Kisi Kisi Ilsos Dan Jawaban

Oleh Faiz Al Ghifary

93,4 KB 5 tayangan 0 unduhan
 


Bagikan artikel

Transkrip Kisi Kisi Ilsos Dan Jawaban

1. Fenomena tentang agama Jawab: Menurut Wallace agama didefinisikan sebagai kepercayaan dan ritual yang berhubungan dengan makluk gaib, kekuatan dan memaksa. Agama merupakan budaya yang universal. Beberapa istilah yang muncul jika kita membicarakan agama.  Animisme: yaitu kepercayaan dalam jiwa dan animisme merupakan agama yang paling awal  Mana dan Taboo: Mana bisa tinggal di dalam tubuh manusia, hewan, tumbuhan dan suatu benda. Dan taboo merupakan sesuatu yang sacral  Ritual: merupakan sesuatu yang formal dilakukan berulang-ulang dan merupakan stereotype Agama dan kehidupan beragama merupakan unsur yang tak terpisahkan dari kehidupan dan sistem budaya umat manusia. Sejak awal manusia berbudaya, agama dan kehidupan beragama tersebut telah menggejala dalam kehidupan, bahkan memberikan corak dan bentuk dari semua perilaku budayanya. Agama dan perilaku keagamaan tumbuh dan berkembang dari adanya rasa ketergantungan manusia terhadap kekuatan ghaib yang mereka rasakan sebagai sumber kehidupan mereka. Mereka harus berkomunikasi untuk memohon bantuan dan pertolongan kepada kekuatan ghaib tersebut, agar mendapatkan kehidupan yang aman, selamat dan sejahtera. Tetapi apa dan siapa kekuatan ghaib yang mereka rasakan sebagai sumber kehidupan tersebut, dan bagaimana cara berkomunikasi dan memohon perlindungan dan bantuan tersebut, mereka tidak tahu. Mereka merasakan adanya dan kebutuhan akan bantuan dan perlindungannya. Itulah awal rasa Agama, yang merupakan desakan dari dalam diri mereka, yang mendorong timbulnya perilaku keagamaan. Dengan demikian, rasa Agama dan perilaku keagamaan merupakan pembawaan dari kehidupan manusia, atau dengan istilah lain merupakan fitrah manusia. Fitrah adalah kondisi sekaligus potensi bawaan yang berasal dari dan ditetapkan dalam proses penciptaan manusia. Bukti-buktinya dari fenomena agama yang universal, adalah:  Banyaknya orang yang beragama atau semua orang (tanpa kecuali) memeluk agama. Robert M. Bellah menyebut adanya agama yang dinamakan “Pseudo Religion atau Civil Religion atau Agama Tiruan”, yaitu “isme-isme” yang dianut manusia.  Banyaknya agama yang dianut oleh manusia: Islam, Katolik, Protestan, Hindu, Buddha, Konghucu, Yahudi, Sinto, Bahai, Sikh, dll.  Banyaknya penganut dan agama secara fungsional menunjukkan arti pentingnya agama: Identifikasi, sosialisiinteraksi-komunikasi, dan maknawi. 2. Agama di Yugoslavia Jawab: Masalah utama dalam mendirikan Negara federasi Yugoslavia adalah konflik antar etnis yang banyak memiliki perbedaan. Negara Yugoslavia terletak di Semenanjung Balkan. Sebelum terpecah – pecah seperti sekarang, Yugoslavia merupakan Negara Republik Federasi sosialis di Eropa Tenggara yang terdiri dari atas 6 negara republic. Keenam Negara tersebut adalah Serbia, Kroasia, Slovenia, Bosnia-Herzegovina, Montenegro, dan Macedonia ditambah daerah otonom Kosovo. Penduduk Yugoslavia terdiri atas 6 golongan etnis suku bangsa Slav, yaitu Serbia, Kroasia, Slovenia, Islam Bosnia, Macedonia, dan Montenegro.  Bosnia dan Herzegovina Mereka beragama Katolik Roma dan menempati daerah Herzegovia Barat. Konflik Tersebut terkenal dengan istilah Pembersihan etnis (etnis cleaning). Orang-orang Kroasia di Bosna menginginkan bergabung dengan Negara Kroasia. Mereka memusuhi orang-orang muslim Bosnia. Permusuhan tersebut didukung oleh sukarelawan Kroasia. Konflik antara Bosnia dan Sebia dikenal dengan nama Perang Kroasia-Bosnia.  Kroasia Penduduk asli kroasia adalah pemeluk agama katolik Roma. Mayoritas penduduknya adalah keturunan Serbia.  Slovenia Penduduknya mayoritas dari bangsa Slovenia, sehingga kawasan ini terhindar dari kemelut seperti negara-negara tetangganya.  Macedonia Penduduk mayoritas Macedonia terdiri atas bangsa Slavia di utara dan Yunani di selatan. Mereka mayoritas beragama Islam. Pada tanggal 9 September 1991, Macedonia menyatakan kemerdekaannya (memisahkan diri dari Yugoslavia).  