Tugas Kepemimpinan

Oleh Ilham Fikri

106 KB 9 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Tugas Kepemimpinan

Kepemimpinan Steve Job Nama Steve Paul Job atau yang sering dikenal sebagai Steve Job memang sudah tidak asing lagi terutama di dunia bisnis. Siapa yang tak kenal dengan Steve Job sang pendiri Apple. Nama Steve Job dikenal sebagai pemimpin besar dalam dunia bisnis, teknologi dan telekomunikasi. Sebagai pemimpin, Steve Job memiliki tipe dan ciri khas tersendiri dalam memimpin perusahaan yang dia dirikan. Steve Job menjadi pebisnis yang berhasil mengembangkan lebih dari 500 perusahaan melalui dedikasi dan kerja kerasnya selama ini. Gaya Kepemimpinan Steven Paul Jobs dikenal sebagai pribadi yang keras dalam memimpin. Walaupun Ia sangat persuasif dan memiliki karisma yang tinggi, banyak orang berpendapat bahwa ia terlalu mudah berubah pikiran dan beremosi tinggi. Meskipun begitu, ide ide cemerlang yang Ia miliki patut kita apresiasi. Ia berhasil membuat perusahaan teknologi besar di bawah naungannya dan berhasil membuat software bagus yang akhirnya dibeli oleh Apple lalu membuat Ia dipekerjakan kembali di perusahaan yang dia bangun. Steve Job seorang pemimpin dengan gaya otokrasi, otoriter, yang tidak menerima sedikitpun masukan dari para anggota perusahaannya. Seorang pemimpin yang memainkan perannya sebagai pencetus segala keputusan melalui setiap ide-idenya sendiri. Walaupun kelihatannya gaya kepemimpinan yang satu ini cukup keras, namun dengan cara demikian seorang Steve Jobs mampu membuka jendela kesuksesannya bagi perusahaan yang ia dirikan. Melalui setiap ide-idenya yang inovatif, Steve Jobs mampu menciptakan perusahaan teknologi yang sukses dan dikenal oleh dunia. Walaupun pada kenyataannya gaya kepemimpinan seorang Steve Jobs dianggap agak sombong menurut beberapa kalangan, namun dedikasi yang tinggi untuk berinovasi telah memberikan tidak hanya berbagai keuntungan bagi perusahaannya, Apple, tetapi juga mendatangkan keuntungan-keuntungan bagi para konsumen di seluruh dunia. Steve Jobs mengerti akan pentingnya mengambil setiap risiko dan bahkan berbagai risiko besar yang harus ditanggung oleh seorang pemimpin besar. Dalam perjalanan kariernya sebagai seorang pemimpin besar, ia melakukan berbagai kesalahan, namun ia tetap belajar dari setiap kesalahan yang ia buat serta mampu berkembang dengan segala macam kemungkinan untuk meraih kesuksesan. Steve Jobs tidak mengerti akan perlunya kerja sama dalam sebuah tim. Dia lebih banyak menuntut para pekerjanya dengan tipe kepemimpinan diktator. Walaupun gaya kepemimpinannya cukup sulit untuk diikuti oleh orang-orang yang bekerja dengannya, mereka cukup efektif bekerja untuk kesuksesan Perusahaan Apple. Steve Jobs memiliki pola pikir yang kreatif. Dia berkeinginan untuk mengembangkan produknya. Sebuah kutipan yang pernah ia lontarkan adalah, “Orang-orang tidak akan tahu apa yang mereka mau hingga Anda menunjukkan kepada mereka apa yang mereka mau.” Melalui pemikiran inilah, Steve Jobs menciptakan berbagai produk yang dibutuhkan oleh para konsumennya. Steve Jobs memiliki kemampuan untuk mengenal setiap keahlian para pekerjanya, cukup berbeda dengan Bill Gates. Dia adalah seorang motivator yang handal. Dia memiliki kemampuan untuk menarik perhatian orang agar tertarik kepada sesuatu. Dia menciptakan suasana kerja melalui pikiran-pikiran positif dan inovatif. Keunikan dari Gaya Kepemimpinan Steve Job Steve Jobs memiliki gaya kepemimpinan dan ciri khas