Makalah Manejemn

Oleh Ferli Herdiansyah

244 KB 6 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Makalah Manejemn

Pengaruh Pengorganisasian Terhadap Kinerja Perusahaan PT Telkom Organisasi perusahaan PT Telkom Latar Belakang Organisasi adalah sebuah sarana yang di gunakan dalam mencapai tujuan, yang merupakan wadah untuk kegiatan bagi orang – orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan yang sama. Organisasi perusahaan adalah sebuah struktur organisasi yang dimana setiap anggota nya mempunyai wewenang dan tanggung jawab dengan apa yang telah di tugaskan untuk menjalankan nya dengan baik. Perusahaan memiliki beberapa bagian pada umumnya, yakni bagian pemasaran, bagian keuangan, bagian produksi, bagian sumber daya manusia, dan bagian administrasi. Masing – masing bagian tersebut mempunyai kegiatan dan tugas yang berbeda – beda akan tetapi mempunyai hubungan yang satu sama yang lain nya. Pada struktur organisasi terdapat garis hubungan antar manajer dan karyawan yang memiliki garis hubungan antar tugas, wewenang dan tanggung jawab. Setiap perusahaan, baik yang bergerak dibidang produksi, jasa maupun industri, pada umumnya memiliki tujuan untuk memperoleh keuntungan. Supaya dapat mencapai tujuan itu, perusahaan memerlukan sistem manajemen efektif yang akan menunjang jalannya operasi perusahaan secara terus-menerus dan tingkat efektivitas kerja karyawan juga perlu diperhatikan. Struktur organisasi disadari sangat penting peranannya dalam meningkatkan efektivitas kerja. Sehingga pada kali ini saya akan membahas tentang PT Telekomunikasi Indonesia Tbk atau yang sring di sebut dengan PT Telkom yang merupakan Badan usaha milik Negara dan penyedia layanan telekomunikasi dan jaringan terbesar di Indonesia. Sebagai BUMN, pemerintah republik Indonesia merupakan pemgang saham mayoritas yang menguasai sebagian besar saham biasa perusahaan sedangkan sisanya dimiliki oleh publik. Untuk menjawab tantangan yang terus berkembang di industri telekomunikasi dalam negeri maupun di tingkat global, PT Telkom bertekad melakukan transformasi secara fundamental dan menyeluruh di seluruh lini bisnis yang mencakup transformasi bisnis dan portofolio, transformasi infrastruktur dan sistem, transformasi organisasi dan sumber daya manusia serta transformasi budaya. Pelaksanaan transformasi ini dilakukan dalam rangka mendukung upaya diversifikasi bisnis TELKOM dari ketergantungan pada portofolio bisnis Legacyyang terkait dengan telekomunikasi, yakni layanan telepon tidak bergerak (Fixed), layanan telepon seluler (Mobile), dan Multimedia (FMM), menjadi portofolio TIME (Telecommunication, Information, Media and Edutainment). Konsistensi kami dalam berinovasi telah berhasil memposisikan Perusahaan sebagai salah satu perusahaan yang berdaya saing tinggi dan unggul dalam bisnis New Wave. Perusahaan tersebut selalu menekankan motto agar karyawan memberikan pelayanan terbaik atau kualitas jasa yang terbaik kepada setiap pengunjung yang mempunyai karakter yang berbeda-beda. Perusahaan ini sudah berkembang cukup lama dan tetap mampu bertahan serta bersaing dengan perusahaan informasi dan komunikasi lainnya. Struktur organisasi pada perusahaan tersebut telah mengalami beberapa perubahan, tahun 1906 pemerintah kolonial Belanda membentuk sebuah jawatan yang mengatur layanan pos dan telekomunikasi yang diberi nama Jawatan Pos, Telegraf , dan Telepon (Post Telegraph en Telepohone Dienst/PTT). Setahun kemudian, status jawatan tersebut diubah menjadi Perusahaan Negara Pos dan Telekomunikasi (PN Postel) tepatnya pada tahun 1961. Sekitar tahun 1965, Jawatan