Tugas I

Oleh Reny Cahyani

180,1 KB 8 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Tugas I

KATA PENGANTAR Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat dan ridhonyalah kami dapat menyelesaikan tugas makalah “Proyeksi Kebutuhan Lahan Pendidikan di Kawasan Surabaya Utara”. Ucapan terima kami berikan kepada pihak-pihak yang telah berkonstribusi besar dalam membantu kami menyelesaikan makalah ini yaitu Bapak Nursakti Adhi Pratomoatmojo, ST., M.Sc.selaku Dosen mata kuliah Tata Guna Lahan. Makalah Proyeksi Kebutuhan Lahan Pendidikan di Kawasan Surabaya Utara disusun sebagai Ujian Tengah Semester mata kuliah Tata Guna Lahan untuk menyusun sebuah formula proyeksi kebutuhan lahan pendidikan dengan studi kasus di Surabaya Utara Demikian makalah ini kami susun, semoga bermanfaat dan memberikan kontribusi untuk peningkatan kualitas pembelajaran dalam proses perencanaan. Surabaya, 21 November 2013 Penyusun Proyeksi Kebutuhan Lahan Pendidikan di Surabaya Utara 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pertumbuhan penduduk yang semakin pesat di wilayah perkotaan berimbas terhadap bertambahnya fungsi-fungsi yang harus diemban oleh kota tersebut. Hal ini terjadi seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan kegiatan penduduk. Suatu aktivitas kegiatan penduduka akan memberikan pengaruh terhadap kawasan di sekitarnya, salah satunya adalah pengaruh kebutuhan luas lahan terhadap fasilitas pendidikan. Hal ini mengakibatkan meningkatnya intensitas aktivitas akan meningkatkan pula kebutuhan terhadap lahan. Keberadaan fasilitas pendidikan memperlihatkan keterkaitan terhadap penggunaan lahan. Fasilitas pendidikan merupakan sarana penunjang bagi proses belajar-mengajar sehingga semua keperluan penunjang bagi kegiatan ini harus dilaksanakan secara teratur dan efektif. Selain itu, fasilitas pendidikan merupakan salah satu sarana dan prasarana yang cukup penting dalam sebuah perencanaan kawasan. Hal ini mengingat bahwa pendidikan merupakan salah satu kebutuhan yang wajib dipenuhi oleh setiap elemen masyarakat, sehingga perlunya mementingkan kebutuhan luas lahan akan sarana pendidikan yang sesuai dengan standart yang telah ditentukan. Keperluan penunjang fasilitas pendidikan tersebut membutuhkan lahan yang cukup agar pelaksanaan kegiatan belajar mengajar tidak terganggu. Di sisi lain, persediaan lahan perkotaan bersifat konstan (tetap) sedangkan kebutuhan akan lahan bahkan cenderung berkurang. Sehingga hal ini membutuhkan proyeksi untuk melihat kebutuhan luas lahan yang akan dibutuhkan untuk fasilitas pendidikan. Proyeksi kebutuhan luas lahan terhadap fasilitas pendidikan digunakan untuk melihat perkiraan kebutuhan lahan yang dapat digunakan untuk membangun infrastruktur fasilitas pendidikan di masa yang akan datang. 1.2 Tujuan Tujuan dalam penulisan makalah ini yaitu menentukan metode perhitungan dalam memprediksi kebutuhan luas lahan akan fasilitas pendidikan. 