Jawaban Tugas 2 Statistika Lanjut

Oleh Gusti Pardomuan

16 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Jawaban Tugas 2 Statistika Lanjut

1. Apa itu Tendensi Sentral ?
Tendensi Sentral adalah pengukuran aritmatika yang ditujukan
untuk menggambarkan suatu nilai yang mewakili nilai pusat
atau nilai sentral dari suatu gugus data (himpunan
pengamatan).
2. Apa
jenis-jenis
tendensi
sentral
dan
bagaimana
menentukannya menggunakan SPSS?
Jenis-jenis Tendensi Sentral adalah :
a. Mean
Mean adalah alat pengukur rata-rata yang paling populer
untuk mengetahui karakteristik dari sekelompok data
dengan membagi jumlah dari keseluruhan isi data dengan
jumlah datanya.
b. Modus
Modus adalah istilah untuk menghitung atau menentukan
jumlah data yang paling sering muncul dalam sekelompok
data.
c. Median
Median adalah istilah untuk membagi data menjadi dua
bagian sama besar, dan kemudian menghitung nilai data
yang membagi data menjadi dua bagian.
Cara menentukan Mean, Modus, dan Median menggunakan
SPSS :
a. Mean
Sekenario :
Seorang dosen XXX diinstruksikan untuk mencari Mean
dari kumpulan nilai Tugas Mahasiswa, diketahui data Nilai
mahasiswa sebagai berikut :

Gambar 1.1
Data Nilai Tugas Mahasiswa

Dengan menggunakan SPSS, maka ada beberapa tahapan
yang harus dilakukan untuk menentukan Mean dari
kumpulan data seperti pada Gambar 1.1 di atas yaitu
sebagai berikut (dalam simulasi ini data Nilai Tugas
Mahasiswa sudah terinput kedalam SPSS) :
a) Klik Menu Analyze → Descriptive Statitics → Descriptives
(Lihat Gambar 1.2 )

Gambar 1.2
Langkah Awal untuk menentukan Mean dalam SPSS
b) Setelah langhak (a) dilakukan akan tampil jendela seperti
Gambar 1.3 di bawah ini, kemudian kita tentukan
variabel-variabel
yang
akan
digunakan
untuk
menentukan Mean dengan cara menekan tombol yang
ditunjukkan oleh angka 1 kemudian tekan tompol
Options (ditunjukkan oleh angka 2) setelah itu akan
tayang kotak dialog untuk memilih Mean (ditunjukkan
oleh angka 3), beri tanda centang pada option Mean
(nomor 4) setelah itu tekan Continue (nomor 5).

3

1

2

5

4

Gambar 1.3
Langkah Menentukan Varibel dan menentukan Option
Mean dalam SPSS.

c) Tekan tombol Ok (Nomor 2)seperti Gambar 1.4, jika
hendak melakukan penyimpanan terhadap nilai dari
variabel beri tanda centang pada Kotak Save
standardized vlues as variables (Nomor 1).

1
2

Gambar 1.4
Langkah untuk menentukan Mean dalam SPSS
d) Setelah menekan tombol OK seperti pada Gambar 1.4 di
atas maka akan tampil hasil Mean dari variabel yang
telah ditentukan. Hasil simulasi ini seperti pada Gambar
1.5 di bawah ini.

Gambar 1.5
Hasil pengolah variabel untuk menentukan Nilai
Mean menggunakan SPSS.
b. Modus dan Median
Skenario :
Seorang dosen XXX diinstruksikan untuk mencari Modus
dan Median dari kumpulan nilai Tugas Mahasiswa,
diketahui data Nilai mahasiswa sebagai berikut :

Gambar 1.6
Data Nilai Tugas Mahasiswa
a) Pilih menu Analyze → Descriptive Statistics →
Frequencies (lihat Gamabr 1.7)

Gambar 1.7
Cara menentukan Modus dan Median dengan SPSS
b) Tampil kotak dialog seperti gambar 1.8, tentukan
variabel-variabel untuk menentukan modus dan media
yang ditentukan (nomor 1), setelah itu tekan tombol
Statistics (nomor 2), tentukan Frequencies Statistic yang
diinginkan dengan memberikan tanda centang pada blok
Centeral Tendency seperti Median, Mode, termasuk
menentukan Mean (nomor 3), tekan tombol Continue
(nomor 4) dan terakhir tekan Tombol OK (nomor 5).
2

1

5

3

4

Gambar 1.8
Lankah menentukan Mean, Median, dan Modus
dengan menggunakan SPSS.
c) Tampil tabel hasil pengolah data untuk menentukan
Median dan Modus termasuk Mean seperti gambar 1.9 di

bawah ini.

