Makalah B.indo

Oleh Afriavinika Hanggialevi

129,7 KB 8 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Makalah B.indo

Kata pengantar Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala nikmatnya kami dapat menyusun makalah ini dengan sebaik-baiknya. Makalah yang berjudul “Pilihan Kata (Diksi)” disusun dalam rangka memenuhi salah satu tugas matakuliah Bahasa Indonesia yang dibawakan oleh Bapak Drs. Ahmar Kudadari, M.Hum. Penyusunan makalah ini tidak lepas dari campur tangan pihak-pihak yang telah berkontribusi secara maksimal. Meski demikian, kami selaku penulis meyakini masih banyak hal yang harus diperbaiki dalam penyusunan makalah ini, baik dari segi tata bahasa, tanda baca, dan sumber data. Sehingga dapat diharapkan kritik dan saran yang konstruktif dari para pembaca sekalian. Akhir kata, semoga makalah kami ini dapat memberikan manfaat untuk para pembaca dan kami khususnya sebagai penulis dari makalah ini. Medan, 13 November 2018 Penulis 1 Daftar isi Kata Pengantar......................................................................................................1 Daftar Isi...............................................................................................................2 Bab 1 PENDAHULUAN......................................................................................3 1.1 Latar Belakang................................................................................................3 1.2 Rumusan Masalah...........................................................................................3 1.3 Tujuan / Manfaat.............................................................................................3 Bab 2 PEMBAHASAN........................................................................................4 2.1 Pilihan Kata (Diksi)........................................................................................4 2.2 Kata dan Penggunaannya................................................................................4 2.3 Kelompok Kata...............................................................................................6 2.4 Makna Kata.....................................................................................................6 2.5 Makna Kata Berdasarkan Struktur Kata.........................................................8 2.6 Makna Kata Berdasarkan Konteks.................................................................8 2.7 Kaidah Karang-Mengarang.............................................................................9 2.8 Peraturan Selingkung......................................................................................9 2.9 Satuan..............................................................................................................9 2.10 Pasangan Kata.............................................................................................10 Bab 3 PENUTUP................................................................................................11 3.1 Kesimpulan...................................................................................................11 3.2 Saran.............................................................................................................11 Daftar Pustaka.....................................................................................................11 2 Bab 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Diksi atau tata cara pilihan kata sering sekali menjadi masalah yang sangat umum di masyarakat. Hal ini terjadi karena masih banyak penggunaan atau pemilihan kata yang digunakan hanya kata-kata yang sudah biasa digunakan saat melakukan percakapan. Sehingga menimbulkan kita memilih kata yang sebenarnya kurang tepat untuk digunakan. Penggunaan diksi sangat penting agar terciptanya komunikasi yang efektif. Hal itu dilakukan untuk menghindari kesalahpahaman saat berkomunikasi. Pemilihan kata yang tepat merupakan sarana pendukung dan penentu keberhasilan dalam berkomunikasi. Pilihan kata atau