tersebut akhirnya dipecah menjadi dua bagian yaitu Perusahaan Negara Pos dan Giro ( PN Post & Giro ) dan Perusahaan Negara Telekomunikasi (PN Telekomunikasi). Pada tahun 1974, PN Telekomunikasi disesuaikan menjadi perusahaan umum telekomunikasi (Perumtel) yang bergerak dalam bidang telekomunikasi untuk umum baik nasional maupun internasional. Kemudian pada tahun 1989, Pemerintah mengeluarkan UU nomor 03/1989 tentang telekomunikasi dimana sektor swasta diharapkan mampu berperan dalam penyelenggaraan telekomunikasi. Permasalahan Berdasarkan oleh latar belakang yang telah di bicarakan di atas maka permasalahan yang akan saya bahas dan di jadikan objek penelitian oleh saya adalah sebagai berikut : “Apakah tata kelola organisasi PT Telkom Indonesia sudah di jalankan dengan baik dan teratur ?“ oleh sebab itu saya akan mencari permasalahan yang menyangkut tentang struktur organisasi PT Telkom Indonesia, para pemegang jabatan dari yang tertinggi sampai yang paling rendah, pengelolaan struktur tersebut, dan lain lain sehingga kita dapat mengetahui apakah struktur dan tata kelola yang di jalankan PT Telkom Indonesia sudah baik atau belum. Landasan Teori PT Telkom adalah sebuah perusahaan perseroan (persero) PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (“TELKOM”,”Perseroan”,”Perusahaan”) merupakan badan usaha milik Negara dan penyedia layanan telekomunikasi dan jaringan terbesar di Indonesia. TELKOM menyediakan layanan InfoComm, telepon kabel tidak bergerak (fixed wireline) dan telepon nirkabel tidak bergerak (fixed wireless), layanan telepon seluler, data dan internet, serta jaringan dan interkoneksi, baik secara langsung maupun melalui anak perusahaan. Visi PT Telkom adalah menjadi perusahaan unggul dalam penyelenggaraan Telecommunication, Information, Media dan Edutainment (TIME) di kawasan regional. Dan Misi nya adalah menyediakan layanan TIME yang berkualitas tinggi dengan harga yang kompetitif dan Menjaga model pengelolaan korporasi di Indonesia. PT TELKOM menyediakan sarana dan jasa layanan Telekomunikasi dan informasi kepada masyarakat luas sampai kepelosok daerah di seluruh Indonesia. Sejarah PT. TELKOM di Indonesia pertama kali berawal dari sebuah badan usaha swasta penyediaan layanan pos dan telegrap yang didirikan kolonial Belanda pada tahun 1882. Pada tahun 1905 pemerintah kolonial Belanda mendirikan perusahaan Telekomunikasi sebanyak tiga puluh delapan perusahaan. Kemudian Pada tahun 1906 pemerintah Hindia Belanda membentuk suatu jawatan Pos, Telegrap dan Telepon (Post, Telegraph en Telephone Dienst/ PTT). Pada tahun 1961 status jawatan diubah menjadi perusahaan Negara Pos dan Telekomunikasi (PN Postel). Kemudian pada tahun 1965 pemerintah memisahkannya menjadi perusahan Negara Pos dan Giro (PN Pos dan Giro) dan perusahaan Negara Telekomunikasi (PN Telekomunikasi). Pada tahun 1974 Perusahaan Negara Telekomunikasi disesuaikan menjadi perusahaan Umum Telekomunikasi (PERUMTEL) yang menyelenggarakan jasa Telekomunikasi Nasional dan Internasional. Pada tahun 1980 Indonesia mendirikan suatu badan usaha untuk jasa Telekomunikasi Internasional yang bernama PT. Indonesian Satelite Corporation (INDOSAT) yang terpisah dari PERUMTEL. Pada tahun 1989 pemerintah Indonesia mengeluarkan UU No.3/ 1989 mengenai Telekomunikasi, yang isinya tentang peran swasta dalam penyelenggaraan Telekomunikasi. Pada tahun 1991 PERUMTEL berubah bentuk menjadi perusahaan perseroan (Persero) Telekomunikasi Indonesia berdasarkan PP No.25/ 1991 sampai sekarang. Dalam pengelolaan organisasinya, PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. memiliki