Makalah Biodiesel

Oleh Yuan Odepe

392,7 KB 9 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Makalah Biodiesel

BIODIESEL Disusun untuk Memenuhi Matakuliah Dasar Konversi Energi Listrik yang Dibimbing oleh: Bapak A.N. Afandi, ST, MT, MIAEng, MIEEE, Ph. D Oleh: Offering B 1. Mike Cintya Ningrum 140536605957 2. Rima Septiani Prastika 140536605579 3. Rizza Jawwara Haq 140536606034 4. Yandhika Surya 140536604839 5. Yuan Octavia Dwiki Putri 140536605740 Program Studi S1 Teknik Elektro Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang April 2015 Kata Pengantar Puji syukur kehadirat Allah SWT karena atas limpahan rahmat serta hidayah-Nya, makalah sederhana ini dapat diselesaikan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Makalah sederhana ini dibuat untuk memenuhi tugas matakuliah Dasar Konversi Energi Listrik, semester kedua yang dibimbing oleh Bapak A.N. Afandi, ST, MT, MIAEng, MIEEE, Ph. D, Program Studi S1 Teknik Elektro, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Selain itu, karya tulis ini juga bermanfaat bagi kami dimana dengan adanya makalah sederhana ini kami dapat mengembangkan dan melatih kemampuan menulis kami, dapat juga mengetahui lebih dalam tentang Bio Diesel. Makalah sederhana ini diselesaikan masih jauh dari sempurna dengan keterbatasan ilmu pengetahuan yang dimiliki penulis, maka penulis menerima kritik dan saran dari pembaca untuk perbaikan penulisan Makalah berikutnya. Malang, 24 April 2015 Penulis i DAFTAR ISI KATA PENGANTAR..................................................................................i DAFTAR ISI...............................................................................................ii BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ......................................................................... 1 1.2 Rumusan Masalah .................................................................... 2 1.3 Tujuan........................................................................................2 1.4 Manfaat......................................................................................2 BAB II ISI 2.2 Pembahasan ............................................................................. 4 BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan .............................................................................15 3.2 Saran ...................................................................................... 15 DAFTAR PUSTAKA .............................................................................. 16 ii BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia dikenal dunia memiliki sumber daya alam (SDA) yang melimpah, terutama minyak bumi dan gas alam. Hal ini yang menjadikan Indonesia memanfaatkan sumber daya alam tersebut dalam jumlah yang besar untuk kesejahteraan masyarakatnya. Indonesia termasuk negara penyumbang minyak terbesar di dunia oleh karena itu hal ini dikhawatirkan berdampak kepada sumber daya alam tersebut, dimana kita ketahui SDA minyak bumi dan gas alam adalah sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui dan lama-kelamaan akan habis di gali. Kemungkinan Indonesia kehilangan SDA tersebut sangat besar, sehingga menyebabkan kelangkaan bahan bakar yang sekarang ini saja sudah terasa dampaknya, dengan kelangkaan minyak tanah, dan harga minyak dunia yang semakin tinggi. Oleh karena itu harus dilakukan sebuah gagasan untuk melakukan balancing antara permintaan dan