Tugas Misiologi

Oleh Harjito Lim

357 KB 8 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Tugas Misiologi

KORELASI MISI PENGINJILAN DAN PERTUMBUHAN GEREJA Harjito Dwi Marganto1 Abstrak Pertumbuhan gereja dipengaruhi oleh banyak hal termasuk adanya misi penginjilan yang dilakukan oleh gereja. Selama ini gereja terlalu nyaman untuk mendatangkan jiwa-jiwa dari perpindahan jemaat gereja lain. Gereja yang tidak bergerak dalam misi penginjilan melaksanakan amanat agung dan hanya mengandalkan perpindahan jemaat, lebih rawan jemaatnya tercuri juga oleh gereja lain. Amanat agung merupakan bagian penting dalam kehidupan kekristenan atau gereja. Salah satu faktor pertumbuhan gereja (secara kuantitatif) adalah dengan melaksanakan amanat agung. Gereja yang melaksanakan amanat agung merupakan gereja yang dinamis, terus bertumbuh dan berkembang. Selain itu, amanat agung merupakan hakikat dari tugas dan panggilan gereja dalam dunia yang tidak boleh diabaikan.2 Oleh karena itu perlu adanya misi penginjilan untuk melaksanakan Amanat Agung untuk memenangkan jiwa dan akhirnya berdampak pada pertumbuhan gereja itu sendiri. Kata Kunci: misi, penginjilan; amanat agung; korelasi; pertumbuhan gereja PENDAHULUAN Amanat Agung yang tertulis di dalam Matius 28:19-20 “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." Hal ini merupakan amanat dari Tuhan Yesus sendiri kepada murid-muridNya. Bila di breakdown, isi dari Amanat Agung tersebut bukanlah perintah tunggal namun serangkaian perintah yang harus dilakukan secara bertahap sesuai dengan amanat Tuhan Yesus sebelum naik ke sorga. 1 2 Mahasiswa STTBI, Prodi Teologi Kependetaan, NIM 19113006 Ralph Martin, Evangelism and Theologian, (Grand Rapids: Zondervan Publishing House, 1973), 65 1 Bagian pertama adalah pergi, sesuai definisi KBBI3 yaitu berjalan, bergerak, maju, meninggalkan tempat. Dalam terminologi tersebut di atas akan tampak perbedaan gereja yang mengerti misi dan gereja yang sekedar berdoa saja tanpa melakukan misi. Di satu sisi ada gereja yang berdoa agar jiwa-jiwa didatangkan dari segala penjuru namun tidak pernah bergerak maju dalam misi penginjilan. Di sisi lain, gereja bukan saja berdoa tetapi melakukan bagiannya yaitu menjangkau jiwajiwa melalui misi penginjilan. Terlebih lagi dengan adanya berbagai fasilitas peralatan transportasi yang canggih dan memudahkan untuk melakukan pekerjaan memberitakan Amanat Agung. Bagian kedua adalah membaptis yaitu melakukan prosesi baptisan air sebagai tanda pertobatan. Hal ini biasanya dilakukan oleh pejabat gerejawi yang berwenang dengan status pendeta. Untuk tata cara baptisan mengikuti ketentuan sinode dimana gereja tersebut bernaung. Bagi GBI sendiri, baptisan dilakukan dengan cara selam sesuai arti kata Baptizo yaitu ditenggelamkan seluruhnya. Bagian berikutnya yang ketiga tidak kalah pentingnya yaitu mengajar atau memuridkan jiwa-jiwa baru tersebut. Memang kata “pergilah: diletakkan di awal kalimat, namun langkah berikutnya yaitu pemuridan, baptisan dan pengajaran harus tetap dilakukan sebagai bagian integral dari pelaksanaan Amanat Agung. Di gereja tertentu bisa melalui katekisasi, pendalaman alkitab, komsel maupun bentuk-bentuk pemuridan dan pengajaran lainnya. Yang jelas jiwa baru yang sudah dimenangkan tersebut harus dimuridkan. Bila pemuridan dirasa cukup, maka sudah dapat diutus untuk memenangkan jiwa di komunitas yang ada. Dalam pengutusan ini pun berlaku janji penyertaan Tuhan bahkan Tuhan menyertai senantiasa sampai akhir zaman. ISI Misi Penginjilan diharapkan dapat membawa jiwa-jiwa kepada Kristus. Setelah mereka bertobat, mereka harus dimuridkan di dalam gereja lokal. Amanat 3 Kamus Besar Bahasa Indonesia, (diakses: 30 Juni 2020), https://kbbi.web.id/pergi 2 Agung Tuhan Yesus dalam Matius 18:19-20 mencakup serangkaian proses tersebut. Tanpa adanya sinergi dari berbagai bagian, maka misi penginjilan tidak akan berjalan dengan maksimal dan sebagai akibatnya pertumbuhan gereja atau jemaat dapat terhambat. Adapun langkah-langkah berikut ini dapat diambil agar terjadi sinergisitas misi penginjilan dan pertumbuhan gereja tersebut: A. Membuat rencana target misi penginjilan. Tanpa adanya perencanaan yang matang, maka misi penginjilan tidak dapat berjalan dengan baik. Oleh karena itu