Makalah Akademik

Oleh Muhammad Rizky Pratama

94,1 KB 9 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Makalah Akademik

Muhammad Rizky Pratama Ardi Rahmawan Fikri Irbani UNIVERSITAS BHAYANGKARA JAKARTA RAYA MANFAAT ROBOT KECERDASAN BUATAN PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kecerdasan buatan (AI) merupakan teknologi masa kini yang sangat dibutuhkan para industri saat ini. Karena para industri sekarang sudah ketergantungan dengan adanya kecerdasan buatan (AI), industri sangat diuntungkan berkat adanya perkembangan teknologi tersebut. Perkembangan teknologi harus di imbangi dengan sumber daya manusianya tersendiri agar tetap terjaga keseimbangan antara pemanfaatan sebuah teknologi dan pemanfaatan sumber daya manusia. Alasan penulis mengangkat masalah bahayanya kecerdasan buatan (AI) menjadi isu keamanan karena chip yang terdapat pada kecerdasan buatan (AI) dapat membuat manusia digantikan oleh kecerdasan buatan (AI), hal ini bisa menimbulkan kerugian negara dari berbagai aspek. 1.2. Rumusan Masalah 1. Apa dampak dari kecerdasan buatan (AI) bagi manusia dan negara ?. 2. Apa yang menyebabkan kecerdasan buatan (AI) menjadi isu keamanan ?. 3. Apa langkah yang tepat untuk membuat kecerdasan buatan ini tidak menggantikan manusia ?. 1.3. Tujuan Penulisan 1. Mengetahui dampak yang terjadi pada kecerdasan buatan bagi manusia. 2. Mengetahui keguaan yang tepat untuk kecerdasan buatan. 3. Mengetahui langkah yang bisa dilakukan supaya manusia tidak tergantikan oleh kecerdasan buatan (AI) STUDI LITERATUR Dalam menulis paper ini, kami menggunakan referensi tulisan yang berjudul “ Strategi Teknologi dan Manajemen Inovasi : Aplikasi Artificial Intelligence Untuk Keberlanjutan Produksi Gliserol Ester ”. yang di tulis oleh Iwan A Soenandi, Syamsul Maarif, Yandra Arkeman. Dalam penulisan ini, dijelaskan bahwa dibentuknya kecerdasan buatan ini untuk mengurangi limbah dari proses transesrifikasi dari minyak kelapa sawit untuk menghasilkan bio diesel. Dengan meningkatnya produksi biodiesel maka akan meningkat produksi Gliserol tersebut. karena hal itu perlu mengaplikasikan strategi inovasi proses baru sehingga meningkatkan jumlah produksi pengolahan Gliserol menjadi produk lain yang memiliki nilai jual tinggi Teori desekuritisasi Desekuritisasi adalah suatu proses normalisasi suatu isu yang sebelumnya telah terjadi perluasan dari isu politik. Atau bisa dikatakan bahwa desekuritisasi merupakan proses menurunkan isu keamanan menjadi isu non-keamanan karena isu tersebut sudah tidak lagi dianggap sebagai ancaman. 1 Jadi menurut kami Desekuritisasi adalah suatu isu yang sebelumnya telah menjadi isu keamanan namun melewati proses tertentu bisa berubah, dari yang tadinya isu keamanan menjadi isu non-keamanan karena isu tersebut sudah tidak lagi dinilai sebagai suatu ancaman. Proses desekuritisasi harus mengurangi speech act atau jika bisa dihilangkan. Pelaku desekuritisasi biasanya dilakukan oleh elit suatu negara. Jadi, desekuritiasi merupakan kebalikan dari sekuritisasi. Menurut Lene Hansen desekuritisasi dapat dilakukan melalui 4 cara desekuritisasi, diantaranya adalah Change through stabilisation, Replacement, Rearticulation , dan Silencing. Change through stabilisation atau perubahan melalui stabilisasi dapat dilihat di komunike kami yaitu “Dampak positif dari kemajuan dan perkembangan teknologi tentu 1 Grace Kara Situmorang, dalam papernya yang berjudul “Paper Teori Keamanan International”. jauh lebih baik jika setiap orang mampu menyiapkan diri untuk menguasai teknologi. Perkembangan teknologi atau kecerdasan buatan akan selalu berkembang seiring kebutuhan yang diperlukan manusia. Kita sebagai manusia seharusnya tidak kalah dengan robot (AI) karena manusia yang membuatnya. Seharusnya kita lebih pintar dari robot yang kita ciptakan bukan sebaliknya.” Replacement merupakan gabungan dari salah satu isu yang awalnya dari isu keamanan, sementara isu yang lain secara bersamaan masih tersekuritisasi. Di komunike kami yaitu “Kecerdasan buatan adalah hal yang perlu kita tanggapi dengan serius karena kalau kecerdasan buatan ini terus dibiarkan maka akan semakin banyak pekerjaan manusia yang di gantikan oleh robot atau disebut automation” Rearticulation merupakan penghapusan masalah keamanan dengan menawarkan solusi politik terhadap ancaman dan bahaya. Di komunike kami yaitu “Jadi kecerdasan buatan (AI) tidak ada gunanya jika chip tersebut tidak dapat digunakan kembali, maka kita sebagai manusia harus mampu menyiapkan diri untuk bekembang dan melampaui teknologi yang berkembang sangat pesat ini. Dengan menyiapkan sebuah pelatihan-pelatihan mengenai ilmu teknologi tentu akan menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten dan sesuai dengan kebutuhan dimasa yang akan datang. Bukan hal yang tidak mungkin jika manusia mampu menguasai