Makalah Hamdan

Oleh Ajai Hsb

14 tayangan
Bagikan artikel

Transkrip Makalah Hamdan

MAKALAH
PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NEGARA MAKALAH
PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NEGARA

DISUSUN OLEH:
NAMA : HAMDANI SONANG RAMBE
NPM : 1702100021

STIPER LABUHAN BATU

RANTAU PRAPAT
2017

1

ABSTRAKSI

Kesetiaaan , nasionalisme, dan patriotisme warga Negara kepada bangsa
dan negaranya dapat diukur dalam bentuk kesetiaan mereka terhadap filsafat
negaranya secara formal diwujudkan dalam bentuk peraturan perundangundangan (Undang-undang Dasar 1945, dan peraturan perundang-undangan
lainnya). Kesetiaan warga Negara tersebut tampak dalam sikap dan tindakan,
menghayati, mengamalkan dan mengamankan peraturan Perundangan-Undangan
itu. Pancasila adalah sendi, asas, dasar atau peraturan tingkah laku yang penting
dan baik.Secara singkat dapat diuraikan bahwa kedudukan pancasila adalah
sebagai dasar Negara RI.Untuk mengatur pemerintahan dan penyelenggaraan
Negara, sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia dan sebagai ligature bangsa
Indonesia. Kesetiaan ini akan semakin kokoh apabila mengakui dan menyakini
kebenaran, kebaikan dan keunggulan pancasila sepanjang masa. Pancasila dalam
kedudukannya sebagai ideology Negara, di harapkan mampu filter untuk
menyerap pengaruh perubahan zaman di era globalisasi ini. Artinya pancasila
merupakan satu ideologi yang dianut oleh Negara atau pemerintah dan rakyat
Indonesia secara keseluruhan, bukan milik atau monopoli seseorang ataupun
sesuatu golongan tertentu. Sebagai filsafat atau dasar kerohanian Negara, yang
meruapakn cita-cita bangsa, Pancasila harus dilaksanakan atau diamalkan, yang
mewujudkan kenyataan dalam penyelenggaraan hidup kenegaraan kebangsaan
dan kemasyarakatan kita.

2

RUMUSAN MASALAH
Untuk menghidari adanya kesimpangsiuran dalam penyusunan makalah
ini, maka penulis membatasi masalah-masalah yang akan di bahas diantaranya:
1. Apa arti Pancasila?
2. Bagaimana pengertian Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa Indonesia?
3. Bagaimana penjabaran Pancasila sebagai Dasar Negara Republik Indonesia?
4. Bagaimana penjabaran tiap-tiap sila dari Pancasila?
5. Bagaimana proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara ?

3

TUJUAN PENULISAN
Dalam penyusunan Makalah ini, penulis mempunyai beberapa tujuan,
yaitu:
1. Penulis ingin mengetahui arti Pancasila sebenarnya
2. Pada hakikatnya, Pancasila mempunyai dua fungsi yaitu sebagai pandangan
hidup dan sebagai dasar negara oleh sebab itu penulis ingin menjabarkan
keduanya.
3. Penulis ingin mendalami / menggali arti dari sila – sila Pancasila.

4

PEMBAHASAN MASALAH

A. Pengertian Pancasila
Pancasila artinya lima dasar atau lima asas yaitu nama dari dasar negara
kita, Negara Republik Indonesia. Istilah Pancasila telah dikenal sejak zaman
Majapahit pada abad XIV yang terdapat dalam buku Nagara Kertagama karangan
Prapanca dan buku Sutasoma karangan Tantular, dalam buku Sutasoma ini, selain
mempunyai arti “Berbatu sendi yang lima” (dari bahasa Sangsekerta) Pancasila
juga mempunyai arti “Pelaksanaan kesusilaan yang lima” (Pancasila Krama),
yaitu sebagai berikut:
1. Tidak boleh melakukan kekerasan
2. Tidak boleh mencuri
3. Tidak boleh berjiwa dengki
4. Tidak boleh berbohong
5. Tidak boleh mabuk minuman keras / obat-obatan terlarang
Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia ditetapkan pada
tanggal 18 Agustus 1945.sebagai dasar negara maka nilai-nilai kehidupan
bernegara dan pemerintahan sejak saat itu haruslah berdasarkan pada Pancasila,
namun berdasrkan kenyataan, nilai-nilai yang ada dalam Pancasila tersebut telah
dipraktikan oleh nenek moyang bangsa Indonesia dan kita teruskan sampai
sekarang. Rumusan Pancasila yang dijadikan dasar negara Indonesia seperti
tercantum dalam pembukaan UUD 1945 adalah:

5

1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4.

