Tugas Bisnis

Oleh Cecilia Rivena

283,3 KB 10 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Tugas Bisnis

KESEHATAN LINGKUNGAN PEMUKIMAN OLEH : Arief Fahrurozi J410170022 PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perumahan merupakan kebutuhan primer bagi manusia. Rumah atau tempat tinggal, dari zaman ke zaman mengalami perkembangan. Pada zaman purba manusia bertempat tinggal di gua-gua, kemudian berkembang dengan mendirikan rumah di hutan-hutan dan di bawah pohon. Sampai pada abad modern ini manusia sudah membangun rumah bertingkat dan diperlengkapi dengan peralatan yang serba modern. Rumah yang sehat merupakan salah satu sarana untuk mencapai derajat kesehatan yang optimum. Untuk memperoleh rumah yang sehat ditentukan oleh tersedianya sarana sanitasi perumahan.Sanitasi rumah adalah usaha kesehatan masyarakat yang menitikberatkan pada pengawasan terhadap struktur fisik dimana orang menggunakannya untuk tempat tinggal berlindung yang mempengaruhi derajat kesehatan manusia. Rumah juga merupakan salah satu bangunan tempat tinggal yang harus memenuhi kriteria kenyamanan, keamanan dan kesehatan guna mendukung penghuninya agar dapat bekerja dengan produktif (Munif Arifin, 2009). Rumah yang tidak memenuhi syarat kesehatan akan terkait erat dengan penyakit berbasis lingkungan, dimana kecenderungannya semakin meningkat akhirakhir ini. Penyakit-penyakit berbasis lingkungan masih merupakan penyebab utama kematian di Indonesia. Bahkan pada kelompok bayi dan balita, penyakit-penyakit berbasis lingkungan menyumbangkan lebih 80% dari penyakit yang diderita oleh bayi dan balita. Keadaan tersebut mengindikasikan masih rendahnya cakupan dan kualitas intervensi kesehatan lingkungan (Purdom PW, 1980). Rumah yang tidak sehat merupakan penyebab dari rendahnya taraf kesehatan jasmani dan rohani yang memudahkan terjangkitnya penyakit dan mengurangi daya kerja atau daya produktif seseorang. Rumah tidak sehat ini dapat menjadi reservoir penyakit bagi seluruh lingkungan, jika kondisi tidak sehat bukan hanya pada satu rumah tetapi pada kumpulan rumah (lingkungan pemukiman).Timbulnya permasalahan kesehatan di lingkungan pemukiman pada dasarnya disebabkan karena tingkat kemampuanekonomi masyarakatyang rendah, karena rumah dibangun berdasarkan kemampuan (Notoatmodjo, 2003). B. Rumusan Masalah 1. Jelaskan pengertian rumah sehat? 1. Sebutkan fungsi rumah? 2. Apa saja yang menjadi persyaratan rumah sehat? 3. Bagaimanakah penilaian rumah sehat? C. Tujuan Penulisan 1. Untuk mengetahui pengertian rumah sehat. 2. Untuk mengetahui fungsi rumah. 3. Untuk mengetahui persyaratan rumah sehat. 4. Untuk mengetahui bagaimana penilaian rumah sehat. keuangan penghuninya BAB II LANDASAN TEORI A. Pemukiman (perumahan) Pemukiman adalah bagian dari lingkungan hidup diluar kawasan hutan lindung, baik yang berupa kawasan perkotaan atau pedesaan. Pemukiman berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau hunian dan tempat kegiatan yang mendukung perikehidupan dan penghidupan (UU RI No. 4/1992). Kesehatan perumahan dan lingkungan pemukiman adalah kondisi fisik, kimia, dan biologik di dalam rumah, di lingkungan rumah dan perumahan, sehingga memungkinkan penghuni mendapatkan derajat kesehatan yang optimal.Persyaratan kesehatan perumahan dan lingkungan pemukinan adalah ketentuan teknis kesehatan yang wajib dipenuhi dalam rangka melindungi penghuni dan masyarakat yang bermukim di perumahan dan/atau masyarakat sekitar dari bahaya atau gangguan kesehatan. Perumahan sehat merupakan konsep dari perumahan sebagai faktor yang dapat meningkatkan standar kesehatan penghuninya. Konsep tersebut melibatkan pendekatan sosiologis dan teknis pengelolaan faktor risiko dan berorientasi pada lokasi, bagunan, kualifikasi, adaptasi, manajemen, penggunaan dan pemeliharaan rumah dan lingkungan di sekitarnya, serta mencakup unsur apakah rumah tersebut memiliki penyediaan air minum dan sarana yang memadai untuk