Makalah Fix

Oleh Naning Dwi Lestari

521,2 KB 7 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Makalah Fix

MAKALAH STRUKTUR PASAR PERSAINGAN SEMPURNA Dosen : Dewi Andriani Nama Kelompok : 1. Andrian Setyo Wibowo (142010200134) 2. Bena Dwi Angga (142010200136) 3. Erni Sulistiowati (142010200205) 4. Neni Ria Anggraeni (142010200203) 5. Andi Setyo Budi (142010200176) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo Fakultas Ekonomi Manajemen 2014 KATA PENGANTAR Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan nikmat serta hidayah-Nya terutama nikmat kesempatan dan kesehatan sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah dengan judul “ pasar persaingan sempurna” dengan mata kuliah " Pengantar Ekonomi Mikro". Tak lupa kami sebagai penulis mengahanturkan shalawat beserta salam kepada Nabi besar kita Muhammad SAW yang telah memberikan pedoman hidup yakni al-qur’an dan sunnah untuk keselamatan umat di dunia. Makalah ini merupakan salah satu tugas mata kuliah" Pengantar Ekonomi Mikro", tidak lupa penulis mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada segenap pihak yang telah memberikan bimbingan serta arahan selama penulisan makalah ini. Penulis menyadari bahwa banyak terdapat kekurangan-kekurangan dalam penulisan makalah ini, maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang konstruktif dari para pembaca demi kesempurnaan makalah ini. Sidoarjo, 14 Oktober 2014 Penulis BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemahaman perilaku konsumen adalah tugas penting bagi para pemasar. Para pemasar harus memahami perilaku pembelian konsumen agar mereka mendapatkan kepuasan yang lebih besar kepada konsumen. Pada pasar ini permintaan dan penawaran bergerak secara leluasa. Karena dalam pasar ini terdapat banyak penjual dan pembeli. Sehingga harga yang terbentuk dikarenakan keinginan produsen dan konsumen. Karena permintaan mencerminkan konsumen dan penawaran mencerminkan produsen. Bentuk pasar persaingan sempurna terdapat terutama dalam bidang produksi dan perdagangan hasil-hasil pertanian seperti beras, terigu, kopra, dan minyak kelapa. Bentuk pasar ini terdapat pula perdagangan kecil dan penyelenggaraan jasa-jasa yang tidak memerlukan keahlian istimewa ( pertukangan, kerajinan ). Dalam pasar persaingan sempurna terdapat banyak penjual dan pembeli. Artinya jumlah penjual dan pembeli sama-sama banyak, maka harga tidak bisa dipengaruhi oleh satu penjual atau pembeli saja. Sehingga penjual dan pembeli telah menerima tingkat harga yang terbentuk didalam pasar sebagai fakta yang tidak dapat diubah. Bagi pembeli, barang atau jasa yang ia beli merupakan bagian kecil dari keseluruhan jumlah pembelian masyarakat. Bagi penjual pun berlaku hal yang sama sehingga bila penjual menurunkan harga, ia akan rugi sendiri, sedangkan bila menaikan harga. Maka pembeli akan lari penjual lainnya. 1.2 Rumusan masalah A. Struktur pasar dan karakteristik pasar persaingan sempurna B. Permintaan dan penawaran dalam pasar persaingan sempurna C. Memaksimumkan keuntungan jangka pendek di pasar persaingan sempurna D. Memaksimumkan keuntungan jangka panjang di pasar persaingan sempurna E. Kesimbangan jangka pendek dan panjang pasar persaingan sempurna F. Grafik pemaksimuman keuntungan jangka pendek G. Biaya marginal dan kurva penawaran H. Operasi perusahaan dan industri dalam jangka panjang I. Kurva penawaran industri dalam jangka panjang J. Kebaikan dan keburukan pasar persaingan sempurna 1.3 Tujuan Tujuan pembuatan karya tulis ini adalah 1. Untuk mengetahui ciri-ciri pasar persaingan sempurna. 2. Untuk mengetahui pemaksimuman keuntungan jangka pendek. 3. Untuk mengetahui operasi perusahaan dan industri dalam jangka panjang. 