Kerakyatan

yang

dipimpin

oleh

hikmat

kebijaksanaan

dalam

permusyawaratan / perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia
Kelima sila tersebut sebagai satu kesatuan nilai kehidupan masyarakat
Indonesia oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) dijadikan Dasar
Negara Indonesia.

B. Pancasila Sebagai Pandangan Hidup Bangsa Indonesia
Dalam pengertian ini, Pancasila disebut juga way of life, weltanschaung,
wereldbeschouwing, wereld en levens beschouwing, pandangan dunia, pandangan
hidup, pegangan hidup dan petunjuk hidup.Dalam hal ini Pancasila digunakan
sebagai petunjuk arah semua semua kegiatan atau aktivitas hidup dan kehidupan
dalam segala bidang. Hal ini berarti bahwa semua tingkah laku dan tindakn
pembuatan setiap manusia Indonesia harus dijiwai dan merupakan pencatatan dari
semua sila Pancasila.Hal ini karena Pancasila Weltanschauung merupakan suatu
kesatuan, tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lain, keseluruhan sila dalam
Pancasila merupakan satu kesatuan organis.

C. Pancasila Sebagai Dasar Negara Republik Indonesia
Pancasila sebagai falsafah negara (philosohische gronslag) dari negara,
ideology negara, dan staatside.Dalam hal ini Pancasila digunakan sebagai dasar

6

mengatur pemerintahan atau penyenggaraan negara. Hal ini sesuai dengan bunyi
pembukaan UUD 1945, yang dengan jelas menyatakan “……..maka sisusunlah
kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu udang-undang dasar negara
Indonesia yang terbentuk dalam suat susunan negara Republik Indonesia yang
berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada…..” Pancasila sebagai pandangan
hidup dan dasar negara Indonesia mempunyai beberapa fungsi pokok, yaitu: 1.
Pancasila dasar negara sesuai dengan pembukaan UUD 1945 dan yang pada
hakikatnya adalah sebagai sumber dari segala sumber hukum atau sumber tertib
hukum. Hal ini tentang tertuang dalam ketetapan MRP No.XX/MPRS/1966 dan
ketetapan MPR No.V/MP/1973 serta ketetapan No.IX/MPR/1978.merupakan
pengertian yuridis ketatanegaraan 2. Pancasila sebagai pengatur hidup
kemasyarakatan pada umumnya (merupakan pengertian Pancasila yang bersifat
sosiologis) 3. Pancasila sebagai pengatur tingkah laku pribadi dan cara-cara dalam
mencari kebenaran (merupakan pengertian Pancasila yang bersifat etis dan
filosofis).

D. Sila – Sila Pancsila
1. Sila Katuhanan Yang Maha Esa Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaan
dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan oleh karenanya manuasia
percaya dan taqwa terhadap Tuhan YME sesuai dengan agama dan
kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan
beradab.
2. Sila kemanusian Yang Adil dan Beradab Kemanusiaan yang adil dan beradab
menunjang tinggi nilai-nilai kemanusiaan, gemar melakukan kegiatan –kegiatan

7

kemanusiaan, dan berani membela kebenaran dan keadilan. Sadar bahwa manusia
adalah sederajat, maka bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari
seluruh umat manusia, karena itu dikembangkanlah sikap hormat dan bekerja
sama dengan bangsa –bangsa lain.
3. Sila Persatuan Indonesia Dengan sila persatuan Indonesia, manusia Indonesia
menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan
negara diatas kepentingan pribadi dan golongan.Persatuan dikembangkan atas
dasar Bhineka Tunggal Ika, dengan memajukan pergaulan demi kesatuan dan
persatuan bangsa.
4. Sila Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam
Permusyawaratan Perwakilan Manusia Indonesia menghayati dan menjungjung
tinggi setiap hasil keputusan musyawarah, karena itu semua pihak yang
bersangkutan harus menerimannya dan melaksanakannya dengan itikad baik dan
penuh rasa tanggung jawab.Disini kepentingan bersamalah yang diutamakan di
atas kepentingan pribadi atau golongan.Pembicaraan dalam musyawarah
dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.Keputusankeputusan yang diambil harus dapat dipertanggung jawabkan secara moral kepada
Tuhan Yang Maha Esa, menjungjung tinggi harkat dan martabat manusia serta
nilai-nilai kebenaran dan keadilan. Dalam melaksanakan permusyawaratan,
kepercayaan diberikan kepada wakil-wakil yang dipercayanya.
5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia Dengan sila keadilan sosial
bagi seluruh rakyat Indonesia, manusia Indonesia menyadari hak dan kewajiban
yang sama untuk menciptakan keadilan sosial dalam kehidupan masyarakat
Indonesia. Dalam rangka ini dikembangkan perbuatannya yang luhur yang

