Makalah Biologi

Oleh Helena Levia

689,8 KB 6 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Makalah Biologi

MAKALAH BIOLOGI CIRI DAN PERANAN BAKTERI DALAM KEHIDUPAN DI SUSUN OLEH: DEKRI NOPITA SARI YELLA SIPRIANI BAYU WAHYUDI AKBAR POGI ARDIANSA ELDA FEBRIANSARI PEMERINTAHAN PROVINSI BENGKULU DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN SMA N 4 KAUR TP 2019/2020 KATA PENGANTAR Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah biologi mengenai Ciri – ciri dan peranan bakteri dalam kehidupan. Adapun makalah biologi tentang Ciri – ciri dan peranan bakteri dalam kehidupan ini telah kami usahakan semaksimal mungkin dan tentunya dengan bantuan berbagai pihak, sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami tidak lupa menyampaikan banyak terima kasih kepada pihak yang telah membantu kami dalam pembuatan makalah ini. Namun tidak lepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa ada kekurangan baik dari segi penyusun bahasanya maupun segi lainnya. Oleh karena itu dengan lapang dada dan tangan terbuka kami membuka selebar-lebarnya bagi pembaca yang ingin memberi saran dan kritik kepada kami sehingga kami dapat memperbaiki makalah biologi ini. Akhirnya penyusun mengharapkan semoga dari makalah biologi ini kita dapat mengambil hikmah dan manfaatnya sehingga dapat memberikan inpirasi terhadap pembaca. Simpang Tiga , Juli 2019 Penyusun BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Mikroorganisme identik dengan objek biologi yang amat kecil dan tidak dilihat dengan mata telanjang. Keberadaannya tidak terlihat namun penting di dalam kehidupan. Sejalan dengan perkembangan ilmu biologi masa kini, mikroorganisme ditelaah dan dimanfaatkan untuk kepentingan hidup manusia. Mikrobiologi berasal dari bahasa yunani (micros adalah kecil dan bios adalah hidup dan logos adalah pengetahuan), jadi mikrobioloagi adalah ilmu yang mempelajari tentang makhluk-makhluk hidup yang sangat kecil. Dunia mikroorganisme terdiri dari lima kelompok organism yaitu bakteri, protozoa, virus, serta algae dan cendawan mikrokopis. Untuk itulah penulis membuat makalah ini. Disamping sebagai tugas pelajaran Biologi, juga berguna bagi penulis sendiri untuk mengetahui lebih lanjut tentang ciri dan peranan bakteri dalam kehidupan sehari-hari. Makalah ini dibuat untuk mempermudah bagi kami sebagi siswa memahami materi tersebut. B. RUMUSAN MASALAH 1. Apa yang dimaksud dengan bakteri ? 2. Apa saja klasifikasi bakteri ? 3. Apa peranan bakteri dalam kehidupan manusia? C. TUJUAN 1. Mengatahui apa itu bakteri. 2. Mengetahui klasifikasi bakteri. 3. Mengetahui peranan bakteri dalam kehidupan manusia. BAB II PEMBAHASAN A. BAKTERI Bakteri disebut kuman atau basil adalah organisme prokariota yaitu belum mempunyai membran inti sel. Bakteri adalah nama sekelompok mikroorganisme yang termasuk prokaryotae yang bersel satu, berkembang biak dengan membelah diri dan bahan-bahan genetiknya tidak terbungkus dalam membran inti. Pada umumnya bakteri tidak mempunyai klorofil, kecuali beberapa species tertentu yang mempunyai pigmen fotosintesis. Oleh karena itu, ada bakteri yang hidupnya heterotrof dan ada juga bacteria yang hidup autotrof. Bakteri heterotrof dapat dibedakan menjadi bakteri yang hidup sebagai parsit dan saprofit, Sedangkan bakteri autotrof dapat dibedakan berdasarkan atas sumber energi yang digunakan untuk mensentetis makanannya menjadi bakteri fotoautotrof dan kemoautotrof. Bakteri dapat hidup dimana saja, ada yang merugikan manusia, hewan maupun tumbuhan. Namun demikian ada juga bakteri yang menguntungkan bagi umat manusia. Bakteri berasal dari kata bahasa latin yaitu bacterium. Bakteri memiliki jumlah spesies mencapai ratusan ribu atau bahkan lebih. Mereka ada di mana-mana mulai dari di tanah, di air, di organisme lain, dan lain-lain juga berada di lingkungan yang ramah maupun yang ekstrim. Dalam tumbuh kembang bakteri baik melalui peningkatan jumlah maupun penambahan jumlah sel sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yakni seperti ph, suhu temperatur, kandungan garam, sumber nutrisi, zat kimia dan zat sisa metabolisme. 