Jawaban Uts Komnet No.1

Oleh Kiky Chacing

21 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Jawaban Uts Komnet No.1

Tahapan desain pembelajaran model ADDIE
Model ADDIE adalah salah satu model desain sistem pembelajaran
yang memperlihatkan tahapan-tahapan dasar sistem pembelajaran yang sederhana
dan mudah dipelajari. Model ini terdiri dari lima fase atau tahap utama, yaitu:
Analysis / Analisis; Design / Desain; Development / Pengembangan;
Implementation / Implementasi; dan Evaluation / Evaluasi.
1. Analisis
Analisis merupakan langkah pertama dari model desain sistem
pembelajaran ADDIE. Langkah analisis melalui dua tahap yaitu :
a. Analisis Kinerja
Analisis Kinerja dilakukan untuk mengetahui dan mengklarifikasi apakah
masalah kinerja yang dihadapi memerlukan solusi berupa penyelenggaraan
program pembelajaran atau perbaikan manajemen.
Contoh:
1) Kurangnya pengetahuan dan ketrampilan menyebabkan rendahnya
kinerja individu dalam organisasi atau perusahaan, hal ini diperlukan
solusi berupa penyelenggaraan program pembelajaran.
2) Rendahnya motivasi berprestasi, kejenuhan, atau kebosanan dalam
bekerja memerlukan solusi perbaikan kualitas manajemen.Misalnya
pemberian insentif terhadap prestasi kerja, rotasi dan promosi, serta
penyediaan fasilitas kerja yang memadai.
b. Analisis Kebutuhan
Analisis kebutuhan merupakan langkah yang diperlukan untuk
menentukan kemampuan-kemampuan atau kompetensi yang perlu dipelajari oleh
siswa untuk meningkatkan kinerja atau prestasi belajar. Hal ini dapat dilakukan
apabila program pembelajaran dianggap sebagai solusi dari masalah pembelajaran
yang sedang dihadapi.Pada saat seorang perancang program pembelajaran
melakukan tahap analisis, ada dua pertanyaan kunci yang yang harus dicari
jawabannya, yaitu :
1) Apakah tujuan pembelajaran yang telah ditentukan, dibutuhkan oleh
siswa?
2) Apakah tujuan pembelajaran yang telah ditentukan, dapat dicapai oleh
siswa?
Jika hasil analisis data yang telah dikumpulkan mengarah kepada
pembelajaran sebagai solusi untuk mengatasi masalah pembelajaran yang sedang
dihadapi, selanjutnya perancang program pembelajaran melakukan analisis
kebutuhan dengan cara menjawab beberapa pertanyaan lagi.

Pertanyaannya sebagai berikut :
a) Bagaimana karakteristik

siswa

yang

akan

mengikuti

program

pembelajaran? (learner analysis )
b) Pengetahuan dan ketrampilan seperti apa yang telah dimiliki oleh siswa?
(pre-requisite skills)
c) Kemampuan atau kompetensi apa yang perlu dimiliki oleh siswa? (task
atau goal analysis)
d) Apa indikator atau kriteria yang dapat digunakan untuk menentukan
bahwa siswa telah mencapai kompetensi yang telah ditentukan setelah
melakukan pembelajaran? (evaluation and assessment)
e) Kondisi seperti apa yang diperlukan oleh siswa agar dapat memperlihatkan
kompetensi yang telah dipelajari? (setting or condition analysis)
2. Desain
Desain merupakan langkah kedua dari model desain sistem pembelajaran
ADDIE. Langkah ini merupakan:
a. Inti dari langkah analisis krn mempelajari masalah kemudian menemukan
alternatif solusinya yang berhasil diidentifikasi melalui langkah analisis
kebutuhan.
b. Langkah penting yang perlu dilakukan untuk, menentukan pengalaman
belajar yang perlu dimilki oleh siswa selama mengikuti aktivitas
pembelajaran.
c. Langkah yang harus mampu menjawab pertanyaan, apakah program
pembelajaran dapat mengatasi masalah kesenjangan kemampuan siswa?
Kesenjangan kemampuan disini adalah perbedaan kemampuan yang
dimilki siswa dengan kemampuan yang seharusnya dimiliki siswa.
Contoh pernyataan kesenjangan kemampuan:
1) Siswa tidak mampu mencapai standar kompetensi yang telah ditentukan
setelah mengikuti proses pembelajaran.
2) Siswa hanya mampu mencapai tingkat kompetensi 60% dari standar
kompetensi yang telah digariskan.
Pada saat melakukan langkah ini perlu dibuat pertanyaan-pertanyaan kunci
diantaranya adalah sebagai berikut :
a) Kemampuan dan kompetensi khusus apa yang harus dimilki oleh siswa
setelah menyelesaikan program pembelajaran?