4. Untuk mengetahui kebaikan dan keburukan pasar persaingan sempurna. BAB II PEMBAHASAN MASALAH 2.1 Struktur dan Karakteristik Pasar Persaingan Sempurna. A. Struktur Pasar Persaingan Sempurna Pasar persaingan sempurna dapat didefinisikan sebagai suatu struktur pasar atau industri dimana ada banyak penjual dan pembeli,dan setiap penjual atau pun pembeli tidak dapat mempengaruhi pasar. Persaingan akan terjadi apabila penjual dan pembeli dalam jumlah besar mengadakan saling hubungan secara aktif dengan maksud memaksimumkan keuntungan dan kepuasan atas dasar harga-harga yang ditentukan oleh penawaran dan permintaan. Contoh produknya seperti beras,gandum, dan kentang. Pasar persaingan sempurna memiliki ciri-ciri : 1. Jumlah penjual dan pembeli banyak 2. Barang yang dijual bersifat homogen 3. Penjual bersifat mengambil harga (price taker) 4. Posisi tawar komsumen kuat 5. Sulit memperoleh keuntungan di atas rata-rata 6. Sensitif terhadap perubahan harga B. Karakteristik Pasar Persaingan Sempurna a. Homogenitas Produk (Homogenous Product) Produk yang homogen adalah produk yang mampu memberikan kepuasan (utilitas) kepada konsumen tanpa perlu mengetahui siapa produsennya. Semua perusahaan dianggap mampu memproduksi barang dan jasa dengan kualitas dan karakteristik yang sama. b. Pengetahuan Sempurna (Perfect Knowledge) Para pelaku ekonomi (konsumen dan produsen) memiliki pengetahuan sempurna tentang harga produk dan input yang dijual. Dengan demikian konsumen tidak akan mengalami perlakuan harga jual yang berbeda dari satu perusahaan dengan perusahaan lainnya. Demikian halnya dengan perusahaan, hanya akan menghadapi satu harga yang sama dari berbagai pemilik factor produksi. c. Output Perusahaan Relatif Kecil (Small Relatively Output) Semua perusahaan dalam industry (pasar) dianggap berproduksi efisien (biaya rata-rata terendah), baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Kendatipun demikian jumlah output setiap perusahaan secara individu dianggap relative lebih kecil disbanding jumlah output seluruh perusahaan dalam industry. d. Perusahaan Menerima Harga yang Ditentukan Pasar (Price Taker) Konsekuensi dari asumsi ketiga adalah bahwa perusahaan menjual produknya dengan berpatokan pada harga yang ditetapkan pasar (price taker). Karena secara individu perusahaan tidak mampu memengaruhi harga pasar. Yang dapat dilakukan pasar adalah menyesuaikan jumlah output untuk mencapai laba maksimum. e. Keleluasaan Masuk-Keluar Pasar (Free Entry and Exit) Pemikiran yang mendasari asumsi ini adalah dalam pasar persaingan sempurna factor produksi mobilitasnya tidak etrbatas dan tidak ada biaya yang harus dikeluarkan untuk memindahkan factor produksi. Pengertian mobilitas menckakup pengertian geografis dan antarpekerjaan. Maksudnya, factor produksi seperti tenaga kerja mudah dipindahkan dari satu tempat ke tempat lainnya atau dari satu pekerjaan ke pekerjaan lainnya, tanpa biaya. Hal tersebut menyebabkan perusahaan leluasa untuk masuk-keluar pasar. Jika perusahaan tertarik di satu industry (dalam industry masih memberikan laba), dengan segera dapat masuk. Bila tidak tertarik lagi atau gagal, dengan segera dapat keluar. C. Kelebihan Pasar Persaingan Sempurna 1) Pembeli sangat mengetahui harga pasar sehingga sangat kecil terjadi kerugian atau kekecewaan. 2) Konsumen merasa sejahtera, karena bebas memasuki pasar. 3) Terdapat persaingan murni, karena barang yang diperjualbelikan homogen. 4) Harga cenderung stabil karena keadaan pasar dapat diketahui sebelumnya. Mudah memilih atau menentukan barang yang diperjualbelikan. 5) Barang yang diproduksi dapat diperoleh dengan ongkos yang serendahrendahnya. 