produksi energi oleh negara, salah satunya dengan mencari sumber energi alternatif lain yang lebih ekonomis, ramah lingkungan dan bersifat renewable. Hal ini mengingatkan kita akan ketersediaan sumber tanaman penghasil minyak nabati yang banyak ditemukan di Indonesia dan dapat dimanfaatkan sebagai sumber bahan baku pembuatan biodesel. Biodiesel adalah energi yang terbarukan, yang tidak pernah habis selagi masih tersedia bahan bakunya dan merupakan energi yang ramah lingkungan, karena tidak memngandung SO2 dan PbO2 sehingga mampu mengeliminasi emisi gas buang. Biodiesel sudah banyak dikenal di Negara asing khususnya negara-negara bukan pengimpor minyak. Pada negara tersebut biodiesel sudah diproduksi dan digunakan dalam skala komersial. Namun di Indonesia belum terdorong untuk memanfaatkan biodiesel untuk skala komersial. Dalam makalah ini akan dibahas tentang apa tu biodiesel, 1 perkembangannya di Indonesia, serta contoh teknologi Biodiesel yang ada di Indonesia. Gambar persediaan dan kebutuhan pemakaian minyak bumi Ini mendorong diperlukannya alternative untuk menghemat penggunaan minyak bumi 2.1.....................................................................................Rumusan Masalah 1.2.1 Apa Biodiesel itu? 1.2.2 Bagaimana perkembangan Biodiesel di Indonesia? 1.2.3 Apa contoh teknologi Biodiesel di Indonesia? 1.2.4 Apa keunggulan dan kelemahan penggunaan Biodiesel? 1.3 Tujuan 1.3.1. Untuk mengetahui pengertian Biodiesel. 1.3.2. Untuk mengetahui perkembangan Biodiesel di Indonesia. 1.3.3. Untuk mengetahui contoh teknologi Biodiesel di Indonesia. 1.3.4. Untuk mengetahui keunggulan dan kelemahan penggunaan Biodiesel. 1.4 Manfaat 1.4.1. Bagi masyarakat, makalah ini bisa digunakan untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang Biodiesel. 1.4.2. Bagi lingkungan, makalah ini bisa digunakan untuk menggantikan bahan bakar fosil sebagai sumber energy utama. 2 1.4.3. Bagi penulis, melatih kemampuan ,menulis dan keterampilan dalam membuat karya ilmiah. BAB II 3 ISI 2.1 Pengertian Biodiesel Biodiesel merupakan bahan bakar yang terdiri dari campuran monoalkyl ester dari rantai panjang asam lemak, yang dipakai sebagai alternatif bagi bahan bakar dari mesin diesel dan terbuat dari sumber terbaharui seperti minyak sayur atau lemak hewan. Biodiesel disebut juga sebagai bahan bakar alternatif yang dihasilkan dari bahan baku yang terbarukan, selain dari bahan baku minyak bumi. Sebuah proses dari transesterifikasi lipid digunakan untuk mengubah minyak dasar menjadi ester yang diinginkan dan membuang asam lemak bebas. Setelah melewati proses ini, tidak seperti minyak sayur langsung, biodiesel memiliki sifat pembakaran yang mirip dengan diesel (solar) dari minyak bumi, dan dapat menggantikannya dalam banyak kasus. Namun, dia lebih sering digunakan sebagai penambah untuk diesel petroleum, meningkatkan bahan bakar diesel petrol murni ultra rendah belerang yang rendah pelumas. Biodiesel adalah bahan bakar dari minyak nabati yang memiliki sifat seperti minyak diesel atau solar. Sebelum biodiesel dapat digunakan sebagai bahan bakar, biodiesel ini harus diproses lagi untuk menurunkan kekentalannya. Selain itu tangki bensin juga harus dilakukan perubahan agar biodiesel ini dapat berfungsi dengan baik sebagai bahan bakar pada kendaraan tersebut. Namun jika kendaraan sudah bermesin diesel, maka bahan bakar biodiesel ini sudah dapat langsung digunakan. Secara sederhana biodiesel didefinisikan sebagai bentuk bahan bakar diesel yang menyebabkan lebih sedikit kerusakan lingkungan dibandingkan bahan bakar diesel standar. Biodiesel biasanya dibuat dari minyak nabati melalui proses kimia yang disebut transesterifikasi. 