Makalah Granulometri.docx

Oleh Arda Bagus

246,9 KB 7 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Makalah Granulometri.docx

LABORATORIUM SEDIMENTOLOGI, STRATIGRAFI, DAN GEOLOGI BAWAH PERMUKAAN PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS ILMU DAN TEKNOLOGI KEBUMIAN LAPORAN PRAKTIKUM MODUL GRANULOMETRI ARDA BAGUS M (12016023) Shift : Rabu, 13.00-15.00 ASISTEN : 1. NADIRA NANDA 2. LUVIAN ELSANDY P (12015061) (12015065) FAKULTAS ILMU DAN TEKNOLOGI KEBUMIAN INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG 2017 1 DAFTAR ISI SAMPUL … … … … … … … … … … … … … … … … … … … … 1 DAFTAR ISI … … … … … … … … … … … … … … … … … … .. 2 DAFTAR TABEL … … … … … … … … … … … … … … … … …. 3 DAFTAR GAMBAR … … … … … … … … … … … … … … … …. 3 BAB 1 Pendahuluan … … … … … … … … … … … … … … … … .. 4 1.1 Latar Belakang … … … … … … … … … … … … … … … … .4 1.2 Rumusan Masalah … … … … … … … … … … … … … … … .4 1.3 Tujuan … … … … … … … … … … … … … … … … … … … 4 BAB 2 Dasar Teori … … … … … … … … … … … … … … … … …. 5 BAB 3 Mekanisme Pengumpulan Data … … … … … … … … … … … 7 3.1 Metode … … … … … … … … … … … … … … … … … … ….7 3.2 Alat dan Bahan … … … … … … … … … … … … … … … … ..7 3.3 Diagram Alir Kerja … … … … … … … … … … … … … … …..7 3.4 Lampiran Data … … … … … … … … … … … … … … … … …8 BAB 4 Analisis dan Pembahasan … … … … … … … … … … … … ... 9 BAB 5 Penutup … … … … … … … … … … … … … … … … … … 11 5.1 Simpulan … … … … … … … … … … … … … … … … … … ..11 5.2 Saran … … … … … … … … … … … … … … … … … … … ...11 DAFTAR PUSTAKA … … … … … … … … … … … … … … … … .. 12 2 DAFTAR TABEL Tabel 3.1 Pengukuran dan Pengolahan Data … … … … … … … … … … … … … … … 8 DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Model Kurva Kurtosis dalam Sand Sieve Analysis (Anderson) … … … … … 5 Gambar 2.2 Model Kurva Skewness dalam Sand Sieve Analysis (Anderson) … … … … . 6 Gambar 3.1 Mekanisme Akuisisi Data dalam Modul Granulometri … … … … … … … .. 7 Gambar 4.1 Grafik Histogram … … … … … … … … … … … … … … … … … … … . 9 Gambar 4.2 Grafik Distribusi Ukuran Butir … … … … … … … … … … … … … … … 10 Gambar 4.3 Grafik Probabilitas Frekuensi Kumulatif … … … … … … … … … … … …10 3 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam analisis bidang sedimentologi, proses dari suatu sedimentasi adalah hal yang wajib diketahui. Ukuran butir serta distribusinya dapat mencerminkan proses terbentuknya suatu material sedimen serta pengendapan yang terjadi. Ukuran butir dari sedimen dapat diukur berdasarkan estimasi visual. Salah satu metode yang digunakan dalam analisis untuk mengetahui proses pengendapan yang dialami suatu batuan adalah analisis granulometri melalui sand sieve system. 1.2 Rumusan Masalah 1.2.1 Bagaimana distribusi ukuran butir pada sampel GL-GBR? 1.2.2 Ada berapa proses yang terlibat pada pengendapan sampel GL-GBR? 1.2.3 Apa lingkungan pengendapan sampel GL-GBR? 1.3 Tujuan Penelitian 1.3.1 Menentukan distribusi ukuran butir sampel GL-GBR 1.3.2 Menentukan jumlah proses yang terlibat pada pengendapan sampel GL-GBR 1.3.3 Menentukan lingkungan pengendapan sampel GL-GBR 4 BAB 2 DASAR TEORI Analisis granulometri adalah suatu metode analisis dengan ukuran butir sebagai perhatian utama dari analisisnya. Analisis ini umum digunakan dalam bidang keilmuan yang berhubungan dengan tanah dan sedimen. Dalam analisis ini ada beberapa hal yang biasa dilakukan yakni pengukuran mean, pengukuran standard deviasi, pengukuran skewness