Makalah Ukm

Oleh Rivan Dony Hutagalung

156,5 KB 9 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Makalah Ukm

MAKALAH MANAJEMEN KOPERASI DAN UKM USAHA LAUNDRY KILOAN (Bauran Pemasarannya,Penetapan Harganya, dan Juga Analisis usaha) DISUSUN OLEH : DONY IVANRO HUTAGALUNG FERNANDES SIAHAAN CHANDRO TARIHORAN BERLIN KRISMAN DAELI JHON WEDY RUANG : 104.A (PAGI) JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS DARMA AGUNG MEDAN 2014 KATA PENGANTAR Puji syukur penulis ucapkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya kepada penulis sehingga kami dapat menyelesaikan Tugas Manajemen Koperasi dan UKM dengan baik walaupun kurang dari kesempurnaan. Terima kasih penulis ucapkan kepada Ibu Chainar Elly Ria,SH,,SE,,MM selaku Dosen pembimbing yang telah mengarahkan terhadap selesainya tugas penulis. Tugas ini diharapkan dapat menjadi Referensi dalam Usaha “Loundry Kiloan” yang merupakan salah satu Contoh terhadap Usaha Kecil Menengah (UKM). Bagi penulis dan pembaca dapat memberikan ilmu mengenai bagaimana cara tempat dan pemasarannya,penetapan harganya, dan juga analisis usaha. Penulis menyadari bahwa tulisan ini masih jauh dari kesempurnaan sehingga membutuhkan banyak masukan dan kritikan . Namun demikian, Penulis berharap semoga makalah ini dapat menjadi sumbangan berarti bagi ilmu pengetahuan bagi kita semua. Medan, 2 Mei 2014 Penulis i DAFTAR ISI JUDUL…………………………………………………………..........................i KATA PENGANTAR…………………………………………………………ii DAFTAR ISI………………………………………..…………………………..iii BAB 1 PENDAHULUAN ………………………………………………………1 1.1 Latar Belakang Masalah……………………………………………………………1-2 1.2 Perumusan Masalah.....................................................................................................2 BAB II PEMBAHASAN ………………………………………………………....3 2.1 Analisis Bauran Pemasaran usaha…………………………….........................3 1.Letak Usaha………………………………………………………….....4-5 2.Kepemilikan Usaha…………………………………………………….5-6 3.Pemasaran……………………………………………………………....6-7 4.Analisis Bisnis…………………………………………………………...7 BAB III PENUTUPAN…………………………………………………………....8 3.1 Kesimpulan ...........…………………………………………………………...8 3.2 Saran...........…………………………………………………………..............8 DAFTAR PUSTAKA...........…………………………………………………………....9 ii BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG MASALAH Di zaman modern ini, kaum perempuan mempunyai peluang yang sama dengan pria untuk berkarir diluar rumah. Hal ini menyebabkan pekerjaan rumah tidak lagi ditangani sepenuhnya oleh sang ibu. Salah satu gaya hidup modern dari masyarakat kota adalah mencuci pakaian di tempat-tempat khusus atau dikenal dengan laundry. Dengan mengeluarkan sejumlah uang mereka tidak dipusingkan lagi dengan masalah pakaian kotor. Hal ini memberikan peluang usaha tersendiri, karena kebutuhan akan pelayanan pencucian pakaian ini terus meningkat. Dikota-kota besar khususnya, gerai-gerai laundry terus tumbuh. Namum bagi masyarakat menengah, biaya laundry ternama masih menjadi perhitungan. Alternatif yang bisa dipilih adalah laundry kiloan. Laundry kiloan juga pilihan yang tepat bagi yang ingin membuka usaha jenis ini dengan modal yang tidak terlalu besar. Dengan bermodalkan mesin cuci dan ruangan tempat usaha yang memadai, serta didukung lokasi yang strategis, membuat prospek usaha ini semakin bagus. Peluang usaha laundry merupakan peluang usaha yang cukup banyak dikembangkan orang untuk saat ini. Laundry merupakan salah satu bentuk layanan jasa bagi mereka yang selalu menginginkan hidup untuk lebih mudah. Melirik dan mengembangkan peluang usaha laundry juga perlu analisa yang matang agar ke depan usaha laundry yang Pemilik usaha kembangkan tidak gulung tikar. Para mahasiswa atau pegawai kantor yang merasa cukup memiliki uang tentunya akan lebih suka untuk mencuci pakaian mereka memakai jasa laundry. 