8

mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan gotong royong. Untuk itu
dikembangkan sikap adil terhadap sesama, menjaga kesinambungan antara hak
dan kewajiban serta menghormati hak-hak orang lain. E. Proses Perumusan
Pancasila sebagai Dasar Negara Secara ringkas proses perumusan tersebut adalah
sebagai berikut : a. Budianto, 2006, “Pendidikan Kewarganegaraan”, Erlangga,
Jakarta. Mr. Muhammad Yamin, pada sidang BPUPKI tanggal 29 Mei 1945
menyampaikan rumusan asas dasar Negara sebagai berikut :
1. Peri Kebangsaan
2. Peri Kemanusiaan
3. Peri Ketuhanan
4. Peri Kerakyatan
5. Kesejahteraan Rakyat Setelah menyampaikan pidatonya, Mr Muhammad
Yamin Menyampaikan usul tertulis naskah Rancangan Undang-undang Dasar.

Di dalam pembukaan Rancangan UUD itu tercantum lima asas dasar
Negara yang berbunyai sebagai berikut :
1. Ketuhanan yang Maha Esa
2. Kebangsaan Persatuan Indonesia
3.Rasa Kemanusiaan yang adil dan beradab
4.kerakyatan

yang

dipimpin

oleh

Hikmah

dan

Kebijaksanaan

dalam

permusyawaratan perwakilan b. Budianto, 2006, “Pendidikan Kewarganegaraan”,
Erlangga, Jakarta. Mr Soepomo, pada tanggal 31 Mei 1945 antara lain pidatonya
menyampaikan usulan lima dasar Negara, yaitu sebagai berikut :
1. Paham Negara Kesatuan

9

2. Perhubungan Negara dengan Agama
3. Sistem Badan Permusyawaratan
4. Sosialisasi Negara
5. Hubungan antar bangsa c. Ir. Soekarno, dalam sidang BPUPKI pada tanggal 1
juni 1945 mengusulkan rumusan dasar Negara adalah sebagai berikut :
1. Kebangsaan atau Perikemanusiaan
2. Internasional atau Perikemanusiaan
3.Mufakat dan Demokrasi
4.Kesejahteraan Sosial
5. Ketuhanan Yang berkebudayaan

10

KESIMPULAN
Berdasarkan uraian di atas kiranya kita dapat menyadari bahwa Pancasila
merupakan falsafah negara kita republik Indonesia, maka kita harus menjungjung
tinggi dan mengamalkan sila-sila dari Pancasila tersebut dengan setulus hati dan
penuh rasa tanggung jawab. Pancasila adalah pandangan hidup bangsa dan dasar
negara

Republik

Indonesia.Pancasila

juga

merupakan

sumber

kejiwaan

masyarakat dan negara Republik Indonesia.Maka manusia Indonesia menjadikan
pengamalan

Pancasila

sebagai

perjuangan

utama

dalam

kehidupan

kemasyarakatan dan kehidupan kengaraan. Oleh karena itu pengalamannya harus
dimulai dari setiap warga negara Indonesia, setiap penyelenggara negara yang
secara meluas akan berkembang menjadi pengalaman Pancasila oleh setiap
lembaga kenegaraan dan lembaga kemasyarakatan, baik dipusat maupun di
daerah.

11

DAFTAR PUSTAKA
1. Srijanto Djarot, Drs., Waspodo Eling, BA, Mulyadi Drs. 1994 Tata Negara
Sekolah Menngah Umum. Surakarta; PT. Pabelan.
2. Pangeran Alhaj S.T.S Drs., Surya Partia Usman Drs., 1995. Materi Pokok
Pendekatan Pancasila. Jakarta; Universitas Terbuka Depdikbud.
3. NN. Tanpa Tahun. Pedoman Penghayatan Dan Pengamalan Pancasila.
Sekretariat Negara Republik Indonesia Tap MPR No. II/MPR/1987.
4. Budiyanto, 2006, Pendidikan Kewarganegaraan, Erlangga, Jakarta. Winarno,
S.Pd. M.Si. 2008, Paradigma Baru Pendidikan Kewarganegaraan, PT. Bumi
Aksara, Jakarta
5. Muhammad Yamin Notonegoro, Ir. Seokarno Berdasarkan Termilogi
6. Prof. Dr. Roland Peanak, dalam bukunya “ Demokratic political Theory”.
Memberi makna ligature sebaga i Ikatan Budaya” atau Cultural bond. Sumber:
http://id.shvoong.com/social-sciences/political-science/2025686-contohmakalahpancasila-kedudukan-pancasila/#ixzz1Zn6RKfdd

12

Judul: Makalah Hamdan

Oleh: Ajai Hsb


Ikuti kami