yang sangat berbeda dari pemimpin lain. Gaya kepemimpinan tersebut memberikan sumbangsih akan gaya kepemimpinan yang mampu menghasilkan berbagai produk yang berhasil dipasarkan di seluruh dunia. Steve Job memiliki semangat dan dedikasi untuk berinovasi bagi dunia dan teknologi komputerisasi. Ketika seorang Steve Jobs dengan gaya kepemimpinannya yang otoriter, dia tetaplah seorang yang jenius dengan setiap inovasinya. Melalui berbagai proses, Steve Jobs belajar dari setiap kesalahan yang ia lakukan untuk terus maju. Melalui proses tersebut, Apple mampu menjadi perusahaan yang sukses dalam bidang teknologi telepon genggam dan komputer. Steve Job sebagai pemimpin besar mampu mengerti akan kebutuhan dari umat manusia dan mampu mewujudkannya. Hal ini merupakan langkah yang paling penting bagi para pemimpin, yaitu memiliki kemampuan untuk mengenal setiap kebutuhan dan merealisasikannya. Kepemimpinan Bill Gates Bill Gates atau William Henry Gates III adalah seorang multi miliuner yang namanya selalu berada diurutan pertama daftar orang-orang terkaya di dunia. Bill Gates adalah orang yang mendirikan Microsoft, sebuah perusahaan perangkat lunak terbesar di dunia. Siapapun kita yang pernah menggunakan komputer desktop pastinya juga pernah memanfaatkan karyanya, ya salah satunya adalah sistem operasi Windows. Gaya Kepemimpinan Bill Gates cenderung memiliki gaya kepemimpinan yang partisipatif. Dia percaya bahwa dalam memajukan perusahaan yang dia pimpin, diperlukan masukan-masukan dari para pekerja, karyawan dan orang-orang yang bekerja sama dengannya walaupun mereka sebagai bawahan. Dibalik kesuksesan Perusahaan Microsoft terdapat antusiasme dan semangat kerja keras dari seorang Bill Gates yang memotori dan menggerakkan bisnis perusahaan mega tersebut. Dia mengerti bahwa dalam suatu bisnis diperlukan adaptasi terhadap berbagai kondisi naik turun dan perubahan-perubahan yang terjadi seiring dengan langkah menuju kesuksesan. Dengan gaya kepemimpinannya, Bill Gates telah menciptakan sebuah perusahaan yang mampu bertahan menghadapi berbagai terpaan badai dengan tetap memancarkan sinar kesuksesan dan berdiri kokoh. Melalui setiap proses yang dilalui, Bill Gates mampu mengembangkan perusahaan yang dapat mendayagunakan setiap kemampuan dari para anggota perusahaannya semaksimal mungkin. Perbedaan yang mencolok dari gaya kepemimpinan Bill Gates dengan Steve Jobs adalah Bill Gates tidak sekreatif Steve Jobs. Bill Gates tidak membagikan passion-nya dalam pengembangan usaha melalui ide-idenya sendiri. Malah ia lebih mendayagunakan setiap ide-ide dan berbagai saran dari para anggota timnya untuk menghasilkan beberapa perubahan-perubahan besar dalam dunia gamer saat ini. Namun demikian, ia tetap seorang yang jenius. Bill Gates memiliki seperangkat keahlian yang unik. Dia mampu memvisualisasikan tujuan serta mimpinya dan terus maju melalui setiap proses yang ia jalani untuk membuat setiap mimpinya tersebut menjadi kenyataan. Mimpinya agar dunia memiliki sebuah komputer dalam setiap kebutuhan rumah tangga menambah suatu daya tarik tersendiri. Sebagai seorang pemimpin, Bill Gates menerapkan budaya usaha yang sangat baik. Baginya penting untuk melibatkan semua orang karena tidak mungkin menguasai semua pengetahuan teknis atau melakukan semua pekerjaan sendiri. Bill Gates membangun budaya kerja terbuka dengan cara mendorong atmosfer yang bebas dan santai (egaliter), menciptakan struktur datar dengan hirarki yang tidak banyak, membagi