b) Indikator apa yang dapat digunakan untuk mengukur keberhasilan siswa
dalam mengikuti program pembelajaran.
c) Peralatan atau kondisi bagaimana yang diperlukan oleh siswa agar dapat
melakukan unjuk kompetensi – pengetahuan, ketrampilan, dan sikap setelah mengikuti program pembelajaran?
d) Bahan ajar dan kegiatan seperti apa yang dapat digunakan dalam
mendukung program pembelajaran?
3. Pengembangan
Pengembangan merupakan langkah ketiga dalam mengimplementasikan
model desain sistem pembelajaran ADDIE. Langkah pengembangan meliputi
kegiatan membuat, membeli, dan memodifikasi bahan ajar. Dengan kata lain
mencakup kegiatan memilih, menentukan metode, media serta strategi
pembelajaran yang sesuai untuk digunakan dalam menyampaikan materi atau
substansi program.
Dalam melakukan langkah pengembangan, ada dua tujuan penting yang
perlu dicapai. Antara lain adalah :
a. Memproduksi, membeli, atau merevisi bahan ajar yang akan digunakan
untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan sebelumnya.
b. Memilih media atau kombinasi media terbaik yang akan digunakan untuk
mencapai tujuan pembelajaran.
Pada saat melakukan langkah pengembangan, seorang perancang akan
membuat pertanyaan-pertanyaan kunci yang harus dicari jawabannya, Pertanyaanpertanyaannya antara lain :
a) Bahan ajar seperti apa yang harus dibeli untuk dapat digunakan dalam
mencapai tujuan pembelajaran?
b) Bahan ajar seperti apa yang harus disiapkan untuk memenuhi kebutuhan
siswa yang unik dan spesifik?
c) Bahan ajar seperti apa yang harus dibeli dan dimodifikasi sehingga dapat
digunakan untuk memenuhi kebutuhan siswa yang unik dan spesifik?
d) Bagaimana kombinasi media yang diperlukan dalam menyelenggarakan
program pembelajaran?
4. Implementasi
Implementasi atau penyampaian materi pembelajaran merupakan langkah
keempat dari model desain sistem pembelajaran ADDIE. Tujuan utama dari
langkah ini antara lain :
a. Membimbing siswa untuk mencapai tujuan atau kompetensi.

b. Menjamin terjadinya pemecahan masalah / solusi untuk mengatasi
kesenjangan hasil belajar yang dihadapi oleh siswa.
c. Memastikan bahwa pada akhir program pembelajaran, siswa perlu
memilki

kompetensi–pengetahuan,

ketrampilan,

dan

sikap-yang

diperlukan.
Pertanyaan-pertanyaan kunci yang harus dicari jawabannya oleh seorang
perancang program pembelajaran pada saat melakukan langkah implementasi
yaitu sebagai berikut :
a) Metode pembelajaran seperti apa yang paling efektif utnuk digunakan
dalam penyampaian bahan atau materi pembelajaran?
b) Upaya atau strategi seperti apa yang dapat dilakukan untuk menarik dan
memelihara minat siswa agar tetap mampu memusatkan perhatian
terhadap

penyampaian

materi

atau

substansi

pembelajaran

yang

disampaikan?

5. Evaluasi
Evaluasi merupakan langkah terakhir dari model desain sistem
pembelajaran ADDIE. Evaluasi adalah sebuah proses yang dilakukan untuk
memberikan nilai terhadap program pembelajaran. Evaluasi terhadap program
pembelajaran bertujuan untuk mengetahui beberapa hal, yaitu :
a. Sikap siswa terhadap kegiatan pembelajaran secara keseluruhan.
b. Peningkatan kompetensi dalam diri siswa, yang merupakan dampak dari
keikutsertaan dalam program pembelajaran.
c. Keuntungan yang dirasakan oleh sekolah akibat adanya peningkatan
kompetensi siswa setelah mengikuti program pembelajaran.
Beberapa pertanyaan penting yang harus dikemukakan perancang program
pembelajaran dalam melakukan langkah-langkah evaluasi, antara lain :
a) Apakah siswa menyukai program pembelajaran yang mereka ikuti selama
ini?
b) Seberapa besar manfaat yang dirasakan oleh siswa dalam mengikuti
program pembelajaran?
c) Seberapa jauh siswa dapat belajar tentang materi atau substansi
pembelajaran?