1.3 Sistematika Pembahasan Sistematikan pembahasan pada penulisan makalah ini adalah: BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini berisi tentang latar belakang, tujuan dan sistematika penulisan. BAB II KAJIAN PUSTAKA Pada bab ini berisi mengenai tinjauan pustaka yang berkaitan dengan kebutuhan luas lahan akan fasilitas pendidikan. BAB III PEMBAHASAN Proyeksi Kebutuhan Lahan Pendidikan di Surabaya Utara 2 Pada bab ini berisi mengenai variabel yang yang mempengaruhi kebutuhan luas lahan akan fasilitas Pendidikan, metode perhitungan untuk memproyeksikan kebutuhan luas lahan akan fasilitas pendidikan dan penerapan studi kasus yang digunakan untuk penerapan proyeksi tersebut. BAB IV KESIMPULAN Pada bab ini berisi kesimpulan Proyeksi Kebutuhan Lahan Pendidikan di Surabaya Utara 3 BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Lahan Pengertian Lahan ialah suatu lingkungan fisik terdiri atas tanah, iklim, relief, hidrologi, vegetasi, dan benda-benda yang ada di atasnya yang selanjutnya semua faktor-faktor tersebu mempengaruhi penggunaan lahan (Wikipedia, 2013).Termasuk di dalamnya juga hasil kegiatan manusia, baik masa lampau maupun sekarang.Lahan merupakan bagian permukaan bumi yang merupakan media tempat berbagai kegiatan berlangsung.Tetapi disamping itu itu ketersediaan lahan terbatas dan langka.Maka perlu perencanaan dalam pemanfaatan lahan itu sendiri. 2.2 Pembangunan Pendidikan Dalam Undang-Undang tentang Sistem Pendidikan Nasional (2003) dinyatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara Program Wajib Belajar dicanangkan mengingat pentingnya pengentasan buta huruf di kalangan masyarakat.Perkembangan teknologi menuntut seluruh masyarakat untuk mampu berkomunikasi secara lisan dan tulisan. Penduduk yang buta huruf niscaya akan menjadi beban penghambat kemajuan pembangunan manusia, sekaligus menjadi penghambat dalam memajukan negara atau daerah untuk keluar dari status negara terbelakang. Pendidikan merupakan hal yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang akan bermanfaat baik untuk kepentingan pribadi maupun untuk kepentingan negara secara umum dalam pelaksanaan pembangunan demi kesejahteraan masyarakat. Menyadari hal tersebut negara-negara dunia terutama negara-negara berkembang berlomba-lomba dalam rangka melaksanakan pembangunan bidang pendidikan untuk penduduknya.....(Todaro, 2000). Dengan adanya pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat kebutuhan akan fasilitas pendidikanpun meningkat sehingga dibutuhkan proyeksi kebutuhan pendidikan sejalan dengan pertumbuhan penduduk sehingga mampu menampung seluruh penduduknya. 2.3 Standar Pelayanan Minimum Untuk mengetahui kebutuhan lahan pendidikan di suatu wilayah perlu diketahui Standar Pelayanan Minimal (SPM) Fasilitas pendidikan di suatu wilayah sehingga dapat diketahui besar penggunaan lahan yang diperlukan dengan mengarah pada standar pelayanan pendidikan yang Proyeksi Kebutuhan Lahan Pendidikan di Surabaya Utara 4 ditentukan agar kebutuhan fasilitas pendidikan tersebut tersebar merata.SPM adalah ketentuan tentang jenis dan mutu pelayanan dasar yang merupakan urusan wajib pemerintah yang berhak diperoleh setiap warga secara minimal.Pelayanan dasar adalah jenis pelayanan publik yang mendasar dan mutlak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam kehidupan sosial, ekonomi dan pemerintahan. Untuk mengetahui Standar Pelayanan Minimum fasilitas pendidikan terdapat pada Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah No. 534/KPTS/M/2011, maka SPM untuk fasilitas pendidikan ialah pada Tabel 2.1 Tabel 2.1 Standar Pelayanan Minimal Fasilitas Pendidikan Bidang Pelayanan Indikator Standar Pelayanan Cakupan Tingkat Pelayanan  Satuan Minimal tersedia: anak Usia wilayah - 1 unit TK u/ setiap sekolah kota/sedang/ yang kecil - 1 unit SD u/ setiap Satuan 6.000 penduduk Sarana Jumlah Pendidikan ditampung 1.000 penduduk wilayah Kota - 1 unit SLTP u/ setiap Besar/ Metro 25.000 penduduk - 1 unit SLTA u/ setiap Luas Lahan Kualitas  TK 1200 m2  SD 1.500 m2  SMP 10.000 m2  SMA 20.000 m2 Bersih, mudah dicapai, tidak bising, jauh dari sumber penyakit, sumber bau/sampah, 30.000 penduduk dan - Minimal sama pencemaran dengan lainnya kotasedang/keci, juga tersedia 1 unit Perguruan Tinggi untuk setiap 70.000 penduduk Sumber:Kepmen. Permukiman dan Prasarana Wilayah No. 534/KPTS/M/2011 Proyeksi Kebutuhan Lahan Pendidikan di Surabaya Utara 5 BAB III PEMBAHASAN Fasilitas pendidikan merupakan salah satu aspek dari infrastruktur yang penyediaannya merupakan bentuk dari pelayanan terhadap kebutuhan publik.Penyediaan fasilitas pendidikan perlu dilakukan mengingat pengaruhnya yang sangat besar dalam pembentukan tenaga kerja ahli dan tenaga kerja siap pakai. Suatu kota yang memiliki rata-rata penduduk dengan tngkat pendidikan tinggi pada umumnya memiliki APBD yang tinggi pula. Pada setiap kota memiliki kebutuhan fasilitas pendidikan yang berbeda-beda. Melihat pengaruh fasilitas pendidikan yang sangat penting pengaruhnya terhadap pertumbuhan kota, maka perlu adanya analisis kebutuhan fasilitas pendidikan saat ini untuk melihat apakah fasilitas pendidikan yang tersedia saat ini sudah dapat memenuhi kebutuhan masyarakat atau belum dan proyeksi kebutuhan fasilitas 20 tahun yang akan datang sebagai bentuk antisipasi terhadap masalah-masalah yang mungkin akan muncul apabila kebutuhan akan fasilitas pendidikan tidak terpenuhi. Fasilitas pendidikan yang perlu diproyeksikan adalah TK, SD, SMA, dan SMA. Untuk lebih jelas mengenai proyeksi kebutuhan fasilitas pendidikan akan dibahas pada sub-bab berikut. 3.1 Variabel yang Mempengaruhi Kebutuhan Luas Lahan Fasilitas Pendidikan Berdasarkan pada Bab Kajian Pustaka diatas, dapat diketahui bahwa untuk menghitung kebutuhan fasilitas kesehatan saat ini (tahun dasar) dan kebutuhan fasilitas pendidikan 20 tahun kedepanterdapat tiga variabel yang mempengaruhi, yaitu  variabel jumlah penduduk, variabel ini menunjukkan jumlah penduduk yang membutuhkan pelayanan dari fasilitas pendidikan. Pada variabel ini dibagi menjadi jumlah penduduk usia sekolah TK, SD, SMP dan SMA.  variabel kebutuhan jumlah fasilitas pendidikan, dimana variabel ini digunakan untuk melihat jumlah kebutuhan (unit) fasilitas pendidikan yang ditentukan melalui pembagian antara jumlah penduduk dengan jumlah minimum penduduk yang harus terlayani.  variabel luas lahan minimal, variabel ini menunjukkan luas lahan minimal yang dibutuhkan oleh satu fasilitas pendidikan. Setiap jenis fasilitas pendidikan memiliki luas lahan minimal berbeda sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. 