Tugas Io

Oleh Pingkan Christine

90,9 KB 10 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Tugas Io

Fenitoin + Antimikroba (Rifampisin / Isoniazid) Kadar serum fenitoin secara nyata bekurang oleh rifampisin, tetapi dapat ditingkatkan dengan isoniazid. Keduanya yang merupakan asetilator lambat (metabolisme lambat) dari isoniazid dapat meningkatkan toksisitas fenitoin apabila dosis fenitoin tidak diturunkan secara tepat. Jika rifampisin dan isoniazid diberikan bersama-sama, kadar serum fenitoin dapat menurun pada pasien yang asetilator cepat dari isoniazid, akan tetapi terkadang dapat meningkat pada mereka yang asetilator lambat. Mekanisme Rifampisin (sebagai induser enzim yang ampuh) meningkatkan metabolisme dan klirens fenitoin dari tubuh sehingga diperlukan dosis yang lebih besar untuk mempertahankan kadar serum yang adekuat. Isoniazid menghambat enzim mikrosomal hati yang memetabolisme fenitoin, dan sebagai hasilnya fenitoin terakumulasi dan kadar serum yang meningkat. Hanya mereka yang asetilator lambat (metabolisme lambat) dari isoniazid biasanya mencapai kadar darah dari isoniazid yang cukup tinggi untuk menyebabkan penghambatan yang luas dari metabolisme fenitoin. Asetilator cepat (metabolisme cepat) menghilangkan isoniazid terlalu cepat sehingga hal ini terjadi. Status asetilator ditentukan secara genetik. Sehingga beberapa individu akan menunjukkan peningkatan kadar fenitoin yang pesat, yang akhirnya mencapai konsentrasi toksik, sedangkan yang lain akan menampilkan hanya kenaikan relatif lambat atau hanya sedikit di atas kisaran terapeutik. Hal Penting dan Manajemen Informasi langsung tampaknya akan terbatas pada laporan-laporan ini, tetapi interaksi tampak bermakna klinis. Memonitor kadar serum fenitoin dan meningkatkan dosis secara tepat jika rifampisin saja mulai diberikan. Mengurangi dosis jika rifampisin dihentikan. Jika rifampisin dan isoniazid diberikan, hasilnya mungkin tergantung pada status asetilator isoniazid pasien. Mereka yang asetilator cepat mungkin akan juga perlu dosis fenitoin meningkat. Mereka yang asetilator lambat mungkin memerlukan dosis yang lebih kecil untuk menghindari toksisitas fenitoin. Semua pasien harus dipantau, kecuali statusnya asetilator diketahui, hasilnya tidak dapat diprediksi. Sumber: Stockley, I.H., 2008, Stockley’s Drug Interaction, Eighth Edition, p.550, Pharmaceutical Press, London.

Judul: Tugas Io

Oleh: Pingkan Christine


Ikuti kami