1. Ciri – Ciri Bakteri a. Bersel tunggal, prokariotik, tidak berklorofil b. Bersifat heterotrof, yaitu organisme yang membutuhkan senyawa organik dimana karbon diektrak untuk pertumbuhannya. Dengan kata lain organisme heterotrof tidak dapat membuat makanan sendiri c. Reproduksi vegetatif dengan membelah diri dan generatif dengan paraseksual (perpindahan materi genetik dari satu bakteri ke bakteri lainnya) d. Adaptasi terhadap lingkungan buruk membentuk endespora e. Memiliki ukuran tubuh yang bervariasi antara 0,12 s/d ratusan mikron umumnya memiliki ukuran rata-rata 1 s/d 5 mikron f. Yang hidupnya kosmopolit diberbagai lingkungan dinding selnya mengandung peptidoglikan. 2. Struktur Anatomi Bakteri a. Bagian sel sebagai penutup sel 1. Kapsula : bagian paling luar berupa lendir berfungsi melindungi sel 2. Dinding sel : tersusun atas peptidoglikan yang merupakan polimer besar atau polisakarida 3. Membran plasma : bagian penutup paling dalam, mengandung enzim oksida atau enzim respirasi. Fungsinya sama dengan mitokondrian pada sel eukariotik b. Bagian sitoplasma Sitoplasma berbentuk koloid mengandung butiran-butiran protein, glikogen, dan juga lemak. Sel bakteri tidak mengandung organel retikulum endoplasma, badan golgi, mitokondria, lisosom, dan sentriol. Gambar 1 : Struktur Anatomi Bakteri 3. Klasifikasi Bakteri Bakteri dapat diklasifikasikan menurut beberapa cara yaitu, sebagai berikut: a. Berdasarkan Cara Mendapatkan Makanannya Berdasarkan cara mendapatkan makanannya, bakteri diklasifikasikan sebagai berikut: 1) Bakteri heterotrof a) Bakteri saprofit (saproba), hidup dari zat-zat organik yang berasal dari sisa-sisa makhluk hidup atau sampah. b) Bakteri parasit, hidup di dalam tubuh makhluk hidup atau bahanbahan dari tubuh inangnya. Bakteri farasit dibedakan menjadi: a) Bakteri parasit fakultatif, dapat hidup sebagai saprofit b) Bakteri parasit obligat, hanya mutlak sebagai parasit c) Bakteri patagon, menyebabkan penyakit pada hewan dan manusia Bakteri heterotrof tidak memiliki klorofil sehingga sangat bergantung pada bahan organik disekitarnya. Gambar 2 : Contoh Bakteri Hetreotrof 2) Bakteri autotrof Bakteri autotrof dapat membuat makanannya sendiri dari senyawa anorganik dengan melakukan proses pengubahan. Berdasarkan cara melakukan proses pengubahan senyawa anorganik, bakteri dibagi menjadi dua jenis, yaitu: a) Bakteri fotoautotrof b) Bakteri kemoautotrof Bakteri autotrof adalah bakteri yang membuat makanannya dengan bantuan energi dari cahaya matahari melalui proses fotosintesa. Yang tergolong bakteri autotrof adalah bakteri hijau, yang memiliki pigmen hijau yang disebut bakterioklorofil dan bakterioviridin, dan bakteri ungu, yang memiliki pigmen kuning, merah, dan ungu, atau yang disebut bakteriopurpurin b. Berdasarkan Kebutuhan Oksigen Pada Waktu Respirasi Berdasarkan kebutuhan oksigen dibedakan menjadi sebagai berikut: a) Bakteri aaerob Yaitu bakteri yang memerlukan oksigen bebas dalam kehidupannya. Contoh : Nitrosococos dan Nitrosomonas Gambar 3 : Nitrosococcus Gambar 4 : Nitrosomonas b) Bakteri anaerob Yaitu bakteri yang tidak membutuhkan oksigen bebas dalam kehidupannya. Contoh :  Clostridium tetani (Anaerob obligat) Gambar 5  Escherichia coli ( anaerob fakultatif) Gambar 6  Salmonella ( anaerob fakultatif) Gambar 7  Shigllla ( anaerob fakultatif ) Gambar 8 c. Berdasarkan jumlah dan kedudukan