Makalah Sim

Oleh Nad Iya

149 KB 9 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Makalah Sim

MAKALAH BISNIS ELEKTRONIK (E-Business) DAN KERJA SAMA GLOBAL “ Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Sistem Informasi Manajemen “ Disusun Oleh: 1. Waris Priambodo 2016310156 2. Selvilla Jechika s 2016310175 3. Nadiya Nuryadi 2016310304 4. Khofifatul Aisyah 2016310342 5. Andhini 2016310553 STIE PERBANAS SURABAYA 2016-2017 BAB 1 PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Pada masa sekarang ini dimana teknologi yang semakin canggih sangat memudahkan kita dalam melakukan sebuah pekerjaan terlebih lagi dalam berkomunikasi saat bekerja. Sebuah sistem memang sangat diperlukan saat melakukan pekerjaan untuk mendapatkan informasi yang real time. Perkembangan dunia bisnis yang kian hari kian maju mendorong para pelaku bisnis untuk menciptakan inovasi-inovasi terbaru dalam bisnis mereka, selain itu adanya keinginan untuk memperluas bisnis, menekan biaya dan memaksimalkan kecanggihan teknologi sehingga mampu mendukung berjalannya sebuah perusahaan yang nantinya dapat mendatangkan keuntungan lebih besar dari sebelumnya, terlebih lagi adanya kemajuan dalam sistem informasi membuat para pebisnis tertarik untuk terus memajukan bisnis mereka. Perkembangan sistem informasi mendorong perubahan yang signifikan terutama bagi perusahaaan guna pengambilan keputusan. Meningkatnya penggunaan teknologi informasi lebih memudahkan orang untuk melakukan komunikasi, diskusi ataupun berutkar pikiran yang tidak hanya dilakukan oleh satu atau dua orang namun bisa lebih dari itu. Hal tersebulah yang mendorong perusahaan ingin memanfaatkan kecanggihan tersebut untuk memperluas usaha bisnisnya, memperlancar dan mempermudah komunikasi, menekan biaya serta memaksimalkan kecanggihan teknologi yang dimiliki. Seperti yang kita ketahui berbagai aplikasi yang mendukung proses pertukaran informasi kini semakin banyak dan sangat diminati, hal tersebut yang dilihat oleh para pelaku bisnis sebagai kesempatan atau peluang bisnis yang dapat di manfaatkan dan dimaksimalkan penggunaannya. Atas dasar tersebut kini muncullah sistem kolaborasi dimana memanfaatkan aplikasi-aplikasi canggih untuk melakukan komunikasi sehingga dapat bekerja bersama-sama, serta muncul pula bisnis jejaring sosial yang memanfaatkan aplikasi jejaring sosial untuk memperluas jangkauan bisnis sehingga semakin banyak masyarakat yang mengetahui bisnis yang sedang dijalannkan. B. RUMUSAN MASALAH Rumusan masalah pada makalah dtitujukan untuk merumuskan permasalahan yang akan dibahas pada pembahasan dalam makalah. Adapun rumusan masalah yang akan dibahas dalam makalah, sebagai berikut : 1. Bagaiman sistem-sistem untuk kolaborasi dan bisnis jejaring sosial ? 2. Apa fungsi sistem informasi di dalam bisnis ? C. TUJUAN PENULISAN Tujuan penulisan dalam makalah ditujukan untuk mencari tujuan dari dibahasnya pembahasan atas rumusan masalah dalam makalah . Adapun tujuan penulisan makalah, sebagai berikut : 1. Mahasiswa dapat memahami mengenai bisnis elektronik (E-Business). 