penting untuk membuat rencana misi pengijilan ini agar dapat dilaksanakan dengan fokus. Semakin detil rencana yang dibuat maka akan semakin bagus. Misalnya membuat rencana penginjilan di wilayah Banten Barat. Mulai dipetakan daerah mana saja yang akan dicapai dan tools apa saja yang dapat digunakan. Setiap daerah tentu memiliki budaya yang berbeda-beda dan dengan demikian perlu penanganan yang berbeda juga. B. Bergerak masuk kedalam masyarakat setempat. Bila sudah ditentukan daerahnya, maka selanjutnya dapat dibuat rencana masuk ke dalam masyarakat tersebut. Memang tidak mudah karena memerlukan kejelian melihat kebutuhan masyarakat setempat. Di satu sisi sudut masuknya bisa melalui pemberdayakan ekonomi masyarakat, di tempat lain bisa juga melalui pendidikan. Juga dapat dilakukan pendekatan maupun penelitian yang lebih detil untuk menentukan sudut masuk yang tepat ke dalam masyarakat tersebut. Pertimbangan masuk ke dalam masayarakat ini tidak boleh terlalu tergesa-gesa sehingga dapat menentukan manakah cara yang lebih efisien dan efektif dilakukan di lapangan. C. Bersaksi Kesaksian haruslah menjadi gaya hidup murid-murid Kristus. Hal ini dapat dilakukan melalui pekerjaan dan hal-hal yang terjadi dalam keseharian. Bersaksi 3 tentang kasih Kristus kepada orang di sekitar lingkungan kerja maupun komunitas yang ada. Istilah yang dipakai oleh Tuhan Yesus adalah agar muridNya menjadi terang dan garam di mana mereka ditempatkan. Bisa saja dimulai dalam keluarga, keluarga besar, dalam pekerjaan maupun rekanan bisnis, dan bisa juga dalam komunitas hobby tertentu. Itulah fungsi yang harus dimaksimalkan dalam hidup murid Kristus yaitu menjadi garam dan terang. Bila garam dan terang tidak berfungsi maka hidup tidak maksimal sesuai penggilan sebagai murid Kristus. Bahkan Tuhan Yesus mengatakan bila garam tidak lagi asin maka akan dibuang dan diinjak orang. D. Diperlengkapi dan dimuridkan Gereja yang didorong oleh tujuan bertekad untuk memenuhi kelima tugas yang sudah ditetapkan Kristus dan yang harus dilaksanakan oleh gereja-Nya yaitu: 1) kasihanilah Tuhan dengan segenap hatimu; 2) kasihanilah sesama manusia seperti dirimu sendiri; 3) pergi dan jadikan murid; 4) baptiskan mereka; dan 5) ajarlah mereka untuk taat.4 Bagian dari tugas pemimpin adalah memastikan kelima tugas tersebut dilaksanakan dengan baik oleh jemaat gereja juga dalam hal keberanian untuk bersaksi. Buah dari kesaksian tersebut harus membawa pertobatan jiwa-jiwa. Setelah mereka bertobat, dibaptis dan juga diperlengkapi dengan berbagai pengajaran agar semakin kuat dan bertumbuh dalam pengenalan akan Allah. Di sinilah pentingnya pengajaran yang sehat diperkenalkan melalui komunitas komsel, berbagai training yang memperlengkapi jemaat maupun melalui ibadah gereja lokal. Gereja yang sehat tidak sekedar memberikan entertaint kepada jemaatnya, tetapi jemaat bisa enter training. Jadi jemaat masuk ke dalam gereja bukan sekedar untuk mendapatkan hiburan tetapi dilatih, diperlengkapi dengan cara dimuridkan. 4 Rick Warren, Pertumbuhan Gereja Masa Kini (The Purpose Driven Church), (Penerbit Gandum Mas, 2008), 109-111 4 E. Pengutusan Gereja banyak kali disebut seperti sebuah organisme yang hidup, bukan mati. Itu sebabnya, jika sebuah gereja sehat, ia secara alami pasti mengalami pertumbuhan. Christian Schwarz berkata, “Gereja punya potensi pertumbuhan dengan dirinya dan potensi ini adalah pemberian dari Allah.”5 Pertumbuhan alamni bukan berarti pertumbuhan itu akan terjadi begitu saja tanpa diusahakan. Oleh karena itu perlu melakukan pengutusan agar jemaat juga bergerak dalam misi penginjilan. Setelah mendapatkan pelajaran yang cukup maka jemaat dapat diutus untuk memenangkan jiwa berikutnya. Pengutusan ini perlu supaya jemaat dapat yang sudah dewasa dapat berfungsi maksimal sesuai dengan panggilannya dan dapat memenangkan jiwa di tempat mereka masing-masing. Setiap komunitas yang ada akan lebih mudah dimenangkan bila dalam komunitas itu sudah ada yang bertobat. Misalnya dalam komunitas waria, bila ada yang bertobat maka kesaksian petobat baru ini akan lebih mudah diterima daripada kotbah dari pendeta yang tidak mereka kenal. IMPLIKASI: Pekerjaan misi adalah bagian dari Iman Percaya. Bagi orang percaya, pekerjaan misi adalah menjadi bagian integral dari iman percaya terhadap keselamatan yang Tuhan berikan. Memang keselamatan itu anugerah atau kasih karunia dari Tuhan, namun juga perlu menyambut Amanat Agung ini sebagai bagian dari iman yaitu melakukan misi penginjilan tersebut karena hal itu merupakan perintah Tuhan Yesus sendiri. 