Jawaban Uas Makro Meso Mikro

Oleh Dede Hermansyah Alghazali

347,2 KB 5 tayangan 0 unduhan
 


Bagikan artikel

Transkrip Jawaban Uas Makro Meso Mikro

JAWABAN 1B 1. MAKRO  Sosiologi pendidikan jenjang makro mempelajari hubungan antara pendidikan dan institusi lain dalam masyarakat, misalnya hubungan pendidikan dengan politik, hubungan pendidikan dengan ekonomi, hubungan antara pendidikan dan agama. Isu yang terjadi pada jenjang ini adalah merupakan isu umum yang terjadi di sebuah Negara.  Pendidikan tidak mungkin dapat berjalan tanpa adanya kerjasama dengan bidang lain. Didalam kerjasama ini memungkinkan terjadinya permasalahan baru bagi pendidikan. Permasalahan dalam hubungan dengan politik antara lain kebijakan program pendidikan tidak berpihak pada seluruh lapisan masyarakat, hal ini terlihat dengan adanya gap antara pendidikan yang dirasakan oleh masyarakat yang di kota besar dengan yang di daerah. Kebijakan daerah memungkinkan adanya kebijakan yang berpihak pada kepentingan golongan. Kebijakan bahwa kepala sekolah diangkat oleh Pemda melalui Dinas Pendidikan sangat terlihat unsur kepentingannya, hal ini dibuktikan adanya pengangkatan Kepala sekolah yang masih belum memenuhi kompetensinya sehingga hal ini dapat mengakibatkan kehancuran bagi sekolah. 2. MESO  Sosiologi pendidikan jenjang meso yaitu mempelajari hubungan-hubungan dalam suatu organisasi pendidikan. Pokok bahasan dalam jenjang meso antara lain tentang struktur organisasi sekolah, peran dan fungsinya, serta hubungan antara organisasi sekolah dengan struktur organisasi masyarakat lainnya.  Pembahasan masalah kependidikan pada jenjang meso mencakup semua aspek, yang ada disekolah mulai dari kurikulum, kegiatan di ruang kelas, keluarga, guru, pemerintah, masyarakat dan sekolah. Sekolah mempunyai peran yang sangat penting dalam membentuk peserta didik agar kreatif, inovatif dan mandiri. Peserta didik seharusnya dapat belajar tidak hanya disekolah saja tetapi juga belajar dari interaksi dan pengalaman di lingkungan sosialnya. Dengan menguasai berbagai keterampilan yang bermanfaat untuk merespon kebutuhan hidupnya. Peran sekolah sebagai lembaga pendidikan diharapkan mampu membuat peserta didik menjadi lebih bermakna bagi masyarakatnya. 3. MIKRO Sosiologi pendidikan jenjang mikro membahas interaksi sosial yang berlangsung dalam institusi pendidikan, antara lain interaksi didalam kelas antara peserta didik dengan peserta didik, peserta didik dengan guru, peserta didik dengan warga sekolah lainnya. JAWABAN NO 2 A F. proses pembelajaran Proses pembelajaran sebaiknya merupakan proses dua arah yang melibatkan komponen dosen dan mahasiswa sehingga ada timbal balik dalam transfer ilmu pengetahuan antara keduanya. JAWABAN 2B Komite sekolah merupakan institusi pendidikan baru yang akhir-akhir ini gencar diwacanakan dan didiskusikan oleh berbagai pihak yang peduli pada pendidikan. Sebagai institusi yang baru tentu tidak mudah untuk memfungsikannya sebagaimana yang sudah diidealkan ketika institusi itu dibentuk. Pada hakikatnya tujuan utama terbentuknya komite sekolah adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan. (peserta didik). JAWABAN 3B Peran guru sebagai peneliti kurikulum (curriculum researcher). Peran ini dilaksanakan sebagai bagian dari tugas profesional guru yang memiliki tanggung jawab dalam meningkatkan kinerjanya sebagai guru. Dalam melaksanakan perannya sebagai peneliti, guru memiliki tanggung jawab untuk menguji berbagai komponen kurikulum, misalnya menguji bahan-bahan kurikulum, menguji efektifitas program, menguji strategi dan model pembelajaran dan lain sebagainya termasuk mengumpulkan data tentang keberhasilan siswa mencapai target kurikulum. Metode yang digunakan oleh guru dalam meneliti kurikulum adalah PTK dan Lesson Study. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah metode penelitian yang berangkat dari masalah yang dihadapi guru dalam implementasi kurikulum. Melalui PTK, guru berinisiatif melakukan penelitian sekaligus melaksanakan tindakan untuk memecahkan masalah yang dihadapi. Dengan demikian, dengan PTK bukan saja dapat menambah wawasan guru dalam melaksanakan tugas profesionalnya, akan tetapi secara terus menerus guru dapat meningkatkan kualitas kinerjanya. JAWABAN 3 C  Menurut Murray Print peran guru dalam kurikulum adalah sebagai implementers yaitu gurulah yang mengimplementasikan langsung kurikulum berdasarkan kebijakan yang ada. Sebagai Implementers, guru berperan untuk mengaplikasikan kurikulum yang sudah ada. Dalam melaksanakan perannya, guru hanya menerima berbagai kebijakan perumus kurikulum. Dalam pengembangan kurikulum guru dianggap sebagai tenaga teknis yang hanya bertanggung jawab dalam mengimplementasikan berbagai ketentuan yang ada. Akibatnya kurikulum bersifat seragam antar daerah yang satu dengan daerah yang lain. Oleh karena itu guru hanya sekadar pelaksana kurikulum, maka tingkat kreatifitas dan inovasi guru dalam merekayasa pembelajaran sangat lemah. Guru tidak terpacu untuk melakukan berbagai pembaruan. Mengajar dianggapnya bukan sebagai pekerjaan profesional, tetapi sebagai tugas rutin atau tugas keseharian.  Peranan guru dalam penilaian lebih efektif jika mampu memanfaatkan informasi hasil penilaian melalui umpan balik. Umpan balik merupakan sarana bagi guru dan siswa untuk mengetahui sejauh mana kemajuan pembelajaran yang telah dilakukan. Seperti yang dikemukakan dalam QCA (2003) yang mengatakan bahwa feedback is the means by which teacher enable children to close the gap in order to take learning forward and improve children’s performance, berdasarkan definisi tersebut, tampak bahwa umpan balik merupakan suatu alat yang dapat digunakan oleh guru, yang memungkinkan siswa dapat belajar lebih baik dan meningkatkan kinerjanya. Croks (2001) menyimpulkan dari hasil reviuw literatur tentang umpan balik dan hubungannya dengan motivasi siswa menyimpulkan bahwa manfaat umpan balik agar dapat memotivasi siswa, maka harus fokus pada: a. Kualitas kerja anak-anak, dan bukan pada membandingkan dengan anak-anak lain. b. Cara-cara spesifik dimana pekerjaan anak dapat ditingkatkan c. Peningkatan pekerjaan anak harus dibandingkan dengan pekerjaan sebelumnya. JAWABAN no 4 a. Upaya-Upaya Peningkatan Akuntabilitas Agar sekolah memiliki akuntabilitas yang tinggi, maka perlu diupayakan hal-hal sebagai berikut. a) Sekolah harus menyusun aturan main tentang sistem akuntabilitas termasuk mekanisme pertanggungjawaban.. b) Sekolah perlu menyusun pedoman tingkah laku dan sistem pemantauan kinerja penyelenggara sekolah dan sistem pengawasan dengan sanksi yang jelas dan tegas. c) Sekolah menyusun rencana pengembangan sekolah dan menyampaikan kepada publik/stakeholders di awal setiap tahun anggaran. d) Menyusun indikator yang jelas tentang pengukuran kinerja sekolah dan disampaikan kepada stakeholders. e) Melakukan pengukuran pencapaian kinerja pelayanan pendidikan dan menyampaikan hasilnya kepada publik/stakeholders di akhir tahun. f) Memberikan tanggapan terhadap pertanyaan atau pengaduan publik. g) Menyediakan informasi kegiatan sekolah kepada publik yang akan memperoleh pelayanan pendidikan. h) Memperbarui rencana kinerja yang baru sebagai kesepakatan komitmen baru.

Judul: Jawaban Uas Makro Meso Mikro

Oleh: Dede Hermansyah Alghazali


Ikuti kami