Rangkuman Metolit N Jawaban Kuis

Oleh Muhammad Mamet

15 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Rangkuman Metolit N Jawaban Kuis

RANGKUMAN METODE PENELITIAN

SOAL DAN JAWABAN KUIS METODE PENELITIAN
1. Jelaskan pengertian penelitian? Sebutkan dan Jelaskan 3 pendekatan
dalam penelitian? Sebutkan dan Jelaskan 3 Macam metode penelitian
dalam pendekatan kuantitatif?
a. PENELITIAN diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan
tujuan dan kegunaan tertentu.
Terdapat 4 kata kunci, yaitu:
 Cara ilmiah: Didasarkan pada ciri-ciri keilmuan
 Rasional: Masuk akal, ada logika, diterima nalar
 Empiris: Dapat diamati oleh indera manusia
 Sistematis: langkah-langkah tertentu yang logis
b. 3 PENDEKATAN DALAM PENELITIAN
1. Pendekatan Kuantitatif
Pendekatan penelitian yang mendasarkan diri pada paradigma
postpositivist dalam mengembangkan ilmu pengetahuan.
2. Pendekatan Kualitatif
Pendekatan penelitian yang berdasarkan fenomenologi dan paradigma
konstuktivisme dalam mengembangkan ilmu pengetahuan.
3. Pendekatan Metode Gabungan (Mixed Methods Research)
Penelitian Gabungan, atau lebih dikenal dengan istilah multimedtodologi
dalam operation research, merupakan pendekatan penelitian yang
memadukan penjaringan analisis data kuantitatif dan kualitatif. Pendekatan
ini cenderung didasarkan pada paradigma pragmatik.
c. METODE PENELITIAN DALAM PENDEKATAN KUANTITATIF
 Penelitian Survai: Menggunakan sampel guna menarik generalisasi
 Penelitian ex-post facto: meneliti peristiwa yang telah terjadi, tidak dapat
memberi perlakuan terhadap variabel bebas
 Penelitian eksperimen: ada perlakuan dan kontrol yang ketat terhadap
variabel bebas
 Penelitian tindakan (action): peneliti terlibat untuk mengubah situasi,
perilaku, dan organisasi

2. Sebutkan dan jelaskan serta beri contoh 3 rumusan masalah penelitian?
o Rumusan Masalah Deskriptif
Rumusan masalah deskriptif adalah suatu masalah yang berkenan dengan
pertanyaan terhadap keberadaan variabel mandiri, baik hanya pada satu
variabel atau lebih (variabel yang berdiri sendiri). Jadi dalam penelitian ini
tidak membuat perbandingan variabel itu pada sampel yang lain, dan menari
hubungan variabel itu dengan variabel yang lain.
Contoh: seberapa tinggi produktivitas kerja karyawan di PT. Samudra
1

RANGKUMAN METODE PENELITIAN

o Rumusan Masalah Komparatif
Rumusan masalah komparatif adalah rumusan maslah penelitian
membandingkan keberadaan satu variabel atau lebih pada dua atau lebih
sampel yang berbeda, atau pada waktu yang berbeda.
Contoh: adakah kesamaan cara promosi antara perusahaan A dan B?
o Rumusan masalah assosiatif adalah suatu rumusan masalah penelitian yang
bersifat menanyakan hubungan antara dua variabel atau lebih. Terdapat 3
bentuk hubungan yaitu: hubungan simetris, hubungan kausal, dan
interaktif/resiprocal/timbal balik.

3. Sebutkan dan jelaskan serta beri contoh 3 bentuk hipotesis penelitian?
o Hipotesis deskriptif, merupakan jawaban sementara terhadap masalah
deskriptif, yaitu yang berkenan dengan variabel mandiri. Contoh: Kemampuan
daya beli masyarakat (dalam populasi) itu rendah.
o Hipotesisi komparatif, merupakan jawaban sementara terhadap rumusan
masalah komparatif. Pada rumusan ini variabelnya sama tetapi populasi atau
sampelnya yang berbeda, atau keadaan terjadi pada waktu yang berbeda.
Contoh: Tidak terdapat perbedaan kemampuan daya beli antar kelompok
masyarakat petani dan nelayan (dalam populasi)
o Hipotetis assosiatif, merupakan jawaban sementara terhadap rumusan
masalah assosiatif, yaitu yang menanyakan hubungan antara dua variabel atau
lebih. Contoh: Ada hubungan positif antara penghasilan dengan kemampuan
daya beli masyarakat (dalam populasi).

4. Jelaskan bagaimana cara membuktikan Ho dan Ha diterima atau ditolak
dengan analisis statistik dan beri contoh?
Daya tahan lampu pijar merk X = 600 jam (Ho). Ini merupakan hipotesis nol, karena
daya tahan lampu yang ada pada sampel diharapkan tidak berbeda secara signifikan
dengan daya tahan lampu yang ada pada populasi.
Hipotesis alternatifnya adalah ; Daya tahan lampu pijar merk X ≠ 600 jam. “tidak
sama dengan” ini bisa berarti lebih besar atau lebih kecil dari 600 jam.
Hipotesis statistiknya :
Ho : µ = 600
Ha : µ ≠600 atau > 6000 atau < 600
µ : adalah nilai rata-rata populasi yang di hipotesiskan/ditaksir.

5. Jelaskan apa itu variabel penelitian? Sebutkan dan jelaskan 5 variabel
penelitian?

2

RANGKUMAN METODE PENELITIAN

o Variabel penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja
yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi
tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya.
Macam-macam variabel
a) Variabel independen
Variabel ini sering disebut variabel stimulus, prediktor, antecedent. Dalam
bahasa indonesia disebut sebagai variabel bebas. Variabel bebas merupakan
variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau
timbulnya variabel dependen (terikat).
b) Variabel dependen
Variabel dependen disebut juga variabel output, kriteria, konsekuen. Dalam
bahasa indonesia disebut variabel terikat. Variabel terikat merupakan variabel
yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas.
c) Variabel moderator
Variabel moderator adalah variabel yang mempengaruhi (memperkuat atau
memperlemah) hubungan antara variabel independen dengan dependen.
d) Variabel intervening
Menurut Tuckman(1988), “Variabel intervening adalah variabel yang secara
teoritis mempengaruhi hubungan antara variabel independen dengan
dependen, tetapi tidak dapat diamati dan diukur”. Variabel ini adalah variabel
penyela/antara yang terletak dianatara variabel independen dan dependen,
sehingga variabel independen tidak langsung mempengaruhi berubahnya atau
timbulnya variabel dependen.
e) Variabel kontrol
Variabel control adalah variabel yang dikendalikan atau dibuat konstan
sehingga hubungan variabel independen terhadap dependen tidak dipengaruhi
oleh faktor luar yang tidak diteliti. Variabel kontrol sering digunakan, bila
akan melakukan penilitian yang bersifat membandingkan, melalui penelitian
eksperimen.