Gambar 1.9
Hasil pengolah variabel untuk menentukan Median dan
Modus termasuk Mean pada SPSS.
3. Mengapa kita perlu mempelajari penyebaran data?
Agar kita menjadi tahu tentang seberapa besar suatu
penyimpangan data dengan nilai rata-rata hitungnya, untuk
menentukan suatu nilai rata-rata yang dapat mewakili suatu
kelompok data, dan untuk membandingkan ukuran penyebaran
sampel terhadap suatu populasi.
4. Apa saja ukuran penyebaran data dan bagaimana cara
menentukannya?
a. Jangkauan (Range)
Jangkauan (range) adalah selisih antara nilai maksimum
dan nilai minimum yang terdapat dalam data.
Rumus menghitung jangkauan adalah :
R = Range
X Maksimum = Nilai Terbesar dari suatu range data
X Minimum = Nilai Terendah dari suatu range data
b. Simpangan Rata-rata
Simpangan rata-rata adalah nlai-nilai hitung harga mutlak
simpangan-simpangannya.
Rumus Simpangan rata-rata adalah :

c. Simpangan Baku (Standar Deviasi)
Simpangan baku atau standar deviasi adalah akar dari
jumlah deviasi kuadrat dari bilangan-bilangan tersebut
dibagi dengan banyaknya bilangan atau akar dari rata-rata
deviasi kuadrat.
Rumus Simpangan Baku adalah :

d. Kuatil
Kuartil adalah nilai yang membagi kelompok data atas empat
bagian yang sama setelah bilangan-bilangan itu diturunkan.
Rumus Kuartil adalah :

Data Tunggal
Dengan I = 1,2,3 dan n= banyaknya data.
Data Kelompok

Dengan I =1,2,3
b= tepi bawah kelas Qi
p= panjang kelas
F= jumlah frekuensi sebelum kelas
Qi f= frekuensi kelas Qi
n= jumlah data
e. Persentil
Persentil adalah nilai yang membagi kelompok bilanganbilangan tersebut atas 100 bagian yang sama banyaknya
setelah bilangan-bilangan tersebut diurutkan dari yang
terkecil sampai yang terbesar.
Rumus persentil adalah :
Data Tunggal / berbobot:
Dengan I = 1,2,…,99
Data kelompok :

Dengan I = 1,2,…,99

5. Apa itu skor mentah dan skor baku?
Skor mentah adalah angka (x) yang merupakan gabungan
beberapa dari beberapa aspek performansi suatu subyek dalam
sampel perilaku yang dipilih secara selektif. Skor Baku adalah
skor
yang
ditunjukkan
dengan
suatu
skala
untuk
menunjukkan bagaimana perbandingan satu individu dengan
individu lain dalam satu kelompok. Ada dua jenis skor baku,
yaitu: z score dan T score Angka Baku digunakan untuk
mengetahui ke dudukan suatu objek yang sedang diselidiki
dibandingkan terhadap keadaan pada umumnya (nilai ratarata) kumpulan objek tersebut. Kegunaan angka baku, yaitu
Mengamati perubahan nilai kenaikan dan nilai penurunan

variable atau suatu gejala dari rata-ratanya.Semakin kecil
angka bakunya, semakin kecil pula perubahan variable
tersebut dari rata-ratanya, dan sebaliknya.
6. Apa saja jenis skor baku?
Z Skor adalah suatu bilangan yang menunjukkan seberapa
jauh sebuah nilai mentah yang menyimpang dari rata-ratanya
dalam suatu distribusi data dengan satuan SD.
T Skor adalah sebuah perbedaan penulisan dari skor Z. Skor T
dibuat apabila hasil dari skor Z nilainya dibawah skor mean
distribusi.
7. Apa saja bentuk disktribusi data?
a. Skewness (keruncingan) adalah derajat ketidak simetrian
dari suatu distribusi. Jika kurva frekuensi suatu distribusi
memiliki ekor yang lebih memanjang ke kanan maka
dikatakan menceng kanan atau positif dan menceng kiri
(negatif)
b. Kurtosis adalah derajat keruncingan suatu distribusi. Kurva
yang yang kebih runcing dari distribusi normal dinamakan
leptokurtik, yang lebih datar platikurtik dan distribusi
normal disebut mesokurtik.
8. Apa itu kurtosis?
Kurtosis adalah derajat keruncingan suatu distribusi. Kurva
yang yang kebih runcing dari distribusi normal dinamakan
leptokurtik, yang lebih datar platikurtik dan distribusi normal
disebut mesokurtik.
9. Bagaimana kita mengetahui bentuk distribusi data adalah
normal ?
Untuk dapat mengetahui bentuk distribusi data adalah norml
maka kita harus menggunakan grafik distribusi dan analisis
statistik, dimana jika distribusi normal maka grafiknya akan
mengikuti bentuk lonceng atau grafik gunung.
10. Bagaimana
menentukan
tendensi
sentral,
ukuran
penyebaran data, distribusi data (normal/tidak normal),
dan homogenitas varians menggunakan SPSS?
Dengan memanfaatkan menu Analyze → Frequencies
selanjutnya tinggal menentukan komponen yang hendak kita
cari, seperti pada gambar 1.10 di bawah ini.

Gambar 1.10
Kotak Dialog SPSS untuk menentukan Frequencies Statistic

Judul: Jawaban Tugas 2 Statistika Lanjut

Oleh: Gusti Pardomuan


Ikuti kami