2. Mahasiswa dapat mengetahui serta memahami mengenai kerja sama global dan kaitannya dengan E-Business. BAB II PEMBAHASAN A. SISTEM UNTUK KOLABORASI DAN BISNIS JEJARING SOSIAL Sistem informasi tidak dapat membuat keputusan, merekrut atau memecat karyawan, menandatangani kontrak, menyetujui kesepakatan, serta menyesuaikan harga barang di pasaran. Sebagai tambahan terhadap sistem-sistem yang telah kita jelaskan , organisasi bisnis memerlukan sistem khusus untuk mendukung kerja sama dan kerja tim. B. Kolaborasi Kolaborasi ( collaboration) adalah bekerja bersama-sama orang lain untuk mencapai tujuan bersama yang jelas. Kolaborasi berfokus pada penyelesaian tugas ataupun misi, dan biasanya digunakan pada organisasi bisnis, atau organisasi lainnya, atau antara satu bisnis dengan bisnis yang lainnya. Kolaborasi dapat berlangsung singkat, selama beberapa menit, atau dalam jangka waktu yang lebih lama, bergantung dari pekerjaan dan hubungan diantara partisispan. Kolaborasi dapat bersifat satu orang dengan satu orang atau banyak orang atau banayk orang dengan banyak orang. Saat ini, kolaborasi dan kerja sama tim menjadi lebih penting dibandingkan sebelumnya karena berbagai alasan.  Mengubah sifat pekerjaan.  Pertumbuhan bidang pekerjaan professional.  Mengubah struktur organisasi perusahaan.  Mengubah ruang lingkup perusahaan.  Kerja yang bekerja secara global.  Menitikberatkan pada inovasi  Mengubah budaya kerja dan bisnis. C. Bisnis Jejaring Sosial Kini banyak perusahaan yang meningkatkan kolaborasi dengan memanfaatkan bisnis jejaring sosial yang menggunakan platform jejaring sosial meliputi Facebook, Twitter, dan perangkat sosial yang terdapat dalam perusahaan untuk berhubungan dengan karyawan, pelanggan serta pemasok. Tujuan dari bisnis jejaring sosial ini adalah untuk memperdalam interaksi dengan kelompok-kelompok dari dalam dan luar perusahaan guna memperlancar dan memperbaiki pendistribusian informasi, inovasi dan pengambilan keputusan. Kunci utama dalam bisnis jejaring sosial adalah percakapan. Pelanggan, pemasok, karyawan, manajer bahkan organisasi yang jauh sekali memiliki percakapan yang terus berlangsung seputar organisasi sering kali tanpa sepengetahuanperusahaan ataupun pejabat penting perusahaan tersebut (karyawan dan manajer). D. Keuntungan dari Kolaborasi dan Bisnis Jejaring Sosial Bersumber dari berbagai artikel para pelaku bisnis dan komunitas akademik meyakini bahwa semakin kolaboratif suatu organisasi bisnis, semakin sukses bisnis tersebut dan kolaborasi antar perusahaan menjadi semakin penting dibandingkan dulu. Manfaat dari kolaborasi begitu signifikan, berikut manfaat yang sudah diidentifikasi. MANFAAT DASAR PEMIKIRAN Produktivitas Apabila orang berinteraksi dan bekerja sama, maka mereka mampu mendapat pengetahuan dan dapat menyelesaikan masalah lebih cepat, dibandingkan orang yang jumlahnya sama namun bekerja sendiri-sendiri. Kualitas Orang-orang yang bekerja secara kolaboratif dapat saling mengoreksi kesalahan lebih cepat dibandingkan orang yang bekerja sendiri-sendiri. Inovasi Orang-orang yang bekerja secara bersama-sama dapat mendatangkan ide yang lebih inovatif tetang produk, layanan serta administrasi. Customer service (layanan pelanggan) Orang yang bekerja bersama-sama menggunakan perangkat kolaborasi dan jejaring sosial dapat menyelesaikan masalah dan keluhan pelanggan lebih cepat dan efektif daripada mereka yang bekerja secara terisolasi. Kinerja keuangan (keuntungan, Sebagai hasi dari semua hal yang penjualan, dan pertumbuhan penjualan) disebutkan sebelumnya, perusahaan yang kolaboratif memiliki penjualan, pertumbuhan dan kinerja keuangan yang lebih unggul. E. Membangun Budaya dan Proses Bisnis yang Kolaboratif Di dalam perusahaan bisnis, kolaborasi tidak dapat terjadi secara spontan, terutama jika tidak ada budaya dan proses yang mendukung . Perusahaan bisnis terutama yang berskala besar memiliki reputasi pada masa lalu sebagai mengendalikan”, organisasi dimana yang bersifat semua masalah dan “memerintah pemikiran dan penting dibebankan pada petinggi perusahaan, dan kemudia memerintahkan