Jawaban Pre-asesment Test

Oleh Jape Athan Bangun

12 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Jawaban Pre-asesment Test

1. Arsitektur 2G
Secara umum, network element dalam arsitektur jaringan GSM dapat dibagi menjadi:
1. Mobile Station (MS)
2. Base Station Sub-system (BSS)
3. Network Sub-system (NSS),
4. Operation and Support System (OSS)
Secara

bersama-sama,

keseluruhan network

element di

atas

akan

membentuk

sebuah PLMN (Public Land Mobile Network).
Mobile Station atau MS merupakan perangkat yang digunakan oleh pelanggan untuk melakukan
pembicaraan. Terdiri atas:


Mobile Equipment (ME) atau handset, merupakan perangkat GSM yang berada di sisi
pengguna atau pelanggan yang berfungsi sebagai terminal transceiver (pengirim dan
penerima sinyal) untuk berkomunikasi dengan perangkat GSM lainnya.



Subscriber Identity Module (SIM) atau SIM Card, merupakan kartu yang berisi seluruh
informasi pelanggan dan beberapa informasi pelayanan. ME tidak akan dapat digunakan
tanpa SIM didalamnya, kecuali untuk panggilan darurat. Data yang disimpan dalam SIM
secara umum, adalah:
1. IMMSI (International Mobile Subscriber Identity), merupakan penomoran pelanggan.
2. MSISDN (Mobile Subscriber ISDN), nomor yang merupakan nomor panggil pelanggan.

Base Station System atau BSS, terdiri atas:


BTS Base Transceiver Station, perangkat GSM yang berhubungan langsung dengan MS dan
berfungsi sebagai pengirim dan penerima sinyal.



BSC Base Station Controller, perangkat yang mengontrol kerja BTS-BTS yang berada di
bawahnya dan sebagai penghubung BTS dan MSC

Network Sub System atau NSS, terdiri atas:


Mobile Switching Center atau MSC, merupakan sebuah network element central dalam
sebuah jaringan GSM. MSC sebagai inti dari jaringan seluler, dimana MSC berperan untuk
interkoneksi hubungan pembicaraan, baik antar selular maupun dengan jaringan
kabel PSTN, ataupun dengan jaringan data.



Home

Location

Register atau HLR,

yang

berfungsi

sebagai

sebuah database untuk

menyimpan semua data dan informasi mengenai pelanggan agar tersimpan secara
permanen.



Visitor Location Register atau VLR, yang berfungsi untuk menyimpan data dan informasi
pelanggan.



Authentication Center atau AuC, yang diperlukan untuk menyimpan semua data yang
dibutuhkan untuk memeriksa keabsahaan pelanggan. Sehingga pembicaraan pelanggan
yang tidak sah dapat dihindarkan.



Equipment Identity Registration atau EIR, yang memuat data-data pelanggan.

Operation and Support System atau OSS, merupakan sub sistem jaringan GSM yang berfungsi
sebagai pusat pengendalian, diantaranya fault management, configuration management,
performance management, dan inventory management.
Frekuensi pada 3 Operator Terbesar di Indonesia
1. Indosat: 890 – 900 Mhz (10 Mhz)
2. Telkomsel: 900 – 907,5 Mhz (7,5 Mhz)
3. Excelcomindo: 907,5 – 915 Mhz (7,5 Mhz)
Arsitektur 3G
Arsitektur jaringan UMTS yang menggunakan WCDMA sebagai air interface dapat dilihat pada
gambar di bawah ini:

Jaringan arsitektur UMTS digambarkan seperti gambar , dimana menggunakan air
interface WCDMA dan merupakan evolusi atau perkembangan dari jaringan inti GSM, terdiri atas
3 daerah yang saling berinteraksi, yaitu Core Network(CN), UMTS Terrestrial Radio Access
Network (UTRAN), dan User Equipment (UE) atau Mobile Station (MS).
Core Network dibagi dalam daerah Circuit Switched dan Packet Switched. Beberapa elemen
dari Circuit Switchedadalah Mobile services Switching Centre (MSC) merupakan interface yang
menangani MS untuk menangani circuit switched data, Gateway MSC (GMSC) merupakan