2.2 Perkembangan Biodiesel di Indonesia Hingga saat ini Indonesia masih sangat bergantung pada bahan bakar berbasis fosil sebagai sumber energi. Data yang didapat dari Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral menunjukkan bahwa dengan persediaan minyak mentah di Indonesia, yaitu sekitar 9 milyar barrel, dan dengan laju 4 produksi rata-rata 500 juta barrel per tahun, persediaan tersebut akan habis dalam 18 tahun. Untuk mengurangi ketergantungan terhadap minyak bumi dan memenuhi persyaratan lingkungan global, satu-satunya cara adalah dengan pengembangan bahan bakar alternatif ramah lingkungan. Pemilihan biodiesel sebagai bahan bakar alternatif berbasis pada ketersediaan bahan baku. Minyak rapeseed adalah bahan baku untuk biodiesel di Jerman dan kedelai di Amerika. Sedangkan bahan baku yang digunakan di Indonesia adalah crude palm oil (CPO). Selain itu, masih ada potensi besar yang ditunjukan oleh minyak jarak pagar (Jathropa Curcas) dan lebih dari 40 alternatif bahan baku lainnya di Indonesia. Indonesia adalah penghasil minyak sawit terbesar kedua setelah Malaysia dengan produksi CPO sebesar 8 juta ton pada tahun 2002 dan akan menjadi penghasil CPO terbesar di dunia pada tahun 2012. Dengan mempertimbangkan aspek kelimpahan bahan baku, teknologi pembuatan, dan independensi Indonesia terhadap energi diesel, maka selayaknya potensi pengembangan biodiesel merupakan potensi pengembangan biodiesel sebagai suatu alternatif yang dapat dengan cepat diimplementasikan. Walaupun pemerintah Indonesia menunjukkan ketertarikan yang besar terhadap pengembangan biodiesel, pemerintah tetap bergerak pelan dan juga berhati-hati dalam mengimplementasikan hukum pendukung bagi produksi biodiesel. Pemerintah memberikan subsidi bagi biodiesel, bio-premium, dan bio-pertamax dengan level yang sama dengan bahan bakar fosil, padahal biaya produksi biodiesel melebihi biaya produksi bahan bakar fosil. Hal ini menyebabkan Pertamina harus menutup sendiri sisa biaya yang dibutuhkan. Sampai saat ini, payung hukum yang sudah disediakan oleh pemerintah untuk industri biofuel, dalam bentuk Keputusan Presiden ataupun Peraturan Perundang-undangan lainny, adalah sebagai berikut: 1. Peraturan Presiden No. 5/2006 tentang Kebijaksanaan Energi Nasional 2. Instruksi Presiden No. 1/2006 tentang Pengadaaan dan Penggunaan Biofuel sebagai Energi Alternatif 3. Dektrit Presiden No. 10/2006 tentang Pembentukan team nasional untuk Pengembangan Biofuel 5 Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional menyebutkan pengembangan biodiesel sebagai energi terbarukan akan dilaksakan selama 25 tahun, dimulai dengan persiapan pada tahun 2004 dan eksekusi sejak tahun 2005. Periode 25 tahun tersebut dibagi dalam tiga fasa pengembangan biodiesel. Pada fasa pertama, yaitu tahun 2005-2010, pemanfaatan biodiesel minimum sebesar 2% atau sama dengan 720.000 kilo liter untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak nasional dengan produkproduk yang berasal dari minyak castor dan kelapa sawit. Fasa kedua (2011-2015) merupakan kelanjutan dari fasa pertama akan tetapi telah digunakan tumbuhan lain sebagai bahan mentah. Pabrik-pabrik yang dibangun mulai berskala komersial dengan kapasitas sebesar 30.000 – 