Jawaban Uts Komnet (tria Siti Rohfan)

Oleh Tria Siti El-rohfan El-rohfan

166,2 KB 6 tayangan 0 unduhan
 


Bagikan artikel

Transkrip Jawaban Uts Komnet (tria Siti Rohfan)

JAWABAN SOAL UTS Diajukan untuk memenuhi tugas individu pada mata Pengembangan Pembelajaran Biologi Berbasis Komputer & Internet (Komnet) Dosen pengampu: Ipin Arifin, M.Pd Disusun oleh: TRIA SITI ROHFAN NIM: 14111620099 Biologi B/VII KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SYEKH NURJATI CIREBON 2014 JAWABAN SOAL UTS KOMNET 1. a. Salah satu model desain pembelajaran yang sifatnya lebih generik adalah model ADDIE. ADDIE merupakan singkatan dari Analysis, Design, Development or Production, Implementation or Delivery and Evaluations. Di bawah ini merupakan skema mengenai tahapan-tahapan pelaksanaan evaluasi model ADDIE. 1) Analisis Langkah-langkah dalam tahapan analisis ini setidaknya adalah: menganalisis siswa; menentukan materi ajar; menentukan standar kompetensi (goal) yang akan dicapai; dan menentukan media yang akan digunakan (Fadli, 2012). Langkah analisis melalui dua tahap, yaitu : analisis kinerja dan analisis kebutuhan. 2) Desain Pada tahap desain ini, pertama, merumuskan tujuan pembelajaran yang SMAR (spesifik, measurable, applicable, dan realistic). Selanjutnya menyusun tes, dimana tes tersebut harus didasarkan pada tujuan pembelajaran yag telah dirumuskan tadi. Kemudian tentukanlah strategi pembelajaran media danyang tepat harusnya seperti apa untuk mencapai tujuan tersebut. Selain itu, dipertimbangkan pula sumber-sumber pendukung lain, semisal sumber belajar yang relevan, lingkungan belajar yang seperti apa seharusnya, dan lain-lain. Semua itu tertuang dalam sautu dokumen bernama blue-print yang jelas dan rinci. 3) Development Pengembangan adalah proses mewujudkan blue-print alias desain tadi menjadi kenyataan. Artinya, jika dalam desain diperlukan suatu software berupa multimedia pembelajaran, maka multimedia tersebut harus dikembangkan. Satu langkah penting dalam tahap pengembangan adalah uji coba sebelum diimplementasikan. Tahap uji coba ini memang merupakan bagian dari salah satu langkah ADDIE, yaitu evaluasi. Pengembangan merupakan langkah ketiga dalam mengimplementasikan model desain sistem pembelajaran ADDIE. Langkah pengembangan meliputi kegiatan membuat, membeli, dan memodifikasi bahan ajar. Dengan kata lain mencakup kegiatan memilih, menentukan metode, media serta strategi pembelajaran yang sesuai untuk digunakan dalam menyampaikan materi atau substansi program. 4) Implementation Implementasi adalah langkah nyata untuk menerapkan sistem pembelajaran yang sedang kita buat. Artinya, pada tahap ini semua yang telah dikembangkan diinstal atau diset sedemikian rupa sesuai dengan peran atau fungsinya agar bisa diimplementasikan. 5) Evaluasi Evaluasi yaitu proses untuk melihat apakah sistem pembelajaran yang sedang dibangun berhasil, sesuai dengan harapan awal atau tidak. Sebenarnya tahap evaluasi bisa terjadi pada setiap empat tahap di atas. Evaluasi yang terjadi pada setiap empat tahap di atas itu dinamakan evaluasi formatif, karena tujuannya untuk kebutuhan revisi. b. Model assure untuk membantu pembelajaran meliputi beberapa langkah : 1) Menganalisis Peserta Didik Hal utama yang perlu dipertimbangka ketika meganalisis siswa meliputi karakteristik umum siswa, kompetensi khusus (pengetahuan, keterampilan, dan sikap tentang topik), dan gaya belajar. 