gerbang penghubung antara UMTS dan jaringan luar circuit switched seperti PSTN, Visitor
Location Register (VLR), dan Gateway MSC. Elemen Packet Switched adalahServing GPRS Support
Node (SGSN) merupakan interface yang berfungsi sama dengan MSC tetapi digunakan untuk
layanan packet switched dan Gateway GPRS Support Node (GGSN) merupakan gerbang yang
menghubungkan UMTS menuju jaringan packet switched. Beberapa elemen jaringan yang lain
seperti HLR dan AUC digunakan bersama oleh kedua daerah tersebut. Arsitektur CN dapat
berubah ketika terdapat layanan atau fitur yang baru.
Transfer data di dalam jaringan inti didukung oleh GGSN (gateway GPRS support node) dan SGSN
(serving GPRS support node). Pada dasarnya, GGSN adalah sebuah fitur pengaturan mobilitas
tambahan, dan menghubungkan dengan berbagai macam elemen jaringan melalui standart
interface. Pada jaringan ini GGSN merupakan interface fisik yang terhubung ke jaringan packet
data external (misalnya Internet). SGSN menangani pengiriman packet dari dan ke terminalterminal mobile. Masing-masing SGSN memungkinkan untuk mengirimkan packet ke terminal di
dalam service area. GGSN dan SGSN dapat mengirim data dengan kecepatan hingga 2 Mbps.
UTRAN terdiri dari satu atau lebih Radio Network System (RNS), dimana RNS tersebut terdiri
darisebuah pengendali jaringan radio yang disebut dengan Radio Network Controller (RNC),
beberapa node B (UMTS Base Station) danUser Equipment. UTRAN terhubung pada bagian Core
Network (CN) melalui Interface Iu dan menggunakanInterface Iub untuk mengontrol node B.
Sedangkan Interface Iur yang menhubungkan antar RNC berfungsi untuk mengatur
terjadinya soft handover diantara RNC tersebut/RNC berfungsi untuk mengendalikan sumbersumber radio dari beberapa node B, fungsinya serupa dengan BSC di GSM. RNC juga berperan
penting untuk mengontrol radio resources UTRAN, seperti power control (PC) atauhandover
control (HC), dimana sebagiandiantaranya terdapat pada bagian RNC.
BS di UMTS disebut dengan node B. Node B pada jaringan ini sama seperti pada GSM Base
Station (BS/BS), merupakan unit untuk sistem pengiriman dan penerimaan radio dari sel. Node B
menunjukkan proses dari air interfaceyang digunakan (WCDMA), meliputi channel coding,
interleaving, rate adaptation, dan spreading. Node B juga memungkinkan terjadinya softer
handovers dan power control.
Ikatan antara RNC dan node B disebut dengan Radio Network Subsystem (RNS), yang
memiliki interface Iub. Tidak seperti ekuivalennya, yakni interface Abis dalam GSM, interface Iub
memiliki standar yang terbuka sehingga dimungkinkan masing-masing node B dan RNC dibuat
oleh pabrik yang berbeda. Jika dalam GSM tidak ada hubungan antar BSC, dalam UMTS yang
disebut dengan UTRAN justru sebaliknya. RNC satu dihubung dengan RNC lainnya
melalui interface Iur. UTRAN dihubungkan ke jaringan inti melalui interface Iu.
User Equipment (UE) mempunyai prinsip yang sama seperti pada GSM Mobile Station (MS),
memiliki modul identitasuser, yang serupa dengan SIM pada GSM. UE terdiri dari dua bagian,
yaitu Mobile Equipment (ME) dan UMTSSubscriber Identity Module (USIM) yang dihubungkan
oleh interface Cu. ME adalah perangkat untuk pengiriman radio, sedangkan USIM merupakan
sebuah kartu yang memuat identitas user dan informasi pribadi. Interface UE dengan
jaringannya disebut interface Uu, yang merupakan air interface WCDMA.

2. Adjencen Channel adalah kanal yang bersebelahan dengan chanel utama. Misal arfcn 18 berarti
yang adjacent adalah arfcn 17 dan 19.

