Makalah Pik

Oleh Idiahstuty Lestari

178,9 KB 11 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Makalah Pik

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di lingkungan sekitar kita, kita dapat menemui berbagai jenis makhluk hidup. Berbagai jenis hewan misalnya ayam, kucing, serangga, dan sebagainya, dan berbagai jenis tumbuhan misalnya mangga, rerumputan, jambu, pisang, dan masih banyak lagi jenis tumbuhan di sekitar kita. Masing-masing makhluk hidup memiliki ciri tersendiri sehingga terbentuklah keanekaragaman makhluk hidup yang disebut dengan keanekaragaman hayati atau biodiversitas. Di berbagai keanekaragaman lingkungan, makhluk kita hidup dapat yang menjumpai berbeda-beda. Keanekaragaman itu meliputi berbagai variasi bentuk, warna, dan sifat-sifat lain dari makhluk hidup. Sedangkan di dalam spesies yang sama terdapat keseragaman. Setiap lingkungan memiliki keanekaragaman hayati masing-masing. Indonesia adalah negara yang termasuk memiliki tingkat keanekaragaman yang tinggi. Taksiran jumlah utama spesies sebagai berikut. Ekploitasi sumbedaya hutan yang tidak bijaksana pada akhirnya juga berakhir dengan kehancuran industri hasil hutan. Bila metode lestari yang dipergunakan, areal yang dipanenan ditanami kembali, maka ini bukan merupakan substitusi untuk hutan yang telah dipanen. Hutan alam mungkin memerlukan ratusan tahun untuk berkembang menjadi sistem yang rumit yang mengandung banyak spesies yang saling tergantung satu sama lain. Pada tegakan dengan pohon- pohon yang ditanam murni, lapisan permukaan tanah dan tumbuhan bawahnya diupayakan relatif bersih. Pohon-pohon muda akan mendukung sebagian kecil spesies asli yang telah ada sebelumnya. Pohon-pohon hutan hujan tropis perlu waktu bertahun-tahun untuk dapat dipanen dan tidak dapat digantikan dengan cepat; demikian juga komunitasnya yang kompleks juga juga tidak mudah digantikan bila rusak. Kehilangan keanekaragaman hayati secara umum juga berarti bahwa spesies yang memiliki potensi ekonomi dan sosial mungkin hilang sebelum mereka ditemukan. Sumberdaya obat-obatan dan bahan kimia yang bermanfaat yang dikandung oleh spesies liar mungkin hilang untuk selamanya. Kekayaan spesies yang terdapat pada hutan hujan tropis mungkin mengandung bahan kimia dan obat-obatan yang berguna. Banyak spesies lautan mempertahankan dirinya secara kimiawi dan ini merupakan sumber bahan obat-obatan yang penting. 1.2 Tujuan Adapun tujuan dari penulisan makalah konservasi keanekaragaman hayati ini adalah: 1. Untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Pengantar Ilmu Kehutanan. 2. Menambah wawasan kita dan pembaca akan keanekaragaman hayati dan manfaatnya bagi kelangsungan hidup manusia. BAB II PEMBAHASAN 2.1.1 Pengertian Keanekaragaman Hayati Keanekaragaman hayati atau biodiversitas (biodiversity) adalah suatu istilah pembahasan yang mencakup semua bentuk kehidupan, yang secara ilmiah dapat dikelompokkan menurut skala organisasi biologisnya, yaitu mencakup gen, spesies tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme serta ekosistem dan proses-proses ekologi dimana bentuk kehidupan ini merupakan bagiannya. Dapat juga diartikan sebagai kondisi keanekaragaman bentuk kehidupan dalam ekosistem atau bioma tertentu. Keanekaragaman hayati seringkali digunakan sebagai ukuran kesehatan sistem biologis. 