Tugas Aplikom

Oleh Afini Nurfajari

276,2 KB 8 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Tugas Aplikom

BAB I PERTUMBUHAN EKONOMI SISI PERMINTAAN A. A.1. PERMINTAAN AGREGAT Konsumsi Rumah Tangga Di sisi permintaan, sumber utama pertumbuhan ekonomi pada kuartal I sampai III tahun 2010 ditopang oleh konsumsi rumah tangga dan investasi. Menguatnya konsumsi rumah tangga didukung oleh variabel makroekonomi yang positif, daya beli masyarakat yang tetap kuat, meningkatnya pembiayaan dari lembaga keuangan, serta kepercayaan konsumen dan dunia usaha yang masih positif. Akselerasi kinerja investasi juga didukung oleh membaiknya kondisi makroekonomi serta meningkatnya kepercayaan dunia usaha akan prospek kondisi ekonomi mendatang. Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2010 meningkat jauh lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata pertumbuhan ekonomi tahun 2009 yang hanya mencapai 4,5% (tabel 1). Tabel 1 Pertumbuhan Ekonomi – Sisi Permintaan Sektor pertanian sedikit terkoreksi karena melambatnya pertumbuhan produktivitas, menurunnya luas lahan pertanian, anomali cuaca, banjir, dan tingginya serangan hama. Sementara itu, subsektor perkebunan, subsektor perikanan dan subsektor kehutanan masih menunjukkan indikasi positif sehingga dapat menahan perlambatan di sektor pertanian lebih lanjut. Grafik 1 Indikator Penuntun Konsumsi A.2. Investasi Faktor lain yang menjadi motor pertumbuhan ekonomi indonesia tahun 2010 adalah investasi, terindikasi dari indikator penuntun investasi bahwa hingga kuartal III, investasi masih menunjukkan fase ekspansi (Grafik 3), masih tingginya pertumbuhan impor barang modal, meningkatnya pertumbuhan PMA dan PMDN, dan cukup besarnya rencana relokasi investor asing serta rencana penambahan kapasitas produksi. Faktor yang mendukung diantaranya peningkatan penggunaan kredit investasi dan leasing, cukup besarnya rencana penerbitan saham dan obligasi korporasi untuk kegiatan investasi, meningkatnya pertumbuhan FDI dan penarikan utang luar negeri swasta. Persepsi pasar yang membaik terhadap kondisi investasi, menguatnya nilai tukar rupiah yang mendorong relatif rendahnya harga barang impor, dan penerapan berbagai kebijakan juga mendukung peningkatan kegiatan investasi (Gujarati, 1995). Grafik 2 Penuntun Investasi A.2.1 Investasi Dalam Negeri dan Asing Realisasi investasi baru dan investasi perusahaan yang sudah mendapat ijin usaha (PMA dan PMDN) juga terus meningkat (Grafik 4). Sampai dengan triwulan II 2010, realisasi PMA telah mencapai 60% dari target, sementara realisasi PMDN telah mencapai 52,6% dari target. BKPM memperkirakan target PMA dan PMDN selama tahun 2010 masingmasing sebesar Rp118,4 triliun dan Rp41,6 triliun dapat tercapai dengan mempertimbangkan realisasi di semester I tersebut (Bank Indonesia, 2014). Grafik 3 Realisasi PMA dan PMDM (BKPM) A.3. Ekspor impor Dari tabel 1 tercatat kinerja ekspor dan impor masih cukup tinggi, faktor yang mendukung masih tingginya ekspor diantaranya yaitu stabilnya produksi minyak, masih cukup baiknya kondisi perekonomian negara mitra dagang, kepercayaan konsumen serta bisnis di lingkungan global, meningkatnya harga komoditas ekspor, dan adanya penambahan kapasitas produksi. Pertumbuhan ekspor riil pada triwulan III 2010 (JuliAgustus) masih berada di level yang tinggi, yaitu sekitar 21% (yoy), namun melambat apabila dibandingkan pertumbuhan pada triwulan II 2010 (31,1%,yoy). Perlambatan kinerja ekspor terjadi baik pada ekspor migas maupun non migas, meningkat dibandingkan dengan pertumbuhan bulan Juni sebesar 28,2% (yoy) namun melambat dibandingkan dengan pertumbuhan triwulan II 2010 sebesar 31,2% (yoy) (Grafik 7). Perlambatan tersebut akibat melambatnya ekspor pertambangan, terutama komoditas tembaga dan nikel yang dibarengi dengan menurunnya ekspor pertanian seperti kayu dan udang. Sementara itu, ekspor non-SDA meningkat dibandingkan dengan triwulan II 2010 khususnya pada komoditas minyak kelapa sawit, produk plastik, mesin dan mekanik. Grafik 4 Total Ekspor, Ekspor Migas dan Non Migas (nilai riil) A.3.1 Minyak bumi dan gas Begitu juga halnya dengan impor, pertumbuhan impor riil pada triwulan III 2010 (JuliAgustus) sekitar 38% (yoy), sedikit melambat dibandingkan pertumbuhan triwulan II 2010 sebesar 43% (yoy). Masih tingginya impor sejalan dengan pergerakan indikator penuntun impor yang mengindikasikan pertumbuhan impor masih berada pada fase ekspansi. Kondisi tersebut juga didukung oleh perkembangan PPN Impor pada September yang kembali menurun. Di sisi migas, perlambatan impor terjadi seiring dengan kecenderungan melambatnya konsumsi minyak serta harga impor migas. Grafik 5 Indikator Penuntun Impor BAB II PERTUMBUHAN EKONOMI SISI PENAWARAN A. Penawaran Agregat Secara sektoral, struktur sisi penawaran pada triwulan III tidak banyak berubah dari triwulan sebelumnya yang masih ditopang oleh pertumbuhan yang tinggi di sektor nontradable, meskipun pada sektor tradable, sektor industri mengalami pertumbuhan yang relatif stabil, terindikasi dari perkembangan indikator komposit yang sampai dengan Agustus 2010 tumbuh stabil. Indeks dan utilisasi kapasitas produksi Survei Produksi - BI sampai dengan pertengahan triwulan III 2010 menunjukkan perkembangan yang masih baik. Selain itu, indeks penjualan eceran komoditas industri, impor mesin industri, penjualan alat berat, serta konsumsi listrik masih menunjukkan perkembangan yang positif sampai dengan Agustus 2010. Membaiknya kondisi ekonomi di dalam negeri serta pasar global menjadi faktor utama meningkatnya penjualan sektor industry. Tabel 2.1 Pertumbuhan Ekonomi – Sisi Penawaran

Judul: Tugas Aplikom

Oleh: Afini Nurfajari


Ikuti kami