memasak, mencuci, menyimpan makanan, serta pembuangan kotoran manusia maupun limbah lainnya (Komisi WHO Mengenai Kesehatan dan Lingkungan, 2001). B. Syarat pemukiman Sehat Persyaratan kesehatan perumahan yang meliputi persyaratan lingkungan perumahan dan pemukiman serta persyaratan rumah itu sendiri, sangat diperlukan karena pembangunan perumahan berpengaruh sangat besar terhadap peningkatan derajat kesehatan individu, keluarga dan masyarakat (Sanropie, 1992). Sebuah rumah sehat meliputi beberapa persyaratan sebagai berikut : 1. Sistem pengadaan air baik 2. Fasilitas untuk mandi baik 3. Sistem pembuangan limbah baik 4. Sistem pembuangan tinja baik 5. Tidak over crowded 6. Ventilasi 7. Pencahayaan 8. Kebisingan 9. Kekuatan bangunan 10. Letak rumah Berbicara tentang letak sebuah rumah yang sehat, maka harus termsuk di dalamnya beberapa persyaratan dibawah ini : a. Permukaan tanah  Tanah rendah  Tanah ideal adalah tanah yang kering  Tanah timbun yang kurang padat juga tidak baik  Letak rumah harus ideal dengan permukaan bangunan lainnya b. Arah Rumah  Matahari terbit  Sebaiknya daerah terbuka  Jangan menghadap daerah dengan hempasan angin yang kuat Dalam membuat sebuah rumah pasti dibutuhkan adanya sebuah design, Adapun manfaat adanya design adalah : 1. Pemilik tahu pasti bentuk rumah yang akan dibangun 2. Kontraktor tahu pasti sesuai dengan persetujuan pemilik 3. Penguasa dapat mencek apakah tidak melanggar peraturan Persyaratan kesehatan perumahan dan lingkungan pemukiman menurut Keputusan Menteri Kesehatan (Kepmenkes) No.829/Menkes/SK/VII/1999 meliputi parameter sebagai berikut : 1. Lokasi  Tidak terletak pada daerah rawan bencana alam seperti bantaran sungai, aliran lahar, tanah longsor, gelombang tsunami, daerah gempa, dan sebagainya;  Tidak terletak pada daerah bekas tempat pembuangan akhir (TPA) sampah atau bekas tambang;  Tidak terletak pada daerah rawan kecelakaan dan daerah kebakaran seperti alur pendaratan penerbangan. 2. Kualitas udara Kualitas udara ambien di lingkungan perumahan harus bebas dari gangguan gas beracun dan memenuhi syarat baku mutu lingkungan sebagai berikut :  Gas H2S dan NH3 secara biologis tidak terdeteksi;  Debu dengan diameter kurang dari 10 mg maksimum 150 mg/m3 ;  Gas SO2 maksimum 0,10 ppm;  Debu maksimum 350 mm3 /m2 per hari.  Kebisingan dan getaran  Kebisingan dianjurkan 45 dB.A, maksimum 55 dB.A;  Tingkat getaran maksimum 10 mm/detik . 3. Kebisingan dan Getaran  Kebisingan dianjurkan 45 dB A, mak 55 dB. A  Tingkat getaran mak 10 mm/ detik Kualitas Tanah di daerah Perumahan dan Pemukiman harus memenuhi persyaratan berikut:  Kandungan Timah hitam (Pb) mak 300 mg/kg  Kandungan Arsenik (As) total mak 100 mg/kg  Kandungan Cadmium ( Cd) mak 20 mg/kg  Kandungan Benzoa pyrene mak 1 mg/kg C. Prasarana dan Sarana Lingkungan Pemukiman: 1. Memiliki taman bermain untuk anak, sarana rekreasi kel dengan konstruksi yang aman dari kecelakaan 2. Memiliki sarana drainase yang tidak menjadi tempat perindukan vektor penyakit 3. Memiliki sarana jln lingk dengan ketentuan konstruksi jln tidak menganggu kes, konstruksi trotoar tidak membahayakan pejalan kaki dan penyadang cacat, jembatan harus memiliki pagar pengaman, lampu penerangan jalan tidak menyilaukan mata 4. Tersedia cukup air bersih sepanjang waktu dengan kualitas air yang memenuhi persyaratan kesehatan 5. Pengelolaan pembuangan sampah rumah tangga harus memenuhi syarat kesehatan 6. Pengelolaan pembuangan tinja dan limbah RT harus memenuhi syarat kesehatan 7. Memiliki akses terhadap sarana pelayanan kesehatan, komunikasi, tempat kerja, tempat hiburan, tempat pendidikan, kesenian, dll 8. Pengaturan instalasi listrik harus menjamin keamanan penghuninya 9. Tempat pengelolaan makanan harus menjamin tidak terjadi kontaminasi makanan yg dapat menimbulkan keracunan D. Vektor penyakit  Indeks lalat harus memenuhi syarat;  Indeks jentik nyamuk dibawah 5%. E. Penghijauan Pepohonan untuk penghijauan lingkungan pemukiman merupakan pelindung dan juga berfungsi untuk kesejukan, keindahan dan kelestarian alam. Adapun ketentuan persyaratan kesehatan rumah tinggal menurut Kepmenkes No. 829/Menkes/SK/VII/1999 adalah sebagai berikut . 