diksi bukan hanya soal pilih-memilih kata, melainkan lebih mencakup bagaimana pengaruh kata tersebut terhadap makna dan informasi yang ingin disampaikan. Pilihan kata tidak hanya digunakan dalam berkomunikasi namun juga digunakan dalam bahasa tulis (jurnalistik). Dalam jurnalistik pilihan kata mempengaruhi pembaca untuk mengerti. Dalam makalah ini, penulis berusaha menjelaskan mengenai pilihan kata (diksi) yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari baik dalam segi makna dan relasi, syarat ketepatan maupun kesesuaian pilihan kata. 1.2 Rumusan Masalah  Apa yang dimaksud dengan Diksi  Bagaimana pembagian Diksi atau Pemilihan Kata 1.3 Tujuan / Manfaat  Mengetahui pengertian dari Diksi dan mengaplikasikan di kehidupan sehari-hari  Mampu menggunakan bahasa yang tepat saat berkomunikasi serta menambah skill dalam berkomunikasi. 3 Bab 2 PEMBAHASAN 2.1 Pilihan Kata (Diksi) Bahasa adalah salah satu alat untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, dan kemauan dari seseorang kepada orang lain. Pada saat mengungkapkan pikiran, penulis atau pembicara harus mampu memilih kata atau kelompok kata yang tepat untuk mewakili pikiran, perasaan, dan kemauan yang ingin disampaikan kepada orang lain. Proses inilah yang dinamakan pilihan kata atau Diksi. Adapun syarat-syarat diksi yaitu : a. b. c. d. Tepat, kata yang dipilih harus sesuai (tepat). Saksama, kata yang dipilih harus teliti dan cermat. Lazim, kata sudah menjadi milik Bahasa Indonesia. Benar, kata harus sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia. 2.2 Kata dan Penggunaannya 1) Kata dan Digunakan untuk dua atau lebih kata sejajar di dalam satu kalimat. Contoh : Setiap mahasiswa harus membawa buku, pulpen dan KTM. 2) Kata atau Digunakan untuk menyatakan pilihan dari dua hal dalam satu kalimat. Contoh : Kau mau pulang atau tetap di sini? 3) Kata dari Kata dari memiliki dua makna, yaitu :  Dari bermakna asal. Contoh : kue bolu dibuat dari tepung roti.  Dari bermakna arah. Contoh : Joy datang dari Siantar ke Medan untuk menimbah ilmu. 4) Kata pada Digunakan untuk menunjukkan waktu. Contoh : Rahmah lahir pada tanggal 21 November 2000 5) Kata kepada Digunakan untuk menyatakan tujuan. Contoh : Dimas memberikan kado kepada Via. 6) Kata daripada Digunakan untuk membandingkan dua hal di dalam satu kalimat. Contoh : Daripada pergi bersama Deni lebih baik pergi bersama Egy. 4 7) Kata untuk Kata untuk mengandung dua makna, yaitu :  Untuk bermakna peruntukan. Contoh : Nanda memberikan bunga untuk Dinda.  Untuk bermakna keperluan. Contoh : Peta digunakan untuk petunjuk perjalanan. 8) Kata di Digunakan untuk menunjukkan tempat yang kongkret dan abstrak. Contoh : Dimas tetap di hati Via (abstrak) Egy kuliah di Universitas Sumatera Utara (kongkret) 9) Kata dengan Kata dengan bermakna cara. Contoh : dengan belajar sungguh-sungguh akhirnya kami bisa kuliah di Universitas Sumatera Utara. 10) Kata tetapi Kata tetapi mengandung makna berlawanan. Contoh : Rahma menyukai Tama tetapi Tama sangat tidak menyukainya. 11) Kata meskipun, walaupun, biarpun, dan kendatipun Digunakan dalam kalimat yang bermakna penolakan. Contoh :  Meskipun Joy memperbaiki tugasnya, saya yakin tidak akan diterima.  Walaupun aku tau dia menyukaiku, aku tetap tidak mau bicara dengannya.  Biarpun Dimas sudah minta maaf, Via tetap tidak mau memaafkannya.  Kendati ingin bertemu mengirim kabar saja tidak pernah. 12) Kata andaikan Kata andaikan menyatakan angan-angan. Contoh : Andaikan aku belajar lebih keras lagi, mungkin aku bisa kuliah di UGM. 13) Kata yaitu dan yakni Digunakan untuk menyatakan pemerincian sesuatu. Contoh : Perlengkapan yang harus dibawa, yaitu/yakni cangkol, ember, dan parang. 14) Kata antara Digunakan untuk menyatakan dua hal yang berbeda. Contoh : Dimas harus memilih antara kuliah atau kerja. 15) Kata antar Digunakan untuk dua hal yang sejajar atau sama. Contoh : Pertandingan antar-prodi di FISIP akan diadakan pada bulan oktober. 5 16) Kata Depan ke Digunakan untuk menyatakan tujuan. Contoh : Via akan pergi ke Singapura minggu depan. 