Tugas B

Oleh Rio Intan

16 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Tugas B

NAMA: rizal intan y
No: 26/9h
Anoman Duta

anoman

Segera setelah Dewi Shinta diculik Rahwana, Prabu Rama ngutus Anoman untuk
melakukan pengintaian ke negeri Alengka. Sebelum Anoman berangkat, tiba-tiba
datang Anggada yang mengajukan diri sebagai duta dan mengusulkan pembatalan
Anoman. Karena rebutan tugas mulia, Anoman dan Anggada pun tarung adu
kekuatan. Sebagai jalan tengah Prabu Rama mengadakan uji kelayakan bagi kedua
wanara.
Maka kelebihan masing-masing wayang pun diuji. Saat ditanya berapa lama waktu
tempuh ke Alengka, Anoman nyanggupi 10 hari tapi Anggada yakin bisa 7 hari.
Ketika Anoman mudhun 5 hari, Anggada menurunkannya jadi 3 hari. Akhirnya
Anoman memenangkan persaingan dengan menyatakan kesanggupan tiba di
Alengka dalam waktu sedina, gak perlu menghitung hari. Maka
berangkatlah Anoman ditemani Semar, Gareng, Petruk dan Bagong sebagai batur.
Demi mempercepat langkah, para punakawan dimasukkan ke kancing gelung
Anoman. Mula-mula Anoman pergi mabur pethit ke kahyangan menghadap Batara
Surya. Ke hadapannya Anoman matur agar matahari dihentikan. Dengan begitu hari
akan terus bertahan siang, anoman dapat mencapai Alengka dalam sehari seperti
janjinya. Dengan perdebatan dan perkelahian Batara Surya tetap keberatan kalau
harus ngendheg matahari. Baru saat Semar yang meminta, Batara Surya memenuhi
keinginan Anoman. Matahari pun dipause.
Seperti yang diperkirakan, penerbangan Anoman ke Alengka mengalami gangguan.
Sebuah kekuatan telah menyedot Anoman ke lautan, dan ternyata Wil Kataksini,
penjaga lautan Alengka menyedot Anoman masuk ke mulutnya. Anoman pun
kesedot masuk ke perut raksasa ini. Dengan kekuatannya ia coba menendang,
mencakar dan berontak di dalam perut Wil Kataksini. Ketika dikitik-kitik , Wil
Kataksini memuntahkan Anoman, kemudian ia limbung, roboh, dan ... tewas.
Anoman kebanting jatuh di pegunungan. Karena badannya lemah perjalanan
berikutnya ditempuh lewat jalan darat. Anoman begitu lemah akhirnya semaput
pingsan. Untung saja ada Punakawan yang jadi penolong. Mereka membawa

Anoman ke Goa Windu tempat seorang pertapa wanita bernama Dewi Sayempraba,
seorang bidadari janda Prabu Dasamuka. Di tempat ini Anoman dirawat Dewi yang
cantik dan berbudi. Anoman tak hanya sembuh dari sakitnya ananging juga
terpedaya kecantikannya. Saat Anoman berpamitan, Dewi Sayempraba
menyatakan hajatnya agar diperistri Anoman namun ditolak.
Setelah meninggalkan goa tiba-tiba Anoman melihat seberkas cahaya menyilaukan
hingga pandangannya terganggu. Anoman mengalami kebutaan sementara.
Anoman merasa sedih karena gagal melaksanakan tugas Prabu Rama, tapi
Punakawan membantu Anoman mencari pertolongan. Tangis Anoman didengar
seekor garuda. Burung bernama Sempati itu mencoba mengobati Anoman,
meneteskan liurnya dan mohon pada dewa. Saat Anoman sembuh, Sempati
mengisahkan Jatayu, saudaranya, telah tewas dihajar Dasamuka. Saat itu Jatayu
mencoba menyelamatkan Dewi Sinta.
Kini Anoman telah pulih, mampu melesat ke angkasa lagi dan langsung menuju
Istana Alengka. Anak Dasamuka, Indrajid yang berjaga di luar Istana mengetahui
kedatangannya. Ia pun menggeledah istana mencari makhluk yang baru melesat
datang. Sementara Anoman, sudah berada di taman Asoka bersembunyi di atas
pohon Nagasari.
Di taman itu Prabu Dasamuka katon kecewa mendapati dewi Sinta belum mau
dibawa masuk Istana. Karena terlanjur berhasrat, Prabu Dasamuka berniat ngruda
peksa Dewi Sinta. Untung saja niat ini dapat diurungkan Dewi Trijatha anak
Wibisana. Prabu Dasamuka pun meninggalkan taman Asoka. Kini tinggal Trijatha
nglipur Dewi Sinta di bawah pohon Nagasari. Anoman pun mlumpat turun,
mengenalkan diri sebagai utusan Prabu Rama. Namun sebelum perbincangan itu
tuntas, mereka sudah dikepung Indrajid bersama pasukannya. Anoman digujer
tanpa perlawanan. Ia dibawa ke pertemuan agung tempat Prabu Dasamuka
bersama Patih Prahasta, Kumbakarna, Sarpakenaka, Wibisana, dan para putera
Prabu Dasamuka sedang ngobrol.
Atas perintah Prabu Dasamuka Anoman dicencang tangan dan kakinya dan diikat
pada tiang untuk dibakar urip-uripan. Maka kayu bakar pun ditumpuk menggunung
di sekeliling Anoman. Tanpa sepengetahuan yang lain, Togog, seorang abdi
Alengka jelmaan Sang Hyang Antaga memberikan air sacegukan untuk minum
Anoman. Dengan sekali teguk saja Anoman merasakan tubuhnya segar lagi. Mereka
pun membuat kesepakatan, Togog akan menandai rumahnya agar dapat dilindungi
dari mara bahaya.
Prabu Dasamuka pun memimpin pembakaran Anoman dengan nyumet kayu.
Tingginya api yang membubung menenggelamkan Anoman, dan saat api kian
besar, Anoman mletik terbang membawa api dengan tubuhnya. Dilemparkannya apiapi itu ke pojok-pojok istana, hingga Alengka berubah jadi segara geni. Sementara
seluruh bagian berubah jadi arang, tersisa sebuah gubug cilik tempat tinggal
Tejamantri Togog. Di rumah inilah Prabu Dasamuka dan keluarga besarnya ngungsi.
Puas dengan karyanya, Anoman pun meninggalkan Alengka kembali ke Pancawati.
Saat Anoman balik ke Pancawati Matahari mulai lingsir ke barat. Anoman pun
melapor, Dewi Sinta hanya mau kembali bila dijemput Prabu Rama.

Judul: Tugas B

Oleh: Rio Intan


Ikuti kami