Makalah Pancasila

Oleh Slim Maharta

298,1 KB 10 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Makalah Pancasila

PENANGANAN NILAI KARAKTER KEBHAYANGKARAAN DI LINGKUNGAN KORBINTARSIS OLEH : BAGUS MAHARTA PRAKOSO 16.195 SAT 1 OPTIMALISASI KEGIATAN PENDIDIKAN KARAKTER TARUNA AKPOL GUNA MENINGKATKAN KUALITAS HASIL DIDIK DALAM RANGKA MEWUJUDKAN PROFIL POLRI YANG PROFESIONAL, BERMORAL, DAN MODERN BAB I PENDAHULUAN I. LATAR BELAKANG Masyarakat merindukan polisi sebagai penegak hukum, pelindung, pengayom, dan pelayan yang mempunyai karakter dan berharap muncul polisi dengan nilai karakter kebahayangkaraan dari lembaga – lembaga pendidikan milik Kepolisian Republik Indonesia. Maka dari itu dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan tentunya dicetak dari lembaga pendidikan yang berkualitas pula. Lembaga pendidikan yang diharapkan dapat membimbing dan membina tidak hanya dalam penanaman ilmu pasti, namun juga penanaman karakter. Lembaga pendidikan anggota polri dituntut untuk memberikan pendidikan yang dapat mencetak lulusan sebagai anggota polri yang menunjukan sikap dan karakter kebhayangkaraan dalam perilaku dan kinerja di lapangan yang ditanamkan pada proses belajar mengajar, kegiatan pelatihan dan pendekatan melalui pengasuhan, serta kelembagaan. II. PERMASALAHAN Masyarakat masih meragukan kinerja anggota polri yang dicetak lembaga pendidikan polri masa ini yang masih banyak melakukan pelanggaran terhadap pedoman kerja anggota polri sendiri. Kepastian dan respon cepat yang diberikan oleh pelayanan anggota polri adalah hal yang juga sangat didambakan masyarakat, menindaklanjuti banyak ditemukan banyak oknum yang menunda – nunda dalam melakukan pelayanan dan kurang respon terhadap laporan ataupun keluhan yang diberikan dan diharapkan untuk diselesaikan. Dalam naskah ini akan diuraikan tentang bagaimana cara mengoptimalisasi kegiatan pendidikan karakter Taruna Akpol guna meningkatkan kualitas hasil didik dalam rangka mewujudkan profil polri yang profesional, bermoral, dan modern. BAB II PEMBAHASAN III. FAKTA Taruna Akpol sebagai peserta didik belum dapat memperlihatkan dan mencerminkan sosok pribadi yang memiliki karakter dan nilai – nilai kebhayangkaraan yang dapat terlihat dari bagaimana Taruna berperilaku, berfikir, dan berpenampilan dalam proses belajar mengajar, kegiatan pelatihan, dan pengasuhan bisa didapatkan dari para gadik, dosen, pelatih maupun instruktur. IV. FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI Pendidikan karakter dan penanaman nilai – nilai kebhayangkaraan pada lembaga pendidikan polri akan lebih mudah jika kita dapat mengidentifikasi kelemahan dan ancaman yang harus kita hadapi dan perbaiki maupun kekuatan dan peluang yang harus kita pertahankan. a) Faktor Internal 1) Strengths (Kekuatan)  Lembaga pendidikan polri telah berpengalaman menyelenggarakan kegiatan pendidikan dan sudah melalui banyak evaluasi serta melakukan perubahan – perubahan yang bertujuan untuk mencetak lulusan yang semakin baik tiap tahunnya.  Tribrata sebagai pedoman hidup dan Catur Prasetya sebagai pedoman kerja.  Peraturan disiplin Polri dan peraturan kehidupan taruna/mahasiswa/siswa yang mengatur hampir segala hal termasuk hal – hal yang deperbolehkan, yang tidak diperbolehkan dan tata cara dalam melakukan sesuatu  Tenaga dari pengasuh, gadik, dosen, pelatih, dan instruktur yang berpengalaman 2) Weakness (Kelemahan)  Masih banyak peserta didik yang tidak memperhatikan dan menganggap tidak penting kegiatan pembinaan karakter dan penanaman nilai – nilai kebhayangkaraan. b) Faktor Eksternal 1) Opportunities (Peluang)  Masyarakat menantikan polisi yang dapat menegakkan hukum, melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat seperti yang diharapkan  Kinerja Kepolisian Republik Indonesia dalam beberapa aspek yang diakui oleh dunia internasional dan negara – negara besar, seperti dalam penanganan teroris. 2) Threats (Ancaman)  Masyarakat yang sudah menganggap kegiatan suap – menyuap dan praktek Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) sebagai hal yang sudah biasa walaupun mereka mengetahui itu menyalahi peraturan, Undang – undang, dan merugikan orang lain.  Banyak masyarakat menganggap Hak Asasi Manusia (HAM) tidak ditegakkan dalam beberapa pelaksanaan tugas Polri di lapangan. Dari uraian diatas dapat dilihat apa saja kekuatan dan peluang yang harus dipertahankan serta kelemahan dan ancaman yang harus di antisipasi dalam pelaksanaan dalam lembaga pendidikan maupun pelaksanaan tugas polri di lapangan atau wilayah. V. UPAYA PEMECAHAN MASALAH Perbaikan dari pendidikan karakter dan penanaman nilai – nilai karakter kebhayangkaraan yang disebut Brata Dedikasi Sejati yang meliputi beriman dan taqwa, cinta tanah air, demokrasi, disiplin, kerja keras dan cerdas, profesional, sederhana, empati, jujur dan ikhlas, adil, teladan, dan berintegritas melalui lembaga pendidikan dengan melakukan perubahan dan evaluasi yang dinilai membuat kualitas sumber daya manusia yang dicetak bisa lebih baik dan dapat mewujudkan harapan masyarakat di masa yang akan datang sebagai insan bhayangkara yang berpedoman hidup pada Tribrata, berpedoman kerja pada Catur Prasetya serta melaksanakan tugas sebagai penegak hukum, pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. BAB III PENUTUP VI. KESIMPULAN a) Penanaman nilai karakter kebhayangkaraan Brata Dedikasi Sejati yang dilakukan pada kegiatan proses belajar mengajar, pelatihan dan pendekatan melalui pengasuhan serta kegiatan kelembagaan. b) Harus ada partisipasi dari kedua belah pihak, baik dari yang memberi maupun yang menerima nilai – nilai karakter dalam kegiatan pembinaan. VII. SARAN Penanaman nilai karakter dapat ditanamkan dengan mengidentifikasi faktor – faktor yang mendukung maupun menghambat. Dan tentunya komunikasi yang tepat antara pembina dan peserta didik dapat membantu proses pendidikan nilai karakter kebhayangkaraan yang dibutuhkan.

Judul: Makalah Pancasila

Oleh: Slim Maharta


Ikuti kami