6. Sebutkan dan jelaskan macam dan tingkat data dalam penelitian, sebutkan
dan jelaskan teknik dan alat pengumpul data dalam penelitian, Jelaskan
apa itu sumber data dalam penelitian?
A. Tingkatan Data :
 Kualitatif : Data yang berbentuk bukan bilangan
 Kuantitatif : Data yang berbentuk bilangan, dibedakan lagi menjadi:
 Data kontinum/interval/rasio yaitu data yg disajikan dengan bilangan
rasional (bulat dan pecah)
 Data deskrit yaitu yg dapat dinyatakan dengan bilangan bulat. Dibagi
lagi menjadi:
o Data nominal/data frekuensi, terdiri dari: data dikotomi
(murni dan buatan), dan data multikotomi.
o Data ordinal/peringkat/ranking.
B. Teknik dan alat pengumpul data
3

RANGKUMAN METODE PENELITIAN



Angket
Adalah pengumpulan data dengan menyerahkan /mengirimkan daftar
pertanyaan untuk diisi oleh responden. Responden adalah orang yang
memberikan tanggapan/respon atau menjawab atas pertanyaan-pertanyaan
yang diajukan.
 Wawancara
Teknik pengumpulan data dengan mengajukan pertanyaan langsung oleh
pewawancara kepada responden, dan jawaban-jawaban responden dicatat
atau direkam.
 Observasi
Adalah pemilihan, pengubahan, pencatatan, dan pengodena serangkaian
perilaku dan suasana yang berkenaan dengan organisme in situ, sesuai
dengan tujuan empiris.
C. Sumber Data dalam penelitian adalah sumber subjek dari mana data dapat
diperoleh. Seperti informan, peristiwa atau aktifitas, tempat atau lokasi, dokumen,
dll. Contoh apabila peneliti menggunakan kuesioner/wawancara, maka sumber
data disebut responden.

7. Apa yang dimaksud dengan validitas dan releabilitas instrumen
penelitian? Dan sebutkan dan jelaskan langkah-langkah dalam menyusun
instrumen penelitian? Serta buat satu item angket instrumen penelitian
dari variabel ini : “pemberian motivasi belajar mahasiswa”
a. Instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data
(mengukur) itu valid. Valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk
mengukur apa yang seharusnya diukur. Instrumen yang reliabel adalah
instrumen yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur obyek yang sama,
akan menghasilkan data yang sama.
b. Langkah-langkah dalam menyusun instrumen penelitian :
1. Analisis Variabel Penelitian
Menganalisis setiap variabel menjadi subvariabel kemudian mengembangkannya
menjadi indikator-indikator merupakan langkah awal sebelum instrumen itu
dikembangkan.
2. Menetapkan Jenis Instrumen
Jenis instrumen dapat ditetapkan manakala peneliti sudah memahami dengan pasti
tentang variabel dan indikator penelitiannya. Satu variabel mungkin hanya
memerlukan satu jenis instrumen atau meungkin memerlukan lebih dari satu jenis
instrumen.
3. Menyusun Kisi-kisi atau Layout Instrumen
Kisi-kisi instrumen diperlukan sebagai pedoman dalam merumuskan item
instrumen. Dalam kisi-kisi itu harus mencakup ruang lingkup materi variabel
penelitian, jenis-jenis pertanyaan, banyaknya pertanyaan, serta waktu yang
dibutuhkan. Selain itu, dalam kisi-kisi juga harus tergambarkan indikator atau
abilitas dari setiap variabel. Misalnya, untuk menentukan prestasi belajar atau
4

RANGKUMAN METODE PENELITIAN

kemampuan subjek penelitian, diukur dari tingkat pengetahuan, pemahaman,
aplikasi, dan sebagainya.
4. Menyusun Item Instrumen
Berdasarkan kisi-kisi yang telah disusun, langkah selanjutnya adalah menyusun
item pertanyaan sesuai dengan jenis instrumen yang akan digunakan.
5. Mengujicobakan Instrumen
Uji coba instrumen perlu dilakukan untuk mengetahui tingkat reabilitas dan
validitas serta keterbacaan setiap item. Mungkin saja berdasarkan hasil uji coba
ada sejumlah item yang harus dibuang dan diganti dengan item yang baru, setelah
mendapat masukkan dari subjek uji coba.
c. Angket Instrumen dari variabel “ pemberian motivasi belajar mahasiswa “
Saya memandang bahwa hasil belajar yang saya dapatkan adalah kemampuan
saya sendiri.
A. Sangat Setuju
B. Setuju
C. Ragu-ragu
D. Tidak setuju
E. Sangat tidak setuju

5

RANGKUMAN METODE PENELITIAN

BAB I – PERSPEKTIF METODE PENELITIAN BISNIS
PENGERTIAN METODE PENELITIAN
Secara umum metode penelitian diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data
dengan tujuan dan kegunaan tertentu.
Terdapat 4 kata kunci, yaitu:





Cara ilmiah: Didasarkan pada ciri-ciri keilmuan
Rasional: Masuk akal, ada logika, diterima nalar
Empiris: Dapat diamati oleh indera manusia
Sistematis: langkah-langkah tertentu yang logis

Data yang diperoleh melalui penelitian itu adalah data empiris (teramati) yang mempunyai
kriteria tertentu yaitu valid. Valid menunjukan derajad ketepatan antara data yang
sesungguhnya terjadi pada obyek dengan data yang dapat dikumpulkan oleh peneliti.
Data yang valid pasti reliabel dan obyektif. Reliabel berkenaan derajad
konsistensi/keajegan data dalam interval waktu tertentu. Obyektivitas berkenaan dengan
interpesonal agreement (kesepakatan antar banyak orang).

Tujuan dan Kegunaan Penelitian:




Penemuan: Data betul-betul baru yang sebelumnya belum pernah diketahui
Pembuktian:
Data
untuk
membuktikan
keragu-raguan
terhadap
informasi/pengetahuan tertentu
Pengembangan: Memperdalam dan memperkuat pengetahuan yang telah ada

Secara umum data yang telah diperoleh dari penelitian dapat digunakan untuk memahami,
memecahkan, dan mengantisipasi masalah.

PENGERTIAN METODE PENELITIAN
Metode penelitian bisnis dapat diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data yang
valid dengan tujuan dapat dikemukakan, dikembangkan, dan dibuktikan, suatu pengetahuan
tertentu sehingga pada gilirannya dapat digunakan untuk memahami, memecahkan, dan
mengantisipasi masalah dalam bidang bisnis.

JENIS METODE PENELITIAN
PENELITIAN MENURUT TUJUAN



Penelitian dasar (basic research): Tujuannya sekedar untuk memahami masalah
secara mendalam agar dapat mengembangkan ilmu
Penelitian terapan ( Applied research): Tujuannya untuk mendapatkan informasi
guna memecahkan masalah
6

RANGKUMAN METODE PENELITIAN

PENELITIAN MENURUT METODE







Penelitian Survai: Menggunakan sampel guna menarik generalisasi
Penelitian ex-post facto: meneliti peristiwa yang telah terjadi, tidak dapat memberi
perlakuan terhadap variabel bebas
Penelitian eksperimen: ada perlakuan dan kontrol yang ketat terhadap variabel bebas
Penelitian naturalistic: kualitatif
Penelitian kebijakan: untuk memecahkan masalh sosial yang mendasar
Penelitian tindakan (action): peneliti terlibat untuk mengubah situasi, perilaku, dan
organisasi

PENELITIAN MENURUT TINGKAT EKSPLANASI






Penelitian deskriptif: mengetahui nilai variabel mandiri, satu atau lebih tanpa
membuat perbandingan atau berusaha menghubungkan dengan variabel lain.
Contoh: kinerja keuangan BUMN tahun 2005, kerugian pedagang akibat banjir tahun
2002
Penelitian comparatif: bersifat membandingkan variabel-variabel penelitian.
Contoh: perbandingan kinerja keuangan BUMN dan swasta, perbandingan kerugian
pedagang akibat banjir tahun 2002 di jakarta selatan dan jakarta utara
Penelitian asosiatif: mengetahui hubungan atau pengaruh dua variabel atau
lebih. Contoh: pengaruh iklan terhadap volume penjualan, hubungan antara tingkat
pendidikan dan daya beli konsumen.