Serbia dan Montenegro Serbia dan Montenegro merupakan dua Negara bagian Yugoslavia yang masih tetap mempertahankan keberadaan Federasi Yugoslavia. Strategi perang yang dilakukan adalah dengan cara memotong-motong wilayah sceara etnik homogeny untuk mempersempit wilayah pendudukan dan diklaim sebagai wilayahnya, dan melakukan pembunuhan massal bagi laki-laki Bosnia, serta melakukan tindakan pemerkosaan terhadap kaum wanita Bosnia muslim. Ini semua dimaksudkan untuk menghapuskan keturunan bosnia muslim dari perang dunia. 3. Perspektif beda agama dari bidang sosiologi Jawab: Agama dalam sosiologi dipandang sebagai salah satu institusi sosial, sebagai subsistem dari sistem sosial yang mempunyai fungsi sosial tertentu. Dalam sosiologi agama tidak dilihat berdasarkan apa dan bagaimana isi ajaran dan doktrin keyakinannya, melainkan bagaimana ajaran dan keyakinan agama itu dilakukan dan mewujudkan ke dalam perilaku para pemeluknya dalam kehidupan sehari-hari. Jadi, sosiologi agama adalah ilmu yang mempelajari tentang keberagaman perilaku manusia dalam dunia realitas. Dalam disiplin Sosiologi Agama, ada tiga perspektif utama sosiologi yang seringkali digunakan sebagai landasan dalam melihat fenomena keagamaan di masyarakat, yaitu: perspektif fungsionalis, konflik dan interaksionisme simbolik. 1. Perspektif Fungsionalis Memandang masyarakat sebagai suatu jaringan kelompok yang bekerjasama secara terorganisasi yang bekerja dalam suatu cara yang agak teratur menurut seperangkat peraturan dan nilai yang dianut oleh sebagian besar masyarakat tersebut. Masyarakat dipandang sebagai suatu sistem yang stabil dengan suatu kecenderungan untuk mempertahankan sistem kerja yang selaras dan seimbang. Karena agama dari dulu hingga sekarang masih tetap eksis maka jelas bahwa agama mempunyai fungsi atau bahkan memainkan sejumlah fungsi di masyarakat. Oleh karenanya, perspektif fungsionalis lebih memfokuskan perhatian dalam mengamati fenomena keagamaan pada sumbangan fungsional agama yang diberikan pada sistem sosial. Melalui perspektif ini, pembicaraan tentang agama akan berkisar pada permasalahan tentang fungsi agama dalam meningkatkan kohesi masyarakat dan kontrol terhadap perilaku individu. 2. Perspektif Konflik Berlawanan dengan perspektif fungsional yang melihat keadaan normal masyarakat sebagai suatu keseimbangan yang mantap, para penganut perspektif konflik berpandangan bahwa masyarakat berada dalam konflik yang terus-menerus diantara kelompok dan kelas, atau dengan kata lain konflik dan pertentangan dipandang sebagai determinan utama dalam pengorganisasian kehidupan sosial sehingga struktur dasar masyarakat sangat ditentukan oleh upaya-upaya yang dilakukan berbagai individu dan kelompok untuk mendapatkan sumber daya yang terbatas yang akan memenuhi kebutuhan dan keinginan mereka. Dalam kaitannya dengan kekuasaan, kalangan teoritisi konflik memandang agama sebagai ekspresi penderitaan, penindasan, dan rasionalisasi serta pembenaran terhadap tatanan sosial yang ada. Oleh karena itu, dalam perspektif konflik agama dilihat sebagai “kesadaran yang palsu”, karena hanya berkenaan dengan hal-hal yang sepele dan semu atau hal-hal yang tidak ada seperti sungguh-sungguh mencerminkan kepentingan ekonomi kelas sosial yang berkuasa. Jadi, dalam perspektif konflik agama lebih dilihat dalam hubungannya dengan upaya untuk melanggengkan status quo, meskipun pada tahap selanjutnya tidak sedikit kalangan yang menganut perspektif ini justru menjadikan agama sebagai basis perjuangan untuk melawan status quo sebagaimana perjuangan bangsa Amerika Latin melalui teologi liberal mereka yang populer. 3. Perspektif Interaksionisme Simbolik Dalam wacana sosiologi kontemporer, istilah interaksionisme simbolik diperkenalkan oleh Herbert Blumer melalui tiga proposisinya yang terkenal: a) Manusia berbuat terhadap sesuatu berdasarkan makna-makna yang dimiliki sesuatu tersebut bagi mereka b) Makna-makna tersebut merupakan hasil dari interaksi sosial c) Tindakan sosial diakibatkan oleh kesesuaian bersama dari tindakan-tindakan sosial individu. Dengan mendasarkan pada ketiga proposisi diatas, perspektif interaksionisme simbolik melihat pentingnya agama bagi manusia karena agama mempengaruhi individu-individu dan hubungan-hubungan sosial. Pengaruh paling signifikan dari agama terhadap individu adalah berkenaan dengan perkembangan identitas sosial. Dengan menjadi anggota dari suatu agama, seseorang lebih dapat menjawab pertanyaan “siapa saya?”. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa identitas keagamaan, dan kepercayaan-kepercayaan dan nilai-nilai yang diasosiasikan dengan agama merupakan produk dari sosialisasi. Oleh karenanya, kalangan interaksionis lebih melihat agama dari sudut peran yang dimainkan agama dalam pembentukan identitas sosial dan penempatan individu dalam masyarakat. 4. Pernikahan beda agama ditinjau dari afeksi dan kebebasan Jawab: Afeksi adalah rasa kasih sayang. Kebebasan itu dalam kenyataannya merupakan suatu yang bersifat "fragile"; kebebasan bersifat sensitif dan rapuh. Manusia adalah makhluk yang bebas, namun sekaligus manusia adalah makhluk yang harus senantiasa memperjuangkan kebebasannya. Dari pengertian afeksi dan kebebasan diatas berhubungan dengan pernikahan beda agama, menurut saya… 5. Pemahaman agama, keluarga, kota, politik, control sosial, dan gerakan sosial Jawab: Agama: Menurut Wallace agama didefinisikan sebagai kepercayaan dan ritual yang berhubungan dengan makluk gaib, kekuatan dan memaksa. Agama merupakan budaya yang universal. Beberapa istilah yang muncul jika kita membicarakan agama.  Animisme: yaitu kepercayaan dalam jiwa dan animisme merupakan agama yang paling awal  Mana dan Taboo: Mana bisa tinggal di dalam tubuh manusia, hewan, tumbuhan dan suatu benda. Dan taboo merupakan sesuatu yang sacral  Ritual: merupakan sesuatu yang formal dilakukan berulang-ulang dan merupakan stereotype Keluarga: Family atau keluarga adalah orang-orang yang berhubungan darah, perkawinan, atau hubungan yang disepakati lainnya, atau adopsi yang berbagi tanggung jawab utama untuk reproduksi dan merawat anggota masyarakat. Komposisi Keluarga:  Nuclear Family: Keluarga yang terdiri dari keluarga inti seperti ayah,ibu, dan anakanaknya.  Extended Family: Suatu kelurga dimana terdapat keluarga lain seperti kakek, nenek, om, tante, dll. yang tinggal satu rumah dengan keluarga inti yang terdiri dari ayah,ibu, dan anak-anaknya. Enam Fungsi keluarga:  Protection atau perlindungan  Socialization atau sosialisasi  Reproduction atau reproduksi  Regulation of sexual behavior atau Peraturan perilaku seksual  Affection and companionship atau kasih sayang dan persahabatan  Provision of social status atau pemberian status sosial Kota: Kota adalah daerah permukiman yg terdiri atas bangunan rumah yg merupakan kesatuan tempat tinggal dr berbagai lapisan masyarakat  Industri kota: lebih padat penduduk dan kompleks daripada pendahulunya  Pascaindustri Kota: keuangan global dan aliran informasi elektronik mendominasi perekonomian  Urbanisme: relatif besar dan pemukiman permanen menyebabkan pola khas perilaku.Urbanisasi menjadi aspek utama bagi kehidupan di AS. Kontrol Sosial: Kontrol sosial adalah strategi untuk mencegah perilaku yang menyimpang. Pemberian sanksi adalah salah satu contoh perwujudan dari kontrol sosial. Terdapat 2 jenis kontrol sosial:  Formal: Dilakukan secara resmi dengan anggota resmi seperti polisi.  Informal: Menegakkan suatu norma dengan santai tanpa melibatkan anggota resmi. Gerakan sosial: Gerakan sosial adalah diselenggarakannya kegiatan kolektif untuk membawa atau menolak perubahan dalam kelompok atau masyarakat. Gerakan sosial telah dramatis berdampak pada jalannya sejarah dan evolusi struktur sosial. Secara fungsionalis, gerakan sosial berkontribusi pada pembentukan opini publik. Mobilisasi sumber daya adalah cara gerakan sosial memanfaatkan sumber seperti uang, pengaruh politik, akses ke media, dan pekerja. Wanita merasa lebih sulit daripada laki-laki untuk menganggap posisi kepemimpinan dalam organisasi gerakan sosial. Jenis kelamin dapat mempengaruhi cara kita melihat upaya terorganisir untuk membawa tentang atau menolak perubahan. Gerakan sosial baru adalah kegiatan yang diselenggarakan kolektif yang mempromosikan otonomi, penentuan nasib sendiri, dan peningkatan kualitas hidup. Gerakan sosial baru umumnya tidak melihat pemerintah sebagai sekutu mereka. 6. Tentang setu babakan (refleksi, cerminan, deskripsi, cerita) pengaruh terhadap modernism

Judul: Kisi Kisi Ilsos Dan Jawaban

Oleh: Faiz Al Ghifary


Ikuti kami