1 karena lebih nyaman, mudah dan memanjakan. Lokasi lain yang bisa Pemilik usaha jadikan tempat mengelola bisnis landry adalah kawasan sulit air bersih. Kawasan sulit air bersih sangat membutuhkan usaha laundry terutama bagi mereka para pendatang yang merasa risih dengan kondisi air yang tidak memadai. Daerah pariwisata juga merupakan kawasan spesial yang cukup efektif untuk mengelola sebuah usaha bisnis laundry. Di kawasan wisata biasanya orang menetapkan tarif laundry dengan harga yang cukup mahal. Peluang usaha laundry kelola akan dapat berkembang pesat jika mampu memaksimalkan pelayanan kepada para pelanggan, baik dalam hal kualitas hasil cucian, ketepatan waktu, serta keramahan pihak pelayan. Jika pemilik usaha mampu akan lebih baik lagi menawarkan dan memberikan jasa pelayanan prima berupa jemput dan antar hasil laundry ke alamat pelanggan yang terjangkau. Untuk mengembangkan peluang usaha laundry, Pemilik usaha juga bisa menjalin kerjasama dengan pihak-pihak seperti hotel, hal ini akan lebih efektif dilakukan di kawasan pariwisata. 1.2 PERUMUSAN MASALAH Dengan adanya Fakta diatas maka dapat dirumuskan prmasalahan yang timbul adalah sebagai berikut : 1. Bagaimana Kegiatan Pemasaran yang dilakukan Oleh Usaha Loundry tersebut? 2. Faktor – Faktor Apa saja mempengaruhi Peluang Usaha Bisnis tersebut? 3. Bagaimana Analisis Usaha Bisnis Menjalin kerja sama dengan Pihakpihak lain? 2 BAB II PEMBAHASAN 2.1 Analisis Bauran Pemasaran 2.11. Analisis Usaha dan Penetapan Harganya Bisnis laundry dari jenis yang paling sederhana dikenal dengan cuci-setrika. Bisnis ini biasanya menjamur di daerah yang banyak terdapat kos-kosan atau rumah kontrakan, dimana penyewa kos atau kontrakan tak sempat atau tak bisa melakukan cuci dan setrika baju sendiri. Biasanya ini dikerjakan oleh pembantu atau penjaga kos-kosan itu. Sementara bentuk laundry yang canggih di Indonesia dari dulu dikenal dengan istilah binatu. Dalam bahasa modern saat ini lebih dikenal dengan istilah laundry & dry clean, dimana untuk laundry pakaian dicuci menggunakan mesin cuci. Sedangkan untuk dry clean pakaian dibersihkan dengan cairan kimia khusus yang bisa membersihkan dan merontokkan kotoran di pakaian tanpa dicuci secara biasa. Usaha jenis ini yang dulu hanya dilakukan secara rumahan atau terdapat di hotel-hotel mewah untuk fasilitas tamunya, lalu mulai menjamur di tahun 1990-an, sejak dimulainya sistem franchise (waralaba) bisnis ini dari luar negeri. Dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir juga menjamur bisnis sejenis yang menggunakan waralaba lokal dan sistem agency yang bisa memberikan layanan dengan harga lebih terjangkau. Layanan, yang tadinya hanya diperuntukkan bagi masyarakat kelas atas, kini bisa dinikmati masyarakat kelas menengah ke bawah. Tak berhenti sampai di situ, kombinasi antara layanan murah dengan layanan cucisetrika tadi berkembang lebih kreatif lagi dengan munculnya laundry kiloan. Yaitu laundry biasa, tapi dengan harga yang dibayarkan berdasarkan hitungan kilogram (bukan per potong pakaian). 