Makalah Fix.docx

Oleh Ika Sari

2,4 MB 8 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Makalah Fix.docx

MAKALAH PRAKTIKUM IPA DI SD MODUL 9 BUMI DAN ALAM SEMESTA UDARA DAN BATUAN OLEH: NAMA : IKA DESIANA SARI NIM : 836874065 POKJAR : GENTAN (S1 PGSD BI) MODUL 9 BUMI DAN ALAM SEMESTA UDARA DAN BATUAN A. Dasar Teori Bumi merupakan bagian dari tata surya, keunikan bumi dibandingkan planet lain dalam tata surya kita adalah bumi memiliki kehidupan, air, udara, dan permukaan yang terus menerus berubah, termasuk lapisan tipis kerak bumi yang berbatuan di bawah kaki kita. Udara merupakan bagian terluar dari bumi yang memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan manusia di bumi. Pada hakikatnya makhluk hidup perlu oksigen. Jumlah oksigen di udara kurang lebih hanya 20% dari keseluruhan udara yang ada. Oleh sebab itu kita harus berhati-hati dalam memelihara keberadaan udara tersebut, agar makhluk hidup tidak kesulitan mendapatkan udara. Di samping ituudara yang bergerak memberikan banyak manfaat pada kehidupan manusia. Penyebab utama dari gerakan udara adalah perbedaan suhu. Perbedaan suhu menyebabkan timbulnya perbedaan tekanan udara, sehingga terjadi gerakan udara dari daerah bertekanan tinggi menuju daerah bertekanan rendah. Gerakan udara pada arah horizontal selalu disebabkan oleh selisih tekanan yang disebut angin. Angin mempunyai sifat meratakan tekanan udara sehingga semakin tinggi selisih tekanan udaranya, semakin kuat juga aliran anginnya. Melalui udara yang bergerak, pemanfaatan udara banyak dimanfaatkan manusia, terutama sebagai pembangkit tenaga atau sumber energi, seperti baling-baling, parasut, dan pesawat. Sedangkan dalam kaitannya dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, udara dapat juga dimanfaatkan untuk peluncuran roket ruang angkasa yang berguna dalam penyelidikan kehidupan di ruang angkasa. Ketika bahan bakar dalam roket dibakar, terbentuklah gas panas. Gas inilah yang akan menyebabkan dorongan yang kuat sehingga roket terdorong ke atas. Demikian pula dengan batuan yang terdapat pada kulit bumi atau kerak bumi. Batuan merupakan kumpulan mineral-mineral hasil produk alam yang banyak kegunaannya untuk makhluk hidup. Suatu batuan biasanya berisi dua mineral atau lebih, tetapi suatu mineral tunggal bisa dianggap sebagai batuan jika mineral itu berada dalam ukuran yang cukup besar. Contoh batuan mineral tunggal adalah belerang, kuarsit, dan gifsum. Batuan dan mineral bisa saling terkelompokkan tanpa terasa, seperti dalam batu bara yang merupakan bahan organik yang dipandang sebagai jenis batuan. Jenis batuan dapat diklasifikasikan berdasarkan massa jenisnya dikarenakan batuan memiliki massa dan menempati ruang. Untuk menentukan massa jenis sebuah benda diperlukan dua besaran yaitu massa dan volume benda. Jika lambang masa jenis rho (ρ), massa (m), dan volume (v) maka rumus untuk massa jenis dapat dinyatakan dengan: ρ= m v Massa benda diukur dalam kilogram (kg), volume diukur dalam meter kubik (m3), sehingga satuan untuk massa jenis adalah kg/ m 3. Sedangkan berdasarkan asal usul terbentuknya batuan diklasifikasikan menjadi tiga kelompok, yaitu batuan beku, batuan sedimen, dan batuan metamorf. Semua batuan dan mineral diyakini berasal dari dalam magma, yakni batuan leleh yang ada dalam kantung-kantung yang sangat dalam di dalam kerak bumi. Oleh karena itu, siklus batuan bermula dari pembentukan batuan beku. Batuan beku terjadi karena magma yang membeku sedangkan batuan sedimen terbentuk dari batuan beku luar yang menerima gaya eksogen (gaya luar) seperti air, angina, sinar matahari. Batuan beku dan batuan sedimen dapat berubah menjadi batuan malihan atau batuan metamorf karena pengaruh panas yang tinggi dan tekanan yang sangat besar. B. Kegiatan Praktikum 1. Kegiatan Praktikum Udara a. Pembakaran Memerlukan Udara Gambar hasil pengamatan (dokumen pribadi): 1. Dua buah lilin masing-masing diletakkan pada sebuah wadah, diletakkan diatas meja. Lilin satu dengan satunya berjarak 30cm. 2. Lilin dinyalakan 3. Satu lilin ditutup dengan gelas 4. Beberapa saat kemudian nyala lilin meredup 5. Lilin yang ditutup gelas padam Data hasil pengamatan: No. 1. 