Tugas Kmke

Oleh Msafrizal Fahmi

349,2 KB 8 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Tugas Kmke

Ring Piston adalah salah satu komponen yang dipasangkan dalam alur ring (ring grove) pada piston atau torak. Diameter luar ring torak sedikit lebih besar dibanding dengan piston itu sendiri. Ketika ring piston terpasang pada piston, karena ring piston itu sifatnya elastis maka menyebapkan mengembang, sehingga menutup dengan rapat pada dinding silinder. Ring piston terbuat dari bahan yang dapat bertahan lama, umunnya dibuat dari baja tuang spesial, yang tidak akan merusak dinding silinder. Jumlah pegas torak bermacam-macam tergantung jenis mesin yang digunakan, tetapi umunnya 3 sampai 4 ring piston untuk tiap pistonnya. Ring Piston Fungsi ring piston ada 3, yaitu : a. Mencegah kebocoran campuran udara dan bahan bakar serta gas pembakaran melalui celah antara piston dengan dinding silinder kedalam bak engkol selama langkah kompresi dan langkah pembuangan. b. Mencegah oli yang melumasi piston dan silinder masuk ke ruang bakar. c. Memindahkan panas dari torak ke dinding silinder untuk mendinginkan piston. Persyaratan ring piston : a. Tahan aus dan sifat luncur baik M.MARZUQI X TPM 2 (22) b. Mempunyai kualitas pegas/defleksi yang baik c. Defleksi pegas tidak berubah akibat temperatur yang tinggi. Fungsi piston adalah untuk menerima tekanan hasil pembakaran campuran gas dan meneruskan tekanan untuk memutar poros engkol (crank shaft) melalui batang piston (connecting rod). 1)Konstruksi Piston bergerak naik turun terus menerus di dalam silinder untuk melakukan langkah hisap, kompresi, pembakaran dan pembuangan. Oleh sebab itu piston harus tahan terhadap tekanan tinggi, suhu tinggi, dan putaran yang tinggi. Piston dibuat dari bahan paduan aluminium, besi tuang, dan keramik. Pada umumnya piston dari bahan aluminium paling banyak digunakan, selain lebih ringan, radiasi panasnya juga lebih efisien dibandingkan dengan material lainnya. Gambar berikut menunjukkan konstruksi piston dengan nama komponennya. Gambar 1 Kontruksi Piston Bentuk kepala piston ada yang rata, cembung, dan ada juga yang cekung tergantung dari kebutuhannya. Tiap piston biasanya dilengkapi dengan alur-alur untuk penempatan ring piston atau pegas piston dan lubang untuk pemasangan pena piston. Bagian atas piston akan menerima kalor yang lebih besar dari pada bagian bawahnya saat bekerja. Oleh sebab itu pemuaian pada bagian atas juga akan lebih besar dari pada bagian bawahnya, terutama untuk piston yang terbuat dari M.MARZUQI X TPM 2 (22) aluminium. Agar diameter piston sama besar antara bagian atas dengan bagian bawahnya pada saat bekerja, maka diameter atasnya dibuat lebih kecil dibanding dengan diameter bagian bawahnya, bila diukur pada saat piston dalam keadaan dingin. 2) Celah Piston Celah piston (celah antara piston dengan dinding silinder) penting sekali untuk memperbaiki fungsi mesin dan mendapatkan kemampuan mesin yang lebih baik. Bila celah terlalu besar, tekanan kompresi dan tekanan gas pembakarannya menjadi rendah, dan akan menurunkan kemampuan mesin. Sebaliknya bila celah terlalu kecil, maka akibat pemuaian pada piston menyebabkan tidak akan ada celah antara piston dengan silinder ketika mesin panas. Hal ini menyebabkan piston akan menekan dinding silinder dan dapat merusak mesin. Untuk mencegah hal ini pada mesin, maka harus ada celah yaitu jarak antara piston dengan dinding silinder yang disediakan untuk temperatur ruang lebih kurang 25oC. Celah piston bervariasi tergantung pada model mesinnya dan umumnya antara 0,02 mm─0,12 mm. POROS ENGKOL M.MARZUQI X TPM 2 (22) Fungsi poros engkol adalah untuk merubah gerak naik turun piston (torak) menjadi gerak putar yang akhirnya dapat menggerakkan roda gila (fly wheel). Tenaga yang dipergunakan untuk menggerakkan roda kendaraan dihasilkan pada oleh hasil pembakaran (langkah