sebuah Dewan Komisaris yang terdiri dari 1 (satu) ketua dan 4 (empat) anggota serta sebuah Dewan Direksi yang beranggotakan 1 (satu) orang Presiden Direktur atau CEO dan 4 (empat) orang anggota Dewan Direksi lainnya yang memiliki fungsi dan tanggung jawab yang berbeda seperti Direktur Sumber Daya dan Bisnis Pendukung/CIO, Direktur Bisnis Jaringan Telekomunikasi, Direktur Bisnis dan Jasa Telekomunikasi, dan Direktur Keuangan/CFO. Sebagai sebuah holding company, PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. memiliki beberapa buah anak perusahaan terafiliasi seperti PT Telekomunikasi Selular Indonesia yang bergerak sebagai penyelenggara jasa telekomunikasi bergerak selular, PT Indonusa Telemedia yang menangani bisnis multimedia penyiaran dan Internet dengan nama produk TELKOMVision dan PT Infomedia Nusantara yang mengelola bisnis penerbitan Buku Petunjuk Telepon (Yellow Pages) dan Call Center. Selain anak perusahaan tadi, dalam menjalankan operasi perusahaan PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. telah mengelompokan unit-unit yang ada dalam organisasi ke dalam bentuk Divisi, Center dan Yayasan. Pembahasan masalah Di dalam PT Telkom terdapat Dewan Komisaris yang berwenang dan bertanggung jawab sebagai berikut: 1. Melakukan pengawasan terhadap pengelolaan Perusahaan yang dijalankan oleh Direksi, termasuk perencanaan dan pengembangan, operasi dan anggaran, kepatuhan terhadap Anggaran Dasar Perusahaan dan pelaksanaan mandat dan keputusan RUPST dan RUPSLB. Dewan Komisaris tidak berwenang untuk menjalankan maupun mengelola Perusahaan, kecuali dalam situasi apabila seluruh anggota Direksi diberhentikan sementara karena suatu sebab; 2. Memberikan saran dan pendapat kepada RUPST mengenai pelaporan keuangan tahunan, rencana pengembangan perusahaan, penunjukan Kantor Akuntan Publik sebagai auditor dan hal-hal penting serta strategis lainnya terkait dengan aksi Perusahaan; 3. Melakukan evaluasi atas rencana kerja dan anggaran Perusahaan, mengikuti perkembangan Perusahaan, dan melakukan koordinasi dengan pihak Direksi jika ada gejala yang menunjukkan Perusahaan sedang dalam masalah sehingga Direksi dapat segera mengumumkannya kepada para pemegang saham dan memberikan rekomendasi untuk langkah-langkah perbaikan yang harus ditempuh; 4. Memastikan program pelaksanaan tata kelola Perusahaan telah diterapkan dan dipelihara dengan baik sesuai peraturan yang berlaku. Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris TELKOM harus sesuai dengan Anggaran Dasar Perusahaan, keputusan RUPS dan semua peraturan dan perundangundangan yang berlaku. Dalam melaksanakan tugasnya, Dewan Komisaris dibantu oleh Sekretaris Dewan Komisaris serta Komite-komite berikut ini: 1.KomiteAudit; 2.Komite Nominasi dan Remunerasi; dan 3.Komite Evaluasi dan Pengawasan Rencana dan Risiko. Jika dipandang perlu, Dewan Komisaris diperbolehkan untuk meminta masukan dan bantuan dari penasihat profesional. Selama 2010, Dewan Komisaris telah melakukan pengawasan terhadap: 1. Rencana Jangka Panjang Perseroan atau Corporate Strategic Scenario Tahun 2010—2014 (RJPP/CSS 2009-2013), melalui Keputusan Dewan Komisaris No. 04/KEP/DK/2009/RHS tanggal 28 Mei 2009 tentang Pengesahan Rencana Kerja dan Anggaran Perseroan (RKAP) tahun 2010 melalui Keputusan Dewan Komisaris No. 10/KEP/DK/2009/RHS tanggal 10 Desember 2009. 