17) Kata ialah dan adalah Digunakan untuk menjelaskan atau menguraikan tentang sesuatu. Contoh : Bahasa adalah/ialah alat komunikasi untuk menyampaikan pikiran, perasaan, dan kemauan dari seseorang kepada orang lain dengan menggunakan bunyi bahasa yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. 2.3 Kelompok Kata Kelompok kata (gabungan dua kata atau lebih) ada dua macam : 1) Kelompok kata dalam karya ilmiah yaitu kelompok kata yang tidak bermakna ganda. Contoh : Berdasarkan kepada, terdiri atas, berhubungan dengan, dengan demikian, tergantung kepada, oleh sebab itu, oleh karena itu. 2) Kelompok kata dalam karya sastra yaitu kelompok kata yang bermakna ganda (idiomatical). Contoh : Ringan tangan, panjang tangan, berhati baja, bermuka dua, mulut manis, muka tembok, murah hati. 2.4 Makna Kata 1) Makna Leksikal Merupakan makna kata dasar atau makna kata yang belum mengalami proses afiksasi. Contoh : Makan, Minum, Duduk. 2) Makna Gramatikal Merupakan makna kata yang sudah mengalami proses afiksasi. Contoh : Makanan, Minuman, Kedudukan. 3) Makna Denotasi atau Makna Sentral atau Makna Primer Merupakan makna yang jelas atau makna yang sebenarnya dari kata dasar atau kelompok kata. Contoh : Panjang tangan maka denotasinya seseorang ukuran tangannya panjang. 4) Makna Konotasi atau Makna Marginal atau Makna Sekunder Merupakan makna tambahan dari kata dasar atau kata bentukan atau kelompok kata. Contoh : Panjang tangan maka konotasinya suka mencuri. 5) Makna Sinonim Sinonim adalah dua kata berbeda yang memiliki arti yang sama. Contoh : Kata saat bersinonim dengan kata ketika 6   Kata saat digunakan untuk menyatakan waktu yang sama yang menyangkut tentang peristiwa yang baik dan yang buruk. Contoh : Deni memenangkan lomba gulat saat duduk dibangku kelas 2 SMA (informasi baik) Kata ketika digunakan untuk menyatakan waktu yang sama dan tidak menyangkut peristiwa yang baik atau yang buruk. Contoh : Ketika saya tanya, ia sedang termenung. 6) Makna Antonim Dua kata yang mengandung makna berlawanan atau bertentangan. Contoh : Kata besar lawannya kecil. 7) Makna Kata Khusus Merupakan makna kata yang mengacu pada suatu benda tertentu. Contoh : Melati, kata melati khusus digunakan untuk satu nama bunga. 8) Makna Kata Umum Merupakan kata yang mengacu pada satu kelompok benda tertentu dan masih mempunyai bagian-bagian tersendiri. Contoh : Bunga, kata bunga mempunyai beberapa bagian seperti bunga melati, bunga mawar, bunga anggrek, dan lain lain. 9) Makna Kata Homonim Merupakan makna kata yang memiliki makna ganda (memiliki lebih dari satu arti). Contoh :  Ia bisa berbahasa inggris. (Kata bisa dalam kalimat tersebut bermakna dapat)  Ia terkena bisa ular. (Kata bisa dalam kalimat tersebut bermakna racun) 10) Makna Kata Polisemi Merupakan makna kata yang memiliki beberapa arti. Contoh :  Taman rumahnya banyak ditumbuhi bunga (bermakna tanaman)  Via di kenal sebagai bunga desa (bermakna kecantikan) 11) Makna Kata Meluas Makna kata yang sekarang lebih luas cakupannya daripada makna yang lama. Contoh :  Berlayar (dulu) Kata berlayar dulu memiliki makna bergerak di laut menggunakan kapal atau perahu.  Berlayar (sekarang) Kata berlayar sekarang memiliki makna mengarungi lautan dengan alat apa saja. 7 12) Makna Kata Menyempit Makna kata yang dulu lebih luas cakupannya dibanding sekarang. Contoh :  Sarjana (dulu) Kata sarjana dulu digunakan untuk semua orang yang cendikiawan, walaupun tidak mengikuti pendidikan di perguruan tinggi.  