1. Bahan bangunan  Tidak terbuat dari bahan yang dapat melepapaskan bahan yang dapat membahayakan kesehatan, antara lain: debu total kurang dari 150 ug/m2, asbestos kurang dari 0,5 serat/m3 per 24 jam, plumbum (Pb) kurang dari 300 mg/kg  Tidak terbuat dari bahan yang dapat menjadi tumbuh dan bekembangnya mikroorganisme patogen 2. Komponen dan Penataan Ruang  Lantai kedap air dan mudah dibersihkan  Dinding rumah memiliki ventilasi, dikamar mandi dan kamar cuci kedap air dan mudah dibersihkan  Langit2 rumah mudah dibersihkan dan tidak rawan kecelakaan  Ada penangkal petir  Ruang ditata sesuai dengan fungsi dan peruntukannya  Dapur harus memiliki sarana pembuangan asap 3.  Pencahayaan Pencahayaan alam dan/ atau buatan langsung maupun tidak langsung dapat menerangi seluruh ruangan dengan intensitas penerangan 60 lux dan tidak menyilaukan mata F. Penyediaan air  Tersedia sarana penyediaan air bersih dengan kapasitas minimal 60 liter/ orang/hari;  Kualitas air harus memenuhi persyaratan kesehatan air bersih dan/atau air minum menurut Permenkes 416 tahun 1990 dan Kepmenkes 907 tahun 2002. G. Pembuangan Limbah  Limbah cair yang berasal rumah tangga tidak mencemari sumber air, tidak menimbulkan bau, dan tidak mencemari permukaan tanah;  Limbah padat harus dikelola dengan baik agar tidak menimbulkan bau, tidak mencemari permukaan tanah dan air tanah. Kepadatan hunian Luas kamar tidur minimal 8 m2 dan dianjurkan tidak untuk lebih dari 2 orang tidur. BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL A.Lokasi Kost pak Tunggul. Jl Duwet 03 kartasura B.Rumusan Masalah Dilaksanakan survey pemukiman (kost) di kartasura ini ialah hal pertama yang sangat terpenting ialah karena Penulis Bermukim(berdiam), bertempat tinggal diperumahan ini. Yang menjadi rumusan masalah pada survey pemukiman Sehat ini adalah : a.Apakah pemukiman (kost) di perumahan Asoka ini telah memenuhi syarat Pemukiman sehat ? C.Pemukiman (kost ) Rumah merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia selain kebutuhan sandang dan pangan. Rumah berfungsi sebagai tempat tinggal, berlindung dari gangguan iklim dan mahluk lain. Rumah yang sehat dan nyaman merupakan sumber inspirasi bagi penghuninya untuk berkarya sehingga dapat meningkatkan produktifitasnya. Konstruksi rumah dan lingkungan yang tidak memenuhi syarat kesehatan merupakan faktor risiko sumber penularan beberapa jenis penyakit, seperti diare, ISPA, malaria, TB Paru, demam berdarah, pes dan lain-lain. Faktor risiko lingkungan pada bangunan rumah yang dapat mempengaruhi kejadian penyakit maupun kecelakaan, antara lain ventilasi, pencahayaan, kepadatan hunian ruang tidur, kelembaban ruang, kualitas udara ruang, binatang penular penyakit, air bersih, limbah rumah tangga, sampah dan perilaku penghuni dalam rumah. Upaya pengendalian faktor risiko lingkungan perumahan perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya penyakit tersebut di atas, yaitu dengan membangun rumah yang memenuhi syaratsyarat kesehatan. Secara umum persyaratan rumah sehat sebagai berikut (Candra, 2005, Depkes RI, 2005. D.Analisa Hasil Survey Survey pemukiman (KOST) yang dilaksanakan di kost pak Tunggul Jl. Duwet 3 kartasura, dapat disimpulkan sebagai berikut : Ada lima kamar yang penulis jadikan sebagai Acuan dalam Survey Pemukiman Sehat di Kost pak Tunggul. Jl Duwet 03 kartasura 1.Penyediaan Air Bersih Pada kelima rumah yang dijadikan Acuan survey diperumahan ini sudah sangat Baik, Penyediaan Air Bersih dengan Menggunakan Air yang bersumber dari air tanah yang dapat digunakan setiap hari di Jam tertentu. Tersedia sumur apabila terjadi kekurangan atau kesalahan tertentu, namun hal ini sangat minim terjadi atau bahkan tidak pernah terjadi 2. Fasilitas Mandi Adapun fasilitas mandi yang dapat digunakan pada setiap kamar mandi yang penulis data sudah cukup baik. 3.Pembuangan Limbah  Pembuangan limbah pada perumahan ini sudah cukup baik, hasil limbah dari perumahan disalurkan di selokan (Got), tanpa terjadi sumbatan karena tidak adanya sampah yang dibuang pemilik di selokan yang ada.  