Rangkuman Metolit N Jawaban Kuis

Oleh Muhammad Mamet

284,2 KB 7 tayangan 0 unduhan
 


Bagikan artikel

Transkrip Rangkuman Metolit N Jawaban Kuis

RANGKUMAN METODE PENELITIAN SOAL DAN JAWABAN KUIS METODE PENELITIAN 1. Jelaskan pengertian penelitian? Sebutkan dan Jelaskan 3 pendekatan dalam penelitian? Sebutkan dan Jelaskan 3 Macam metode penelitian dalam pendekatan kuantitatif? a. PENELITIAN diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Terdapat 4 kata kunci, yaitu:  Cara ilmiah: Didasarkan pada ciri-ciri keilmuan  Rasional: Masuk akal, ada logika, diterima nalar  Empiris: Dapat diamati oleh indera manusia  Sistematis: langkah-langkah tertentu yang logis b. 3 PENDEKATAN DALAM PENELITIAN 1. Pendekatan Kuantitatif Pendekatan penelitian yang mendasarkan diri pada paradigma postpositivist dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. 2. Pendekatan Kualitatif Pendekatan penelitian yang berdasarkan fenomenologi dan paradigma konstuktivisme dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. 3. Pendekatan Metode Gabungan (Mixed Methods Research) Penelitian Gabungan, atau lebih dikenal dengan istilah multimedtodologi dalam operation research, merupakan pendekatan penelitian yang memadukan penjaringan analisis data kuantitatif dan kualitatif. Pendekatan ini cenderung didasarkan pada paradigma pragmatik. c. METODE PENELITIAN DALAM PENDEKATAN KUANTITATIF  Penelitian Survai: Menggunakan sampel guna menarik generalisasi  Penelitian ex-post facto: meneliti peristiwa yang telah terjadi, tidak dapat memberi perlakuan terhadap variabel bebas  Penelitian eksperimen: ada perlakuan dan kontrol yang ketat terhadap variabel bebas  Penelitian tindakan (action): peneliti terlibat untuk mengubah situasi, perilaku, dan organisasi 2. Sebutkan dan jelaskan serta beri contoh 3 rumusan masalah penelitian? o Rumusan Masalah Deskriptif Rumusan masalah deskriptif adalah suatu masalah yang berkenan dengan pertanyaan terhadap keberadaan variabel mandiri, baik hanya pada satu variabel atau lebih (variabel yang berdiri sendiri). Jadi dalam penelitian ini tidak membuat perbandingan variabel itu pada sampel yang lain, dan menari hubungan variabel itu dengan variabel yang lain. Contoh: seberapa tinggi produktivitas kerja karyawan di PT. Samudra 1 RANGKUMAN METODE PENELITIAN o Rumusan Masalah Komparatif Rumusan masalah komparatif adalah rumusan maslah penelitian membandingkan keberadaan satu variabel atau lebih pada dua atau lebih sampel yang berbeda, atau pada waktu yang berbeda. Contoh: adakah kesamaan cara promosi antara perusahaan A dan B? o Rumusan masalah assosiatif adalah suatu rumusan masalah penelitian yang bersifat menanyakan hubungan antara dua variabel atau lebih. Terdapat 3 bentuk hubungan yaitu: hubungan simetris, hubungan kausal, dan interaktif/resiprocal/timbal balik. 3. Sebutkan dan jelaskan serta beri contoh 3 bentuk hipotesis penelitian? o Hipotesis deskriptif, merupakan jawaban sementara terhadap masalah deskriptif, yaitu yang berkenan dengan variabel mandiri. Contoh: Kemampuan daya beli masyarakat (dalam populasi) itu rendah. o Hipotesisi komparatif, merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah komparatif. Pada rumusan ini variabelnya sama tetapi populasi atau sampelnya yang berbeda, atau keadaan terjadi pada waktu yang berbeda. Contoh: Tidak terdapat perbedaan kemampuan daya beli antar kelompok masyarakat petani dan nelayan (dalam populasi) o Hipotetis assosiatif, merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah assosiatif, yaitu yang menanyakan hubungan antara dua variabel atau lebih. Contoh: Ada hubungan positif antara penghasilan dengan kemampuan daya beli masyarakat (dalam populasi). 4. Jelaskan bagaimana cara membuktikan Ho dan Ha diterima atau ditolak dengan analisis statistik dan beri contoh? Daya tahan lampu pijar merk X = 600 jam (Ho). Ini merupakan hipotesis nol, karena daya tahan lampu yang ada pada sampel diharapkan tidak berbeda secara signifikan dengan daya tahan lampu yang ada pada populasi. Hipotesis alternatifnya adalah ; Daya tahan lampu pijar merk X ≠ 600 jam. “tidak sama dengan” ini bisa berarti lebih besar atau lebih kecil dari 600 jam. Hipotesis statistiknya : Ho : µ = 600 Ha : µ ≠600 atau > 6000 atau < 600 µ : adalah nilai rata-rata populasi yang di hipotesiskan/ditaksir. 5. Jelaskan apa itu variabel penelitian? Sebutkan dan jelaskan 5 variabel penelitian? 2 RANGKUMAN METODE PENELITIAN o Variabel penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya. Macam-macam variabel a) Variabel independen Variabel ini sering disebut variabel stimulus, prediktor, antecedent. Dalam bahasa indonesia disebut sebagai variabel bebas. Variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat). b) Variabel dependen Variabel dependen disebut juga variabel output, kriteria, konsekuen. Dalam bahasa indonesia disebut variabel terikat. Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. c) Variabel moderator Variabel moderator adalah variabel yang mempengaruhi (memperkuat atau memperlemah) hubungan antara variabel independen dengan dependen. d) Variabel intervening Menurut Tuckman(1988), “Variabel intervening adalah variabel yang secara teoritis mempengaruhi hubungan antara variabel independen dengan dependen, tetapi tidak dapat diamati dan diukur”. Variabel ini adalah variabel penyela/antara yang terletak dianatara variabel independen dan dependen, sehingga variabel independen tidak langsung mempengaruhi berubahnya atau timbulnya variabel dependen. e) Variabel kontrol Variabel control adalah variabel yang dikendalikan atau dibuat konstan sehingga hubungan variabel independen terhadap dependen tidak dipengaruhi oleh faktor luar yang tidak diteliti. Variabel kontrol sering digunakan, bila akan melakukan penilitian yang bersifat membandingkan, melalui penelitian eksperimen. 