d) Seberapa besar siswa mampu mengaplikasikan pengetahuan, ketrampilan,
dan sikap yang telah dipelajari?
e) Seberapa besar kontribusi program pembelajaran yang dilaksanakan
terhadap prestasi belajar siswa?
Tahapan desain pembelajaran model ASSURE
Model ASSURE merupakan suatu model yang merupakan sebuah
formulasi untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) atau disebut juga model
berorientasi kelas. Menurut Heinich et al (2005) model ini terdiri atas enam
langkah kegiatan yaitu:
Perencanaan pembelajaran model ASSURE dikemukakan oleh Sharon E.
Maldino, Deborah L. Lowther dan James D. Russell dalam bukunya edisi 9 yang
berjudul Instructional Technology & Media For Learning. Perencanaan
pembelajaran model ASSURE meliputi 6 tahapan sebagai berikut:
a. Analyze Learners
Tahap pertama adalah menganalisis pembelajar. Pembelajaran biasanya
kita berlakukan kepada sekelompok siswa atau mahasiswa yang mempunyai
karakteristik tertentu. Ada 3 karakteristik yang sebaiknya diperhatikan pada diri
pembelajar, yakni: Karakteristik Umum Yang termasuk dalam karakteristik umum
adalah usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan, etnis, kebudayaan, dan
faktor sosial ekonomi. Karakteristik umum ini dapat digunakan untuk menuntun
kita dalam memilih metode, strategi dan media untuk pembelajaran. Sebagai
contoh:
1) Jika pembelajar memiliki kemampuan membaca di bawah standar, akan
lebih efektif jika media yang digunakan adalah bukan dalam format
tercetak (nonprint media).
2) Jika pembelajar kurang tertarik terhadap materi yang disajikan, diatasi
dengan menggunakan media yang memiliki tingkat stimuli yang tinggi,
seperti: penggunaan animasi, video, permainan simulasi, dll.
3) Pembelajar yang baru pertama kali melihat atau mendapat konsep yang
disampaikan, lebih baik digunakan cara atau pengalaman langsung
(realthing). Bila sebaliknya, menggunakan verbal atau visual saja sudah
dianggap cukup.
4) Jika pembelajar heterogen, lebih aman bila menggunakan media yang
dapat mengakomodir semua karakteristik pembelajar seperti menggunakan

video,

atau

slide

power

point.

Spesifikasi

Kemampuan

awal

Berkenaan dengan pengetahuan dan kemampuan yang sudah dimiliki
pembelajar sebelumnya. Informasi ini dapat kita peroleh dengan
memberikan entry test/entry behavior kepada pembelajar sebelum kita
melaksanakan pembelajaran. Hasil dari entry test ini dapat dijadikan acuan
tentang hal-hal apa saja yang perlu dan tidak perlu lagi disampaikan
kepada pembelajar.
Gaya Belajar
Gaya belajar timbul dari kenyamanan yang kita rasakan secara psikologis
dan emosional saat berinteraksi dengan lingkungan belajar, karena itu gaya belajar
siswa/mahasiswa ada yang cenderung dengan audio, visual, atau kinestetik.
Berkenaan gaya belajar ini, kita sebaiknya menyesuaikan metode dan media
pembelajaran yang akan digunakan.
b. State Standards and Objectives
Tahap kedua adalah merumuskan standar dan tujuan pembelajaran yang
ingin dicapai. Standar diambil dari Standar Kompetensi yang sudah ditetapkan.
Dalam merumuskan tujuan pembelajaran, hal-hal yang perlu diperhatikan adalah :
Gunakan format ABCD. A adalah audiens, siswa atau mahasiswa yang menjadi
peserta didik kita. Instruksi yang kita ajukan harus fokus kepada apa yang harus
dilakukan pembelajar bukan pada apa yang harus dilakukan pengajar, B
(behavior) – kata kerja yang mendeskripsikan kemampuan baru yang harus
dimiliki pembelajar setelah melalui proses pembelajaran dan harus dapat diukur),
C (conditions) – kondisi pada saat performa pembelajar sedang diukur, dan D
adalah degree – yaitu kriteria yang menjadi dasar pengukuran tingkat keberhasilan
pembelajar.
Mengklasifikasikan Tujuan
Tujuan pembelajaran yang akan kita lakukan cenderung ke domain mana?
Apakah kognitif, afektif, psikomotor, atau interpersonal. Dengan memahami hal
itu kita dapat merumuskan tujuan pembelajaran dengan lebih tepat, dan tentu saja
akan menuntun penggunaan metode, strategi dan media pembelajaran yang akan
digunakan.
Perbedaan Individu
Berkaitan dengan kemampuan individu dalam menuntaskan atau
memahami sebuah materi yang diberikan/dipelajari. Individu yang tidak memiliki
kesulitan belajar dengan yang memiliki kesulitan belajar pasti memiliki waktu
ketuntasan belajar (mastery learning) yang berbeda. Kondisi ini dapat menuntun
kita merumuskan tujuan pembelajaran dan pelaksanaannya dengan lebih tepat.