bawahannya untuk menjalankan rencana dari manajemen senior. Pekerjaan manajemen tingkat tengah dianggap hanya sebagai penerus pesan dari hierarki tingkat atas ke tingkat bawah. F. Perangkat dan Teknologi untuk Kolaborasi dan Bisnis Jejaring Sosial Budaya kerja yang kolaboratif dan berorientasi tim tidak akan memberikan hasil apa pun tanpa adanya sistem informasi yang memungkinkan terwujudnya semua itu. Ratusan perangkat dirancang untuk berhubungan dengan hal itu , meliputi : 1. Surel dan Pesan Instan (Instant Messaging-IM) Surat elektronik (surel) dan pesan instan telah menjadi perangkat utama dalam berkomunikasi dan berkolaborasi untuk menghubungkan pekerjaan. Perangkat lunak yang dirancang beroberasi pada komputer, telepon seluler dan perangkat genggam nirkabel lainnya dan dilengkapi fitur untuk saling berbagi file. 2. tidak Wiki  adalah jenis situs web yang memudahkan pengguna yang memiliki pengetahuan dalam bahasa pemrograman dan pengembangan web untuk berkontribusi dan mengubah isi tulisan dan gambar. Wiki yang paling terkenal adalah wikipedia, proyek referensi terbesar di dunia yang diedit secara kolaboratif. 3. Virtual Worlds  seperti Second Life adalah lingkungan 3D yang dihuni oleh penduduk/warga yang telah menciptakan karakter grafis sebagai perwakilan diri mereka, yang dikenal sebagai avatar. Organisasi seperti IBM dan Insead, sekolah bisnis berskala internasional dengan kampus di Prancis dan Singapura, menggunakan virtual worlds untuk mengadakan pertemuan secara online. 4. Platform Kolaborasi dan Bisnis Jejaring Sosial  Banyak produk perangkat lunak yang menyediakan platform multifungsi untuk kolaborasi dan bisnis jejaring sosial diantara kelompok-kelompok karyawan yang bekerja diberbagai lokasi berbeda. 5. Virtual Meeting Systems  Guna menekan biaya perjalanan, banyak perusahaan besar maupun kecil, mengadopsi teknologi videoconferencing dan web conferencing. Perangkat-perangkat tersebut digunakan untuk sistem pertemuan virtual dan untuk kegiatan-kegiatan pembahasan produk, pelatihan, sesi strategis, bahkan penyampaian aspirasi. 6. Google Apps/Google Sites dan Cloud Collaboration Services  Google sites memungkinkan pengguna menciptakan situs web untuk kelompok secara online yang dapat diedit secara cepat. Google sites adalah salah satu bagian dari rangkaian perangkat Google Apps yang lebih besar. Pengguna Google Sites dapat merancang dan mengunjungi situs web dalam hitungan menit, tanpa dibutuhkankemampuan teknis yang mendalam. 7. Microsoft Share Point  Microsoft Share Point merupakan platform kolaborasi dan pengelolaan data berisi browser yang digabungkan dengan fitur mesin pencari yang di-instalpada server perusahaan. SharePoint memiliki tampilan berbasis web dan terintegrasi erat dengan perangkat yang digunakan sehari-hari seperti produk Microsoft Office. 8. Lotus Notes  Lotus Notes merupakan contoh awal dari groupware (perangkat untuk membentuk dan berkomunikasi didalam sebuah grup). Sistem aplikasi kolaborasi dengan kemampuan mensharing kalender, penulisan dan pengeditan dokumen secara bersama, berbagi akses database serta pertemuansecara elektronis, dimana setiap partisipandapat saling melihat dan menampilkan informasi dan kegiatan yang dilakukan satu sama lain. Dengan begitu banyaknya perangkat dan layanan yang tersedia bagi kolaborasi dan bisnis jejaring sosial, salah satu kerangka kerja yang sangat membantu kita dalam mengulas tentang perangkat kolaborasi adalah matriks kolaborasi ruang/waktu (time/ space collaboration matrix) yang dikembangkan oleh sekelompok mahasiswa pada awal tahun 1990. Matriks