6. Sebutkan dan jelaskan macam dan tingkat data dalam penelitian, sebutkan dan jelaskan teknik dan alat pengumpul data dalam penelitian, Jelaskan apa itu sumber data dalam penelitian? A. Tingkatan Data :  Kualitatif : Data yang berbentuk bukan bilangan  Kuantitatif : Data yang berbentuk bilangan, dibedakan lagi menjadi:  Data kontinum/interval/rasio yaitu data yg disajikan dengan bilangan rasional (bulat dan pecah)  Data deskrit yaitu yg dapat dinyatakan dengan bilangan bulat. Dibagi lagi menjadi: o Data nominal/data frekuensi, terdiri dari: data dikotomi (murni dan buatan), dan data multikotomi. o Data ordinal/peringkat/ranking. B. Teknik dan alat pengumpul data 3 RANGKUMAN METODE PENELITIAN  Angket Adalah pengumpulan data dengan menyerahkan /mengirimkan daftar pertanyaan untuk diisi oleh responden. Responden adalah orang yang memberikan tanggapan/respon atau menjawab atas pertanyaan-pertanyaan yang diajukan.  Wawancara Teknik pengumpulan data dengan mengajukan pertanyaan langsung oleh pewawancara kepada responden, dan jawaban-jawaban responden dicatat atau direkam.  Observasi Adalah pemilihan, pengubahan, pencatatan, dan pengodena serangkaian perilaku dan suasana yang berkenaan dengan organisme in situ, sesuai dengan tujuan empiris. C. Sumber Data dalam penelitian adalah sumber subjek dari mana data dapat diperoleh. Seperti informan, peristiwa atau aktifitas, tempat atau lokasi, dokumen, dll. Contoh apabila peneliti menggunakan kuesioner/wawancara, maka sumber data disebut responden. 7. Apa yang dimaksud dengan validitas dan releabilitas instrumen penelitian? Dan sebutkan dan jelaskan langkah-langkah dalam menyusun instrumen penelitian? Serta buat satu item angket instrumen penelitian dari variabel ini : “pemberian motivasi belajar mahasiswa” a. Instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data (mengukur) itu valid. Valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. Instrumen yang reliabel adalah instrumen yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur obyek yang sama, akan menghasilkan data yang sama. b. Langkah-langkah dalam menyusun instrumen penelitian : 1. Analisis Variabel Penelitian Menganalisis setiap variabel menjadi subvariabel kemudian mengembangkannya menjadi indikator-indikator merupakan langkah awal sebelum instrumen itu dikembangkan. 2. Menetapkan Jenis Instrumen Jenis instrumen dapat ditetapkan manakala peneliti sudah memahami dengan pasti tentang variabel dan indikator penelitiannya. Satu variabel mungkin hanya memerlukan satu jenis instrumen atau meungkin memerlukan lebih dari satu jenis instrumen. 3. Menyusun Kisi-kisi atau Layout Instrumen Kisi-kisi instrumen diperlukan sebagai pedoman dalam merumuskan item instrumen. Dalam kisi-kisi itu harus mencakup ruang lingkup materi variabel penelitian, jenis-jenis pertanyaan, banyaknya pertanyaan, serta waktu yang dibutuhkan. Selain itu, dalam kisi-kisi juga harus tergambarkan indikator atau abilitas dari setiap variabel. Misalnya, untuk menentukan prestasi belajar atau 4 RANGKUMAN METODE PENELITIAN kemampuan subjek penelitian, diukur dari tingkat pengetahuan, pemahaman, aplikasi, dan sebagainya. 4. Menyusun Item Instrumen Berdasarkan kisi-kisi yang telah disusun, langkah selanjutnya adalah menyusun item pertanyaan sesuai dengan jenis instrumen yang akan digunakan. 5. Mengujicobakan Instrumen Uji coba instrumen perlu dilakukan untuk mengetahui tingkat reabilitas dan validitas serta keterbacaan setiap item. Mungkin saja berdasarkan hasil uji coba ada sejumlah item yang harus dibuang dan diganti dengan item yang baru, setelah mendapat masukkan dari subjek uji coba. c. Angket Instrumen dari variabel “ pemberian motivasi belajar mahasiswa “ Saya memandang bahwa hasil belajar yang saya dapatkan adalah kemampuan saya sendiri. A. Sangat Setuju B. Setuju C. Ragu-ragu D. Tidak setuju E. Sangat tidak setuju 5 RANGKUMAN METODE PENELITIAN BAB I – PERSPEKTIF METODE PENELITIAN BISNIS PENGERTIAN METODE PENELITIAN Secara umum metode penelitian diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Terdapat 4 kata kunci, yaitu:     Cara ilmiah: Didasarkan pada ciri-ciri keilmuan Rasional: Masuk akal, ada logika, diterima nalar Empiris: Dapat diamati oleh indera manusia Sistematis: langkah-langkah tertentu yang logis Data yang diperoleh melalui penelitian itu adalah data empiris (teramati) yang mempunyai kriteria tertentu yaitu valid. Valid menunjukan derajad ketepatan antara data yang sesungguhnya terjadi pada obyek dengan data yang dapat dikumpulkan oleh peneliti. Data yang valid pasti reliabel dan obyektif. Reliabel berkenaan derajad konsistensi/keajegan data dalam interval waktu tertentu. Obyektivitas berkenaan dengan interpesonal agreement (kesepakatan antar banyak orang). Tujuan dan Kegunaan Penelitian:    Penemuan: Data betul-betul baru yang sebelumnya belum pernah diketahui Pembuktian: Data untuk membuktikan keragu-raguan terhadap informasi/pengetahuan tertentu Pengembangan: Memperdalam dan memperkuat pengetahuan yang telah ada Secara umum data yang telah diperoleh dari penelitian dapat digunakan untuk memahami, memecahkan, dan mengantisipasi masalah. PENGERTIAN METODE PENELITIAN Metode penelitian bisnis dapat diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data yang valid dengan tujuan dapat dikemukakan, dikembangkan, dan dibuktikan, suatu pengetahuan tertentu sehingga pada gilirannya dapat digunakan untuk memahami, memecahkan, dan mengantisipasi masalah dalam bidang bisnis. JENIS METODE PENELITIAN PENELITIAN MENURUT TUJUAN   Penelitian dasar (basic research): Tujuannya sekedar untuk memahami masalah secara mendalam agar dapat mengembangkan ilmu Penelitian terapan ( Applied research): Tujuannya untuk mendapatkan informasi guna memecahkan masalah 6 RANGKUMAN METODE PENELITIAN PENELITIAN MENURUT METODE       Penelitian Survai: Menggunakan sampel guna menarik generalisasi Penelitian ex-post facto: meneliti peristiwa yang telah terjadi, tidak dapat memberi perlakuan terhadap variabel bebas Penelitian eksperimen: ada perlakuan dan kontrol yang ketat terhadap variabel bebas Penelitian naturalistic: kualitatif Penelitian kebijakan: untuk memecahkan masalh sosial yang mendasar Penelitian tindakan (action): peneliti terlibat untuk mengubah situasi, perilaku, dan organisasi PENELITIAN MENURUT TINGKAT EKSPLANASI    Penelitian deskriptif: mengetahui nilai variabel mandiri, satu atau lebih tanpa membuat perbandingan atau berusaha menghubungkan dengan variabel lain. Contoh: kinerja