PENELITIAN MENURUT BIDANG






Penelitian akademis: penelitian yang dilakukan oleh para mahasiswa dalam
membuat skripsi, tesis, disertasi. Variabel penelitian terbatas, analisis disesuaikan
dengan jenjang pendidikan S1,S2,dan S3
Penelitian profesional: penelitian yang dilakukan oleh orang yang berprofesi sebagai
peneliti (termasuk dosen). Tujuannya adalah mendapatkan pengetahuan baru.
Variabel penelitian lengkap, kecanggihan analisis disesuaikan dengan kepentingan
masyarakat ilmiah.
Penelitian institusional: Penelitian yang bertujuan untuk mendapatkan informasi
dapat digunakan untuk pengembangan lembaga. Hasil penelitian akan sangat berguna
bagi pimpinan untuk pembuatan keputusan. Hasil penelitian lebih menekankan pada
validitas eksternal, variabel lengkap.

PENELITIAN MENURUT WAKTU



Penelitian cross sectional
Penelitian longitudinal

7

RANGKUMAN METODE PENELITIAN

Jenis-jenis metode penelitian juga dapat diklasifikasikan berdasarkan tujuan, dan tingkat
kealamiahan (natural setting) obyek yang diteliti.
Berdasarkan tujuan, metode penelitian dapat diklasifiksaikan menjadi penelitian dasar
(basic research), penelitian terapan (applied research), dan penelitian pengembangan
(research and development).
Berdasarkan tingkat kealamiahan, metode penelitian dapat dikelompokkan menjadi
metode penelitian eksperimen, survey, dan naturalistik.

PENGERTIAN METODE KUANTITATIF DAN KUALITATIF




Metode penelitian kuantitatif: Metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat
positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik
pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data
menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan
tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan
Metode penelitian kualitatif: Metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat
postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, (sebagai
lawannya adalah eksperimen) di mana peneliti adalah sebagai instrumen kunci,
pengambilan sampel sumber data dilakukan secara purposive dan snowbaal, teknik
pengumpulan dengan trianggulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif/kualitatif,
dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi.

PERBEDAAN METODE KUANTITATIF DAN KUALITATIF
Perbedaan antara metode kualitatif dengan kuantitatif meliputi 3 hal, yaitu perbedaan tentang
aksioma (pandangan dasar), proses penelitian, dan karakteristik penelitian itu sendiri.
1. Perbedaan aksioma
Aksioma Dasar
Sifat Realitas

Metode Kuantitatif
Dapat
diklasifikasikan,
konkrit,teramati,
dan
terukur
Hubungan peneliti dengan Independen,
supaya
yang diteliti
terbangun obyektivitas
Hubungan variabel
Kemungkinan generalisasi

Peranan nilai

Metode Kualitatif
Ganda, holistik,dinamis,
hasil
konstruksi
dan
pemahaman
Interaktif dengan sumber
data supaya memperoleh
makna
Sebab-akibat (kausal)
Timbal balik/interaktif
Cenderung
membuat Transferability
(dapat
generalisasi
diterapkan di tempat lain
bila kondisinya hampir
sama)
Cenderung nilai bebas
Terikat nilai-nilai yang
dibawa
peneliti
dan
sumber data.
8

RANGKUMAN METODE PENELITIAN

2. Karakteristik Penelitian
Meliputi perbedaan desain, tujuan, teknik pengumpulan data, instrumen penelitian,
data, analisis, hubungan dengan responden, usulan desain, kapan penelitian dianggap
selesai, dan kepercayaan terhadap hasil penelitian.
3. Proses penelitian
Penelitian Kuantitatif : Logico-hypothetico-verifikatif
Berdasarkan asumsi-asumsi obyektif-empiris
 Asumsi 1 : bahwa obyek dapat diklasifikasi menurut sifat, jenis, struktur, bentuk ,
warna dan sebagainya
 Asumsi 2 : bahwa setiap gejala ada penyebabnya
 Asumsi 3 : bahwa suatu gejala tidak mengalami perubahn dalam jangka waktu
tertentu

MACAM-MACAM DATA



Kualitatif : Data yang berbentuk bukan bilangan
Kuantitatif : Data yang berbentuk bilangan, dibedakan lagi menjadi:
 Data kontinum/interval/rasio yaitu data yg disajikan dengan bilangan
rasional (bulat dan pecah)
 Data deskrit yaitu yg dapat dinyatakan dengan bilangan bulat. Dibagi lagi
menjadi:
o Data nominal/data frekuensi, terdiri dari: data dikotomi (murni dan
buatan), dan data multikotomi.
o Data ordinal/peringkat/ranking.

PENELITIAN BISNIS YANG BAIK
 Masalah penelitian dirumuskan dengan benar, jelas, dan spesifik
 Prosedur penelitian dijabarkan secara rinci sehingga orang dapat memahami, dapat
melaksanakan, dan dapat mengulangi
 Prosedur dan rancangan penelitian dibuat secara teliti
 Peneliti membuat laporan yang lengkap, sistematis, dan memberikan saran
pemecahan masalah
 Analisi data yang digunakan harus tepat daj mampu membuat generalisasi yang
signifikan
 Kesimpulan didukung oleh data yang diperoleh melalui penelitian

9

RANGKUMAN METODE PENELITIAN

BAB II – PROSES PENELITIAN, MASALAH, VARIABEL, DAN
PARADIGMA PENELITIAN
PROSES PENELITIAN KUANTITATIF (yg dihafalkan yg ini kata bu
Tita)
Dalam penelitian kuantitatif masalah yang dibawa oleh peneliti harus sudah jelas,
sedangkan masalah dalam penelitian kualitatif masih bersifat sementara dan akan
berkembang setelah peneliti memasuki lapangan.
Rumusan masalah pada umumnya dinyatakan dalam kalimat pertanyaan. Dengan
pertanyaan ini maka akan dapat memandu peneliti untuk kegiatan penelitian selanjutnya.
Berdasarkan rumusan masalah tsb, maka peneliti menggunakan berbagi teori untuk
menjawabnya.
Jawaban terhadap rumusan masalah yg baru menggunakan teori tersebut dinamakan
hipotesis, maka hipotesis dapat diartikan sebagai jawaban sementara terhadap rumusan
masalah penelitian.
Dalam penelitian kuantitatif analisis data menggunakan statistik. Statistik yang digunakan
dapat berupa statistik deskriptif dan inferensial/induktif. Statistik inferensial dapat berupa
statistik parametris dan statistik nonparametris. Peneliti menggunakan statistik inferensial bila
penelitian dilakukan pada sampel yang diambil secara random.
Statistik deskriptif: analisa statistik dgn cara mendeskripsikan/menguraikan. Berupa mean,
median, modus, dan standar deviasi.
Setelah hasil penelitian diberikan pembahasan, maka selanjutnya dapat disimpulkan.
Kesimpulan berisi jawaban singkat terhadap setiap rumusan masalah berdasarkan
data yg telah terkumpul. Jadi, kalau rumusan masalah ada 5, maka kesimpulannya juga ada
5.
Saran yg diberikan harus berdasarkan kesimpulan hasil penelitian. Jadi jangan membuat saran
yg tidak berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan.