Intinya Limbah cair yang berasal rumah tangga tidak mencemari sumber air, tidak menimbulkan bau, dan tidak mencemari permukaan tanah;  Limbah padat harus dikelola dengan baik agar tidak menimbulkan bau, tidak mencemari permukaan tanah dan air tanah. 4.Pengolahan Tinja Kotoran Manusia (tinja) langsung disalurkan ke septic tank, ke tangki septic, tangki septic kedap air, artinya kemungkinan kecil tanah dapat tercemar. Apabila tangki septic penuh, kotoran (tinja) dapat disedot dan dibuang ketempat pengolahan 5.Pencahayaan Dari hasil survey penulis pada rumah kost ini, ada beberapa kamar yang pencahayaannya kurang baik, dikarenakan Membelakangi Matahari 6.Ventilasi Vetilasi pada rumah kost ini Baik, karena telah memenuhi syarat kesehatan. Rumah yang ideal/sehat juga memiliki prosentase ventilasi/bukaan total 15%-20% dari luas keseluruhan tapak/lahan. 7.kebisingan Untuk kebisingan pada rumah ini sangat baik, karena ada pos penjagaan yang menjaga ketat kost sehingga kenyamanan dapat terjaga 8. Kepadatan Untuk kepadatan penduduk pada kost ini, tidak terlalu padat karena lahan kostnya yang cukup besar 9.Kontruksi Bangunan Tidak terbuat dari bahan yang dapat melepapaskan bahan yang dapat membahayakan kesehatan, sehingga dapat disimpulkan, pada rumah ini sudah sangat baik 10.Lokasi Pada rumah ini, lokasinya sudah baik, mencukupi syarat antara lain :  Tidak terletak pada daerah rawan bencana alam seperti bantaran sungai, aliran lahar, tanah longsor, gelombang tsunami, daerah gempa, dan sebagainya;  Tidak terletak pada daerah bekas tempat pembuangan akhir (TPA) sampah atau bekas tambang;  Tidak terletak pada daerah rawan kecelakaan dan daerah kebakaran seperti alur pendaratan penerbangan. KESIMPULAN Dari hasil survey di Kost pak Tunggul. Jl Duwet 03 kartasura telah memenuhi kreteria atau syarat Pemukiman Sehat, antara lain : 1. Sistem pengadaan air baik 2. Fasilitas untuk mandi baik 3. Sistem pembuangan limbah baik 4. Sistem pembuangan tinja baik 5. Tidak over crowded 6. Ventilasi 7. Pencahayaan 8. Kebisingan 9. Kekuatan bangunan 10. Letak rumah PEMBAHASAN A. Pengertian Rumah Sehat Dalam Undang-undang Nomor 4 Tahun 1992 tentang Perumahan dan Permukiman, perumahan adalah kelompok rumah yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau lingkungan hunian yang dilengkapi dengan prasarana dan sarana lingkungan. Rumah adalah sebuah tempat tujuan akhir dari manusia. Rumah menjadi tempat berlindung dari cuaca dan kondisi lingkungan sekitar, menyatukan sebuah keluarga, meningkatkan tumbuh kembang kehidupan setiap manusia, dan menjadi bagian dari gaya hidup manusia Sedangkan pengertian Sehat menurut WHO adalah suatu keadaan yang sempurna baik fisik, mental maupun sosial budaya, bukan hanya keadaan yang bebas penyakit dan kelemahan (kecacatan). Rumah harus dapat mewadahi kegiatan penghuninya dan cukup luas bagi seluruh pemakainya, sehingga kebutuhan ruang dan aktivitas setiap penghuninya dapat berjalan dengan baik. Lingkungan rumah juga sebaiknya terhindar dari faktorfaktor yang dapat merugikan kesehatan (Hindarto, 2007). Rumah sehat dapat diartikan sebagai tempat berlindung, bernaung, dan tempat untuk beristirahat, sehingga menumbuhkan kehidupan yang sempurna baik fisik, rohani, maupun sosial (Sanropie dkk., 1991). Sedangkan menurut Hermawan (2010) yang dikutip dari Azwar, rumah sehat adalah tempat berlindung atau bernaung dan tempat untuk beristrahat sehingga menimbulkan kehidupan yang sempurna baik fisik,rohani maupun sosial. B. Fungsi Rumah Fungsi rumah rumah bagi manusia yang diposkan oleh suhadi (2007) yang dikutip dari Azwar adalah : · Sebagai