2. Pelaksanaan pengawasan tersebut mencakup antara lain: a. Pemantauan atas pelaksanaan RKAP tahun 2010 melalui rapat gabungan Dewan Komisaris dan Direksi; b. Kinerja Keuangan Perseroan; dan c. Kinerja Non-Keuangan Perseroan yang meliputi kinerja manajemen dan operasional. Dan PT Telkom juga mempunyai Unit-unit bisnis PT. TELKOM Indonesia, Tbk terdiri dari Divisi, Centre, Yayasan dan Anak Perusahaan. Adapun divisi yang tersedia di PT. TELKOM yaitu: 1. Divisi Long Distance 2. Carrier dan Interconnection Service 3. Divisi Multimedia 4. Divisi Fixed Wireless Network 5. Enterprise Service 6. Divisi Regional I – Sumatera 7. Divisi Regional II – Jakarta 8. Divisi Regional III – Jawa Barat 9. Divisi Regional IV – Jawa Tengah dan Yogyakarta 10. Divisi Regional V- Jawa Timur 11. Divisi Regional VI - Kalimantan 12. Divisi Regional VII – Kawasan Timur Indonesia 13. Maintenance Service Centre 14. Training Centre 15. Carrier Development Support Centre 16. Management Consulting Centre 17. Construction Centre 18. I/ S Centre 19. R and D Centre 20. Community Development Centre (CDC) Adapun yayasan yang dimiliki PT. TELKOM yaitu : 1. Dana Pensiun (Dapentel) 2. Yayasan Pendidikan PT. TELKOM Indonesia, Tbk. 3. Yayasan Kesehatan 4. Yayasan Sandhykara Putra TELKOM (YSPT) Adapun yayasan yang dimiliki PT. TELKOM yaitu : 1. Dana Pensiun (Dapentel) 2. Yayasan Pendidikan PT. TELKOM Indonesia, Tbk. 3. Yayasan Kesehatan 4. Yayasan Sandhykara Putra TELKOM (YSPT) Pimpinan selalu memperhatikan setiap perkembangan karyawan dalam melakukan aktivitasnya demi terciptanya efektivitas kerja pada PT Telekomunikasi Indonesia kemudian menilai setiap tugas karyawan dalam bentuk penilaian hasil kompetensi atau disingkat dengan K dan kinerja masing-masing individu pada tiap divisi di PT Telekomunikasi Indonesia Tbk disingkat dengan P. Penilaian yang diberikan oleh pimpinan dan memiliki karyawan pada divisi keuangan, divisi SDM, divisi sistem informasi, dan divisi unit billing. Pada divisi – divisi di atas mereka sudah mempunyai tugas dan kewajiban nya masing – masing dan melakukan pengorganisasian agar tercipta nya struktur kerja yang rapih dan kompeten, maka dr itu PT Telkom telah menyeleksi semua karyawan – karyawan nya agar di setiap pengorganisasian kerja nya mereka dapat mengikuti nya dengan baik dan benar. Untuk kelancaran dan keberhasilan suatu perusahaan, maka perlu dibentuk struktur organisasi dengan tujuan agar dapat terlaksananya tugas dengan lancar dan baik. Struktur organisasi juga merupakan gambaran susunan perwujudan oleh tetap hubungan-hubungan, fungsi-fungsi, bagian-bagian dan posisi-posisi maupun yang memisahkan kedudukan dan wewenang dan tanggung jawab bagi tiap-tiap karyawan dalam organisasi. Adapun bentuk organisasi PT. TELKOM berbentuk garis dan staff yakni terdapatnya garis komando dan garis koordinasi yang berbentuk matriks. Dan terdapat juga garis putus-putus yang menunjukkan garis koordinasi yang berarti diberikannya wewenang untuk mengadakan perubahan-perubahan terhadap kebijakan yang ada pada bagian-bagian/ perangkat organisasi. Maka dari itu terdapatlah sebuah keberhasilan suatu kerja dengan hasil yang dicapai oleh kerja itu. Dengan tidak mengabaikan faktor-faktor lainnya yang ikut mempengaruhi suatu pekerjaan, maka keberhasilan terbaik antar usaha dan hasilnya dalam kerja itu terutama ditentukan oleh keselarasan dan keseriusan dalam melakukan aktivitas yang bersangkutan. Jadi, prestasi kerja pada umumnya merupakan perwujudan dari cara-cara kerja yang memungkinkan tercapainya usaha dan hasil yang diharapkan. Tetapi terdapat juga hambatan yang terjadi jika pimpinan perusahaan tidak berada di tempat. Para karyawan tidak dapat memberitahukan permasalahan kepada pimpinan dan ini dapat membuat proses komunikasi menjadi terhambat. Tetapi selama para pimpinan selalu berada di tempat, maka para karyawan