3 1. Letak Usaha Saya akan membahas bisnis laundry untuk kelas menengah yang bisa terjangkau seluruh lapisan, yaitu Shopia Laudry yang dimiliki Ibu Nur .Yang berlokasi di Jl.Pancing, Gang Durung ,No 45 A. Kota Medan. Berikut persiapan yang dilakukan Ibu Nur dalam menjalankan bisnisnya. Pertama, modal untuk investasi yang dibutuhkan untuk lokasi penjualan (outlet tempat menerima pelanggan atau cucian), lokasi mencuci, dan peralatan berupa mesin-mesin yang dibutuhkan, serta instalasi air, listrik, dan buangan air kotor. Lokasi tempat menerima cucian dan tempat mencuci dilakukan di tempat yang sama atau terpisah, mengingat dibutuhkan instalasi air yang memerlukan ruang dan biaya yang juga besar. Ada pun mesin yang dibutuhkan adalah: cash register (mesin hitung uang), mesin cuci baju kapasitas besar/ industri, mesin pengering baju kapasitas besar, mesin setrika press besar, dan setrika tangan. Ini minimum standar mesin yang dibutuhkan Ibu Nur untuk memulai usahanya. Jika jumlah cucian belum terlalu banyak, mesin press (setrika otomatis) bisa digantikan seterika tangan yang harganya jauh lebih murah. Mesin cash register digunakan di lokasi penerima cucian untuk mencatat dan menerima transaksi keuangan. Mesin cuci digunakan untuk mencuci pakaian yang bisa dicuci dengan mesin biasa, sedangkan pakaian yang tak bisa dicuci dengan mesin cuci biasa harus dicuci secara terpisah. Kendati Indonesia negara tropis dengan matahari yang terus bersinar, kita tak bisa mengandalkan matahari untuk mengeringkan cucian. Selain itu, diperlukan ruang jemuran yang amat besar untuk mengeringkan pakaian. Bila musim hujan tiba, akan sulit untuk mengeringkan pakaian. Maka, dibutuhkan mesin pengering cucian. Mesin setrika (press) otomatis juga diperlukan, tapi untuk mendapatkan press-line atau 4 garis setrika yang jelas dan tegas biasanya tukang cuci lebih menyukai setrika tangan yang berat, karena memberikan hasil yang jauh lebih maksimal, meski membutuhkan tenaga pekerja lebih banyak. Sedangkan untuk biaya operasional sehari-hari komponennya: biaya sewa tempat deterjen dan pelunak cucian, air, bahan kimia untuk dry-clean, dan SDM (pekerja). Untuk lokasi Bu Nur melakukannya di rumah sewaan, terutama. Sedangkan air,Ia menggunakan air tanah,yang terlebih dahulu disaring karena air tanah yang kotor bisa merusak pakaian. Di beberapa laundry modern, biasanya menggunakan mesin penyaring air sebelum digunakan atau mesin daur ulang air. Beberapa laundry modern yang lebih mewah dan mahal bisa menggunakan air minum mineral untuk mencuci pakaian pelanggan. 2. Kepemilikan Usaha Kepemilikan Usaha Laundry ini adalah Bu Nur sendiri,ia menjalankannya dengan bantuan 5 karyawan, yaitu 1 orang pekerja di tempat penerima cucian, 2 orang pekerja di tempat pencucian, 1 orang untuk mencuci, dan 1 orang lagi untuk setrika pakaian.Modal terbesar yang harus dipersiapkannya adalah untuk pembelian mesin-mesin dan sewa tempat. Untuk memulai usaha jenis rumahan, bisa memakai mesin rumahan, tetapi daya tampung cucinya kurang besar. Sehingga bila permintaan cucian meningkat harus menggunakan beberapa mesin cuci. Berbisnis laundry mengandalkan kuantitas yang besar, karena keuntungan per potong dari sisi nominal tak terlalu besar. Pemasaran atau jumlah cucian yang diterima amat menentukan kapan investasi kembalinya modal serta keuntungan yang ingin dia raih. Usaha yang Ia lakukan dengan skala menengah yang membutuhkan modal yang cukup besar. Ber-partner jadi salah satu alternatif yang bisa Ia lakukan. Namun, mencari partner tak mudah. 5 Harus ada kecocokan dan kesamaan visi dan misi dalam menjalankan usaha bersama. Juga harus ada hitung-hitungan tegas dan jelas dalam modal serta sistem bagi hasil. Jika tak dibuatkan dalam bentuk legal (badan hukum), harus ada perjanjian bersama yang mengikat. Hal-hal yang dipersiapan Ibu Nur untuk memulai bisnis ini adalah: 1. Harus paham bagaimana mencuci dan mengeringkan pakaian dengan berbagai jenis bahan kain denga baik. 2. Mencari informasi formula khusus yang dapat digunakan untuk menghilangkan noda pada bahan. 