Makalah Ktic

Oleh Alvianws Alvian

186,1 KB 9 tayangan 0 unduhan
 
Bagikan artikel

Transkrip Makalah Ktic

Makalah Konsep Teknologi Informasi C “Metode-Metode Pembangunan Sistem” Disusun Oleh : Nama : Alvian Widi Saputra NPM : 50417559 Kelas : 1IA19 Dosen : Yudi Irawan Chandra FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA UNIVERSITAS GUNADARMA 2018 BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Masalah Suatu sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu. Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada elemen atau komponennya mendefiniskan sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Kedua kelompok definisi tersebut adalah benar dan tidak bertentangan, yang berbeda adalah cara pendekatannya. Pendekatan sistem yang merupakan kumpulan elemen-elemen atau komponen-komponen atau subsistem-subsistem merupakan definisi yang lebih luas. Sistem informasi adalah suatu sinergi antara data, mesin pengolah data (yang biasanya meliputi komputer, program aplikasi dan jaringan) dan manusia untuk menghasilkan informasi. Jadi sistem informasi bukan hanya aplikasi perangkat lunak. Sistem Informasi ada pada hampir setiap perusahaan atau instansi untuk mendukung kegiatan bisnis mereka seharihari. Biasanya porsi pengerjaan pengembangan sistem informasi diserahkan kepada orangorang yang bekerja di bidang teknologi informasi. Perancangan sistem informasi merupakan pemgembangan sistem baru dari sistem lama yang ada, di mana masalah-masalah terjadi pada sistem lama diharapkan sudah teratasi pada sistem yang baru. B. Rumusan Masalah Rumusan masalah dalam makalah ini antara lain: 1. Apa itu metode-metode pembagunan sistem informasi?. C. Tujuan Penulisan Adapun tujuan penulisan dalam makalah ini adalah sebagai berikut: 1. Mengetahui apa itu pengembangan sistem dalam computer. 2. Mengenali macam-macam metode pengembangan sistem informasi BAB II PEMBAHASAN A. Metode Prototyping Prototyping adalah metode pengembangan yang cepat dan pengujian terhadap model kerja dari aplikasi baru melalui proses interkasi dan berulang-ulang yang biasa digunakan oleh ahli sistem informasi dan bisnis. Langkah-Langkah prototyping meliputi: 1.Pemeliharaan fungsi : Pengguna dan pengembang bersama-sama mendefinisikan format seluruh perangkat lunak, mengidentifikasikan semua kebutuhan, dan garis besar sistem yang akan dibuat. 2. Penyusunan sistem informasi : Penyusunan sistem informasi disini dengan membuat perancangan sementara yang berfokus pada penyajian informasi kepada pengguna. 3.Evaluasi : Evaluasi digunakan pengembang sistem apakah prototyping yang sudah dibangun sesuai dengan keinginan pengguna. 4.Mengkodekan sistem : Dalam tahap ini prototyping yang sudah di sepakati diterjemahkan ke dalam bahasa pemrograman yang sesuai. 5.Menguji sistem : Setelah sistem sudah menjadi suatu perangkat lunak yang siap pakai, harus dites dahulu sebelum digunakan. Pengujian ini dilakukan dengan White Box, Black Box, Basis Path, pengujian arsitektur dan lain-lain. 6.Evaluasi Sistem : Pengguna mengevaluasi apakah sistem yang sudah jadi sudah sesuai dengan yang diharapkan. 7.Menggunakan sistem : Perangkat lunak yang telah diuji dan diterima pengguna siap untuk digunakan. Kelebihan metode prototyping: 1. 2. 3. 4. 5. 6. Adanya komunikasi yang baik antara pengembang dan pelanggan. Pengembang dapat bekerja lebih baik dalam menentukan kebutuhan pelanggan. Pelanggan berperan aktif dalam pengembangan system. Lebih menghemat waktu dalam pengembangan system. Penerapan menjadi lebih mudah karena pemakai mengetahui apa yang diharapkannya. membuat klien mendapat gambaran awal dari prototype. Kekurangan metode prototyping: 1. 2. 3. 4. 5. Proses analisis dan pernacangan terlalu singkat. Mengesampingkan alternatif pemecahan masalah. Kurang fleksible dalam menghadapi perubahan. Protitype yang dihasilkan tidak selamanya mudah dirubah. Terlalu cepat selesai. B. Model RAD (Rapid Application Development) RAD adalah penggabungan beberapa metode atau teknik terstruktur. RAD menggunakan metode prototyping dan teknik terstruktur lainnya untuk menentukan kebutuhan user dan perancangan sistem informasi selain itu RAD menekankan siklus perkembangan dalam waktu yang singkat (60 sampai 90 hari) dengan pendekatan konstruksi berbasis komponen. Langkah-Langkah Model RAD: 1.Bussiness Modelling : Fase ini untuk mencari aliran informasi seperti: informasi mengendalikan proses bisnis, di mana informasi digunakan, siapa yang memprosenya, dan informasi apa yang dimunculkan. 