dapat segera memberitahukan permasalahan yang terjadi sehingga masalah tersebut dapat segera ditangani. Dan di dalam PT Telkom terdapat Unit Internal Audit yang mempunyai tugas dan tanggung jawab menguatkan posisi IA merupakan aktivitas strategis dalam rangka memformulasikan kontribusi peran IA terhadap penyelenggaraan bisnis Perusahaan. Aktivitas ini dilakukan melalui perumusan ulang organisasi IA sejalan dengan peran IA dalam rangka pengawalan terhadap bisnis Perusahaan, sesuai dengan fungsi utama IA sebagai pemberi jaminan (assurance) dan layanan konsultansi internal (internal consulting services). Adapun strategi dan tujuan IA diterjemahkan dalam program kegiatan audit/non audit tahun 2010 sebagai perwujudan pemahaman IA terhadap arah bisnis Perusahaan. Perumusan di atas secara garis besar tertuang di dalam Master Plan IA 2009-2014. Aktivitas IA diarahkan pada komitmen bahwa misi IA dapat terselenggara secara metodologis, yang berarti tahapan kegiatan audit dan konsultasi internal yang meliputi persiapan, pelaksanaan dan pemantauan hasil tindak lanjut merupakan proses yang terstandarisasi dan terukur. Untuk tujuan ini, pada tahap persiapan audit, metodologi audit berbasis risiko menjadi pedoman utama yang menekankan bahwa penentuan auditable units didasarkan pada tingkat risiko pada proses bisnis unit, makin tinggi risiko makin tinggi keharusan untuk diaudit. Oleh karena itu, pada setiap perencanaan audit, hal pertama yang diperhatikan adalah tingkat risiko dari sasaran audit tersebut, baik didasarkan kepada risiko pencatatan yang telah dipetakan oleh Perusahaan maupun penilaian profesional oleh IA sendiri. Guna memfasilitasi paradigma audit berbasis risiko tersebut, IA sejak awal tahun 2009 telah dilengkapi dengan sebuah alat manajemen yaitu Sistem Manajemen Audit (AMS) yang merupakan sebuah sistem aplikasi untuk mendokumentasikan pelaksanaan audit berbasis risiko secara online. Dan kerena semua struktur anggota, organisasi, divisi – divisi dan unit Audit PT Telkom telah beroprasi dan menjalan kan tugas dengan baik, maka dari itu PT Telkom telah menjalankan tugas nya dengan sangat baik. Kesimpulan dan Saran Kesimpulan Menurut saya kesimpulan dari permasalahan yang di dapat dari PT Telkom agar tidak terjadi hambatan dalam pengorganisasian maka pimpinan perusahaan harus ikut campur tangan dalam pengorganisasian tersebut agar tercipta nya suasana yang kondusif dalam kerja. Di samping itu menurut saya struktur organisasi PT Telkom juga telah di laksanakan dengan baik, terbukti dengan banyak nya anggota,divisi dan audit yang di punyai PT Telkom yang sangat baik dan teratur. Saran Saran saya agar tercipta nya suasan yang lebih kondusif lagi setiap anggota dan divisi – divisi PT Telkom harus mempunyai sifat seorang kemimpinan karena PT Telkom masih sangat mengandalkan pimpinan perusahaan. Mungkin jika tidak ada nya pemimpin perusahaan, kerja dari anggota – anggota nya akan sangat berantakan, oleh karena itu sifat kemimpinan pengorganisasian harus di tanam kan dalam setiap anggota dan karyawan PT Telkom. Kunjungan Ketiga Tempat : Telkom Risti Bandung Hari : Selasa, 3 Juli 2012 Pukul : 13.00 – 16.00 Kunjungan terakhir saat Kuliah Kerja Lapangan waktu lalu adalah kunjungan ke Telkom Bandung. Lebih tepatnya di Telkom R&D Center. Disana kami disambut oleh Bapak Iskandar dan Bapak Indra yang kemudian kami dibawa ke ruangan untuk diberikan penjelasan lebih jauh tentang Telkom dan juga Bandung Digital Valley. Berikut agenda kegiatan kami selama kunjungan ke Telkom : 1. Pembukaan 2. Sambutan Tamu 3. Sekilas Telkom 4. Sekilas R&D Center 5. Paparan