2.2 Permintaan dan Penawaran Dalam Pasar Persaingan Sempurna a. Permintaan Tingkat harga dalam pasar persaingan sempurna ditentukan oleh permintaan dan penawaran. Jumlah output perusahaan relatif sangat kecil dibanding output pasar, maka berapa pun yang dijual perusahaan, harga relatif tidak berubah. b. Penawaran Kurva permintaan (D=DEMEND) sama dengan kurva penarimaan rata – rata (AR=AVERAGE COST) sama dengan kurva penerimaan marjinal (MR=MARGINAL COST) dan sama dengan harga (P). Kurva penerimaaan total berbentuk garis lurus dengan sudut kemiringan positif, bergerak mulai dari titik (0,0). 2.3 Memaksimumkan keuntungan jangka pendek di pasar persaingan sempurna A. Pemaksimuman keuntungan jangka pendek Dalam bagian ini secara serentak akan ditunjukkan contoh angka tentang biaya produksi, hasil penjualan dan penentuan keuntungan. Dalam contoh ini ditunjukkan (i) cara menghitung biaya total, biaya rata-rata dan biaya marginal (ii) cara menghitung hasil penjualan total, penjualan rata-rata dan penjualan marginal dan (iii) menunjukkanmcara suatu perusahaan menentukan tingkat produksi yang akan memaksimumkan keuntungan. Di dalam jangka pendek, pemaksimuman untung oleh sutau perusahaan dapat diterangkan dengan dua cara berikut : 1) Membandingkan hasil penjualan total dengan biaya total. Maka, dengan cara pertama ini keuntungan yang maksimum akan dicapai apabila perbedaan nilai antara hasil penjualan total. 2) Menunjukkan keadaan di mana hasil penjualan marjinal sama dengan biaya marjinal. Pemaksimuman keuntungan dicapai pada tingkat produksi di mana hasil penjualan marjinal (MR) sama dengan biaya marjinal (MC) atau MR=MC. Untuk menetukan tingkat produksi yang memaksimumkan keuntungan terdapat dua cara yaitu: a) Hasil Penjualan Total, Biaya Total dan Keuntungan Untuk menentukan keadaan tersebut yang perlu dilakukan adalah membandingkan hasil penjualan total dan biaya total pada setiap tingkat produksi dan menentukan tingkat produksi di mana hasil penjualan total melebihi biaya total pada jumlah yang paling maksimum. Keuntungan yang diperoleh dihitung dengan formula sebagai berikut keuntungan = hasil penjualan total – biaya produksi total. b) Hasil Penjualan Marjinal, Biaya Marjinal dan Keuntungan Dihitung berdasarkan formula berikut tambahan untung = tambahan penjualan total – tambahan biaya. Tingkat produksi MC =MR. B. Pendekatan Biaya Total Hasil Biaya Total Kurva TC (biaya total) dan TR (hasil penjualan total) dibuat berdasarkan data yang terdapat dalam table 11.1 dan 11.2. kurva TC bermula di atas kurva TR dan ini terus berlangsung sehingga tingkat produksi hamper 2 unit. Keadaan di mana kurva TC berada di atas kurva TR menggambarkan bahwa perusahaan mengalami kerugian. Pada waktu produksi mencapai di antara 2 sampai 9 unit kurva TC berada di bawah kurva TR dan ini menggambarkan bahwa perusahaan memperoleh keuntungan. C. Pendekatan Biaya Marginal – Hasil Penjualan Marginal Kegiatan perusahaan mencapai keuntungan maksimum apabila pada jumlah produksi tercapai keadaan di mana MC=MR. Dengan demikian perusahaan mencapai keuntungan maksimum apabila produksi adalah 7 unit. Walaupun setiap perusahaan akan berusaha untuk memaksimumkan keuntungan, tidaklah berarti bahwa setiap perusahaan akan selalu mendapat untung dalam kegiatannya. Dalam jangka pendek terdapat empat kemungkinan dalam corak keuntungan atau kerugian perusahaan: i. Mendapat untung yang luar biasa, ii. Mendapat untung normal, iii. Mengalami kerugian tetapi masih dapat membayar biaya berubah, dalam keadaan menutup atau membubarkan perusahaan. Menentukan keuntungan maksimum dapat dilihat bila posisi sebagai berikut : a. Keuntungan = Hasil penjualan total – Biaya produksi total b. Tambahan keuntungan = Tambahan penjualan total – Tambahan biaya. 