keuangan BUMN tahun 2005, kerugian pedagang akibat banjir tahun 2002 Penelitian comparatif: bersifat membandingkan variabel-variabel penelitian. Contoh: perbandingan kinerja keuangan BUMN dan swasta, perbandingan kerugian pedagang akibat banjir tahun 2002 di jakarta selatan dan jakarta utara Penelitian asosiatif: mengetahui hubungan atau pengaruh dua variabel atau lebih. Contoh: pengaruh iklan terhadap volume penjualan, hubungan antara tingkat pendidikan dan daya beli konsumen. PENELITIAN MENURUT BIDANG    Penelitian akademis: penelitian yang dilakukan oleh para mahasiswa dalam membuat skripsi, tesis, disertasi. Variabel penelitian terbatas, analisis disesuaikan dengan jenjang pendidikan S1,S2,dan S3 Penelitian profesional: penelitian yang dilakukan oleh orang yang berprofesi sebagai peneliti (termasuk dosen). Tujuannya adalah mendapatkan pengetahuan baru. Variabel penelitian lengkap, kecanggihan analisis disesuaikan dengan kepentingan masyarakat ilmiah. Penelitian institusional: Penelitian yang bertujuan untuk mendapatkan informasi dapat digunakan untuk pengembangan lembaga. Hasil penelitian akan sangat berguna bagi pimpinan untuk pembuatan keputusan. Hasil penelitian lebih menekankan pada validitas eksternal, variabel lengkap. PENELITIAN MENURUT WAKTU   Penelitian cross sectional Penelitian longitudinal 7 RANGKUMAN METODE PENELITIAN Jenis-jenis metode penelitian juga dapat diklasifikasikan berdasarkan tujuan, dan tingkat kealamiahan (natural setting) obyek yang diteliti. Berdasarkan tujuan, metode penelitian dapat diklasifiksaikan menjadi penelitian dasar (basic research), penelitian terapan (applied research), dan penelitian pengembangan (research and development). Berdasarkan tingkat kealamiahan, metode penelitian dapat dikelompokkan menjadi metode penelitian eksperimen, survey, dan naturalistik. PENGERTIAN METODE KUANTITATIF DAN KUALITATIF   Metode penelitian kuantitatif: Metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan Metode penelitian kualitatif: Metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, (sebagai lawannya adalah eksperimen) di mana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, pengambilan sampel sumber data dilakukan secara purposive dan snowbaal, teknik pengumpulan dengan trianggulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif/kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi. PERBEDAAN METODE KUANTITATIF DAN KUALITATIF Perbedaan antara metode kualitatif dengan kuantitatif meliputi 3 hal, yaitu perbedaan tentang aksioma (pandangan dasar), proses penelitian, dan karakteristik penelitian itu sendiri. 1. Perbedaan aksioma Aksioma Dasar Sifat Realitas Metode Kuantitatif Dapat diklasifikasikan, konkrit,teramati, dan terukur Hubungan peneliti dengan Independen, supaya yang diteliti terbangun obyektivitas Hubungan variabel Kemungkinan generalisasi Peranan nilai Metode Kualitatif Ganda, holistik,dinamis, hasil konstruksi dan pemahaman Interaktif dengan sumber data supaya memperoleh makna Sebab-akibat (kausal) Timbal balik/interaktif Cenderung membuat Transferability (dapat generalisasi diterapkan di tempat lain bila kondisinya hampir sama) Cenderung nilai bebas Terikat nilai-nilai yang dibawa peneliti dan sumber data. 8 RANGKUMAN METODE PENELITIAN 2. Karakteristik Penelitian Meliputi perbedaan desain, tujuan, teknik pengumpulan data, instrumen penelitian, data, analisis, hubungan dengan responden, usulan desain, kapan penelitian dianggap selesai, dan kepercayaan terhadap hasil penelitian. 3. Proses penelitian Penelitian Kuantitatif : Logico-hypothetico-verifikatif Berdasarkan asumsi-asumsi obyektif-empiris  Asumsi 1 : bahwa obyek dapat diklasifikasi menurut sifat, jenis, struktur, bentuk , warna dan sebagainya  Asumsi 2 : bahwa setiap gejala ada penyebabnya  Asumsi 3 : bahwa suatu gejala tidak mengalami perubahn dalam jangka waktu tertentu MACAM-MACAM DATA   Kualitatif : Data yang berbentuk bukan bilangan Kuantitatif : Data yang berbentuk bilangan, dibedakan lagi menjadi:  Data kontinum/interval/rasio yaitu data yg disajikan dengan bilangan rasional (bulat dan pecah)  Data deskrit yaitu yg dapat dinyatakan dengan bilangan bulat. Dibagi lagi menjadi: o Data nominal/data frekuensi, terdiri dari: data dikotomi (murni dan buatan), dan data multikotomi. o Data ordinal/peringkat/ranking. PENELITIAN BISNIS YANG BAIK  Masalah penelitian dirumuskan dengan benar, jelas, dan spesifik  Prosedur penelitian dijabarkan secara rinci sehingga orang dapat memahami, dapat melaksanakan, dan dapat mengulangi  Prosedur dan rancangan penelitian dibuat secara teliti  Peneliti membuat laporan yang lengkap, sistematis, dan memberikan saran pemecahan masalah  Analisi data yang digunakan harus tepat daj mampu membuat generalisasi yang signifikan  Kesimpulan didukung oleh data yang diperoleh melalui penelitian 9 RANGKUMAN METODE PENELITIAN BAB II – PROSES PENELITIAN, MASALAH, VARIABEL, DAN PARADIGMA PENELITIAN PROSES PENELITIAN KUANTITATIF (yg dihafalkan yg ini kata bu Tita) Dalam penelitian kuantitatif masalah yang dibawa oleh peneliti harus sudah jelas, sedangkan masalah dalam penelitian kualitatif masih bersifat sementara dan akan berkembang setelah peneliti memasuki lapangan. Rumusan masalah pada umumnya dinyatakan dalam kalimat pertanyaan. Dengan pertanyaan ini maka akan dapat memandu peneliti untuk kegiatan penelitian selanjutnya. Berdasarkan rumusan masalah tsb, maka peneliti menggunakan berbagi teori untuk menjawabnya. Jawaban terhadap rumusan masalah yg baru menggunakan teori tersebut dinamakan hipotesis, maka hipotesis dapat diartikan sebagai jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian. Dalam penelitian kuantitatif analisis data menggunakan statistik. Statistik yang digunakan dapat berupa statistik deskriptif dan inferensial/induktif. Statistik inferensial dapat berupa statistik parametris dan statistik nonparametris. Peneliti menggunakan statistik inferensial bila penelitian dilakukan pada sampel yang diambil secara random. Statistik deskriptif: analisa statistik dgn cara mendeskripsikan/menguraikan. Berupa mean, median, modus, dan standar deviasi. Setelah hasil penelitian diberikan pembahasan, maka