10

RANGKUMAN METODE PENELITIAN

MASALAH
1. Masalah dan Cara Pemecahan
MASALAH PENELITIAN:
 Sesuatu yang menjadi sasaran penelitian biasanya disebut masalah penelitian, yang
akan seanjutnya diangkat menjadi judul penelitian, dan menggambarkan kaitan antar
2 variabel atau lebih
 Tidak semua masalah layak diangkat menjadi masalah penelitian
Penelitian itu dilakukan dengan tujuan mendapatkan data yang antara lain dapat
digunakan untuk memecahkan masalah. (tujuan penelitian)

2. Sumber Masalah
1. Terdapat penyimpangan antara pengalaman dengan kenyataan
Orang yang biasanya menjadi pimpinan pada bidang pemerintahan harus pindah ke
bidang bisnis.
2. Terdapat penyimpangan antara apa yang telah direncanakan dengan
kenyataan.
Direncanakan akan mendapat keuntungan yang tinggi, tetapi kenyataannya tidak.
3. Ada pengaduan
Dalam suatu organisasi bisnis yang tadinya tenang tidak ada masalah, ternyata setelah
ada pihak tertentu yang mengadukan produk maupun pelayanan yang diberikan, maka
timbul masalah dalam organisasi itu.
4. Ada kompetisi
Adanya saingan atau kompetisi sering dapat menimbulkan masalh besar, bila tidak
dapat memanfaatkan untuk kerja sama. Misalnya semula hanya ada satu perusahaan
yang menghasilkan produk minuman tertentu, ternyata muncul perusahaan lain
mengasilkan prduk sama dengan merk lain.

3. Rumusan Masalah Yang Baik
 Masalah harus feasible: masalah tsb harus dapat dicarikan jawabannya
melalui sumber yang jelas, tidak banyak menghabiskan dana, tenaga, dan
waktu,
 Masalah harus jelas: semua orang memberikan persepsi yang sama terhadap
masalah tersebut
 Masalah harus signifikan: arti jawaban atas masalah itu harus memberikan
kontribusi terhadap pengembangan ilmu dan pemecahan masalah kehidupan
manusia.
 Masalah bersifat etis: penelitian tidak berkenaan dengan hal-hal yang
bersifat etika, moral, nilai-nilai keyakinan dan agama.

11

RANGKUMAN METODE PENELITIAN

4. Bentuk-Bentuk Rumusan Masalah Penelitian
1) Rumusan Masalah Deskriptif
Rumusan masalah deskriptif adalah suatu masalah yang berkenan dengan
pertanyaan terhadap keberadaan variabel mandiri, baik hanya pada satu variabel
atau lebih (variabel yang berdiri sendiri). Jadi dalam penelitian ini tidak membuat
perbandingan variabel itu pada sampel yang lain, dan menari hubungan variabel
itu dengan variabel yang lain.
Contoh: seberapa tinggi produktivitas kerja karyawan di PT. Samudra
2) Rumusan Masalah Komparatif
Rumusan masalah komparatif adalah rumusan maslah penelitian membandingkan
keberadaan satu variabel atau lebih pada dua atau lebih sampel yang berbeda, atau
pada waktu yang berbeda.
Contoh: adakah kesamaan cara promosi antara perusahaan A dan B?
3) Rumusan masalah assosiatif adalah suatu rumusan masalah penelitian yang
bersifat menanyakan hubungan antara dua variabel atau lebih. Terdapat 3 bentuk
hubungan
yaitu:
hubungan
simetris,
hubungan
kausal,
dan
interaktif/resiprocal/timbal balik.
 Hubungan Simetris
Hubungan simetris adalah suatu hubungan antara dua variabel atau lebih yang
kebetulan munculnya bersama. Jadi bukan hubungan kausal maupun interaktif,
Contoh rumusan masalahnya:
Adakah hubungan antara warna rambut dengan kemampuan marketing.
Contoh judul penelitiannya adalah sebagai berikut:
Hubungan antara tinggi badan dengan prestasi kerja di bidang pemasaran.


Hubungan Kausal
Hubungan kausal adalah hubungan yang bersifat sebab akibat. Jadi disini ada
variabel independen (variabel yang mempengaruhi) dan dependen (variabel
yang dipengaruhi), contoh:
Adakah pengaruh sistem penggajian terhadap prestasi kerja?
Contoh judul penelitian:
Pengaruh intensif terhadap disiplin kerja karyawan di departemen X.



Hubungan Interaktif/Resiprocal/Timbal balik
Hubungan interaktif adalah hubungan yang saling mempengaaruhi. Di sini
tidak diketahui mana variabel independen dan dependen, contoh:
Hubungan antara motivasi dan prestasi. Disini dapat dinyatakan motivasi
mempengaruhi prestasi dan juga prestasi mempengaruhi motivasi.

12

RANGKUMAN METODE PENELITIAN

JUDUL PENELITIAN DAN RUMUSAN MASALAH
Judul penelitian: menggambarkan interaksi antar 2 variabel atau lebih, baik membedakan
(pengaruh) atau menghubungkan (keterkaitan)
Rumusan masalah:





Rumusan masalah penelitian biasnaya dalam bentuk kalimay bertanya
Menanyakan ada tidaknya perbedaan atau hubungan antar 2 variabel/lebih
Belum mengarah/belum mengacu teori
Sebaiknya sama banyak dengan rumusan hipotesis penelitian

VARIABEL PENELITIAN
Variabel penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang
ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut,
kemudian ditarik kesimpulannya.
1. Macam-macam variabel
Menurut hubungan antara satu variabel dengan variabel yang lain, maka macam-macam
variabel penelitian yaitu:
f) Variabel independen
Variabel ini sering disebut variabel stimulus, prediktor, antecedent. Dalam bahasa
indonesia disebut sebagai variabel bebas. Variabel bebas merupakan variabel yang
mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel
dependen (terikat).
g) Variabel dependen
Variabel dependen disebut juga variabel output, kriteria, konsekuen. Dalam bahasa
indonesia disebut variabel terikat. Variabel terikat merupakan variabel yang
dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas.
h) Variabel moderator
Variabel moderator adalah variabel yang mempengaruhi (memperkuat atau
memperlemah) hubungan antara variabel independen dengan dependen.
i) Variabel intervening
Menurut Tuckman(1988), “Variabel intervening adalah variabel yang secara teoritis
mempengaruhi hubungan antara variabel independen dengan dependen, tetapi tidak
dapat diamati dan diukur”. Variabel ini adalah variabel penyela/antara yang terletak
dianatara variabel independen dan dependen, sehingga variabel independen tidak
langsung mempengaruhi berubahnya atau timbulnya variabel dependen.
j) Variabel kontrol
Variabel control adalah variabel yang dikendalikan atau dibuat konstan sehingga
hubungan variabel independen terhadap dependen tidak dipengaruhi oleh faktor luar
yang tidak diteliti. Variabel kontrol sering digunakan, bila akan melakukan penilitian
yang bersifat membandingkan, melalui penelitian eksperimen.

