Tugas Adam

Oleh Adam Rizky

55,1 KB 8 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Tugas Adam

KATA PENGANTAR Assalamualaikum Wr. Wb Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan laporan Praktek Kerja Lapangan ini. Pada dasarnya, tujuan dibuatnya Laporan Praktek Kerja Lapangan ini adalah untuk memenuhi salah satu syarat dalam mengikuti Ujian Akhir Nasional dan Ujian Akhir Sekolah serta untuk melatih siswa/siswi membiasakan diri untuk membaca dan memahami keadaan lingkungan di luar sekolah, kami berharap dengan selesainya laporan ini, kami dapat mengetahui lebih dalam mengenai dunia kerja/industry di Lembaga Penyiaran Publik TVRI. Pada ksempatan kali ini kami mengucapkan terimakasih yang tak terhingga kepada seluruh pihak yang rela membantu dalam penulisan Praktek Kerja Lapangan ini antara lain : 1. Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan kami kesehatan dan kekuatan sehingga bisa melaksanakan Praktek Kerja Lapangan hingga saat ini. 2. Kepada kedua orang tua yang telah memberikan dukungan moral dan material dalam melaksanakan Praktek Kerja Lapangan. 3. Ibu. Arum Sari M.Pd. selaku kepala sekolah SMK Negeri 13 Jakarta 4. Bpk. selaku pembimbing kami di sekolah. 5. Bpk. Wiyana S.Ap selaku pembimbing di TVRI/ tempat PKL yang telah memberikan bimbingan dalam melaksanakan Praktek Kerja Lapangan. 6. Semua rekan-rekan yang telah membantu dalam melaksanakan Praktek Kerja Lapangan. Kami menyadari bahwa dalam menyusun laporan ini masih banyak kekurangan, sehingga jauh dari kata sempurna. Untuk itu demi kesempurnaan laporan prakerin ini, kami mengharapkan kritikan serta masukan yang bermanfaat yang sifatnya sangat membangun. Semoga Allah SWT selalu menyertai kami dalam melaksanakan kegiatan Praktek Kerja Lapangan. Jakarta,28 Febuari 2018 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pelaksanaan Praktek Kerja Industri (Prakerin) Dalam mendekatkan keserasian antara mutu dan tamatan pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) perlu adanya dukungan dari bagai pihak yang terkait dengan bidang keahlian yang dibutuhkan oleh lapangan kerja. Salah satu pihak yang berdidikasi tinggi serta berdisiplin ilmu adalah pihak DU/DI (dunia usaha/dunia industri). Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) merupakan sarana yang paling tepat bagi para siswa untuk mengetahui dan memperaktekkan secara langsung bagaimana proses produksi yang sedang berlangsung disebuah industri dan juga sebagai tahapan awal untuk beradaptasi sebelum nantinya para siswa bekerja setelah keluar dari sekolah. Dengan begitu, siswa diharapkan dapat meningkatkan kegiatan belajarnya disekolah dengan berpijak bahwa kalau mereka nantinya bekerja didunia usaha/dunia industri sudah betul-betul siap dan matang sebab para siswa lebih dahulu mendapatkan pengetahuan dan pengalaman tentang situasi dan kondisi pada saat melaksanakan Praktek Kerja Lapangan. 1.2 Dasar Dan Tujuan Praktek Kerja Lapangan Dasar : Praktek Kerja Industri pada pendidikan menengah kejuruan didasarkan pada ketentuanketentuan yang tertuang dalam : 1. Keputusan Menteri No. 0490/1993 tentang kurikulum SMK yang berisi bahwa “Dalam melaksanakan pendidikan dilaksanakan melalui dua jalur yaitu jalur pendidikan didalam sekolah dan pendidikan diluar sekolah” 2. UU. No. 2 tahun 1989 tentang Pendidikan Naional yaitu untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang. 3. Peraturan Pemerintah No. 29 tahun 1990 tentang Pendidikan Menengah. Tujuan : Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) bertujuan untuk : 1. Menghasilkan tenaga kerja yang memiliki keahlian profesional (dengan tingkat pengetahuan, keterampilan, dan etos kerja yang sesuai dengan tuntunan lapangan kerja). 