Flagella Berdasarkan keberadaan, jumlah dan letak flagelanya, bakteri dibedakan menjadi : a. Atrik adalah bakteri yang tidak mempunyai flagella b. Monotrik adalah bakteri yang mempunyai flagella yang berjumlah satu pada salah satu ujung selnya c. Lofotrik adalah bakteri yang mempunyai flagella lebih dari satu (satu berkas) pada salah satu ujung selnya d. Amfritik adalah bakteri yang mempunyai flagella satu atau lebih dari satu (satu berkas) pada kedua ujung selnya. e. Peritrik adalah bakteri yang mempunyai flagella yang jumlahnya banyak dan tersebar pada seluruh permukaan sel tubuhnya. Gambar 9 : Macam-macam Bakteri Berdasarkan Letak Flagella d. Berdasarkan bentuknya Dibedakan menjadi : 1) Bakteri Kokus Sel bakteri kokus (coccus) berbentuk bulat seperti bola. Bakteri kokus ada yang tersusun sendiri (monokokus) atau berkelompok. Bentuk bakteri kokus yang berkelompok ada lima macam, yaitu bergandengan (diplokokus), untaian anggur (stafilokokus), rantai (streptokokus), tersusun empat-empat (tetrakokus) dan tersusun delapan-delapan (sarkina). Gambar dan penjelasan jenis-jenis bakteri kokus tersebut adalah sebagai berikut. Gambar 10 2) Bakteri Monococcus yaitu hanya terdiri atas satu bakteri bentuk bulat seperti bola yang hidup sendiri atau soliter. Contoh bakteri monokokus adalah Neiserria gonorrhoea (bakteri penyebab penyakit gonorhoe) 3) Bakteri Diploccoccus yaitu bakteri kokus yang hidup berpasangan dua-dua. Bentuk diplokokus terjadi apabila bakteri kokus membelah diri pada satu arah dan tetap melekat berpasangan dua-dua. Contoh bakteri diplokokus adalah Diplococcus pneumoniae (penyebab penyakit radang paru-paru) dan Diplococcus bacillus 4) Bakteri Streptococcus yaitu bakteri kokus yang hidup berkoloni saling berikatan memanjang seperti rantai. Bentuk streptokokus terjadi jika bakteri kokus membelah diri pada satu garis ke satu atau dua arah dan tetap melekat berbaris. Contoh bakteri streptokokus adalah Streptococcus lactis, Streptococcus salivarius, Streptococcus pneumoniae, Streptococcus thermophillus, dan Streptococcus pyrogenes (penyebab penyakit kuning) 5) Bakteri Tetrakokus yaitu bakteri kokus yang hidup berkelompok dan pada setiap kelompok terdiri dari 4 sel berbentuk bujur sangkar yang saling melekat. Bentuk tetrakokus terjadi apabila bakteri kokus membelah diri pada dua arah. Contoh bakteri tetrakokus adalah Pediococcus cerevisiae. 6) Bakteri Sarkina yaitu bakteri kokus yang hidup berkoloni terdiri atas 8 sel. Bentuk sarkina terjadi jika bakteri kokus membelah diri pada tiga arah dalam suatu pola teratur membentuk penataan seperti kubus. Contoh bakteri bentuk sarkina adalah Sarcina ventriculi 7) Bakteri Stafillacocuc yaitu bakteri kokus yang hidup berkelompok dengan pola penataan tidak teratur atau menyerupai gerombolan buah anggur. Bentuk stapilokokus terjadi apabila bakteri koku membelah diri ke segala arah. Contoh bakteri ini adalah Staphylococcus aureus (penyebab penyakit pneumonia dan keracunan dalam makanan) 4. Penanaman Bakteri/Pour Plate ( Lempeng Tuang)/Streak Plate (Lempeng Gores) a. Pour Plate Metode tuang atau pour plate dilakukan dengan 2 cara, yaitu dengan mencampur suspensi bakteri dengan medium agar pada suhu 50ºC kemudian menuangkannya pada petridisk atau dengan menyemprotkan suspensi pada dasar petridisk, kemudian menuang medium agar keatasnya dan diaduk. Setelah agar mengeras, bakteri akan berada pada tempatnya masing-masing dan diharapkan bakteri tidak mengelompok sehingga terbentuk koloni tunggal. Metode sebar atau spread plate dilakukan dengan menyemprotkan suspensi ke atas medium agar kemudian menyebarkannya secara merata dengan trigalski. Dengan ini diharapkan bakteri terpisah secara individual, kemudian dapat tumbuh menjadi koloni