13

RANGKUMAN METODE PENELITIAN

PARADIGMA PENELITIAN
Jadi paradigma penelitian dalam hal ini diartikan sebagai pola pikir yang menunjukkan
hubungan antara variabel yang akan diteliti yang sekaligus mencerminkan jenis dan jumlah
rumusan masalah yang perlu dijawab melalui penelitian, teori yang digunakan untuk
merumuskan hipotesis, jenis dan jumlah hipotesis, dan teknik statistik yang akan digunakan.












Paradigma Sederhana
Paradigma penelitian ini terdiri atas satu variabel independen dan dependen.
Paradigma Sederhana Berurutan
Dalam paradigma ini terdapat lebih dari dua variabel, namun hubungannya masih
sederhana.
Paradigma Ganda dengan Dua Variabel Independen
Dalam paradigma ini terdapat dua variabel independen dan satu dependen. Dalam
paradigma ini terdapat 3 rumusan masalah deskriptif, dan 4 rumusan masalah
assosiatif (3 kolerasi sederhana dan 1 kolerasi ganda).
Paradigma Ganda dengan Tiga Variabel Independen
Dalam paradigma ini terdapat tiga variabel independen dan satu dependen. Rumusan
masalah assosiatif (hubungan) untuk yang sederhana ada 6 dan yang ganda minimal 1.
Paradigma Ganda dengan Dua variabel Dependen
Paradigma ini terdapat satu variabel independen dan dua dependen.
Paradigma Ganda dengan Dua Variabel dan Dua Dependen
Dalam paradigma ini terdapat dua variabel independen dan dua variabel dependen.
Terdapat 4 rumusan masalah deskriptif, dan enam rumusan masalah hubungan
sederhana. Kolerasi dan regresi ganda juga dapat digunakan untuk menganalisis
hubungan antar variabel secara simultan.
Paradigma Jalur
Dinamakan paradigma jalur karena terdapat variabel yang berfungsi sebagai jalur
antara. Dengan adanya variabel antara ini, akan dapat digunakan untuk mengetahui
apakah untuk menapai sasaran akhir harus melewati variabel antara itu atau bisa
langsung ke sasaran akhir.

14

RANGKUMAN METODE PENELITIAN

BAB III – LANDASAN TEORI, KERANGKA BERPIKIR, DAN PENGAJUAN
HIPOTESIS

PENGERTIAN TEORI
Kumpulan konstruk atau konsep, definisi, dan proposisi yang menggambarkan fenomena
secara sistematis melalui penentuan hubungan antar variabel dengan tujuan untuk
menjelaskan fenomena
Teori dapat dibedakan antara lain:




Teori dedukatif: memberikan keterangan yang dimulai dari satu perkiraan atau
pikiran spekulatif tertentu ke arah data akan diterangkan.
Teori induktif: cara menerangan adalah dari data kearah teori.
Teori fungsional: di sini nampak suatu interaksi pengaruh antara data dan perkiraan
teoritis, yaitu data mempengaruhi pembentukan teori dan pembentukan teori kembali
mempengaruhi data.

Teori adalah alur logika atau penalaran, yang merupakan seperangkat konsep, definisi, dan
proposisi yang disusun secara sistematis. Secara umum, teori mempunyai 3 fungsi, yaitu
untuk menjelaskan (explanation), meramalkan (prediction), dan pengendalian (control)
suatu gejala.

TINGKATAN DAN FOKUS TEORI
Fokus teori dibedakan menjadi 3 yaitu teori substantif, teori formal, dan midle range
theory.

DESKRIPSI TEORI
Berisi tentang penjelasan terhadap variabel-variabel yang diteliti, melalui pendefinisian, dan
uraian yang lengkap dan mendalam dari berbagai referensi, sehingga ruang lingkup,
kedudukan, dan prediksi terhadap hubungan antar variabel yang akan diteliti menjadi lebih
jelas dan terarah.

KAJIAN TEORI DAN RISET TERDAHULU
 Teori itu penting sebagai orientasi yang membatasi jumlah fakta yang harus dipelajari
 Teori memberikan pedoman yang dapat memberikan hasil terbaik
 Teori memberikan sistem mana yang harus dipakai dalam mengartikan data yang
tepat
 Teori dapat digunakan untuk memprediksi fakta-fakta
15

RANGKUMAN METODE PENELITIAN

3 HAL POKOK DALAM TEORI
 Elemen teori terdiri dari konstruk, konsep, dan proposisi
 Memberikan gambaran sistematis mengenai fenomena melalui hubungan antar
variabel
 Tujuan teori adalah menjelaskan dan memprediksi fenomena alam
KERANGKA BERPIKIR (/ MODEL PENELITIAN/ PARADIGMA PENELITIAN)
Merupakan sintesa tentang hubungan antar variabel yang disusun dari berbagai teori yang
telah dideskripsikan.

HIPOTESIS
Merupakan jawaban semenara terhadap rumusan masalah penelitian, di mana
rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk kalimat pertanyaan.
Jadi, hipotesis juga dapat dinyatakan sebagai jawaban teoritis terhadap rumusan masalah
penelitian, belum jawaban yang empirik.
Hipotesis penelitian seperti telah dikemukakan di atas. Hipotesis statistik itu ada, bila
penelitian bekerja dengan sampel. Jika penelitian tidak menggunakan sampel, maka tidak
ada hipotesis statistik.
Hipotesis yang akan diuji dinamakan hipotesis kerja. Hipoetesis kerja disusun berdasarkan
atas teori yang dipandang handal, sedangkan hipotesis nol dirumuskan karena teori yang
digunakan masih diragukan kehandalannya.

Bentuk-bentuk hipotesis:






Hipotesis deskriptif, merupakan jawaban sementara terhadap masalah deskriptif,
yaitu yang berkenan dengan variabel mandiri. Contoh: Kemampuan daya beli
masyarakat (dalam populasi) itu rendah.
Hipotesisi komparatif, merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah
komparatif. Pada rumusan ini variabelnya sama tetapi populasi atau sampelnya yang
berbeda, atau keadaan terjadi pada waktu yang berbeda. Contoh: Tidak terdapat
perbedaan kemampuan daya beli antar kelompok masyarakat petani dan nelayan
(dalam populasi)
Hipotetis assosiatif, merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah
assosiatif, yaitu yang menanyakan hubungan antara dua variabel atau lebih. Contoh:
Ada hubungan positif antara penghasilan dengan kemampuan daya beli masyarakat
(dalam populasi).

16

RANGKUMAN METODE PENELITIAN

CONTOH PARADIGMA PENELITIAN, RUMUSAN MASALAH, DAN HIPOTESIS
Judul Penelitian: Hubungan antara gaya kepemimpinan manajer (variabel X/independen)
perusahaan dengan prestasi kerja karyawan (variabel Y/dependen)
Paradigma penelitian:

x

y

Rumusan Masalah: Bagaimana X, Bagaimana Y, Adakah hubungan antara X dan Y.
Rumusan hipotesis penelitian: Jawaban dari rumusan masalah.

3 KARAKTERISTIK HIPOTESIS YANG BAIK





Merupakan dugaan terhadap keadaan variabel mandiri, perbandingan keadaan
variabel pada berbagai sampel, dan merupakan dugaan tentang hubungan antara dua
variabel lebih.
Dinyatakan dalam kalimat yang jelas, sehingga tidak menimbulkan berbagai
penafsiran.
Dapat diuji dengan data yang dikumpulkan dengan metode-metode ilmiah

17

RANGKUMAN METODE PENELITIAN

BAB VI – SKALA PENGUKURAN DAN INSTRUMEN PENELITIAN
Instrumen penelitian digunakan untuk mengukur variabel yang diteliti. Jumlah instrumen
yang akan digunakan untuk penelitian akan bergantung pada jumlah variabel yang diteliti.
Bila variabel penelitiannya 5, maka jumlah instrumen yang digunakan untuk penelitian
juga 5.