2.Testing and Turnover : Karena menggunakan kembali komponen yang telah ada, maka akan mengurangi waktu pengujian. Tetapi komponen baru harus diuji dan semua interface harus dilatih secara penuh. 3.Aplication Generation : Selain menggunakan bahasa pemrograman generasi ketiga, RAD juga memakai komponen program yang telah ada atau menciptakan komponen yang bisa dipakai lagi. Alat-alat baantu bisa dipakai untuk memfasilitasi konstruksi perangkat lunak. 4.Process Modelling : Aliran informasi pada fase data modelling ditransformasikan untuk mendapatkan aliran informasi yang diperlukan pada implementasi fungsi bisnis. Pemrosesan diciptakan untuk menambah, memodifikasi, menghapus, atu mendapatkan kembali objek data tertentu 5.Data Modelling : Fase ini menjelaskan objek data yang dibutuhkan dalam proyek. Karakteristik (atribut) masing-masing data diidentifikasikan dan hubungan antar objek didefinisikan. Kelebihan Metode RAD : 1.RAD mengikuti tahapan pengembangan sistem sepeti umumnya, tetapi mempunyai kemampuan untuk menggunakan kembali komponen yang ada. 2.Setiap fungsi dapat dimodulkan dalam waktu tertentu dan dapat dibicarakan oleh tim RAD yang terpisah dan kemudian diintegrasikan sehingga waktunya lebih efesien. Kekurangan Metode RAD : 1.Tidak cocok untuk proyek skala besar 2.Proyek bisa gagal karena waktu yang disepakati tidak dipenuhi. 3.Sistem yang tidak bisa dimodularisasi tidak cocok untuk model ini. 4.Resiko teknis yang tinggi juga kurang cocok untuk model ini C. Metode End-user Development Disini pengembangan dilakukan langsung oleh end-user. Keterlibatan langsung end-user sangat menguntungkan, karena memahami benar bagaimana sistem bekerja. Artinya tahap analisis sistem dapat dilakukan lebih cepat. Kelemahan adalah pada pengendalian mutu dan kecenderungan tumbuhnya “private”sistem informasi. Integrasi dengan sistem yang lain menjadi sulit. Langkah-Langkah EUD: 1. Tahap inisasi (initiation) Yaitu tahap dimana organisasi(perusahaan) mulai pertama kali mngenal teknologi informasi. 2. Tahap ketularan (contagion) Yaitu tahap diamana organisasi (perusahaan) sudah mulai banyak yang menggunakan teknologi informasi meskipun ini dilakukan atau tidak terlalu mempertimbangkan untung ruginya dari penggunaan teknologi informasi ini. 3. Tahap kendali (control) Pada tahap ini organisasi (perusahaa) sudah mulai selektif di dalam penggunaan teknologi informasi. Ada hal yang dijadikan pertimbangan sebelum memutuskan penggunaan teknolgi informasi seperti pertimbangan untung rugi. 4.Tahap matang (mature) Pada tahap ini organisasi (perusahaan) menggunakan teknologi informasi tidak hanya mempertimbangakan keuntungan (benfit) yang akan didapatkan serta berapa biaya (cost) yang harus dikeluarkan tetapi lebih dari itu bagaimana teknologi informasi yang digunakan dapat dijadikan sebagai alat keunggulan di dalam bersaing Kelebihan Model EUD : 1.Dapat menghindari permasalahan kemacetan di departemen sistem informasi. 2.Kebutuhan pemakai sistem dapat lebih terpenuhi karena dapat dikembangkan sendiri oleh pemakai. 3.Menambah atau meningkatkan partisifasi aktif pemakai dalam proses pengembangan sistemnya sehingga akan ada kepuasan sendiri dari pemakai sistem. 4.Dapat menambah kualitas pemahaman pemakai terhadap aplikasi yang dikembangkan serta teknollogi yang digunakan dalam sistem. Kekurangan Model EUD: 1. Karena pemakai sistem harus mengembangkan aplikasinya sendiri, maka dalam hal ini pemakai sekaligus pengembang sistem dituntut untuk memiliki pemahaman mengenai teknologi informasi (computer literacy) serta pemahaman tentang pengembangan sistem infomasi. 2.End user computing memiliki resiko dapat menggangu bahkan merusak sistem informasi di luar yang dikembangkan oleh pemakai sistem. 3.End user computing pasti akan berhadapan dengan maslah kemampuan teknis pemakai sekaligus pengembang sistem. D. Model Spiral Model spiral pada awalnya diusulkan oleh Boehm, adalah model proses perangkat lunak evolusioner yang merangkai sifat iteratif dari prototype dengan cara kontrol dan aspek sistematis model sequensial linier. Model iteratif ditandai dengan tingkah laku yang memungkinkan pengembang mengembangkan versi perangkat lunak yang lebih lengkap secara bertahap. Langkah-Langkah Model Spiral: 1.Komunikasi Pelanggan : Yaitu tugas-tugas untuk membangun komunikasi antara pelanggan dan kebutuhan- kebutuhan yang diinginkan oleh pelanggan. 