tunggal. Metode pemaparan pada udara terbuka adalah metode untuk mengisolasi bakteri udara. Metode ini sangat simpel, yaitu dengan memaparkan medium pada udara terbuka, dengan harapan ada bakteri yang menempel dan kemudian akan tumbuh menjadi koloni. Gambar 11 b. Streak Plate Prinsip metode ini yaitu mendapatkan koloni yang benar-benar terpisah dari koloni yang lain, sehingga mempermudah proses isolasi. Cara ini dilakukan dengan membagi 3-4 cawan petri. Ose steril yang telah disiapkan diletakkan pada sumber isolat , kemudian menggoreskan ose tersebut pada cawan petri berisi media steril. Goresan dapat dilakukan 3-4 kali membentuk garis horisontal disatu cawan. Ose disterilkan lagi dengan api bunsen. Setelah kering, ose tersebut digunakan untuk menggores goresan sebelumnya pada sisi cawan ke dua. Langkah ini dilanjutkan hingga keempat sisi cawan tergores. Metode gores atau streak plate menggunakan loop ose dan menggoreskannya ke permukaan medium agar dengan pola tertentu dengan harapan pada ujung goresan, hanya sel-sel bakteri tunggal yang terlepas dari ose dan menempel ke medium. Sel-sel bakteri tunggal ini akan membentuk koloni tunggal yang kemudian dapat dipindahkan ke medium selanjutnya agar didapatkan biakan murni. Gambar 12 5. Pewarnaan Bakteri dengan Pewarnaan Gram (Gram Stain) Bakteri berperan dalam pembentukan penyakit kulit, penghasil metabolit yang dapat digunakan sebagai "obat", hingga merusak produk make up. Untuk itu, para penelti mempelajari karakteristik bakteri, termasuk morfologi bakteri. Morfologinya dapat dilihat dari mikroskop, tetapi tidak semua bakteri akan terlihat karena umumnya di bawah mikroskop, bakteri akan terlihat transparan. Untuk itu diperlukan metode pewarnaan. Apa saja metode yang digunakan? Salah satu metode pewarnaan adalah Gram stain yang ditemukan oleh ahli bakteriologi Denmark, Hans C. J. Gram pada tahun 1882. Gram stain adalah metode pewarnaan diferensial karena menggunakan lebih dari satu reagen warna. Gambar 12 : bakteri gram positif (atas) dan bakteri gram negatif (bawah) 6. Reproduksi Bakteri Bakteri membelah diri dengan proses pembelahan biner, yaitu setiap sel membelah dirinya menjadi dua Gambar 13 : Pembelahan Biner pada Bakteri Gambar 14: pembelahan Konjugasi pada Bakteri Yang termasuk Archeobacteria yaitu bakteri yang hidup di sumber air panas, di tempat berkadar garam tinggi, ditempat yang paans dan asam. Bakteri halofil, bakteri yang satu ini mampu hidup pada kondisi yang berkadar garam sangat tinggi seperti di laut mati. Contoh dari bakteri halofil adalah holococcus dan halobacterium. Termoasidofil, bakteri jenis ini mampu hidup di lingkungan yang memiliki suhu sangat tinggi serta bersifat asam. Contoh bakterinya adalah bakteri sulfolobus yang hidup di mata air national park yellow stone amerika sertakat dan bakteri thermoplasma yang bisa hidup pada mata air yang memiliki kadar asam sangat tinggi. Metanogen, seperti kedua jenis bakteri archae lainnya, bakteri ini juga bisa hidup di tempat yang sangat ekstrim yaitu di daerah rawa yang memiliki anaerobic yang sangat tinggi yang dapat menghasilkan gas metana dan biogas. Jadi bakteri ini sangat kuat. Bacteri jenis archae dapat dilihat melalui beberapa ciri-ciri berikut ini: a) Bakterinya bersifat uniseluler atau prokariotik atau dengan kata lain bakteri ini tidak memiliki nukleus sel dan membrane inti di dalam tubuhnya. b) Ukuran bakteri ini hanya berkisar pada 0,1 hingga 15 mikron saja c) Pada archaebacteria ini memiliki dinding sel yang terbuat dari polisakarida dan protein yang bukan peptidoglikan d) Karena tidak memiliki nucleus didalamnya maka bakteri ini memiliki asam nukleat yang bernama RNA e) Bakteri archae dapat hidup di tempat yang sangat ekstrim baik