Jawaban Uas Makro Meso Mikro

Oleh Dede Hermansyah Alghazali

13 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Jawaban Uas Makro Meso Mikro

JAWABAN 1B

1. MAKRO
 Sosiologi pendidikan jenjang makro mempelajari hubungan antara pendidikan dan
institusi lain dalam masyarakat, misalnya hubungan pendidikan dengan politik,
hubungan pendidikan dengan ekonomi, hubungan antara pendidikan dan agama. Isu
yang terjadi pada jenjang ini adalah merupakan isu umum yang terjadi di sebuah
Negara.
 Pendidikan tidak mungkin dapat berjalan tanpa adanya kerjasama dengan bidang lain.
Didalam kerjasama ini memungkinkan terjadinya permasalahan baru bagi pendidikan.
Permasalahan dalam hubungan dengan politik antara lain kebijakan program pendidikan
tidak berpihak pada seluruh lapisan masyarakat, hal ini terlihat dengan adanya gap
antara pendidikan yang dirasakan oleh masyarakat yang di kota besar dengan yang di
daerah. Kebijakan daerah memungkinkan adanya kebijakan yang berpihak pada
kepentingan golongan. Kebijakan bahwa kepala sekolah diangkat oleh Pemda melalui
Dinas Pendidikan sangat terlihat unsur kepentingannya, hal ini dibuktikan adanya

pengangkatan Kepala sekolah yang masih belum memenuhi kompetensinya sehingga
hal ini dapat mengakibatkan kehancuran bagi sekolah.

2. MESO
 Sosiologi pendidikan jenjang meso yaitu mempelajari hubungan-hubungan dalam
suatu organisasi pendidikan. Pokok bahasan dalam jenjang meso antara lain
tentang struktur organisasi sekolah, peran dan fungsinya, serta hubungan antara
organisasi sekolah dengan struktur organisasi masyarakat lainnya.

Pembahasan masalah kependidikan pada jenjang meso mencakup semua aspek,
yang ada disekolah mulai dari kurikulum, kegiatan di ruang kelas, keluarga, guru,
pemerintah, masyarakat dan sekolah. Sekolah mempunyai peran yang sangat
penting dalam membentuk peserta didik agar kreatif, inovatif dan mandiri. Peserta
didik seharusnya dapat belajar tidak hanya disekolah saja tetapi juga belajar dari
interaksi dan pengalaman di lingkungan sosialnya. Dengan menguasai berbagai
keterampilan yang bermanfaat untuk merespon kebutuhan hidupnya. Peran
sekolah sebagai lembaga pendidikan diharapkan mampu membuat peserta didik
menjadi lebih bermakna bagi masyarakatnya.
3. MIKRO
Sosiologi pendidikan jenjang mikro membahas interaksi sosial yang berlangsung dalam institusi
pendidikan, antara lain interaksi didalam kelas antara peserta didik dengan peserta didik,
peserta didik dengan guru, peserta didik dengan warga sekolah lainnya.

JAWABAN NO 2 A

F. proses pembelajaran
Proses pembelajaran sebaiknya merupakan proses dua arah yang melibatkan komponen dosen dan mahasiswa
sehingga ada timbal balik dalam transfer ilmu pengetahuan antara keduanya.

JAWABAN 2B

Komite sekolah merupakan institusi pendidikan baru yang akhir-akhir
ini gencar diwacanakan dan didiskusikan oleh berbagai pihak yang peduli
pada pendidikan. Sebagai institusi yang baru tentu tidak mudah untuk
memfungsikannya sebagaimana yang sudah diidealkan ketika institusi itu
dibentuk. Pada hakikatnya tujuan utama terbentuknya komite sekolah adalah
untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
(peserta didik).
JAWABAN 3B
Peran guru sebagai peneliti kurikulum (curriculum researcher). Peran ini dilaksanakan

sebagai bagian dari tugas profesional guru yang memiliki tanggung jawab dalam
meningkatkan kinerjanya sebagai guru. Dalam melaksanakan perannya sebagai
peneliti, guru memiliki tanggung jawab untuk menguji berbagai komponen kurikulum,
misalnya menguji bahan-bahan kurikulum, menguji efektifitas program, menguji strategi
dan model pembelajaran dan lain sebagainya termasuk mengumpulkan data tentang
keberhasilan siswa mencapai target kurikulum. Metode yang digunakan oleh guru
dalam meneliti kurikulum adalah PTK dan Lesson Study.
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah metode penelitian yang berangkat dari
masalah yang dihadapi guru dalam implementasi kurikulum. Melalui PTK, guru
berinisiatif melakukan penelitian sekaligus melaksanakan tindakan untuk memecahkan
masalah yang dihadapi. Dengan demikian, dengan PTK bukan saja dapat menambah
wawasan guru dalam melaksanakan tugas profesionalnya, akan tetapi secara terus
menerus guru dapat meningkatkan kualitas kinerjanya.
JAWABAN 3 C