teknologi” Silencing adalah pembungkaman terhadap isu yang berakibat hilangnya isu tersebut dari agenda politik dan keamanan. Di komunike kami terdapat pada “Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) memiliki sebuah chip khusus untuk memproses semua datanya, tanpa chip tersebut kecerdasan buatan tidak ada artinya. Chip tersebut dapat menyimpan semua data seperti layaknya manusia. Chip tersebut merupakan hasil temuan dari para ilmuan di Amerika Serikat. Menurut Acemoglu dan pascual restrepo, seorang ekonom MIT lainnya, memperkirakan sekitar 360.000 hingga 670.000 pekerjaan di AS dikerjakan oleh robot sejak 1990 . Menurut Elon Musk (CEO SpaceX dan Tesla) Jika ada kecerdasaan buatan super yang mengoptimalisasikan dan fungsi kegunaanya merugikan manusia di kemudian hari, maka itu akan berdampak sangat buruk”. Analisis Diskusi Berdasarkan penelitian yang menjadi acuan kami pada studi literatur diatas dampak keberadaan kecerdasan buatan (AI) sangat perlukan oleh manusia dalamaspek penemuan pengelolaan limbah minyak kelapa sawit. Limbah tentu saja barang yang memiliki nilai jual yang rendah tetapi dengan adanya kecerdasan buatan (AI) manusia bisa memanfaatkan limbah tersebut menjadi nilai jual yang tinggi. Gliserol adalah hasil proses pengolahan limbah dari minyak kelapa sawit. Gliserol dapat menghasilkan biodiesel yang dapat digunakan untuk kendaraan dan bisa menjadi alternatif bahan bakar baru terbarukan. Dari penjelasan penelitian yang menjadi acuan dalam penulisan makalah akademik ini, penulis ingin menyampaikan bahwa permasalahan yang terjadi pada kecerdasan buatan (AI) masuk ke isu non-keamanan, yang menjadi isu keamanannya adalah chip yang digunakan oleh kecerdasan buatan tersebut. Kecerdasan buatan (AI) sangat berguna pada bidang industri,terutama dalam bidang pekerjaan yang repetitif atau berulang-ulang. Contohnya mesin otomatis yang ada di suatu perusahaan atau pabrik yang membantu proses produksi suatu produk. Maka dari itu karena industri bisa ketergantungan terhadap kecerdasan buatan (AI), karena sudah ketergantungan maka manusia bisa di gantikan olehnya. Tetapi karena kecerdasan buatan (AI) memerlukan sebuah chip yang dapat berpikir layaknya manusia, tentu saja ini titik lemah kecerdasan buatan (AI) tanpa chip tersebut kecerdasan buatan bukan suatu hal yang dapat berhaya. Chip yang tertanam di dalam robot kecerdasana buatan ini bisa berfikir layaknya manusia dan menyimpan seluruh data atau informasi layaknya manusia, dan hal ini yang perlu kita takuti. Kecerdasan buatan (AI) dapat memproses semua data dan informasi yang diberikan manusia untuk menemukan sebuah solusi yang tepat. Keamanan ekonomi juga bisa terganggu karena Dengan kehilangannya para pekerja manusia di setiap industri ini bisa menimbulkan beberapa masalah seperti berkurangnya pendapatan negara di sektor pajak, seperti yang kita tau setiap pekerja harus memiliki yang Namanya NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak), NPWP diwajibkan dimiliki oleh orang yang sudah bekerja. KESIMPULAN Perkembangan teknologi atau kecerdasan buatan akan selalu berkembang seiring kebutuhan yang diperlukan manusia. Kemajuan teknologi memiliki banyak kelebihan diantaranya membantu pekerjaan manusia misalnya dalam melakukan komunikasi dengan orang lain. Diantara sekian banyak manfaat teknologi untuk kebutuhan pribadi, tentu banyak pula manfaat untuk kepentingan orang lain. Contohnya dalam peluang industri kreatif. Banyak sekali manusia diluar sana yang memiliki minat dan bakat terpendam. Berkat adanya perkembangan teknologi tentu lebih mudah tersalurkan dan bahkan bisa menjadi mata pencaharian. Setiap individu harus mampu menguasai teknologi karena tidak ada alasan lain buat para individu yang tidak ingin belajar tentang teknologi. Karena teknologi datang tanpa mengenal waktu dan tidak ada yang bisa menghentikannya. Terlebih pada masa sekarang yaitu era revolusi industri 4.0 namun, tidak perlu khawatir akan pekerjaan yang digantikan oleh robot karena tentu pekerjaan yang bersifat intellegence akan tetap dilakukan oleh manusia. SARAN Berdasarkan kesimpulan yang dijelaskan diatas, maka dapat diberikan saran antara lain : - Tulisan ini dibuat oleh penulis untuk pembaca agar dapat dikembangkan kembali sesu ai dengan keadaan yang akan datang. - Melalui tulisan ini, diharapkan pembaca tidak mudah percaya dengan berita-berita ya ng tidak jelas sumber dan penulisnya tentang bahaya teknologi. - Pembaca juga diharapkan untuk terus mempelajari dan menerapkan teknologi-teknolo gi yang saat ini berkembang guna untuk mempermudah setiap kegiatan dalam melaku kan sesuatu. DAFTAR PUSTAKA https://www.trijurnal.lemlit.trisakti.ac.id/tekin/article/view/1555/1345 https://www.academia.edu/32274372/Sekuritisasi

Judul: Makalah Akademik

Oleh: Muhammad Rizky Pratama


Ikuti kami