI IPA-A TUGAS : BAHASA INDONESIA SMA NEGERI 1 SILIMAKUTA SARIBUDOLOK 2018 Kata pengantar Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa dimana atas berkat dan rahmat-Nya maka penulis dapat menyelesaikan penyusunan karya tulis yang berjudul:”Kebudayaan di Desa Saribudolok” Sebagai tugas mandiri mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk menjadi syarat penilaian semester. Dalam penulisan karya tulis ini penulis masih banyak melakukan kekurangankekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi,mengingat akan kemampuan yang dimilliki penulis masih sanagat jauh dari kata sempurna. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini khususnya pada: 1.Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmat yang telah Ia berikan 2.Kedua orangtua saya yang tercinta,yang telah banyak memberi bantuan materi dan dukungan kepada penulis. 3.Ibu Vivi Purba sebagai guru Bahasa Indonesia yang selalu mengajar dan mementori penulis 4.Temam-teman yang memberikan semangat dan bantuan bagi penilis Dalam karya tulis kali ini penulis merasa banyak kekurangan.Penulis sangat mengharapkan kritik dan saran dari guru dan pembaca dalam kelanjutan penelitin ini. Akhirnya,tiada kata yang dapat penulis ucapkan selain harapan dan terimakasih. Semoga hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi kita semua serta dapat meningkatkan keimanan kita menjadi hamba Tuhan yang mulia. Saribuddolok, Maret 2018 penulis Abstrak Tujuan karya tulis ini adalah untuk mengetahui bagaimana peranan dan perkembangan rumah bolon P.Purba simalungun sebagai media pewaris nilai budayasimalungun. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah teknik observasi dan wawancara.tekni wawan cara yauitu dengan mewawancarai beberapa warga yang dekat dengan rumah bolon Pematang Purba, Hasil penelitian ini rumah bolon simalungun sangat penting sebagai warisan, sarana peninggalan dan benda-benda yang bernilai budaya tinggi. Bab I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pelestarian budaya bangsa bukan obsesi yang akan mengahantarkan kembali masyarakat pada satu koridor sejarah masa lalu atau menemukan masalah silam itu, melainkan usaha untuk menentukan identitas dirinya sendiri. Bangsa indonesia lahir bukan dari serpihan kebudayaan lain, tetapi budaya Indonesia adalah yang kaya budaya sejak didirikan. Keyakinan historis ini secara psikologi tidak hanya akan memberi kebanggaan, tetapi juga kesetian untuk memelihara nilai-nilai luhur dan tradisi besar bangsanya. 1.2 Rumah bolon dan kesenian lainnya adalah sebagai wujud pelestarian budaya, pelayanan museum dan acara-acara lainnya seperti pesta rondang bittang adalah sebagai wadah pelastarian budaya, dalam pengembangan rumah bolon dan kesenian lainnya berfungsi sebagai pelastarian Rumah dan seni warisan sejarah alam budaya, pewarisan nilai budaya, media pengenalan budaya antar suku dan bangsa. Rumah bolon dan kesenian contohnya di daerah Saribudolok simalungun ini merupakan suatu sarana untuk kepetingannya dalam kelangsungan dan keutuhan sutu kebudayaan. Nilai-nilai yang terkandung dalam kehidupan suatu masyarakat berupa nilai moral , agama, estetika, sejarah dan biologis yang dapat mengingatkan dengan adanya rumah bolon dan kesenian di Saribudolok kabupaten Simalungun harus dijaga dan dilestarikan sehingga anak cucu kita pun dapat menikmatinya 1.2 Tujuan 1. Mengetahui pembangunan rumah bolon Pematang Purba 2. Mengetahuai wujud rumah bolon Pematang Purba 1.2 Rumusan Masalah 1. Kapankah pembangunan rumah bolon Pematang Purba? 2. Bagaimanakah wujud rumah peninggalan raja batak simalungun yang biasa disebut dengan rumah bolon? 1.3 Ruang Lingkup Ruang lingkup yang akan dibahasa dalam penelitian ini yaituperanan rumah bolon pematang purba sebagai warisan budaya simalungun.penelitian ini mengenai kapan terdirinya rumah bolon yang berada di Pematang Purba dan mengengetahui wujud dari rumah bolon. 1.4 Batasan Masalah Sehubungan dengan pokok permasalahan di atas maka batasan masalah dalam penulisan karya tulis ini adalah tahun berapa rumah bolon Pematang Purba dibangun dan bagaimana wujud rumah bolon Pematang Purba. 1.5 Manfaat 1. Bagi sebagai bahan pembelajaran untuk masyarakat simalungun 2. Untuk memberikan inovasi kepada masyarakat khususnya generasi muda untuk melestarikan rumah bolon serta benda-benda yang ada di rumah bolon Petamatang Purba simalungun. 