2. Meningkatkan efisiensi proses pendidikan dan pelatihan tenaga kerja yang berkualitas profesional. 3. Meningkatkan, memperluas, dan memantapkan proses penyerapan teknologi baru dari lapangan ke sekolah dan sebaliknya. 4. Memperkokoh keterkaitan dan keterpaduan antara sekolah dengan dunia usaha/dunia industri. Pendidikan di SMK bertujuan : 1. Mempersiapkan siswa untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang telah tinggi dan meluaskan pendidikan dasar. 2. Meningkatkan kemampuan siswa sebagai anggota masyarakat dalam mengadakan hubungan sosial budaya dan alam sekitarnya. 3. Meningkatkan kemampuan siswa untuk dapat mengembangkan diri sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian. 4. Menyiapkan siswa untuk memasuki lapangan kerja dan mengembangkan sikap profesional. 1.3 Waktu dan tempat pelaksanaan (PRAKERIN) Tempat Prakerin : LPP TVRI Bagian Tata Artistik TVRI Alamat : Jl. Gerbang Pemuda Senayan Waktu Pelaksanaan : 2 Januari 2017 s/d 28 Februari 2018 Hari kerja : Senin s/d Jum’at Jam Kerja : Pukul 09.00 – 15.00 1.4 Manfaat Pelaksanaan Manfaat-manfaat yang diperoleh dalam pelaksanaan Prakerin, antara lain : 1. Mendapatkan pendidikan atau ilmu pengetahuan yang belum diperoleh di lingkungan sekolah. 2. Dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja di industri. 3. Dapat mengetahui sistem kerja dan situasi kerja di suatu industri atau perusahaan. 4. Dapat menambah keterampilan dan wawasan dalam dunia usaha yang profesional dan handal. 5. Dapat mengenali suatu pekerjaan industri di lapangan sehingga setelah selesai dari SMK Negeri 13 Jakarta terjun ke lapangan kerja industri dapat memandang suatu pekerjaan yang tidak asing lagi baginya. 6. Untuk mengasah keterampilan yang telah diberikan di sekolah dan juga sesuai dengan Visi dan Misi SMK Negeri 13 Jakarta 1.5 Metode Pengumpulan Data Sebagaimana kita ketahui untuk bisa menyusun laporan yang baik, maka dibutuhkan data serta informasi-informasi yang akurat. Sesuai dengan permasalahan yang dibahas untuk memudahkan pembahasan. Serta menyempurnakan data-data yang dibutuhkan dalam menyusun laporan ini, maka kami melakukan metode pengumpulan data melalui 2(dua) cara yaitu : 1. Secara Langsung atau Metode Observasi Yang dimaksud dengan pengumpulan data secara langsung adalah kami mengumpulkan data dengan cara observasi secara langsung di instansi dengan menggunakan teknik wawancara kepada staf atau karyawan yang berwenang atau mengenai informasi yang kami butuhkan. 2. Secara Tidak Langsung atau Metode Kepustakaan Yang dimaksud dengan metode pengumpulan data tidak langsung adalah kami selaku penyusun berpedoman pada buku-buku atau referensi yang berkaitan dan berhubungan dengan materi yang diangkat atau isi laporan kami. 1.6 Sistematika Penulisan Sistematika penulisan adalah berisi tentang uraian singkat setiap bab, mulai dari BAB I hingga ke BAB VI, dimana uraian ini memberikan gambaran singkat secara langsung tentang isi tiap-tiap bab yang ada di laporan ini. BAB II TINJAUAN PERUSAHAAN 2.1 Sejarah Singkat Perusahaan Televisi Republik Indonesia (TVRI) merupakan lembaga penyiaran