Tugas Icat

Oleh Indah Fairuz

94,9 KB 9 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Tugas Icat

TUGAS MATA PELAJARAN BIOLOGI SUSU FERMENTASI DAN LACTOBACILLUS CASEI SHIROTA STRAIN KELOMPOK :8 ANGGOTA : -Ilham Al-Fiqrie -Muhammad Irsyad Ukar -Rendika -Taufik Anggita -Verel Joustika SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 9 BANDUNG 2015 PENDAHULUAN Susu fermentasi adalah minuman susu yang di fermentasi yang baik untuk kesehatan. Satu botol susu fermentasi ini berisi lebih dari 6,5 milyar bakteri Lactobacillus casei Shirota strain hidup (Anonim, 2015). Lactobacillus casei merupakan satu spesies dari genus Lactobacillus yang terdapat dalam usus dan mulut manusia. Sebagai penghasil asid laktik, ia didapati mampu menggalakkan pertumbuhan bakteria baik. Spesies lactobacillus ini mampu hidup pada banjaran pH dan suhu yang luas, serta melengkapkan pertumbuhan L. acidophilus, penghasil enzim amilase (enzim pencerna karbohidrat). Ia dikenali kerana mampu meperbaiki sistem pencernaan serta mengurangkan ketidakserasian laktosa dan masalah sembelit (Anonim, 2013). Aplikasi paling lazim bagi L. casei adalah dalam bidang industri, khususnya bagi pengeluaran produk tenusu. Walau bagaimanapun, sepasukan saintis dari Universiti Simón Bolívar di Caracas, Venezuela mendapati bahawa semasa penggunaan bakteria Lactobacillus casei dalam penapaian semulajadi kacang, kandungan sebatian di dalam kacang tersebut adalah lebih rendah, menyebabkan masalah kembung perut semasa pencernaan (Anonim, 2013). Lactobacillus casei secara lazimnya adalah spesies dominan bagi bakteria asid laktik bukan pemula (NSLAB) yang wujud semasa pemeraman keju Cheddar, dan, baru-baru ini, jujukan genom lengkap L. casei ATCC 334 sudah boleh didapati. L. casei juga adalah spesies dominan dalam buah zaitun hijau Sicily yang diperam secara semulajadi (Anonim, 2013). Satu minuman komersial yang mengandungi L. casei strain Shirota didapati dapat menghalang pertumbuhan H. pylori dalam tabung uji. Namun demikian, apabila minuman sama diambil oleh manusia dalam satu percubaan kecil, pembiakan H. pylori hanya berkurangan sedikit, dan trend tersebut tidak begitu ketara secara statistik. Sesetengah L. casei dianggap sebagai probiotik serta berkesan dalam mencegah penyakit patogenik perut dan usus. Menurut Pertubuhan Kesihatan Sedunia, sifat tersebut perlu didemonstrasikan pada setiap strain khusus termasuklah kajian klinikal manusia untuk disahihkan (Anonim, 2013). PEMBAHASAN Susu fermentasi adalah minuman susu yang di fermentasi yang baik untuk kesehatan. Satu botol susu fermentasi berisi lebih dari 6,5 milyar bakteri Lactobacillus casei Shirota strain hidup (Anonim, 2015). Susu fermentasi harus selalu disimpan pada suhu dibawah 10°C karena pada kondisi tersebut bakteri susu fermentasi tidak aktif sehingga kualitas Susu fermentasi dapat dipertahankan terjaga. Penyimpanan pada suhu diatas 10°C akan mengakibatkan turunnya kualitas karena bakteri susu fermentasi aktif, menghasilkan asam laktat yang menyebabkan Susu fermentasi menjadi asam dan jumlah bakteri hidupnya akan menurun (Anonim, 2015). Susu fermentasi tidak memakai bahan pengawet. susu fermentasi dapat bertahan sejak pembuatannya sampai dengan tanggal kadaluwarsanya karena:  asam laktat yang dihasilkan secara alami selama proses fermentasi dapat memperpanjang umur simpannya.  pembuatannya secara hygienis  penyimpanannya pada suhu dibawah 10°C (Anonim, 2015). Susu fermentasi bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan kita karena dapat membantu:  mencegah gangguan pencernaan termasuk memudahkan buang air besar dan mencegah diare.  meningkatkan kekebalan tubuh.  meningkatkan jumlah bakteri berguna dalam usus.  mengurangi racun dalam usus.  membatasi jumlah bakteri yang merugikan (Anonim, 2015). Susu fermentasi dapat diminum setiap hari, kapan saja. Sebagian besar orang lebih suka minum susu fermentasi pada saat atau setelah makan (Anonim, 2015). Disarankan satu botol setiap hari untuk menikmati manfaat Susu fermentasi karena dalam 1 ml Susu fermentasi terdapat lebih dari 100 juta bakteri Lactobacillus casei Shirota strain. Tentu saja susu fermentasi aman diminum lebih dari satu botol sehari dan dapat lebih efektif untuk menciptakan flora usus yang didominasi oleh bakteri yang berguna (Anonim, 2015). Pemasukan bakteri susu fermentasi secara rutin setiap hari dapat memelihara bakteri berguna dan menjaga usus tetap sehat. Pada saat anda sehat, keseimbangan bakteri usus terjaga dengan baik. Tetapi setiap saat