1 Korintus 3:9-10 Karena kami adalah kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah. Sesuai dengan kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku, aku sebagai seorang ahli bangunan yang cakap telah 5 Christian A. Schwarz, Ringkasan Pertumbuhan Gereja Alamiah (Jakarta:Yayasan Media Buana Indonesia, 1999), 34 5 meletakkan dasar, dan orang lain membangun terus di atasnya. Tetapi tiap-tiap orang harus memperhatikan, bagaimana ia harus membangun di atasnya. Perlu ditegaskan juga kata tiap-tiap orang dalam ayat tersebut menunjuk pada setiap orang atau pribadi sebagai kawan sekerja Allah agar turut serta berkerja di ladang Allah dengan melakukan tugas sesuai dengan panggilannya masing-masing. Dengan menyambut amanat Agung ini, hal itu merupakan salah satu penyataan iman percaya sebagai murid Kristus yang taat kepadaNya dan termasuk didalamnya dalam hal misi penginjilan. Peranan anggota gereja sebagai pekerja Amanat Agung. Pekerjaan misi penginjilan adalah pekerjaan besar yang melibatkan semua pihak. Bukan saja tugas pendeta atau penginjil, namun setiap anggota gereja harus menyadari bersama bahwa mereka juga merupakan pekerja Amanat Agung Tuhan Yesus. Oleh karena itu semua pihak harus turut ambil bagian sesuai dengan panggilannya, saling memperlengkapi satu sama lain sehingga tugas penginjilan ini dapat dilakukan bersama-sama oleh seluruh anggota gereja. Hal ini bisa dimulai dari hal-hal kecil yang dikerjakan oleh anggota gereja tersebut. Misalnya bersaksi tentang pertolongan atau kebaikan Tuhan, bisa juga dengan melakukan kunjungan dan mendoakan orang yang sakit atau dalam pergumulan. Yohanes 15:27 Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku. Kesaksian demi kesaksian yang muncul nanti akan meneguhkan bahwa ada pertolongan dan penyertaan Tuhan dalam hidup umatNya sehingga mendapatkan pertolongan tepat pada waktunya. Dengan demikian dapat menimbulkan keinginan pendengarnya untuk dapat mengalami pertolongan Tuhan dalam kehidupan mereka. 6 KESIMPULAN Misi penginjilan berkaitan baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap pertumbuhan gereja. Pekabaran injil baik melalui KKR, penginjilan pribadi maupun misi penginjilan dengan berbagai cara yang ada dalam era digital ini akan memberi dampak terhadap peningkatan jumlah jemaat dan pertumbuhan gereja itu sendiri. Terlebih lagi diperlukan adanya tindak lanjut dari misi penginjilan ini untuk masuk ke dalam gereja lokal dan dimuridkan agar mendapatkan pemahaman yang cukup sebagai murid Kristus yang sejati. Memang perlu kerjasama yang baik dari berbagai bagian yang ada sehingga semuanya saling melengkapi. Ada yang mengabarkan injil, ada pula yang memuridkan dengan cara mengajar. Setelah itu dipersiapkan agar menjadi penuai berikutnya yang siap bekerja di ladang Tuhan. Dengan demikian misi penginjilan itu akan tetap bergulir untuk memenangkan jiwa dan pada akhirnya berdampak pada pertumbuhan jemaat/gereja setempat. Sama halnya dalam 1 Korintus 3:6 disebutkan bahwa Paulus menanam, Apolos menyiram namun tetap Tuhanlah yang memberi pertumbuhan. Demikianlah, pertumbuhan memang ada bagian Tuhan di dalamnya namun juga ada bagian yang harus dipersiapkan sebaik-baiknya agar dapat bersinergi melakukan misi penginjilan dan menambah pertumbuhan gereja maupun jemaat. 7 DAFTAR PUSTAKA Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi ketiga (Jakarta: Balai Pustaka, 2003) Warren, Rick, Pertumbuhan Gereja Masa Kini (The Purpose Driven Church), (Penerbit Gandum Mas, 2008), 109-111 Martin, Ralph, Evangelism and Theologian (Grand Rapids: Zondervan Publishing House, 1973) Understanding the 8 Essential Qualities of Healthy Growing Churches http://www.dioceseofcoventry.org/images/document_library/UDR01476.pdf SABDA: Online Bible Indonesia, versi 5, Yayasan Lembaga Sabda Christian A. Schwarz, Ringkasan Pertumbuhan Gereja Alamiah (Jakarta:Yayasan Media Buana Indonesia, 1999) 8

Judul: Tugas Misiologi

Oleh: Harjito Lim


Ikuti kami