3.2 Metode PerhitunganKebutuhan Luas Lahan Fasilitas Pendidikan Setelah mengetahui variabel yang mempengaruhi kebutuhan fasilitas pendidikan diatas, maka dapat dilakukan perhitungan proyeksi kebutuhan fasilitas pendidikan. Metode yang dapat digunakan adalah : Proyeksi Kebutuhan Lahan Pendidikan di Surabaya Utara 6 1. mengetahui terlebih dahulu jumlah penduduk berdasarkan usia sekolah pada tahun rencana (20 tahun yang akan datang) dengan cara proyeksi penduduk pada tahun dasar. 2. Mengetahui jumlah kebutuhan fasilitas pada tahun rencana (20 tahun yang akan datang) dengan membagi jumlah penduduk berdasarkan usia sekolah pada tahun rencana (20 tahun yang akan datang) dengan jumlah penduduk minimal yang harus terlayani. 3. Mengetahui jumlah kebutuhan fasilitas pendidikan pada tahun rencana (20 tahun yang akan datang) dengan melakukan perkalian antara jumlah fasilitas pendidikan yang dibutuhkan pada tahun rencana dengan luas lahan minimum yang dibutuhkan oleh suatu fasilitas pendidikan. Metode diatas, dapat dirangkum dalam rumus perhitungan proyeksi kebutuhan fasilitas pendidikan berikut: PKP = Keterangan : PKP : Proyeksi Kebutuhan lahan untuk Fasilitas Pendidikan Po: Jumlah penduduk pada tahun dasar r:Angka pertumbuhan penduduk n: selisih tahun (20 tahun) SPM: Standar pelayanan minimal LM : Luas Lahan Minimal Mengingat setiap jenis fasilitas pendidikan memiliki standar pelayanan minimal yang berbeda dan luas lahan minimal yang dibutuhkan juga berbeda, maka rumus pada masingmasing jenis fasilitas pendidikan adalah:  Taman Kanak-kanak (TK) Untuk Taman Kanak-kanak (TK), jumlah penduduk yang harus terlayani oleh satu TK adalah per 1000 jiwa dengan luas lahan minimum yang dibutuhkan satu TK adalah 1.200 m2. Sehingga, rumus untuk menghitung proyeksi kebutuhan luas lahan TK adalah: PKTK = Keterangan : PKTK: Proyeksi Kebutuhan lahan untuk TK Ptk: Jumlah Penduduk usia pada tahun dasar Rtk : angka pertumbuhan penduduk usia TK n: selisih tahun (20 tahun) X1: PKTK=1.200X1 ¿ Proyeksi Kebutuhan Lahan Pendidikan di Surabaya Utara 7  Sekolah Dasar (SD) Untuk Sekolah Dasar (SD), jumlah penduduk yang harus terlayani oleh satu SD adalah per 6000 jiwa dengan luas lahan minimum yang dibutuhkan satu SD adalah 1.500 m 2. Sehingga, rumus untuk menghitung proyeksi kebutuhan luas lahan SD adalah: PKSD = Keterangan : PKSD: Proyeksi Kebutuhan lahan untuk SD Psd: Jumlah Penduduk usia SD pada tahun dasar Rsd : angka pertumbuhan penduduk usia SD n: selisih tahun (20 tahun) X2: ¿ PKSD=1.500X2  Sekolah Menengah Pertama (SMP) Untuk Sekolah Menengah Pertama(SMP), jumlah penduduk yang harus terlayani oleh satu SMP adalah per 25.000 jiwa dengan luas lahan minimum yang dibutuhkan satu SMP adalah 10.000 m2. Sehingga, rumus untuk menghitung proyeksi kebutuhan luas lahan SMP adalah : PKSMP = Keterangan : PKSMP: Proyeksi Kebutuhan lahan untuk SMP Psmp: Jumlah Penduduk usia SMP pada tahun dasar Rsmp: angka pertumbuhan pendudukusia SMP n: selisih tahun (20 tahun) X3: PKSMP =10.000X3  Sekolah Menengah Atas (SMA) Untuk Sekolah Menengah Atas (SMA), jumlah penduduk yang harus terlayani oleh satu SMA adalah per 30.000 jiwa dengan luas lahan minimum yang dibutuhkan satu SMA adalah 20.000 m2. Sehingga, rumus untuk menghitung proyeksi kebutuhan luas lahan SMA adalah Proyeksi Kebutuhan Lahan