kolaborasi ruang/waktu berfokus pada dua dimensi permasalahan dalam kolaborasi: ruang dan waktu. Sebagai contoh, Anda ingin berkolaborasi dengan seseorang pada zona waktu yang berbeda dan Anda tidak dapat bertemu dalam waktu yang sama. Waktu jelas merupakan sebuah hambatan dalam melakukan kolaborasi secara global. Tempat (lokasi) juga menghalangi kolaborasi secara global, bahkan bagi perusahaan berskala nasional maupun regional. Mengumpulkan orang untuk melakukan pertemuan secara fisik menjadi sulit karena lokasi fisik perusahaan yang tersebar (lokasi perusahaan lebih dari satu), biaya perjalanan, dan keterbatasan waktu yang dimiliki manajer. Berikut hal-hal yang perlu segera dilakukan. 1. Tempatkan perusahaan Anda pada matriks ruang/waktu. Perusahaan Anda dapat saja menempati lebih dari satu sel pada matriks tersebut. Perangkat kolaborasi yang berbeda mungkin diperlukan untuk setiap kondisi yang berbeda. 2. Buatlah daftar prodük yang disediakan oleh vendor. 3. Analisis setiap prodük dari segi biaya dan manfaat yang diterima perusahaan Anda. Pastikan Anda menyertakan biaya pelatihan dalam perkiraan biaya yang Anda buat dan biaya yang melibatkan divisi sistem informasi, jika diperlukan. 4. Identifikasi risiko keamanan dan kelemahan dari tiap prodük 5. Mintalah bantuan pada pengguna yang memahami untuk mengidentifikasi masalah implementasi dan pelatihan. Beberapa perangkat kolaborasi dan jejaring sosial tersebut lebih mudah digunakan ketimbang perangkat yang lain. 6. Tentukan pilihan anda dari perangkat kolaborasi dan jejaring social yang terdaftar dan undanglah vendor/penyedia aplikasi tersebut untuk melakukan presentasi. G. FUNGSI SISTEM INFORMASI DI DALAM BISNIS Hampir di setiap perusahaan bahkan yang terkecil sekalipun, departemen sistem informasi (information systems department) adalah kelompok resmi dalam struktur organisasi yang bertanggung jawab dalam memberikan jasa/pelayanan di sektor teknologi informasi. Departemen sistem informasi bertanggung jawab memelihara perangkat keras, perangkat lunak, penyimpanan data, dan jaringan yang mencakup keseluruhan infrastruktur Tİ yang dimiliki perusahaan. H. Departemen Sistem Informasi Departemen sistem informasi terdiri atas para spesialis seperti, pemrogram, analis sistem, pemimpin proyek, dan manajer sistem informasi. Pemrogram (programmers) adalah spesialis yang dilatih mengenai hal-hal teknis secara mendalam, yang menulis rangkaian perintah dalam suatu program untuk kompüter. Analis sistem (systems analysts) melambangkan hubungân utama antara kelompok sistem informasi dengan seluruh kelompok lainnya dalam perusahaan. Pekerjaan analisis sistem adalah menerjemahkan masalah yang dihadapi oleh perusahaan dan persyaratanpersyaratan yang diperlukan menjadi persyaratan informasi dan sistem. Manajer sistem informasi (information systems managers) adalah pemimpin dari tim pemrogram dan analis, manajer proyek, manajer fasilitas, manajer telekomunikasi ataupun spesialis database. Mereka juga adalah manajer untuk kegiatan-kegiatan operasional yang berkaitan dengan kompüter berikut staf data entry (bagian input data). Juga manajer bagi spesialis eksternal seperti vendor dan produsen perangkat keras, perusahaan perangkat lunak, dan konsultan yang kerap terlibat dalam kegiatan operasional sehari-hari dan perencanaan jangka panjang sistem informasi. Direktur keamanan sistem informasi (chief security offıcer—CSO) bertanggung jawab terhadap keamanan sistem informasi perusahaan dan bertanggung jawab memperkuat kebijakan keamanan informasi perusahaan. (Kadang jabatan ini disebut