2. 3. 4. 5. Selang waktu sampai lilin mati (t) ± 732 ± 745 ± 766 ± 738 ± 773 Pembahasan: Dari hasil pengamatan, setelah beberapa saat ± 7 detik, lilin yang ditutup gelas padam. Hal tersebut karena udara di dalam gelas habis untuk melakukan proses pembakaran. Lilin yang tidak ditutup tetap menyala, karena udara tersedia dan tidak dibatasi untuk melakukan pembakaran. Kesimpulan: Dari kegiatan tersebut dapat disimpulkan bahwa pembakaran memerlukan udara b. Udara Menekan dari Tekanan Tinggi ke Tenakan Rendah Gambar hasil pengamatan (dokumen pribadi): 1. Liln diletakkan pada suatu wadah dan ditaruh di atas meja 2. Lilin dinyalakan 3. Air dituangkan dalam wadah sesuai batas yang sudah ditandai pada wadah (2 cm) 4. Wadah lilin sudah terisi air sedalam 2 cm. Perrmukaan air di dalam gelas Permukaan air di luar gelas 5. Lilin ditutup gelas, beberapa saat 6. Ketika gelas akan diangkat, terasa lilin padam berat, terlihat bahwa air di dalam gelas lebih tinggi dari air di luar gelas Hasil pengamatan: - Lilin padam dalam waktu ± 5 detik. - Permukaan air di dalam gelas lebih tinggi dari permukaan air di luar gelas Pembahasan Dari hasil pengamatan, terlihat bahwa air di dalam gelas, permukaannya lebih tinggi dari permukaan air di luar gelas. Hal tersebut karena ketika lilin di tutup gelas, udara di dalam gelas memuai. Udara yang memuai menjadi lebih ringan, sehingga udara bergerak ke atas. Udara yang bergerak ke atas karena memuai, menyebabkan tekanan udara rendah. Udara yang belum memuai bergerak ke bawah. Di atas mangkok udara menjadi panas lagi dan naik kembali. Aliran naiknya udara panas, dan turunnya udara dingin, disebut konveksi. Permukaan air di dalam gelas lebih tinggi dari permukaan air di luar gelas, karena udara di dalam gelas memuai, sehingga kerapatan udara berkurang, kerapatan udara berkurang menyebabkan tekanannya kecil. Sedangkan udara di luar gelas tekanannya lebih tinggi, karena tidak memuai oleh nyala lilin dalam gelas, sehingga udara lebih rapat dan tekanan lebih tinggi. Tekanan tersebut menekan udara di luar permukaan gelas menuju permukaan air dalam gelas, sehingga permukaan air di dalam gelas menjadi lebih tinggi. Kesimpulan: Udara dapat mengalir yang disebut dengan konveksi. Udara mengalir atau bergerak dari tekanan tinggi ke tekanan rendah. Ketika udara terkena panas, udara akan memuai, menyebabkan tekanan menjadi lebih kecil. c. Udara sebagai Sumber Energi Gambar hasil pengamatan (dokumen pribadi): tali 1. Tali dibentangkan sepanjang 1,5 meter 2. Alat dan bahan dirangkai seperti pada cara kerja di buku modul praktikum IPA di SD 3. Ikatan pada balon dilepas, maka balon bergerak menuju ke ujung tali 4. Balon sampai di ujung tali dalam waktu 0116 detik Data hasil pengamatan: - Balon mengelami perubahan bentuk, dari yang semula kecil menjadi besar karena berisi udara dari hasil meniup - Balon yang dilepas ikatannya bergerak menuju ujung tali dalam waktu 0116 detik. - Sampai di ujung, balon menjadi kempis - Ketika selongsong bolpoin diganti dengan yang terbuat dari logam, balon bergerak lambat. Pembahasan: Balon yang mengalami perubahan bentuk ketika sebelum dan sesudah ditiup, karena udara yang dihembuskan dapat memenuhi ruangan seisi balon, sehingga balon menjadi mengembung. Bergeraknya balon dari ujung menuju ujung, karena dorongan yang dikeluarkan oleh angin di dalam balon. Tekanan udara di dalam balon lebih tinggi dari tekanan udara di luar balon. Hal tersebut dapat dirasakan dari keras lemahnya balon yang sudah ditiup