Tugas Birokrasi

Oleh Irfan Setiawan

37 KB 8 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Tugas Birokrasi

TANTANGAN PERUBAHAN BIROKRASI DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.O Oleh Irfan seftiawan Tugas MK Birokrasi Indonesia Revolusi industri 4.0 sudah di depan mata. Bahkan revolusi industri generasi keempat ini telah ramai dibicarakan diberbagai media dan gaungnya semakin menggema di seluruh lini kehidupan berbangsa dan masyarakat Indonesia. Sejak Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah launching peta jalan (roadmap) tentang “Making Indonesia 4.0”. Pemerintah berharap, melalui pengembangan sektor Industrialisasi 4.0 akan mampu menyumbang penciptaan lapangan kerja lebih banyak, serta menumbuhkan investasi baru berbasis teknologi informasi. Kata ‘revolusi’ digunakan untuk menunjukkan perubahan yang sangat cepat dan fundamental, serta bersifat disruptive (merusak tatatan lama yang sudah ada selama bertahuntahun) dengan mengganti dengan tatanan baru yang lebih modern (Internet of Things). Sementara, gelombang ke-4 menandakan urutan kejadian revolusi industri yang pernah ada. Revolusi Industri 4.0 merupakan kondisi dimana teknologi informasi dan komunikasi dimanfaatkan sepenuhnya, yang tidak hanya digunakan dalam proses produksi, namun juga digunakan di seluruh bidang berbasis digital, sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas. Artificial Intelligence (AI) atau yang lebih sering disebut dengan kecerdasan buatan merupakan senjata pendongkrak era ini. Selain AI, juga terdapat teknologi lain yang menjadi andalan dalam menopang industri 4.0, yakni internet of things, human-machine interface, teknologi robotik dan sensor serta teknologi percetakan tiga dimensi (3D). Sejalan dengan perubahan tersebut, langkah inisiatif strategis untuk melakukan proses percepatan dalam mengadaptasikan pengembangan metodologi, teknik dan melalui pendekatan-pendekatan pengawasan intern berbasis format teknologi informasi; mendorong optimalisasi penerapan TI maupun digitalisasi informasi dalam pemanfaatan audit program dan kegiatan yang bersifat integrative maupun complexcoordination lintas kementerian/lembaga/pemerintah daerah (K/ LD), lintas sektor, lintas bidang, antar ruang, antar waktu, antara pusat dan daerah. Perkembangan teknologi informasi maupun digitalisasi informasi secara menyeluruh akan memberikan pengaruh mendasar bagi sendi-sendi pengembangan dan pelaksanaan audit internal pemerintah, yaitu: Menjadi tantangan bagi untuk berkembang menjadi organisiasi yang cerdas, baik dalam konteks penyelenggaraan knowledge management, maupun dalam tata kelola dan tata laksana organisasi, harus mampu menguasai dan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi maupun digitalisasi informasi untuk pengembangan metode, teknik, pendekatan, serta berbagai aplikasi berbasis teknologi informasi (digitalisasi), untuk meningkatkan efektivitas penyelenggaraan peran dan fungsi, prasyarat untuk menjadi organisiasi yang cerdas adalah kemampuan yang tinggi dalam beradaptasi terhadap perkembangan global, baik dalam aspek profesi auditor internal, teknologi informasi maupun digitalisasi informasi, untuk selanjutnya dapat dikembangkan dalam berbagai bentuk nilai tambah, maupun sebagai kontribusi terhadap Profesi Auditor Internal, maupun bangsa dan negara. Beberapa tantangan yang dihadapi pada era industri 4.0, yaitu masalah keamanan teknologi informasi, kurangnya keterampilan yang memadai, ketidakmampuan untuk berubah oleh pemangku kepentingan, resistensi dan hilangnya banyak pekerjaan karena berubah menjadi otomatisasi. Memperhatikan tantangan di era Revolusi Industri 4.0, sudah sepatutnya menyiapkan berbagai strategi dalam menghadapi tantangan yang akan ditimbulkan era ini. Pertama, harus senantiasa melakukan inovasi. Di era Revolusi Industri 4.0 proses pengawasan konvensional harus beralih ke proses pengawasan yang memanfaatkan sistem aplikasi berbasis internet, sehingga menjadi proses pengawasan intern akan lebih mudah, efektif dan efisien. harus mampu menerapkan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan inovatif dalam konteks pengembangan atau implementasi ilmu pengetahuan dan teknologi dalam dunia pengawasan intern. Kedua, harus bersikap agile/agility. Ada tiga poin penting dalam agile/ agility, yakni: (1) mengindentifikasi masalah dan/atau peluang, (2) bergerak menindaklanjutinya, dan (3) melakukan keduanya secara iteratif tanpa henti dan dengan periode yang singkat, auditor harus mempunyai jiwa pembelajar. Harus diakui bahwa masih berkutat dengan permasalahan minimnya kualitas sumber daya manusia (auditor) yang ada. Oleh sebab itu, salah satu hal yang perlu dilakukan dalam menyikapi permasalahan ini adalah dengan meningkatkan kualitas auditor saat ini melalui pendidikan dan pelatihan. Auditor tidak hanya wajib memenuhi syarat minimal kompetensi sebagai auditor namun juga harus mampu beradaptasi dengan cepat dan selalu meng-update kompetensi yang dimiliki mengikuti perkembangan yang terjadi saat ini.

Judul: Tugas Birokrasi

Oleh: Irfan Setiawan


Ikuti kami