MACAM-MACAM SKALA PENGUKURAN
Skala pengukuran dapat berupa : skala nominal, skala ordinal, skala interval, dan skala
rasio, dari skala pengukuran itu akan diperoleh data nominal, ordinal, interval, dan ratio.
Berbagai skala sikap yang dapat digunakan untuk penelitian administrasi, pendidikan, dan
sosial antara lain adalah :





Skala Likert
Skala Guttman
Rating Scale
Semantic Deferential

1. Skala Likert
Digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok
orang tentang fenomena sosial.
Jawaban setiap item instrumen yang menggunakan skala likert mempunyai gradasi
dari sangat positi sampai sangat negatif, yang dapat berupa kata- kata antara lain :
a. Sangat Setuju
b. Setuju
c. Ragu-Ragu/Netral
d. Tidak Setuju
e. Sangat Tidak Setuju

Instrumen penelitian yang menggunakan skala likert dapat dibuat dalam bentuk
checklist ataupun pilihan ganda.

2. Skala Guttman
Skala pengukuran dengan tipe ini, akan didapat jawaban yang tegas, yaitu “ya-tidak”;
“benar-salah”; “pernah-tidak pernah”; “positif-negatif”; “setuju-tidak setuju” dan lainlain.
Contoh :
Bagaimana pendapat anda, bila orang itu menjabat pimpinan di perusahaan ini ?
a. Setuju
18

RANGKUMAN METODE PENELITIAN

b. Tidak Setuju
Jawaban dapat dibuat skor tertinggi 1 (setuju) dan terendah 0 (tidak setuju). Selain
dapat dibuat dalam bentuk pilihan ganda, skala guttman juga dapat dibuat dalam
bentuk checklist.

3. Semantic Defernsial
Skala ini juga digunakan untuk mengukur sikap, bentuknya tersusun dalam satu garis
kontinum yang jawaban “sangat positif”nya terletak di bagian kanan garis, dan
jawaban yang “sangat negatif” terletak di bagian kiri garis, atau sebaliknya. Data yang
diperoleh adalah data interval, dan biasanya skala ini digunakan untuk mengukur
sikap/karakteristik tertentu yang dipunyai oleh seseorang.

4. Rating Scale
Dengan rating scale data mentah yang diperoleh berupa angka kemudian ditafsirkan
dalam pengertian kualitatif.
Responden menjawab, senang atau tidak senang, setuju atau tidak setuju, pernah –
tidak pernah adalah merupakan data kualitatif.
Dalam skala model rating scale, responden tidak akan menjawab salah satu dari
jawaban kualitatif yang telah disediakan, tetapi menjawab salah satu jawaban
kuantitatif yang telah disediakan.
Yang penting bagi penyusun instrumen dengan rating scale adalah harus dapat
mengartikan setiap angka yang diberikan pada alternatif jawaban pada setiap item
instrumen.
Contoh :
4 – Bila tata ruang itu sangat baik
3 – Bila tata ruang itu cukup baik
2 – Bila tata ruang itu kurang baik
1 – Bila tata ruang itu sangat tidak baik.
(responden menjawab dalam bentuk angka, apakah 4/3/2/1)

INSTRUMEN PENELITIAN
Instrumen adalah alat untuk mengukur valid atau tidaknya dan reliabel atau tidaknya dalam
penelitian sosial.
Contoh Instrumen:
“Pengaruh kepemimpinan dan iklim kerja lembaga terhadap produktivitas kerja pegawai”.
Dalam hal ini ada 3 instrumen yang perlu dibuat yaitu :
1. Instrumen untuk mengukur kepemimpinan
2. Instrumen untuk mengukur iklim kerja
3. Instrumen untuk mengukur produktivitas kerja pegawai.
19

RANGKUMAN METODE PENELITIAN

METODE DAN JENIS INSTRUMEN






Angket: angket, daftar cocok (checklist), inventory
Wawancara: pedoman wawancara, daftar cocok (checklist)
Pengamatan (observasi): lembar pengamatan, panduan pengamatan
Test: soal/test, inventory
Dokumentasi
Instrumen Non tes:







Skala bertingkat (rating scale)
Kuesioner
Daftar cocok (check list)
Wawancara
Pengamatan/observasi
Riwayat hidup

LANGKAH-LANGKAH DALAM MENYUSUN INSTRUMEN
1. Analisis Variabel Penelitian
Menganalisis setiap variabel menjadi subvariabel kemudian mengembangkannya menjadi
indikator-indikator merupakan langkah awal sebelum instrumen itu dikembangkan.
2. Menetapkan Jenis Instrumen
Jenis instrumen dapat ditetapkan manakala peneliti sudah memahami dengan pasti tentang
variabel dan indikator penelitiannya. Satu variabel mungkin hanya memerlukan satu jenis
instrumen atau meungkin memerlukan lebih dari satu jenis instrumen.
3. Menyusun Kisi-kisi atau Layout Instrumen
Kisi-kisi instrumen diperlukan sebagai pedoman dalam merumuskan item instrumen. Dalam
kisi-kisi itu harus mencakup ruang lingkup materi variabel penelitian, jenis-jenis pertanyaan,
banyaknya pertanyaan, serta waktu yang dibutuhkan. Selain itu, dalam kisi-kisi juga harus
tergambarkan indikator atau abilitas dari setiap variabel. Misalnya, untuk menentukan
prestasi belajar atau kemampuan subjek penelitian, diukur dari tingkat pengetahuan,
pemahaman, aplikasi, dan sebagainya.
4. Menyusun Item Instrumen
Berdasarkan kisi-kisi yang telah disusun, langkah selanjutnya adalah menyusun item
pertanyaan sesuai dengan jenis instrumen yang akan digunakan.
5. Mengujicobakan Instrumen
Uji coba instrumen perlu dilakukan untuk mengetahui tingkat reabilitas dan validitas serta
keterbacaan setiap item. Mungkin saja berdasarkan hasil uji coba ada sejumlah item yang
harus dibuang dan diganti dengan item yang baru, setelah mendapat masukkan dari subjek uji
coba.

20

RANGKUMAN METODE PENELITIAN

VALIDITAS DAN RELIABILITAS INSTRUMEN
Instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data (mengukur)
itu valid. Valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang
seharusnya diukur.
Instrumen yang reliabel adalah instrumen yang bila digunakan beberapa kali untuk
mengukur obyek yang sama, akan menghasilkan data yang sama.
Pada dasarnya terdapat 2 macam instrumen, yaitu instrumen yang berbentuk test untuk
mengukur prestasi belajar dan instrumen yang nontest untuk mengukur sikap.
Instrumen berupa test jawabannya adalah “salah-benar”, sedangkan instrumen nontest
jawabannya tidak ada yang “salah-benar” tetapi bersifat “positif-negatif”.