100.000 ton per tahun. Produksi tersebut mampu memenuhi 3% dari konsumsi diesel atau ekivalen dengan 1,5 juta kilo liter. Pada fasa ketiga (2016 – 2025), teknologi yang ada diharapkan telah mencapai level ‘high performance’ dimana produk yang dihasilkan memiliki angka setana yang tinggi dan casting point yang rendah. Hasil yang dicapai diharapkan dapat memenuhi 5% dari konsumsi nasional atau ekivalen dengan 4,7 juta kilo liter. Selain itu juga terdapat Inpres Nomor 1 Tahun 2006 tentang Penyediaan dan Pemanfaatan Bahan Bakar Nabati (Biofuel) sebagai bahan bakar lain. Hal-hal ini menunjukkan keseriusan Pemerintah dalam penyediaan dan pengembangan bahan bakar nabati. (Rahayu, 2006) Hingga Mei 2007, Indonesia telah memiliki empat industri besar yang memproduksi biodiesel dengan total kapasitas 620.000 ton per hari. Industriindustri tersebut adalah PT Eterindo Wahanatama (120.000 ton/tahun – umpan beragam), PT Sumi Asih (100.000 ton/tahun – dengan RBD Stearin sebagai bahan mentah), PT Indo BBN (50.000 ton/tahun – umpan beragam), Wilmar Bioenergy (350.000 ton/tahun dengan CPO sebagai bahan mentah), PT Bakrie Rekin Bioenergy (150.000 ton/tahun) dan PT Musim Mas (100.000 ton/tahun). Selain itu juga terdapat industri-industri biodiesel kecil dan menengah dengan total kapasitas sekitar 30.000 ton per tahun, seperti PT Ganesha Energy, PT Energi Alternatif Indonesia, dan beberapa BUMN. 6 Peluang untuk mengembangkan potensi pengembangan biodiesel di Indonesia cukup besar, mengingat saat ini penggunaan minyak solar mencapai sekitar 40 % penggunaan BBM untuk transportasi. Sedang penggunaan solar pada industri dan PLTD adalah sebesar 74% dari total penggunaan BBM pada kedua sektor tersebut. Bukan hanya karena peluangnya untuk menggantikan solar, peluang besar biodiesel juga disebabkan kondisi alam Indonesia. Indonesia memiliki beranekaragam tanaman yang dapat dijadikan sumber bahan bakar biodiesel seperti kelapa sawit dan jarak pagar. Pada saat ini, biodiesel (B-5) sudah dipasarkan di 201 pom bensin di Jakarta dan 12 pom bensin di Surabaya. Grafik Produksi dan rencana produksi CPO Persebaran produksi biodiesel di Indonesia 2.3 Contoh teknologi Biodiesel di Indonesia 7 Di Indonesia banyak tumbuh tanaman penghasil minyak nabati yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber bahan baku pembuatan biodesel. Dari sekian banyak tanaman, dimakalah ini akan dibahas pembuatan biodiesel dari tanaman jarak dan juga pemanfaatan minyak jelantah. 1. Pemanfaatan tanaman jarak sebagai bahan pembuatan biodiesel Tanaman jarak pagar merupakan salah satu tumbuhan yang dapat digunakan untuk menghasilkan sumber energi alternatif. Sumber energi yang dihasilkan dari tanaman ini berupa biodiesel yang berguna untuk menggantikan fungsi solar pada mesin diesel. Saat ini pemerintah tengah mencanangkan program penggunaan minyak jarak pagar (Jathropa Curcas) sebagai pengganti minyak solar secara nasional. Minyak dari tanaman jarak pagar termasuk minyak lemak. Biodiesel merupakan bahan bakar yang berpotensi menggantikan solar, karena berasal dari tumbuh-tumbuhan. Potensi terbesar tanaman Jarak Pagar terdapat pada buah yang terdiri dari biji dan cangkang (kulit). Pada biji terdapat inti biji dan kulit biji. Inti biji ini yang menjadi bahan dasar pembuatan biodiesel, sumber energi pengganti solar. Setelah melalui proses pemerahan, dari inti biji akan dihasilkan bungkil perahan, yang kemudian diekstraksi. Hasilnya berupa minyak