usaha), kemudian hasil pembakaran ini dapat menggerakan torak, kemudian melalui batang torak dan dirubah menjadi gerakan putar oleh poros engkol atau crakshaft. Poros engkol menerima beban yang sangat besar dari piston (torak) dan connecting rod, ditambah dengan cara kerjanya yang bekerja pada kecepatan tinggi. Dengan alasan tersebut, maka poros engkol biasanya dibuat dari baja karbon dengan tingkatan dan daya tahan yang tinggi, dan dibuat dari bahan yang berkualitas tinggi. Bagian bagian poros engkol : Gambar 2 Bagian-bagian poros engkol Oil hole : Untuk saluran pelumasan Crank pin: untuk tempat tumpuan big end connecting rod Crank journal: sebagai titik tumpu pada blok motor Counter balance weight: sebagai bobot penyeimbang putaran M.MARZUQI X TPM 2 (22) Untuk jenis mesin dengan susunan silinder yang sejajar satu garis (in-line), jumlahnya pena engkol (crank pin) sama dengan banyaknya silinder. Mesin dengan susunan silinder V dan H, jumlah crank pin biasanya separuh atau setengah dari jumlah silindernya. Bentuk poros engkol di samping ditentukan oleh banyak silindernya, juga ditentukan oleh urutan pengapiannya (FO = firing order). Dalam menentukan urutan pengapian dari suatu mesin yang perlu diperhatikan adalah keseimbangan getaran akibat pembakaran, beban dari bantalan utama dan sudut puntiran yang terjadi pada crankshaft akibat adanya langkah kerja dari tiap tiap silinder. Oli pelumas harus disalurkan dengan cukup untuk mencegah gesekan yang besar atau kontak langsung logam dengan logam yaitu antara fixed bearing dan poros engkol selama berputar pada bantalan. Sehingga diperlukan adanya celah yang tepat antara bantalan dan poros engkol untuk dapat membentuk lapisan oli. Celah ini biasannya disebut celah oli (oil clearance). Ukurannya bermacam-macam, tergantung pada jenis mesinnya itu sendiri, akan tetapi pada umumnya berkisar antara 0,02 mm─0,06 mm. Share This Article KABURATOR Karburator merupakan bagian terpenting dari sepeda motor. Hampir semua sepeda motor menggunakan karburator karena umumnya sepeda motor menggunakan bensin sebagai bahan bakar. karena itu karburator yang baik harus mampu membuat gas yang sempurna dan sesuai dengan kebutuhan mesin. untuk mendapatkan pembakaran sempurna di butuhkan perbandingan mesin dan udara dalam pencampuran gas, menurut teoritis adalah 1:15 artinya 1 gram bensin di campur dengan 15 gram udara. Apabila perbandingan campurannya lebih dari 1:15 misal 1:18 dikatakan campuran miskin 1:12 di katakan campuran kaya. Fungsi Karburator karburator berfungsi untuk mencampur bahan bakar dan udara M.MARZUQI X TPM 2 (22) B. Komponen karburator dan Fungsi 1. Mangkok Karburator ( float chamber ) Berfungsi untuk menyimpan bensin pada waktu belum digunakan 2. Klep / Jarum Pelampung Berfungsi untuk mengatur masuknya bensin kedalam mangkok karburator. 3. Pelampung ( float ) Berfungsi untuk mengatur agar tetapnya bahan bakar didalam mangkok karburator. 4. Skep / Katup gas Berfungsi untuk mengatur banyaknya gas yang masuk kedalam silinder. 5. Pemancar jarum ( main jet / needle jet ) Berfungsi untuk memancarkan bensin waktu motor digas besarnya diatur oleh terangkatnya jarum skep. 6. Jarum Skep / Jarum Gas ( Jet needle ) Berfungsi untuk mengatur besarnya semprotan bensin dari main nozzle pada waktu motor di gas. 7. Pemancar Besar / induk ( main jet ) berfungsi untuk memancarkan bensin saat motor di gas tinggi. 8. Pemancar Kecil / stasioner ( slow jet ). berfungsi untuk memancarkan bensin saat stasioner. 9. Sekrup Gas / baut gas ( throttle screw ) berfungsi untuk setelan posisi skep sebelum di gas. 10. skrup udara / baut udara ( air screw ) berfungsi untuk mengatur banyaknya udara yang akan dicampur dengan bensin. 