2.Perencanaan : Yaitu tugas-tugas untuk mendefinisikan sumber daya, ketepatan waktu, dan proyek informasi lain yg berhubungan. 3.Analisis Resiko : Yaitu tugas-tugas yang dibutuhkan untuk menaksir resikomanajemen dan teknis. 4.Perekayasaan : Yaitu tugas yang dibutuhkan untuk membangun satu atau lebih representasi dari apikasi tersebut. 5.Konstruksi dan Peluncuran : Yaitu tugas-tugas yang dibutuhkan untuk mengkonstruksi, menguji, memasang, dan memberi pelayanan kepada pemakai. 6.Evaluasi Pelanggan : Yaitu tugas-tugas untuk mendapatkan umpan balik dari pelanggan. Kelebihan Model Spiral: 1.Dapat disesuaikan agar perangkat lunak bisa dipakai selama hidup perangkat lunak komputer. 2. Lebih cocok untuk pengembangan sistem dan perangkat lunak skala besar 3. Pengembang dan pemakai dapat lebih mudah memahami dan bereaksi terhadap resiko setiap tingkat evolusi karena perangkat lunak terus bekerja selama proses 4. Menggunakan prototipe sebagai mekanisme pengurangan resiko dan pada setiap keadaan di dalam evolusi produk. 5. Tetap mengikuti langkah-langkah dalam siklus kehidupan klasik dan memasukkannya ke dalam kerangka kerja iteratif . 6. Membutuhkan pertimbangan langsung terhadp resiko teknis sehingga mengurangi resiko sebelum menjadi permaslahan yang serius. Kekurangan Model Spiral: 1. Sulit untuk menyakinkan pelanggan bahwa pendekatan evolusioner ini bisa dikontrol. 2. Memerlukan penaksiran resiko yang masuk akal dan akan menjadi masalah yang serius jika resiko mayor tidak ditemukan dan diatur. 3. Butuh waktu lama untuk menerapkan paradigma ini menuju kepastian yang absolute E. Metode System Development Life Cycle SDLC (Systems Development Life Cycle, Siklus Hidup Pengembangan Sistem) atauSystems Life Cycle (Siklus Hidup Sistem), dalam rekayasa sistem dan rekayasa perangkat lunak, adalah proses pembuatan dan pengubahan sistem serta model dan metodologi yang digunakan untuk mengembangkan sistem-sistem tersebut. Konsep ini umumnya merujuk pada sistem komputer atau informasi. SDLC juga merupakan pola yang diambil untuk mengembangkan sistem perangkat lunak. Langkah-Langkah SDLC: 1.Tahap Perencanaan Pada tahap ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memprioritaskan sestem informasi apa yang akan dikembangkan, sasaran-sasaran yang ingin dicapai, jangka waktu pelaksanaan serta mempertimbangkan dana yang tersedia dan siapa yang melaksanakan. 2.analisis : Melakukan survei dan menilai kelayakan proyek pengembangan sistem informasi,Mempelajari dan menganalisis sistem informasi yang sedang berjalan, Menentukan permintaan pemakai sistem informasi, Memilih solusi atau pemecahan masalah yang paling baik, Menentukan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). 3.Desain :Merancang sistem informasi baru 4.Implementasi :Membangun sistem informasi baru Mengkomunikasikan dan mengimplementasikan sistem informasi baru 5.Maintence :Memelihara dan melakukan perbaikan/peningkatan sistem informasi baru bila diperlukan Kelebihan SDLC: 1. Proses pengembangan sangat terstruktur dan sistematik 2. Melalui definisi kebutuhan, sehingga gap atau kesenjangan yang terjadi antara kebutuhan dan sistem yang dihasilkan dapat dikurangi. 3. Menghasilkan petunjuk arah pengembangan yang jelas bagi manajemen. Kekurangan SDLC: 1.Tidak adaptif terhadap perubahan yang dapat terjadi selama proses pengembangan. 2.Melelahkan karena membutuhkan waktu pengembangan yang lama dan biaya yang tinggi 3.Proyek yang sebenarnya jarang mengikuti aliran sequential yang ditawarkan model ini. Iterasi (Pengulangan) selalu terjadi dan menimbulkan masalah pada aplikasi yang dibentuk oleh model ini. 4.Seringkali pada awalnya customer sulit menentukan semua kebutuhan secara explisit. 5.Klien harus sabar karena versi program yang sedang jalan tidak akan tersedia sampai proyek pengembangan selesai. DAFTAR PUSTAKA 1.http://madelieea.blogspot.com/2012/10/macam-macam-metodepengembangan-sistem.html 2. http://danylukman.blogspot.com/2012/10/metodepengembangan-sistem-informasi.html 3. https://sisteminformasi.unisbank.ac.id/2015/11/07/metodepengembangan-sistem-informasi/ 4. http://uchiuwik.blogspot.com/2014/11/metode-metodepengembangan-sistem.html 5. http://astrihardi.blogspot.com/2015/06/metode-metodepengembangan-sistem_13.html 6. http://i-zone2.blogspot.com/2013/05/metodologi-pembangunansistem-informasi_19.html

Judul: Makalah Ktic

Oleh: Alvianws Alvian


Ikuti kami