Bandung Digital Valley 6. Kunjungan Bandung Digital Valley Telkom merupakan milik dari BUMN dan sudah berdiri sekitar 156 Tahun. Saham Telkom sendiri dimiliki oleh pemerintah Republik Indonesia sebesar 52, 47% dan sisanya dipegang pemegang saham public sebesar 47, 53%. Telkom mempunyai dua tujuan atau dua tugas, yaitu memberikan layanan telekomunikasi untuk seluruh rakyat Indonesia dan memberikan keuntungan bagi pemegang saham. Singkatan dari TIME menjelaskan bahwa Telkom merupakan operator Telekomunikasi, Informasi, Media dan Edutainment. Berikut ini adalah definisi mengenai layanan TIME secara satu per satu: TELECOMMUNICATION Telekomunikasi merupakan bagian bisnis legacy Telkom. Sebagai ikon bisnis perusahaan, Telkom melayani sambungan telepon kabel tidak bergerak Plain Ordinary Telephone Service (”POTS”), telepon nirkabel tidak bergerak, layanan komunikasi data, broadband, satelit, penyewaan jaringan dan interkoneksi, serta telepon seluler yang dilayani oleh Anak Perusahaan Telkomsel. Layanan telekomunikasi Telkom telah menjangkau beragam segmen pasar mulai dari pelanggan individu sampai dengan Usaha Kecil dan Menengah (“UKM”) serta korporasi. INFORMATION Layanan informasi merupakan model bisnis yang dikembangkan Telkom dalam ranah New Economy Business (“NEB”). Layanan ini memiliki karakteristik sebagai layanan terintegrasi bagi kemudahan proses kerja dan transaksi yang mencakup Value Added Services (“VAS”) dan Managed Application/IT Outsourcing (“ITO”), e-Payment dan IT enabler Services (“ITeS”). MEDIA Media merupakan salah satu model bisnis Telkom yang dikembangkan sebagai bagian dari NEB. Layanan media ini menawarkan Free To Air (“FTA”) dan Pay TV untuk gaya hidup digital yang modern. EDUTAINMENT Edutainment menjadi salah satu layanan andalan dalam model bisnis NEB Telkom dengan menargetkan segmen pasar anak muda. Telkom menawarkan beragam layanan di antaranya Ring Back Tone (“RBT”), SMS Content, portal dan lain-lain. Telkom juga memiliki unit kerja yang didukung oleh unit operasional dan juga unit pendukung. Berikut bagan dari Unit Kerja Telkom : R&D Center (atau Research & Development Center) merupakan sebuah unit bisnis Pendukung PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk yang secara struktural mempunyai tanggungjawab secara langsung kepada Direktur Network & Solution. Sejalan dengan perubahan pengorganisasian bisnis menuju pada model customer centric organization, fungsi riset dan pengembangan perusahaan lebih diberdayakan dan fokus pada peran membangun kapabilitas perusahaan dalam mempersiapkan pengembangan service dan produk unggulan, serta dapat mengantisipasi tren perkembangan bisnis yang Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi. Tugas-tugas R&D Center antara lain adalah : 1. Riset & pengembangan produk dan layanan 2. Merencanakan produk dan layanan Telkom 3. Pengujian perangkat telekomunikasi untuk Telkom 4. Riset bisnis Telkom Struktur organisasi dari R&D Center adalah seperti yang dipaparkan pada bagan yang ditampilkan di bawah ini : Telkom juga mendirikan Bandung Digital Valley dalam upaya untuk mendukung pengembangan aplikasi dan konten, serta membangun industri ICT Nasional. Bandung Digital Valley juga akan memberikan advokasi teknis dan bisnis untuk pengembangan solusi konten dan aplikasi yang bermanfaat bagi masyarakat Indonesia. Bandung Digital Valley juga dipergunakan untuk merangsang pertumbuhan Industri Kreatif Digital di Indonesia. PT Telekomunikasi Indonesia dalam membangun Bandung Digital Valley diharapkan dapat banyak menciptakan produk-produk Kreatif Digital. Bandung