udara. Semakin keras balon yang berisi udara, semakin besar tekanannya. Ketika ikatan balon dilepas, udara bergerak keluar (tekanan rendah), sehingga mendorong balon bergerak ke depan. Karena udara di dalam balon sudah habis, maka sampai di ujung tali balon menjadi kempis. Balon bergerak lebih lambat ketika selongsong bolpoin diganti dengan yang terbuat dari logam. Hal tersebut karena logam lebih berat dari selongsong plastik. Kesimpulan: Udara dapat menjadi energi untuk menggerakkan benda. Pertanyaan: Jawaban: 1. Mengapa lilin yang menyala ketika Lilin yang menyala kemudian ditutup gelas ditutup gelas akan padam? Jelaskan! akan padam karena tidak ada udara untuk membantu proses pembakaran, sehingga lilin menjadi padam 2. Bagaimana anda dapat menunjukkan Udara memenuhi ruangan dapat ditunjukkan bahwa udara memenuhi ruangan? ketika meniup balon, memompa ban sepeda, 3. Bagaimana anda dapat menjelaskan kepada siswa bahwa udara bergerak dari tempat yang bertekanan tinggi ke tempat yang bertekanan rendah? 4. Jelaskan apa yang dimaksud udara sebagai sumber energi? memompa ban pelampung. Udara bergerak dari tempat yang bertekanan tinggi ke tempat yang bertekanan rendah dibuktikan dengan padamnya lilin yang ditutup gelas (hampa udara), karena udara menekan dari tekanan tinggi ke tempat bertekanan rendah Udara sebagai sumber energi ketika udara dapat digunakan untuk menggerakkan benda yang lain. Contoh: ketika udara dapat mendorong roket ke luar angkasa karena tekanan udara yang tinggi sehigga dapat medorong roket meluncur keluar atmosfer bumi. 2. Kegiatan Praktikum Batuan a. Jenis batuan No . 1. 2. 3. 4. Jenis Batuan Massa (kg) 0,028 0,58 0,32 0,95 Volume (m3) Massa jenis (kg/m3) Batu apung 0,10 0,28 Batu Basalt 0,20 2,9 Konglomerat 0,25 1,28 Batu 0,15 6,33 gamping 5. Batu sabak 0,73 0,28 2,61 1) Sebutkan jenis-jenis batuan! Jawab: a. batuan beku: batu apung, batu granit, batu obsidian, batu basalt b. batuan sedimen: batu konglomerat, batu gamping, batu breksi, batu serpih c. batuan metamorf: batu pualam, batu sabak 2) Jelaskan ciri-ciri dari masing-masing jenis batuan tersebut! Jawab: Ciri masing-masing batuan: No. Batuan 1. Batu apung Ciri Gambar Jika dimasukkan ke dalam air tidak tenggelam (mengapung), kebanyakan berwarna putih berbintikbintik hitam, ringan dan rapuh 2. Batu basalt Terdiri atas Kristal-kristal kecil, berwarna hitam dan padat 3. Batu Material kerikil-kerikil konglomerat bulat, batu-batu dan pasir yang melekat satu sama lain, warna kelabu keputihan 4. Batu gamping Warna putih kekuningan, sedikit rapuh, membentuk gas CO2 ketika ditetesi asam 5. Batu sabak Berwarna abu-abu kehijauan, berlapis-lapis membentuk lempengan tipis 3) Mungkinkah suatu jenis batuan dapat berubah menjadi jenis batuan yang lain? Jelakan! Jawab: suatu batuan dapat berubah menjadi jenis batuan yang lain karena proses metamorfisme yaitu berubahnya satu jenis batuan menjadi batuan lain karena pengaruh panas atau temperature tinggi, tekanan yang besar, dan perubahan kimia. b. Karakteristik batuan Tabel reaksi batuan No. Jenis batuan Karakteristik batuan* 1. Batu gamping Membentuk gas karbondioksida (CO2) 2. Basal Membentuk gelembung-gelembung gas 3. Batu pualam Mengeluarkan bunyi mendesis *) catatan: hal-hal yang terjadi setelah ditetesi aki c. Gambar batuan No. Jenis batuan Batuan beku 1. Batu apung 2. Basalt 3. Obsidian (sumber: http://www.sindopos.com/2015/02/batuobsidian-batu-alam-yang-multi.html?m=1 ) Ciri utama Cara terbentuknya Jika dimasukkan ke dalam air tidak tenggelam (mengapung), kebanyakan berwarna putih berbintik-bintik hitam, ringan dan rapuh Terdiri atas Kristalkristal kecil, berwarna hitam dan padat Dari pendinginan magma yang sangat cepat sehingga banyak mengeluarkan gelembung gas Dari pendinginan lava yang mengandung gelembung gas, tetapi gasnya telah menguap Hitam