2) Merumuskan Standar dan Tujuan Langkah berikutnya tujuan pembelajaran khusus adalah merumuskan dimulai dengan standar standar dan kurikulum dan teknologi yang digunakan guru di sekolah, berdasarkan pada tujuan nasional. Tujuan pembelajaran yang baik mencantumkan nama peserta didik kepada siapa tujuannya dimaksudkan, tindakan (perilaku) untuk menunjukkan, kondisi di mana perilaku atau kinerja akan diamati, dan sejauh mana pengetahuan atau keterampilan baru harus dikuasai. Untuk catatan ini, kondisi akan mencakup penggunaan teknologi dan media untuk mendukung pembelajaran dan untuk menilai keberhasilan standar atau tujuan pembelajaran. 3) Memilih Strategi, Teknologi, Media dan Bahan Ajar. 4) Memanfaatkan Teknologi, Media dan Bahan Ajar. Tahap ini melibatkan perencanaan-perencanaan oleh dalam memanfaatkan teknologi, media dan bahan ajar untuk membantu siswa mencapai tujuan pembelajaran. Untuk melakukan hal ini mengikuti proses "5P": Previewteknologi, media dan (Prepare) (Prepare) lingkungan, menyiapkan bahan ajar, menyiapkan peserta didik, dan memberikan (Provide) pengalaman belajar. 5) Mengajak Partisipasi Siswa Untuk menjadi efektif, pembelajaran harus melibatkan keaktifan peserta didik secara mental. menyediakan kegiatan yang memungkinkan keterampilan baru mereka untukmempraktekkan pengetahuan dan menerima umpan mereka sebelum resmi dinilai. Praktek dapat balik atau pada upaya melibatkan student self- check, pembelajaran berbantuan komputer, kegiatan internet, atau latihan kelompok. Umpan balik bisa berasal dari guru, komputer, siswa lain, atau evaluasi diri. 6) Evaluasi dan Revisi Setelah menerapkan pelajaran, evalasi dampaknya terhadap belajar Siswa. Penilaian ini tidak hanya meneliti sejauh mana siswa telah mencapai tujuan pembelajaran, tetapi juga meneliti keseluruhan proses pembelajaran dan dampak penggunaan tekhnologi dan media. Berdasarkan perbedaan antara tujuan dan hasil belajar siswa, direvisi rencana pelajaran untuk mengatasi bidang yang menjadi perhatian. http://sriramadhani2804.blogspot.com/2013/05/rancangan-pembelajaranmodel-assure_9182.html c. Menurut Kemp pengembangan perangakat merupakan suatu lingkaran yang berkelanjutan. Namun karena kurikulum yang beralaku secara nasional di Indonesia dan berorientasi pada tujuan, maka seyogyanya proses pengembangan itu dimulai dari tujuan. Dalam desain yang dikembangkan oleh kemp, tujuan pembelajaran bukanlah hal pertama yang harus ditentukan ketika menyusun perencanaan pembelajaran. Perencanaan pembelajaran dikembangkan mulai dari identifikasi masalah pembelajaran, kemudian dilakukan analisis karakteristik siswa, analisis tugas, dilakukan penyusunan tujuan pembelajaran, pengurutan isi materi, pemilihan strategi pembelajaran yang tepat, membuat desain pesan, mengembangkan pembelajaran, dan terakhir adalah mengevaluasi instrumen. Keseluruhan proses tersebut harus dilakukan evaluasi. Proses evaluasi kemudian dijadikan dasar sebagai proses revisi atau perbaikan. Berbagai proses tersebut juga membutuhkan layanan pendukung dan implementasi dari manajemen proyek. http://ayunurhamidah.blogspot.com/2014/03/model-desain-pembelajaran-jekemp.html d. Model Hanafin dan Peck merupakan salah satu dari banyak model desain pembelajaran yang berorietasi produk. Model berorientasi produk adalah model desain pembelajaran utuk menghasilkan suatu produk, biasanya media pembelajaran (Afandi dan Badarudin, 2011:22). Menurut Hanafin dan Peck (Afandi dan Badarudin, 2011:26) model desain pembelajaran terdiri dari tiga fase yaitu Need Assessment (Fase Analisis Keperluan), Design (Fase Desain), dan Develop/Implement (Fase Pengembangan dan Implementasi). Dalam model ini disetiap fase akan dilakukan penilaian dan pengulangan. Afandi, Muhammad dan Badarudin. (2011). Perencanaan Pembelajaran. Bandung: Alfabeta. 