selanjutnya dapat disimpulkan. Kesimpulan berisi jawaban singkat terhadap setiap rumusan masalah berdasarkan data yg telah terkumpul. Jadi, kalau rumusan masalah ada 5, maka kesimpulannya juga ada 5. Saran yg diberikan harus berdasarkan kesimpulan hasil penelitian. Jadi jangan membuat saran yg tidak berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan. 10 RANGKUMAN METODE PENELITIAN MASALAH 1. Masalah dan Cara Pemecahan MASALAH PENELITIAN:  Sesuatu yang menjadi sasaran penelitian biasanya disebut masalah penelitian, yang akan seanjutnya diangkat menjadi judul penelitian, dan menggambarkan kaitan antar 2 variabel atau lebih  Tidak semua masalah layak diangkat menjadi masalah penelitian Penelitian itu dilakukan dengan tujuan mendapatkan data yang antara lain dapat digunakan untuk memecahkan masalah. (tujuan penelitian) 2. Sumber Masalah 1. Terdapat penyimpangan antara pengalaman dengan kenyataan Orang yang biasanya menjadi pimpinan pada bidang pemerintahan harus pindah ke bidang bisnis. 2. Terdapat penyimpangan antara apa yang telah direncanakan dengan kenyataan. Direncanakan akan mendapat keuntungan yang tinggi, tetapi kenyataannya tidak. 3. Ada pengaduan Dalam suatu organisasi bisnis yang tadinya tenang tidak ada masalah, ternyata setelah ada pihak tertentu yang mengadukan produk maupun pelayanan yang diberikan, maka timbul masalah dalam organisasi itu. 4. Ada kompetisi Adanya saingan atau kompetisi sering dapat menimbulkan masalh besar, bila tidak dapat memanfaatkan untuk kerja sama. Misalnya semula hanya ada satu perusahaan yang menghasilkan produk minuman tertentu, ternyata muncul perusahaan lain mengasilkan prduk sama dengan merk lain. 3. Rumusan Masalah Yang Baik  Masalah harus feasible: masalah tsb harus dapat dicarikan jawabannya melalui sumber yang jelas, tidak banyak menghabiskan dana, tenaga, dan waktu,  Masalah harus jelas: semua orang memberikan persepsi yang sama terhadap masalah tersebut  Masalah harus signifikan: arti jawaban atas masalah itu harus memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu dan pemecahan masalah kehidupan manusia.  Masalah bersifat etis: penelitian tidak berkenaan dengan hal-hal yang bersifat etika, moral, nilai-nilai keyakinan dan agama. 11 RANGKUMAN METODE PENELITIAN 4. Bentuk-Bentuk Rumusan Masalah Penelitian 1) Rumusan Masalah Deskriptif Rumusan masalah deskriptif adalah suatu masalah yang berkenan dengan pertanyaan terhadap keberadaan variabel mandiri, baik hanya pada satu variabel atau lebih (variabel yang berdiri sendiri). Jadi dalam penelitian ini tidak membuat perbandingan variabel itu pada sampel yang lain, dan menari hubungan variabel itu dengan variabel yang lain. Contoh: seberapa tinggi produktivitas kerja karyawan di PT. Samudra 2) Rumusan Masalah Komparatif Rumusan masalah komparatif adalah rumusan maslah penelitian membandingkan keberadaan satu variabel atau lebih pada dua atau lebih sampel yang berbeda, atau pada waktu yang berbeda. Contoh: adakah kesamaan cara promosi antara perusahaan A dan B? 3) Rumusan masalah assosiatif adalah suatu rumusan masalah penelitian yang bersifat menanyakan hubungan antara dua variabel atau lebih. Terdapat 3 bentuk hubungan yaitu: hubungan simetris, hubungan kausal, dan interaktif/resiprocal/timbal balik.  Hubungan Simetris Hubungan simetris adalah suatu hubungan antara dua variabel atau lebih yang kebetulan munculnya bersama. Jadi bukan hubungan kausal maupun interaktif, Contoh rumusan masalahnya: Adakah hubungan antara warna rambut dengan kemampuan marketing. Contoh judul penelitiannya adalah sebagai berikut: Hubungan antara tinggi badan dengan prestasi kerja di bidang pemasaran.  Hubungan Kausal Hubungan kausal adalah hubungan yang bersifat sebab akibat. Jadi disini ada variabel independen (variabel yang mempengaruhi) dan dependen (variabel yang dipengaruhi), contoh: Adakah pengaruh sistem penggajian terhadap prestasi kerja? Contoh judul penelitian: Pengaruh intensif terhadap disiplin kerja karyawan di departemen X.  Hubungan Interaktif/Resiprocal/Timbal balik Hubungan interaktif adalah hubungan yang saling mempengaaruhi. Di sini tidak diketahui mana variabel independen dan dependen, contoh: Hubungan antara motivasi dan prestasi. Disini dapat dinyatakan motivasi mempengaruhi prestasi dan juga prestasi mempengaruhi motivasi. 12 RANGKUMAN METODE PENELITIAN JUDUL PENELITIAN DAN RUMUSAN MASALAH Judul penelitian: menggambarkan interaksi antar 2 variabel atau lebih, baik membedakan (pengaruh) atau menghubungkan (keterkaitan) Rumusan masalah:     Rumusan masalah penelitian biasnaya dalam bentuk kalimay bertanya Menanyakan ada tidaknya perbedaan atau hubungan antar 2 variabel/lebih Belum mengarah/belum mengacu teori Sebaiknya sama banyak dengan rumusan hipotesis penelitian VARIABEL PENELITIAN Variabel penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya. 1. Macam-macam variabel Menurut hubungan antara satu variabel dengan variabel yang lain, maka macam-macam variabel penelitian yaitu: f) Variabel independen Variabel ini sering disebut variabel stimulus, prediktor, antecedent. Dalam bahasa indonesia disebut sebagai variabel bebas. Variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat). g) Variabel dependen Variabel dependen disebut juga variabel output, kriteria, konsekuen. Dalam bahasa indonesia disebut variabel terikat. Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. h) Variabel moderator Variabel moderator adalah variabel yang mempengaruhi (memperkuat atau memperlemah) hubungan antara variabel independen dengan dependen. i) Variabel intervening Menurut Tuckman(1988), “Variabel intervening adalah variabel yang secara teoritis mempengaruhi hubungan antara variabel independen dengan dependen, tetapi tidak dapat diamati dan diukur”. Variabel ini adalah variabel penyela/antara yang terletak dianatara variabel independen dan dependen, sehingga variabel independen tidak langsung mempengaruhi berubahnya atau timbulnya variabel dependen. j) Variabel kontrol Variabel control adalah variabel yang dikendalikan atau dibuat konstan sehingga hubungan variabel independen terhadap dependen tidak dipengaruhi oleh faktor luar yang tidak diteliti. Variabel kontrol sering digunakan, bila akan melakukan penilitian yang bersifat membandingkan, melalui penelitian eksperimen. 