di suhu yang sangat panas dan suhu yang sangat dingin. f) Cara reproduksinya melalui pembelahan diri, bertunas dan fragmentasi. Dibawah ini contoh struktur Archaeobacteria Gambar 16: Archaeobacteria B. PERANAN BAKTERI DALAM KEHIDUPAN Manfaat Bakteri Dalam kehidupan sehari-hari, ada banyak manfaat yang bisa kita dapatkan dari bakteri. Selain proses pembuatan antibiotik oleh bakteri Streptomyces griseus, Streptomyces aureofaciens, Bacillus brevis, dan Bacillus subtilis, bakteri juga bisa menghasilkan asam, lho! Bakteri penghasil asam antara lain Acetobacter, Propionibacterium, dan Clostridium butyricum. Bakteri Acetobacter ini menghasilkan asam asetat. Bakteri juga berperan dalam proses pembuatan olahan susu. Buat kalian yang suka yoghurt, bakteri Lactobacillus Casei, Lactobacillus Bulgaricus, dan Streptococcus Lactis juga turut berperan nih. Ketiga bakteri tersebut nggak hanya mengolah yoghurt, tapi juga mengolah produk susu yang lain, ya. Atau kalian ada yang suka makan nata de coco? Nah, bakteri Acetobacter xylinum juga berperan dalam proses pembuatannya! Selain untuk membuat makanan, bakteri juga membantu menghasilkan biogas dan mengikat nitrogen. Bakteri penghasil biogas adalah kelompok Bacteriodes dan kelompok Enterobactericeacea. Sedangkan bakteri pengikat nitrogen antara lain Rhizobium radicicola dan Nitrosococcus. Yang kamu nggak boleh lupa juga, bakteri Escherichia coli juga membantu pembusukan sisa makanan. Peranan Negatif Bakteri Setelah membahas manfaat bakteri, sekarang lanjut ke peranan negatif bakteri, ya. Bakteri memiliki peranan negatif terhadap hewan, manusia, dan tumbuhan. Pada hewan, bakteri menyebabkan antara lain penyakit sapi gila dan TBC pada unggas. Bakteri yang menyebabkan penyakit sapi gila adalah Bacillus antharicis, sedangkan yang menyebabkan TBC pada unggas adalah Mycobacterium avium. Kalian pernah sakit tipes sebelumnya? Nah, penyakit tersebut disebabkan oleh bakteri Salmonella Thyposa. Penyakit TBC dan tetanus juga disebabkan oleh bakteri, lho. Bakteri yang menyebabkan TBC adalah Mycobbacterium tuberculosis, sedangkan yang menyebabkan penyakit tetanus adalah Clostridium tetani. Bakteri juga merugikan tumbuhan. Bakteri dapat menyebabkan bercak cokelat pada tanaman anggrek dan menyebabkan rebah pada tanaman pepaya. Bakteri yang menyebabkan bercak cokelat pada tanaman anggrek adalah Pseudomonas cattleyae, dan yang menyebabkan rebah pada tanaman pepaya adalah Bacterium papaya. BAB III A. KESIMPULAN a. Bakteri adalah nama sekelompok mikroorganisme yang termasuk prokaryotae yang bersel satu, berkembang biak dengan membelah diri dan bahan-bahan genetiknya tidak terbungkus dalam membran inti. b. Peranan bakteri dalam kehidupan manusia ada yang menguntungkan dan ada pula yang merugikan. Contoh peran bakteri yang menguntungkan adalah sebagai pengurai, dan contoh peran yang merugikan yaitu penyebab penyakit. B. SARAN Diharapkan bagi pembaca untuk menambahkan hal-hal yang kurang dari makalah ini dengan mencari sumber secara online melalui situs terpercaya serta membaca beberapa buku mengenai mikrobiologi. KEPUSTAKAAN Safitri Ririn. 2016. Buku Siswa Biologi.Mediatama : Surakarta Betsy dan Keogh. 2005. Microbiology Demystifed. McGraw-Hill Publisher. USA. (Online) Harley dan Presscot. 2002. Laboratory Exercise in Microbiology. McGraw-Hill Publisher. USA (Online) Postlethwait dan Hopson. 2006. Modern Biology. Holt, Rinehart and Winston. Texas (Online) Purves dan Sadava. 2003. Life The Science of Biology 7th Edition. Sinauer Associates Inc. New York (Online) Singleton dan Sainsbury. 2006. Dictionary of Microbiology and Molecular Biology 3rd Edition. John Wiley and Sons. Sussex, England (Online)

Judul: Makalah Biologi

Oleh: Helena Levia


Ikuti kami