Digital Valley terhitung masih muda, karena peresmiannya oleh Telkom adalah pada tanggal 20 Desember 2011. Pada pertemuan Hari Selasa siang, Bapak Indra juga menjelaskan tentang alur Membership dan Institutional Membership di Bandung Digital Valley, seperti bagan di bawah ini : Alur Membership Struktur Organisasi PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA, Tbk. Dalam pengelolaan organisasinya, PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. memiliki sebuah Dewan Komisaris yang terdiri dari 1 (satu) ketua dan 4 (empat) anggota serta sebuah Dewan Direksi yang beranggotakan 1 (satu) orang Presiden Direktur atau CEO dan 4 (empat) orang anggota Dewan Direksi lainnya yang memiliki fungsi dan tanggung jawab yang berbeda seperti Direktur Sumber Daya dan Bisnis Pendukung/CIO, Direktur Bisnis Jaringan Telekomunikasi, Direktur Bisnis dan Jasa Telekomunikasi, dan Direktur Keuangan/CFO. Sebagai sebuah holding company, PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. memiliki beberapa buah anak perusahaan terafiliasi seperti PT Telekomunikasi Selular Indonesia yang bergerak sebagai penyelenggara jasa telekomunikasi bergerak selular, PT Indonusa Telemedia yang menangani bisnis multimedia penyiaran dan Internet dengan nama produk TELKOMVision dan PT Infomedia Nusantara yang mengelola bisnis penerbitan Buku Petunjuk Telepon (Yellow Pages) dan Call Center. Selain anak perusahaan tadi, dalam menjalankan operasi perusahaan PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. telah mengelompokan unit-unit yang ada dalam organisasi ke dalam bentuk Divisi, Center dan Yayasan. Unit Bisnis TELKOM Unit-unit Bisnis TELKOM terdiri dari Divisi, Centre, Yayasan dan Anak perusahaan, sebagai berikut : 1. Divisi Long Distance o Sub Divisi Satelit 2. Carrier & Interconnection Service Center 3. Divisi Multimedia 4. Divisi Fixed Wireless 5. Enterprise Service Center 6. Customer Service Wilayah Sumatera 7. Customer Service Wilayah Jakarta (Jadebotabek & Sekapur) 8. Customer Service Wilayah Jawa Barat 9. Customer Service Wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta 10. Customer Service Wilayah Jawa Timur 11. Customer Service Wilayah Kalimantan 12. Customer Service Kawasan Timur Indonesia 13. Maintenance Service Center 14. Training Center 15. Carrier Development Support Center 16. Management Consulting Center 17. Construction Center 18. I/S Center 19. R&D Center 20. SME Development Center Yayasan-Yayasan :  Dana Pensiun (Dapentel)  Yayasan Pendidikan  Yayasan Kesehatan Anak Perusahaan :  Kepemilikan > 50% 1. PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) : Telekomunikasi (Selular GSM) (baru) 2. PT Dayamitra Telekomunikasi (Dayamitra) : Telekomunikasi (KSO-VI Kalimantan) 3. PT Infomedia Nusantara (Infomedia) : Layanan Informasi (baru) 4. PT Telekomunikasi Selular Raya (Telesera) : Telekomunikasi (Selular AMPS) 5. PT Pro Infokom Indonesia (PII) : B2B (e-Government) 6. PT Indonusa Telemedia (Indonusa) : TV Cable (baru) 7. PT Graha Sarana Duta (GSD) : Properti, Konstruksi dan Jasa  Kepemilikan 20% - 50% 1. PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) : Transponder Satelit dan Komunikasi 2. PT Multimedia Nusantara (Metra) : Multimedia 3. PT Citra Sari Makmur (CSM) : VSAT 4. PT Menara Jakarta : Multimedia 5. PT Metro Selular Indonesia ( Metrosel) : Telekomunikasi (Selular AMPS) 6. PT Mobile Selular Indonesia (Mobisel) : Telekomunikasi (Selular NMT- 450) 7. PT Napsindo Primatel Internasional (Napsindo) : Network Access Point 8. PT Patra Telekomunikasi Indonesia (Patrakom) : Layanan Satelit Komunikasi Industri Perminyakan 