perusahaan menjadi kelompokkelompok kecil, memberikan kelompok tersebut tugas yang terdefinisi dengan jelas dan memberi tanggung jawab penuh terhadap tugas tersebut (emphasis dan empower), mendorong diskusi dan perdebatan serta mengakui dan menghargai kesuksesan kelompok atau individu. Visi dan Misi Bill Gates Visi A computer on every desk and in every home : mengadakan sebuah PC di setiap meja dan rumah merupakan visi Bill Gates ketika mendirikan Microsoft. Visi inilah yang menggerakkan roda pengembangan produk yang terus menerus oleh Microsoft. Misi Terus memajukan dan mengembangkan teknologi software, membuatnya lebih mudah dan menyenangkan untuk digunakan, lebih efektif sehingga lebih murah harganya (costeffective). Bill Gates fokus pada visi dan misinya. Ia juga merupakan pemimpin yang dapat mengkomunikasikan idenya dengan baik. Ia percaya bahwa pemimpin yang baik bukan hanya mempunyai ide yang hebat tetepi juga mampu mengkomunikasikan idenya. Ia mendorong budaya komunikasi yang baik lewat email. Ia sering melontarkan topik-topik diskusi hangat lewat email. Gates rajin membagikan nilai-nilai Microsoft kepada karyawannya (share value). Ia merupakan pemimpin yang selalu meluangkan waktu membangun hubungan dengan karyawannya di seluruh dunia lewat email. Keunikan dari Gaya Kepemimpinan Bill Gates Gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh Bill Gates adalah transformational leadership behavior. Artinya Bill Gates menyadari dan menghargai kontribusi karyawannya. Sehingga dapat disimpulkan Bill Gates menganut tipe kepemimpinan transformasional karena Bill Gates dapat menciptakan inovasi dan perubahan yang signifikan baik terhadap pengikutnya maupun organisasi. Bill Gates mempunyai kemempuan untuk mengarahkan perubahan dalam misi, strategi, struktur dan budaya organisasi, demikian pula dalam mempromosikan inovasi produk dan teknologi. Kepemimpinan Jack Ma Ketika berbicara tentang kepemimpinan, kita tahu banyak orang dengan keahlian tertentu dan berpendidikan yang melakukan revolusi di bidangnya masing-masing, seperti Bill Gates dengan Microsoft, Steve Job dengan Apple. Tetapi Jack Ma hanyalah seorang guru bahasa Inggris, bukan ahli komputer. Ia mengguncang dasar-dasar dari teori manajemen dan sains, dengan merevolusi bisnis e-commerce di Cina. Orang yang sederhana ini telah meninggalkan para jagoan lain dan meraih keajaiban sukses. Gaya Kepemimpinan Jack Ma merupakan contoh dari pemimpin kharismatis di negara itu di mana sains jauh berada di belakang dan ekonomi sedang bergerak melambat. Tetapi kepemimpinannya yang visioner membawa tidak hanya revolusi e-commerce tetapi mengagetkan dunia, karena ia membuat Cina sejajar dengan negara-negara maju. Menurut Jack Ma pemimpin tidak selalu mereka yang paling pintar tetapi yang mampu membangkitkan visi secara kharismatis. Ia juga tahu orang harus terus berjuang dan menemukan peluang ketika gaya manajemen berubah, struktur berubah, sumber daya terbatas, teknologi selalu baru, manusia hanya mesin dan banyak bisnis berada di bawah kapasitasnya. Jack Ma merupakan pemimpin yang cermat sehingga dapat menjadi sumber pendorong utama menuju puncak kemasyuran dan sukses. Jack Ma terbukti mampu melakukan transformasi organisasi kecil menjadi organisasi raksasa, seperti AliBaba.com, Taobao, Tmall, eTao, Alibaba Cloud Computing, Juhuasuan, 1688.com, AliExpress.com dan Alipay. Sanjay Varma yang adalah Vice President AliBaba menyatakan bahwa sebagai pimpinan Ma tetap