3.Sebagai bahan masukan dan nemambah wawasan bagi pembaca mengenai rumah bolon yang berada di Pematang Purba 1.7 Hipotesis Terdapat peranan rumah bolon Pematang Purba sebagai warisan budaya Simalungun BAB II LANDASAN TEORI 2.1.1 pembangunan rumah bolon konon rumah bolon Pematng Purba merupakan bangunan warisan Pangultopultop, raja simalungun pertama. Istana yang dibangun pada 1515 dari kecamatan Purba ini berjarak sekitar 170 kilo meter dari Medan dan 70 km dari kota Pematangsiantar. Istana yang diyakini telah berusia ratusan tahun ini merupakan tempat bagi sang raja beserta puang bolon (permaisuri) dan 11 selir atau nasi bolon. 2.1.2 wujud rumah bolon Rumah tradisional batak simalungun ini adalah salah satu rumah yang tersisa peninggalan raja batak simalungun yang bernama Purba. Rumah ini di bangun oleh raja yang memerintah saat itu, menurut ceritanya masyarakat setempat rumah ini sudah berumur ratusan tahun dan di bangun tanpa paku hanya diikiat dan dikunci menggunakan kayu karena pada zaman dulu masyarakat belum mengenal paku. Lokasi rumah bolon ini terletak di desa pematang purba kab. Simalungun sekitar 200 meter dari jalan umum. Rumah bolon artinya rumah besar,rumah ini adalah rumah raja yang hanya memiliki 1 kamar tetapi di dalam banyak dapur untuk memasak. Rumah bolon pematang purba sesuai fungsinya pada masa dahulu rumah bolon ini adalah kediaman seorang raja yang pernag berkuasa di wilayah simalungun, nama raja tersebut yaitu raja Purba XII Tuan Rahalim. Di dalam rumah bolon pematang purba ini terdapat beberapa buah tanduk kerbau yang pernah digunakan pada upacara adat simalungun yang di pimpin oleh Raja Purba, bahkan jumlah tanduk yang ada di rumah bolon mencerminkan jumlah raja yang telah mnemerintah. Bahan-bahan kayu yang dipergunakan di sini adalah kayu pilihan dan potongan secara manual, pada zaman dahulu pembangunan rumah raja ini di bangun secara gotong royong oleh masyarakat, atap rumah bolon ini terbuat dari ijuk yang dikumpulkan kemudian di anyam dan disusun dan diikat langsung. Rumah bolon, selain merupakan istana tempat tinggal raja, masih memiiki sembilan bangunan lainnya yang masih satukesatuan dengan rumah utama atau istana raja. Kemudian ada balai bolon tempat mengadakan musyawarah atau peradilan, selanjutnya losung bolon adalah bangunan yang dijadikan tempat menumbuk padi. Jika pelestarian rumah bolon tidak menjadi perhatian bukan tidak mungkin peninggalan sejarah dan satu-satunya istana raja Simalungun yang masih tersisa akan punah dan jika itu terjadi maka masyarakat Simalungun sendiri yang akan rugi dan kehilangan. BAB III Metode penelitian 3.1 tempat dan waktu a.tempat penelitian dilaksanakan di laksanakan di kabupaten simalungun tepatnya di Pematang Purba dan alasannya memilih lokasi ini karena lebih mudah untuk dijangkau. b. waktu waktu penelitian yaitu pada hari minggu pada tanggal: 18 maret 2018 tepat pada pukul: 14:45 wib. 3.2 populasi penelitian Populasi penelitian ini adalah seluruh masyarakat Pematang Purba kab.Simalungun 3.3 sampel Penarikan sampelnya yaitu secara acak sebagaimana anggota populasi memiliki peluang yang sama. Penarikan sampelnya yaitu dengan cara memilih-milih warga yang berada diteras rumah maupun orang yang berada dekat dengan rumah bolon tersebut, yang totalnya 7 jiwa. 3.4 metode penelitian Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah teknik observasi dan wawancara.tekni wawan cara yauitu dengan mewawancarai beberapa warga yang dekat dengan rumah bolon Pematang Purba. BAB IV HASIL PENELITIAN Rumah bolon, selain merupakan istana tempat tinggal raja, masih memiiki sembilan bangunan lainnya yang masih satu kesatuan dengan rumah utama atau istana raja, memiliki 1 kamar tetapi di dalam banyak dapur untuk memasak. Kemudian ada balai bolon tempat mengadakan musyawarah atau peradilan,selanjutnya losung bolon adalah bangunan yang dijadikan tempat menumbuk padi. Terdapat beberapa buah tanduk kerbau yang pernah digunakan pada upacara adat simalungun yang di pimpin oleh Raja Purba, bahkan jumlah tanduk yang ada di rumah bolon. Bahan-bahan kayu yang dipergunakan di sini adalah kayu pilihan dan potongan secara manual, atap rumah bolon ini terbuat dari ijuk yang dikumpulkan kemudian di anyam dan disusun dan diikat langsung. BAB V KESIMPULAN Rumah tradisional batak simalungun ini adalah salah satu rumah yang tersisa peninggalan raja batak simalungun yang bernama Purba. Rumah ini di bangun oleh raja yang memerintah saat itu rumah ini sudah berumur ratusan tahun dan di bangun tanpa paku hanya diikiat dan dikunci menggunakan kayu, lokasi rumah bolon ini terletak di desa pematang purba kab. Simalungun sekitar 200 meter dari jalan umum.

Judul: Tugas Banis

Oleh: Freddy Bate'e


Ikuti kami