dan kurtosis. Pada analisis granulometri ini, metode yang digunakan adalah sand sieve system. Sieve-sieve disusun sesuai dengan urutan diameter mesh yang semakin ke bawah semakin kecil. Metode ini cepat dan efektif karena yang diukur adalah ukuran maksimal dari butiran. Metode ini berguna untuk sampel batuan sedimen klastik, terutama sampel yang diuji pada praktikum, batupasir. Penyajian data bisa dalam dua bentuk, yakni data statistik dan data grafik. Data statistik menampilkan mean, median, modus, dan deviasi. Sedangkan data grafik menampilkan histogram bentuk ketajaman puncak grafik (kurtosis) apakah termasuk platykurtic atau leptokurtic dan ukuran apakah cenderung halus atau kasar (skewness) apakah termasuk positif skewness ataukah negative skewness. Selain itu, data grafik dapat menunjukan break pada grafik probabilitas yang mengintepretasikan jumlah proses-proses yang terlibat selama pembentukan batupasir sampel. Kurtosis adalah nilai statistik yang menunjukkan derajat kelancipan dari suatu grafik yang merupakan penyebaran distribusi sampel, semua sifat tersebut digunakan untuk mendeskripsi distribusi frekuensi. Gambar 2.1 Model Kurva Kurtosis dalam Sand Sieve Analysis (Anderson) Skewness adalah penyimpangan distribusi ukuran butir terhadap distribusi normal. Distribusi normal adalah suatu distribusi ukuran butir di mana pada bagian tengah dari sampel mempunyai 5 jumlah butiran paling banyak. Apabila dalam suatu distribusi ukuran butir berlebihan partikel kasar, maka skewness bernilai negatif, apabila dalam suatu distribusi ukuran butir berlebihan partikel halus, maka skewness bernilai positif. Gambar 2.2 Model Kurva Skewness dalam Sand Sieve Analysis (Anderson) 6 BAB 3 MEKANISME PENGUMPULAN DATA 3.1 Metode yang Digunakan Pada analisis granulometri ini, metode yang digunakan adalah sand sieve system. Sieve-sieve disusun sesuai dengan urutan diameter mesh yang semakin ke bawah semakin kecil. Metode ini cepat dan efektif karena yang diukur adalah ukuran maksimal dari butiran. Metode ini berguna untuk sampel batuan sedimen klastik, terutama sampel yang diuji pada praktikum, batupasir. 3.2 Alat dan Bahan Alat-alat yang digunakan selama praktikum: 2 3 4 5 6 7 1 set sieve (mesh) sebagai pengayak dengan ukuran mesh 4, 6, 8, 12, 16, 20, 30, 40, 50, 70, 100, 140, 200, 325 Neraca untuk menimbang berat sampel Workstation Wadah sampel dari kertas Sikat gigi untuk membersihkan mesh Lembar kerja Bahan yang digunakan adalah 100 gram pasir 3.3 Diagram Alir Pengumpulan Data Gambar 3.1 Mekanisme Akuisisi Data dalam Modul Granulometri 7 3.4 Lampiran Data Berikut ini adalah data-data yang terkumpul melalui hasil percobaan serta pengolahan 1 2 3 4 5 No. Mesh 4 6 8 12 16 6 20 7 30 8 40 9 50 10 70 11 100 12 140 13 200 14 325 No Diameter (mm) 4,75 3,36 2,36 1,68 1,18 φ Berat (g) 1,5 1,2 6 14,45 25,17 Frekuensi (%) -2,24793 1,5 -1,74846 1,2 -1,23879 6 -0,74846 14,45 -0,23879 25,17 0,23446 0,85 24,57 24,57 5 0,73696 0,6 16,21 16,21 6 1,23446 0,425 7,42 7,42 5 1,73696 0,3 0,17 0,17 6 2,23786 0,212 0,73 0,73 4 2,73696 0,15 0,24 0,24 6 3,23786 0,106 0,11 0,11 4 3,73696 0,075 0,08 0,08 6 4,47393 0,045 0,09 0,09 1 Tabel 3.1 Data Pengukuran dan Pengolahan Frek. Kumulatif (%) 1,5 2,7 8,7 23,15 48,32 72,89 89,1 96,52 96,69 97,42 97,66 97,77 97,85 97,94 8 BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN Pada praktikum granulometri ini, sampel yang diamati memiliki kode GL-GBR dengan berat awal