Jarak Pagar dan bungkil ekstraksi. Minyak jarak pagar digunakan untuk penyabunan dengan hasil akhir berupa sabun dan metanolisis/etanolisis yang kemudian diproses menjadi biodiesel dan gliserin. Minyak yang dihasilkan dari biji Jarak Pagar termasuk dalam minyak lemak (fatty oil). Minyak ini berwujud cairan bening berwarna kuning dan tidak menjadi keruh meski disimpan dalam waktu yang lama. Minyak Jarak Pagar bisa digunakan untuk berbagai keperluan. Pertama, melalui thermal atau catalytic cracking akan dihasilkan gas, gasoline, kerosin dan diesel, yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan. Kedua, melalui esterifikasi transesterifikasi akan dihasilkan produk berupa biodiesel yang digunakan untuk pembangkit genset, kendaraan diesel dan kompor jarak pagar. 8 Cara pembuatan Biodiesel dari Pohon Jarak cukup mudah, untuk menghasilkan minyak dalam skala kecil (0,5 - 0,6 ton perawatan hari) cukup dengan mengepres biji jarak yang sudah kering menggunakan mesin diesel satu silinder, sehingga menghasilkan minyak jarak kasardan bungkil. Tahap selanjutnya adalah menyaring menggunakan mesin penyaring sehingga dihasilkan minyak jarak bersih. Kemudian dilakukan proses pemurnian terhadap minyak jarak yang sudah bersih sampai menghasilkan minyak jarak murni yang siap dijual. Biodiesel yang diperoleh dari tanaman jarak berupa minyak jarak yang diperoleh dari biji jarak. Biodiesel yang dihasilkan dari tanaman Jarak Pagar merupakan minyak lemak semimulus (semi refined fatty oil), yang telah dibersihkan dari fosfor dan asam-asam lemak. Dalam hal ini fosfor merupakan zat yang merugikan karena mesin diesel dapat mengubah fosfor ini menjadi garam atau asam fosfat yang mengendap menjadi kerak di dalam kamar pembakaran atau terbawa keluar sebagai pencemar udara oleh emisi gas buang. Gambar Alur Produksi Biodiesel Jarak Pagar 9 Gambar pohon Jarak Pagar Gambar Produk Biodiesel dengan Bahan Baku Jarak Pagar 2. Pemanfaatan jelantah sebagai bahan pembuatan biodiesel Minyak jelantah adalah minyak limbah yang bisa berasal dari jenis-jenis minyak goreng seperti halnya minyak jagung, minyak sayur, minyak samin dan sebagainya, minyak ini merupakan minyak bekas pemakaian kebutuhan rumah tangga umumnya, dapat di gunakan kembali untuk keperluaran kuliner akan tetapi bila ditinjau dari komposisi kimianya, minyak jelantah mengandung senyawa-senyawa yang bersifat karsinogenik, yang terjadi selama proses penggorengan. Jadi jelas bahwa pemakaian minyak jelantah yang berkelanjutan dapat merusak kesehatan manusia, menimbulkan penyakit kanker, dan akibat selanjutnya dapat mengurangi kecerdasan generasi berikutnya. Untuk itu perlu penanganan yang tepat agar limbah minyak jelantah ini dapat bermanfaat dan tidak 10 menimbulkan kerugian dari aspek kesehatan manusia dan lingkungan, kegunaan lain dari minyak jelantah adalah bahan bakar biodiesel. Menurut BPPT, limbah minyak goreng (waste of vegetable oil) memiliki potensi sebagai alternatif energi bahan bakar nabati bisa menurunkan 100% emisi gas buangan Sulfur dan CO2 serta CO sampai dengan 50%, dan sekaligus mampu mengurangi pencemaran air, tanah, dan udara. Minyak jelantah berdampak positif daripada dibuang, karena minyak jelantah dapat mencemari lingkungan. Lebih parahnya, jika terjadi penggunaan lebih dari dua kali, maka minyak jelantah ini dapat menyebabkan penyakit kanker. Penyakit hipertensi dan kolesterol juga dapat terjadi akibat kandungan asam lemak jenuh yang tinggi