9. PT Pramindo Ikat Nusantara : Telekomunikasi (KSO-1 Sumatera)  Kepemilikan < 20% 1. PT Batam Bintan Telekomunikasi (Babintel) : Telekomunikasi (Pulau di Batam & Bintan) 2. PT Komunikasi Selular Indonesia (Komselindo) : Telekomunikasi (Selular AMPS) 3. PT Medianusa PTE, Ltd : Agen Penjualan Buku Petunjuk Telepon (BPT) 4. PT Pembangunan Telekomunikasi Indonesia (Bangtelindo) : Konstruksi & Konsultasi Fas.Tel. Sejarah Telkom 1882 sebuah badan usaha swasta penyedia layanan pos dan telegrap dibentuk pada masa pemerintahan kolonial Belanda. 1906 Pemerintah Kolonial Belanda membentuk sebuah jawatan yang mengatur layanan pos dan telekomunikasi yang diberi nama Jawatan Pos, Telegrap dan Telepon (Post, Telegraph en Telephone Dienst/PTT). 1945 Proklamasi kemerdekaan Indonesia sebagai negara merdeka dan berdaulat, lepas dari pemerintahan Jepang. 1961 Status jawatan diubah menjadi Perusahaan Negara Pos dan Telekomunikasi (PN Postel). 1965 PN Postel dipecah menjadi Perusahaan Negara Pos dan Giro (PN Pos & Giro), dan Perusahaan Negara Telekomunikasi (PN Telekomunikasi). 1974 PN Telekomunikasi disesuaikan menjadi Perusahaan Umum Telekomunikasi (Perumtel) yang menyelenggarakan jasa telekomunikasi nasional maupun internasional. 1980 PT Indonesian Satellite Corporation (Indosat) didirikan untuk menyelenggarakan jasa telekomunikasi internasional, terpisah dari Perumtel. 1989 Undang-undang nomor 3/1989 tentang Telekomunikasi, tentang peran serta swasta dalam penyelenggaraan telekomunikasi. 1991 Perumtel Telekomunikasi berubah bentuk menjadi Indonesia berdasarkan Perusahaan Perseroan (Persero) PP no.25 tahun 1991. 1995 Penawaran Umum perdana saham TELKOM (Initial Public Offering/IPO) dilakukan pada tanggal 14 November 1995. sejak itu saham TELKOM tercatat dan diperdagangkan di Bursa Efek Jakarta (BEJ), Bursa Efek Surabaya (BES), New York Stock Exchange (NYSE) dan London Stock Exchange (LSE). Saham TELKOM juga diperdagangkan tanpa pencatatan (Public Offering Without Listing/POWL) di Tokyo Stock Exchange. 1996 Kerja sama Operasi (KSO) mulai diimplementasikan pada 1 Januari 1996 di wilayah Divisi Regional I Sumatra – dengan mitra PT Pramindo Ikat Nusantara (Pramindo); Divisi Regional III Jawa Barat dan Banten – dengan mitra PT Aria West International (AriaWest); Divisi Regional IV Jawa Tengah dan DI Yogyakarta – dengan mitra PT Mitra Global Telekomunikasi Indonesia (MGTI); Divisi Regional VI Kalimantan – dengan mitra PT Dayamitra Telekomunikasi (Dayamitra); dan Divisi Regional VII Kawasan Timur Indonesia – dengan mitra PT Bukaka Singtel. 1999 Undang-undang penyelenggaraan nomor 36/1999, tentang penghapusan monopoli telekomunikasi. 2001 TELKOM membeli 35% saham Telkomsel dari PT Indosat sebagai bagian dari implementasi restrukturisasi industri jasa telekomunikasi di Indonesia, yang ditandai dengan penghapusan kepemilikan bersama dan kepemilikan silang antara TELKOM dengan Indosat. Dengan transaksi ini, TELKOM menguasai 72,72% saham Telkomsel. TELKOM membeli 90,32% saham Dayamitra dan mengkonsolidasikan laporan keuangan Dayamitra ke dalam laporan keuangan TELKOM. 2002 TELKOM membeli seluruh saham Pramindo melalui 3 tahap, yaitu 30% saham pada saat ditandatanganinya perjanjian jual-beli pada tanggal 15 Agustus 2002, 15% pada tanggal 30 September 2003 dan sisa 55% saham pada tanggal 31 Desember 2004. TELKOM menjual 12,72% saham Telkomsel kepada Singapore Telecom, dan dengan demikian TELKOM memiliki 65% saham Telkomsel. Sejak Agustus 2002 terjadi duopoli penyelenggaraan telekomunikasi lokal.

Judul: Makalah Manejemn

Oleh: Ferli Herdiansyah


Ikuti kami