c. Select Strategies, Technology, Media, And Materials
Tahap ketiga dalam merencanakan pembelajaran yang efektif adalah
memilih strategi, teknologi, media dan materi pembelajaran yang sesuai. Strategi
pembelajaran harus dipilih apakah yang berpusat pada siswa atau berpusat pada
guru sekaligus menentukan metode yang akan digunakan. Yang perlu digaris
bawahi dalam point ini adalah bahwa tidak ada satu metode yang paling baik dari
metode yang lain dan tidak ada satu metode yang dapat menyenangkan/menjawab
kebutuhan pembelajar secara seimbang dan menyeluruh, sehingga harus
dipertimbangkan mensinergikan beberapa metode.
Memilih teknologi dan media yang akan digunakan tidak harus
diidentikkan dengan barang yang mahal. Yang jelas sebelum memilih teknologi
dan media kita harus mempertimbangkan terlebih dahulu kelebihan dan
kekurangannya. Jangan sampai media yang kita gunakan menjadi bumerang atau
mempersulit kita dalam pentransferan pengetahuan kepada pembelajar.
Ketika kita telah memilih strategi, teknologi dan media yang akan
digunakan, selanjutnya menentukan materi pembelajaran yang akan digunakan.
Langkah ini melibatkan tiga pilihan: (1) memilih materi yang sudah tersedia dan
siap pakai, (2) mengubah/ modifikasi materi yang ada, atau (3) merancang materi
dengan desain baru. Bagaimanapun caranya kita mengembangkan materi, yang
terpenting materi tersebut sesuai dengan tujuan dan karakteristik si pembelajar.
d. Utilize Technology, Media and Materials
Tahap keempat adalah menggunakan teknologi, media dan material. Pada
tahap ini melibatkan perencanaan peran kita sebagai guru/dosen dalam
menggunakan teknologi, media dan materi. Untuk melakukan tahap ini ikuti
proses “5P”, yaitu:
1) Pratinjau (previw), mengecek teknologi, media dan bahan yang akan
digunakan untuk pembelajaran sesuai dengan tujuannya dan masih layak
pakai atau tidak.
2) Menyiapkan (prepare) teknologi, media dan materi yang mendukung
pembelajaran kita.
3) Mempersiapkan (prepare) lingkungan belajar sehingga mendukung
penggunaan teknologi, media dan materi dalam proses pembelajaran.
4) Mempersiapkan (prepare) pembelajar sehingga mereka siap belajar dan
tentu saja akan diperoleh hasil belajar yang maksimal.
5) Menyediakan (provide) pengalaman belajar (terpusat pada pengajar atau
pembelajar), sehingga siswa memperoleh pengalaman belajar dengan
maksimal.

e. Require Learner Participation
Tahap kelima adalah mengaktifkan partisipasi pembelajar. Belajar tidak
cukup hanya mengetahui, tetapi harus bisa merasakan dan melaksanakan serta
mengevaluasi hal-hal yang dipelajari sebagai hasil belajar. Dalam mengaktifkan
pembelajar di dalam proses pembelajaran yang menggunakan teknologi, media
dan materi alangkah baiknya kalau ada sentuhan psikologisnya, karena akan
sangat menentukan proses dan keberhasilan belajar. Psikologi belajar dalam
proses pembelajaran yang perlu diperhatikan adalah:
1) Behavioris, karena tanggapan/respon yang sesuai dari pengajar dapat
menguatkan stimulus yang ditampakkan pembelajar.
2) Kognitifis, karena informasi yang diterima pembelajar dapat memperkaya
skema mentalnya.
3) Konstruktivis, karena pengetahuan dan ketrampilan yang diterima
pembelajar akan lebih berarti dan bertahan lama di kepala jika mereka
mengalami langsung setiap aktivitas dalam proses pembelajaran.
4) Sosial, karena feedback atau tanggapan yang diberikan pengajar atau
teman dalam proses pembelajaran dapat dijadikan sebagai ajang untuk
mengoreksi segala informasi yang telah diterima dan juga sebagai support
secara emosional.
f. Evaluate and Revise
Tahap keenam adalah mengevaluasi dan merevisi perencanaan
pembelajaran serta pelaksanaannya. Evaluasi dan revisi dilakukan untuk melihat
seberapa jauh teknologi, media dan materi yang kita pilih/gunakan dapat
mencapai tujuan yang telah kita tetapkan sebelumnya. Dari hasil evaluasi akan
diperoleh kesimpulan: apakah teknologi, media dan materi yang kita pilih sudah
baik, atau harus diperbaiki lagi.

Judul: Jawaban Uts Komnet No.1

Oleh: Kiky Chacing


Ikuti kami