3. Co Chanel adalah chanel dengan frekuensi yang sama.
4. Secara sederhana interference dapat di lihat pada jendela GSM Serving + Neighbors pada
aplikasi tems seperti pada gambar berikut. Pada jendela tersebut dapat di lihat apakan ada arfcn
dengan code yang sama, jika ada, maka ada indikasi terjadinya interference. Setelah itu baru kita
dapat melihat channel mana saja yang menyebapkan adanya interference.

5. Dalam mendeteksi over shoot, kita harus memperhatikan juga cell file yang kita gunakan, apakah
sudah update, karena kesalahan pada cell file mungkin saja terlihat sebagai overshoot pada
tems. Dalam mendeteksi overshoot kita harus terjun langsung ke TKP, kemudian kita hasil DT
samakan dengan data base yang kita miliki. Untuk lebih meyakinkan, kita harus bergerak
mendekati site yang menyebabkan over shoot untuk memastikan apakah benar site tersebut
yang menyebabkan over shoot.

6. Indosat: 890 – 900 Mhz (10 Mhz)
Telkomsel: 900 – 907,5 Mhz (7,5 Mhz)
7. Cara mengexsport logfile adalah sebagai berikut.
 Open TEMS
 Klik Logfile – Exsport Logfile



Add Order



Atur Konfigurasi



Atur Setup untuk memilih apa sajakah yang akan di plot.



Setelah semua Ok! Langsung aja di start..

8. Prsedur ploting Rx Level
 Open Map Info
 Open file yang akan di plot
 Klik Map – Create thematic map atau tekan f9



Pilih Region Range Default



Pada step 2 pilih table file yang akan di plot, kemudian pada tab field pilih RX Level FdB



Atur Ranges, Styles, dan legend sebagai berikut



Setelah itu Klik OK dan dapatkan hasil nya

9. CSSR (Call Setup Success Rate) adalah persentase jumlah panggilan berhasil terhadap jumlah
panggilan yang di upayakan
HOSR (Hand Over Success Rate) adalah persentase jumlah handover succses terhadap total hand
over yang diusahakan.
10.

CSSR (%) = ((jumlah panggilan yang berhasil) / (jumlah upaya panggilan))*100
Drop call rate (%) = ((Call setup success)-(number of completed calls)) / (call setup
success)*100
HOSR (%)= ((Total number of successful handover) / (Total number of handover attempt))*100

11.

Langkah memasukkan logfile adalah sebagai berikut:


Klik Configuration – General



Double klik cellfile load



Brows lokasi cell file – OK



Selesai

12.

Benerapa jenis Handover:
 Soft HO.

soft handover (www.optimeee.blogspot.com)
HO yang terjadi dari cell A ke cell B di dalam satu frekuensi. Soft HO diperkenalkan pertama
kali pada teknologi CDMA. Konon salah satu keuntungan dari Soft HO adalah HO success rate
(HOSR) yang tinggi, mampu menurunkan jumlah call drop, & meminimalisir interference.


Softer HO

softer handover (www.optimeee.blogspot.com)
HO yang terjadi dari cell A ke cell B di dalam satu note B dan dalam satu frekuensi.



Hard HO

hard handover (www.optimeee.blogspot.com)
HO yang terjadi dari cell A ke cell B pada frekuensi yang berbeda. Termasuk ke dalam tipe hard
HO adalah Inter Radio Access Technology (IRAT) HO yaitu handover dari sistem WCDMA ke
GSM.
13.

RSCP (Receive Signal Code Power) adalah parameter yang menunjukkan daya terima
pengukuran dari satu kode pada chanel pilot yang utama. Atau bisa diartikan sebagai nilai
yang ditunjukkan oleh RSCP adalah daya pada sinyal yang melayani MS (yang utama)
Ec/No (Energy Carrier Per Noise) adalah perbandingan dalan Db dari energi chip daya nois
total yang diukur pada pilot chanel yang utama. Ec/No mengindikasikan kualitas jaringan, yang
apabila nilainya semakin kecil maka berarti tingkat interferensi nya tinggi.

14.

Fungsi dari layer 3 message adalah menampilkan event dan signaling yang di kirim dan di
terima oleh MS

By Bonar Pramono
gemezbond@gmail.com
08999308292
DRIVE TEST ENGINEER INDONESIA (DTEI)

Judul: Jawaban Pre-asesment Test

Oleh: Jape Athan Bangun


Ikuti kami