Pendidikan di Surabaya Utara 8 PKSMA = Keterangan : PKSMA: Proyeksi Kebutuhan lahan untuk SMA Psma: Jumlah Penduduk usia SMP pada tahun dasar Rsma: angka pertumbuhan penduduk usia SMP n: selisih tahun (20 tahun) X4: ¿ PKSMA =20.000X4 Berdasarkan rumus setiap jenis fasilitas pendidikan diatas, maka rumus proyeksi kebutuhan lahan untuk fasilitas pendidikan adalah : Y = 12.00X1 +1.500X2+ 10.000X3+ 20.000X4 Keterangan Y: total proyeksi kebutuhan luas lahan fasilitas pendidikan X1: proyeksi jumlah kebutuhan TK (unit) X2: proyeksi jumlah kebutuhan SD (unit) X3: proyeksi jumlah kebutuhan SMP (unit) X4: proyeksi jumlah kebutuhan SMA (unit) 3.3 Penerapan Metode Perhitungan Kebutuhan Luas Lahan Fasilitas Pendidikan Untuk mengetahui proyeksi kebutuhan lahan fasilitas pendidikan pada 20 tahun mendatang, kami mengambil studi kasus pada wilayah Surabaya Utara khususnya pada beberapa kelurahan yaitu Kel. Bongkaran, Kel. Nyamplungan, Kel. Krembangan Utara, dan Kel, Krembangan Selatan. Diketahui bahwa angka pertumbuhan penduduk pada kawasan ini dari tahun 2009 hingga 2012 adalah sebesar 0,008. Proyeksi Kebutuhan Lahan Pendidikan di Surabaya Utara 9 Tabel 3.1 Komposisi Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan 2012 No  Kelurahan TK SD SMP SMA 1 Bongkaran 604 2232 3661 2703 2 Nyamplungan 412 3286 2058 3355 3 Krembangan Utara 793 5959 5799 5082 4 Krembangan Selatan 248 6875 2991 5465 Jumlah 2057 18352 14509 16605 Persentase 3,61% 32,21% 25,46 29,14% Proyeksi Kebutuhan Lahan Untuk Fasilitas Pendidikan TK R . n) ( Ptk (1+ ) x 1.200 1000 PK TK = ¿ .20) ( 2057(1+0,008 ) x 1.200 1000 ¿ 2.386,12 x 1.200 1000 = 2,386 x 1.200  3 x 1.200 Dari perhitungan proyeksi kebutuhan lahan untuk fasilitas pendidikan TK didapatkan bahwa berdasarkan jumlah penduduk dengan tingkat usia pendidikan TK sebesar 2.057 jiwa pada tahun 2012, dibutuhkan sebanyak 3 Fasilitas Pendidikan TK (X1) untuk 20 tahun mendatang.  Proyeksi Kebutuhan Lahan untuk Fasilitas Pendidikan SD (1+ R. n) ( Psd6000 ) x 1.500 PK SD= ¿ ( 18.352(1+60000,008. 20)) x 1.500 ¿ 21.288,32 x 1.500 6000 Proyeksi Kebutuhan Lahan Pendidikan di Surabaya Utara 10 = 3,548 x 1.500  4 x 1.500 Dari perhitungan proyeksi kebutuhan lahan untuk fasilitas pendidikan SD didapatkan bahwa berdasarkan jumlah penduduk dengan tingkat usia pendidikan SD sebesar 18.352 jiwa pada tahun 2012, dibutuhkan sebanyak 4 Fasilitas Pendidikan SD (X2) untuk 20 tahun mendatang.  Proyeksi Kebutuhan Lahan untuk Fasilitas Pendidikan SMP 1+ R . n) ( Psmp(25.000 )x 10.000 PK SMP= ¿ (1+ 0,008.20) ( 14.50925.000 ) x 10.000 ¿ 16.830,44 x 10.000 25.000 = 0,673 x 10.000  1 x 10.000 Dari perhitungan proyeksi kebutuhan lahan untuk fasilitas pendidikan SMP didapatkan bahwa berdasarkan jumlah penduduk dengan tingkat usia pendidikan SD sebesar 14.509 jiwa pada tahun 2012, dibutuhkan sebanyak 1 Fasilitas Pendidikan SMP (X3) untuk 20 tahun mendatang.  Proyeksi Kebutuhan Lahan untuk Fasilitas Pendidikan SMA (1+ R. n) ( Psma30.000 ) x 20.000 PK SMA = ¿ ¿ (1+ 0,008.20) ( 16.60530.000 )x 20.000 19.261,8 x 20.000 30.000 = 0,642 x 20.000  1 x 20.000 Proyeksi Kebutuhan Lahan Pendidikan di Surabaya Utara 11 Dari perhitungan proyeksi kebutuhan lahan untuk fasilitas pendidikan SMA didapatkan bahwa berdasarkan jumlah penduduk dengan tingkat usia pendidikan SMA sebesar 16.605 jiwa pada tahun 2012, dibutuhkan sebanyak 1 Fasilitas Pendidikan SMA (X4) untuk 20 tahun mendatang.  