merendah, disegani, dan pintar, tidak ada perubahan dalam dinamika kepribadiannya. Hal-hal ini adalah moral tinggi yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin untuk membuat karyawan tetap termotivasi, meningkatkan komitmennya terhadap organisasi, dan melambungkan semangatnya untuk meraih sukses. Jack Ma merupakan pemimpin yang percaya kepada anggotanya dia juga pernah berkata” Jika anda ingin berhasil, berikan wewenang kepada orang lain dan anda harus yakin bahwa orang ini lebih baik daripada anda agar kepastian sukses lebih pasti”. Salah satu rahasia sukses adalah menginspirasi para pengikut dan percaya akan kekuatan dan potensi mereka. Di tengah ketenaran dan gelimang harta, Ma tak lupa mendonasikan sebagian besar hartanya. Bersama dengan pendiri Alibaba lainnya, Joseph C. Tsai, Ma mendonasikan 2 persen saham Alibaba pada yayasan amal yang akan mendanai prakarsa di bidang lingkungan, kesehatan dan pendidikan. Tidak heran jika Forbes Asia menobatkannya sebagai “Asia’s Heroes of Philanthropy” karena perannya dalam program pemulihan bencana dan kemiskinan. Apa yang dilakukan Jack Ma memang selalu konsisten dengan prinsip hidupnya bahwa manusia lahir untuk selalu membuat segala sesuatu menjadi lebih baik untuk orang lain. Dia juga mengatakan “Saya selalu mengatakan kepada diri saya sendiri bahwa kita terlahir di sini bukan untuk bekerja, tapi untuk menikmati hidup. Kita di sini untuk membuat segala sesuatunya lebih baik untuk satu sama lain dan tidak untuk bekerja. Jika Anda menghabiskan seluruh waktu untuk bekerja, Anda akan menyesalinya,” pesan Ma. Achmad Zaky juga merupakan pemimpin yang dapat mengkomunikasikan idenya dengan baik. Ia percaya bahwa pemimpin yang baik bukan hanya mempunyai ide yang hebat tetapi juga mampu mengkomunikasikan idenya. Malah ia lebih mendayagunakan setiap ideide dan berbagai saran dari para anggota timnya untuk menghasilkan beberapa perubahanperubahan besar dalam dunia gamer saat ini. Namun demikian, ia tetap seorang yang jenius. Kepemimpinan Achmad Zaky Achmad Zaky Syaifudin adalah seorang pengusaha asal Indonesia yang bergerak di bidang internet. Ia merupakan pendiri sekaligus CEO dari situs e-commerce Bukalapak.com, sebuah perusahaan E-Commerce Indonesia berbasis marketplace C2C yang berfokus pada pemberdayaan Usaha Kecil Menengah (UKM). Achmad Zaky percaya bahwa semua orang terlahir sebagai pemimpin, dia juga merupakan contoh pemimpin yang partisipatif dia selalu meminta masukan dari para pekerjanya dan pemimpin yang bisa bekerjasama dengan pekerjanya. Dia juga sempat berkata.“Setiap individu merupakan pemimpin dan bisa menjadi seorang pemimpin. Saya meyakini bahwa kepemimpinan yang baik dapat dicapai dengan kerja tim yang baik pula yang dapat saling memberikan masukan yang membangun satu sama lain,”. Achmad Zaky juga merupakan pemimpin yang dapat mengkomunikasikan idenya dengan baik. Ia percaya bahwa pemimpin yang baik bukan hanya mempunyai ide yang hebat tetapi juga mampu mengkomunikasikan idenya. Namun ia lebih mendayagunakan setiap ideide dan berbagai saran dari para anggota timnya untuk menghasilkan beberapa perubahanperubahan besar dalam Bukalapaknya. Zaky juga menanamkan sifat kekeluargaan serta gotong royong tidak hanya kepada para pelaku UKM (pelapak), tetapi juga kepada teman-teman yang bekerja di Bukalapak. Dengan karakter seperti ini, pria kelahiran 24 Agustus 1986 itu yakin bisa mencapai visi dan misinya.

Judul: Tugas Kepemimpinan

Oleh: Ilham Fikri


Ikuti kami