seperti kaca, Terbentuk dari tidak ada Kristal- lava permukaan kristal yang mendingin dengan cepat 4. Granit Terdiri atas Kristalkristal kasar, warna putih sampai abuabu, kadang-kadang jingga Dari pendinginan magma secara lambat di bawah permukaan bumi (sumber: http://candycoffin.blogspot.com/2014/05/contohbatuan-beku.html?m=1 ) 5. Batu diorite (sumber: http://artikelmateri.blogspot.com/2015/12/jenismacam-batuan-beku-sedimen-metamorf-gambarcontoh.html?m=1 ) Batu sedimen 1. Konglomerat 2. Breksi Kelabu berampur Dari hasil putih atau hitam peleburan lantai bercampur putih samudra yang bersifat mafic pada suatu subduction zone, biasanya diproduksi pada busur lingkaran vulkanis, dan membentuk suatu gunung di dalam cordilleran Material kerikilkerikil bulat, batubatu dan pasir yang melekat satu sama lain, warna kelabu keputihan Dari bahanbahan yang lepas karena gaya beratnya menjadi terpadatkan dan terikat Gabungan pecahan- Terbentuk pecahan yang berasal karena bahan- dari letusan gunung bahan ini berapi terlempar tinggi ke udara dan mengendap di suatu tempat (sumber: http://artikelmateri.blogspot.com/2015/12/jenismacam-batuan-beku-sedimen-metamorf-gambarcontoh.html?m=1 ) 3. Batu pasir Tersusun dari butiran-butiran pasir, warna abu-abu kuning, merah Dari bahanbahan yang lepas karena gaya beratnya menjadi terpadatkan dan terikat Warna putih kekuningan, sedikit rapuh, membentuk gas CO2 ketika ditetesi asam Daricangkang binatang lunak, seperti siput, kerang, dan binatang laut yang telah mati. Rangkanya yang terbuat dari kapur tidak akan musnah, tapi memadat dan membentuk batu kapur Campuran warna berbeda-beda, mempunyai pita-pita warna, Kristalkristalnya sedang sampai kasar, bila ditetesi asam akan mengeluarkan bunyi mendesis, keras, dan Terbentuk bila batu kapur mengalami perubahan suhu dan tekanan tinggi (sumber: http://artikelmateri.blogspot.com/2015/12/jenismacam-batuan-beku-sedimen-metamorf-gambarcontoh.html?m=1 ) 4. Batu gamping Batu metamorf 1. Batu marmer (sumber: http://artikelmateri.blogspot.com/2015/12/jenismacam-batuan-beku-sedimen-metamorf-gambarcontoh.html?m=1 ) 2. Batu sabak mengkilap jika dipoles Berwarna abu-abu kehijauan, berlapislapis membentuk lempengan tipis Terbentuk bila batu serpih terkena suhu dan tekanan tinggi d. Klasfikasi batuan Tabel klasifikasi batuan No. 1. Batuan beku Asal batuan 2. Batuan sedimen 3. Batuan metamorf 4. Mineral No. Pertanyaan 1. Sebutkan jenis-jenis batuan! 2. 3. Contoh Batu apung, basalt, obsidian, granit, diorit Batu konglmerat, batuu breksi batu pasir, batu gamping Batu marmer/pualam, batu sabak Grafit, galena, cavkapirik, hematit, magnetit Jawaban a. Batuan beku b. Batuan sedimen Batu apung, basalt, obsidian, granit, diorit Batu konglmerat, batuu breksi batu pasir, batu gamping c. Batuan Batu marmer/pualam, metamorf batu sabak Jelaskan faktor-faktor apa yang Faktor-faktor yang membedakan jenis dapat membedakan jenis batuan! batuan adalah: a. Pembekuan magma dan lava b. Pengendapan (sedimentasi) c. Perubahan panas dan tekanan Mungkinkah suatu jenis batuan Suatu jenis batuan dapat berubah dapat berubah menjadi jenis menjadi jenis batuan lain karena batuan yang lain? Jelaskan! metamorfisme yaitu berubahnya jenis batuan menjadi batuan lainnya karena pengaruh panas atau temperature tinggi, tekanan besar dan perubahan kimia Daftar pustaka Maman Rumanta, dkk. 2014. Praktikum IPA di SD. Tangerang Selatan: Universitas Terbuka. Sindo Pos. 2015. Batu Obsidian. Diakses dari http://www.sindopos.com/2015/02/batu-obsidian-batu-alam-yang-multi.html? m=1 pada tanggal 22 Mei 2017 Unknown. 2015. Jenis Macam Batuan Beku, Sedimen, dan Metamorf. Diakses dari http://artikelmateri.blogspot.com/2015/12/jenis-macam-batuan-bekusedimen-metamorf-gambar-contoh.html?m=1 pada tanggal 22 Mei 2017

Judul: Makalah Fix.docx

Oleh: Ika Sari


Ikuti kami