tempat untuk melepaskan lelah, beristirahat setelah penat melasanakan kewajiban sehari-hari. · Sebagai tempat untuk bergaul dengan keluarga atau membina rasa kekeluargaan bagi segenap anggota keluarga yang ada. · Sebagai tempat untuk melindungi diri dari bahaya yang datang mengancam. · Sebagai lambang status sosial yang dimiliki yang masih dirasakan hingga saat ini · Sebagai tempat untuk meletakan atau menyimpan barang-barang berharga yang dimiliki, yang terutama masih ditemui pada masyarakat pedesaan. C. Persyaratan Rumah Sehat 1) Menurut Budiman Chandra (2007), persyaratan rumah sehat yang tercantum dalam Residential Environment dari WHO (1974) antara lain : a. Harus dapat berlindung dari hujan, panas, dingin, dan berfungsi sebagai tempat istrahat. b. Mempunyai tenpat-tempat untuk tidur, memasak, mandi, mencuci, kakus dan kamar mandi. c. Dapat melindungi bahaya kebisingan dan bebas dari pencemaran. d. Bebas dari bahan bangunan berbahaya. e. Terbuat dari bahan bangunan yang kokoh dan dapat melindungi penghuninya dari gempa, keruntuhan, dan penyakit menular. f. Member rasa aman dan lingkungan tetangga yang serasi. 2) Persyaratan rumah sehat berdasarkan pedoman teknis penilaian rumah sehat (Depkes RI, 2007). a. Memenuhi kebutuhan psikologis antara lain privacy yang cukup, komunikasi yang sehat antar anggota keluarga dan penghuni rumah, adanya ruangan khusus untuk istirahat (ruang tidur), bagi masing-maing penghuni. b. Memenuhi persyaratan pencegahan penularan penyakit antar penghuni rumah dengan penyediaan air bersih, pengelolaan tinja dan limbah rumah tangga, bebas vektor penyakit dan tikus, kepadatan hunian yang tidak berlebihan, cukup sinar matahari pagi, terlindungnya makanan dan minuman dari pencemaran, disamping pencahayaan dan penghawaan yang cukup. c. Memenuhi persyaratan pencegahan terjadinya kecelakaan baik yang timbul karena pengaruh luar dan dalam rumah, antara lain persyaratan garis sempadan jalan, konstruksi bangunan rumah, bahaya kebakaran dan kecelakaan di dalam rumah. 3) Persyaratan rumah sehat menurut Winslow dan APHA yang dikutip (Ircham Machfoedz, 2008) adalah sebagai berikut : A. Memenuhi kebutuhan physiologis, yang meliputi : · Rumah tersebut harus dibangun sedemikian rupa sehingga dapat dipelihara atau dipertahankan temperatur lingkungannya. Sebaiknya temperatur udara dalam ruangan harus lebih rendah paling sedikit 4° C dari temperatur udara luar untuk daerah tropis. Umumnya temperatur kamar 22°C - 30°C sudah cukup segar. · Rumah tersebut harus terjamin pencahayaannya yang dibedakan ata s cahaya matahari (penerangan alamiah) serta penerangan dari nyala api la innya (penerangan buatan). Semua penerangan ini harus diatur sedemikian r upa sehingga tidak terlalu gelap atau tidak menimbulkan rasa silau. · Rumah tersebut harus mempunyai ventilasi yang sempurna sehingga aliran udara segar dapat terpelihara. Luas lubang ventilasi tetap, minimum 5% dari luas lantai ruangan, sedangkan luas lubang ventilasi insidentil (dapat dibuka dan ditutup) minimum 5% luas lantai sehingga jumlah keduanya menjadi 10% dari luas lantai. · Ruangan. Ini diatur sedemikian rupa agar udara yang masuk tidak terlalu deras dan tidak terlalu sedikit. · Rumah tersebut harus dapat melindungi penghuni dari gangguan bising yang berlebihan karena dapat menyebabkan gangguan kesehatan baik langsung maupun dalam jangka waktu yang relatif lama. Gangguan yang dapat muncul antara lain gangguan fisik seperti kerusakan alat pendengaran dan gangguan mental seperti mudah marah dan apatis. · Rumah tersebut harus memiliki luas yang cukup untuk aktivitas dan untuk anak- anak dapat bermain. Hal ini penting agar anak mempunyai kesempatan bergerak, bermain dengan leluasa di rumah agar pertumbuhan badannya akan lebih baik, juga agar anak tidak bermain di rumah tetangganya, di jalan atau tempat lain yang membahayakan. B. Memenuhi kebutuhan psychologis, yang meliputi : · Cukup aman dan nyaman bagi