Menurut Murray Print peran guru dalam kurikulum adalah sebagai implementers
yaitu gurulah yang mengimplementasikan langsung kurikulum berdasarkan
kebijakan yang ada.

Sebagai Implementers, guru berperan untuk mengaplikasikan kurikulum yang sudah
ada. Dalam melaksanakan perannya, guru hanya menerima berbagai kebijakan
perumus kurikulum. Dalam pengembangan kurikulum guru dianggap sebagai tenaga
teknis yang hanya bertanggung jawab dalam mengimplementasikan berbagai
ketentuan yang ada. Akibatnya kurikulum bersifat seragam antar daerah yang satu
dengan daerah yang lain. Oleh karena itu guru hanya sekadar pelaksana kurikulum,
maka tingkat kreatifitas dan inovasi guru dalam merekayasa pembelajaran sangat
lemah. Guru tidak terpacu untuk melakukan berbagai pembaruan. Mengajar

dianggapnya bukan sebagai pekerjaan profesional, tetapi sebagai tugas rutin atau
tugas keseharian.



Peranan guru dalam penilaian lebih efektif jika mampu memanfaatkan
informasi hasil penilaian melalui umpan balik. Umpan balik merupakan
sarana bagi guru dan siswa untuk mengetahui sejauh mana kemajuan
pembelajaran yang telah dilakukan. Seperti yang dikemukakan dalam QCA
(2003) yang mengatakan bahwa feedback is the means by which teacher
enable children to close the gap in order to take learning forward and
improve children’s performance, berdasarkan definisi tersebut, tampak
bahwa umpan balik merupakan suatu alat yang dapat digunakan oleh guru,
yang memungkinkan siswa dapat belajar lebih baik dan meningkatkan
kinerjanya.

Croks (2001) menyimpulkan dari hasil reviuw literatur tentang umpan balik dan
hubungannya dengan motivasi siswa menyimpulkan bahwa manfaat umpan balik agar
dapat memotivasi siswa, maka harus fokus pada:
a. Kualitas kerja anak-anak, dan bukan pada membandingkan dengan anak-anak lain.
b. Cara-cara spesifik dimana pekerjaan anak dapat ditingkatkan
c. Peningkatan pekerjaan anak harus dibandingkan dengan pekerjaan sebelumnya.

JAWABAN no 4
a. Upaya-Upaya Peningkatan Akuntabilitas
Agar sekolah memiliki akuntabilitas yang tinggi, maka perlu diupayakan hal-hal
sebagai berikut.
a) Sekolah harus menyusun aturan main tentang sistem akuntabilitas termasuk
mekanisme pertanggungjawaban..

b) Sekolah perlu menyusun pedoman tingkah laku dan sistem pemantauan kinerja
penyelenggara sekolah dan sistem pengawasan dengan sanksi yang jelas dan
tegas.
c) Sekolah menyusun rencana pengembangan sekolah dan menyampaikan kepada
publik/stakeholders di awal setiap tahun anggaran.
d) Menyusun indikator yang jelas tentang pengukuran kinerja sekolah dan
disampaikan kepada stakeholders.
e) Melakukan

pengukuran

pencapaian

kinerja

pelayanan

pendidikan

dan

menyampaikan hasilnya kepada publik/stakeholders di akhir tahun.
f) Memberikan tanggapan terhadap pertanyaan atau pengaduan publik.
g) Menyediakan informasi kegiatan sekolah kepada publik yang akan memperoleh
pelayanan pendidikan.
h) Memperbarui rencana kinerja yang baru sebagai kesepakatan komitmen baru.

Judul: Jawaban Uas Makro Meso Mikro

Oleh: Dede Hermansyah Alghazali


Ikuti kami