chiefinformationsecurityoffcer— CISO, di mgna keamanan sistem informasi bukanlah kcamanan secara fisik alias petugas keamanan). CSO bertanggung jawab dalam memberikan pendidikan dan pelatihan kepada pengguna dan spesialis sistem informasi tentang keamanan, menjaga kewaspadaan manajemen tentang ancaman keamanan dan gangguan, serta merawat perangkat dan kebijakan yang dipilih untuk mengimplementasikan keamanan. Keamanan sistem informasi dan kebutuhan pengamanan data pribadi menjadi sangat penting, oleh şebab itu, perusahaan yang mengumpulkan data pribadi dalam jumlah beşar menyediakan IowonganbağchiefprivacyOfficer (CPO). CPO bertanggung jawab dalam memastikan perusahaan memenuhi prosedur hükum mengenai data pribadi yang telah ditetapkan. Chief knowledge Officer (CKO), bertanggung jawab dalam program pengelolaan pengetahuan. CKO membantu merancang program dan sistem untuk menemukan sumber pengetahuan baru atau memperbaiki penggunaan ilmu pengetahuan yang telah ada bagi proses manajemen dan organisasi. Pengguna akhir (endüşer) adalah perwakilan dari departemen di luar kelompok sistem informasi di mana aplikasi yang dikembangkan diperuntukkan bagi mereka. Para pengguna ini memainkan peran yang terus bertambah beşar dalam perancangan dan pengembangan sistem informasi. I. Pengorganisasian Sistem Informasi Terdapat banyak jenis organisasi bisnis, dan terdapat banyak cara bagaimana fungsi teknologi informasi disusun dalam perusahaan tersebut. Perusahaan yang kecil, tidak akan memiliki kelompok sistem informasi yang formal. Mungkin perusahaan tersebut hanya memiliki satu orang karyawan yang bertanggung jawab memelihara jaringan dan menjalankan aplikasinya, atau menggunakan jasa konsultan dalam melakukan pekerjaan ini. Perusahaan yang lebih beşar memiliki departemen sistem informasi yang tersendiri, yang diatur melalui cara-cara yang berbeda, bergantung sifat dan kepentingan perusahaan. Tata kelola TI (IT governance) melibatkan strategi dan kebijakan dalam penggunaan teknologi informasi pada sebuah perusahaan. Tata kelola TI menspesifikasikan perincian hak dan kerangka kerja untuk tujuan akuntabilitas guna menjamin teknologi informasi yang digunakan untuk mendukung strategi dan tujuan organisasi. BAB III KESIMPULAN Kinerja perusahaan bisnis tergantung pada seberapa baik proses bisnis yang dirancang dan dikoordinasikan, dimana proses bisnis sebuah perusahaan dapat menjadi sumber kekuatan kompetitif dalam berinovasi atau beroperasi. Dengan kecanggihan teknologi, kini sistem informasi semakin berkembang sehingga lebih memudahkan perusahaan melakukan komunikasi baik antar manajemen maupun diluar manajemen. Adanya kecanggihan tersebut mendukung timbulnya sistem kolaborasi dan bisnis jejaring sosial. Kolaborasi ( collaboration) adalah bekerja bersama-sama orang lain untuk mencapai tujuan bersama yang jelas. Sedangkan bisnis jejaring sosial mengarah pada pelaksanaan bisnis melalui media sosial seperti Facebook, dan Twitter, dimana tujuan bisnis jejaring sosial ini untuk memperluas jangkauan bisnis perusahaan. Dengan adanya sistem kolaborasi dan bisnis jejaring sosial ini berbagai manfaat dirasakan oleh perusahaan baik dari segi produktivitas, kualitas, inovasi layanan pelanggan dan kinerja keuangan. Dengan kemajuan dan kecanggihan sistem informasi dalam perusahaan perlu adanya direktur keamanan sistem informasi yang bertugas dan bertanggung jawab terhadap keamanan sistem informasi perusahaan dan bertanggung jawab memperkuat kebijakan keamanan informasi perusahaan. DAFTAR PUSTAKA

Judul: Makalah Sim

Oleh: Nad Iya


Ikuti kami