masing-masing penghuni Adanya ruangan khusus untuk istirahat bagi masing-masing penghuni, seperti kamar tidur untuk ayah dan ibu. Anak-anak berumur di bawah 2 tahun masih diperbolehkan satu kamar tidur dengan ayah dan ibu. Anak-anak di atas 10 tahun laki-laki dan perempuan tidak boleh dalam satu kamar tidur. Anak-anak di atas 17 tahun mempunyai kamar tidur sendiri. · Ruang duduk dapat dipakai sekaligus sebagai ruang makan keluarga, dimana anak-anak sambil makan dapat berdialog langsung dengan orang tuannya. · Dalam memilih letak tempat tinggal, sebaiknya di sekitar tetangga yang memiliki tingkat ekonomi yang relatif sama, sebab bila bertetangga dengan orang yang lebih kaya atau lebih miskin akan menimbulkan tekanan batin. Dalam meletakkan kursi dan meja di ruangan jangan sampai menghalangi lalu lintas dalam ruangan. · W.C. (Water Closet) dan kamar mandi harus ada dalam suatu rumah dan terpelihara kebersihannya. Biasanya orang tidak senang atau gelisah bila terasa ingin buang air besar tapi tidak mempunyai W.C. sendiri karena harus antri di W.C. orang lain atau harus buang air besar di tempat terbuka seperti sungai atau kebun. · Untuk memperindah pemandangan, perlu ditanami tanaman hias, tanaman bunga yang kesemuanya diatur, ditata, dan dipelihara secara rapi dan bersih, sehingga menyenangkan bila dipandang C. Mencegah penularan penyakit, yang meliputi: · Penyediaan Air Bersih yang memenuhi syarat kesehatan · Bebas dari kehidupan serangga dan tikus · Pembuagan sampah · Pembuangan air limbah · Pembuangan Tinja · Bebas pencemaran makanan dan minuman. D. Mencegah terjadinya kecelakaan yaitu rumah harus dibangun sedemikian rupa sehingga dapat melindungi penghuni dari kemungkinan terjadinya bahaya atau kecelakaan. Termasuk dalam persyaratan ini antara lain bangunan yang kokoh, tangga yang tidak terlalu curam dan licin, terhindar dari bahaya kebakaran, alat-alat listrik yang terlindung, tidak menyebabkan keracunan gas bagi penghuni, terlindung dari kecelakaan lalu lintas, dan lain sebagainya (Azwar, 1990; CDC, 2006; Sanropie, 1991). 4. Menurut Soedjajadi (2006), persyaatan rumah sehat harus dapat mencegah atau mengurangi resiko kecelakaan seperti jatuh, keracunan dan kebakaran. Persyaratan tersebut meliputi: a. Membuat konstruksi rumah yang kokoh dan kuat. b. Bahan rumah terbuat dari bahan tahan api. c. Pertukaran udara dalam rumah baik sehingga terhindar dari bahaya racun dan gas. d. Lantai terbuat dari bahan yang tidak licin sehingga bahaya jatuh dan kecelakaan mekanis dapat dihindari. e. Memenuhi kebutuhan fisiologis antara lain pencahayaan, penghawaan dan ruanggerak yang cukup, terhindar dari kebisingan yang mengganggu. 5. Persyaratan kesehatan perumahan dan lingkungan pemukiman menurut Keputusan Menteri Kesehatan (Kepmenkes) No.829/Menkes/SK/VII/ 1999 meliputi dua aspek yaitu : 1. Lingkungan perumahan yang terdiri dari lokasi, kualitas udara, kebi singan dan getaran, kualitas tanah, kualitas air tanah, sarana dan prasarana lingkungan, binatang penular penyakit dan penghijauan. 2. Rumah tinggal yang terdiri dari bahan bangunan, komponen dan pena taan ruang rumah, pencahayaan, kualitas udara, ventilasi, binatang penular penyakit, air, makanan, limbah, dan kepadatan hunian ruang tidur. Adapun persyaratan kesehatan lingkungan perumahan menurut Keputusan Menteri Kesehatan (Kepmenkes) No.829/Menkes/SK/VII/ 1999 sebagai berikut :  Lokasi · Tidak terletak pada daerah rawan bencana alam seperti bantaran sungai, aliran lahar, tanah longsor, gelombang tsunami, daerah gempa, dan sebagainya, · Tidak terletak pada daerah bekas tempat pembuangan akhir (TPA) sampah atau bekas tambang, · Tidak terletak pada daerah rawan kecelakaan dan daerah kebakaran seperti alur pendaratan penerbangan.  Kualitas udara Kualitas udara ambien di lingkungan perumahan harus bebas dari gangguan gas beracun dan memenuhi syarat baku mutu lingkungan sebagai berikut : · Gas H2S dan NH3 secara biologis tidak terdeteksi, · g/m3 ;mg maksimum 150 mDebu dengan diameter kurang dari 10 · Gas SO2 maksimum 0,10 ppm, · Debu maksimum 350 mm3 /m2 per hari.  