2. a. Secara rinci aplikasi teori behavioristik dalam pembelajaran meliputi beberapa langkah berikut ini (Asri Budiningsih, 2005: 29) : (a) menentukan tujuantujuan pembelajaran; (b) menganlisis lingkungan kelas yang ada saat ini termasuk mengidentifikasi kemampuan awal (entry behavior) peserta didik; (c) menentukan materi pelajaran; (d) memecahkan materi pelajaran menjadi bagian kecil-kecil, meliputi pokok bahasan, sub pokok bahasan, topik, dan sebagainya; (e) menyajikan materi pelajaran; (f) memberikan stimulus, baik berupa pertanyaan langsung secara lisan, tes/kuis, latihan, dan tugas-tugas; (g) mengamati dan mengakaji respon yang diberikan peserta didik; (h) memberi penguatan (reinforcement), bisa dalam bentuk penguatan positif maupun negatif, ataupun hukuman; (i) memberikan stimulus baru; (j) mengamati dan mengkaji respon yang diberikan peserta didik; (k) memberikan penguatan lanjutan ataupun hukuman; (l) demikian seterusnya; dan (m) evaluasi hasil belajar. b. Implementasi teori sibernetik dalam pembelajaran telah banyak dikembangkan, di antaranya adalah pendekatan-pendekatan yang berorientasi pada pemrosesan informasi. Berdasarkan pendekatan ini, Reigeluth, Bunderson & Merril (Asri Budiningsih, 2005: 84) mengembangkan strategi penataan isi atau materi pembelajaran berdasarkan empat hal, yakni : pemilihan (selection), penataan urutan (sequencing), rangkuman (summary), dan sintesis (synthesizing). Menurut mereka : (1) jika isi pelajaran ditata dengan menggunakan dari urutan umum ke rinci, maka materi pembelajaran pada tingkat umum akan menjadi kerangka untuk mengaitkan isi-isi lain yang lebih rinci. Hal ini sesuai dengan struktur representasi informasi di dalam long term memory, sehingga akan mempermudah proses penelusuran kembali informasi; (2) jika rangkuman diintegrasikan ke dalam strategi penataan materi pembelajaran, maka akan 17 berfungsi untuk menunjukkan kepada pebelajar informasi yang perlu diberi perhatian, di samping itu juga menghemat kapasitas working memori. Aplikasi teori belajar sibernetik dalam multimedia yang akan dikembangkan ini adalah dengan sejalan perkembangan teknologi dan informasi, peserta didik dapat mengaplikasikan ilmu IT yang di dapat dengan cara menggunakan multimedia pembelajaran. Serta juga dengan penataan sistem informasi dari materi yang akan disajikan pada peserta didik, dan dapat di peroleh secara lengkap. Dengan multimedia pembelajaran, peserta didik dapat belajar sesuai kebutuhan, kecepatan, keluwesan, dan dapat memilih materi yang ingin di peroleh. Serta bisa digunakan secara individual dan dapat dilakukan secara berulang jika belum memahami pada materi tertentu. c. Desain pembelajaran Classical Conditioning yakni menggunakan teori Pavlov (stimulus – respon). Pavlov melakukan percobaan stimulus-respon yang dilakukan pada seekor anjing sehingga lahirlah sebuah teori yang dikenal sebagai Classical Conditioning. Percobaan yang dilakukan Pavlov sering kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Contoh lain, ketika hendak memberi makan ayam, pertama sekali yang harus dilakukan adalah membuka pintu belakang (CS) kemudian memanggil ayam. Setelah ayam sudah berkumpul barulah makanan diberikan (UCS). Hal ini dilakukan secara berulang-ulang disetiap pagi hari, sehingga ketika membuka pintu belakang saja (CS) tanpa maksud untuk memberikan makan ayam, ayam-ayam pun berdatangan (CR). Sehingga pembelajaran dengan desain ini yakni guru haruslah bisa menstimulus siswa agar dapat memberikan respon balik yang baik. http://10060ahmadfauji.blogspot.com/2012_09_01_archive.html

Judul: Jawaban Uts Komnet (tria Siti Rohfan)

Oleh: Tria Siti El-rohfan El-rohfan


Ikuti kami