21

RANGKUMAN METODE PENELITIAN

BAB VII – TEKNIK PENGUMPULAN DATA
PENGUMPULAN DATA
Adalah penelitian peristiwa-peristiwa atau hal-hal atau keterangan-keteranagan atau
karakteristik-karakteristik sebagian atau keseluruhan elemen populasi yang akan menunjang
atau mendukung penelitian. Pengumpulan data dapat dilakukan dalam berbagai setting,
berbagai sumber, dan berbagai cara.
Bila dilihat dari setting-nya, data dapat dikumpulkan pada setting alamiah (natural setting),
pada laboratorium dengan metode eksperimen, di rumah dengan berbagai responden, pada
suatu seminar, diskusi, di jalan, dll.
Bila dilihat dari sumber datanya, maka pengumpulan data dapat menggunakan sumber
primer dan sumber sekunder. Sumber primer adalah sumber data yang langsung
memberikan data kepada pengumpul data, dan sumber sekunder merupakan sumber yang
tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data, misalnya lewat orang lain atau
lewat dokumen.
Bila dilihat dari segi cara, maka teknik pengumpulan data dapat dilakukan dengan interview
(wawancara), kuesioner (angket), observasi (pengamatan), dan gabungan ketiganya.

PENGUMPULAN DATA BERDASARKAN CARA :
1. Angket
Adalah pengumpulan data dengan menyerahkan /mengirimkan daftar pertanyaan
untuk diisi oleh responden. Responden adalah orang yang memberikan
tanggapan/respon atau menjawab atas pertanyaan-pertanyaan yang diajukan.
Keutungan Teknik Angket :
 Dapat menjangkau sampel dalam jumlah besar karena dapat dikirim lewat pos
 Biaya yang diperlukan untuk membuat angket relatif murah
 Angket tidak terlalu mengganggu responden karena pengisiannya ditentukan
oleh responden itu sendiri.
Kerugian Teknik Angket :
 Jika dikirim melalui pos, maka presentase yang dikembalikan relatif rendah
 Tidak dapat digunakan pada responden yang tidak mampu membaca dan
menulis
 Pertanyaan-pertanyaan dalam angket dapat ditafsirkan salah oleh responden.

22

RANGKUMAN METODE PENELITIAN

Komponen angket agar efektif:
 Ada subyek, yaitu individu/lembaga yang melaksanakan penelitian
 Adanya ajakan, permohonan dari peneliti kepada responden untuk turut serta
mengisi secara aktif dan obyektif.
 Ada petunjuk pengisian angket, mudah dimengerti dan tidak bias
 Ada pertanyaan/pernyataan, tempat mengisi jawaban baik secara tertutup,
semi tertutup, maupun terbuka.
 Pertanyaan dalam angket ini dapat berbentuk pertanyaan terbuka atau tertutup
ataupun kombinasi antara terbuka dan tertutup.
Berdasarkan bentuk pertanyaan/pernyataan ada 3 jenis angket yaitu :
 Angket terbuka : Pertanyaan/pernyataannya memberikan kebebasan kepada
responden. (jawaban belum disediakan)
 Angket tertutup : Pertanyaan/pernyataannya tidak memberikan kepada
responden.
 Angket semi terbuka : Pertanyaan/pernyataannya memberikan kebebasan
kepada responden, untuk memberikan jawaban/pendapat menurut pilihan
jawaban yang telah disediakan sesuai dgn keinginan mereka.
2. Wawancara
Teknik pengumpulan data dengan mengajukan pertanyaan langsung oleh
pewawancara kepada responden, dan jawaban-jawaban responden dicatat atau
direkam.
Kelebihan Wawancara :
 Dapat digunakan pada responden yg tidak bisa membaca&menulis
 Jika ada pertanyaan yg belum dipahami, pewawancara dapat segera
menjelaskan
 Pewawancara dapat segera mengecek kebenaran jawaban responden dgn
mengajukan pertanyaan pembanding, atau dengan melihat wajah/gerak-gerik
responden.
Kekurangan Wawancara :
 Memerlukan biaya yg sangat besar
 Hanya dapat menjangkau responden yang kecil
 Kehadiran pewawancara mungkin mengganggu responden.
Teknik Wawancara ada 2 :
 Terstruktur : Mempersiapkan daftar pertanyaan/daftar isian sebagai pedoman
saat melakukan wawancara
 Tidak terstruktur : Tidak menggunakan daftar pertanyaan./daftar isian
sebagai pedoman.

23

RANGKUMAN METODE PENELITIAN

3. Observasi
Adalah pemilihan, pengubahan, pencatatan, dan pengodena serangkaian perilaku dan
suasana yang berkenaan dengan organisme in situ, sesuai dengan tujuan empiris.
Kelebihan Observasi :
 Data yg diperoleh adalah data aktual
 Keabsahan alat ukur dapat diketahui secara langsung .
Kekurangan Observasi :
 Pengamat harus menunggu/mengamati sampai tingkah laku yang diharapkan
terjadi/muncul
 Beberapa tingkah laku (seperti kriminal), sukar atau tidak mungkin diamati
bahkan mungkin dapat membahayakan pengamat jika diamati.
Observasi berdasarkan keterlibatan :
 Observasi partisipan : Pengamat ikut serta terlibat dalam kegiatan-kegiatan
yg dilakukan oleh subyek yg diteliti
 Observasi Tak partisipan : Pengamat berada diluar subyek
Observasi berdasarkan cara pengamatan :
 Terstruktur : Menggunakan pedoman pengamatan
 Tidak terstruktur : Melakukan pengamatan secara bebas.
4. Studi Dokumentasi
Teknik pengumpulan data yang tidak langsung ditujukan pada subyek penelitian,
namun melalui dokumen. Dokumen yg digunakan dapat berupa buku harian, surat
pribadi, laporan, notulen rapat, catatan kasus dalam pekerjaan sosial, dan dokumen
lainnya.
Kelebihan studi dokumentasi :
 Pilihan alternatif
 Tidak reaktif
 Untuk menggunakan data masa lalu, studi dokumentasi adalah pilihan terbaik
 Besar sampel (sampel lebih besar dgn biaya yg relatif kecil)
5. Teknik Analisis Isi
Studi tentang arti verbal. Analisis ini digunakan untuk memperoleh keterangan dari isi
yang disampaikan dalam bentuk lambang. Dapat digunkan untuk menganalisis semua
bentuk, seperti surat kabar, buku, puisi, lagu, cerita rakyat, lukisan, pidato, peraturan,
perundangan musik, teater.

24

RANGKUMAN METODE PENELITIAN

PENGERTIAN DATA DAN JENIS-JENIS DATA
Data adalah keterangan-keterangan tentang suatu hal, dapat berupa sesuatu yg diketahui atau
yg dianggap atau anggapan atau suatu fakta yang digambarkan lewat angka, simbol, kode,
dll.