dari minyak jelantah. Untuk itu perlu penanganan yang tepat agar limbah minyak jelantah ini dapat bermanfaat dan tidak menimbulkan kerugian dari aspek kesehatan manusia dan lingkungan, kegunaan lain dari minyak jelantah adalah bahan bakar biodiesel Minyak jelantah sendiri memiliki kadar karbondioksida yang seimbang sehingga memiliki kemungkinan kecil resiko meledak, walaupun ketika pembakaran tidak terkendali, api bisa langsung membesar. Namun, menurut BPPT, minyak jelantah dapat meledak jika suhunya mencapai lebih dari 300 derajat Celcius. Diharapkan BPPT, teknologi baru ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat nantinya di tengah kelangkaan elpiji dan harga minyak tanah yang melambung. Adapun secara teknis tahapan dan langkah-langkah produksi (resep) pembuatan biodiesel minyak jelantah adalah sebagai berikut : 1) Bahan pelarut (metoxida) dibuat dengan mencampurkan 900 ml methanol dan 21 gram NaOH hingga larut selama 15 menit. 2) Campurkan metoxida ke dalam ember berisi 3 liter minyak jelantah dan aduk memakai sendok plastik selama 30 menit atau campuran sudah rata. 3) Biarkan 4-12 jam sampai terjadi pengendapan. 11 4) Pengendapan ditandai dengan dua lapisan berbeda warna dengan lapisan gelap berada di bawah yang disebut crude gliserin, sedangkan lapisan atas berwarna bening, crude BD. 5) Pisahkan crude biodiesel dari crude gliserin lalu masukkan ke ember untuk dicuci dengan cara mencampurkan air bersih sebanyak dua liter. 6) Pompakan udara melalui pompa udara akuarium dan biarkan beberapa saat sehingga muncul warna putih susu. 7) Pisahkan crude biodiesel yang berwarna kuning dengan air warna putih melalui selang 8) Biodiesel yang telah bening dimasukkan ke panci lalu panaskan hingga 100 derajat beberapa menit agar air dan sisa methanol menguap. 9) Biodiesel yang telah dipanaskan dan didinginkan dapat langsung dipergunakan untuk mobil maupun mesin diesel industri. Biodiesel minyak jelantah ini telah digunakan di bogor oleh angkutan umum trans pakuan, biodiesel minyak jelantah ini hasil dari uji coba yang dilakukan oleh Dr. Erliza Hambali beserta rekannya dalam organisasi Surfactant & Bioenergy Research Center (SRBC), dan masih kurang sosialiasai kepada masyarakat luas tentang ini, jadi perlu peran pihak ketiga sebagai sarana untuk mensosialisaikan biodiesel ini, agar pemakaian BBM fosil dapat diatasi, dan menjaga ketersedian SDA di Indonesia. Gambar Alur Biodiesel Minyak Jelantah 12 2.4 Keunggulan dan kelemahan penggunaan Biodiesel Semua produk pasti memiliki kelebihan dan juga diimbangi dengan kekurangan. Begitu pula dengan biodiesel yang memiliki kelebihan dan kekurangan. Berikut akan disebutkan kelebihan dan kekurangan dari penggunaan biodiesel itu sendiri. Kelebihan: a. Bahan bakar ramah lingkungan karena menghasilkan emisi yang jauh lebih baik (free sulphur, smoke number rendah) sesuai dengan isu-isu global. b. Cetane number lebih tinggi (>57) sehingga efisiensi pembakaran lebih baik dibandingkan dengan minyak kasar. c. Memiliki sifat pelumasan terhadap piston mesin dan dapat terurai (biodegradable). d. Merupakan renewable energy karena terbuat dari bahan alam yang dapat diperbaharui. e. Meningkatkan independensi suplai bahan bakar karena dapat diproduksi secara local. f. Titik kilat tinggi, yakni temperatur tertinggi yang dapat menyebabkan uap biodiesel dapat menyala. Sehingga, biodiesel lebih aman dari bahaya kebakaran. g. Tidak mengandung belerang dan benzena yang