Kebisingan dan getaran · Kebisingan dianjurkan 45 dB.A, maksimum 55 dB. · Tingkat getaran maksimum 10 mm/detik.  Kualitas tanah di daerah perumahan dan pemukiman · Kandungan Timah hitam (Pb) maksimum 300 mg/kg · Kandungan Arsenik (As) total maksimum 100 mg/kg · Kandungan Cadmium (Cd) maksimum 20 mg/kg · Kandungan Benzopyrene maksimum 1 mg/kg  Prasarana dan sarana lingkungan · Memiliki taman bermain untuk anak, sarana rekreasi keluarga dengan konstruksi yang aman dari kecelakaan, · Memiliki sarana drainase yang tidak menjadi tempat perindukan vektor penyakit, · Memiliki sarana jalan lingkungan dengan ketentuan konstruksi jalan tidak mengganggu kesehatan, konstruksi trotoar tidak membahayakan pejalan kaki dan penyandang cacat, jembatan harus memiliki pagar pengaman, lampu penerangan, jalan tidak menyilaukan mata, · Tersedia cukup air bersih sepanjang waktu dengan kualitas air yang memenuhi persyaratan kesehatan, · Pengelolaan pembuangan tinja dan limbah rumah tangga harus memenuhi persyaratan kesehatan, · Pengelolaan pembuangan sampah rumah tangga harus memenuhi syarat kesehatan, · Memiliki akses terhadap sarana pelayanan kesehatan, komunikasi, tempat kerja, tempat hiburan, tempat pendidikan, kesenian, dan lain sebagainya, · Pengaturan instalasi listrik harus menjamin keamanan penghuninya, · Tempat pengelolaan makanan (TPM) harus menjamin tidak terjadi kontaminasi makanan yang dapat menimbulkan keracunan.  Vektor penyakit · Indeks lalat harus memenuhi syarat. · Indeks jentik nyamuk dibawah 5%.  Penghijauan Pepohonan untuk penghijauan lingkungan pemukiman merupakan pelindung dan juga berfungsi untuk kesejukan, keindahan dan kelestarian alam. Adapun ketentuan persyaratan kesehatan rumah tinggal menurut Kepmenkes No. 829/Menkes/SK/VII/1999 adalah sebagai berikut : 1. · Bahan bangunan Tidak terbuat dari bahan yang dapat melepaskan bahan yang dapat membahayakan kesehatan, an tara lain : debu total kurang dari 150 mg/m2 , asbestos kurang dari 0,5 serat/m3 per 24 jam, plumbum (Pb) kurang dari 300 mg/kg bahan, · Tidak terbuat dari bahan yang dapat menjadi tumbuh dan berkembangnya mikroorganisme patogen. 2. Komponen dan penataan ruangan · Lantai kedap air dan mudah dibersihkan · Dinding rumah memiliki ventilasi, di kamar mandi dan kamar cuci kedap air dan mudah dibersihkan · Langit-langit rumah mudah dibersihkan dan tidak rawan kecelakaan · Bumbungan rumah 10 m dan ada penangkal petir · Ruang ditata sesuai dengan fungsi dan peruntukannya · Dapur harus memiliki sarana pembuangan asap. 3. Pencahayaan Pencahayaan alam dan/atau buatan langsung maupun tidak langsung dapat menerangi seluruh ruangan dengan intensitas penerangan minimal 60 lux dan tidak menyilaukan mata. 4. Kualitas udara · Suhu udara nyaman antara 18 – 30 o C · Kelembaban udara 40 – 70 % · Gas SO2 kurang dari 0,10 ppm/24 jam · Pertukaran udara 5 kaki 3 /menit/penghuni · Gas CO kurang dari 100 ppm/8 jam · Gas formaldehid kurang dari 120 mg/m3 5. Ventilasi : Luas lubang ventilasi alamiah yang permanen minimal 10% luas lantai. 6. Vektor penyakit : Tidak ada lalat, nyamuk ataupun tikus yang bersarang di dalam rumah 7. · Penyediaan air Tersedia sarana penyediaan air bersih dengan kapasitas minimal 60 liter/ orang/hari · Kualitas air harus memenuhi persyaratan kesehatan air bersih dan/atau air minum menurut Permenkes 416 tahun 1990 dan Kepmenkes 907 tahun 2002. 8. Pembuangan Limbah · Limbah cair yang berasal rumah tangga tidak mencemari sumber air, tidak menimbulkan bau, dan tidak mencemari permukaan tanah · Limbah padat harus dikelola dengan baik agar tidak menimbulkan bau, tidak mencemari permukaan tanah dan air tanah. 