sampel yang digunakan adalah 100 gram dan setelah pengayakan dengan siever dan penimbangan ulang didapatkan berat sampel baru 97,99 gram. Hal itu berarti bahwa berat sampel yang hilang adalah 2,01 gram ( dapat dilihat pada bagian 3.4). Ketidakakuratan hasil diakibatkan beberapa factor, antara lain saat membersihkan mesh masih kurang bersih (menyisakan debu-debu), serta ketelitian dalam menimbang sampel dan wadah sampel. Setelah dibuat histogram yang merupakan fungsi antara skala phi dan persen didapatkan bahwa modusnya ada 1, data ini memiliki tipe unimodal. Histogram 30 25 20 15 10 5 0 Histogram 9 4 2 6 6 3 6 2 1 9 1 9 1 1 3 5 0 4 0 8 7 1 4 0 3 7 1 1 70 2 62 0 3 7 0 6 6 2 9 8 8 6 62 9 88 6 62 3 24 4 4 0 5 0 8 3 6 6 1 0 1 0 1 3 1 3 2 3 3 8 5 9 3 3 0 5 9 5 5 3 6 9 4 1 2 53 5 94 8 30 5 9 4 8 3 0 5 9 4 1 8 8 5 27 61 86 12 68 52 55 65 65 63 65 63 65 31 79 484 387 846 878 4 46 6 96 344 369 378 36 9 37 8 36 9 73 9 4 .2 .7 .2 4 3 3 3 .2 .7 .2 .7 .2 .7 .4 -2 -1 -1 -0.7 -0.2 0.2 0.7 1 1 2 2 3 3 4 Gambar 4.1 Grafik Histogram Dari data pada tabel 3.1 didapatkan modus saat phi-nya -0,23879, dengan ukuran diameter mesh 1,18 mm, dengan berat 25,17 gram. Grafik selanjutnya adalah grafik antara persentase dan berat butir. Hal ini menunjukkan distribusi ukuran butir. Selain itu, grafik ini dapat menunjukkan nilai skewness dan kurtosis. Dalam grafik dapat dilihat bahwa data ini leptokurtic (meruncing), yang artinya distribusi butirnya tidak merata dan paling banyak berada pada phi -0,23879. Selain itu, grafik ini memiliki nilai Skewness positif, yang menandakan kecenderungan butirannya kasar. Dari dua hal tadi dapat disimpulkan bahwa sampel ini dulunya arus pengendapannya lower flow regime. 9 Distribusi Ukuran Butir 30 25 20 Distribusi Ukuran Butir 15 10 5 -3 -2 -1 0 0 1 2 3 4 5 Gambar 4.2 Grafik Distribusi Ukuran Butir Grafik selanjutnya adalah grafik frekuensi kumulatif. Kurva probabilitas ini menunjukkan phi sebagai sumbu X dan persentase kumulatif sebagai sumbu Y. Dari plot garisnya kita dapat mengetahui bahwa jumlah proses yang terlibat selama proses sedimentasi ada dua. Grafik Probabilitas -3 -2 -1 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 Frekuensi Kumulatif 0 1 2 3 4 5 Gambar 4.3 Grafik Probabilitas Frekuensi Kumulatif 10 BAB 5 PENUTUP 5.1 Simpulan - Dengan melihat data statistik dan grafik pada bagian sebelum ini, diketahui distribusi ukuran butir pada sampel GL-GBR tidak merata, dengan dominasi ukuran butir kasar. - Dengan melihat grafik pada kurva probabilitas, ada 1 break yang membedakan 2 garis dengan gradien yang berbeda. Hal ini menunjukkan bahwa ada dua proses yang terlibat pada proses sedimentasi sampel ini. - Lingkungan pengendapan tidak dapat diketahui secara pasti menggunakan parameterparameter yang ada 5.2 Saran Untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat, disarankan untuk berhati-hati dalam mengurutkan nomor mesh, teliti dalam mengukur, serta lebih bersih dalam membersihkan mesh agar tidak ada sampel yang tertinggal. 11 DAFTAR PUSTAKA Anderson, J.R. Sand Sieve Analysis. Department of Geology. http://facstaff.gpc.edu/~janderso/historic/labman/sievean.htm Melalui situs: Nichols, Gary. 2009. Sedimentology and Stratigraphy. United Kingdom: John Wiley and Sons Blackwell Visher, G.S. 1964. Grain Size Distribution and Depositional Processes. Journal of Sedimentology Petrology, 1074-1106 12

Judul: Makalah Granulometri.docx

Oleh: Arda Bagus


Ikuti kami