Dari perhitungan kebutuhan jumlah fasilitas untuk setiap tingkat pendidikan, maka untuk menghitung kebutuhan jumlah lahan untuk seluruh fasilitas pendidikan pada kawasan Surabaya Utara khususnya pada ke-empat kelurahan di atas adalah : Y = 1200X1 + 1.500X2 + 10.000X3 + 20.000X4 Y = 1.200 (3) + 1.500 (4) + 10.000 (1) + 20.000 (1) = 3.600 + 6.000 + 10.000 + 20.000 = 39.600 m2  3,96 Ha Berdasarkan perhitungan kebutuhan lahan untuk fasilitas pendidikan 20 tahun mendatang diketahui bahwa ke-empat kelurahan tersebut membutuhkan lahan seluas 3,96 Hektar untuk Fasilitas Pendidikan. Proyeksi Kebutuhan Lahan Pendidikan di Surabaya Utara 12 BAB IV KESIMPULAN Dari pembahasan yang telah dilakukan di atas maka dapat disimpulkan sebagai berikut: a. Variabel yang menentukan prediksi kebutuhan luas lahan akan fasilitas pendidikan adalah Variabel Jumlah Penduduk, Variabel Kebutuhan Jumlah Fasilitas pendidikan, dan Variabel Luas Lahan Minimal. b. Metode perhitungan yang digunakan dalam memproyeksikan kebutuhan luas lahan akan fasilitas pendidikan adalah PKP = ¿ c. Prediksi penerapan kebutuhan luas lahan akan fasilitas pendidikan pada studi kasus surabaya utara dari tahun 2012 sampai 20 tahun ke depan didapatkan sebagai berikut:  kebutuhan akan fasilitas pendidikan TK dengan jumlah penduduk usia TK sebanyak 2.057 jiwa pada tahun 2012. Proyeksi peningkatan jumlah fasilitas pendidikan TK sebanyak 3 unit dengan proyeksi kebutuhan luas lahan 3.600 m2  Fasilitas pendidikan SD dengan jumlah penduduk usia SD pada tahun 2012 sebesar 18.352 jiwa. Proyeksi peningkatan fasilitas pendidikan SD untuk kurun waktu 20 tahun ke depan sebanyak 4 unit dengan proyeksi kebutuhan lahan 6.000 m2  Fasilitas pendidikan SMP dengan jumlah penduduk usia SMP pada tahun 2012 sebesar 14.509 jiwa. Proyeksi peningkatan sebesar 1 unit dengan proyeksi kebutuhan luas lahan 10.000 m2.  Fasilitas pendidikan SMA dengan jumlah penduduk usia SMP pada tahun 2012 sebesar 16.605 jiwa. Proyeksi peningkatan sebesar 1 unit dengan proyeksi kebutuhan luas lahan 20.000 m2.  Total keseluruhan yang dibutuhkan dalam proyeksi pemenuhan kebutuhan luas lahan untuk fasilitas pendidikan Surabaya Utara dalam jangka waktu 20 tahun mendatang sebesar 39.600 m2 atau membutuhkan 3,96 Ha untuk fasilitas pendidikan. Proyeksi Kebutuhan Lahan Pendidikan di Surabaya Utara 13 DAFTAR PUSTAKA Wikipedia.2013. Lahan. (online) http://id.wikipedia.org, diakses pada 19 November 2013, pukul 13.15 WIB. Herwin, ST. 2012. Analisis Pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan Dasar (Studi Kasus: Kecamatan Sangir Kabupaten Solok Selatan) Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah No. 534/KPTS/M/2011 TentangPedoman Penentuan Standar Pelayanan Minimal Bidang Penataan Ruang, Perumahan Dan Permukiman Dan Pekerjaan Umum Kondisi dan Proyeksi ke depan http://blh.baritokualakab.go.id/index.php/profil/kondisi-danproyeksi-kedepan Proyeksi Kebutuhan Lahan Pendidikan di Surabaya Utara 14

Judul: Tugas I

Oleh: Reny Cahyani


Ikuti kami