9. Sarana Penyimpanan Makanan Tersedia sarana penyimpanan makanan yang aman. 10. Kepadatan hunian Luas kamar tidur minimal 8 m2 dan dianjurkan tidak untuk lebih dari 2 orang tidur. Persyaratan tersebut diatas berlaku juga terhadap kondominium, rumah susun (rusun), rumah took (ruko), rumah kantor (rukan) pada zona pemukiman. Pelaksanaan ketentuan mengenai persyaratan kesehatan perumahan dan lingkungan pemukiman menjadi tanggung jawab pengembang atau penyelenggara pembangunan perumahan, dan pemilik atau penghuni rumah tinggal untuk rumah. D. Penilaian RUMAH SEHAT Menurut Munif Arifin (2009), kriteria rumah sehat didasarkan pada pedoman teknis penilaian rumah sehat Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Depkes RI tahun 2007. Pedoman teknis ini disusun berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor : 829/Menkes/SK/VII/1999 tentang persyaratan Kesehatan Perumahan. Sedangkan pembobotan terhadap kelompok komponen rumah, kelompok sarana sanitasi, dan kelompok perilaku didasarkan pada teori Blum, yang diinterpetasikan terhadap Lingkungan (45%), Perilaku (35%), Pelayanan Kesehatan (15%), Keturunan (5%). Dalam hal rumah sehat, persentase pelayanan kesehatan dan keturunan diabaikan, sedangkan untuk penilaian lingkungan dan perilaku ditentulan sebagai berikut : 1. Bobot komponen rumah (25/80 x 100%) : 31 2. Bobot sarana sanitasi (20/80 x 100%) : 25 3. Bobot perilaku (35/80 x 100%) : 44 Penentuan kriteria rumah berdasarkan pada hasil penilaian rumah yang merupakan hasil perkalian antara nilai dengan bobot, dengan criteria sebagai berikut : 1. Memenuhi syarat : 80 -100 % dari total skor. 2. Tidak memenuhi syarat : < 80 % dari total skor. Kelompok Komponen Rumah yang dijadikan dasar penilaian rumah sehat menggunakan Indikator komponen sebagai berikut : 1. Langit-langit 2. Dinding 3. Lantai 4. Jendela kamar tidur 5. Jendela ruang keluarga 6. Ventilasi 7. Lubang asap dapur 8. Pencahayaan 9. Kandang 10. Pemanfaatan Pekarangan 11. Kepadatan penghuni. Indikator sarana sanitasi yang dijadikan dasar penilaian rumah sehat menggunakan Indikator sarana sebagai berikut : a. Sarana air bersih b. Jamban c. Sarana pembuangan air limbah d. Sarana pembuangan sampah. Indikator penilaian perilaku penghuni rumah meliputi bebrapa parameter sebagai berikut : 1. kebiasaan mencuci tangan. 2. keberadaan tikus. 3. keberadaan jentik. PENUTUP A. KESIMPULAN 1. 2. 3. 4. 5. B. Rumah sehat adalah tempat berlindung atau bernaung dan tempat untuk beristrahat sehingga menimbulkan kehidupan yang sempurna baik fisik,rohani maupun sosial. Rumah tidak hanya berfungsi sebagai tempat beristrahat dan berlindung, tetapi juga sebagai sarana untuk memperbaiki kesehatan. Untuk itu rumah harus memenuhi syarat syarat kesehatan. Rumah sehat tidak harus mahal dan mewah. Tetapi, rumah sehat harus memenuhi syarat syarat kesehatan. Oleh karena itu, rumah yang sederhana jika memenuhi syarat syarat kesehatan juga dapat dikatakan rumah sehat. Persyaratan kesehatan perumahan adalah ketentuan teknis kesehatan yang wajib dipenuhi dalam rangka melindungi penghuni dan masyarakat yang bermukim di perumahan dan masyarakat sekitar dari bahaya atau gangguan kesehatan. Penilaian rumah sehat didasarkan pada pedoman teknis penilaian rumah sehat Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Depkes RI tahun 2007. Pedoman teknis ini disusun berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor : 829/Menkes/SK/VII/1999 tentang persyaratan Kesehatan Perumahan. SARAN Petugas kesehatan melakukan penyuluhan untuk memotivasi masyarakat dalam pengadaan rumah sehat. DAFTAR PUSTAKA Munif Arifin, (1979) Kesehatan Lingkunga. Surabaya : Ghalia Indonesia Hanlon JJ and Pickett GE (1984) Public Health eigth edition College Publishing Lembaran Negara Republik Indonesia No 48 tahun 1962 Undang undang nomor 11 tahun 1962 tentang Hygiene untuk Usaha usaha bagi umum Purdom PW (1980) Environmental Health. New York : Second Edition Academic Press Notoatmodjo, (1997) Perspektif Lingkungan Desa Kota , Teori dan Kasus. Universitas Indonesia Press

Judul: Tugas Bisnis

Oleh: Cecilia Rivena


Ikuti kami