2.4 Memaksimumkan Keuntungan Jangka Panjang di Pasar Persaingan Sempurna A. Keuntungan Jangka Panjang Di dalam jangka panjang perusahaan-perusahaan tidak mungkin memperoleh keuntungan yang luar biasa(melebihi normal). Keuntungan luar biasa akan menarik perusahaan-perusahaan baru untuk masuk ke dalam industri tersebut. Dalam keadaan di mana perusahaan mengalami kerugian adalah merupakan keadaan yang sementara. Kerugian mendorong beberapa perusahaan untuk mengundurkan diri dari industri tersebut. Hal tersebut menunjukkan bahwa di dalam jangka panjang perusahaan-perusahaan dalam persaingan sempurna cenderung untuk memperoleh keuntungan normal saja. B. Pemaksimuman Jangka Panjang Dalam jangka panjang, semua input adalah variable. Keadaan ini bisa dianggap stage perencanaan sebelum perusahaan masuk kedalam industri. Pada stage ini perusahaan akan memutuskan fasilitas produksi sebesar apa yang harus dibangun (misalnya jumlah optimal dari fixed cost). Dalam jangka panjang, perusahaan juga tetap berusaha memaksimumkan profit. Harga ditetapkan pasar dan sama dengan MR. output akan naik selama MR < MC. Maksimum profit tercapai bila MR = MC. 2.5 Keseimbangan Perusahaan Dalam Jangka Pendek a) Perusahaan sebaiknya hanya berproguksi, paling tidak, bila biaya variable (VC) adalah sama dengan penerimaaan total (TR), atau biaya variabrl rata – rata (AVC) sama dengan harga b) Perusahaan memproduksi pada saat MR = MC agar perusahaan memperoleh laba maksimum atau dalam kondisi buruk kerugiannya minimum (minimum loss). Diagram 8.3 menunjukkan bahwa kondisi MR = MC (titik E) tercapai pada saat output sejumlah Q* Diagram 8.4 Kondisi impas terjadi bila biaya rata – rata sama dengan harga, dimana laba per unit sama dengan nol 2.6 Keseimbangan Perusahaan Dalam Jangka Panjang  Perusahaan harus berkerja sebaik mungkin (doing as well as possible) agar perusahaan mencapai keadaan yang paling optimal.  Tidak mengalami kerugian (not suffering loss) agar dapat mengganti barang modal yang digunakan dalam produksi.  Tidak ada insentif bagi perusahaan untuk masuk – keluar karena laba nol (zero profit), yaitu tingkat laba yang memberikan tingkat pengembalian yang sama.  Perusahaan tidak dapat menambah laba lagi pada saat SAC = LAC. Diagram 8.5 Menunjukkan bahwa pada saat MR = MC perusahaan mengalami kerugian sebesar BE per unit. Sehingga kerugian total adalah seluas bidang PAEB. Kerugian ini adalah kerugian minimum. 2.7 Grafik Pemaksimuman Keuntungan Jangka Pendek Dalam jangka pendek, perusahaan harus memutuskan apakah tetap berproduksi atau tidak. Bila tetap berproduksi, berapa tingkat output yang tepat (tingkat harga pasarnya sendiri ditetapkan pasar). Bila perusahaan telah memutuskan untuk produksi, maka produksi akan ditingkatkan sepanjang marginal revenue (harga) melampaui marginal cost. Misalkan, harga equilibrium pasar (atau MR) = 10 per unit. MR=MC pada titik E pada saat Q = 600.Perusahaan tidak akan produksi kurang dari 600 unit output. Hal ini disebabkan bila Q kurang dari 600, setiap tambahan Q akan menambah revenue sebesar 10,sementara karena MC lebih kecil dari 10 untuk tambahan ini, maka biaya produksi lebih kecil dari tambahan revenue. Sehingga selama Q dibawah 600,tambahan output akan menambah profit. Perusahaan juga tidak akan berproduksi lebih dari 600 karena diatas 600, setiap tambahan output (Q) akan menambah cost lebih dari 10 (karena MC leih dari 10) sehingga tambahan output akan mengurangi profit. Maksimalisasi profit terjadi pada saat Q= 600. Dan ATC pada saat Q=600 adalah 8 per unit. Jadi, total cost produksi adalah: 8 x 600=4800.Total revenue adalah 10 x 600=6000. Perkiraan profit maksimum adalah 6000-4800=1200. Bila harga diatas 10, maka kurva demand perusahaan akan naik sehingga tingkat output yang dapat memaksimumkan profit akan naik, perusahaan akan menaikan output. Bila harga turun, produksi akan turun. Jadi, harga bergerak terbalik dibanding output. Profit atau minimum loss. Profit dan loss tergantung pada posisi harga relative terhadap ATC. Sepanjang harga > cost, ada shortrun profit. Bila harga > cost, ada loss (Martin, 2013) Gambar 1. Grafik pemaksimuman jangka pendek (Martin, 2013) 2.8 Biaya Marjinal dan Kurva Penawaran Kurva penawaran adalah kurva yang menunjukkan perkaitan diantara harga suatu barang tertentu dan jumlah barang tersebut yang ditawarkan. Dalam bagian ini akan diterangkan bahwa semenjak ia memotong kurva AVC, Kurva biaya marginal (MC) dari suatu perusahaan dalam pasar persaingan sempurna adalah merupakan kurva penawaran dari perusahaan tersebut. Ada dua kurva penawaran yaitu kurva penawaran perusahaan dan kurva penawaran industry . Diagram 8.2 . Kurva penawaran Kurva penawaran (D) sama dengan kurva penawaran rata - rata (AR) sama dengan kurva penawaran marjinal (MR) dan sama dengan harga (P) Kurva penawaran total berbentuk garis lurus dengan sudut kemiringan positif, bergerak mulai dari titik (0,0) 2.9 Operasi Perusahaan dan Industri Dalam Jangka Panjang Dalam jangka panjang perusahaan dan industri dapat membuat beberapa perubahan tertentu yang di dalam jangka pendek tidak dapat dilakukan. Perusahaan dapat menambah faktor-faktor produksi yang di dalam jangka pendek adalah tetap jumlahnya. Kemungkinan ini menyebabkan perusahaan tidak lagi mengeluarkan biaya tetap, semuanya adalah biaya berubah. Apabila suatu perusahaan tidak dapat menutupi biaya berubahnya, ia tidak akan membubarkan usahanya, tetapi hanya akan menghentikan kegiatan produksinya.perubahan lain yang mungkin berlaku dalam jangka panjang adalah kemajuan teknologi, kenaikan upah tenaga kerja dan kenaikan harga-harga umum. Perubahan ini akan mempengaruhi biaya produksi di setiap perusahaan. Dengan adanya kemungkinan untuk membuat penyesuaian-penyesuaian tersebut keadaan dalam perusahaan dan industri akan mengalami perubahan, dua hal yang harus diperhatikan:  Keadaan yang wujud apabila permintaan bertambah  Keadaan yang wujud apabila permintaan berkurang 2.10 Kurva Penawaran Industri Dalam Jangka Panjang Perubahan-perubahan biaya produksi dalam jangka panjang akan mempengaruhi kurva penawaran. Berdasarkan kepada sifat perubahan biaya produksi dalam jangka panjang, kurva penawaran industri dalam pasar persaingan sempurna dapat dibedakan ke dalam tiga bentuk yaitu: o Biaya jangka panjang yang tidak berubah o Biaya jangka panjang yang semakin meningkat o Biaya jangka panjang yang semakin menurun 2.11 Kebaikan dan Keburukan dari Pasar Persaingan Sempurna Kebaikan dari pasar persaingan sempurna antara lain : 1) Harga jual barang dan jasa adalah yang termurah 2) Jumlah output paling banyak sehingga rasio output per penduduk maksimal (kemakmuran maksima) 3) Masyarakat merasa nyaman dalam mengkonsumsi (produk yang homogeny) dan tidak takut ditipu dalam kualitas dan harga 4) Pembeli sangat mengetahui harga pasar sehingga sangat kecil terjadi kerugian 5) Konsumen merasa sejahtera, karena bebas memasuki pasar 6) Terdapat persaingan murni, karena barang yang diperjualbelikan homogeny 7) Harga cenderung stabil karena keadaan pasar dapat diketahui sebelumnya 8) Mudah memilih atau menentukan barang yang diperjualnelikan 9) Barang yang diproduksi dapat diperoleh dengan ongkos yang serendahrendahnya 10) Persaingan sempurna memaksimumkan efisiensi 11) Kebebasan bertindak dan memilih Keburukan dari pasar persaingan sempurna antara lain : 1. Persaingan sempurna tidak mendorong inovasi 2. Persaingan sempurna adakalanya menimbulkan biaya social 3. Membatasi pilihan konsumen 4. Biaya produksi dalam persaingan sempurna mungkin lebih tinggi 5. Distribusi pendapatn tidak selalu merata (Ketut, 2008) 6. Tidak ada barang substitusi karena bersifat homogen 7. Terdapat faktor eksternal yang tidak diperhitungkan kesejahteraan optimum konsumen (Martin, 2013) dalam posisi

Judul: Makalah Fix

Oleh: Naning Dwi Lestari


Ikuti kami