keseimbangan ini dapat terganggu karena menu makanan yang kurang seimbang, stress atau obat-obatan, sehingga muncul masalah serius seperti diare, dll (Anonim, 2015). Tidak ada jenis bakteri, yang dapat tinggal menetap dalam usus. Bakteri hanya tinggal sementara dalam usus dan dikeluarkan setelah jangka waktu tertentu. Demikian pula dengan bakteri susu fermentasi. Setelah mencapai usus dalam keadaan hidup, bakteri susu fermentasi akan berkembang biak sehingga dapat memainkan berbagai peran yang bermanfaat sampai kemudian dikeluarkan melalui buang air besar. Karena itu penting untuk mengkonsumsi (Anonim, 2015). Susu fermentasi ini setiap hari agar selalu terdapat bakteri bermanfaat dalam jumlah yang cukup yang membuat pencernaan kita senantiasa sehat (Anonim, 2015). Susu fermentasi bisa diberikan kepada bayi ketika baru berumur beberapa bulan. Pemberian dapat dimulai dengan mengencerkan satu bagian susu fermentasi dengan dua bagian air hangat. Gunakan sendok untuk menyuapi karena pemberian dengan botol tidak direkomendasikan ditinjau dari sudut pandang hygienisnya. Perlu diingat bahwa tujuan pemberian susu fermentasi adalah mensuplai Lactobacillus casei Shirota strain, bukan mengganti air susu ibu atau susu formula. Karena itu jangan sampai pemberian susu fermentasi mengganggu kecukupan gizinya (Anonim, 2015). Konsumsi bakteri Lactobacillus casei Shirota strain dalam susu fermentasi efektif dalam menormalkan bakteri usus pasien yang mendapat perawatan antibiotik dalam waktu yang panjang. Pengobatan dengan antibiotik dalam waktu yang panjang dapat menekan bahkan memusnahkan sebagian besar bakteri berguna, menciptakan suatu kondisi dimana bakteri yang merugikan menjadi lebih dominan. Sebagai hasilnya, bakteri patogen atau bakteri merugikan menjadi dominan dan menyebabkan infeksi tahap kedua. Hal ini juga dapat menyebabkan gejala-gejala yang menyulitkan termasuk diare. Bakteri Susu fermentasi dapat memainkan peran yang penting dalam mengontrol keseimbangan bakteri usus selama dan sesudah terapi antibiotik (Anonim, 2015). Susu fermentasi ini dibuat dari bahan-bahan berikut: 1. Bakteri Lactobacillus casei Shirota strain hidup 2. Susu bubuk skim 3. Sukrosa dan glukosa. 4. Perisa 5. Air (Anonim, 2015). Berikut adalah tahapan-tahapan dalam proses pembuatan susu fermentasi: 1. Tangki Pelarutan. Yang pertama dilakukan Proses Pembuatan Yakult, yaitu bahan-bahan utamanya seperti air, glukosa, susu bubuk skim dicampurkan menjadi satu dan ditampung ke dalam tangki pelarut. 2. Tangki Pembibitan. Bakteri Lactobacillus casei Shirota strain terlebih dulu disiapkan dan dikembangbiakkan ke dalam tangki pembibitan ini. 3. Tangki fermentasi. Kemudian bakteri Lactobacillus casei Shirota strain dijadikan satu dengan campuran pertama dari air, glukosa, susu bubuk skim tadi. Ke dalam tangki fermentasi dengan suhu 37°C selama 6 sampai 9 hari. 4. Dilanjutkan dengan proses homogenizer dengan pengawasan yang ketat. 5. Tangki Pencampur. Hasil dari tahapan di atas (proses homogenizer) ditambah dengan sirup dan disimpan di dalam tangki pencampuran. 6. Tangki Penampung. Selanjutnya proses dicampur kembali dengan air yang telah sterilisasi dan ditampung dalam tangki. 7. Mesin Pembuat Botol. Sebagai penjamin higienitas dari produk ini, pembuatan botol dilakukan oleh Yakult Indonesia sendiri. Dari kemasan botolnya juga telah diberi informasi tentang kandungan nutrisinya,masa kedaluarsa yakult, dan lainnya. 8. Mesin Pengisi. Sesudah minuman yakult telah siap, di isikan ke dalam botol. Pengisian minuman yakult ini pun juga dilakukan oleh mesin untuk menjamin higienitasnya. 9. Mesin Pengepakan. Botol-botol yang telah terisikan selanjutnya dikemas, dengan satu packingnya ada 5 yakult. 10. Ruang Pendingin. Setelah selesai dikemas, botol yang berisikan yakult tersebut disimpan dalam ruang pendingin. Guna menjamin kualitas dari minuman kesehatan ini. Untuk penyimpanannya sendiri harus di bawah suhu 10°C (Wahyu, 2012). KESIMPULAN Susu fermentasi baik bagi kesehatan, karena mengandung bakteri baik yaitu Lactobacillus casei. Bakteri ini tahan pada suhu tubuh manusia, sehingga bakteri tersebut dapat bekerja baik dalam tubuh. DAFTAR PUSTAKA Anonim, 2015. https://yakultindonesia.wordpress.com/psd/. Accesed: 9 September 2015. Anonim, 2013. https://ms.wikipedia.org/wiki/Lactobacillus_casei. Accesed: 9 September 2015. Wahyu, Cahaya. 2012. https://cahayawahyu.wordpress.com/life/back-to-nature/cara-pembuatanyakult/. Accesed: 9 September 2015.

Judul: Tugas Icat

Oleh: Indah Fairuz


Ikuti kami