yang menyandang nama negara mengandung arti bahwa dengan nama tersebut siaran nya ditujukan untuk kepentingan negara. Sejak berdirinya tanggal 24 Agustus 1962, TVRI mengemban tugas sebagai televisi yang mengangkut citra bangsa melalui penyelenggaraan penyiaran peristiwa yang berskala internasional, mendorong kemajuan kehidupan masyarakat serta sebagai perekat nasional. Dinamika kehidupan TVRI adalah dinamika perjuangan bangsa dalam proses belajar berdemokrasi. Pada tanggal 24 Agustus 1962 dalam era Demokrasi Terpimpin, TVRI berbentuk yayasan yang didirikan untuk menyiarkan pembukaan Asian Games yang ke IV di Jakarta. Memasuki era Demokrasi pancasila pada tahun 1974, TVRI telah berubah menjadi salah satu bagian dari organisasi dan tata kerja Departemen Penerangan dengan status sebagai Direktoran yang bertanggung jawab Direktur Jendral Radio, Televisi, dan Film. Dalam era Reformasi terbitlah Peraturan Pemerintah RI Nomor 36 Tahun 2000 yang menetapkan status TVRI menjadi Perusahaan Jawatan di bawah pembinaan Departemen keuangan. Kemudian melalui Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2002 TVRI berubah statusnya menjadi PT. TVRI (Persero) di bawah pembinaan Kantor Menteri Negara BUMN. Selanjutnya, melalui undang undang undang Republik RI Nomor 13 Tahun 2003 menetapkan bahasa tugas TVRI adalah memberikan pelayanan informasi, pendidikan dan hiburan yang sehat, Konrol dan perekat sosial,serata melestarikan budaya bangsa untuk kepentingan seluruh lapisan masyarakat melalui penyelenggaraan penyiaran televisi yang menjangkau seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Peraturan pemerintah RI Nomor 13 Tahun 2005 menetapkan bahwa tugas TVRI adalah memberikan layanan informasi, pendidikan dan hiburan yang sehat, kontrol dan perekat sosial, serta melestarikan budaya bangsa untuk kepentingan seluruh masyarakat melalui penyelenggaraan penyiaran Televisi yang menjangkau seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. 2.2 VISI dan MISI perusahaan VISI Terwujudnya TVRI sebagai media utama penggerak pemersatu bangsa. Adapun maksud dari Visi adalah bahwa TVRI di masa depan menjadi aktor utama penyiaran dalam menyediakan dan mengisi ruang publik, serta berperan dalam merekatkan dan mempersatukan semua elemen bangsa. MISI  Menyelenggarakan siaran yang menghibur, mendidik, informative secara netral, berimbang, sehat, dan beretika untuk membangun budaya bangsa dan mengembangkan persamaan dalam keberagaman  Menyelenggarakan layanan siaran multiplatfrom yang berkualitas dan berdaya saing.  Menyelenggarakan tata kelola lembaga yang modern, transparan dan akuntabel.  Menyelenggarakan pengembangan dan usaha yang sejalan dengan tugas pelayanan publik.  Menyelanggarakan pengelolaan sumber daya proaktif dan andal guna meningkatkan pelayanan publik dan kesejahteraan pegawai. 2.3 TVRI pada orde baru Tahun 1974, TVRI diubah menjadi salah satu bagian dari organisasi dan tata kerja Departemen Penerangan, yang diberi status Direktorat langsung bertanggung jawab pada Direktur Jendral Radio, TV, dan Film, Departemen Penerangan Republik Indonesia. Sebagai alat komunikasi pemerintah, tugas TVRI adalah menyampaikan informasi tentang kebijakan pemerintah kepada rakyat dan pada waktu yang bersamaan menciptakan two way traffic (lalu lintas dua jalur) dari rakyat untuk pemerintah selama tidak mendiskreditkan usaha-usaha Pemerintah. Pada garis besarnya tujuan