2.1.2 Keanekaragaman Hayati di Indonesia Indonesia merupakan salah satu dari tiga negara yang memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi. Dua negara lainnya adalah Brasil dan Zaire. Tetapi dibandingkan dengan Brazil dan Zaire, Indonesia memiliki keunikan tersendiri. Keunikannya adalah di samping memiliki tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi, Indonesia memiliki areal tipe indo-malaya yang luas, juga tipe oriental, australia, dan peralihannya. Selain itu, di Indonesia terdapat banyak hewan dan tumbuhan langka, serta spesies endemik. Indonesia terletak di daerah tropik sehingga memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi dibandingkan dengan daerah subtropik (iklim sedang) dan kutub (iklim kutub). Keanekaragaman tinggi di Indonesia dapat dijumpai di dalam lingkungan hutan tropik. 2.1 Pentingnya Keanekaragaman Hayati Pemanfaatan keanekaragaman hayati bagi masyarakat harus secara berkelanjutan karena Sebagai Sumber Pangan, Perumahan dan Kesehatan, Sebagai Sumber Pandapatan, Sebagai Sumber Plasma Nutfah, Manfaat Ekologi, Manfaat Keilmuan, Manfaat Keindahan. 2.2 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Biodiversitas Indonesia memang gudang flora dan fauna, banyak faktor yang menyebabkan Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, antara lain: a. Merupakan negara kepulauan; b. Memiliki unsur flora dan fauna yang berkisar dari wilayah Indomalaya sampai ke Australia; c. Terbagi menjadi 2 zona biogeografi, yakni wilayah oriental dan wilayah Australian. d. Banyak pulau tersebar di Nusantara ini terisolasi beribu-ribu tahun sehingga tingkat endemisnya tinggi. e. Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki laut yang luas f. Indonesia memiliki pantai dengan hutan bakau yang terluas dan terkaya jenis flora dan faunanya, yaitu 4,25 juta ha; g. Indonesia memiliki sumber daya terumbu karang terkaya. Berdasarkan faktor-faktor tersebut di atas, dapat kita simpulkan bahwa keanekaragaman jenis hayati Indonesia sangat tinggi, karena tiap zona geografi memiliki karakter berbeda-beda, banyak pulau yang menyimpan hewan dan tumbuhan endemik, dan wilayah laut yang luas dengan biodiversitas spesifiknya. 2.3 Krisis Biodiversitas Aktifitas manusia dapat menurunkan keanekaragaman hayati. Hingga saat ini, berbagai jenis tumbuhan dan hewan terancam punah dan beberapa di antaranya telah punah. Sebagai contoh, Australia selama 20 tahun telah kehilangan 41 jenis mamalia, 18 jenis burung, reptilia, ikan, dan katak, 200 jenis invertebrata, dan 209 jenis tumbuhan. Sementara itu, Indonesia kehilangan beberapa satwa penting, misalnya harimau bali. Saat ini hewan tersebut tidak pernah ditemukan lagi keberadaannya, alias kemungkinan sudah punah. Kepunahan keanekaragaman hayati diduga disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu sebagai berikut: 1. Perusakan Habitat Habitat didefinisikan sebagai daerah tempat tinggal organisme. Kekurangan habitat diyakini manjadi penyebab utama kepunahan organisme. Jika habitat rusak maka organisme tidak memiliki tempat yang cocok untuk hidupnya. Kerusakan habitat dapat diakibatkan karena ekosistem diubah fungsinya oleh manusia, misalnya hutan ditebang dijadikan lahan pertanian, pemukiman dan akhirnya tumbuh menjadi perkotaan. Kegiatan manusia tersebut mengakibatkan menurunnya keanekaragaman ekosistem, jenis, dan gen. 2. Penggunaan Pestisida Yang termasuk pestisida misalnya insektisida, herbisida, dan fungisida. Pestisida yang sebenarnya hanya untuk membunuh organisme penggangu (hama), pada kenyataannya menyebar ke lingkungan dan meracuni mikroba, jamur, hewan, dan tumbuhan lainnya. 