DATA MENURUT SUMBER PENGUMPULANNYA
 Data primer: data yg diperoleh atau dikumpulkan langsung di lapangan oleh orang
yang melakukan penelitian atau yang bersangkutan yang memerlukannya, disebut
juga data asli atau data baru. Diambil melalui 3 cara yaitu observasi, kuesioner, dan
wawancara.
 Data sekunder: data yg diperoleh/dikumpulkan oleh orang yg melakukan penelitian
dari sumber-sumber yang telah ada. Data ini biasanya diperoleh dari perpustakaan,
laporan-laporan. Disebut juga data yang tersedia.
DATA MENURUT WAKTU PENGUMPULANNYA
 Data berkala (time series); data yang terkumpul dari waktu ke waktu untuk
menggambarkan perkembangan suatu kegiatan atau keadaan
 Kertas lintang (cross section): data yang terkumpul pada suatu waktu tertentu untuk
memberikan gambaran perkembangan suatu kegiatan atau keadaan pada waktu itu.
DATA MENURUT SIFATNYA
 Data kualitatif: data yang berbentuk tidak bilangan
 Data kuantitatif: data yang berbentuk bilangan
DATA MENURUT TINGKAT PENGUKURANNYA
 Data nominal: data yang berasal dari pengelompokan peristiwa berdasarkan kategori
tertentu, yang perbedaannya hanyalah menunjukan perbedaan kualitatif.
 Data ordinal: data yang berasal dari obyek atau kategori yang disusun menurut
besarnya dari tingkat terendah ke tingkat tertinggi atau sebaliknya dengan jarak atau
rentang yang tidak harus sama
 Data interval: data yang berasal dari obyek atau kategori yang diurutkan berdasarkan
suatu atribut tertentu, di mana jarak antara tiap obyek atau kategori adalh sama. Pada
data ini, tidak terdapat angka nol mutlak.
 Data rasio; daya yang menghimpun semua ciri data ordinal dan data interval dan
dilengkapi titik nol absolut dengan makna empiris. Angka pada data ini menunjukan
ukuran yang sebenarnya dari obyek atau kategori yang diukur.

PENGUMPULAN DATA BERDASARKAN BANYAKNYA DATA YANG DIAMBIL :
1. Sensus

25

RANGKUMAN METODE PENELITIAN

Adalah cara pengumpulan data dengan mengambil elemen atau anggota populasi
secara keseluruhan untuk diselidiki, atau pengumpulan data melalui populasi. Data
yang diperoleh dari hasil sensus ini disebut parameter atau data yang sebenarnya.
2. Sampling
Adalah cara pengumpulan data dengan mengambil sebagian elemen anggota populasi
untuk diselidiki, atau pengumpulan data melalui sampel. Data yang diperoleh dari
sampling ini, disebut data prakiraan (estimate value).

TAMBAHAN MATERI DARI PPT BU TITA

PROSES MASALAH PENELITIAN
PENELITIAN ILMIAH

/

GARIS

BESAR

PROSES

PENGERTIAN KONSEP
Konsep merupakan ekspresi suatu abstraksi yang terbentuk melalui generalisasi dari
pengamatan terhadap fenomena-fenomena. Contoh: (1) prestasi akademik merupakan
abstraksi dari kemampuan belajar mahasiswa. (2) Bobot adalah konsep dari suatu benda yang
mempunyai karakteristik berat/ringan.

TINGKATAN ABSTRAKSI KONSEP
Tingkat abstraksi konsep tergantung dari mudah atau tidaknya fenomena yang diabstraksikan
dapat diidentifikasikan.
Contoh:
 Tanah adalah konsep aktiva tetap yang berwujud dan secara fisik mudah dikenali.
26

RANGKUMAN METODE PENELITIAN

 Aktiva tetap lebih general. Sehingga aktiva merupakan konsep yang lebih abstrak
daripada tanah.
 Konsep-konsep yang sangat abstrak/lebih abstrak sering disebut construct.

PROSES MEMBANGUN TEORI DARI ILMU

BAGAIMANA CONSTRUCT DALAM RISET?
Construct dalam riset tidak hanya diartikan lebih abstrak, namun juga menyangkut apa yang
dipersepsikan orang.
Construct dalam riset mempunyai makna yang berbeda dengan konsep sebab construct
merupakan abstraksi dan fenomena yang dapat diamati dari berbagai dimensi.
Dengan demikian construct terdiri dari konsep-konsep yang dapat diamati yang selanjutnya
untuk keperluan penelitian diukur dengan menggunakan skala pengukuran. Construct yang
diukur dengan skala tertentu selanjutnya menjadi variabel.

CONTOH CONSTRUCT KEPUASAN KERJA
Kepuasan kerja merupakan abstraksi dari fenomena psikologis seseorang terhadap pekerjaan
yang diamati berdasarkan persepsi yang bersangkutan terhadap berbagai dimensi lingkungan
pekerjaan, yaitu: dimensi tugas yg dikerjakan, rekan-rekan sekerja,atasannya, kompensasi,
promosi karir, dll.

27

RANGKUMAN METODE PENELITIAN

VARIABEL DAN CONSTRUCT
 Variabel merupakan segala sesuatu yang dapat diberi berbagai macam nilai.
 Variabel merupakan penguhubung antara construct yang abstract dengan fenomerna
yang nyata.
 Variabel merupakan proxy atau representasi dari construct yang dapat diukut dengan
berbagai macam nilai.
 Nilai variabel tergantung pada construct yang diwakilinya
 Nilai variabel dapat berupa angka/atribut yang menggunakan ukuran atau skala dalm
suatu kisaran nilai.

LANDASAN TEORI
Dari teori-teori yg ada untuk tiap variabel dirumuskan sintesis yang merupakan
konsep/konstruk dari variabel tsb. Dari sini disusun kerangka berpikir & hipotesis penelitian.
Jika variabel penelitian berupa variabel konstruk, maka untuk menjaring data variabel pada
penelitian kuantitatif perlu jelas konsep yang melandasinya. Dari konsep itulah dirumuskan
indikator guna menyusun butir-butir pertanyaan dalam instrumen untuk menjaring data yang
dimaksud. Oleh karena itu teori harus kuat.

PENGAMATAN ILMIAH
Karakteristik utama penelitian ilmiah:









Tujuan yg fokus (purposiveness)
Berbasis teori dan metode yg tepar (rigor)
Dapat diuji (testability)
Data diulang (replicabilty)
Tepat dan dipercaya (precision and confidence)
Obyektif (objectivity)
Bersifat umum (generalibility)
Parsimono (parsimony)

HAMBATAN DALAM MELAKUKAN PENELITIAN ILMIAH DI
BIDANG MANAJEMEN
 Dalam manajemen dan tingkah laku sangat tdk mungkin untuk melakukan
pengamatan yg 100% ilmiah.
 Sulitnya pengukuran dan pengumpulan data terkait dengan perasaan, emosi, sikap dan
pandangan

28

RANGKUMAN METODE PENELITIAN

 Kesulitan: mengkuantitatifkan tingkah laku manusia, memperoleh sampel yang
representif, keterbatasan dalam mengeneralisasi temuan.

BANGUNAN ILMU (BUILDING BLOCKS OF SCIENCE)

3 PENDEKATAN DALAM PENELITIAN

4. Pendekatan Kuantitatif
Pendekatan penelitian yang mendasarkan diri pada paradigma postpositivist dalam
mengembangkan ilmu pengetahuan.
5. Pendekatan Kualitatif
Pendekatan penelitian yang berdasarkan fenomenologi dan paradigma konstuktivisme
dalam mengembangkan ilmu pengetahuan.
6. Pendekatan Metode Gabungan (Mixed Methods Research)
Penelitian Gabungan, atau lebih dikenal dengan istilah multimedtodologi dalam
operation research, merupakan pendekatan penelitian yang memadukan penjaringan
analisis data kuantitatif dan kualitatif. Pendekatan ini cenderung didasarkan pada
paradigma pragmatik.

29

RANGKUMAN METODE PENELITIAN

30

Judul: Rangkuman Metolit N Jawaban Kuis

Oleh: Muhammad Mamet


Ikuti kami