13 RANGKUMAN METODE PENELITIAN PARADIGMA PENELITIAN Jadi paradigma penelitian dalam hal ini diartikan sebagai pola pikir yang menunjukkan hubungan antara variabel yang akan diteliti yang sekaligus mencerminkan jenis dan jumlah rumusan masalah yang perlu dijawab melalui penelitian, teori yang digunakan untuk merumuskan hipotesis, jenis dan jumlah hipotesis, dan teknik statistik yang akan digunakan.        Paradigma Sederhana Paradigma penelitian ini terdiri atas satu variabel independen dan dependen. Paradigma Sederhana Berurutan Dalam paradigma ini terdapat lebih dari dua variabel, namun hubungannya masih sederhana. Paradigma Ganda dengan Dua Variabel Independen Dalam paradigma ini terdapat dua variabel independen dan satu dependen. Dalam paradigma ini terdapat 3 rumusan masalah deskriptif, dan 4 rumusan masalah assosiatif (3 kolerasi sederhana dan 1 kolerasi ganda). Paradigma Ganda dengan Tiga Variabel Independen Dalam paradigma ini terdapat tiga variabel independen dan satu dependen. Rumusan masalah assosiatif (hubungan) untuk yang sederhana ada 6 dan yang ganda minimal 1. Paradigma Ganda dengan Dua variabel Dependen Paradigma ini terdapat satu variabel independen dan dua dependen. Paradigma Ganda dengan Dua Variabel dan Dua Dependen Dalam paradigma ini terdapat dua variabel independen dan dua variabel dependen. Terdapat 4 rumusan masalah deskriptif, dan enam rumusan masalah hubungan sederhana. Kolerasi dan regresi ganda juga dapat digunakan untuk menganalisis hubungan antar variabel secara simultan. Paradigma Jalur Dinamakan paradigma jalur karena terdapat variabel yang berfungsi sebagai jalur antara. Dengan adanya variabel antara ini, akan dapat digunakan untuk mengetahui apakah untuk menapai sasaran akhir harus melewati variabel antara itu atau bisa langsung ke sasaran akhir. 14 RANGKUMAN METODE PENELITIAN BAB III – LANDASAN TEORI, KERANGKA BERPIKIR, DAN PENGAJUAN HIPOTESIS PENGERTIAN TEORI Kumpulan konstruk atau konsep, definisi, dan proposisi yang menggambarkan fenomena secara sistematis melalui penentuan hubungan antar variabel dengan tujuan untuk menjelaskan fenomena Teori dapat dibedakan antara lain:    Teori dedukatif: memberikan keterangan yang dimulai dari satu perkiraan atau pikiran spekulatif tertentu ke arah data akan diterangkan. Teori induktif: cara menerangan adalah dari data kearah teori. Teori fungsional: di sini nampak suatu interaksi pengaruh antara data dan perkiraan teoritis, yaitu data mempengaruhi pembentukan teori dan pembentukan teori kembali mempengaruhi data. Teori adalah alur logika atau penalaran, yang merupakan seperangkat konsep, definisi, dan proposisi yang disusun secara sistematis. Secara umum, teori mempunyai 3 fungsi, yaitu untuk menjelaskan (explanation), meramalkan (prediction), dan pengendalian (control) suatu gejala. TINGKATAN DAN FOKUS TEORI Fokus teori dibedakan menjadi 3 yaitu teori substantif, teori formal, dan midle range theory. DESKRIPSI TEORI Berisi tentang penjelasan terhadap variabel-variabel yang diteliti, melalui pendefinisian, dan uraian yang lengkap dan mendalam dari berbagai referensi, sehingga ruang lingkup, kedudukan, dan prediksi terhadap hubungan antar variabel yang akan diteliti menjadi lebih jelas dan terarah. KAJIAN TEORI DAN RISET TERDAHULU  Teori itu penting sebagai orientasi yang membatasi jumlah fakta yang harus dipelajari  Teori memberikan pedoman yang dapat memberikan hasil terbaik  Teori memberikan sistem mana yang harus dipakai dalam mengartikan data yang tepat  Teori dapat digunakan untuk memprediksi fakta-fakta 15 RANGKUMAN METODE PENELITIAN 3 HAL POKOK DALAM TEORI  Elemen teori terdiri dari konstruk, konsep, dan proposisi  Memberikan gambaran sistematis mengenai fenomena melalui hubungan antar variabel  Tujuan teori adalah menjelaskan dan memprediksi fenomena alam KERANGKA BERPIKIR (/ MODEL PENELITIAN/ PARADIGMA PENELITIAN) Merupakan sintesa tentang hubungan antar variabel yang disusun dari berbagai teori yang telah dideskripsikan. HIPOTESIS Merupakan jawaban semenara terhadap rumusan masalah penelitian, di mana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk kalimat pertanyaan. Jadi, hipotesis juga dapat dinyatakan sebagai jawaban teoritis terhadap rumusan masalah penelitian, belum jawaban yang empirik. Hipotesis penelitian seperti telah dikemukakan di atas. Hipotesis statistik itu ada, bila penelitian bekerja dengan sampel. Jika penelitian tidak menggunakan sampel, maka tidak ada hipotesis statistik. Hipotesis yang akan diuji dinamakan hipotesis kerja. Hipoetesis kerja disusun berdasarkan atas teori yang dipandang handal, sedangkan hipotesis nol dirumuskan karena teori yang digunakan masih diragukan kehandalannya. Bentuk-bentuk hipotesis:    Hipotesis deskriptif, merupakan jawaban sementara terhadap masalah deskriptif, yaitu yang berkenan dengan variabel mandiri. Contoh: Kemampuan daya beli masyarakat (dalam populasi) itu rendah. Hipotesisi komparatif, merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah komparatif. Pada rumusan ini variabelnya sama tetapi populasi atau sampelnya yang berbeda, atau keadaan terjadi pada waktu yang berbeda. Contoh: Tidak terdapat perbedaan kemampuan daya beli antar kelompok masyarakat petani dan nelayan (dalam populasi) Hipotetis assosiatif, merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah assosiatif, yaitu yang menanyakan hubungan antara dua variabel atau lebih. Contoh: Ada hubungan positif antara penghasilan dengan kemampuan daya beli masyarakat (dalam populasi). 16 RANGKUMAN METODE PENELITIAN CONTOH PARADIGMA PENELITIAN, RUMUSAN MASALAH, DAN HIPOTESIS Judul Penelitian: Hubungan antara gaya kepemimpinan manajer (variabel X/independen) perusahaan dengan prestasi kerja karyawan (variabel Y/dependen) Paradigma penelitian: x y Rumusan Masalah: Bagaimana X, Bagaimana Y, Adakah hubungan antara X dan Y. Rumusan hipotesis penelitian: Jawaban dari rumusan masalah. 