3. Memahami cara yang tepat dalam menyetrika pakaian 4. Memilih lokasi yang strategis dan menunjang berkembangnya bisnisnya, seperti dekat perumahan, tempat kos dsb. Serta besar ruangan yang cukup untuk menunjang pelaksanaan bisnis ini serta perlengkapan pendukung seperti keranjang , tempat pakaian , timbanga dsb. Hambatan Bisnis Laundry Beberapa hal yang menjadi hambatan dalam bisnisnya adalah munculnya pemain lain didalam berbisnis laundry ini serta kualitas pengerjaan dan ketepatan waktu sangat menentukan berkembangnya bisnisnya sendiri. 3. Pemasaran Berikut beberapa cara/strategi yang Ibu Nur untuk memperkuat bisnis laundry : 1. Promosi yang baik sangat mendukung berkembangnya bisnis laundry. Terkadang ia memberikan bonus-bonus khusus seperti setelah konsumen melakukan pencucian 5 kali dengan jumlah minimal sekian kg akan mendapatkan extra gratis satu kilo. 2. Melakukan terobosan layanan delivery/antar jemput untuk wilayah tertentu. Hal ini akan membuat konsumen merasa semakin diperhatikan. 3. Memilih peralatan pendukung (mesin cuci dan pengering) dengan kualitas yang baik, sehingga kualitas hasil cucian dan keawetan mesin sebagai aset terjamin. 4. Kepercayaan pelanggan adalah kunci yang penting dalam berkembangnya suatu usaha, jadi kualitas dan ketepatan waktu penyelesaian sangat menentukan kepuasan pelanggan. 6 4. Analisis Bisnis Moda awal : Perlengkapan : Mesin cuci & pengering Rp. 7.000.000,Setrika listrik (uap) 3 unit Rp. 1.500.000,Meja + kursi untuk setrika Rp. 750.000,Timbangan besi Rp. 250.000,Meja administrasi + kursi Rp. 250.000,Keranjang plastik (besar), hanger, rak penyimpan Rp. 750.000,Total Rp. 10.500.000, Perhitungan Laba/(Rugi) per Bulan Pendapatan : Orde cucian perhari Rp. 150.000,- x 30 Rp. 4.500.000,Biaya-biaya : Sewa tempat Rp. 500.000,Sabun, pewangi, pelembut Rp. 300.000,Listrik Rp. 300.000,Biaya penyusutan peralatan Rp. 218.729,Gaji 5 org karyawan @ Rp. 500.000,- Rp. 2.500.000,Lain-lain Rp. 100.000,Total biaya Rp. 3.018.729,Laba bersih Rp. 1.681.271,- 7 BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan Peluang usaha laundry dapat dikategorikan cukup luas, karena melihat aspek pemsaran yang sasarannya mudah didentifikasi, faktor kesibukan, tidak mau capek, kurang air bersih sampai pada menginginkan bau harum dan cucian halus merupakan faktor pendorong pelanggan dalam menggunakan jasa usaha ini, motiv ini merupakan suatu peluang yang jelas dalam analisis peluang bisnis ini. Pendanaan usaha ini memang tidak kecil, namun keuntungan yang didapat diperkirakan memenuhi kebutuhan usaha sehingga laba yang di harapkan tercapai, dengan demikian, usaha laundry layak direncanakan serta direalisasikan sebagai pilihan bisnis. 3.2 Saran Dalam menjalankan Usaha Jasa Laundry,yang perlu untuk diperhatikan adalah mengenai ,bagaimana mengedepankan kepuasan konsumen dalam hal kebersihan dan kesegaran hasil cucian.Penentuan lokasi juga menentukan dalam Jasa Laundry. 8 DAFTAR PUSTAKA Sukirno, S., 2006.Makroekonomi, Raja Grafindo Persada, Jakarta. Sukirno, S., 2004. Pengantar Teori MikroEkonomi. Raja Grafindo persada, Jakarta.Rahardja, Manurung, 2006,Teori Ekonomi Mikro, Edisi Ketiga, LP FakultasEkonomi Universitas Indonesia, Jakarta. http://id.shvoong.com/social-sciences/economics/2259440-pengertian-badan-usaha-jenis-dan/ http://guruhotel.files.wordpress.com/2012/03/laundry-and-dry-cleaning2.ppt 9

Judul: Makalah Ukm

Oleh: Rivan Dony Hutagalung


Ikuti kami