Sarjana (sekarang) Kata sarjana sekarang digunakan hanya untuk orang yang sudah menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi. 13) Makna Kata Amelioratif Makna kata yang baru dianggap lebih tinggi atau lebih sopan dibandingkan makna yang dulu. Contoh : Perempuan (dulu), wanita (sekarang) 14) Makna Kata Penyoratif Makna kata yang lama dianggap lebih tinggi atau lebih sopan dibandingkan makna yang sekarang. Contoh : Istri (dulu), Bini (sekarang) 2.5 Makna Kata Berdasarkan Struktur Kata Struktur kata Bahasa Indonesia menggunakan hukum diterangkan dan menerangkan (DM). Ada beberapa kata, yang jika dirubah strukturnya tetap menggunakan hukum DM, Contohnya : 1. Hutan keladi dengan keladi hutan D M D M 2. Keong racun dengan racun keong D M D M 3. Kota perbatasan dengan perbatasan kota D M D M 4. Contoh rumah dengan rumah contoh D M D M 2.6 Makna Kata Berdasarkan Konteks Makna kata sangat bergantung pada kalimat atau konteks. Contoh :  Harga produk di perusahaan kami dengan perusahaan tetangga amat bersaing. Penjelasan : Bersaing dalam kalimat di atas mejelaskan bahwa harga produk Antar-perusahaan saling menekan lebih murah guna menarik pelanggan. 8  Mutu produk di perusahaan kami dengan perusahaan tetangga amat bersaing. Penjelasan : Bersaing dalam kalimat diatas menjelaskan bahwa kedua perusahaan saling meninggikan/menaikkan mutu produknya guna menarik pelanggan. 2.7 Kaidah Karang-Mengarang Untuk mengungkapkan pikiran, pilihan kata digunakan sesuai dengan jenis karya yang dibuat. Adapun jenis-jenis karya yaitu sebagai berikut : 1) Karya Ilmiah Karya tulis yang dibuat berdasarkan analisis fakta dan analisis logika dari satu objek dan diungkapkan dengan bahasa yang baku atau standar serta kalimat efektif. 2) Karya Sastra Karya sastra yang dibuat berdasarkan khayalan atau imajinasi pengarang dan menggunakan bahasa tidak baku atau tidak standar supaya terasa lebih menimbulkan rasa keindahan bagi pembacanya. 2.8 Peraturan Selingkung Merupakan pedoman tata cara penulisan atau biasa disebut peraturan khusus yang dibuat oleh satu instansi atau badan yang menerbitkan surat kabar, majalah, jurnal, dsb. Peraturan ini mengarah kepada teknis dan menyangkut kebahasaan, harus tuduk kepada tata bahasa Indonesia, Pedoman ejaan, dan pedoman pembentukan istilah. Peraturan selingkung pasti memiliki perbedaan atau ciri khas di instansi atau penerbit yang berbeda. 2.9 Satuan Untuk menyatakan satuan di dalam bahasa Indonesia tidak sama antara satu benda dengan benda lain, tergantung pada benda yang dinyatakan tersebut. Contoh : No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. Satuan Sebatang rokok Sebelah mata Seberkas cahaya Sebiji kopi Sebilah pisau Sebongkah batu Sebotol anggur Sebuah mangga Sebutir telur Secangkir kopi Secarik kertas Seekor ayam No. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 9 Satuan Sejanjang sawit Sekaleng susu Sekedip mata Sekotak indomie Sekuntum bunga Selembar kertas Seorang manusia Sepasang sepatu Separuh perjalanan Sepatah kata Sepotong roti Serol kawat 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. Segelintir umat Segeram emas Segulung terpal Segumpal daging Sehelai rambut Seikat kangkung Sejengkal tanah 32. 33. 34. 35. 36. 37. 38. Setandan pisang Setengah abad Setetes air Setitik darah Setumpuk jerami Setungkul benang Seutas tali 2.10 Pasangan Kata Ada beberapa kata di dalam bahasa Indonesia yang sudah mempunyai pasangan tetap atau tersendiri di dalam pemakaiannya. Contoh : No . 1. 2. 3. 4. 5. Kata Pasangannya Raja Pahlawan (dalam pertempuran) Manusia biasa Penjahat (diserang) Hewan dan tumbuh-tumbuhan Wafat/Mangkat Gugur Meninggal dunia Tewas Mati 10 Bab 3 PENUTUP 3.1 Kesimpulan Berdasarkan informasi diatas, dapat disimpulkan bahwa ketepatan pilihan kata dipengaruhi oleh kemampuan pengguna bahasa dalam memahami, mengetahui, dan menguasai bahasa Indonesia yang baik dan benar. 3.2 Kritik dan Saran Masyarakat masih enggan mengikuti tata bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam berkomunikasi di kehidupan sehari-hari, masyarakat lebih sering menggunakan tata bahasa yang salah. Seharusnya masyarakat berpedoman pada EYD agar tidak ada lagi kesalahan pemilihan kata dalam berkomunikasi. Dengan mempelajari diksi diharapkan masyarakat mampu menyampaikan gagasan yang mudah dipahami dengan baik. Daftar Pustaka Tantawi, Isma, 2013. Terampil Berbahasa Indonesia, Citapustaka Media Perintis, Bandung. 11

Judul: Makalah B.indo

Oleh: Afriavinika Hanggialevi


Ikuti kami