3 KARAKTERISTIK HIPOTESIS YANG BAIK    Merupakan dugaan terhadap keadaan variabel mandiri, perbandingan keadaan variabel pada berbagai sampel, dan merupakan dugaan tentang hubungan antara dua variabel lebih. Dinyatakan dalam kalimat yang jelas, sehingga tidak menimbulkan berbagai penafsiran. Dapat diuji dengan data yang dikumpulkan dengan metode-metode ilmiah 17 RANGKUMAN METODE PENELITIAN BAB VI – SKALA PENGUKURAN DAN INSTRUMEN PENELITIAN Instrumen penelitian digunakan untuk mengukur variabel yang diteliti. Jumlah instrumen yang akan digunakan untuk penelitian akan bergantung pada jumlah variabel yang diteliti. Bila variabel penelitiannya 5, maka jumlah instrumen yang digunakan untuk penelitian juga 5. MACAM-MACAM SKALA PENGUKURAN Skala pengukuran dapat berupa : skala nominal, skala ordinal, skala interval, dan skala rasio, dari skala pengukuran itu akan diperoleh data nominal, ordinal, interval, dan ratio. Berbagai skala sikap yang dapat digunakan untuk penelitian administrasi, pendidikan, dan sosial antara lain adalah :     Skala Likert Skala Guttman Rating Scale Semantic Deferential 1. Skala Likert Digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Jawaban setiap item instrumen yang menggunakan skala likert mempunyai gradasi dari sangat positi sampai sangat negatif, yang dapat berupa kata- kata antara lain : a. Sangat Setuju b. Setuju c. Ragu-Ragu/Netral d. Tidak Setuju e. Sangat Tidak Setuju Instrumen penelitian yang menggunakan skala likert dapat dibuat dalam bentuk checklist ataupun pilihan ganda. 2. Skala Guttman Skala pengukuran dengan tipe ini, akan didapat jawaban yang tegas, yaitu “ya-tidak”; “benar-salah”; “pernah-tidak pernah”; “positif-negatif”; “setuju-tidak setuju” dan lainlain. Contoh : Bagaimana pendapat anda, bila orang itu menjabat pimpinan di perusahaan ini ? a. Setuju 18 RANGKUMAN METODE PENELITIAN b. Tidak Setuju Jawaban dapat dibuat skor tertinggi 1 (setuju) dan terendah 0 (tidak setuju). Selain dapat dibuat dalam bentuk pilihan ganda, skala guttman juga dapat dibuat dalam bentuk checklist. 3. Semantic Defernsial Skala ini juga digunakan untuk mengukur sikap, bentuknya tersusun dalam satu garis kontinum yang jawaban “sangat positif”nya terletak di bagian kanan garis, dan jawaban yang “sangat negatif” terletak di bagian kiri garis, atau sebaliknya. Data yang diperoleh adalah data interval, dan biasanya skala ini digunakan untuk mengukur sikap/karakteristik tertentu yang dipunyai oleh seseorang. 4. Rating Scale Dengan rating scale data mentah yang diperoleh berupa angka kemudian ditafsirkan dalam pengertian kualitatif. Responden menjawab, senang atau tidak senang, setuju atau tidak setuju, pernah – tidak pernah adalah merupakan data kualitatif. Dalam skala model rating scale, responden tidak akan menjawab salah satu dari jawaban kualitatif yang telah disediakan, tetapi menjawab salah satu jawaban kuantitatif yang telah disediakan. Yang penting bagi penyusun instrumen dengan rating scale adalah harus dapat mengartikan setiap angka yang diberikan pada alternatif jawaban pada setiap item instrumen. Contoh : 4 – Bila tata ruang itu sangat baik 3 – Bila tata ruang itu cukup baik 2 – Bila tata ruang itu kurang baik 1 – Bila tata ruang itu sangat tidak baik. (responden menjawab dalam bentuk angka, apakah 4/3/2/1) INSTRUMEN PENELITIAN Instrumen adalah alat untuk mengukur valid atau tidaknya dan reliabel atau tidaknya dalam penelitian sosial. Contoh Instrumen: “Pengaruh kepemimpinan dan iklim kerja lembaga terhadap produktivitas kerja pegawai”. Dalam hal ini ada 3 instrumen yang perlu dibuat yaitu : 1. Instrumen untuk mengukur kepemimpinan 2. Instrumen untuk mengukur iklim kerja 3. Instrumen untuk mengukur produktivitas kerja pegawai. 19 RANGKUMAN METODE PENELITIAN METODE DAN JENIS INSTRUMEN      Angket: angket, daftar cocok (checklist), inventory Wawancara: pedoman wawancara, daftar cocok (checklist) Pengamatan (observasi): lembar pengamatan, panduan pengamatan Test: soal/test, inventory Dokumentasi Instrumen Non tes:       Skala bertingkat (rating scale) Kuesioner Daftar cocok (check list) Wawancara Pengamatan/observasi Riwayat hidup LANGKAH-LANGKAH DALAM MENYUSUN INSTRUMEN 1. Analisis Variabel Penelitian Menganalisis setiap variabel menjadi subvariabel kemudian mengembangkannya menjadi indikator-indikator merupakan langkah awal sebelum instrumen itu dikembangkan. 2. Menetapkan Jenis Instrumen Jenis instrumen dapat ditetapkan manakala peneliti sudah memahami dengan pasti tentang variabel dan indikator penelitiannya. Satu variabel mungkin hanya memerlukan satu jenis instrumen atau meungkin memerlukan lebih dari satu jenis instrumen. 3. Menyusun Kisi-kisi atau Layout Instrumen Kisi-kisi instrumen diperlukan sebagai pedoman dalam merumuskan item instrumen. Dalam kisi-kisi itu harus mencakup ruang lingkup materi variabel penelitian, jenis-jenis pertanyaan, banyaknya pertanyaan, serta waktu yang dibutuhkan. Selain itu, dalam kisi-kisi juga harus tergambarkan indikator atau abilitas dari setiap variabel. Misalnya, untuk menentukan prestasi belajar atau kemampuan subjek penelitian, diukur dari tingkat pengetahuan, pemahaman, aplikasi, dan sebagainya. 4. Menyusun Item Instrumen Berdasarkan kisi-kisi yang telah disusun, langkah selanjutnya adalah menyusun item pertanyaan sesuai dengan jenis instrumen yang akan digunakan. 5. Mengujicobakan Instrumen Uji coba instrumen perlu dilakukan untuk mengetahui tingkat reabilitas dan validitas serta keterbacaan setiap item. Mungkin saja berdasarkan hasil uji coba ada sejumlah item yang harus dibuang dan diganti dengan item yang baru, setelah mendapat masukkan dari subjek uji coba. 20 RANGKUMAN METODE PENELITIAN VALIDITAS DAN RELIABILITAS INSTRUMEN Instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data (mengukur) itu valid. Valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. Instrumen yang reliabel adalah instrumen yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur obyek yang sama, akan menghasilkan data yang sama. Pada dasarnya terdapat 2 macam instrumen, yaitu instrumen yang berbentuk test untuk mengukur prestasi belajar dan instrumen yang nontest untuk mengukur sikap. Instrumen berupa test jawabannya adalah “salah-benar”, sedangkan instrumen nontest jawabannya tidak ada yang “salah-benar” tetapi bersifat “positif-negatif”. 