kebijakan Pemerintah dan program-programnya adalah untuk membangun bangsa dan negara Indonesia yang modern dengan masyarakat yang aman, adil, tertib dan sejahtera, yang bertujuan supaya tiap warga Indonesia mengenyam kesejahteraan lahiriah dan mental spiritual. Semua kebijakan pemerintah beserta programnya harus dapat diterjemahkan melalui siaran-siaran dari studio-studio TVRI yang berkedudukan di ibu kota maupun daerah dengan cepat, tepat dan baik. Semua pelaksanaan TVRI baik di ibu kota maupun di Daerah harus meletakkan tekanan kerjanya kepada integrasi, supaya TVRI menjadi suatu well-integrated mass media (media massa yang terintegrasikan dengan baik) pemerintah. Tahun 1975, dikeluarkan SK Menpen No. 55 Bahan siaran/KEP/Menpen/1975, TVRI memiliki status ganda yaitu selain sebagai Yayasan Televisi RI juga sebagai Direktorat Televisi, sedang manajemen yang diterapkan yaitu manajemen perkantoran/birokrasi. Pada tahun 1991 TVRI diharuskan berbagi 8 jam dengan TPI. 2.4 TVRI pada Era Reformasi Bulan juni 2000, diterbitkan peraturan pemerintah No.36 tahun 2000 tentang perubahan status TVRI menjadi Perusahaan Jawatan (Perjan), yang secara kelembagaan berada dibawah pembinaan dan bertanggung jawab kepada Departemen Keuangan RI. Bulan Oktober 2001, diterbitkan Peraturan Pemerintah No.64 tahun 2001 tentang pembinaan Perjan TVRI di bawah kantor Menteri negara BUMN untuk urusan organisasi dan Departemen Keuangan RI untuk urusan keuangan. Tanggal 17 April 2002, diterbitkan Peraturan Pemerintah no.9 tahun 2002, status TVRI di ubah menjadi perswroan terbatas (PT) TVRI di bawah pengawasan Departemen Keuangan RI dan Kementrian Negara BUMN. Selanjutnya melalui undang-undang Republik Indonesia Nomor 32 tahun 2002 tentang penyiaran, TVRI ditetapkan sebagai Lembaga Penyiaran Publik yang berbentuk badan hokum yang didirikan oleh negara. Semangat yang mendasari lahirnya TVRI sebagai Lembaga Penyiaran Publik adalah untuk melayani informasi untuk kepentingan publik, bersifat netral, mandiri dan tidak komersial. Peraturan Pemerintah Nomor 13 tahun 2005 menetapkan bahwa tugas TVRI adalah memberikan pelayanan informasi, pendidikan dan hiburan yang sehat, kontrol dan perekat sosial, serta melestarikan budaya bangsa untuk kepentingan seluruh lapisan masyarakat melalui penyelenggaraan penyiaran televisi yang menjangkau seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Televise Republik Indonesia (TVRI) merupakan stasiun televisi tertua di Indonesia dan satu-satunya televise yang jangkauannya mencapai seluruh wilayah Indonesia dengan jumlah penonton sekitar 82 persen penduduk Indonesia. Saat ini TVRI memiliki 27 stasiun Daerah dan 1 stasiun Pusat dengan didukung oleh 376 satuan transmisi yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Ke 28 TVRI Stasiun Daerah tersebut adalah: 1. TVRI Stasiun DKI Jakarta 2. TVRI Stasiun Aceh 3. TVRI Stasiun Sumatera Utara 4. TVRI SSS dan Bangka Belitung 5. TVRI Stasiun Jawa Barat dan Banten 6. TVRI Stasiun Jawa Tengah 7. TVRI Stasiun Jogyakarta 8. TVRI Stasiun Jawa Timur 9. TVRI Stasiun Bali 10. TVRI Stasiun Sulawesi Selatan 11. TVRI Stasiun Kalimantan Timur 12. TVRI Stasiun Sumatera Barat 13. TVRI Stasiun Jambi 14. TVRI Stasiun Riau dan Kepulauan Riau 15. TVRI Stasiun Kalimantan Barat 16. TVRI Stasiun Kalimantan Selatan 17. TVRI Stasiun Kalimantan Tengah 18. TVRI Stasiun Papua 19. TVRI Stasiun Bengkulu 20. TVRI Stasiun Lampung 