11. katup cuk ( choke valve ) berfungsi untuk menutup udara luar masuk ke karburator sehingga gas menjadi kaya digunakan saat start. atup digerakkan oleh mekanisme katup, yang terdiri atas:     Poros cam Batang penekan Pegas penutup Rol baut penyetel M.MARZUQI X TPM 2 (22) katub Katup hanya terdapat pada motor empat langkah, sedangkan motor dua langkah umumnya tidak memakai katup. Katup pada motor empat langkah terpasang pada kepala silinder. Tugas katup untuk membuka dan menutup ruang bakar. Setiap silinder dilengkapi dengan dua jenis katup (isap dan buang) Pembukaan dan penutupan kedua katup ini diatur dengan sebuah poros yang disebut poros cam (camshaft). Sehingga silinder motor empat langkah memerlukan dua cam, yaitu cam katup masuk dan cam katup buang. Poros cam diputar oleh poros engkol melalui transmisi roda gigi atau rantai. Poros cam berputar dengan kecepatan setengah putaran poros engkol. Jadi, diameter roda gigi pada poros cam adalah dua kali diameter roda gigi pada poros engkol. Sebab itu lintasan pena engkol setengah kali lintasan poros cam. Katup dibuat dari bahan yang keras dan mudah menghantarkan panas. Katup menerima panas dan tekanan yang tinggi dan selalu bergerak naik dan turun, sehingga memerlukan kekuatan yang tinggi. Selain itu hendaknya katup tahan terhadap panas dan gesekan. Fungsi katup sebenarnya untuk memutuskan dan menghubungkan ruang silinder di atas piston dengan udara luar pada saat yang dibutuhkan. Karena proses pembakaran gas dalam silinder mesin harus berlangsung dalam ruang bakar yang tertutup rapat. Jika sampai terjadi kebocoran gas meski sedikit, maka proses pembakaran akan terganggu. Oleh karenanya katup-katup harus tertutup rapat pada saat pembakaran gas berlangsung. Katup masuk dan katup buang berbentuk cendawan (mushroom) dan di sebut “poppet valve”. Katup masuk menerima panas pembakaran, dengan demikian katup mengalami pemuaian yang tidak merata yang akan berakibat dapat mengurangi efektivitas kerapatan pada dudukan katup. Untuk meningkatkan efisiensi biasanya lubang pemasukan dibuat sebesar mungkin. Sementara itu katup buang juga menerima tekanan panas, tekanan panas yang diterima lebih tinggi, hal ini akan mengurangi efektivitas kerapatan juga, sehingga akibatnya pada dudukan M.MARZUQI X TPM 2 (22) katup mudah terjadi keausan. Untuk menghindari hal tersebut, kelonggaran (clearence ) antara stem katup dan kepala stem dibuat lebih besar. Untuk membedakan katup masuk dengan katup buang dapat dilihat pada diameter keduanya, diameter katup masuk umumnya lebih besar dari pada katup buang. Kepala katup mempunyai peranan yang sangat penting, karena ia harus tetap bekerja baik, walaupun temperaturnya berubah- ubah. Bidang atas kepala katup ini disebut tameng. Bentuknya ada yang cekung dan ada yang cembung. Tameng cekung disebut tameng terompet dan biasanya dipakai sebagai katup masuk. Sedangkan tameng cembung dipakai sebagai katup buang karena kekuatannya yang lebih tinggi. Pada katup juga terpasang pegas-pegas. Pegas-pegas katup ditugaskan untuk menutup katup sesuai dengan gerak tuas ungkit menjauhi ujung batang katup. camsafth Fungsi utama camshaft atau poros nok ada 3 (tiga) yaitu : 1. Untuk membuka dan menutup katup sesuai dengan urutan timing pengapian atau FO 2. Untuk menggerakkan fuel pump atau pompa bensin 3. Untuk memutar poros distributor karena pada camshaft terdapat gigi penggerak distributor atau (Distributor drive gear) M.MARZUQI X TPM 2 (22) Rock shafh fungsi kerja dari rocker arm ini kan untuk meneruskan gerakan dari noken as ke pegas klep sejalan dengan langkah hisap dan buang pada mesin 4tak. Fungsi roller pada ujung roker arm ini untuk meminimalkan gesekan antara roker arm dan noken as. Dengan bentuk bulatnya otomatis bidang gesekan lebih kecil dan licin..efeknya putaran mesin pun lebih ringan..dengan begitu otomatis mesin bisa lebih bertenaga dan niscaya juga pemakaian bahan bakar pun lebih irit sejalan dengan ringannya putaran mesin.. M.MARZUQI X TPM 2 (22)

Judul: Tugas Kmke

Oleh: Msafrizal Fahmi


Ikuti kami