21 RANGKUMAN METODE PENELITIAN BAB VII – TEKNIK PENGUMPULAN DATA PENGUMPULAN DATA Adalah penelitian peristiwa-peristiwa atau hal-hal atau keterangan-keteranagan atau karakteristik-karakteristik sebagian atau keseluruhan elemen populasi yang akan menunjang atau mendukung penelitian. Pengumpulan data dapat dilakukan dalam berbagai setting, berbagai sumber, dan berbagai cara. Bila dilihat dari setting-nya, data dapat dikumpulkan pada setting alamiah (natural setting), pada laboratorium dengan metode eksperimen, di rumah dengan berbagai responden, pada suatu seminar, diskusi, di jalan, dll. Bila dilihat dari sumber datanya, maka pengumpulan data dapat menggunakan sumber primer dan sumber sekunder. Sumber primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data, dan sumber sekunder merupakan sumber yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data, misalnya lewat orang lain atau lewat dokumen. Bila dilihat dari segi cara, maka teknik pengumpulan data dapat dilakukan dengan interview (wawancara), kuesioner (angket), observasi (pengamatan), dan gabungan ketiganya. PENGUMPULAN DATA BERDASARKAN CARA : 1. Angket Adalah pengumpulan data dengan menyerahkan /mengirimkan daftar pertanyaan untuk diisi oleh responden. Responden adalah orang yang memberikan tanggapan/respon atau menjawab atas pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Keutungan Teknik Angket :  Dapat menjangkau sampel dalam jumlah besar karena dapat dikirim lewat pos  Biaya yang diperlukan untuk membuat angket relatif murah  Angket tidak terlalu mengganggu responden karena pengisiannya ditentukan oleh responden itu sendiri. Kerugian Teknik Angket :  Jika dikirim melalui pos, maka presentase yang dikembalikan relatif rendah  Tidak dapat digunakan pada responden yang tidak mampu membaca dan menulis  Pertanyaan-pertanyaan dalam angket dapat ditafsirkan salah oleh responden. 22 RANGKUMAN METODE PENELITIAN Komponen angket agar efektif:  Ada subyek, yaitu individu/lembaga yang melaksanakan penelitian  Adanya ajakan, permohonan dari peneliti kepada responden untuk turut serta mengisi secara aktif dan obyektif.  Ada petunjuk pengisian angket, mudah dimengerti dan tidak bias  Ada pertanyaan/pernyataan, tempat mengisi jawaban baik secara tertutup, semi tertutup, maupun terbuka.  Pertanyaan dalam angket ini dapat berbentuk pertanyaan terbuka atau tertutup ataupun kombinasi antara terbuka dan tertutup. Berdasarkan bentuk pertanyaan/pernyataan ada 3 jenis angket yaitu :  Angket terbuka : Pertanyaan/pernyataannya memberikan kebebasan kepada responden. (jawaban belum disediakan)  Angket tertutup : Pertanyaan/pernyataannya tidak memberikan kepada responden.  Angket semi terbuka : Pertanyaan/pernyataannya memberikan kebebasan kepada responden, untuk memberikan jawaban/pendapat menurut pilihan jawaban yang telah disediakan sesuai dgn keinginan mereka. 2. Wawancara Teknik pengumpulan data dengan mengajukan pertanyaan langsung oleh pewawancara kepada responden, dan jawaban-jawaban responden dicatat atau direkam. Kelebihan Wawancara :  Dapat digunakan pada responden yg tidak bisa membaca&menulis  Jika ada pertanyaan yg belum dipahami, pewawancara dapat segera menjelaskan  Pewawancara dapat segera mengecek kebenaran jawaban responden dgn mengajukan pertanyaan pembanding, atau dengan melihat wajah/gerak-gerik responden. Kekurangan Wawancara :  Memerlukan biaya yg sangat besar  Hanya dapat menjangkau responden yang kecil  Kehadiran pewawancara mungkin mengganggu responden. Teknik Wawancara ada 2 :  Terstruktur : Mempersiapkan daftar pertanyaan/daftar isian sebagai pedoman saat melakukan wawancara  Tidak terstruktur : Tidak menggunakan daftar pertanyaan./daftar isian sebagai pedoman. 23 RANGKUMAN METODE PENELITIAN 3. Observasi Adalah pemilihan, pengubahan, pencatatan, dan pengodena serangkaian perilaku dan suasana yang berkenaan dengan organisme in situ, sesuai dengan tujuan empiris. Kelebihan Observasi :  Data yg diperoleh adalah data aktual  Keabsahan alat ukur dapat diketahui secara langsung . Kekurangan Observasi :  Pengamat harus menunggu/mengamati sampai tingkah laku yang diharapkan terjadi/muncul  Beberapa tingkah laku (seperti kriminal), sukar atau tidak mungkin diamati bahkan mungkin dapat membahayakan pengamat jika diamati. Observasi berdasarkan keterlibatan :  Observasi partisipan : Pengamat ikut serta terlibat dalam kegiatan-kegiatan yg dilakukan oleh subyek yg diteliti  Observasi Tak partisipan : Pengamat berada diluar subyek Observasi berdasarkan cara pengamatan :  Terstruktur : Menggunakan pedoman pengamatan  Tidak terstruktur : Melakukan pengamatan secara bebas. 4. Studi Dokumentasi Teknik pengumpulan data yang tidak langsung ditujukan pada subyek penelitian, namun melalui dokumen. Dokumen yg digunakan dapat berupa buku harian, surat pribadi, laporan, notulen rapat, catatan kasus dalam pekerjaan sosial, dan dokumen lainnya. Kelebihan studi dokumentasi :  Pilihan alternatif  Tidak reaktif  Untuk menggunakan data masa lalu, studi dokumentasi adalah pilihan terbaik  Besar sampel (sampel lebih besar dgn biaya yg relatif kecil) 5. Teknik Analisis Isi Studi tentang arti verbal. Analisis ini digunakan untuk memperoleh keterangan dari isi yang disampaikan dalam bentuk lambang. Dapat digunkan untuk menganalisis semua bentuk, seperti surat kabar, buku, puisi, lagu, cerita rakyat, lukisan, pidato, peraturan, perundangan musik, teater. 24 RANGKUMAN METODE PENELITIAN PENGERTIAN DATA DAN JENIS-JENIS DATA Data adalah keterangan-keterangan tentang suatu hal, dapat berupa sesuatu yg diketahui atau yg dianggap atau anggapan atau suatu fakta yang digambarkan lewat angka, simbol, kode, dll. DATA MENURUT SUMBER PENGUMPULANNYA  Data primer: data yg diperoleh atau dikumpulkan langsung di lapangan oleh orang yang melakukan penelitian atau yang bersangkutan yang memerlukannya, disebut juga data asli atau data baru. Diambil melalui 3 cara yaitu observasi, kuesioner, dan wawancara.  