21. T VRI Stasiun Maluku dan Maluku Utara 22. TVRI Stasium Nusa Tenggara Timur 23. TVRI Stasiun Nusa Tenggara Barat 24. TVRI Stasiun Gorontalo 25. TVRI Stasiun Sulawesi Utara 26. TVRI Stasiun Sulawesi Tengah 27. TVRI Stasiun Sulawesi Tenggara 28. TVRI Stasiun Sulawesi Barat Karyawan TVRI pada Tahun 2007 berjumlah 6.099 orang, terdiri atas 5.085 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan 1.014 orang Tenaga Honor/Kontrak yang tersebar di seluruh Indonesia dan sekitar 1.600 orang di antaranya adalah karyawan Kantor Pusat dan TVRI Stasiun Pusat Jakarta. TVRI bersiaran dengan menggunakan dua sistem yaitu VHF dan UHF, setelah selesainya dibangun stasiun pemancar Gunung Tela Bogor pada 18 mei 2002 dengan kekuatan 80 Kw. Kota-kota yang telah menggunakan UHF yaitu Jakarta, Bandung dan Medan, selain beberapa kota kecil seperti di Kalimantan dan Jawa Timur. TVRI Pusat Jakarta setiap hari melakukan siaran selama 19 jam, mulai pukul 05.00 WIB hingga 24.00 WIB dengan substansi acara bersifat informative, edukatif dan entertain. 2.5 TVRI Dewasa Ini Dengan perubahan status TVRI dari Perusahaan Jawatan ke TV Publik sesuai dengan undang-undang nomor 32 tahun 2002 tentang penyiaran, maka TVRI diberi masa transisi selam 3 tahun dengan mengacu Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2002 di mana disebutkan TVRI berbentuk PERSERO atau PT. Melalui PERSERO ini pemerintah mengharapkan Direksi TVRI dapat melakukan pembenahan-pembenahan baik di bidang Manajemen, Struktur Organisasi, SDM, dan Keuangan. Sehubunagn dengan itu Direksi TVRI tengah melakukan konsolidasi, melalui restrukturisasi, pembenahan di bidang Marketing dan Programing, mengingat setiap mental karyawan dan hampir semua acara TVRI masih mengacu pada status Perjan yang kurang memiliki nilai jual. Khusus mengenai karyawan, Direksi TVRI melalui restrukturisasi akan diketahui jumlah sumber daya manusia yang dibutuhkan, berdasarkan kemampuan masing-masing individu karyawan untuk mengisi fungsi-fungsi yang ada dalam struktur organisasi sesuai dengan keahlian dan profesi masing-masing, dengan kualifikasi yang jelas. Melalui restrukturisasi tersebut akan diketahui apakah untuk mengisi fungsi tersebut di atas dapat diketahui, dan apakah perlu dicari tenaga professional dari luar atau dapat memanfaatkan sumber daya TVRI yang tersedia. Dalam bentuk PERSERO selama masa transisi ini, TVRI benar-benar diuji untuk belajar mandiri dengan menggali dana dari berbagai sumber antara lain dalam bentuk kerjasama dengan pihak luar baik swasta maupun sesama BUMN serta meningkatkan profesionalisme karyawan. Dengan adanya masa transisi selama 3 tahun ini, diharapkan TVRI akan dapat memenuhi kriteria yang di saratkan oleh undang-undang penyiaran yaitu sebagai TV publik dengan sasaran khalayak yang jelas . Bertepatan dengan peringatan hari kebangkitan nasional tanggal 20 Mei 2003 yang lalu, TVRI mengoperasikan kembali seluruh pemancar stasiun relay TVRI sebanyak 376 buah, yang tersebar di seluruh Indonesia. Sebagai stasiun televisi pertama di negeri ini, TVRI telah melalui jalanan panjang dan mempunyai peran strategis dalam perjuangan dan perjalanan kehidupan bangsa. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 32 tahun 2002 tentang penyiaran, bertepatan dengan ulag tahunnya yang ke-44 (24 Agustus 2006), TVRI resmi menjadi Lembaga Penyiaran Publik.

Judul: Tugas Adam

Oleh: Adam Rizky


Ikuti kami