3. Pencemaran Bahan pencemar juga dapat membunuh mikroba, jamur, hewan dan tumbuhan penting. 4. Perubahan Tipe Tumbuhan Tumbuhan merupakan produser di dalam ekosistem. Perubahan tipe tumbuhan misalnya perubahan dari hutan hujan tropik menjadi hutan produksi dapat mengakibatkan hilangnya tumbuh-tumbuhan liar penting. 5. Masuknya Jenis Tumbuhan dan Hewan Liar Tumbuhan atau hewan liar yang masuk ke ekosistem dapat berkompetisi bahkan membunuh tumbuhan dan hewan asli. 6. Penebangan Penebangan hutan tidak hanya menghilangkan pohon yang sengaja ditebang, tetapi juga merusak pohon-pohon lain yang ada di sekelilingnya. 7. Seleksi Secara tidak sengaja perilaku kita mempercepat kepunahan oraganisme. 2.4 Upaya dalam Melakukan Konservasi Keanekaragaman hayati Tidak semua aktifitas manusia berakibat menurunkan keanekaragaman hayati. Ada juga aktivitas yang justru meningkatkan keanekaragaman hayati seperti penghijauan, pembuatan Taman Kota, pemuliaan, pembiakkan , restorasi dan rehabilitasi, pengelolaan Lansekap, formulasi Kebijakan dan Kelembagaan BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan Dari hasil pembahasan materi sebelumnya tentang konservasi keanekaragaman hayati, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1. Keanekaragaman hayati disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor genetik dan faktor lingkungan. 2. Makhluk hidup di dunia ini sangat beragam. Keanekaragaman makhluk hidup tersebut disebut dengan sebutan keanekaragaman hayati atau biodiversitas. Setiap sistem lingkungan memiliki keanekaragaman hayati yang berbeda. Keanekaragaman hayati ditunjukkan oleh adanya berbagai variasi bentuk, ukuran, warna, dan sifat-sifat dari makhluk hidup lainnya. 3. Indonesia terletak di daerah tropik yang memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi dibandingkan dengan daerah subtropik dan kutub. 4. Kegiatan manusia dapat menurunkan keanekaragaman hayati, baik keanekaragaman gen, jenis maupun keanekaragaman lingkungan. Namun di samping itu, kegiatan manusia juga dapat meningkatkan keanekaragaman hayati misalnya penghijauan, pembuatan taman kota, dan pemuliaan. 5. Pelestarian keanekaragaman hayati dapat dilakukan secara in situ dan ex situ. DAFTAR PUSTAKA Anonim. 2011. (http://budisma.web.id/materi/sma/kelas-x-biologi/keanekaragamanhayati-tingkat-jenis-di-indonesia/) Departemen Kehutanan. 1995. Ancaman Hujan Asam Bagi Hutan Fauzan,Muhammad.2009.(http://fauzzzblog.wordpress.com/ 2009/12/06/keanekaragaman-hayati-biodiversitas/) Leveque, C. & J. Mounolou. 2003. Biodiversity. New York: John Wiley. Nandika, Dody. 2004. Pengelolaan Keanekaragaman Hayati di Indonesia. Bogor: IPB Press http://infighters.blogspot.com/2012/03/konservasi-keanekaragamanhayati.html#!/2012/03/konservasi-keanekaragaman-hayati.html http://fauzzzblog.wordpress.com/2009/12/06/keanekaragamanhayati-biodiversitas/ http://wawan-satu.blogspot.com/2009/11/konservasikeanekaragaman-hayati.html MAKALAH EKONOMI SUMBER DAYA HUTAN (KONSERVASI KEANEKARAGAMAN HAYATI) Nama : M. Faiz Mahendra (M11116325) Idiahstuty Lestari (M11116331) Khaerul Haq (M11116328) Reisha Febianti (M11116336) Febrianti Banne La’bi’ (M11116356)

Judul: Makalah Pik

Oleh: Idiahstuty Lestari


Ikuti kami