mempunyai sifat karsinogen, serta dapat diuraikan secara alami. Sehingga ramah lingkungan. h. Dilihat dari segi pelumasan mesin, biodiesel lebih baik daripada solar sehingga pemakaian biodiesel dapat memperpanjang umur pakai mesin. i. Dapat dengan mudah dicampur dengan solar biasa dalam berbagai komposisi dan tidak memerlukan modifikasi mesin apapun. j. Dan masih banyak sebagainya. Kekurangan: a. Memberikan emisi oksida nitrogen lebih lanjut (emisi Nitrogen oksida dari campuran biodiesel mungkin bisa dikurangi dengan pencampuran dengan minyak tanah atau Fischer-Tropsch diesel). b. Transportasi & penyimpanan biodiesel memerlukan manajemen khusus. c. Biodiesel karena sifatnya, tidak dapat diangkut dalam pipa. Ini harus 13 diangkut dengan truk atau kereta api, yang meningkatkan biaya. d. Biodiesel kurang cocok untuk digunakan dalam suhu rendah, dari petrodiesel. Pada suhu rendah, bahan bakar diesel membentuk kristal lilin, yang dapat menyumbat saluran bahan bakar dan filter dalam sistem bahan bakar kendaraan. Kendaraan berjalan pada campuran biodiesel karena itu mungkin menunjukkan masalah drivability lebih kurang suhu musim dingin yang parah daripada kendaraan berjalan pada minyak solar. e. Properti pelarut biodiesel juga dapat menyebabkan bahan bakar lainnya-sistem masalah. Biodiesel mungkin tidak kompatibel dengan segel yang digunakan dalam sistem bahan bakar kendaraan yang lebih tua dan mesin, memerlukan penggantian bagian-bagian jika campuran biodiesel digunakan. BAB III PENUTUP 14 3.1 Kesimpulan Biodiesel merupakan sumber energi alternatif yang ramah lingkungan, karena sisa pembakaran mesin yang menggunakan biodiesel menghasilkan emisi gas buang, asap dan partikel yang lebih rendah daripada solar. Perkembangan biodiesel di Indonesia sudah cukup diupayakan bahkan sudah ada peraturan perundang-undangan. Hanya saja memerlukan kerjasama antara pemerintah dan masyarakat untuk menjadikan biodiesel sebagai bahan bakar pengganti solar dengan memaksimalkan kelebihan dan meminimalisir kekurangan. Banyak bahan yang bisa digunakan untuk biodiesel, diantaranya yaitu tanaman jarak pagar, minyak jelantah, dan lain sebagainya. 3.2 Saran Untuk mengurangi angka ketergantungan masyarakat terhadap sumber energi yang berasal dari sumber daya alam tidak dapat diperbarui, maka alangkah baiknya bila pemerintah mendukung serta memproduksi sumber energi biodiesel sehingga dapat berguna bagi masyarakat luas. Masyarakat juga harus mendukung program ini untuk memperoleh manfaat yang maksimal. Selain itu penggunaan biodiesel juga bisa menyelamatkan lingkungan. DAFTAR PUSTAKA 15 Syamtori, Stanley. 2008. Biodiesel di Indonesia. Online Tersedia: http://destonline.com/blog_stanley/2008/03/02/biodiesel-di-indonesia/ [24 April 2015] Anonim.-. Cara Membuat Biodiesel dari Buah Jarak Pagar. Online Tersedia: http://ponorogozone.com/umum-zone/cara-membuat-minyak-jarak/ [24 April 2015] Anonim. 2008. Biodiesel dari Tanaman Jarak Sebagai Energi Alternatif Pengganti Solar. Online Tersedia: http://gbioscience05.wordpress.com/2008/04/20/biodiesel-dari-tanaman-jaraksebagai-energi-alternatif-pengganti-solar/ [24 April 2015] Ridhotulloh, D. M. 2008. Jangan Buang Minyak Jelantah. Online Tersedia: http://www.inilah.com.[24 April 2015] Wawicaksono. 2007. Bahan Bakar Minyak Jelantah, Kabar Gembira Buat Lingkungan Hidup. Online Tersedia: http//www.beritahabitat.net. [24 April 2015]

Judul: Makalah Biodiesel

Oleh: Yuan Odepe


Ikuti kami