Data sekunder: data yg diperoleh/dikumpulkan oleh orang yg melakukan penelitian dari sumber-sumber yang telah ada. Data ini biasanya diperoleh dari perpustakaan, laporan-laporan. Disebut juga data yang tersedia. DATA MENURUT WAKTU PENGUMPULANNYA  Data berkala (time series); data yang terkumpul dari waktu ke waktu untuk menggambarkan perkembangan suatu kegiatan atau keadaan  Kertas lintang (cross section): data yang terkumpul pada suatu waktu tertentu untuk memberikan gambaran perkembangan suatu kegiatan atau keadaan pada waktu itu. DATA MENURUT SIFATNYA  Data kualitatif: data yang berbentuk tidak bilangan  Data kuantitatif: data yang berbentuk bilangan DATA MENURUT TINGKAT PENGUKURANNYA  Data nominal: data yang berasal dari pengelompokan peristiwa berdasarkan kategori tertentu, yang perbedaannya hanyalah menunjukan perbedaan kualitatif.  Data ordinal: data yang berasal dari obyek atau kategori yang disusun menurut besarnya dari tingkat terendah ke tingkat tertinggi atau sebaliknya dengan jarak atau rentang yang tidak harus sama  Data interval: data yang berasal dari obyek atau kategori yang diurutkan berdasarkan suatu atribut tertentu, di mana jarak antara tiap obyek atau kategori adalh sama. Pada data ini, tidak terdapat angka nol mutlak.  Data rasio; daya yang menghimpun semua ciri data ordinal dan data interval dan dilengkapi titik nol absolut dengan makna empiris. Angka pada data ini menunjukan ukuran yang sebenarnya dari obyek atau kategori yang diukur. PENGUMPULAN DATA BERDASARKAN BANYAKNYA DATA YANG DIAMBIL : 1. Sensus 25 RANGKUMAN METODE PENELITIAN Adalah cara pengumpulan data dengan mengambil elemen atau anggota populasi secara keseluruhan untuk diselidiki, atau pengumpulan data melalui populasi. Data yang diperoleh dari hasil sensus ini disebut parameter atau data yang sebenarnya. 2. Sampling Adalah cara pengumpulan data dengan mengambil sebagian elemen anggota populasi untuk diselidiki, atau pengumpulan data melalui sampel. Data yang diperoleh dari sampling ini, disebut data prakiraan (estimate value). TAMBAHAN MATERI DARI PPT BU TITA PROSES MASALAH PENELITIAN PENELITIAN ILMIAH / GARIS BESAR PROSES PENGERTIAN KONSEP Konsep merupakan ekspresi suatu abstraksi yang terbentuk melalui generalisasi dari pengamatan terhadap fenomena-fenomena. Contoh: (1) prestasi akademik merupakan abstraksi dari kemampuan belajar mahasiswa. (2) Bobot adalah konsep dari suatu benda yang mempunyai karakteristik berat/ringan. TINGKATAN ABSTRAKSI KONSEP Tingkat abstraksi konsep tergantung dari mudah atau tidaknya fenomena yang diabstraksikan dapat diidentifikasikan. Contoh:  Tanah adalah konsep aktiva tetap yang berwujud dan secara fisik mudah dikenali. 26 RANGKUMAN METODE PENELITIAN  Aktiva tetap lebih general. Sehingga aktiva merupakan konsep yang lebih abstrak daripada tanah.  Konsep-konsep yang sangat abstrak/lebih abstrak sering disebut construct. PROSES MEMBANGUN TEORI DARI ILMU BAGAIMANA CONSTRUCT DALAM RISET? Construct dalam riset tidak hanya diartikan lebih abstrak, namun juga menyangkut apa yang dipersepsikan orang. Construct dalam riset mempunyai makna yang berbeda dengan konsep sebab construct merupakan abstraksi dan fenomena yang dapat diamati dari berbagai dimensi. Dengan demikian construct terdiri dari konsep-konsep yang dapat diamati yang selanjutnya untuk keperluan penelitian diukur dengan menggunakan skala pengukuran. Construct yang diukur dengan skala tertentu selanjutnya menjadi variabel. CONTOH CONSTRUCT KEPUASAN KERJA Kepuasan kerja merupakan abstraksi dari fenomena psikologis seseorang terhadap pekerjaan yang diamati berdasarkan persepsi yang bersangkutan terhadap berbagai dimensi lingkungan pekerjaan, yaitu: dimensi tugas yg dikerjakan, rekan-rekan sekerja,atasannya, kompensasi, promosi karir, dll. 27 RANGKUMAN METODE PENELITIAN VARIABEL DAN CONSTRUCT  Variabel merupakan segala sesuatu yang dapat diberi berbagai macam nilai.  Variabel merupakan penguhubung antara construct yang abstract dengan fenomerna yang nyata.  Variabel merupakan proxy atau representasi dari construct yang dapat diukut dengan berbagai macam nilai.  Nilai variabel tergantung pada construct yang diwakilinya  Nilai variabel dapat berupa angka/atribut yang menggunakan ukuran atau skala dalm suatu kisaran nilai. LANDASAN TEORI Dari teori-teori yg ada untuk tiap variabel dirumuskan sintesis yang merupakan konsep/konstruk dari variabel tsb. Dari sini disusun kerangka berpikir & hipotesis penelitian. Jika variabel penelitian berupa variabel konstruk, maka untuk menjaring data variabel pada penelitian kuantitatif perlu jelas konsep yang melandasinya. Dari konsep itulah dirumuskan indikator guna menyusun butir-butir pertanyaan dalam instrumen untuk menjaring data yang dimaksud. Oleh karena itu teori harus kuat. PENGAMATAN ILMIAH Karakteristik utama penelitian ilmiah:         Tujuan yg fokus (purposiveness) Berbasis teori dan metode yg tepar (rigor) Dapat diuji (testability) Data diulang (replicabilty) Tepat dan dipercaya (precision and confidence) Obyektif (objectivity) Bersifat umum (generalibility) Parsimono (parsimony) HAMBATAN DALAM MELAKUKAN PENELITIAN ILMIAH DI BIDANG MANAJEMEN  Dalam manajemen dan tingkah laku sangat tdk mungkin untuk melakukan pengamatan yg 100% ilmiah.  Sulitnya pengukuran dan pengumpulan data terkait dengan perasaan, emosi, sikap dan pandangan 28 RANGKUMAN METODE PENELITIAN  Kesulitan: mengkuantitatifkan tingkah laku manusia, memperoleh sampel yang representif, keterbatasan dalam mengeneralisasi temuan. BANGUNAN ILMU (BUILDING BLOCKS OF SCIENCE) 3 PENDEKATAN DALAM PENELITIAN 4. Pendekatan Kuantitatif Pendekatan penelitian yang mendasarkan diri pada paradigma postpositivist dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. 5. Pendekatan Kualitatif Pendekatan penelitian yang berdasarkan fenomenologi dan paradigma konstuktivisme dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. 6. Pendekatan Metode Gabungan (Mixed Methods Research) Penelitian Gabungan, atau lebih dikenal dengan istilah multimedtodologi dalam operation research, merupakan pendekatan penelitian yang memadukan penjaringan analisis data kuantitatif dan kualitatif. Pendekatan ini cenderung didasarkan pada paradigma pragmatik. 29 RANGKUMAN METODE PENELITIAN 30

Judul: Rangkuman Metolit N Jawaban Kuis

Oleh: Muhammad Mamet


Ikuti kami